BAB II DASAR TEORI

A. Coliform Coliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air, makanan, susu dan produk lainnya. Coliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang, gram negatif, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35oC. Adanya bakteri Coliform di dalam makanan/minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan atau toksigenik yang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri Coliform dapat dibedakan menjadi 2 grup, yaitu Coliform fekal (Escherichia coli) dan Coliform nonfekal (Enterobacter aerogenes). Escherichia coli merupakan bakteri yang berasal dari kotoran hewan atau manusia, sedangkan Enterobacter aerogenes biasanya ditemukan pada hewan atau tanam-tanaman yang telah mati (Fardiaz, 1993).

B. Medium Pertumbuhan Menurut Anonim, 1989 media pertumbuhan yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya Bakteri Coliform, yaitu: a. Media LB (Lactose Broth) Media yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya kehadiran bakteri Coliform (bakteri gram negatif) berdasarkan terbentuknya asam dan gas yang disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan coli. Terbentuknya asam dilihat dari kekeruhan pada media laktosa dan gas yang dihasilkan dapat dilihat dalam tabung Durham berupa gelembung udara. Tabung dinyatakan positif coliform jika terbentuk gas sebanyak 10% atau lebih dari volume di dalam tabung Durham (Fardias, 1989). b. Media BGLB (Brilliant Green Bile Broth) Media yang digunakan untuk mendeteksi bakteri Coliform (Gram negatif) di dalam air, makanan, dan produk lainnya. Media ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan menggiatkan pertumbuhan bakteri Coliform. Ada atau tidaknya bakteri Coliform ditandai dengan terbentuknya asam dan gas yang disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan coli.

2010 uji kualitatif Coliform secara lengkap terdiri dari 4 tahap. dan dibandingkan dengan tabel MPN. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan). 2. perubahan pH. Walaupun begitu. warna dan adanya perubahan warna. Hasil pemeriksaan golongan coli dengan sistem tabung dinyatakan dengan indeks MPN (Most Probable Number) atau JPT (Jumlah Perkiraan Terdekat). terutama ada tidaknya bakteri pathogen. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut. Pengamatan secara biologis. hasil ini memberikan angka yang dapat digunakan untuk menunjukkan kualitas air (Waluyo. 2007). dan rasa. Banyaknya kandungan bakteri Escherichia coli dapat dilihat dengan menghitung tabung yang menunjukkan reaksi positif terbentuk asam dan gas. Pengamatan secara fisis. Bila inkubasi 1 x 24 jam hasilnya negatif. Indeks ini merupakan indeks dari jumlah kuman golongan coli yang paling mungkin. Pengamatan secara kimiawi. bau. maka dilanjutkan dengan inkubasi 2 x 24 jam pada suhu 35oC.C. dihitung sebagai hasil negatif. D. 3. Cara ini untuk mengetahui derajat kontaminasi air oleh bahan buangan yang berasal dari manusia maupun hewan. Uji Kualitatif Coliform Menurut Anonim. dan bukan perhitungan yang sesungguhnya. perubahan suhu. Jumlah . 2010 indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi: 1. Menurut Anonim. Jika dalam waktu 2 x 24 jam tidak terbentuk gas dalam tabung Durham. Metode MPN dilakukan untuk menghitung jumlah mikroba di dalam contoh yang berbentuk cair. yang disebabkan karena fermentasi laktosa oleh bakteri golongan koli. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air. yaitu : 1. Most Probable Number (MPN) Cara pemeriksaan secara bakteriologi pada pemeriksaan air digunakan untuk menentukan kualitasnya. Kuman golongan coli (Coliform group) sudah lama digunakan sebagai indikator untuk mengetahui adanya pengotoran air. Uji penduga (presumptive test) Merupakan tes pendahuluan tentang ada tidaknya kehadiran bakteri Coliform berdasarkan terbentuknya asam dan gas.

depkes. etd. Dari tabung yang positif terbentuk asam dan gas terutama pada masa inkubasi 1 x 24 jam. Uji penguat (confirmed test) Hasil uji dugaan dilanjutkan dengan uji ketetapan. www. 2007. Yogyakarta: Gajah Mada University.go.id. Koloni bakteri Escherichia coli tumbuh berwarna merah kehijauan dengan kilat metalik atau koloni berwarna merah muda dengan lendir untuk kelompok koliform lainnya. Uji pelengkap (completed test) Pengujian selanjutnya dilanjutkan dengan uji kelengkapan untuk menentukan bakteri Escherichia coli.ums. rudyct.litbang. Diakses pada tanggal 1 Desember 2010. Bakteri golongan koli tidak dapat tumbuh dengan baik pada suhu 420C. suspensi ditanamkan pada media Eosin Methylen Biru Agar ( EMBA ) secara aseptik dengan menggunakan jarum inokulasi.dan penggunaan Citrat). dengan jarum inokulasi secara aseptik. 2010. Diinkubasi pada suhu 370C selama 1 x 24 jam. Uji identifikasi Dengan melakukan reaksi IMVIC (Indole. maka sampel positif mengandung bakteri Escherichia coli. sedangkan golongan koli fekal dapat tumbuh dengan baik pada suhu 420C. .ac.tabung yang positif dihitung pada masing-masing seri.id. Anonim. Anonim. Waluyo. 2. 1993. Kesehatan Lingkungan. 2010. Diakses pada tanggal 1 Desember 2010. 3. www. Bila hasilnya positif terbentuk asam dan gas pada kaldu laktosa.com. DAFTAR PUSTAKA Fardiaz. Voges-Proskauer tes. Intan Pariwara.eprints. Anonim. Methyl red. Klaten: PT. 1989. ekologi. 4. Diakses pada tanggal 1 Desember 2010. Mikroba. MPN penduga dapat dihitung dengan melihat tabel MPN. Dari koloni yang berwarna pada uji ketetapan diinokulasikan ke dalam medium kaldu laktosa dan medium agar miring Nutrient Agar ( NA ).

Label m. Neraca analitik g. Pro pipet/ Ball pipet d. Aquadest A. Alat yang digunakan: a. Bunsen f. Medium BGLB c. Erlenmeyer e. Tabung reaksi b. Nitrate test n. Phosphate test 2. Autoclav j. Bahan yang diperlukan: a. Oven i.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Alat dan Bahan 1. Parameter fisik  Suhu Diambil air dengan gayung  Dimasukkan termometer ke dalam air  Dicatat besarnya suhu air  pH Diambil air dengan gayung  Dicelupkan kertas pH ke dalam air  Diangkat kertas pH dan dibiarkan beberapa saat  Diamati perubahan warna pada kertas pH dan dicatat pH-nya . Termometer k. Medium LB b. Inkubator h. Pipet ukur c. Kertas pH l. Cara Kerja 1.

Parameter kimia  Phosphate test Diambil 5 mL sampel air sumur dan PDAM  Ditambahkan 5 tetes PO4-1  Ditambahkan 1 sendok PO4-2  Didiamkan selama 2 menit  Diamati perubahan warna dan dicatat kadar phosphate-nya  Nitrate test Diambil 5 mL sampel air sumur dan PDAM  Ditambahkan 2 sendok NO3-1  Digoyang-goyangkan selama 1 menit  Didiamkan selama 5 menit  Diamati perubahan warna dan dicatat kadar nitrate-nya  Pembuatan medium LB Ditimbang medium LB 11.2.7 gram  Ditambahkan 900 mL aquadest  Digojog dan dimasukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 5 mL dan 10 mL  Disterilisasi selama 15 menit  Didinginkan .

4 gram  Ditambahkan 810 mL aquadest  Digojog dan dimasukkan kedalam tabung reaksi sebanyak 10 mL  Disterilisasi selama 15 menit  Didinginkan  Preparasi sampel Diambil sampel air sumur dan dimasukkan ke dalam medium LB  10 mL sampel 1 mL sampel 0.1 mL sampel 5 mL medium LB 10 mL medium LB 10 mL medium LB  Dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam  Dilihat hasilnya. . Jika hasilnya negatif maka dipindahkan ke dalam medium BGLB  Diambil 1 mL sampel yang hasilnya negatif  Dimasukkan ke dalam medium BGLB  Dimasukkan ke dalam inkubator selama 24 jam  Dilihat hasilnya. jika terdapat gelembung maka hasilnya positif dan sebaliknya. jika terdapat gelembung maka hasilnya positif dan sebaliknya. Pembuatan medium BGLBB Ditimbang medium BGLB 32.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful