Kondisi Fisik dan Peranannya dalam Olahraga Prestasi Aspek kondisi fisik merupakan bagian terpenting dalam semua

cabang olahraga, terutama untuk mendukung aspek-aspek lainnya seperti teknik, taktik dan mental. Kondisi fisik sangat menentukan dalam mendukung tugas atlet dalam pertandingan sehingga dapat tampil secara maksimal. Harsono (1988:153) menjelaskan bahwa: Kondisi fisik atlet memegang peranan yang sangat penting dalam program latihannya. Program latihan kondisi fisik haruslah direncanakan secara baik dan sistematis dan ditujukan untuk meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fungsional dari sistem tubuh sehingga dengan demikian memungkinkan atlet untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Setiawan (1992:110) menjelaskan lebih lanjut bahwa, “Atlet yang memiliki tingkat kesegaran jasmani yang baik akan terhindar dari kemungkinan cedera yang biasanya terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat.” Apabila seseorang mempuyai kondisi fisik yang baik maka dia mampu melakukan tugas fisik tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan. Kondisi fisik sangat menunjang atlet dalam bertanding, sehingga dalam pertandingan atlet tidak mengalami kelelahan yang berarti dan akan terhindar dari cedera yang dapat mengganggu penampilannya, oleh karena itu peranan kondisi fisik sangatlah diperlukan dalam olahraga. Harsono (1988:153) mengemukakan sebagai berikut: Apabila kondisi baik maka: Akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. Akan ada peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan lain-lain komponen kondisi fisik. Akan ada ekonomi gerak yang lebih pada waktu latihan. Akan ada pemulihan yang cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan. Akan ada respons yang cepat dari organisme tubuh kita apabila sewaktu-waktu respons demikian diperlukan. Kalau faktor-faktor tersebut kurang tercapai setelah suatu masa latihan kondisi fisik tertentu, maka hal ini berarti bahwa perencanaan dan sistematika latihan kurang sempurna, karena sukses dalam olahraga sering menuntut keterampilan yang sempurna dalam situasi stress fisik yang tinggi, maka semakin jelas bahwa kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Bola basket merupakan olahraga yang dinamis dan menuntut kesiapan fisik yang prima dengan dukungan teknik, taktik dan mental yang memadai. Pergerakan pemain dalam pertandingan, baik dengan bola maupun tanpa bola sangat cepat dan dengan hilir mudik mencaricari celah daerah yang dapat diterobos untuk memasukkan bola ke ring lawan. Kondisi ini berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga begitu menguras energi dan menyebabkan kelelahan.

1. 2. 3. 4. 5.

sedangkan pada cabang lain mungkin hanya sebagian saja. karena biasanya berlangsung dalam waktu yang relatif lama dan intensitas yang tinggi. kecepatan. bahwa dengan kondisi fisik yang prima maka akan ada peningkatan dalam kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. Oleh karena itu dalam proses pelatihan suatu cabang olahraga perlu adanya penekanan pada aspek fisik tanpa mengenyampingkan kondisi-kondisi lainnya seperti teknik. .” Dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa kondisi fisik merupakan kondisi yang paling mendasar dalam upaya pemberdayaan aspek-aspek lainnya. Setiawan (1991:110) mengatakan. Atlet yang memiliki kualitas fisik yang baik maka kualitas gerak atau keterampilan motoriknya cenderung baik pula. maka semakin jelas bahwa kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Kondisi fisik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan atlet dalam cabang olahraga tertentu. “Kondisi fisik adalah salah satu persyaratan yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan prestasi seorang atlet bahkan dapat dikatakan sebagai keperluan yang tidak dapat ditunda-tunda atau ditawar-tawar lagi. stamina.” Selanjutnya Moeloek (1984:12) menyatakan bahwa. Peran komponen kondisi fisik terlihat sangat menonjol dalam olahraga bola basket dan pada level pertandingan tertentu olahraga bola basket berlangsung sangat dinamis. akan ada pemulihan yang cepat dalam organorgan tubuh setelah latihan. taktik dan mental para atlet.Sebagaimana penjelasan di atas.” Pertimbangan kondisi fisik itu harus dikembangkan didasarkan pada karakteristik cabang olahraga yang digelutinya. Jadi masalah peran komponen kondisi fisik ini bersifat relatif. tidak cepat merasa lelah. “Peningkatan yang diperoleh dari latihan fisik dapat dilihat antara lain berupa peningkatan kemampuan gerak. karena bergantung pada karakteristik cabang olahraganya. Sajoto (1988:16) mengatakan. bahwa “Dalam hal lain kondisi fisik juga berperan untuk meningkatkan kebugaran jasmani agar seseorang mencapai hasil kerja yang lebih produktif. Hal ini dijelaskan Harsono (1988:153) sebagai berikut: “Sukses dalam olahraga sering menuntut keterampilan yang sempurna dalam situasi stress fisik yang tinggi. maka hal ini memperjelas bahwa kondisi fisik sangat berperan dalam olahraga bola basket terutama untuk dapat bermain bola basket dengan dinamis tanpa mengalami kelelahan yang berarti. akan ada ekonomi gerak yang lebih pada waktu latihan. sebab pada suatu cabang olahraga tertentu mungkin memerlukan komponen kondisi fisik secara keseluruhan. dan lain-lain komponen kondisi fisik.” Dengan demikian maka jelaslah bahwa latihan kondisi fisik merupakan bagian yang paling mendasar dalam usaha meningkatkan prestasi seorang atlet. akan ada peningkatan dalam kekuatan. kelentukan. peningkatan keterampilan (skill) dan sebagainya. Seorang atlet bola basket di level tersebut harus dapat menggunakan berbagai teknik permainan dengan dukungan fisik yang prima.

4) Daya tahan otot (muscular power). daya ledak otot. kecepatan dan daya tahan otot. dan 6) Endurance (daya tahan). termasuk olahraga bola basket. Kebugaran jasmani itu sendiri terdiri atas beberapa komponen seperti yang dijelaskan oleh Nurhasan (1991:34). Sumosardjuno (1989:8) menyatakan sebagai berikut: Kesegaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan mudah. khususnya olahraga bola basket. Dari beberapa pendapat tersebut dapat penulis kemukakan bahwa komponen-komponen kebugaran jasmani itu terdiri atas daya tahan umum. Kelentukan (fleksibilitas) Kita dapat melihat dan membedakan antara orang yang lentur dan yang tidak lentur. “Kebugaran jasmani ialah kecocokan keadaan fisik terhadap tugas yang harus dilaksanakan oleh fisik itu. pembina. 2) Power (daya).” Depdikbud (1984:55) menyatakan sebagai berikut: Beberapa komponen kebugaran jasmani adalah 1) Kekuatan otot dan daya tahan otot. kekuatan otot. 9) Keseimbangan. 6) Kecepatan. 3) Daya tahan cardiovascular-respiratory. 8) Koordinasi. dimana mereka dengan kesegaran jasmani yang kurang tidak dapat melakukannya. Seorang atlet memerlukan kebugaran jasmani yang tentunya berbeda sekali tingkatnya dengan seorang individu biasa. kelincahan. 3) Speed (kecepatan). Giriwijoyo (1992:15) menjelaskan. atau dengan perkataan lain: untuk dapat melaksanakan tugas fisik tertentu dengan hasil baik diperlukan syarat-syarat fisik tertentu sesuai dengan tugas fisik itu. 7) Kelincahan. keseimbangan. 4) Flexibility (kelentukan). dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan yang mendadak. 5) Kelentukan. 5) Agility (kelincahan). 10) Kecermatan/ketelitian. Kesegaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk menunaikan tugas-tugasnya dengan baik. kelentukan. kelentukan. Orang yang tidak memiliki kelenturan dia akan cenderung akan sedikit sulit dalam melakukan gerakan . kecepatan. Kualitas kondisi fisik menggambarkan kemampuan kerja dari komponen-komponen fisik yang lazim disebut dengan kebugaran jasmani. daya tahan otot. 2) Daya tahan terhadap penyakit. bahwa “Komponen kebugaran jasmani meliputi: 1) Strength (kekuatan).Aspek fisik sebagai dasar prestasi dalam olahraga seperti daya tahan kardio-respiratori. koordinasi dan akurasi adalah unsur-unsur yang dibutuhkan dalam sebagian besar cabang olahraga. Dengan demikian para pelatih. meskipun dalam kondisi yang sulit.” Hal ini berarti bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani tertentu harus dapat memenuhi kebutuhan untuk perkerjaannya. maupun atlet olahraga bola basket harus dapat mengetahui unsur-unsur fisik yang dibutuhkan oleh setiap cabang olahraga yang digelutinya. daya ledak otot. Jadi dalam memperhitungkan kebugaran jasmani itu harus sesuai dengan sumber daya orang yang bersangkutan dan tidak boleh dihubungkan dengan daya yang ada pada orang lain. tanpa merasa lelah yang berlebihan.

Tujuan utama pelatihan olahraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan atau prestasi olahraga sebaksimal mungkin. Tujuannya ialah untuk mendapatkan gerakan ototamatis. Pengertian Latihan Latihan adalah kegiatan sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. LATIHAN KEKUATAN DAN KELENTUKAN A. dan dilakukan secara berulang-ulang dengan beban latihan yang kian meningkat. Dan sebagai daya dukung untuk kondisi fisik kecepatan dan kelincahan. Sebaliknya orang memiliki kelenturan dia akan lebih mudah dalam melakukan gerakan dan lebih efesien.apalagi dengan gerakan yang kompleks dan dia akan terlihat kaku. (b) untuk mengembangkan fisik khusus yang ditentukan oleh kebutuhan olahraga tersebut. Latihan adalah proses kerja yang dilakukan secara sistematis. yang pada akhirnya memberikan rangsangan secara menyeluruh terhadap tubuh dan bertujuan untuk meningkatkan fisik dan mental secara bersama-sama. serta dievaluasi sesuai dengan alat yang benar. Dalam olahraga bola voli kelentukan sangat diperlukan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan pergerakan-pergerakan dalam permainan olahraga bola voli. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa latihan (training) merupakan proses kerja yang sistematis. Latihan yang sistematis adalah program latihan yang direncanakan secara matang. dan dilaksanakan sesuai jasdwal menurut pola yang telah ditetapkan. . karena pergerakan dalam bola voli ini begitu kompleks sehingga diperlukan kemampuan otot-otot dan persendian yang fleksibel yang nantinya gerakan bisa dilakukan lebih efesien. Menurut Harsono (1988: 323). Kelentukan sendiri dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan yang seluas-luasnya dalam ruang gerak sendi. Menurut Bompa (1990: 98) tujuan latihan yang harus dipahami adalah sebagai berikut: (a) untuk meningkatkan perkembangan fisik secara umum. dia juga memiliki otot-otot yang elastis. kontinyu di mana beban dan intensitas latihan makin hari makin bertambah. Pentingnya kelentukan itu sendiri untuk mencegah dari cederanya otot-otot dan pada bagian persendian. Harsono (1988 : 163) mengemukakan batasan dari fleksibilitasbahwa : “…orang yang fleksibel adalah orang yang mempunyai ruang gerak yamg luas dalam sendi-sendinya dan mempunyai otot-otot yang elastis”.

Kelentukan diperoleh dengan melakukan berbagai latihan peregangan. B. lemari. lompati 2 anak tangga sekaligus. Sebagai variasi. (d) meningkatkan dan menyempurnakan strategi. Prinsip-Prinsip Latihan Agar proses latihan dapat memberikan manfaat. (i) memperkaya pengetahuan teori dengan memperhatikan dasar fisiologis. (h) untuk mencegah cedera.(c) untuk menyempurnakan teknik olahraga dan koordinasi gerak. kelincahan. dan berbagai benda dapat digunakan sebagai alat bantu latihan. psikologis. kepercayaan diri. kecepatan dan keseimbangan. Untuk memahami prinsip-prinsip latihan. Kelentukan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan dalam sendi. Namun. ketekunan. misalnya tembok. Gunakan tangga sebanyak mungkin dan hindari lift maupun. berjalanlah sebanyak anda bisa. serta tali sendi di sekitarnya untuk bergerak dengan leluasa dan nyaman dalam ruang gerak maksimal yang diharapkan. Ilmu Jiwa (Psikologik). dan Ilmu Kependidikan (Pedagogik). Fleksibilitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari sebuah sendi dan otot. Fleksibilitas optimal memungkinkan sekelompok atau satu sendi untuk bergerak dengan efisien.elevator. Namun. jika anda belum mampu melakukan latihan lengkap. (f) menjamin dan mengamankan persiapan tim secara optimal. disiplin. (e) meningkatkan kepribadian seperti kemauan keras. Secara struktur prinsip ini tergambar seperti berikut. Kedua. maka harus disusun program sebagai pedoman pelaksanaan pelatihan. berikut ini berbagai cara kreatif untuk memacu anda melaksanakan latihan: Pertama. yang dapat dilakukan di manapun dan dalam posisi apapun. (g) mempertahankan kesehatan atlit. maka perlu dikaji berdasarkan pada kajian Ilmu Faal (Fisiologik). dan sebagainya. Melatih Kelentukan Tubuh – Kelentukan sangat penting dikembangkan mengingat kelentukan adalah salah satu komponen kebugaran jasmani selain daya tahan. Peregangan dapat dilakukan sambil berdiri maupun duduk..misalnya dengan . dan gizi. Banyak cara dapat Anda lakukan. kelentukan ditentukan juga oleh keelastisan otot-otot tendon dan ligamen. semangat. atau percepat langkah Anda. kursi. program latihan tersebut harus memenuhi prinsipprinsip latihan. Selain itu.

Ø Membantu mengembangkan kecepatan. dan hindari berbelanja secara drive-through. Contoh gerakan dinamls. I. c. antara lain: b. Ø Badan dibungkukkan. kemudian mencoba menyentuh ujung kaki dengan jari tangan. Peregangan kontraksi relaksasi . e.memarkir kendaraan agak jauh dari tujuan. jangan lakukan sekaligus sehingga anda perlu berjalan bolakbalik. Ø Mencoba untuk menyentuh tungkai d. Peregangan pasif Seseorang melakukan gerakan relaksasi terhadap kelompok otot tertentu.Manfaat Melakukan Latihan Kelentukan : Ø Membantu meraih suatu prestasi dalam bidang olahraga. Ø Duduk dengan tungkai lurus.Bentuk-Bentuk Latihan Kelentukan : a. kemudian mengangkat dada dan punggung setinggi-tingginya. Ø Mencegah kemungkinan terjadinya cedera pada otot dan sendi. Ø Menghemat pengeluaran tenaga saat melakukan gerakan. Jika anda memindahkan barang-barang. Contoh peregangan statis antara lain: Ø Sikap berdiri dengan tungkai lurus. Gerakan push up Ø Tubuh tertelungkup. II. Peregangan Dinamis Latihan peregangan dinamis dilakukan dengan cara menggerakkan anggota tubuh secara ritmis dengan gerakan-gerakan memutar atau memantul-mantulkan anggota tubuh sehingga otot-otot tubuh terasa teregangkan. Peregangan statis Peregangan statis dapat dilakukan dengan cara mengambil sikap sedemikian rupa sehingga meregangkan suatu kelompok otot tertentu. Kemudian dengan bantuan orang lain meregangkan otot tersebut secara perlahan sampai titik fleksibilitas maksimum. Ø Membantu memperbaiki sikap tubuh. koordinasi. dan kelincahan.

Percakapan Obrolan Berakhir .Pelaku melakukan kontraksi terhadap suatu tahanan yang diberikan oleh temannya pada sekelompok otot selama enam detik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful