Makalah Filsafat Ilmu : Aksiologi

By MEILANI SAFITRI email: meilani.safitri@ymail.com KOMUNITAS BLOGGER UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PENDAHULUAN

Latar Belakang Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam manusia, dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia setelah mencapai pengetahuan. Bagian dari filsafat pengetahuan membicarakan tentang ontologis, epistomologis dan aksiologi. Dalam kajian aksiologi ilmu membicarakan untuk apa dan untuk siapa. Tulisan ini membicarajan Ilmu dan Moral, Pengertian Aksiologi, Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan, serta Ilmu dan Agama. Sebagai bagian dari filsafat, aksiologi secara formal baru muncul pada sekitar abad ke-19. Aksiologi mempunyai kaitan dengan axia yang berarti nilai atau berharga. Masalah nilai ini meliputi dua hal penting yaitu ada (being) dan nilai (value). Menurut Mautner (dalam Wiramihardja, 2006: 155), aksiologi mulai digunakan sebagaimana adanya saat ini oleh Lotze, Brentano, Husserl Scheeler dan Nicolai Hartmann. Dalam filsafat Yunani kuno, tema aksiologi lebih banyak berhubungan dengan masalah-masalah yang konkret, seperti api, udara dan air. Dalam sejarah peradaban umat manusia sejak jaman kuno hingga abad millennium ini orang dari waktu ke waktu melakukan perbincangan mengenai sejumlah ide agung (great idea). Ide-ide agung itu direnungkan, dibicarakan dan ditulis oleh para cendekiawan pemikir yang terdiri dari filsuf, budayawan, ahli sosial politik, dan sarjana dalam berbagai bidang keahlian. Pengertian ide menurut filsuf Yunani Kuno Plato (± 428 – 348 sebelum Masehi) ialah objek yang budi rohani manusia dapat memikirkannya. Secara singkat ide adalah suatu objek pemikiran (an object of trought). Secara lebih terinci dapatlah dikatakan bahwa ide adalah isi dari pikiran manusia yang bisa diperbincangkan dan dialihkan di antara orang yang satu dengan orang yang lain. Suatu ide bercorak atau berkedudukan agung kalau ide itu bersifat pokok dan sangat perlu bagi pemahaman terhadap manusia itu sendiri, masyarakat, dan dunianya. Jadi, suatu ide agung menjadi dasar bagi pengertian, pengetahuan sampai pemahaman dari segenap hal yang berkisar pada diri manusia. Dan berhubung dengan sifatnya yang mendasar itu, suatu ide agung senantiasa merupakan titik pusat dari berbagai pertanyaan yang penting atau bahkan menimbulkan serangkaian pokok pertikaian yang menarik di antara para cendekiawan pemikir. Sebagai contoh ide agung yang diperbincangkan orang sepanjang masa itu ialah kebahagiaan (happiness). Berbagai segi dan pertanyaan yang dipersoalkan oleh para pemikir terkemuka misalnya ialah:
q q q q

Apakah kebahagiaan itu (pengertian atau definisinya) Pendambaan terhadap kebahagiaan (kewajaran dan hasrat yang universal) Unsur-unsur dari kebahagiaan (apa isi dari suatu kehidupan yang bahagia) Hubungan kebahagiaan dengan berbagai hal lainnya (misalnya kekayaan, kesehatan, kenikmatan, kebajikan, kehormatan, persahabatan, cinta, pengetahuan atau kearifan)

dari contoh-contoh di atas ternyata bahwa nilai mempunyai berbagai perwujudan dan terdapat dalam .q q Pencapaian kebahagiaan (kemampuan manusia mencapainya dan kemungkinan tercapainya) Kebahagiaan setelah kehidupan di dunia ini (after-life). dan keindahan. Sebagai contoh bilamana seseorang sebagai pribadi bekerja keras setiap hari untuk menabung. kebaikan dan keindahan umumnya dianggap merupakan tiga serangkai ide agung karena tergolong serumpun dan sama-sama melandasi pertimbangan-pertimbangan manusia. (A ratio between what you expect and what you get &ndash. kebenaran. misalnya saja persoalan pada butir pertama mengenai definisi kebahagiaan telah diberikan perumusan yang berlain-lainan oleh para cendekiawan yang merenungkannya. Hal yang benar. Dengan demikian. dan logika. usaha itu pada dasarnya juga menciptakan suatu nilai tertentu. Bahkan dapat dikatakan bahwa pada dasarnya seluruh kehidupan manusia itu berkisar pada usaha-usaha menciptakan. dan membentuk suatu keluarga dengan putra-putri dalam suka duka sama ditanggung. Dalam kehidupan manusia sejak dahulu hingga sekarang nilai mempunyai peranan yang amat penting. Orang berbicara tentang kebenaran dalam bidang-bidang ilmu matematik. dan keindahan merupakan trirangkai ide agung. Bahkan dapat dikatakan bahwa kebenaran. dan dalam menilai sesuatu cerapan biasanya mempertanyakan apakah hal itu indah atau mewujudkan keindahan. dari nilai biasa urusan sehari-hari sampai nilai yang bersifat luhur dari hal-hal yang sangat penting. Ketiga ide agung itu pada umumnya menjadi dasar atau ukuran bagi seseorang dalam melakukan pertimbangan-pertimbangan. Demikianlah. dan bahkan juga kebenaran dalam agama dan teologi. Harper). tetapi masing-masing juga bertalian dengan suatu lingkungan tertentu atau diperuntukkan bagi satu pokok soal tertentu. dan keindahan mempunyai ruang lingkup yang sangat luas dan medan cakupan yang amat beragam. Manusia dalam mempertimbangkan sesuatu pengetahuan biasanya mempertanyakan apakah hal itu benar atau mengandung kebenaran. Kebahagiaan adalah suatu perbandingan antara apa yang Anda harapkan dengan apa yang Anda peroleh. filsafat. dalam sejarah dan sajak. John A. Walaupun kebenaran. Schindler) Umat manusia dalam kegiatannya sejak dahulu kala hingga dewasa ini pada umumnya mendambakan segala sesuatu yang benar. Sebuah contoh lagi. Demikian pula. kebaikan. membangun kehidupan bersama. dan yang indah. Ketiganya saling berkaitan secara erat dengan kebenaran sebagai ide yang berkedudukan utama. dan hal yang indah itu sebagai objek pemikiran tidak lain adalah ide-ide kebenaran. Dari keenam butir persoalan tersebut di atas. bilamana para anggota suatu masyarakat secara khusus berdoa. Suatu keadaan budi rokhani yang di dalamnya pemikiran kita adalah menyenangkan sebagian terbesar dari waktu. (A state of mind in wich our thinking is pleasant share of the time &ndash. yang baik. 2. Albert Ellis & Robert A. memperjuangkan. Perbincangan-perbincangan dalam berbagai bidang pengetahuan khususnya pengetahuan ilmiah. dalam mengukur suatu tindakan biasanya mempertanyakan apakah hal itu baik atau mempunyai kebaikan. Sekedar contoh saja dua definisi berikut tentang kebahagiaan menurut tiga orang cendekiawan: 1. Masing-masing ide agung itu mempunyai pula hubungan erat dengan sekelompok ide tertentu. kebaikan. Bilamana sepasang insane membina kasih sayang. kebaikan. bersembahyang. Kebenaran. bilamana sekelompok orang bersatu untuk mendirikan suatu Negara dan mengatur sendiri kehidupan politiknya betapapun besar rintangan. menyimpan kelebihan barang atau memupuk harta benda untuk kesejahteraan saat ini maupun pada hari tuanya. maka usaha itu pada dasarnya adalah mengembangkan atau mempertahankan berbagai nilai yang termasuk nilai keagamaan. kebaikan atau keindahan masing-masing sendiri mempunyai pengaruh yang penting terhadap sejumlah ide agung yang relevan. dan menunaikan semua peribadatan kepada Tuhannya. usaha itu pada dasarnya ialah memperjuangkan nilai yang tergolong sebagai nilai ekonomik. usaha itu pada dasarnya adalah memperjuangkan nilai-nilai yang bercorak politik. dan mempertahankan suatu atau bertbagai nilai. dipengaruhi oleh ide kebenaran. Pertimbangan-pertimbangan manusia tertuju pada segala hal yang ada di dunia ini. hal yang baik. Kebenaran pada umumnya dikaitkan dengan pemikiran dan merupakan bahan pokok permasalahan dalam logika.

Untuk apa ilmu itu digunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaannya dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan metode ilmiah yang digunakan dengan norma-norma moral dan professional? . pembuatan bom yang pada awalnya untuk memudahkan kerja manusia. manusia dapat menciptakan berbagai bentuk teknologi. Dewasa ini. social sampai metafisis dan religious. dimana ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya. Rumusan Masalah 1. tanggung jawab akademis dan tanggung jawab moral. perkembangan ilmu sudah melenceng jauh dari hakikatnya. Disinilah moral sangat berperan sebagai landasan normatif dalam penggunaan ilmu serta dituntut tanggung jawab sosial ilmuwan dengan kapasitas keilmuwannya dalam menuntun pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga tujuan hakiki dalam kehidupan manusia bisa tercapai. Dalam studi tentang nilai yang disebut filsafat nilai. psikologis. maka yaang terjadi adalah bencana dan malapetaka.berbagai segi kehidupan manusia. namun bahkan kemungkinan menciptakan tujuan hidup itu sendiri. Kemudian timbul pertanyaan. Nilai mempunyai bermacam-macam makna dari yang bercorak etis. Apa itu aksiologi ? 2. Setiap ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang kemudian akan diterapkan pada masyarakat. jika ilmu tidak berpihak kepada nilai-nilai. apakah ilmu selalu merupakan berkah dan penyelamat bagi manusia? Dan memang sudah terbukti. teori nilai atau aksiologi pengertian nilai memang sangat bermakna ganda dan mempunyai berbagai dimensi. Proses ilmu pengetahuan menjadi teknologi yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentu tidak terlepas dari ilmuwannya. Untuk itulah tanggung jawab seorang ilmuwan harus "dipupuk" dan berada pada tempat yang tepat. namun kemudian dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif yang menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri. Misalnya. Seorang ilmuwan akan dihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingan masyarakat akan membawa pada persoalan etika keilmuwan serta masalah bebas nilai. Di sinilah ilmu harus diletakkan secara proporsional dan memihak pada nilai-nilai kebaikan dan kemanusiaan. dengan kemajuan ilmu pengetahuan. seperti yang terjadi di Bali 6 tahun yang lalu dan menciptakan senjata kuman yang dipakai sebagai alat untuk mrmbunuh sesama manusia. Sebab.

H. Aksiologi berasal dari kata Yunani axion (nilai) dan logos (teori) yang berarti teori tentang nilai. Aksiologi merupakan paradigma yang berpengaruh penting dalam penelitian ilmiah.PEMBAHASAN A. Aksiologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya. (1998) Diktat Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. · Menurut Suriasumantri (1987: 234) aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. · Aksiologi merupakan cabang filsafat yang berhubungan macam-macam dan kriteria nilai serta keputusan atau pertimbangan dalam menilai. kajian tentang nilai-nilai khususnya etika. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. . Dari beberapa pendapat tersebut dapat diambil intisari pengertian aksiologi sebagai berikut. apabila digambarkan adalah sebagaimana bagan berikut: BEING EPISTEMOLOGI AKSIOLOGI Gambar 1: Bidang Kajian Filsafat Sumber: Noerhadi T. terutama dalam etika atau nilai-nilai moral. Pengertian Aksiologi Bidang-bidang kajian Filsafat. Pascasarjana Universitas Indonesia. Menurut kamus Bahasa Indonesia (1955: 19) aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan (Kattsoff: 1992).

yang akan melahirkan filsafat sosial politik. Teori tentang nilai yang dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik. Ilmu telah banyak mengubah wajah dunia seperti hal memberantas penyakit. kemiskinan. aksiologi terbagi tiga bagian. Berkaitan dengan hal tersebut matematika dipandang sebagai ilmu abstrak yang tidak .Menurut Bramel.maka makin baik pula perbuatanya. yang sangat banyak memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini. Manusia adalah makhluk yang berpikir artinya manusia selalu berpikir/memikirkan masalah secara rasional(pemikiran logis). yaitu : 1.senjata nuklir dan lain-lain. kelaparan. yaitu tindakan moral. Dan merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat berhutang kepada ilmu. Dengan kemajuan ilmu juga manusia bisa merasakan kemudahan lainnya seperti transportasi. tepat dan mudah. Moral Conduct. yaitu etika 2. pemukiman. Begitu juga matematika kita mempelajarinya secara abstrak tetapi dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ilmu pengetahuan. Sosio-political life. yaitu ekspresi keindahan. Jadi. Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Bagaimana batas wewenang penelitian keilmuwan dan kemana perkembangan ilmu harus diarahkan.Sikap seorang ilmuwan didasarkan pada etika dan agama berarti tanggungjawab terhadap Tuhan. terlihat dengan jelas bahwa permasalahan utama mengenai nilai. yaitu kehidupan sosial politik. rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud. Menurut John Sinclair. jika ditinjau dari aspek aksiologi. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya. Bidang ini melahirkan keindahan 3. tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan. bidang ini melahirkan disiplin khusus. maka lebih tepat kalau dikatakan bahwa objek formal etika adalah norma-norma kesusilaan manusia. matematika seperti ilmu-ilmu yang lain.Dengan kemajuan ilmu dan teknologi maka pemenuhan kebutuhan dapat diperoleh secara cepat. karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Dari definisi-definisi aksiologi di atas. Estetic Expression. B. pendidikan. komunikasi dan lain sebagainya. social dan agama. Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia.harus ditampakkan interaksi ilmu dan moral. dan dapat dikatakan pula bahwa etika mempelajari tingkah laku manusia ditinjau dari segi baik dan tidak baik di dalam suatu kondisi yang normative. Simgkatnya ilmu merupakan sarana untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. tetapi ada juga yang menimbulkan bencana bagi manusia seperti perang. Etika menilai perbuatan manusia. Dimulai dengan pertanyaan dasar untuk apa penggunaan pengetahuan ilmiah?Apakah manusia makin cerdas dan makin pandai dalam mencapai kebenaran ilmiah. dan estetika yang membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. Dari ilmu yang abstrak berubah menjadi teknologi untuk memecahkan masalah praktis dan moral. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan.masyarakat dan diri sendiri. Aksiologi Matematika Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek kebenaran. yaitu suatu kondisi yang melibatkan norma-norma. dan berbagaai wajah kehidupan yang sulit lainnya.

tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis. "Untuk apa belajar Matematika?" Pertanyaan tersebut lumayan sering muncul ketika beberapa orang dianjurkan dengan paksa ataupun tidak paksa untuk belajar Matematika. aljabar dll sehingga tentu saja banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan. Kehidupan manusia pun menjadi lebih dinamis dan berwarna. Dengan ilmu pengetahuan. misalnya: 1. yaitu untuk hitung-menghitung. 4. Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan. Tidak tahu apakah pertanyaan itu muncul sebagai wujud nyata dari ke-kritis-an seseorang atau justru muncul sebagai refleksi atas ke-apatis-an seseorang terhadap Matematika? Pertanyaan tersebut lumayan sering kita dengar sejak dulu. 2. Itulah beberapa manfaat belajar Matematika. Aritmatika hampir digunakan setiap hari. manusia: >> menjadi tahu sesuatu dari yang sebelumnya tidak tahu. manusia senantiasa: >> mencari tahu dan menelaah bagaimana cara hidup yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu saja masih banyak yang tidak menerima. Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk. Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis. tetapi sepertinya kita tidak pernah mengajukan pertanyaan tersebut mungkin karena kepasrahan dan kekurangkritisan kita. Manusia pun menjadi lebih aktif mengfungsikan akal untuk senantiasa mengembangkan ilmu yang diperoleh dan yang dipelajarinya. kecuali kalau kita menjawabnya dengan prinsip "pokoknya ". 5. Namun .sehingga hasil pemikiran seorang matematikawan bisa bermanfaat bagi umum.bebas nilai dan moral. misalnya "Untuk apa anak STM belajar tentang diferensial dan integral?". Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin. Selain itu berkat ilmu pengetahuan. pertanyaan tersebut diungkapkan mulai dari anak kecil (SD) sampai mahasiswa. Ilmu Matematika diantaranya meliputi aritmatika. >> menemukan sesuatu untuk menjawab setiap keingintahuannya. Manfaat Ilmu Pengetahuan Manfaat ilmu pengetahuan bagi manusia tidak terhitung jumlahnya. geometri. >> dapat melakukan banyak hal di berbagai aspek kehidupan. dari waktu ke waktu ilmu telah mengubah manusia dan peradabannya. 3. Menurut pengalaman pribadi ditambah penuturan beberapa teman. Sejak Nabi Adam hingga sekarang. >> menjalani kehidupan dengan nyaman dan aman. Pertanyaan tersebut kelihatannya cukup sepélé tapi lumayan sulit untuk dijawab. "Untuk apa susah-susah belajar Matematika?". 2. Jadi sekali lagi.Tidak dapat menerima sesuatu dengan asal-asalan tetapi harus dipikir secara mendalam dan teliti 1. >> menggunakan penemuan-penemuan untuk membantu dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

peta. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau memgkomunikasikan gagasan melalui pembicaraan lisan. terdapat sisi buruk dari imu yaitu sejak dalam tahap pertama pertumbuhannnya ilmu sudah dikaitkan dengan tujuan perang. 2. membuat prediksi dan dugaan. rasa ingin tahu. Misal. catatan. lmu dan Moral dalam Perkembangan IPTEK Ilmu tidak saja menjelaskan gejala-gejala alam untuk pengertian dan pemahaman. perbedaan. Karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Namun. Dalam tahap manipulasi inilah maka masalah moral muncul kembali namun dalam kaitan dengan factor lain. Mendapatkan otonomi yang terbebas dari segenap nilai yang bersifat dogmatik maka dengan leluasa ilmu dapat mengembangkan dirinya. dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. ilmu mengembangkan teknologi untuk mencegah banjir. Berkat kedua hal tersebut. grafik. dalam menjelaskan gagasan. Kalau dalam tahap kontemplasi masalah moral bersangkutan dengan metafisika keilmuan maka dalam tahap manipulasi ini berkaitan dengan masalah cara penggunaan pengetahuan ilmiah atau secara filsafat dapat dikatakan. Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia. eksplorasi.hal tersebut bisa kita jawab kembali dengan memperhatikan tujuan mempelajari matematika dibawah ini. Namun lebih jauh lagi bertujuan memanipulasi factor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yang terjadi. C. konsisten dan inkonistensi. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. Peradaban manusia bergerak seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi. >> Ilmu matematikan juga digunakan dalam bidang komputer. menunjukan kesamaan. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah 4. >> Membantu manusia berpikir secara matematis dan logis. Tujuan mempelajari matematika adalah : 1. Bertrand Russell menyebut perkembangan ini sebagi peralihan ilmu dari tahap kontemplasi ke manipulasi. serta mencoba-coba 3. Ilmu bukan saja digunakan untuk menguasai alam melainkan juga untuk memerangi sesama manusia dan menguasai mereka. Konsep ilmiah yang bersifat abstrak menjelma dalam bentuk konkret yang berupa teknologi. Dan merupakan kenyataan yang tidak bisa dipungkiri bahwa . >> Membantu manusia dalam berdagang dan bidang perekonomian. Ilmu tidak saja bertujuan untuk menjelaskan gejala-gejala alam untuk tujuan pengertian dan pemahaman tetapi bertujuan untuk memanipulasi faktor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yang terjadi. manusia dapat menentukan kuantitas. Sebagai tambahan nilai matematika juga dapat kita lihat dalam: >> Digunakan dalam bidang sains dan teknik. Melatih cara berfikir dan benalar dalam menarik kesimpulan. >> Dengan bilangan. pemenuhan kebutuhan manusia menjadi lebih mudah dan cepat. orisinil. eksperimen. >> Untuk penelitian masalah tingkah laku manusia. intuisi. dalam tahap pengmbangan konsep terdapat masalah moral yang di tinjau dari segi ontology keilmuan sedangkan dalam tahap pengembangan konsep terdapat masalah moral ditinjau dari segi aksiologi keilmuan.

maka yang terjadi adalah bencana dan malapetaka. Dalam tahap ini ilmu tidak hanya menjelaskan gejala alam untuk tujuan pengertian dan pemahaman. Secara ontologis dalam pemilihan wujud yang akan dijadikan objek penelaahannya (objek ontologis / objek formal) ilmu dibimbing oleh kaidah moral yang berazaskan tidak mengubah kodrat manusia. Ternyata keterkaitan ilmu dengan sistem nilai khususnya moral tidak cukup bila hanya dibahas dari tinjauan aksilogi semata. D.. namun kemudian digunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif yang menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri. 16) mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut. tetapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. Misalnya pembuatan bom yang pada awalnya memudahkan untuk kerja manusia. d. dan Jujun Suriasumantri (Jujun S. martabat manusia. Disinilah ilmu harus diletakkan secara proporsional dan memihak kepada nilai-nilai. dan keseimbangan / kelestarian alam. Kaitan ilmu dan moral telah lama menjadi bahan pembahasan para pemikir antara lain Merton. seperti bom yang terjadi di Bali. kebaikan. tidak merendahkan martabat manusia. Setiap ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang kemudian akan diterapkan pada masyarakat. e. Popper. maupun penggunaan ilmu dalam lingkup perjalanan sejarah kemanusiaan. Menafsirkan hakikat ilmu dan moral sebaiknya memperhitungkan faktor sejarah. Pandangan Jujun S. Tinjauan ontologis dan epistemologi diperlukan juga karena azas moral juga mewarnai perilaku ilmuwan dalam pemilihan objek telaah ilmu maupun dalam menemukan kebenaran ilmiah. Secara aksiologis ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia dengan jalan meningkatkan taraf hidupnya dan dengan memperhatikan kodrat manusia. Hubungan antara ilmu dengan moral oleh Jujun S. Tanggung Jawab Sosial Ilmuan Etika keilmuan merupakan etika normatik yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang dapat dipertanggungjawabkan . Atau secara filsafati dalam tahap penerapan konsep terdapat masalah moral ditinjau dari segi aksiologi keilmuan. dan aksiologi. tanpa kepentingan langsung tertentu dan berdasarkan kekuatan argumentasi an sich. dan tidak mencampuri masalah kehidupan. (1996 : 15 &ndash. Russel. Singkatnya ilmu merupakan sarana untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. namun lebih jaun lagi memanipulasi faktor-faktor yang terkait dalam gejala tersebut untuk mengontrol dan mengarahkan proses yang terjadi. epistemologi. upaya ilmiah tercermin dalam metoda keilmuan yang berporoskan proses logiko-hipotetiko-verifikatif dengan kaidah moral yang berazaskan menemukan kebenaran. yang dilakukan dengan penuh kejujuran. a. Untuk mendapatkan pengertian yang benar mengenai kaitan antara ilmu dan moral maka pembahasan masalah ini harus didekati dari segi-segi yang lebih terperinci yaitu segi ontologi.peradapan manusia sangat berhutang kepada ilmu. Secara epistemologis. Upaya ilmiah ini dilakukan dengan penggunaan dan pemanfaatan pengetahuan ilmiah secara komunal universal. Teknologi dapat diartikan sebagai penerapan konsep ilmiah dalam memecahkan masalah-masalah praktis baik yang berupa perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Kalau dalam tahap kotemplasi masalah moral berkaitan dengan metafisiska maka dalam tahap manipulasi ini masalah moral berkaitan dengan cara penggunaan pengetahuan ilmiah. Disinilah masalah moral muncul kembali namun dalam kaitannya dengan faktor lain. Slamet Iman Santoso. 1996 : 2). Wilardjo. b. Teknologi tidak hanya menjadi berkah dan penyelamat bagi manusia. baik sejarah perkembangan ilmu itu sendiri. c. dikaji secara hati-hati dengan mempertimbangkan tiga dimensi filosofis ilmu.

yang dibuktikan dengan adanya perang dunia yang mempergunakan teknologi keilmuwan. yaitu yang baik dan menghindarkan dari yang buruk kedalam perilaku keilmuannya. Di bidang etika tangguna jawab seorang ilmuan adalah bersifat objektif. sedangkan dalam penggunannya harus berlandaskan nilai-nilai moral. Teknologi dalam penerapannya dapat menjadi berkah dan penyelamat bagi manusia. Dengan kemampuan pengetahuannya seorang ilmuwan harus dapat mempengaruhi opini masyarakat terhadap masalah-masalah yang seyogyanya mereka sadari. 2. Bagi seorang ilmuan nilai dan norma moral yang dimilikinya akan menjadi penentu. Ilmuwan mempunyai kewajiban sosial untuk menyampaikan kepada masyarakat dalam bahasa yang mudah dicerna. seperti pada waktu era Galileo. yakni: * Ilmu secara faktual telah dipergunakan secara deskrutif oleh manusia. Etika normative menetapkan kaidah-kaidah yang mendasari pemberian penilaian terhadap perbuataan-perbuatan apa yang seharusnya dikerjakan dan apa yang seharusnya terjadi serta menetapkan apa yang bertentangan apa yang seharusnya terjadi. yaitu : 1. dia harus berbicara dengan bahasa yang dapat dicerna oleh orang awam. Fungsi ilmuwan tidak berhenti pada penelaah dan keilmuwan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab agar produk keilmuwannya sampai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Dalam hal ini ilmuwan hanyalah menemukan pengetahuan dan terserah kepada orang lain untuk mempergunakannya. Ilmu menghasilkan teknologi yang akan diterapkan pada masyarakat. Dalam hal ini. Tujuan etika keilmuan adalah agar seorang ilmuan dapat menerapkan prinsip-prinsip moral. sehingga penyelesaian yang objektif dapat dimungkinkan. Tugas seorang ilmuan harus menjelaskan hasil penelitiannya sejernih mungkin atas dasar rasionalitas dan metidologis yang tepat agar dapat dipergunakan oleh masyarakat. baik dan buruknya. Golongan yang berpendapat bahwa ilmu harus bersifat netral terhadap nilai-nilai baik itu secara ontologis maupun aksiologi. Golongan yang berpendapat bahwa netralisasi ilmu hanyalah terbatas pada metafisika keilmuwan. . menerima kritik. Golongan ini mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal. * Ilmu telah berkembang dengan pesat dan makin esoteric hingga kaum ilmuwan lebih mengetahui tentang ekses-ekses yang mungkin terjadi bila terjadi penyalahgunaan * Ilmu telah berkembang sedemikian rupa dimana terdapat kemungkinan bahwa ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaan yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan teknik pembuatan sosial. ilmuwan yang elitis dan esoteric. untung dan rugi. para ilmuwan terbagi ke dalam dua golongan pendapat. Disinilah pemanfataan pengetahuan dan teknologi diperhatikan sebaik-baiknya. Dihadapkan dengan masalah moral dan ekses ilmu dan teknologi yang bersifat merusak. Nilai dan norma yang harus berada pada etika keilmuan adalah nilai dan norma moral. apakah ia sudah menjadi ilmuan yang baik atau belum. Proses ilmu pengetahuan menjadi teknologi yang dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terlepas dari ilmuwan. sehingga ia dapat menjadi ilmuan yang mempertanggungjawabkan keilmuannya. kukuh dalam pendirian yang dianggap benar dan berani mengakui kasalahan. Seorang ilmuwan akan dihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingan masyarakat akan membawa pada persoalan etika keilmuwan serta masalah bebas nilai.secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu pengetahuan. tetapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. Tanggung jawab sosial seorang ilmuwan adalah memberikan perspektif yang benar. Golongan ini ingin melanjutkan tradisi kenetralan ilmu secara total. menerima pendapat orang lain. Untuk itu ilmuwan bukan saja mengandalkan pengetahuannya dan daya analisisnya namun juga integritas kepribadiannya. berbeda dengan menghadapi masyarakat. apakah akan digunakan untuk tujuan yang baik ataukah untuk tujuan yang buruk. terbuka.

Keempat. Kelebihan seorang ilmuwan dalam berpikir secara teratur dan cermat. nilai merupakan reaksi yang diberikan manusia sebagai pelaku dan keberadaannya tergantung dari pengalaman. seperti dengan menunjukkan contohnya . artinya pengertian nilai. Teori dan Penerapan Kattsoff (2004: 323) menyatakan bahwa pertanyaan mengenai hakekat nilai dapat dijawab dengan tiga macam cara yaitu: >> Subyektivitas yatu nilai sepenuhnya berhakekat subyektif. Inilah yang menyebabkan dia mempunyai tanggung jawab sosial. Nilai tidak dapat didefinisikan maksudnya nilai-nilai tidak dapat dipersamakan dengan pengertian-pengertian yang setara. suatu perbuatan penilaian. 2004: 325) mengatakan bahwa baik merupakan pengertian yang bersahaja. yang artinya berguna merupakan nilai. Untuk itulah tanggung jawab ilmuwan haruslah "dipupuk" dan berada pada tempat yang tepat. Kedua.Nilai-nilai tersebut merupakan esensi logis dan dapat diketahui melalui akal. >> Obyektivisme logis yaitu nilai merupakan kenyataan ditinjau dari segi ontologi. dan apa yang membikin mereka keliru. dan bagaimanakah cara mengetahui nilai dapat diterapkan? Nilai merupakan Kualitas Empiris yang Tidak Dapat Didefinisikan Kualitas merupakan sesuatu yang dapat disebutkan dari suatu obyek atau suatu segi dari barang sesuatu yang merupakan bagian dari barang tersebut dan dapat membantu melukiskannya. namun tidak terdapat dalam ruang dan waktu. seperti rasa nikmat atau kepentingan. yang artinya menanggapi sesuatu sebagai hal yang diinginkan atau sebagai hal yang menggambarkan nilai tertentu. E. namun tidak dapat diterangkan apakah baik itu. Pendefinisisan nilai juga didasarkan pada hal-hal lain. dan yang lebih penting lagi harga apa yang harus dibayar untuk kekeliruan itu. kekuasaan yang dapat dipakai untuk kemasalahatan manusia atau sebaliknya dapat pula disalah gunakan. Situasi nilai meliputi empat hal yaitu pertama. segi semantis yang merupakan suatu obyek yang diberi nilai. Pengetahuan merupakan kekuasaan. Disinilah kelebihan seorang ilmuwan dibandingkan dengan cara berpikir orang awam. Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penelitian atau penemuannya dipergunakan untuk menindas bangsa lain meskipun yang mempergunakan bangsanya sendiri. benar atau indah mempunyai nilai yang artinya merupakan obyek keinginan. Nilai mempunyai bermacam makna seperti: mengandung nilai. Seorang ilmuwan tidak menolak dan menerima sesuatu secara begitu saja tanpa pemikiran yang cermat.Seorang ilmuwan pada hakikatnya adalah manusia yang biasa berpikir dengan teratur dan teliti. Moore menyebutnya sesat-pikir naturalistis. Adapun kualitas empiris didefinisikan sebagai kualitas yang diketahui atau dapat diketahui melalui pengalaman. segi pragmatis yang merupakan suatu subyek yang memberi nilai. nilai ditambah perbuatan penilaian. mempunyai kualitas yang dapat menyebabkan orang mengambil sikap menyetujui atau mempunyai sifat nilai tertentu memberi nilai. Sebagai contoh pengertian baik. Dia mesti berbicara kepada masyarakat sekiranya ia mengetahui bahwa berpikir mereka keliru. Nilai dapat didefinisikan dengan cara-cara lain. seperti: apakah yang dinamakan nilai itu? apakah yang menyebabkan bahwa suatu obyek atau perbuatan bernilai. Ketiga. tanggung jawab akademis dan tanggung jawab moral. Moore (dalam Kattsoff. Sejarah telah mencatat para ilmuwan bangkti dan bersikap terhadap politik pemerintahnya yang menurut anggapan mereka melanggar asas-asas kemanusiaan. yang artinya baik. >> Obyektivisme metafisik yaitu nilai merupakan unsur obyektif yang menyusun kenyataan. Ditinjau dari sudut pandang ini. Makna yang dikandung nilai tersebut menimbulkan tiga masalah yang bersifat umum.

F. Perry juga berpendapat bahwa setiap obyek yang ada dalam kenyataan maupun pikiran. tetapi tidak dapat sebaliknya. Kemungkinan ketiga berarti bahwa apabila seseorang mengatakan x bernilai maka dalam arti yang sama dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut mempunyai kepentingan terhadap x. namun ada dalam kenyataan. Kenyataan bahwa nilai tidak dapat didefinisikan tidak berarti nilai tidak bisa dipahami. misalkan sikap tersebut ditimbulkan oleh suatu kualitas nilai tetapi bukan merupakan bagian dari hakekatnya. sikap atau kecenderungan untuk setuju atau menentang. Pemberian nilai juga menyangkut tindakan akal untuk menghubungkan sarana dan tujuan. yang pada dasarnya mencerminkan pertarungan antara ilmu yang ingin terbebas dari nila-nilai diluar bidang . 2004: 329) disebut kepentingan. Ilmu. Yang sungguh-sungguh ada yaitu apa yang ada kini dengan yang mungkin ada (apa yang akan ada). Apabila seseorang mempertimbangkan tanggapan-tanggapan penilaian yang lain yang dibuatnya mengenai barang sesuatu atau tindakan maka pasti akan dijumpai semacam keadaan. Masalah nilai berpusat pada perbuatan memberi nilai. Dalam Theory of Valuation. Dewey mengatakan bahwa pemberian nilai menyangkut perasaan dan keinginan. Nilai bukanlah suatu kata benda atau kata sifat. setiap perbuatan yang dilakukan maupun yang dipikirkan. perangkat. nilai tidak bereksistensi. Berhubung dengan itu. pemberian nilai berkaitan dengan bahan-bahan faktual yang tersedia dan berdasarkan bahan-bahan tersebut. Kemungkinan pertama sudah jelas. Apabila nilai merupakan ciri intrnsik semua hal yang bereksistensi maka dunia ini merupakan dunia yang baik. dapat memperoleh nilai jika berhubungan dengan subyek-subyek yang mempunyai kepentingan. dapat dikatakan bahwa tidaklah terdapat perbedaan antara apa yang ada (eksistensi) dengan apa yang seharusnya ada. maka obyek dan perbuatan tersebut dapat didefinisikan berdasarkan atas nilai-nilai. Sikap setuju atau menentang oleh Perry (dalam Kattsoff. 2004: 337) mengenai forma-forma. Kemungkinan kedua berarti bahwa.sehingga dapat diketahui secara langsung. Jika nilai merupakan suatu kualitas obyek atau perbuatan tertentu. nilai dan keadaan bebas nilai Pada zaman dulu pengadilan inkuisisi Galileo selam kurang lebih 2'5 Abad mempengaruhi proses perkembangan berfikfir di Eropa. nilai-nilai tersebut haruslah merupakan esensi-esensi yang terkandung dalam barang sesuatu serta perbuatan-perbuatan. Nilai sebagai Esensi Apabila nilai sudah sejak semula terdapat di segenap kenyataan. 2004: 332) menyatakan bahwa nilai bukanlah sesuatu yang dicari untuk ditemukan. maka nilai apa yang akan ada merupakan kelanjutan belaka dari apa yang seharusnya ada. Dengan kata lain. Jika nilai bersifat intrinsik. Sesungguhnya nilai-nilai ada dalam kenyataan. Nilai sebagai Obyek Suatu Kepentingan Seringkali orang tidak sepakat mengenai suatu nilai walapun nilai tersebut sudah jelas. kerena di dalamnya tidak mungkin terdapat keadaan tanpa nilai. namun tidak bereksistensi. Nilai-nilai mendasari sesuatu dan bersifat tetap. Sebagai esensi. perbuatan-perbuatan dan obyek-obyek dapat dihubungkan dengan tujuan-tujuan yang terbayang. Dalam hal ini tersedia tiga kemungkinan pilihan yaitu: sikap setuju atau menentang tersebut sama sekali bersangkut paut dengan masalah nilai sikap tersebut bersangkutan dengan sesuatu yang tidak hakiki sikap tersebut merupakan sumber pertama serta ciri yang tetap dari segenap nilai. Teori Pragmatis Mengenai Nilai Dewey (dalam Kattsoff. Dapat disimpulkan bahwa pemberian nilai adalah ketentuan-ketentuan penggunaan berkaitan dengan kegiatan manusia melalui generalisasi-generalisasi ilmiah sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan. Pandangan ini erat hubungannya dengan pandangan Plato dan Aristoteles (Kattsoff. Dengan demikian maka masalah adanya keburukan di dunia terhapus karena memperoleh pengingkaran.

Kejadian ini sering terulang kembali dimana sebagian metafisik keilmuan dipergunakan dari ajaran moral yang terkandung dalam ideology tertentu bukan seperti yang dituntut hakikat keilmuan. .keilmuan dan ajaran-ajaran diluar bidang keilmuan yang ingin menjadikan nilai-nilai sebagai penafsiran metafisik keilmuan. Mendapatkan otonomi terbebas dari segenap nilai yang bersifat dogamatik ini. Setelah saat itu ilmu memperoleh otonomi dalam melakukan penelitiannya dalam rangka mempelajari alam sebagaimana adanya. Pengembangan konsepsional yang bersifat kontemplatif kemudian disusul dengan penerapan konsep-konsep ilmiah pada masalah-masalah praktis. maka para ilmuan mendapatkan kemenangan. Sehingga konsep ilmiah yang bersifat abstrak dapat berwujud konkrit yang berupa teknologi. Dalam kurun ini para ilmuan berjuang untuk menegakan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana adanya semboyan ilmu yang bebas nilai setelah pertarungan kuranglebih 250 tahun. Konflik seperti inipun terjadi terhadap ilmu-ilmu social dimana berbagai ideology mencoba mempengaruhi metafisik keilmuan. maka dengan leluasa ilmu dapat mengembangkan dirinya.

Agar hendaknya produk keilmuwan sampai dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. jika nilai merupakan esensi yang dapat ditangkap secara langsung. Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan nilai. Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma nilai Ilmu menghasilkan teknologi yang akan diterapkan pada masyarakat. Dalam arti tertentu. Disinilah pemanfaatan pengetahuan dan teknologi harus diperharikan sebaik-baiknya. Dalam filsafati penerapan teknologi meninjaunya dari segi aksiologi keilmuwan. tanggung jawab akademis dan tanggung jawab moral. . Aksiologi memberikan jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu di pergunakan.PENUTUP Kesimpulan Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelediki hakekat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. tetapi juga bisa menjadi bencana bagi manusia. maka sudah pasti hubungan antara nilai dengan eksistensi merupakan bahan yang sesuai benar bagi proses pemberian tanggapan dan memberikan sumbangan untuk memahami secara mendalam masalah-masalah yang berhubungan dengan nilai. Teknologi dalam penerapannya dapat menjadi berkah dan penyelamat bagi manusia. Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah nilai. Saran Tanggung jawab ilmuwan haruslah "dipupuk" dan berada pada tempat yang tepat.

com/2011/08/makalah-aksiologi.com/2008/04/24/aksiologi/ http://wikipediaindonesia/2011/10/filsafatilmu.com/2009/03/filsafat-matematika. 1998. 1995. Logika Materiil Filsafat Ilmu Pengetahuan.DAFTAR PUSTAKA Baktiar. Diktat Kuliah Filsafat Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Balai Pustaka. 1997. 2004. Burhanudin.blogspot. Salam. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan TIM.wordpress.html http://wwwmatematics. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer.blogspot. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jujun S.wordpress.html http://yudiarputra05. Noerhadi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Amsal. 1987. http://ikartiwa.com/2011/03/04/makalah-aksiologi/ http://ismalianibaru. Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta Susriasumantri. Jakarta: Pascasarjana Universitas Indonesia.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful