BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Dimensi-dimensi adalah sisi keislaman islam yang di maksud pada bagian ini

seseorang,

yaitu iman,

islam, dan ihsan.

Nurcholish Madjid menyebutnya sebagai trilogy ajaran Ilahi. Dimensidimensi Islam berawal dari sebuah hadis yang diriwayatka oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim yang dimuat dalam masing-masing kitab sahinya yang menceritakan dialog antara Nabi Muhammad Saw dan Malaikat Jibril tentang trilogy. Jadi lahiriyah Islam yang dimaksud disini adalah amalan-amalan

yang meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji. Setiap

pemeluk agama Islam mengetahui dengan pasti bahwa Islam tidak abash tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Sebaliknya, ihsan adalah mustahil tanpa iman, dan iman juga mustahil tanpa Islam. Dalam

penelitian lebih lanjut, sering terjadi tumpah tindih antara tiga istilah tersebut dalam iman terdapat islam dan ihsan; dalam Islam terdapat iman dan ihsan; dan dalam ihsan terdapat iman itulah. Nurcholish Madjid (1994: 463) melihat iman, Islam, dan ihsan sebagai trilogy Ilahi. Ibnu tamiah menjelaskan bahwa din itu terdiri dari tiga unsur, yaitu Islam, iman, dan ihsan. Dalam tiga unsur itu terselip dan Islam: dari sisi

orang mulai dengan Islam kemudian berkembang kearah iman. . dan memuncak dalam ihsan.makna kejenjangan (tingkatan).

Sementara aliran Mu’tazilah mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak menjadi kafir tapi juga tidak . Aliran Khawarij mengatakan bahwa pendosa besar adalah kafir maka wajib dibunuh.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Singkat munculnya Aliran Pemikiran dalam Islam Berbicara masalah aliran pemikiran dalam Islam berarti berbicara tentang Ilmu Kalam. Paham Khawarij ini memicu munculnya paham yang berseberangan yang mengatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar tetap mukmin dan bukan kafir. Paham ini dilontarkan oleh aliran Murji’ah. Kalam secara harfiah berarti “kata-kat”. Adapun dosanya terpulang kepada Allah untuk mengampuninya atau tidak. Kaum teolog Islam berdebat dengan kata-kata dalam mempertahankan pendapat dan pemikirannya sehingga teolog disebut sebagai mutakallim yaitu ahli debat yang pintar mengolah kata. ilmu yang membahas ajaran-ajaran dasar dari agama.2 Aliran-aliran teologi Islam Persoalan “dosa besar” ini sangat berpengaruh dalam perkembangan aliran pemikiran karena ini masalah krusial yang menyangkut dengan apakah seseorang bisa menjadi kafir karena berbuat dosa besar dan kemudian halal darahnya. Ilmu kalam juga diartikan sebagai teologi Islam atau ushuluddin. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan yang mendasar dan tidak mudah digoyahkan 2.

html . Dalam masalah ini aliran yang sepaham dengan Qadariah adalah aliran Mu’tazilah yang juga mengatakan bahwa manusia bebas berkehendak dan melakukan sesuatu sehingga manusia diminta pertangungjawaban atas perbuatannya. bisa berikhtiar.Menurutnya seluruh perbuatan manusia adalah atas kehendak Allah hanya saja manusia. Dalam hal apakah orang mempunyai kemerdekaan atau tidak dalam berbuat ada dua aliran yang saling bertentangan. menurutnya. Asy’ariyah dan Maturidiah yang didirikan oleh Abu Mansur Al-Maturidi disebut juga dengan Ahlussunnah wal Jama’ah1 1 http://ruwakjawiazhar. Paham ini disebut sebagai fatalisme. Mereka berada pada posisi antara keduanya yang dikenal dengan istilah al-manzilah baina al-manzilatain. Segala gerak-gerik manusia ditentukan oleh Tuhan.blogspot. Al-Qadariah mengatakan manusia merdeka dalam berkehendak dan berbuat.bisa disebut mukmin. Menurut Jabariah manusia bertindak dengan kehendak dan paksaan Tuhan.com/2011/02/sejarah-singkat-munculnya-aliran. Selain Asy’ariah. Sementara Abul Hasan al-Asy’ari (935 M) seorang pengikut Mu’tazilah yang keluar dari Mu’tazilah dan mendirikan aliran baru yang disebut dengan Asy’ariah memilih posisi lebih dekat ke Jabariah. sebaliknya Jabariah menolak free will dan free act. Tahwiah dan Maturidiah juga menentang ajaran-ajaran Mu’tazilah.

Salah satu ciri fiqih Abu Hanifah adalah sangat ketat dalam penerimaan hadits. terbentuklah Fuqaha Sab’ah yang juga mengajarkan dan mengembangkan gagasan guru-gurunya dari kalangan sahabat.3 ALIRAN-ALIRAN FIQIH Secara histories. salah satu muridnya adalah Al-Aswad bin Yazid Al-Nakha’I salah satu muridnya adalah Amir bin Syarahil Al-Sya’bi dan salah satu muridnya adalah Abu Hanifah yang mendirikan aliran Hanafi. Diantara fuqaha sab’ah adalah Sa’id bin AlMusayyab. dihibahkan. Dua aliran tersebut adalah Madrasat Al-Madinah dan Madrasat Al-Baghdad/Madrasat Al-Hadits dan Madrasat Al-Ra’y. aliran Baghdad/kuffah juga terbentuk karena sebagian sahabat tinggal di kota tersebut. Salah satu murid Sa’id bin Al-Musayyab adalah Ibnu Syihab Al-Zuhri dan diantara murid Ibnu Syihab Al-Zuhri adalah Imam Malik pendiri aliran Maliki.2. Atas jasa sahabat Nabi Muhammad SAW yang tinggal di Madinah. pendiri aliran hukum yang dikenal dengan Syafi’iyah atau aliran Al-Syafi’i. Murid Imam Malik dan Muhammad As-Syaibani (sahabat dan penerus gagasan Abu Hanifah) adalah Muhammad bin Idris Al-Syafi’I. di Kuffah adalah Abdullah bin Mas’ud. Ajaran Imam Maliki yang terkenal adalah menjadikan Ijma dan amal ulama madinah sebagai hujjah. Aliran Madinah terbentuk karena sebagian sahabat tinggal di Madinah. diwariskan. hukum islam telah menjadi 2 aliran pada zaman sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan di Baghdad terbentuk aliran ra’yu. kecuali wakaf tertentu. Imam ini sangat . Diantara pendapatnya adalah bahwa benda wakaf boleh dijual. Karena ia berpendapat bahwa benda yang telah diwakafkan masih tetap milik yang mewakafkan.

Malikiyah. Aliran Zhahiriyah dan Aliran Jaririyah. memeperkirakan adanya unsure-unsur ajaran non-islam yang mempengaruhi ajaran tasawuf. Aliran Syafi’I. Unsurunsur yang dianggap berpengaruh pada ajaran tasawuf adalah kebiasaan rahib . Aliran hukum islam yang terkenal dan masih ada pengikutnya hingga sekarang hanya beberapa aliran diantaranya Hanafiyah. termasuk Harun Nasution. Tidak dapat informasi yang lengkap mengenai aliran-aliran hukum islam karena banyak aliran hukum yang muncul kemudian menghilang karena tidak ada yang mengembangkannya. Salah satu murid Imam Syafi’i adalah Ahmad bin Hanbal pendiri aliran Hanbaliyah. sehingga para penulis sejarah hukum islam cenderung mengabaikan pendapat khawarij dan syi’ah dalam bidang hukum islam. Thaha Jabir Fayadl Al-Ulwani menjelaskan bahwa mazdhab fiqih islam yang muncul setelah sahabat dan kibar At-Tabi’in berjumlah 13 aliran. Madrasah Kuffah. Disamping itu masih ada aliran zhahiriyah yang didirikan oleh Imam Daud Al-Zhahiri dan aliran Jaririyah yang didirikan oleh Ibnu Jarir Al-Thabari. kita telah mengenal sejumlah aliran hukum islam yaitu Madrasah Madinah. akan tetapi tidak semua aliran itu dapat diketahui dasar dan metode istinbath hukum yang digunakannya.terkenal dalam pembahasan perubahan hukum Islam karena pendapatnya ia golongkan menjadi Qoul Qodim dan Qoul Jadid. Dengan demikian. dan Hanbaliyah. Aliran Hanbali. 2. Syafi’iyah.4 ALIRAN-ALIRAN TASAWUF Para penulis ajaran tasawuf. Aliran Maliki. akan tetapi yang sering dilupakan dalam sejarah hukum islam adalah bahwa buku-buku sejarah hukum islam cenderung memunculkan aliran-aliran hukum yang berafiliasi dengan aliran sunni. Aliran Hanafi.

Takhalli adalah pengosongan diri sufi. Zahid dari kalangan perempuan adalah Rabi’ah AlAdawiyah dari Basrah. Dia pernah berdebat dengan Washil bin Atha’ dalam bidang teologi.com/2009/05/aliran-pemikiran-islam. Suatu keadaan mental yang diperoleh manusia tanpa bias diusahakan disebut Hal-Ahwal2 2 http://muhammadfadol. ia menyatakan bahwa ia tidak bisa membenci orang lain. Tahallia. Metode tasawuf dibagi menjadi 3 (tiga). sedangkan Tajalli adalah penyatuan diri dengan Tuhan. ia berpendapat bahwa orang mu’min tidak akan bahagia sebelum berjumpa dengan Tuhan. karenya cintanya hanya untuk Allah SWT. Pada dasarnya tasawuf merupakan ajaran tentang Al-Zuhd (Zuhud). adalah pengisian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Zahid yang pertama adalah Al-Hasan A-Basir. Disamping itu.blogspot.html . bahkan tidak dapat mencintai Nabi Muhammad SAW. dalam ajaran para sufi dikatakan bahwa Tuhan pun tidak berkehendak untuk menyatu dengan manusia.Kristen yang menjauhi dunia dan kesenangan materi. kemudian ia berkembang dan namanya diubah menjadi tasawuf dan pelakunya disebut shufi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful