I.

Judul Hari/tanggal Percobaan

: ENZIM PENCERNA KARBOHIDRAT : Jumat, 14 Oktober 2011

II.

Tujuan : a. Menghidrolisis pati dengan amilase air liur. b. Mempelajari pengaruh pH pada aktivitas amilase air liur.

III.

Dasar Teori

Karbohidrat Karbohidrat ('hidrat dari karbon', hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani σάκχαρον, sákcharon, berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat. Klasifikasi karbohidrat : Monosakarida Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa. Disakarida dan oligosakarida Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa. Polisakarida Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum. Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan, yang nantinya akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel ketika diperlukan. Pati merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam organel plastid, termasuk kloroplas. Dengan mensintesis pati, tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Glukosa merupakan bahan bakar sel yang utama, sehingga pati merupakan energi cadangan.

tulang rawan. Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah proteoglikan. Misalnya. namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat. polimer yang tersusun dari glukosa sebagai monomernya. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. sama dengan amilosa. dahan. Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan. Sementara itu. Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Kitin murni mirip seperti kulit. kapas terbuat hampir seluruhnya dari selulosa. empat golongan darah manusia pada sistem ABO (A. disebut peptidoglikan. Sementara itu. Amilopektin tidak larut dalam air. dan ditemukan terutama pada tangkai.4-glikosidik sehingga tidak bercabang. Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel. Namun demikian. . dan glikolipid. tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat.6-glikosidik. hewan menyimpan polisakarida yang disebut glikogen. batang. Selulosa bersifat seperti serabut. Namun demikian. Amilosa merupakan polisakarida. glikoprotein. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat dan protein. glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan. Sementara itu.Sementara itu. dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan peptida. karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) arthropoda (serangga. Misalnya. Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan. B. tidak larut di dalam air. glikogen tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi. Dinding sel ini membentuk suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma di dalam sel. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan. Tiap-tiap monomer terhubung dengan ikatan 1. Pati Pati tersusun dari dua macam karbohidrat. amilopektin terbentuk dari rantai glukosa yang terikat dengan ikatan 1. AB. yang terlihat dari karakteristik fisiknya. selulosa ialah komponen utama dinding sel tumbuhan. dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot. sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. dan hewan-hewan lain sejenis). Secara struktural. crustacea. dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah. laba-laba. Sedangkan walaupun tersusun dari monomer yang sama. misalnya hemiselulosa dan pektin. amilopektin berbeda dengan amilosa. amilosa dan amilopektin. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. dalam komposisi yang berbeda-beda. liat. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel hati dan otot.

sehingga dapat diserap. sehingga dapat diserap oleh usus. Amilase mempunyai kemampuan untuk memecah molekulmolekul pati dan glikogen.dan alfa-l. Molekul pati. degradasi sempurna dan cepat menjadi maltosa dan maltotriosa. dan glikogen fosforilase. Glikogen (disebut juga 'pati otot') yang dipakai oleh hewan sebagai penyimpan energi memiliki struktur mirip dengan amilopektin.4-glikosidik. Produk akhir yang dihasilkan dari aktivitasnya adalah dekstrin beserta sejumlah kecil glukosa dan maltose. sehingga jumlah permukaan makanan lebih luas kontak dengan enzim-enzim pencemaan Di dalam mulut makanan bercampur dengan air ludah yang mengandung enzim amilase. makanan texsebut dapat menyebabkan kekurangan amilase.pada amilopektin terbentuk cabang-cabang (sekitar tiap 25 mata rantai glukosa) dengan ikatan 1. kelenja submaksilaris di bawah rahang bawah.6-glikosida. Hidrolisis Pati Oleh Amilase Air liur atau saliva disekresikan oleh tiga pasang kelenjar air liur yaitu kelenjar parotis di bawah telinga. Enzim amylase memotong ikatan α -1. namun enzim akan menghidrolisis rantai pati menjadi molekul kecil seperti maltosa. Enzim Amilase Enzim amilase mengacu pada sekelompok enzim katalis yang berfungsi menghidrolisis pati dan glikogen. Ciri penguraiannya adalah penurunan kekentalan dan kemampuan mengikat iodium dengan sangat cepat.4 glikosida pada polisakarida dengan hasil degradasi secara acak di bagian tengah atau bagian dalam molekul. Kerja α-Amilase pada amilosa berlangsung dalam dua langkah: pertama. terlalu besar untuk diserap oleh usus. percabangan pada glikogen lebih rapat/sering. Molekul pati yang merupakan polimer dari alfa-D-glikopiranosa akan dipecah oleh enzim pada ikatan alfa-1.Orang yang tidak mampu menoleransi lemak akan lebih sering makan gula dan karbohidat untuk menebus kurangnya lemak dalam makanan mereka. Jika makanan mereka kelebihan kabohidrat. Enzim Amilase bekerja memecah molekul yang besar (seperti pati dan protein) menjadi molekul yang kecil. Langkah kedua jauh lebih lambat dari yang pertama dan meliputi hidrolisis oligosakarida dengan pembentukan glukosa dan maltosa. α-amilase akan menghidrolisis ikatan α-1. Amilase mencerna karbohidrat (polisakarida) menjadi unit-unit disakarida yang lebih kecil. dan kelenjar sublingual di bawah . mengubahnya menjadi monosakarida seperti glukosa. Pencernaan karbohidrat sudah dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. glikosidase.4. Perbedaannya. amilosa. Proses ini juga dikenal dengan nama proses likuifikasi pati. Akhirnya. Tahap amilolisis ini adalah hasil serangan enzim secara acak. dan amilopektin dapat di hidrolisis dengan asam-asam mineral atau enzim-enzim seperti amilase. sedangkan amilopektin mengandung satu untuk setiap 25 unit. makanan dikunyah agar dipecah menjadi bagian-bagian kecil. sebagai contohnya. Glikogen mengandung satu unit terminal glukosa untuk setiap 10-12 glukosa. yang akan dihidrolisis lebih jauh menjadi glukosa.4 amilosa dan amilopektin dengan cepat pada larutan pati kental yang telah mengalami gelatinisasi. Glikogen.

Pereaksi Iodium Iodium digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat atau tidak. musin dalam air liur berfungsi sebagai pelicin rongga mulut dan membasahi makanan sewaktu makanan dikunyah sehingga mugah ditelan. Air liur ini biasanya ber-pH sekitar 6. Larutan koloid ini apabila diberi larutan iodium akan berwarna biru. Cairan ini terdiri dari kira-kira 99.5% benda padat. lalu ke dalamnya tambahkan 17. Amilosa adalah dari 250-300 unit D-glukosa yang terikat dengan ikatan α 1. Maltosa yang diuji dengan benedict memberikan warna merah bata. α Amilase saliva hanya mengkatalisa hidrolisis ikatan α-1. volume total dibuat menjadi 1 liter degan penambahan air. HCO3-. karena masih terdapatnya fragmenfragmen seperti dekstrin yang berikatan α-1. maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Pereaksi Benedict Larutan Benedict mengandung ion-ion tembaga (II) yang membentuk kompleks dengan ion-ion sitrat dalam larutan natrium karbonat. Benda padat lainnya ialah ion-ion anorganik seperti SO42-.3 g tembaga sulfat yang telah dilarutkan dalam 100 ml H20. jadi molekulnya merupakan rantai terbuka. Molekul maltosa atau glukosa yang terlihat dari hasil positif pada uji benedict yang terbukti dengan terbentuknya warna merah bata pada tabung reaksi yang telah dipanaskan. sedangkan amilum yang diuji dengan iod akan memberikan kompleks warna biru-ungu. Ca2+. Lagi-lagi. Larutan benedict dapat dibuat dengan cara mencampurkan 173 g natrium sitrat dan 100 g Na2CO3 anhidrat ke dalam 800 ml air. Ptialin ialah nama lain dari amilase saliva yang akan menghidrolisis pati menjadi dekstrin-dekstrin dan maltosa. Butir-butir pati tidak larut dalam air dinggin tapi apabila suspensi dalam air dipanaskan maka akan terjadi suatu karutan koloid yag kental. aduk.lidah. Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Cl-.6-glikosidik. Amilum salah satu kabohidrat terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer dari glukosa yaitu amilosa (kirakira 20-28%) dan sisanya amilopektin. baik yang terdapat dalam molekul glikogen maupun pati.5% air dan 0. lalu saring. pengompleksan ion-ion tembaga (II) dapat mencegah terbentuknya sebuah endapan – kali ini endapan tembaga (II) karbonat. Hal ini dibuktikan dengan hanya didapatkan 20-30% hasil hidrolisis yang bergugus reduksi pada aktivitas total enzim. Warna merah bata yang terbentuk disebabkan oleh maltosa dan glukosa memiliki gugus aldehid yang bebas sehingga dapat mereduksi ion-ion tembaga (Cu) yang terdapat pada larutan benedict menjadi Cu2O yang berwarna merah bata. PO43-. Dua pertiga benda padat tediri dari bahan-bahan organik terutama ptialin dan musin.4-glikosidik. Amilase saliva ini hanya aktif pada pH 4 atau lebih rendah lagi. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidrat Amilopektin dengan ioduim akan memberikan warna ungu dan menrah lembayung.8.4-glikosidik. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam. Na+. . dan K+. Molekul amilo pektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri atas lebih dari 1000 unit glukosa. Warna biru tersebut disebabkan oleh molekul amilosa yang terbentuk senyawa.

Ketika larutan tersebut ditambah dengan larutan NaOH. Na yang bersifat alkalis dapat mengikat iodin sehingga warna biru kehitaman menjadi hilang. 4.2. Papan uji b.1 % 4.2 Bahan : a. lalu diletakkan setetes larutan asam cuka encer (asam asetat encer) pada lidah. Kain kasa c. Larutan pati 1% c. Setelah larutan tersebut dipanaskan warnanya menjadi kuning agak bening dengan uap berwarna biru. Dikumpulkan saliva ke dalam erlenmeyer melalui corong yang dilapisi kain kasa.1 Alat : a. warna larutan tersebut kembali menjadi biru kehitaman. Erlenmeyer 250 mL 4. Setiap selang waktu 0. Oleh enzim amilase dirubah menjadi maltosa. Pereaksi iodium d. 2. Setelah didinginkan kembali. Metode percobaan 4. dan kapan tidak memperlihatkan perubahan warna lagi. Dicatat pada menit keberapa timbulya warna biru. Disiapkan papan saji (papan pencampur cat untuk menggambar) dan ditetesi setiap lekukan dengan satu tetes peeaksi iodium. Saat pereaksi iodium tidak lagi positif disebut titik akhromatik.5 menit dipindahkan satu tetes larutan pati 1% + saliva ke papan uji. mula-mula dikumur dahulu. Perhatikan: pereaksi iodium sendiri berwarna kecoklat-coklatan. Pereaksi Benedict e. Segeralah dikocok baik-baik sampai homogen. Na2CO3 0. warna biru menjadi hilang berubah menjadi kuning agak jingga.1 Tempat : Laboratorium Biokimia Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi Manado.1 M f.3.1 % g. 3. 1. Dimasukkan 15 mL larutan pati 1% dalam erlenmeyer 250 mL dan ditambahkan ke dalamnya 2 mL saliva.2. Asam asetat 0. IV. Tabung reaksi e. warna kecoklat-coklatan. Dalam ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat dalam makanan kita.Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase.Larutan amilum yang ditempatkan dalam tabung reaksi kemudian ditambah larutan iodine (lugol) warnanya menjadi biru kehitaman.2 Alat dan Bahan 4. Air liur b. Sarung tangan plastik d.3 Prosedur Percobaan 4.1 Hidrolisis Pati Oleh Amilase Air Liur Untuk mendapatkan saliva yang banyak. . HCL 0.

2.c. 3 dikejakan. Masing-masing pH dari setiap tabung adalah 1.1%. janggan lupa untuk memperhatikan peubahan kekentalan larutan pati + saliva. 3.2. Ditambahkan pada setiap tabung 2 mL larutan pati 1% diikuti 2 mL air liur.4.1 M. diaduk rata.d) dibagi menjadi dua bagian.7. Dibandingkan ke-2 uji tersebut dan terangkan hasil percobaan anda! . dan dimasukkan ke dalam penangas air mendidih selama 5 menit. Dikocok dengan air dan dibiarkan selama 15 menit. Larutan dalam setiap tabung (a. c) 2mL aquades dan d) 2mL Na-Karbonat 0.b. Pengaruh pH pada Aktivitas Amilase Air liur 1. Setelah dingin. b) 2 mL asam asetat 0. Disediakan 4 tabung reaksi dan masing-masing diisi dengan: a) 2mL HCL 0. Selama no. Caranya : tambahkan larutan dengan 1 mL pereaksi iodium.1%.3.5. bagian pertama diuji dengan pereaksi iodium. Caranya : ditambahkan 3 mL pereaksi Benedict ke dalam tabung. Bagian kedua diuji dengan peeaksi Benedict. diamati warna dan endapan yang terbentuk.9. Apakah terlihat sebelum atau setelah reaksi positif iodium berhenti ? 4.

0 2. endapan orange Merah kecoklatan Orange-hijau.1 M CH3COOH 0.5 5.5 1.0 6.0 8.0 1. endapan orange Merah kecoklatan Hijau kebiru-biruan Merah kecoklatan Orange.0 5. endapan orange .IV.5 3.5 9.0 4.5 6.0 Warna yang Timbul pada Uji dengan Iodium Cokelat Cokelat Cokelat Cokelat Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Merah kecoklatan Perubahan Kekentalan Mengencer Mengencer Mengencer Mengencer Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pengaruh pH pada Aktivitas Air Liur Larutan Pati 1% + Saliva HCL 0.5 7.5 4.5 8. Hasil Percobaan Hidrolisis Pati Dengan amilase Air Liur Menit ke0.0 7.0 3.5 2.1 % Aquades Na2CO3 0.1 % pH 1 5 7 9 Warna Hasil Uji Pereaksi Iodium Benedict Hitam Hijau.

5 menit tidak terjadi perubahan warna dari kecoklat-coklatan menjadi biru kehitaman. Enzim ini tidak aktif pada pH 4 atau lebih rendah. baik yang terdapat dalam molekul glikogen maupun pati.4-glikosidik. Pengaruh pH pada Aktivitas Amilase Air Liur Enzim amilase saliva memiliki pH sekitar 6. amilase saliva pada pH 1 setelah dipanaskan menunjukkan warna hijau dan terbentuk endapan orange. Amilase saliva hanya akan mengkatalisis hidrolisis ikatan α-1. VI. Endapan yang terbentuk pada uji Benedict dapat berwarna hijau. Sehingga kesimpulan yang di dapat yaitu tidak terjadinya perubahan warna disebabkan oleh volume amilum yang di gunakan terlalu sedikit. kuning atau merah bata. untuk pH 5 menunjukkan warna hijau kebiru-biruan.7.V. Kesimpulan 1. Pati dapat dihidrolisis dengan amilase air liur. Sedangkan pada pH 5. Sehingga kemudian kami mengubah prosedur percobaan yaitu dengan menambahkan/menaikkan volume amilum. Pada percobaan yang telah dilakukan yaitu penambahan tetes demi tetes larutan pati 1% + saliva ke dalam papan uji yang telah berisi pereaksi iodium setiap 0. Warna endapan ini tergantung pada konsentrasi karbohidrat yang diperiksa. Uji iodium pada amilase saliva dengan pati pada pH 1 menghasilkan warna hitam. Pada uji Benedict. 2. maka percobaan dapat dikatakan gagal. Dengan tidak terjadinya perubahan warna. pH sangat berpengaruh pada aktivitas amylase air liur. Amylase saliva tidak aktif pada pH 4 atau lebih rendah. Hasilnya barulah terbentuk warna biru kehitaman.9 menunjukkan warna merah kecoklatan. Terbentuknya warna biru kehitaman tersebut menunjukkan bahwa larutan tersebut mengandung karbohidrat. pH 7 menunjukkan warna orange dan terbentuk endapan orange sedangkan pada pH 9 menunjukkan warna orange dan hijau dan terbentuk endapan orange. Jika suatu iodium di tambahkan amilum maka warnanya akan menjadi biru kehitaman.8. Tidak terjadinya perubahan warna mungkin disebabkan oleh sedikitnya konsentrasi amilum yang digunakan. Warnawarna yang terbentuk disebabkan oleh maltosa dan glukosa memiliki gugus aldehid yang bebas sehingga dapat mereduksi ion-ion tembaga (Cu) yang terdapat pada larutan Benedict menjadi Cu2O. Pembahasan Hidrolisis pati dengan amilase air liur. .

http://www.Daftar Pustaka Anonim .wordpress.Thenawidjaja). Tim Penyusun. Erlangga : Jakarta.blogspot.nurhalim1709. Kimia Organik.com/2010/02/biokimia-karbohidrat.com/2011/02/16/enzim-pencernaan (Diakses Pada 20 Oktober 2011). A.com/bioa/berita-146-karbohidrat.gudangmateri.L.intannursiam.html(Diakses Pada : 20 Oktober 2011).com/biologi-smu/lugol-biuret-benedict-dan-fehling/) http://www. .forumsains.1997. Fessenden.bioa-iainsnj. F. (http://www. http://www.Manado: FMIPA UNSRAT.1982.Prinsip-prinsip Ilmu Gizi. Lehninger.com/2009/10/uji-benedict-dan-ujiiodium. http://www. Yogyakarta: Kanisius. diterjemahkan oleh M. Jakarta: Erlangga. Suhardjo.Edisi Ketiga.Jilid 2.Penuntun Praktikum Biokimia.1992.html(Diakses Pada 20 Oktober 2011).2011. Dasar-dasar Biokimia (edisi ke-Jilid 1.html (Diakses Pada 20 Oktober 2011).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful