FILSAFAT SEMIOTIKA By syekhu FILSAFAT SEMIOTIKA Oleh : Syekhuddin BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Bahasa memiliki urgensi yang tinggi pada saat sekarang ini, hal ini ditandai dengan munculnya berbagai aliran filsafat, seperti fenomologi, eksistensialisme, analitika, neopositivisme, hermeneutika, dan semiotika. Orang menyebut filsafat abad ke-20 hingga saat ini adalah filsafat bahasa (Logosentrisme). Banyak diantara para filosof yang memandang “Bahasa” sebagai objek pemikiran mereka sehingga bahasa telah menjadi tema sentral filsafat Eropa dan amerika. Sebagai disiplin ilmu, pendekatan, metodologi, atau bidang kajian-kajian, semiotika nampaknya kini mulai banyak didekati, tidak saja oleh para akademisi, tetapi juga oleh para mahasiswa, khususnya pada program studi komunikasi. Semiotika telah menjadi bidang kajian yang sangat penting dalam disiplin komunikasi, karena semiotika merupakan bagian dari bahasa. Secara umum semiotika telah dimulai sejak filosof Yunani kuno, seperti Plato dan Aristoteles, dan juga pada ahli-ahli skolastik abad pertengahan. Semiotika merupakan cabang ilmu yang berkaitan dengan system tanda dan yang berlaku bagi penggunaan tanda.[1] B. Rumusan Dan Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas. Penulis akan mengulas secara ringkas FILSAFAT SEMIOTIKA dengan membatasi beberapa hal, yaitu: 1. Pengertian Semiotika 2. Pokok dan Tokoh Semiotika 3. Aplikasi Semiotika Komunikasi 4. Berkomunikasi Dengan Simbol-Simbol 5. Dasar-Dasar Semiotika Islam BAB II PEMBAHASAN SEMIOTIKA DAN SEMIOLOGI Kata Semiotika berasal dari bahasa Yunani, semeion, yang berarti “tanda” atau seme, yang berarti “penafsir tanda”. Semiotika berakar dari studi klasik dan skolastik atas seni logika, retorika, dan poetika. “Tanda” pada masa itu masih

bermakna sesuatu hal yang menunjuk pada adanya hal lain. Contohnya, asap menandai adanya api. Jika diterapkan pada tanda-tanda bahasa, maka huruf, kata, kalimat, tidak memiliki arti pada dirinya sendiri[2] Kata semiotika dan semiologi adalah istilah yang ada dalam sejarah linguistic, selain kedua istilah ini ada pula digunakan istilah lain seperti semasiologi, sememik, dan semik untuk merujuk kepada bidang studi yang mempelajari makna atau arti dari suatu tanda atau lambang.[3] Sesungguhnya kedua istilah ini, semiotika dan semiologi, mengandung pengertian yang persis sama, walaupun penggunaan salah satu dari kedua istilah tersebut biasanya menunjukkan pemikiran pemakainya: mereka yang bergabung dengan Pierce atau mengacu pada tradisi Amerika menggunakan kata semiotika, dan mereka yang bergabung Saussure atau mengacu pada tradisi Eropa menggunakan kata semiologi. Namun yang terakhir, jika dibandingkan dengan yang pertama, kian jarang dipakai, ada kecendrungan istilah semiotika lebih populer dari istilah semiologi sehingga para penganut Saussure pun sering menggunakannya.[4] Baik semiotika maupun semiologi, keduanya kurang lebih dapat saling menggantikan karena sama-sama digunakan untuk mengacu kepada ilmu tentang tanda. Pada dasarnya, semiosis dapat dipandang sebagai suatu proses tanda yang dapat diberikan dalam istilah semiotika sebagai suatu hubungan antara lima istilah: S ( s, i, e, r, c ) S adalah untuk semiotic relation (hubungan semiotic), s untuk sign ( tanda); I untuk interpreter (penafsir); e untuk effect atau pengaruh, r untuk reference (rujukan); dan c untuk context (konteks) atau conditions (kondisi) Begitulah, semiotika berusaha menjelaskan jalinan tanda atau ilmu tentang tanda; secara sistematik menjelaskan esensi, ciri-ciri, dan bentuk suatu tanda, serta proses signifikasi yang menyertainya.[5] Secara singkat dapat dikatakan bahwa studi semiotika disusun dalam tiga poros. Poros horizontal menyajikan tiga jenis penyelidikan semiotika (murni, deskriptif, dan terapan); poros vertical menyajikan tiga tataran hubungan semiotic (sintaktik,

Selama lebih dari tiga puluh tahun (1859-1860. Iconic Sinsign. Dicent Indexical Legisign. seperti dituturkan Cobley dan Jansz. dan symbols). Barangkali karena Pierce. teman-temannya membiarkan dia hidup dalam kesusahan sampai meninggalnya. Setelah itu Pierce diberhentikan. Dicent Sinsign. dari Universitas Harvard. dan symbol. Namun ironisnya. signs. ia menjadi dosen paruh waktu dalam bidang logika di Universitas Johns Hopkins.. dan B. Pierce terkenal karena teori tandanya.A. Iconic Legisign.[6] BAB III POKOK DAN TOKOH SEMIOTIKA PRAGMATISME CHARLES SANDERS PIERCE Ia adalah salah seorang filsuf Amerika yang paling orisinal dan multidimensional. seorang pemikir yang argumentative. index. Ia diperbolehkan menjadi lector di suatu Universitas hanya lima tahun. Pierce membagi tanda atas icon. 1861-1891) Pierce banyak melaksanakan tugas astronomi dan geodesi untuk Survei Pantai Amerika Serikat. Benjamin adalah seorang professor matematika di Harvard).”[7] Pierce lahir dalam keluarga intelektual pada tahun 1839 (ayahnya. . Padsa tahun 1859. tidak dapat menjadi contoh dari gaya hidup akademik yang santun. Berdasarkan objeknya. lingkungan tempat dia secara bertahap mengonstruksi ‘Semiotika”-nya. Dari tahun 1879-1884. Dicent Simbol. 1862. Selain sebagai seorang ahli linguistic. Dan dia juga membaginya menjadi sepuluh jenis: Qualisign. Rhematic Indexical Legisign. di tengah-tengah kehidupan masyarakat. tahun 1914.[8] TEORI TANDA FERDINAND DE SAUSSURE Dilahirkan di Jenewa pada tahun 1857 dalam sebuah keluarga yang sangat terkenal di kota itu karena keberhasilan mereka dalam bidang ilmu. M. Rhematic Indexical Sinsign. dan pragmatic). dan Argument.. dan 1863 secara berturut-turut ia menerima gelar B. “Sifat pemarah dan sulit diatur itu diduga karena penyakit sarafnya yang sering kambuh dan kerusakan kulir di sekitar wajah yang agak parah. Rhematic Symbol.A.semantic. Ia hidup sezaman dengan Sigmund Freud dan Emile Durkheim. seringkali mengulang-ulang bahwa secara umum tanda adalah yang mewakili sesuatu bagi seseorang.Sc. dan poros yang menyajikan tiga kategori sarana informasi (signals. Di dalam lingkup semiotika.

yaitu: (1) fungsi referensial. ada lima pandangan dari Saussure yang di kemudian hari menjadi peletak dasar dari strukturalisme Levi-Strauss. pengungkap keadaan pembicara. (3) fungsi konatif. (3) langue (bahasa) dan parole (tuturan. Ia dianggap sebagai salah seorang ahli linguistic abad ke-20 yang menonjol. Untuk memahami sebuah simponi. pengacu pesan. Hubungan antara suara dalam konteks tertentu menghasilkan makna dan signifikansi. kita harus melihatnya secara “sinkronis”. Bahasa di mata Saussure tak ubahnya sebuah karya musik. secara individual. Untuk memahami bahasa. yang pertama kali meneliti secara serius baik pembelajaran bahasa maupun bagaimana fungsi bahasa bisa hilang pada afasia. (2) fungsi emotif.ia juga adalah seorang spesialis bahasa-bahasa Indo-Eropa dan Sansekerta yang menjadi sumber pembaruan intelektual dalam bidang ilmu social dan kemanusiaan. Catatancatatannya dikumpulkan oleh murid-muridnya menjadi sebuah outline. [9] Ia sebetulnya tidak pernah mencetak pemikirannya menjadi buku. Dilahirkan di Moskow pada tahun 1896. Kita tidak boleh melihatnya secara atomistic. yaitu pandangan tentang (1) signifier (penanda) dan signified (petanda). dan metonimia (kesinambungan). (4) synchronic (sikronik) dan diachronic (diakronik). (2) form (bentuk) dan content (isi). . sebagai sebuah jaringan hubungan antara bunyi dan makna. khususnya karena ia sangat menekankan bahwa pola suara bahasa pada hakikatnya bersifat relasional. Pemikiran awalnya yang penting adalah penekanannya pada dua aspek dasar struktur bahasa yang diwakili oleh gambaran metaphor retoris (kesamaan). Analisis Jakobson atas bahasa mengambil ide dari Saussure yang menyatakan bahwa bahasa atau struktur bahasa bersifat diferensial. serta (5) syntagmatik (sintagmatik) associative (paradigmatic) LINGUISTIK STRUKTURAL ROMAN JAKOBSON Beliau adalah murid ahli fonologi Rusia Nikolai Trouberzkoy. ujaran). Jakobson memandang bahwa bahasa memiliki enam macam fungsi. Ia pelopor utama upaya pendekatan strukturalis pada bahasa.[10] Sedikitnya. Ia adalah seorang dari teoretikus yang pertama-tama berusaha menjelaskan proses komunikasi teks sastra. kita harus memperhatikan keutuhan karya musik secara keseluruhan dan bukan kepada permainan individual dari setiap pemain musik.

pembentuk. dan (6) fungsi fuitis. pembuka. (4) fungsi metalingual. seorang perwira angkatan laut. (5) fungsi fatis.[13] SEMIOLOGI DAN MITOLOGI ROLAND BARTHESP. dan membagi tanda ke dalam expression dan content. Ia mengembangkan sistem dwipihak yang merupakan ciri sistem Saussure.pengungkap keinginan pembicara yang langsung atau segera dilakukan atau dipikirkan oleh sang penyimak. Meskipun begitu.[12] Sumbangan Hjelmslev terhadap semiologi Saussure adalah dalam menegaskan perlunya sebuah “sains yang mempelajari bagaimana tanda hidup dan berfungsi dalam masyarakat” Dalam pandangan Hjelmslev. kota kecil dekat pantai Atlantik di sebelah barat daya Prancis. sedangkan semiotika konotatif adalah ” sebuah semiotika di mana bidangnya bersifat semiotik’. sebuah tanda tidak hanya mengandung sebuah hubungan internal antara aspek material (penanda) dan konsep mental (petanda). dan menurut Hjelmslev ini disebut adalah sebagai sebuah suatu contoh “metasemiotika”. Hjelmslev mengatakan bahwa “sebuah semiotika denotative adalah sebuah semiotika dimana bidangnya bukanlah semiotic”. sebenarnya tidak hanya demikian yang berlangsung. linguistic metasemiotika: telaah tentang bahasa yang juga adalah bahasa itu sendiri. Barthes lahir tahun 1915 dari keluarga kelas menengah Protestan di Cherbourg dan dibesarkan di Bayonne. Ayahnya. penerang terhadap sandi atau kode yang digunakan. Dan ia yakin bahwa fungsi utama dari suara dalam bahasa adalah untuk memungkinkan manusia membedakan unit-unit semantic. pemelihara hubungan atau kontak antara pembicara dengan penyimak. meninggal dalam sebuah . Bidang kandungan bisa menjadi semiotika. unit-unit yang bermakna. dan meninggal pada1966. namun juga mengandung hubungan antara dirinya dan sebuah sistem yang lebih luas di luar dirinya. dan dilakukan dengan mengetahui cirri-ciri pembeda dari suatu suara yang memisahkannya dengan cirri-ciri suara yang lain. Dikenal sebagai salah satu tokoh linguistic yang berperan dalam pengembangan semiologi pasca Saussure.[11] METASEMIOTIKA LOUIS HJELMSLEV Lahir di Denmark pada tahun 1889. Menurut Hjelmslev. penyandi pesan. dua istilah yang sejajar dengan signifier dan signified dari Saussure.

tanda-tanda yang diteliti tidak atau hampir tidak dapat diukur secara matematis. seberapa jauh tujuannya. besarnya judul. Dengan kata lain mempelajari media adalah mempalajari makna dari mana asalnya. pendekatan politik-ekonomi (the political-economy approach). studi media massa mencakup pencarianan pesan dan makna-makna dalam materinya. secara garis besar. Barthes secara panjang lebar mengulas apa yang sering disebut sebagai sistem pemaknaan tartan kedua. terdiri atas teknik-teknik kuantitatif dan kualitatif. dan intinya adalah makna. seperti apa. jumlah ilustrasi dan letak. Ia juga intelektual dan kritikus sastra Prancis yang ternama. Titik tolaknya ialah bahwa ciri-ciri yang dapat diukur dinyatakan sebagai tanda. perhatian terhadap masalah dinyatakan dalam jumlah kolom. eksponen penerapan strukturalisme dan semiotika pada studi sastra. Konotasi. namun hasilnya kurang mantap. Pertama. yang dibangun di atas sistem lain yang telah ada sebelumnya. Teknik analisis kuantitatif adalah yang paling dapat mengatasi kekurangan dalam objektivitas. Sepeninggal ayahnya. ia kemudian diasuh oleh ibu. kakek. dan neneknya.[16] Teknik-teknik analisis yang diterapkan. bagaimanakah ia memasuki materi media. pendekatan kulturalis (culturalist approach)111 .[17] Dalam studi media terdapat tiga pendekatan untuk menjelaskan media. membutuhkan keaktifan pembaca agar dapat berfungsi.[15] BAB IV APLIKASI SEMIOTIKA KOMUNIKASI MEDIA Pada dasarnya. karena sesungguhnya semiotika komunikasi. adalah proses komunikasi. Pada analisis kualitatif. Barthes dikenal sebagai salah seorang pemikir strukturalis yang getol mempraktekkan model linguistic dan semiologi Saussurean. Dalam surat kabar. seperti halnya basis studi komunikasi.pertempuran di laut utara sebelun usia Barthes genap mencapai satu tahun. Ia berpendapat bahwa bahasa adalah sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari suatu masyarakat tertentu dalam waktu tertentu.[14] Salah satu area penting yang dirambah Barthes dalam studinya tentang tanda adalah peran pembaca ( the reader). dan ketiga. dan bagaimana ia berkaitan dengan pemikiran kita sendiri. kedua pendekatan organisasi (organizational approach). walaupun merupakan sifat asli tanda.

lambang nonverbal adalah bentuk dan warna yang disajikan dalam iklan.[20] KOMUNIKASI PERIKLANAN Dalam komunikasi periklanan. yang tidak secara khusus meniru rupa atas bentuk realitas. yaitu yang verbal dan yang nonverbal. warna.Pendekatan politik-ekonomi berpendapat bahwa isi media lebih ditentukan oleh kekuatan-kekuatan ekonomi dan politik di luar pengelolaan media. ia tidak hanya mennggunakan bahasa sebagai alatnya.[19] Pendekatan kulturalis merupakan gabungan antara pendekatan politik-ekonomi dan pendekatan organisasi. serta kearah mana kecenderungan pemberitaan sebuah media hendak diarahkan. profesionalisme. Lambang verbal adalah bahasa yang kita kenal. Media pada dasarnya memang mempunyai mekanisme untuk menentukan pola dan aturan organisasi. berita dilihat sebagai hasil dari mekanisme yang ada di dalam ruang redaksi. kita bisa mengkajinya lewat sistem tanda dalam iklan. dan bunyi. modal. Praktik kerja. lambang yang digunakan dalam iklan terdiri atas dua jenis.[18] Pendekatan organisasi bertolak belakang dengan pendekatan politik-ekonomi. Untuk mengkaji iklan dalam perspektif semiotika. Proses produksi berita di sini dilihat sebagai mekanisme yang rumit yang melibatkan factor internal media. baik yang verbal maupun yang berupa ikon. tetapi juka komunikasi lainnya seperti gambar. tetapi berabagai pola yang dipakai untuk memaknai peristiwa tersebut tidak dapat dilepaskan dari kekuatan-kekuatan politik-ekonomi di luar media. Iklan juga menggunakan tiruan indeks. terutama dalam iklan radio. Ikon adalah bentuk dan warna yang . televise. Faktor-faktor inilah yang menentukan peristiwa apa saja yang bisa atau tidak bisa ditampilkan dalam pemberitaaan. Factor seperti pemilik media. Mekanisme yang rumit ini ditunjukkan dengan bagaimana perdebatan yang terjadi dalam ruang pemberitaan.[21] Pada dasarnya. dan film. dan pendapatan media dianggap lebih menentukan bagaimana wujud isi media. Dalam pendekatan ini. Iklan menggunakan sistem tanda yang terdiri atas lambang. Pendekatan organisasi melihat pengelola media sebagai pihak yang aktif dalam proses pembentukan dan produksi berita. dan tata urutan yang ada dalam ruang organisasi adalah unsurunsur dinamik yang mempengaruhi pemberitaan.

tiupan terompet. 3. 2. Ada beberapa cara untuk menggolongkan tanda-tanda. Tanda yang menggunakan anggota badan. rambu-rambu lalu lintas. 1. Benda. Tanda yang diciptakan oleh manusia untuk menghemat waktu. atau binatang. Tanda yang ditimbulkan oleh binatang. Dari permulaan sejarahnaya film dengan lebih mudah dapat . Tanda yang ditimbulkan oleh alam yang kemudian diketahui oleh manusia melalui pengalamannya. 4. Suara. orang.tanda yang digunakan sebagai alat komunikasi yang dihasilkan oleh alat bicara. Ikon di sini digunakan sebagai lambing. Yang bersifat verbal adalah tanda. misalnya. tenaga.serupa atau mirip dengan keadaan sebenarnya seperti gambar benda.benada yang bermakna cultural dan ritual. Tanda yang ditimbulkan oleh manusia. misalnya buah pinang muda yang menandakan daging. bendera. dan kalau banjir ada alasan untuk menyatakan timbulnya penyakit. sedangkan yang bersifat nonverbal dapat berupa: 1. misalnya kalau anjing menyalak kemungkinan ada tamu yang memasuki halaman rumah. lalu diikuti dengan lambang. dan menjaga kerahasiaan. atau membunyikan ssst… yang bermakna memanggil seseorang. atau tanda bahwa ada pencuri 3. kalau langit sudah mendung menandakan akan turun hujan. gambir menandakan darah. misalnya bersiul. misalnya. dan kalau hujan sudah turun terus-menerus ada alasan untuk mengatakan banjir. bibit pohon kelapa menandakan bahwa kedua pengantin harus banyak mendatangkan manfaat bagi sesama manusia dan alam sekitar.[23] FILM Hubungan antara film dan masyarakat memiliki sejarah yang panjang dalam kajian para ahli komunikasi.[22] TANDA NONVERBAL Tanda nonverbal dapat diartikan semua tanda yang bukan kata-kata. misalnya “Mari!” 2. Tanda ini dapat dibedakan atas yang bersifat verbal dan yang bersifat nonverbal.

Film dibangun dengan tanda semata-mata. politik. muncul pula film-film yang mengumbar seks.[26] Namun. seiring dengan kebangkitan film. dan kekerasan. cerita rekaan yang dilukiskan relative panjang dan tidak selamanya mengangkat masalah hangat meskipun menyampaikan moral tertentu. Komik bertujuan utama menghibur pembaca dengan bacaan ringan.menjadi alat komunikasi yang sejati. Sistem semiotika yang lebih penting lagi dalam film adalah digunakannya tanda-tanda ikonis. surat kabar. yang pada umumnya mudah dicerana dan lucu. Sejak itu maka merebaklah berbagai penelitian yang hendak melihat dampak film terhadap masyarakat. atau berbentuk buku. ekonomi. seiring dengan munculnya medium televisi. lantas membuat para ahli mengatakan bahwa film memiliki potensi untuk mempengaruhi khalayaknya. yakni tanda-tanda yang menggambarkan sesuatu. Ciri gambar-gambar film adalah persamaannya dengan realitas yang ditunjuknya. karena ia tidak mengalami unsur-unsur teknik. Film mencapai puncaknya di antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. namun kemudian merosot tajam setelah tahun 1945. Kekuatan dan kemampuan film menjangkau banyak segmen social. Berbeda dengan fotografi statis. kata yang diucapkan (ditambah dengan suara-suara lain yang serentak mengiringi gambargambar) dan musik film. social dan demokrafi yang merintangi kemajuan surat kabar pada masa pertumbuhannya dalam abad ke-18 dan permulaan abad ke-19.[27] KOMIK-KARTUN-KARIKATUR Pengertian ‘komik” secara umum adalah cerita bergambar dalam majalah.[24] Film merupakan bidang kajian yang amat relevan bagi analisis structural atau semiotika. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik untuk mencapai efek yang diharapkan. Tanda-tanda itu termasuk berbagai sistem tanda yang bekerja sama dengan baik dalam upaya mencapai efek yang diharapkan. Gambar yang dinamis dalam film merupakan ikonis bagi realitas yang dinotasikannya. criminal. Inilah yang kemudian melahirkan berbagai studi komunikasi massa. rangkaian gambar dalam film menciptakan imajinasi dan sistem penandaaan. Bentuk penyampaian komik lebih atraktif dan menjangkau sasaran yang . Yang paling penting dalam film adalah gambar dan suara. dan ada juga yang menampilkan cerita-cerita serius.[25] Film umumnya dibangun dengan banyak tanda.

lebih luas. tokohnya yang umumnya berupa manusia menjadi semacam representasi dari rakyat. yang hanya berisikan humor semata. termasuk karikatur itu sendiri. Karena itu. dapat dijumpai kartun editorial. kartun moral yang kisahnya selalu membidik sasaran tertentu. kartun yang bagus berhasil menyampaikan amanat rakyat secara humoristis sehingga masalah penting semakin menarik perhatian atau bahkan beruba menjadi tanda bahaya dan pihak yang disindir tidak marah.[32] . Cukup memuat kandungan humor 4. kartun politis. dengan mempercantiknya dengan penggambaran ciri khas lahiriyahnya untuk tujuan mengejek.[30] Sebagai kartun opini. Fungsi kartun dan juga karikatur yaitu bertujuan utama menyindir atau memperingatkan. kartun social. setidaknya empat hal teknis harus diingat 1. Harus mempunyai gambar yang baik. paling-paling tersenyum kecut.[29] Karikatur adalah gambar lelucon yang membawa pesan kritik social sebagaimana kita lihat di setiap ruang opini surat kabar. lazimnya masalah penting di dalam kehidupan masyarakat.[31] SASTRA Dalam lapangan sastra. Karena itu. Dari dua level antara mimetic dan semiotic (atau tataran kebehasaan dan mistis) sebuah karya sastra menemukan keutuhannya untuk difahami dan dihayati. karya sastra dengan keutuhannya secara semiotic dapat dipandang sebagai sebuah tanda. tanpa membawa beban kritik social apapun. Namun ada juga yang mengungkapkan masalah sesaat secara ringkas namun tajam dan humoristis sehingga tidak jarang membuat pembaca tersenyum sendiri. Harus informative dan komunikatif 2. Sedangkan karikatur adalah deformasi berlebihan atas wajah seseorang. biasanya orang terkenal. Dengan bahasa parodinya.[28] Kartun adalah sebuah gambar lelucon yang muncul di media massa. kartun adalah semua gambar humor. Harus situasional dengan pengungkapan yang hangat 3. Menurut Sudarta. Bahasa komik terutama sekali adalah bahasa gambar karena komik hadir sebagai bahasa gambar dan bahasa teks. Dimensi ruang dan waktu dalam sebuah cerita rekaan mengandung tabiat tanda-menanda yang menyiratkan makna semiotika.

pusat-pusat perbelanjaan. Jadi. dibentuk oleh simbolsimbol. dan sebagainya itu bisa saja dilihat sebagai simbol “kecongkakan. Amerika Serikat. Dan ketika orang-orang di negeri kita sendiri hiruk–pikuk menghancurkan. Kedua. adanya tanda-tanda perantara. yakni musik yang dicatat dalam partitur orkestra merupakan jalan keluar. karena ia selalu mempergunakan istilah-istilah kedokteran. juga tidak ada semiotika musik tanpa semantic musik. penggubah musik mempersembahkan kreasinya dengan perantara pemain musik dalam bentuk sistem tanda perantara tertulis. dan membakari bedung pemerintahan. wujud sastra sebagai sistem tanda. Sasaran mereka sesungguhnya adalah simbol. dan dirayakan dengan simbol-simbol.[34] MUSIK Sistem tanda musik adalah oditif. karya sastra merupakan fakta yang harus direkonstruksikan pembaca sejalan dengan dunia pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya. memporakporandakan. Ketiga. tanda yang berupa indekslah yang paling banyak dicari. jadi visual. untuk mencapai pendengarnya. Gedunggedung pencakar langit. kendaraan. Bagi semiotikus musik.. karya sastra merupakan gejala komunikasi yang berakaitan dengan pengarang. dan pembaca. tidak ada semiotika tanpa semantic.Dalam penelitian sastra dengan menggunakan pendekatan semiotika. dicari tanda-tanda yang memberikan indeks bahwa sang tokoh itu adalah dokter. sasaran ssungguhnya tentu bukanlah benda-benda itu sendiri. yaitu berupa tanda-tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam pengertian luasnya. mall.[35] BAB V BERKOMUNIKASI DENGAN SIMBOL-SIMBOL Hidup agaknya memang digerakkan oleh symbol-simbol. atau tempat-tempat ibadah. Namun. Itulah sebabnya pengapa penelitian musik semula terutama terarah pada sintaksis. New York. Ketika aksi terorisme 11 September meluluhlantakkan Gedung Kembar WTC di kawasan Manhattan. karya sastra merupakan salah satu bentuk penggunaan sistem tanda yang memiliki struktur dalam tata tingkat tertentu.” .[33] Wawasan semiotika dalam studi sastra memiliki tiga asumsi: Pertama. Dalam pengokohan seorang dokter. misalnya. kendarasan. Hal ini sangat memudahkan dalam menganalisis karya musik sebagai teks. tempat-tempat ibadah. alat-alat kedokteran.

” atau apapun. simbol cultural yang dilatarbelakangi oleh suatu kebudayaan tertentu misalnya keris dalam kebudayyaaan Jawa. manusia dan manusia.” “kesewenangan. langit dan bumi. yang menyatakan sesuatu hal. dan simbol (symbol). Dalam konsep Pierce simbol diartikan sebagai tanda yang mengacu pada objek tertentu di luar tanda itu sendiri Menurut James P. simbol individual yang biasanya dapat ditafsirkan dalam konteks keseluruhan karya seorang pengarang. dan kopiah merupakan salah satutanda pengenal bagi warga Negara Republik Indonesia.[36]154 Dalam ibadah haji. Menurut Wellek dan Warren Simbol adalah suatu istilah dalam logika.[38] Pada dasarnya simbol dapat dibedakan menjadi: 1. 3. Simbol juga dapat semacam tanda. dan sebagainya. matematika. berkaitan dengan arketipos. menyimbolkan kesucian dan pemisahan dengan kehidupan sehari-hari. atau mengandung maksud tertentu. indeks (index). Dalam wawasan Pierce. Mengelilingi ka’bah menyimbolkan kesatuan antara Tuhan dan manusia. misalnya tidur sebagai lambang kematian 2.“kekuasaan. lukisan. pakaian ihram yang berwarna putih dan tidak berjahit. Hubungan butir-butir tersebut oleh Pierce digambarkan sebagai berikut: Icons .” “kepura-puraan. tanda (sign) terdiri atas ikon (icon). [37] APA ITU SIMBOL ? Simbol adalah bentuk yang menandai sesuatu yang lain di luar perwujudan bentuk simbolik itu sendiri. semiotic. semantic. dan epistemology. Spradley Simbol adalah objek atau peristiwa apapun yang menunjuk kepada sesuatu. begitu pula ibadah qurban adalah symbol solidaritas. Dan itulah rupanya yang hendak mereka hantam dan hancurkan. symbol-simbol universal. warna putih merupakan lambang kesucian. perkataan. lencana. lambang padi lambang kemakmuran. Simbol atau lambang merupakan salah satu kategori tanda (sign). Ritual sa’I menyimbolkan upaya Siti Hajar mencari air untuk dirinya sendiri dan anaknya.” “keserakahan. Misalnya.

Ketiga. Tanda itu sendiri berarti suatu hal atau keadaan yang menerangkan objek kepada subjek. sekolah. Dengan kata lain. Sementara itu. hanya merupakan tanda bahwa rumah tersebut rumah ibadah orang Kristen.[40] Isyarat adalah suatu hal atau keadaan yang diberitahukan oleh subjek kepada objek. institute. Kedua. Artinya. tandatanda lalu lintas. Isyarat tidak dapat ditangguhkan pemakaiannya. subjek selalu berbuat sesuatu untuk memberi tahu kepada objek yang diberi isyarat agar objek mengetahuinya pada saat itu juga. Namun.[39] Banyak orang yang selalu mengartikan simbol sama dengan tanda. salib yang di pasang di depan gereja. Misalnya. simbol atau lambang ialah suatu hal atau keadaaan yang memimpin pemahaman subjek kepada objek. Sebetulnya tanda berkaitan langsung dengan objek. Ia hanya berlaku pada saat dikeluarkan oleh subjek. tanda. sinar atau asap. isyarat-isyarat morse bisa berupa kibaran bendera yang dipakai pramuka atau angkatan Laut. Isyarat yang ditangguhkan penggunaannya akan beruba menjadi tanda. Pertama.Signs Symbols Index ( Indices) Pada dasarnya ikon merupakan tanda yang bisa menggambarkan ciri utama sesuatu. tanda-tanda dapat berupa benda-benda seperti tugu-tugu jarak jalan. meskipun sesuatu yang lazim disebut sebagai objek acuan tersebut tidak hadir. Contoh-contoh yang berkenaan dengan isyarat. dan lain-lain. tanda-tanda baca atau tanda tangan. misalnya. Sementara. umpamanya. memiliki indeks asap. Indeks adalah tanda yang hadir secara asosiatif akibat terdapatnya hubungan ciri acuan yang sifatnya tetap. simbol matematika dan logika. departemen. Oleh karena itu. salib yang terbuat dari kayu merupakan simbol yang dihormati oleh semua orang Kristen. isyarat dapat berupa gerak tubuh atau anggota badan. gambar Amin Rais adalah ikon Amin Rais. tanda pangkat atau jabatan. simbol lebih substantive daripada tanda. dan lambang atau symbol.[41] SIMBOLISASI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA . sedangkan simbol memerlukan proses pemaknaan yang lebih intensif setelah menghubungkan dia dengan objek. lambang atau simbol dapat berupa lambang partai. suara-suara atau bunyi-bunyian. Kata rokok.

Dan merek bukanlah sekedar nama. tetapi membeli merek. manusia terkadang irasional dengan menganggap seolah-olah ada kemestian atau ada hubungan alamiah antara satu simbol dengan apa yang disimbolkan. konon demi keselamatan gedung itu. Dan salah satu sifat dasar manusia. dan yang lainnya memiliki status yang lebih kecil (pedagang kaki lima.Salah satu kebutuhan pokok manusia adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. dokter. buruh harian. mulai dari simbol yang sederhana seperti bunyi dan isyarat. pengusaha). Di dalamnya terkandung . telegram. Di dalam kehidupan masyarakat secara umum. memiliki status yang baik (bankir. Pakaian merupakan bahasa diam yang berkomunikasi melalui pemakaian simbol-simbol verbal. Kemampuan manusia menciptakan simbol membuktikan bahwa manusia sudah memiliki kebudayaan yang tinggi dalam berkomunikasi. seperti radio. hiburan dan rekreasi. televise. Mobil adalah sebuah symbol.[42] Sebagai pengguna dan penafsir simbol. pengacara. bacaan dan hal-hal yang lain. Tampaknya manusia modern kini tak lagi sekedar membeli barang. masih ada orang yang menanam kepala kerbau sebelum sebuah gedung dibangun.[44] Orang yang punya status tertentu kerap kali dihubung-hubungkan dengan gaya hidup. pemulung sampah). seseorang yang memiliki suatu pekerjaan. mobil. dan satelit. status pada dasarnya mengarah pada posisi yang dimiliki seseorang di dalam sejumlah kelompok ataiu organisasi dan prestise melekat pada posisi tersebut. Sebagian orang masih mempercayai hari baik atau hari buruk untuk membuat sebuah keputusan penting atau melakukan suatu perjalanan. Mobil memancarkan pula identitas pemakainya. Gaya hidup adalah istilah menyeluruh yang meliputi cita rasa seseorang di dalam fashion. sampai kepada simbol yang dimodifikasi dalam betuk signal-signal melalui gelombang udara dan cahaya. adalah kemampuan menggunakan simbol. telex. Mobil bukanlah alat transportasi semata. Buktinya.[43] SIMBOL STATUS DAN GAYA HIDUP Status adalah simbol dari kesuksesan hidup. Status merupakan kekuatan yang besar di dalam masyarakat yang digunakan untuk mengendalikan orang dengan cara yang halus.[45] Gaya hidup sering dihubungkan dengan kelas social ekonomi dan menunjukkan citra seseorang.

[48] Tak cuma nama orang. Pengetahuan kebudayaan lebih dari suatu kumpulan simbol. KATA-KATA DAN MAKNA PADA MULANYA ADALAH KATA Kata dalam komunikasi pergaulan social ditentukan oleh hasil dari tawar-menawar yang tanpa henti. arti. Spradley mengatakan “Semua makna budaya diciptakan dengan menggunakan simbol-simbol. yakni berupa ajaran filsafat. Dalam situasi tawar-menawar inilah berbagai peristiwa lucu atau. merupakan bagian-bagian suatu sistem simbol. Kata pada dasarnya adalah satuan bentuk kebahasaan yang telah mengandung satuan makna tertentu. atau mistis. kekuatan-kekuatan yang melawan perwujudan nilai-nilai itu. makna. nama-nama tempat atau nama-nama sungai pun menyimpan banyak nama simbolik. Semua simbol. Nama pribadi adalah unsur penting identitas seseorang dalam masyarakat. dan isi dari produk bersangkutan.sifat. merek akan menandai simbol dan status dari produk tersebut. atau suatu peristiwa seperti perkawinan. menjadi bahan-bahan dasarnya. bahkan sampai menyebar ke wilayah makanan. sebagai nama hoki atau apapun alasannya. Ternyata. ujar Clifford Geerts. Bahkan kekuatan sebuah agama dalam menyangga nilai-nilai social terletak pada kemampuan simbol-simbolnya untuk merumuskan sebuah dunia tempat nilai-nilai itu. Agama melukiskan kekuatan imajinasi manusia untuk membangun sebuah gambaran kenyataan.[47] Menurut Geerts. jenis tumbuhan juga kerap dijadikan simbol atau lambang dalam berbagai budaya. Bahkan dalam perkembangan lebih lanjut. untuk memperoleh citra tertentu. sebuah tempat seperti masjid atau gereja. Nama dapat melambangkan status. Nama diri pun adalah simbol pertama dan utama bagi seseorang.[46] SIMBOL-SIMBOL BUDAYA DAN RELIGI James P. baik kata-kata yang terucapkan. makanan rakyat ada juga yang diberi kandungan makna simbolis. suatu gerak tubuh seperti melambaikan tangan. Lepas . cita rasa budaya. karena interaksi dimulai dengan nama dan hanya kemudian diikuti dengan atribut-atribut lainnya. dan juga. Simbol itu meliputi apapun yang dapat kita rasakan atau kita alami. baik istilah-istilah rakyat maupun jenis-jenis simbol lain. kadang-kadang tragis dalam komunikasi bisa terjadi. Makna hanya dapat disimpan di dalam simbol. sebuah objek seperti sebuah bendera.

beberapa pakar komunikasi sering menyebut kata makna ketika mereka merumuskan definisi komunikasi. Tubbs dan Sylvia Moss. para jurkam dari suatu partai politik menyerang kontestan lain dengan mengutip Firman Allah dalam QS Al-Baqarah (2) : 35 Ÿwur $t/t ヘ ø)s? ÍnÉ‹»yd not ヘ yf¤±9$# $tRqä3tFsù z`ÏB tûüÏHÍ>»©à9$# ÇÌÎÈ Dan janganlah kamu dekati pohon ini. “Komunikasi adalah proses pembentukan makna diantara dua orang atau lebih. hal ini dapat dilihat pada reksi semantic seseorang terhadap suatu kata. dsb. Bagi seorang wanita yang hidup berbahagia dengan suaminya. terkadang suatu kata mengalami erosi makna dari maknanya yang asli. antropologi. Sedangkan para jurkam dari partai yang diserang membelas manipulasi ayat itu dengan manipulasi ayat lainnya yakni Firman Allah dalam QS Al-Fath (48) : 18 ô‰s)©9 š_ÅÌu‘ ª!$# Ç`tã šúüÏZÏB÷sßJø9$# øŒÎ) š チ tRqãè΃$t7ム|MøtrB Íot * ヘ yf¤±9$# zÇÊÑÈ Sesungguhnya Allah Telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[50] MEMAHAMI MAKNA Upaya memahami makna. Itulah sebabnya. dan linguistic. yang bagi dirinya memiliki makna khusus. gairah hidup’. terutama yang dekat di lokasi pesantren. Stewart L. Konsep makna telah menarik perhatian disiplin komunikasi. kata cinta penuh dengan makna ‘bahagia’. Maka itu. sosiologi. kita perlu terlebih dahulu membedakan pemaknaan secara lebih tajam tentang istilah-istilah yang nyaris berimpit antara apa yang disebut (1) terjemah atau . sesungguhnya merupakan salah satu masalah filsafat yang tertua dalam umur manusia. di beberapa tempat. ‘senag hati’. ‘beruntung’. Setiap orang mempunyai hubungan mesra tersendiri dengan kata-kata tertentu.dari itu. misalnya.[51] Tampaknya. mengatakan. psikologi. Akan tetapi seorang wanita yang patah hati korban hawa nafsu lelaki yang memakai kata cinta untuk mengelabuinya saja. kata cinta pasti mempunyai makna lain sekali. yang menyebabkan kamu termasuk orangorang yang zalim.[49] Makna kata muda dimanipulasi. Contoh kata cinta. dalam berbagai kampanye pemilu era Orde Baru.

“menjadi tanda” dan mengarah kepada makna-makna cultural yang terpisah/berbeda dengan kata (dalam bentuk-bentuk lain dalam komunikasi). Ekstrapolasi lebih menekankan kepada kemampuan daya pikir manusia untuk menangkap hal dibalik yang tersajikan. yaitu makna khusus yang terdapat dalam sebuah tanda. Materi yang tersajikan dilihat tidak lebih dari tanda-tanda atau indicator pada sesuatu yang lebih jauh lagi. dari verbal ke gambar. dan perasaan yang ditimbulkan olehfkata mawar itu. (2) tafsir atau interpretasi. Makna denotasi bersifat langsung. (3) ekstrapolasi. di dalam kamus. Membuat terjemah adalah upaya mengemukakan materi atau substansi yang sama dengan media yang berbeda. Kata konotasi itu sendiri berasal dari bahasa latin connotare. sebuah kata disebut mempunyai makna . Makna denotatif pada dasarnya meliputi hal-hal yang ditunjuk oleh katakata (yang disebut sebagai makan referensial).[53] Denotasi adalah hubungan yang digunakan di adalam tingkat pertama pada sebuah kata yang secara bebas memegang peranan penting di dalam ujaran. dan akal budinya. dan pada intinya dapat disebut sebagai gambaran sebuah petanda.translation. daya pikirnya. dicari latar belakangnya. ingatan. konteksnya agar dapat dikemukakan konsep atau gagasannya lebih jelas. media tersebut mungkin berupa bahasa satu ke bahasa lain. Makna konotatif ialah makna denotatif ditambah dengan segala gambaran.[52] MAKNA DENOTATIVE DAN KONOTATIF Salah satu cara yang digunakan para ahli untuk membahas lingkup makna yang besar ini adalah dengan membedakan antara makna denotatif dengan makna konotatif.Jadi. dan sebagainya. Pada penafsiran kita tetap berpegang pada materi yang ada. kata mawar berarti ‘sejenis bunga‘. Sebagai contoh. dan (4) makna atau meaning. Pemaknaan lebih menuntut kemampuan integrative manusia: indrawi. Sedangkan konotasi diartikan sebagai aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasarkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan pada pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca). Makna denotatif suatu kata ialah makna yang biasa kita temukan dalam kamus. Memberiakn makna merupakan upaya lebih jauh dari penafsiran. dan mempunyai kesejajaran dengan ekstrapolasi.

[57] Kata dilalah dalam ilmu mantiq merujuk pada dua pengertian: Pertama. ilmu ma’ani. Lafal Ali atau Muhammad. Ungkapan ‫ . Contohnya. alat ini terdiri dari kata-kata.أمففر مفهففوم‬yaitu sesuatu yangdimengerti.مففدلول‬atau ‫. sedangkan sesuatu yang lain disebut ‫( مدلول‬yang ditunjukkan)[58]. [54] MEMAHAMI BAHASA Bahasa adalah alat untuk melukiskan sesuatu pikiran.حيففوان مفففترس‬disebut ‫ .حيوان مفترس‬binatang buas) kepada kata ‫( . Contohnya. ‫ .[59]. Kedua. sedangkan kata ‫( أسد‬singa) disebut ‫ دال‬atau ‫ . atau bagaimana caranya orang bisa berpikir benar. apakah bisa dimengerti atau tidak bisa dimengerti. فهم أمر من أمر‬artinya adalah.[60] . ilmu bayan atau semantika Islam. Jadi belum menjadi ilmu tersendiri. perasaan atau pengalaman.[56] Kedua konsep ini dibahas secara rinci dalam ilmu mantiq atau logika. Dalam wacana linguistic bahasa diartikan sebagai sistem simbol bunyi bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap). kata dilalah didefinisikan sebagai sesuatu yang memberikan pengertian tentang sesuatu yang lain.دال‬yang menunjukkan). yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekolompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. baik positif maupun negative.[55] DASAR-DASAR SEMIOTIKA ISLAM Dasar-dasar semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce tersebut dalam Islam ada pada konsep dilalah. kata dilalah didefinisikan sebagai. Ia hanya bersifat filosofis yang dititipkan pembahasannya pada ilmu mantiq. Apa yang diacunya atau apa yang ditunjuknya disebut madlul. mengartikan ‫( .منففه أمففر مفهففوم‬artinya sesuatu yang membeikan pengertian. Sesuatu yang memberikan pengertian disebut ‫( . yaitu suatu hal yang dapat membangkitkan adanya petunjuk. yang bersifat arbitrer dan konvensional. mengerti terhadap sesuatu karena didasarkan pada pemahaman sesuatu yang lainnya.konotatif apabila kata itu mempunyai “nilai rasa”. dan ilmu tafsir. Ilmu mantiq adalah ilmu yang mempelajari bagaimana orang bernalar.أسد‬singa atau macan). keduanya bisa dimengerti sebagai zat (diri) seseorang yang diberi nama Ali atau Muhammad.

isyarat. Semiotika Komunikasi. dapat kita pelajari sebagai tanda. kode. ada semacam ruang kontradiksi yang secara histories dibangun diantara dua kubu semiotika.Menurut para ahli filsafat Islam terdapat dua dilalah (petunjuk) atau jejak dalam term Derrida. ? Konsep semiotika dalam Islam dibahas dalam ilmu mantiq. Dan dengan sarana tandalah manusia bisa berfikir. dan dengan begitu. ? Dasar-dasar semiotika dalam Islam dapat dilihat pada konsep dilalah dengan beragam pembagiannya. II. 2004 M. ? Mempelajari semiotika sama dengan kita mempelajari tentang berbagai tanda. ungkapan atau suara. lambang. ikon. tanpa tanda kita tidak dapat berkomunikasi. BAB VI KESIMPULAN Dari pemaparan makalah di atas. ketika kita cemberut. jejak. penomena alam dan lainnya. Bahkan segala aspek kehidupan ini penuh dengan tanda. dst. . dan cara kita bersosialisasi sebetulnya juga mengomunikasikan hal-hal mengenai diri kita. bekas-bekas. Cara kita berpakaian. dsb. yaitu semiotika continental Ferdinand de Saussure dan semiotika amerika Charles Sander Pierce. ilmu balagah. di sekujur tubuh kita: ketika kita berkata. dan ilmu tafsir. ketika kita tersenyum. Bandung: Remaja Rosdakarya. sinyal. yaitu dilalah lafdziyyah. Dalam kehidupan sehari-hari tanda hadir dalam bentuk yang beraneka ragam. DAFTAR PUSTAKA Alex Sobur. Dilalah lafdziyyah adalah petunjuk berupa lafadz. ? Tanda itu sebenarnya bertebaran di mana-mana. bisa berwujud simbol. penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: ? Semiotika (kadang juga disebut semiologi) adalah disiplin ilmu yang mempelajari tanda (sign). Dilalah ghair lafdziyyah adalah petunjuk yang bukan merupakan lafadz atau suara tetapi merupakan isyarat. tanda. ketika kita menangis. namun belum menjadi ilmu tersndiri. dan dilalah ghair lafdziyyah. ? Dalam perbincangan mengenai semiotika sebagai sebuah ilmu. atau symbol. apa yang kita makan. Cet.

2004 M Muhammad Mahdy Wahdan. Juz I (Cairo: Maktabah alAzhar li al-Turats. Cairo: Alam al-Kutub. Al-Mantiq al-Muyassar. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mengungkap hakikat bahasa. Overteken. (Jakarta: Yayasan Sumber Agung 1993) [1]Aart Van Zoest. diterjemahkan oleh Ani Soekawati dari Semiotiek. Aart Van. makna. Cara Kerjanya dan Apa Yang Kita Lakukan Dengannya. Cet. Hoe ze werken en way we ermee doen. Surabaya: Maktabah Sa’ad bin Nashir Nabhan. II.Asep Ahmad Hidayat. Semiotika Komunikasi. Ahmad Muhtar. III. Tentang Tanda. Overteken. h. 1993. Tentang Tanda. Ilmu al-Dilalah. tanda. h. Ilmu Mantiq. 2004 M. 1980) Umar. Hoe ze werken en way we ermee doen. Semiotika. Cara Kerjanya dan Apa Yang Kita Lakukan Dengannya. Filsafat Bahasa. 5 Muhammad Nur al-Ibrahimy. Semiotika. (Jakarta: Yayasan Sumber Agung 1993) [2]Alex Sobur. Cet. Semiotik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Cet. diterjemahkan oleh Ani Soekawati dari Semiotiek. II. Cet I. 1992 Winfried NoTH. Surabaya: Airlangga University Press. 2006 Zoest. 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful