Patofisiologi dan klinis abortus

Patofisiologi Perubahan patologi dimulai dari perdarahan pada desidua basalis yang menyebabkan nekrosis dari jaringan sekitarnya. Selanjutnya sebagian atau seluruh janin akan terlepas dari dinding rahim. Keadaan ini merupakan benda asing bagi rahim sehingga merangsang kontraksi rahim untuk terjadi ekspulsi. Bila ketuban pecah terlihat janin mengalami maserasi bercampur air ketuban. Seringkali fetus tak tampak dan ini disebut “blighted ovum

Klinis 1. Abortus iminens Ialah abortus tingkat permulaan, dimana terjadi perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil konsepsi masih dalam kandungan. 2. Abortus insipiens Ialah abortus yang sedang berlangsung dimana serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri. 3. Abortus inkomplit Ialah sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri, masih ada yang tertinggal. 4. Abortus komplet. Ialah keadaan dimana seluruh konsepsi telah keluar dari kavum uteri. 5. “Missed abortion” Ialah abortus dimana embrio atau janin telah meninggal dalam kandungan selama 8 minggu atau lebih. 6. Abortus habitualis Adalah keadaan terjadinya abortus spontan tiga kali berturut-turut atau lebih. 7. Abortus infeksiosa Abortus yang disertai dengan infeksi organ genitalia. 8. Abortus septik Abortus infeksiosa berat dengan penyebaran kuman atau toksin ke peritoneum dan peredaran darah.

Ibu hamil pun mesti memiliki pengetahuan mengenai tanda-tanda dan penyebab keguguran sehingga dapat melakukan antisipasi dan tindakan penyelamatan sebelum keguguran terjadi. seperti jus. . yaitu: 1. Berdoa pada Yang Maha Kuasa sudah seharusnya dilakukan untuk menjauhi kejadian yang tidak diinginkan ini. Tapi itu saja belum cukup. seperti tegangnya payudara disertai pusing dan tubuh terasa loyo.Hentikan semua aktivitas. Mengalami kontraksi berlebihan. atau minum susu. Jika tidak bisa (karena mual). Kuatkan keyakinan bahwa ibu dapat melalui kondisi ini dengan baik. GEJALA DINI Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan peringatan dini keguguran. . Jika semua ini tidak membuat kondisi ibu membaik. Saat pemeriksaan. . kepala pusing. Sebaiknya ibu tidak melewatkan satu gejala pun karena anamnesis (mencari keterangan dari pasien) sangat memengaruhi diagnosis.Lakukan relaksasi (atur napas dan tenangkan pikiran). GEJALA UMUM Ada juga gejala umum keguguran yang memerlukan penanganan medis segera. Berdoalah dan pikirkan hal-hal yang menyenangkan yang akan dilakukan dengan si jabang bayi saat ia lahir nanti.Makan makanan bergizi. 3. sempatkan diri untuk itu. Ibu hamil kehilangan tanda-tanda kehamilan. 2. Gejala-gejala tersebut adalah: * Tidak enak badan. . biskuit. Jika ibu mengalami gejala tadi. beberapa tindakan ini bisa membantu mengatasinya: . setelah itu bisa diteruskan dengan minum minuman segar lain. atau terasa limbung * Mimisan.Minum air putih. Jika Anda diminta datang kontrol. segera hubungi dokter. Akan baik bila ibu memiliki buku catatan kejadian dan pengalaman selama kehamilan. setidaknya dengan begitu ibu bisa lebih waspada. makanlah buah-buahan segar. Nyeri di bagian tengah perut yang bertambah parah dan berlanjut lebih dari sehari. merasa lemas atau tidak fit seperti hari-hari sebelumnya * Perut tidak nyaman. ceritakan apa yang terjadi. Cirinya perut mulas dan tegang yang teramat sangat.Keguguran (abortus) adalah “hantu” menakutkan bagi ibu yang memang mengharapkan kehamilannya.

ibu mengalami kontraksi. Maka itu waspadai bila ibu mengalami keluarnya bercak-bercak darah yang terus menerus. dan apakah membutuhkan prosedur D&C (Dilation dan Curetage). Sebaliknya jika lubang rahim sudah terbuka. Kemungkinan yang terjadi adalah abortus spontan. perdarahan. Bila memang sudah jadi. Namun waspadai juga keluarnya bercak-bercak darah yang berlanjut terus-menerus (selama lebih dari tiga hari). abortus spontan. perdarahan disertai nyeri di bagian tengah perut dan kadang-kadang disertai sakit pinggang serta terdapat bekuan darah. Tandatandanya. atau kedua-duanya. cacar air dan campak atau juga reaksiauto-immune dimana sel-sel kekebalan ibu menyerang janin. Penyebab abortus jenis ini adalah kelainan embrio. umpamanya. seperti letak plasenta yang tidak benar atau karena ibu hamil mengalami trauma. serta abortus lanjut. Tanda-tandanya sama dengan abortus spontan. dokter tidak bisa berbuat banyak. alkohol dan bahan kimia. Perdarahan yang cukup banyak. * Abortus lanjut Keluarnya hasil konsepsi yang disebabkan kelainan plasenta dan serviks atau ibu hamil terpapar bahan beracun seperti asap rokok. abortus yang mengancam. simpan gumpalan tersebut untuk diperlihatkan kepada dokter. Punya riwayat keguguran dan saat hamil sekarang mengalami perdarahan atau kejang. penyakit infeksi yang diderita ibu seperti gondong. apakah janin sudah keluar sebagian atau sudah lengkap. Bukti ini sangat membantu dalam penegakkan diagnosis. janin atau plasenta kekurangan hormon. 5. Perdarahan yang dialami ibu hamil. dan bisa disertai keluarnya cairan. Ibu mengeluarkan gumpalan berwarna merah muda atau keabuan-abuan dari vagina. Ini bisa diartikan keguguran telah dimulai. . apakah ibu hamil hanya mengalami ancaman keguguran atau memang sudah mengalami keguguran.4. abortus spontan bisa terjadi tanpa diketahui karena gejalanya mirip haid hanya lebih berat dan lebih terasa tegang. Dengan kata lain. Biasanya terjadi di kehamilan trimester pertama atau bahkan sebelum seorang wanita menyadari bahwa dirinya hamil. * Abortus spontan Yakni keluarnya janin dari dalam rahim sebelum dapat hidup mandiri. seperti saat menstruasi atau dalam satu jam bisa menghabiskan lebih dari dua pembalut. Janin bisa diselamatkan jika masih dalam kondisi baik dan ostium (lubang rahim) belum terbuka. Bila ibu hamil merasakan satu atau lebih gejala di atas. Abortus sendiri pun digolongkan menjadi tiga. TIGA JENIS ABORTUS Apakah ibu hamil yang mengalami gejala-gejala tadi pasti akan kehilangan calon bayinya? Belum tentu. bisa bukan merupakan tanda keguguran tapi hal lain. Jika ini terjadi di rumah. segeralah datang ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang semestinya. * Abortus mengancam Biasanya terjadi di antara kehamilan timester pertama dan kedua awal. 6.

Antibiotika profilaksis : Ampisilin i. sendok kuret. bila masih abortus imminens tirah baring di lanjutkan . . 3.Mobilisasi bertahap (duduk – berdiri – berjalan) dimulai apabila diyakini tidak ada perdarahan pervaginam 24 jam • Abortus tingkat selanjutnya .v sebelum tindakan kuretase. pemberian oksigenasi (O2 2 .Pantang senggama . sendok kuret. Penatalaksanaan Pada puskesmas non perawatan : • Abortus Imminens . dan kuret hisap . SIAPA YANG PALING BERISIKO KEGUGURAN? Risiko keguguran lebih banyak dialami ibu-ibu dengan kondisi: 1. Disebut keguguran dini jika terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan dan keguguran lambat jika terjadi setelah minggu ke-12.Setelah tirah baring 3 hari. Disebut keguguran penuh apabila jaringan janin dan plasenta keluar seluruhnya dari rahim pada saat keguguran.Seperti pada Puskesmas non perawatan • Abortus Insipiens .JENIS KEGUGURAN Istilah keguguran sendiri dibedakan berdasarkan waktu kejadiannya.9%. Pembagian lain adalah keguguran penuh dan tidak penuh. Ringer Asetat) 3. pemasangan cairan intravena kristaloid (Ringer Laktat / Ringer Asetat / NaCl 0. Dapat dilakukan dengan abortus tang. Oksigenisasi 2 – 4 liter/menit 2.4 liter per menit). Transfusi bila Hb kurang dari 8 g/dl .Perlu segera dilakukan pengeluaran hasil konsepsi dan pengosongan kavum uteri. Disebut keguguran tidak penuh jika sebagian jaringan fetus tertinggal dalam rahim.Uterotonika : Oksitosin 10 IU i. Dapat dilakukan dengan abortus tang.Segera atasi kegawatdaruratan : 1. Punya keluarga dengan riwayat keguguran. Pernah mengalami keguguran lebih dari 3 kali.v kristaloid (NaCl 0. Ketika mengandung berusia lebih dari 33 tahun atau suami berusia lebih dari 53 tahun.Bila mungkin lakukan stabilisasi keadaan umum dengan pembebasan jalan nafas. 4.9 %) sesuai pedoman resusitasi.m • Abortus Inkompletus Perlu segera dilakukan pengosongan kavum uteri. Pernah melahirkan bayi meninggal atau bayi cacat.Tirah baring sedikitnya 2 – 3 hari (sebaiknya rawat inap) . dan kuret hisap . evaluasi ulang diagnosis. Ringer Laktat.Pasien dirujuk setelah tanda vital dalam batas normal ke Puskesmas Perawatan atau RS Pada puskesmas perawatan • Abortus Imminens . . 2. Pemberian cairan i.

sebaiknya dilakukan laparatomi percobaan dengan segera. Luka pada serviks uteri. kenaikan suhu. Melakukan kerokan harus diingat bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya perforasi dinding uterus. segera rujuk di rumah sakit yang mampu untuk transfusi trombosit / Buffy-Coat dan komponen darah lainnya. waktu perdarahan. .Apabila tanpa komplikasi. nadi. penderita harus diawasi dengan seksama dengan mengamati keadaan umum. Perforasi Dalam . . Dilaksanakan setelah dipastikan tidak terdapat gangguan faal hemostasis Komplikasi Abortus 11JUN Komplikasi Abortus Akibat Dilakukannya Tindakan Abortus Provokatus / Kriminalis Komplikasi Medis yang Dapat Timbul Pada Ibu: 1. hematokrit. • Missed Abortion . Oleh sebab itu letak uterus harus ditetapkan lebih dahulu dengan seksama pada awal tindakan. Jika keadaan meragukan atau ada tanda-tanda bahaya. penatalaksanaan disesuaikan .Apabila dijumpai komplikasi. Pada kerokan kuret dimasukkan dengan hatihati.Bila terjadi gangguan faal hemostasis dan hipofibrinogenemia. dan pada dilatasi serviks jangan digunakan tekanan berlebihan. Bahaya perforasi ialah perdarahan dan peritonitis. tekanan darah. yang dapat menjurus ke rongga peritoneum. Apabila terjadi perforasi atau diduga terjadi peristiwa itu. ke ligamentum latum. turunnya hemoglobin. . leukosit. 2. waktu pembekuan).Evaluasi hematologi rutin (hemoglobin. atau ke kandung kencing. akan tetapi penarikan kuret ke luar dapat dilakukan dengan tekanan yang lebih besar.Evaluasi adakah komplikasi abortus (anemia dan infeksi) . trombosit) dan uji hemostasis (fibrinogen.• Abortus Kompletus . dan keadaan perut bawah. tidak perlu penatalaksanaan khusus.Hasil konsepsi perlu dievakuasi dari kavum uteri.

Infeksi. sehingga menyebabkan kematian. Oleh sebab itu. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita. 3. Infeksi kandungan yang terjadi dapat menyebar ke seluruh peredaran darah. atau hipofibrinogenemia. Akibat jangka panjang ialah kemungkinan timbulnya incompetent cerviks. Bahaya lain yang ditimbulkan abortus kriminalis antara lain infeksi pada saluran telur. Kerokan pada kehamilan agak tua atau pada mola hidatidosa ada bahaya perdarahan. Lain-lain Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejalagejala konvulsi. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulakan pada pemberian prostaglandin antara lain panas. Sebaiknya kerokan dihentikan pada suatu tempat apabila pada suatu tempat tersebut dirasakan bahwa jaringan tidak begitu lembut lagi. 4. Kalaupun bisa hidup. Komplikasi yang Dapat Timbul Pada Janin: Sesuai dengan tujuan dari abortus itu sendiri yaitu ingin mengakhiri kehamilan. Perdarahan. Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya. Melakukan kerokan secara sempurna memerlukan pengalaman. muntah dan diare. Apabila terjadi luka pada ostium uteri internum. RESIKO ABORSI Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. penghentian pernapasan. penghentian kerja jantung.Apabila jaringan serviks kerasdan dilatasi dipaksakan maka dapat timbul sobekan pada serviks uteri yang perlu dijahit. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik 2. 5. itu berarti tindakan abortus gagal dilakukan dan janin kemungkinan besar mengalami cacat fisik. tetapi jaringan miometrium jangan sampai terkerok. terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1. maka nasib janin pada kasus abortus provokatus kriminalis sebagian besar meninggal. Apabila syarat asepsis dan antisepsis tidak diindahkan. Akibatnya. Sisa-sisa hasil konsepsi harus dikeluarkan. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. maka akibat yang segera timbul ialah perdarahan yang memerlukan pemasangan tampon pada serviks dan vagina. jika perlu hendaknya diselenggarakan transfusi darah dan sesudah kerokan selesai dimasukkan tampon kasa ke dalam uterus dan vagina. maka bahaya infeksi sangat besar. karena hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perlekatan dinding kavum uteri di beberapa tempat. 6. enek. Resiko gangguan psikologis . Pelekatan pada kavum uteri. sangat mungkin tidak bisa terjadi kehamilan lagi.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Ingin melakukan bunuh diri (28%) 5.Resiko kesehatan dan keselamatan fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita. Phd yaitu: Kematian mendadak karena pendarahan hebat Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan Rahim yang sobek (Uterine Perforation) Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) Kanker indung telur (Ovarian Cancer) Kanker leher rahim (Cervical Cancer) Kanker hati (Liver Cancer) Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease) Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Resiko kesehatan mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%) 4. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: 1. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 6. seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Berteriak-teriak histeris (51%) 3. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%) . Kehilangan harga diri (82%) 2.

infeksi dan kerusakan organ. Namun bukan berarti prosedur di atas aman untuk bayi dan ibu hamil. Namun tidak semua orang tahu tentang risiko yang bisa dialami jika melakukan aborsi. yaitu: 1. Jika leher rahim robek atau terbuka lebar akan menimbukan pendarahan yang dapat berbahaya bagi keselamatan ibu. muntah dan diare. . 2. Seperti dikutip dari Pregnancycenter. 4. Setelah leher rahim terbuka. Bahkan bagi beberapa perempuan hal ini dapat mempengaruhi fisik. biasanya untuk usia 6-14 minggu. Karena bayi sudah lebih besar.Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Pelebaran dan evakuasi Prosedur aborsi ini dilakukan saat memasuki usia trimester kedua kehamilan. mual. seperti kram perut. dokter akan memasukan tabung plastik keras ke dalam rahim yang dihubungan dengan mesin penghisap. Apa saja bahaya dari aborsi? Aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Namun obat ini biasanya tidak dapat bekerja pada kasus kehamilan ektopik. Akibatnya banyak praktik aborsi yang dilakukan meski itu terbilang ilegal. Prosedur ini menggunakan tabung tipis dan panjang yang dimasukkan ke dalam rahim. setelah terbuka maka dokter akan mengeluarkan janin dengan menggunakan forsep (tang). Ada juga risiko komplikasi seperti pendarahan. 3. Senin (29/3/2010) aborsi bisa dilakukan dengan beberapa prosedur. Dalam proses ini leher rahim akan dibuka lebih lebar. Obat yang diberikan akan menyebabkan kematian embrio dan mengeluarkannya dari dalam rahim. Metode kuret Prosedur ini adalah yang paling umum. Terkadang dibutuhkan pembedahan untuk menghentikan pendarahan tersebut. Illustrasi Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang kerap menimbulkan beban mental tersendiri. Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi baik oleh bedah atau pil jika dilakukan secara sembarangan. Sementara komplikasi yang serius bisa timbul adalah: Pendarahan hebat. Tengkorak dari janin akan dilumatkan terlebih dahulu untuk mempermudah proses. maka dokter harus melakukan peregangan pada leher rahim dengan menggunakan batang besi. emosional dan spiritualnya. Aborsi dengan menggunakan pil Prosedur ini biasanya dilakukan saat usia kehamilan 4-7 minggu. setelahnya dokter akan menggunakan pisau berbentuk lingkaran yang disebut dengan kuret untuk membersihkan sisa janin yang masih tertinggal di rahim. Jika dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Manual vakum Bedah aborsi ini dilakukan di awal kehamilan hingga usia 7 minggu setelah periode menstruasi terakhir. Jarum suntik yang melekat pada tabung akan menyedot embrio keluar. Maka janin akan terisap keluar dari rahim.

Infeksi. atau ke kandung kencing. tapi kematian bisa terjadi jika aborsi menyebabkan perdarahan yang berlebihan. otak. pernapasan atau usus. Biasanya terjadi jika aborsi menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian. nadi. Kematian. Akibat jangka panjang ialah kemungkinan timbulnya incompetent cerviks. . Sepsis. Sedangkan efek aborsi terhadap faktor emosional adalah menimbulkan kelainan pola makan. Melakukan kerokan harus diingat bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya perforasi dinding uterus. Luka pada serviks uteri. Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang menimbulkan beban mental tersendiri. Aborsi tidak sempurna. Adanya bagian dari janin yang tersisa di dalam rahim sehingga dapat menimbulkan perdarahan atau infeksi. penderita harus diawasi dengan seksama dengan mengamati keadaan umum. tekanan darah. Apabila terjadi luka pada ostium uteri internum. dan pada dilatasi serviks jangan digunakan tekanan berlebihan. Selain itu ada juga risiko lain jika melakukan lebih dari satu kali aborsi yaitu meningkatkan risiko melahirkan prematur nantinya serta komplikasi lain akibat prematur seperti masalah pada mata. Bahaya perforasi ialah perdarahan dan peritonitis. turunnya hemoglobin. sebaiknya dilakukan laparatomi percobaan dengan segera. Perforasi Dalam . yang dapat menjurus ke rongga peritoneum. Bicaralah dengan seseorang yang bisa dipercaya serta adanya dukungan dari orang-orang disekitar akan membantu seseorang menjalani kehamilan yang tidak diinginkannya itu. Namun jika dilakukan aborsi ada kemungkinan jaringan ini mengembangkan kanker payudara. Pada kerokan kuret dimasukkan dengan hatihati. kerusakan organ serta reaksi dari anestesi yang dapat menybabkan kematian. robek atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan. Infeksi dapat disebabkan oleh alat medis tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau sisa janin yang tidak dibersihkan dengan benar. Kerusakan ini terjadi akibat leher rahim yang terpotong. Akibat Dilakukannya Tindakan Abortus Provokatus / Kriminalis Komplikasi Medis yang Dapat Timbul Pada Ibu: 1. timbul rasa bersalah yang dapat memicu stres atau depresi serta kemungkinan disfungsi seksual. dan keadaan perut bawah. maka akibat yang segera timbul ialah perdarahan yang memerlukan pemasangan tampon pada serviks dan vagina. ke ligamentum latum. yaitu saat seseorang mulai hamil maka dengan sendirinya jaringan yang berhubungan dengan air susu juga akan berkembang. Para ahli medis kini sedang meneliti hubungan antara aborsi dengan kanker payudara. maka ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat seperti usus atau kandung kemih. Apabila terjadi perforasi atau diduga terjadi peristiwa itu. infeksi. Jika keadaan meragukan atau ada tanda-tanda bahaya. Kerusakan organ lain. Apabila jaringan serviks kerasdan dilatasi dipaksakan maka dapat timbul sobekan pada serviks uteri yang perlu dijahit. akan tetapi penarikan kuret ke luar dapat dilakukan dengan tekanan yang lebih besar. Saat alat dimasukkan ke dalam rahim. 2. kenaikan suhu. Kerusakan leher rahim. Meskipun komplikasi ini jarang terjadi. tapi memilih untuk melanjutkan kehamilan dan menjadi orangtua adalah satu-satunya pilihan yang terbaik. Oleh sebab itu letak uterus harus ditetapkan lebih dahulu dengan seksama pada awal tindakan.

Akibatnya. Sebanyak 60% mendapat pertolongan yang aman dan 40% mendapat pertolongan tidak aman. Kerokan pada kehamilan agak tua atau pada mola hidatidosa ada bahaya perdarahan. penghentian pernapasan. Infeksi. abortus dan penanganannya 21MAY Latar Belakang Abortus merupakan masalah kesehatan yang terjadi pada ibu hamil juga pada janin di dalam kandungan dimana usia kehamilan kurang dari 22 minggu atau berat badan janin 1000 gr dan abortus ini bisa terjadi karena kondisi ibu yang lemah. yaitu dimana janin yang ada didalam kandung ibu sudah keluar sebagian dan sebagian lagi tinggal di dalam rahim. Bahaya lain yang ditimbulkan abortus kriminalis antara lain infeksi pada saluran telur. enek. Sebaiknya kerokan dihentikan pada suatu tempat apabila pada suatu tempat tersebut dirasakan bahwa jaringan tidak begitu lembut lagi. tetapi jaringan miometrium jangan sampai terkerok. sehingga menyebabkan kematian. Abortus yang sering terjadi adalah abortus inkompletus. sangat mungkin tidak bisa terjadi kehamilan lagi. 1998) Pada tahun 2000. jika perlu hendaknya diselenggarakan transfusi darah dan sesudah kerokan selesai dimasukkan tampon kasa ke dalam uterus dan vagina. 4. Secara garis besar tindakan abortus sangat berbahaya bagi ibu dan juga janin yaitu bisa menyebabkan kematian pada keduanya. Sisa-sisa hasil konsepsi harus dikeluarkan. maka bahaya infeksi sangat besar.000 wanita/ibu meninggal per tahun akibat abortus tak aman. itu berarti tindakan abortus gagal dilakukan dan janin kemungkinan besar mengalami cacat fisik.3. kehamilan yang tidak diinginkan dan kehamilan di luar nikah. Komplikasi yang Dapat Timbul Pada Janin: Sesuai dengan tujuan dari abortus itu sendiri yaitu ingin mengakhiri kehamilan. Apabila syarat asepsis dan antisepsis tidak diindahkan.(Manuaba. Melakukan kerokan secara sempurna memerlukan pengalaman. karena hal itu dapat mengakibatkan terjadinya perlekatan dinding kavum uteri di beberapa tempat. Hal ini menyumbangkan AKI 15-20% diperkirakan sekitar 700. WHO memperkirakan 2/3 kehamilan di dunia merupakan kehamilan yang tidak diinginkan yaitu sekitar 50 juta per tahun. Infeksi kandungan yang terjadi dapat menyebar ke seluruh peredaran darah. Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulakan pada pemberian prostaglandin antara lain panas. Perdarahan. Pelekatan pada kavum uteri. muntah dan diare. Bila keguguran ini terjadi harus segera ditangani untuk mengatasi perdarahan yang banyak yang dapat menyebabkan kematian pada ibu. atau hipofibrinogenemia. Oleh sebab itu. 6. penghentian kerja jantung. Lain-lain Komplikasi yang dapat timbul dengan segera pada pemberian NaCl hipertonik adalah apabila larutan garam masuk ke dalam rongga peritoneum atau ke dalam pembuluh darah dan menimbulkan gejalagejala konvulsi. maka nasib janin pada kasus abortus provokatus kriminalis sebagian besar meninggal. 5. Kalaupun bisa hidup. yaitu 1 diantara 10 kehamilan atau 1 .

tetapi beberapa faktor yang berpengaruh adalah : .(Syahrianti. abortus inkomplit sebanyak 12 kasus (9. Dan masa gestasi mencapai 22 minggu atau lebih. partus lama (5%). abortus komplit sebanyak 2 kasus (1.5% mengalami keguguran setiap tahun sehingga secara nyata dapat menurunkan angka kelahiran menjadi 1.2% dengan alasan tidak menginginkan anak lagi atau untuk menjarangkan kehamilan. 2001) Di Indonesia diperkirakan sekitar 2-2.diantara 7 kelahiran. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2006.75%) dan missed abortion sebanyak 3 kasus (2.17%). 2008) Abortus didefenisikan sebagai keluarnya janin belum mencapai viabilitas (yang mampu hidup diluar kandungan). (Prawirohardjo. Demikian juga di Rumah Sakit Pirngadi Medan tahun 2003.(Azhari. Y. 2008) 1 Tingginya AKI menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 1997 yaitu 334/100. komplikasi masa nifas (8%) dan penyebab lainnya (12%).(Saefudin. 2004) Angka Kematian Ibu (AKI) Kota Palembang berdasarkan laporan indikator Database 2005 United Nation Found Population (UNFPA) 6th Country Programe adalah 317 per 100. 2001) Penyebab kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan (30%). 90% terjadi di negara berkembang yang merupakan 15 kali angka kematian dibanding di negara maju. tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. 2003 penyebab abortus sebagian besar tidak diketahui secara pasti.7 per tahunnya (Manuaba. 2007) Etiologi Menurut Akmal S. Perdarahan yang menyebabkan kematian ibu yang sekarang banyak ditemui adalah abortus.44%). lebih rendah dari Propinsi Sumsel sebesar 467 per 100. Jumlah kematian ibu tahun 2005 di Kota Palembang sebanyak 15 orang diantaranya disebabkan oleh perdarahan dan selebihnya disebabkan faktor lainnya termasuk abortus dan dari data yang diperoleh dari rekam medik di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. 2008) Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan dan sebagai batasan digunakan kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Insiden abortus secara umum berkisar 10% dari seluruh kehamilan. infeksi (12%).000 kelahiran.000 kelahiran hidup di tahun 2010. 2010) Pengertian Abortus adalah pengeluaran hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. eklampsi (25%). Berdasarkan kutipan Syahrianti tahun 2004 yang dikemukakan oleh Siegler dan Eastman.(Depkes RI.000 kelahiran. emboli obstetri (3%). 2001). Mengingat masih tinggi AKI maka pada tanggal 12 Oktober 2003 pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional kehamilan yang aman atau Making Pragnancy Safer (MPS) sebagai strategi pembangunan kesehatan masyarakat menuju Indonesia Sehat 2010 dan menetapkan target dengan menurunkan AKI menjadi 125/100. berat janin 500 gr atau lebih. (Widyastuti.(Affandi. prevalensi abortus meningkat sesuai dengan usia ibu 12% pada usia 20 tahun dan 50% pada usia 45 tahun dan 80% dari abortus terjadi pada bulan ke 2-3 kehamilan menurut Eastman dan 76% menurut Simens.62%). Menurut SDKI tahun 1997 menunjukkan bahwa wanita berstatus menikah melakukan abortus masih tinggi berkisar 9. abortus (5%).000 kelahiran hidup.(Indra. angka kejadian abortus sebesar 123 kasus dengan nkejadian abortus imminens sebanyak 106 kasus (86.

penyakit ginjal. DM Kelainan rahim Klasifikasi Abortus dibagi menjad dua yaitu: Berdasarkan kejadiannya Abortus spontan terjadi tanpa ada unsur tindakan dari luar dan dengan kekuatan sendiri Abortus buatan sengaja dilakukan sehingga kehamilan diakhiri. gangguan pertumbuhan hasil konsepsi dapat terjadi karena : 1. alcohol. 1. Upaya menghilangkan konsepsi dapat dilakukan berdasarkan : . 1.a. Faktor pertumbuhan hasil konsepsi. 3. Pengaruh luar a) b) c) d) a. kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menimbulkan kematian janin dan cacat bawaan yang menyebabkan hasil konsepsi dikeluarkan. Infeksi endometrium Hasil konsepsi yang dipengaruhi oleh obat dan radiasi Faktor psikologis Kebiasaan ibu (merokok. Faktor kromosom terjadi sejak semula pertemuan kromosom. penyakit hati. malaria. 2. kecanduan obat) Kelainan plasenta Infeksi pada plasenta Gangguan pembuluh darah Hipertensi Penyakit ibu Penyakit infeksi seperti tifus abdominalis. b. 3. 4. Selain itu juga karena gizi ibu yang kurang karena anemia atau terlalu pendeknya jarak kehamilan. pneumonia dan sifilis Anemia Penyakit menahun seperti hipertensi. 1. 2. Faktor lingkungan endometrium terjadi karena endometrium belum siap untuk menerima implantasi hasil konsepsi. termasuk kromosom seks 2.

1) Indikasi medis Yaitu menghilangkan kehamilan atas indikasi untuk menyelamatkan jiwa ibu. Dilakukan oleh tenaga medis secara legalitas berdasarkan indikasi medis Abortus buatan illegal yang dilakukan tanpa dasar hokum atau melawan hokum (Abortus Kriminalis). Berdasarkan pelaksanaanya Abortus buatan teraupetik. ginjal. yang menyebabkan berbagai penyulit. gangguan pertumbuhan dan perkembangan dalam rahim. abortus ini suadah berlangsung dan tidak dapat dicegah atau dihalangi lagi. Sedikit-sedikit dan berlangsung lama Sekaligus dalam jumlah besar dapat disertai gumpalan . Missed abortion. Keguguran tidak lengkap (abortus inkompletus). g. Keguguran mengancam (abortus imminen). 1) Indikasi social Pengguguran kandungan dilakukan atas dasar aspek social. keguguran yang disertai infeksi sebagian besar dalam bentuk tidak lengkap dan dilakukan dengan cara kurang legeartis. b. keadaan dimana janin telah mati sebelum minggu ke 22. Keguguran tak terhalangi (abortus insipien). d. jarak kehamilan terlalu pendek. abortus yang telah berulang dan berturut-turut terjadi sekurangkurangnya 3 kali. Bentuk perdarahan bervariasi diantaranya : a. c. sebagian hasil konsepsi masih tersisa dalam rahim yang dapat menimbulkan penyulit. Keguguran habitualis. Indikasi tersebut diantaranya adalah penyakit jantung. Pengeluaran tersebut dapat terjadi spontan seluruhnya atau sebagian masih tertinggal. Keguguran dengan infeksi (abortus infeksiousus). menginginkan jenis kelamin tertentu. tidak ingin punya anak. abortus ini baru dan masih ada harapan untuk dipertahankan. dan disertai pengeluaran seluruh atau sebagian hasil konsepsi. Keguguran lengkap (abortus kompletus). e. Berdasarkan gambaran klinis a. semua hasil konsepsi dikeluarkan seluruhnya. yang menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan nutrisi dan O 2. atau penyakit hati berat dengan pemeriksaan ultrasonografi. tetapi tertahan dalam rahim selama 2 bulan atau lebih setelah janin mati Patofisiologi Patofisiologi terjadinya keguguran mulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan plasenta. f. Oleh karena itu keguguran memberikan gejala umum sakit perut karena kontraksi rahim. terjadi perdarahan. belum siap untuk hamil dan kehamilan yang tidak diinginkan. b.

Perut mules atau sakit lebih hebat. 2. Terdapat keterlambatan dating bulan. Tanda dan gejala pada abortus Insipien : a. Perdarahan lebih banyak. kanalis servikalis terbuka dan jaringan atau hasil konsepsi dapat diraba. dan kanalis servikalis masih tertutup dapat dirasakan kontraksi otot rahim e. Tanda dan gejala Missed Abortion : a. d. nadi meningkat. Tanda dan gejala abortus Inkomplit : a. c. c. disertai sakit perut atau mules. Canalis servikalis telah tertutup. Terdapat perdarahan. Hasil periksa dalam terdapat perdarahan dari kanalis servikalis. Tanda dan gejala abortus Kompletus : a. Buah dada mengecil kembali Manifestasi Klinis 1. Tanda dan gejala pada abortus Imminen : a. c. Perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat. tampak anemis dan daerah ujung (akral) dingin Tanda dan Gejala 1. Akibat perdarahan. Hasil pemeriksaan tes kehamilan masih positif. Dapat terjadi degenerasi ganas (kario karsinoma) 5. b. Uterus telah mengecil. Pada pemariksaan dijumpai perdarahan lebih banyak. Pada pemeriksaan dijumpai besarnya rahim sama dengan umur kehamilan dan terjadi kontraksi otot rahim. d. 6. Perdarahan sedikit. dapat menimbulkan syok. c. Terjadi infeksi ditandai dengan suhu tinggi.c. tekanan darah turun. b. b. Perdarahan memanjang. Terlambat haid atau amenorhe kurang dari 20 minggu . sampai terjadi keadaan anemis. b. Rahim tidak membesar. 3. malahan mengecil karena absorbsi air ketuban dan maserasi janin b.

cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. Rasa mulas atau kram perut. baik spontan maupun buatan. tidak nyeri saat porsio digoyang. kemamilan dengan kelainan serviks. Pada missed abortion dengan retensi lama hasil konsepsi dapat terjadi kelainan pembekuan darah. ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium. Abortion imiteins perlu dibedakan dengan perdarahan implantasi yang biasanya sedikit. tekanan darah normal atau menurun. Konseling dan pelayanan kontrasepsi pascaabortus. Asuhan pascaabortus terdiri dari: 1. Pemeriksaaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup 3. ada atau tidak jaringan keluar dari ostium. syok dan infeksi 2. Penatalaksanaan komplikasi abortus . suhu badan normal atau meningkat 3. Inspeksi Vulva : perdarahan pervaginam ada atau tidak jaringan hasil konsepsi. Pada pemeriksaan fisik : keadaan umum tampak lemah kesadaran menurun. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Terpadu. 3. Pemeriksaan ginekologi : a. tidak nyeri pada perabaan adneksa. 2. sering nyeri pingang akibat kontraksi uterus 5. Inspekulo : perdarahan dari cavum uteri. Diagnosa Banding Kehamilan etopik terganggu. memerlukan asuhan pascaabortus. berwarna merah. Perdarahan pervaginam mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil konsepsi 4. Perdarahan. Asuhan Pasca Abortus Semua wanita yang mengalami abortus. Tiga Elemen Dasar Asuhan Pascaabortus yaitu: 1. osteum uteri terbuka atau sudah tertutup. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. Tindakan pengobatan abortus inkomplit dengan segala kemungkinan komplikasinya. c. perforasi. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion. bahkan 2-3 minggu setelah abortus 2. teraba atau tidak jaringan dalam cavum uteri. denyut nadi normal atau cepat dan kecil. didaerah atas simfisis. Komplikasi 1. Colok vagina : porsio masih terbuka atau sudah tertutup. Pemeriksaan Penunjang 1. dan tidak disertai mules-mules. cepat terhenti.2. mola hidatidosa. tercium bau busuk dari vulva b. Tes Kehamilan Positif bila janin masih hidup.

. Asuhan paskaabortus terintegrasi dengan pelayanan kegawatdaruratan dan kesehatan reproduksi termasuk KIE. Pelayanan KB paskaabortus termasuk konseling dan pelayanan kontrasepsi 3.2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful