LABORATORIUM KLINIK: PEMERIKSAAN DARAH (BLOOD ANALYSIS

)
Dr; Suparyanto, M.Kes LABORATORIUM KLINIK: PEMERIKSAAN DARAH (BLOOD ANALYSIS) PENGAMBILAN SPESIMEN
 

Alat: pipet, spuit, lancet, tourniquet, kapas alkohol 70% Wadah: tertutup, bersih, kering, berlabel

Cara pengambilan:
  

Dewasa: ujung jari tengah, manis Anak: tumit, ibu jari kaki bag pinggir Darah vena: vena cubiti

Antikoagulan:
 

EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate) → 1½ mg/ml Larutan Oxalat → 0,2 ml/ml darah

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE SAHLI
  

Prinsip: Hb → asam hematin (oleh HCl) → warna as hematin dibandingkan dengan standart Tujuan: menetapkan kadar Hb dlm darah Reagen: lar HCl 0,1N, aquadest

Alat: 1. 2. 3. 4. 5. Gelas berwarna sbg standart Tabung hemometer Pengaduk dari gelas Pipet Sahli, pipet Pasteur Kertas saring

Cara pemeriksaan:
    

Tab hemometer diisi lar HCl 0,1N → sampai tanda 2 Hisap darah kapiler dng pipet Sahli smpi tanda 20 μl Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Masukan darah kedalam tabung hemometer Bilas darah dengan larutan HCl didlm tabung

Cara pemeriksaan:
 

Tunggu 5 menit → pembentukan as. Hematin Tambah aquadest → sampai warna sama dengan standart → baca dalam gr/dl

Nilai Normal:
 

Laki-laki: 14 – 18 gr/dl Wanita : 12 – 16 gr/dl

PEMERIKSAAN HITUNG LEUKOSIT
  

Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Turk → lalu dihitung jumlah leukosit dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah lekosit dalam darah Alat yg digunakan: Pipet leukosit Kamar hitung (Improved Neubauer) Mikroskop Counter tally Reagen: Larutan Turk

1. 2. 3. 4. 5.

Cara pemeriksaan:
      

Hisap darah EDTA dng pipet lekosit → sampai tanda 0,5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar. Turk sampai tanda 11 Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung Hitung leukosit dengan mikroscop → lap 1,3,7,9 → hasil x 50 Nilai Normal: 5.000 – 10.000 / mm3

PEMERIKSAAN HITUNG ERITROSIT
  

Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Hayem → lalu dihitung jumlah eritrosit dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah eritrosit dalam darah Alat yg digunakan:

1. Pipet eritrosit

C. B. Rees Echer sampai tanda 101 Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit . Hayem sampai tanda 101 Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung Hitung leukosit dengan mikroscop → lap A.5 – 5.000 Nilai Normal:   Pria : 4.5 juta/ mm3 Wanita : 4 – 5 juta/ mm3 PEMERIKSAAN HITUNG TROMBOSIT    Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Rees Echer → lalu dihitung jumlah trombosit dalam volume tertentu Tujuan: menghitung jumlah trombosit dalam darah Alat yg digunakan: Pipet eritrosit Kamar hitung (Improved Neubauer) Mikroskop Counter tally Reagen: Larutan Rees Ecker 1. 3.5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar.5 Hapus kelebihan darah dng kertas tisu Hisap lar.2. D dan E → hasil x 10. Mikroskop 4.  Cara pemeriksaan:     Hisap darah EDTA dng pipet lekosit → sampai tanda 0. Kamar hitung (Improved Neubauer) 3. 2. Counter tally  Reagen: Larutan Hayem Cara pemeriksaan:       Hisap darah EDTA dng pipet eritrosit → sampai tanda 0. 4.

9 → hasil x 500 Nilai Normal: 150.6cc dan masukan kedalam botol yg telah diisi Na sitrat 3. 7.3.000 – 400.   Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung Hitung trombosit dengan mikroscop → lap 1.7.000 / mm3 PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED)    Prinsip (Cara Westergren) →darah EDTA didiamkan dlm waktu tertentu.4cc Na Sitrat 3. maka sel sel darah akan mengendap Tujuan: Untuk mengetahui kecepatan eritrosit mengendap dalam waktu tertentu Alat yang digunakan: Tabung Westergren Rak Westergren Penghisap Pencatat waktu Pipet berskala Spuit 5cc Botol kecil 1. 5. 4. 2.8% Hisap darah vena 1. Mikroskop .  Reagen: Natrium sitrat 3.8% Campur baik-baik Hisap campuran tsb kedlm tab Westergren → sampai tanda 0 Biarkan pipet tegak lurus dalam rak Westergren Baca tingginya plasma selama 1 dan 2 jam Nilai Normal   Laki-laki : 0 – 10 mm/jam Wanita : 0 – 20 mm/jam PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEUKOSIT    Prinsip: terdapat perbedaan daya serap terhadap zat asam Tujuan: menghitung jumlah tiap-tiap jenis leukosit dalam darah Alat yang digunakan: 1. 6.8% Cara Pemeriksaan:       Sediakan botol yang telah diberi 0. 3.

6. Kapas alkohol Reagen: . 3. 3. Obyek glass Lancet steril Pencatat waktu Rak pengecatan Rak pengering Minyak imersi Kaca penggeser Pinsil kaca Reagen:   Larutan Wright Larutan buffer pH 6. Lancet 3. Obyek glass 2. 4. 9. 4.4 Cara Pemeriksaan      Buat hapusan darah tepi Cat hapusan dengan lar. Wright → 2 menit Tetesi dengan lar buffer sama banyak → selama 5 menit Siram dengan aquadest Keringkan dan baca dengan mikroskop Harga Normal: 1. 5. 5. 8. 7.2. Eosinofil : 1 – 3 % Basofil : 0 – 1 % Batang : 2 – 6 % Segmen : 50 – 70 % Limfosit : 20 – 40 % Monosit : 2 – 8 % PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO    Prinsip: aglutinasi sel darah merah dengan anti serum tertentu Tujuan: untuk mengetahui golongan darah seseorang Alat yang diperlukan: 1. 6. 2.

DARAH ANTI A ANTI B A + B .+ AB + + O . Serum anti B.WAKTU PERDARAHAN (BLEEDING TIME) Prinsip :  Ialah pemeriksaan terhadap fungsi pembuluh darah (kapilaria) jumlah dan fungsi trombosit (ekstrinsik faktor) Cara Pemeriksaan  Cuping telinga ditusuk pinset → dihitung sampai darah berhenti Harga Normal : 1 – 7 menit WAKTU PEMBEKUAN (CLOTING TIME) Prinsip :  Dengan pemeriksaan waktu pembekuan dapat dilihat adanya kelainan / kekurangan dari faktor intrinsik Cara pemeriksaan  Darah dimasukan tabung reaksi → dihitung waktunya sampai beku Harga Normal : 5 – 15 menit PEMERIKSAAN PAPANICOLAOU SMEAR . Serum anti A. Serum anti AB Cara Pemeriksaan:    Taruh pada masing-masing obyek glass serum anti A. B dan AB Tetesi serum dengan darah dan aduk Lihat penggumpalan yang terjadi Hasil: GOL.

3. tidak coitus 24 – 48 jam sebelumnya Pemeriksaan dilakukan diantara waktu mens dengan posisi litotomi Dengan spekulum. Data analisa cairan spinal sangat penting dalam mendiagnosa penyakit medulla spinalis dan otak Volume :   Bayi : 40 – 60 ml Anak : 80 – 120 ml . 4. tp tdk disimpulkan maligna Kelas 4: dugaan kuat maligna Kelas 5: kesimpulan maligna PEMERIKSAAN JAMUR Prinsip :  Larutan KOH 10 % atau 20 % akan melisiskan kulit. memasukan obat pervagina. ambil permukaan servik dengan spatula → bahan difiksasi dlm obyek glass Hasil: 1. tidak terbukti maligna Kelas 3: dugaan. Kelas 1: tidak ada sel atipikal/abnormal Kelas 2: sel atipikal. rambut. Tekanan pertama diukur.Prinsip :  Mendeteksi adanya sel sel ganas pada hapusan sekret vagina / servik Cara Pemeriksaan:    Px tidak boleh irigasi vagina. 2. kemudian cairan diaspirasi dan dimasukan dalam tabung pemeriksaan yang steril. 5. kuku sehingga bila mengandung jamur akan terlihat adanya Hypha atau spora Cara pemeriksaan: dilihat dibawah mikroskop PEMERIKSAAN SEREBRO SPINAL    Cairan serebro spinal diperoleh dari lumbal pungsi pada ruang antar lumbal L3-4 atau L4-5.

10 0. Dewasa : 100 – 160 ml S el Darah Putih / mm3 Merah / mm3 Neonatus 0.15 0.4 mmol / l       Protein Total : 15 – 45 mg / 100 ml Albumin : 52 % Alpha 1 globulin : 5 % Alpha 2 globulin : 14 % Beta globulin : 10 % Gamma globulin : 19 % .1 Dewasa 0.5 Anak 0.9 – 5.1 Chlorida :   Neonatus : 108 – 122 mmol / l Dewasa : 112 – 130 mmol / l Glukosa :    Neonatus : 1.5 0.2 mmol / l Bayi/anak : 3.1 – 2.8 – 4.0 mmol / l Dewasa : 2.

Trombosit. berguna sebagai pertahanan tubuh dalam melawan kuman penyebab infeksi.000 trombosit/mikroliter. yaitu sel yang berfungsi membawa oksigen. yaitu sel yang membantu penggumpalan darah jika terjadi perdarahan. Hitung sel darah merah : pria (4.7-6.1-15. Selain sebagai pemeriksaan awal. Hematokrit : pria (40. Pada hitung darah lengkap. berbagai macam penyakit infeksi.4 juta sel/mikroliter). Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh jenis alat yang digunakan untuk pemeriksaan. 4.2 mg/dL). 5. biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan yang spesifik terhadap gangguan tersebut. wanita (4. oleh karena itu pemeriksaan ini biasanya menjadi rangkaian pemeriksaan awal saat pasien berobat di rumah sakit.000-400.8-17.1 juta sel/mikroliter).1 mg/dL). Pemeriksaan darah lengkap mampu mendeteksi berbagai macam gangguan yang bermanifestasi di dalam darah. CBC). mempunyai nilai rujukan yang sedikit berbeda.2-5. wanita (12. antara lain adalah anemia. dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa komponen darah. Sel darah merah.000-10. Perlu diingat bahwa setiap pusat layanan kesehatan atau laboratorium.1%-44. 4. dll. hitung darah lengkap juga kerap dilakukan pada pemeriksaan rutin atau medical check-up. Banyak gangguan yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan darah lengkap. Hitung trombosit : 150. 3. Hemoglobin : pria (13. yang mampu mengikat oksigen. 2. 2. yaitu : 1. Hitung sel darah putih : 4. 5. Sel darah putih. leukemia.Pemeriksaan Darah Lengkap 1 12 2008 Salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan di rumah sakit maupun laboratorium adalah pemeriksaan darah lengkap (complete blood count. protein yang dikandung sel darah merah.7%-50. perbandingan (dalam persen) antara sel darah merah dan jumlah plasma darah. . Nilai rujukan hitung darah lengkap disajikan berikut ini. wanita (36. Hemoglobin. Hematokrit. 1.3%). Jika pada hitung darah lengkap ditemukan gangguan.3%).000 sel/mikroliter. 3.

Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan oleh kadar Hemoglobin. Biasanya dikaitkan dengan penyakit demam berdarah. Semakin tinggi persentase HMT berarti konsentrasi darah makin kental. maka darah menjadi lebih kental. HEMATOKRIT (HMT) Hematokrit menunjukkan persentase zat padat (kadar sel darah merah. Jumlah normal pada tubuh manusia adalah 200.Diagnosa DBD (Demam Berdarah Dengue) diperkuat dengan nilai HMT > 20 %. dan pemberian cairan intra-vena (misalnya infus) yang berlebihan.000-400. gagal jantung kongestif. aspirin. Hal ini terjadi karena adanya perembesan (kebocoran) cairan ke luar dari pembuluh darah sementara jumlah zat padat tetap. dan luka bakar. Penurunan sampai di bawah 100. dan Iain-Iain) dengan jumlah cairan darah. indometasin (obat antiradang).ooo/Mel darah. Selain itu dapat pula disebabkan oleh obat-obatan tertentu seperti antibiotika. Obat yang dapat meningkatkan Hb yaitu metildopa (salah satu jenis obat darah tinggi) dan gentamicin (Obat untuk infeksi pada kulit TROMBOSIT (PLATELET) Trombosit adalah komponen sel darah yang berfungsi dalam proses menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan. Nilai normal HMT : Anak Pria dewasa 33 -38% 40 – 48 % .PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH HB (HEMOGLOBIN) Hemoglobin adalah molekul di dalam eritrosit (sel darah merah) dan bertugas untuk mengangkut oksigen.bekuan darah. Nilai normal Hb : Wanita Pria Anak Bayi baru lahir 12-16 gr/dL 14-18 gr/dL 10-16 gr/dL 12-24gr/dL Penurunan Hb terjadi pada penderita: anemia penyakit ginjal. Peningkatan Hb terjadi pada pasien dehidrasi. penyakit paru obstruktif menahun (COPD). antineoplastik (obat kanker).000 permikroliter (Mel) berpotensi terjadi perdarahan dan hambatan perm.

kerusakan jaringan. kehamilan. misal pada kecelakaan). dan limfosit. dan Iain-Iain. streptomycin.Wanita dewasa 37 – 43 % Penurunan HMT terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah akut (kehilangan darah secara mendadak. meningitis (radang selaput otak). Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya aspirin. terutama penyakit infeksi.000/mm3 4000-10. dan Iain-Iain. sulfonamide (obat anti infeksi terutama yang disebabkan oleh bakter). Peningkatan HMT terjadi pada dehidrasi. kanamycin. terutama asetaminofen (parasetamol). Hitung Jenis Leukosit (Diferential Count) Hitung jenis leukosit adalah penghitungan jenis leukosit yang ada dalam darah berdasarkan proporsi (%) tiap jenis leukosit dari seluruh jumlah leukosit. dan Iain-Iain. diare berat. antibiotika terutama ampicilin.eklampsia (komplikasi pada kehamilan). anemia.000/mm3 Peningkatan jumlah leukosit (disebut Leukositosis) menunjukkan adanya proses infeksi atau radang akut. alkoholik. apendiksitis akut (radang usus buntu). eosinofil.kemoterapi kanker. dan Iain-Iain. Nilai normal : Bayi baru lahir Bayi/anak Dewasa 9000 -30. Tipe leukosit yang dihitung ada 5 yaitu neutrofil. mainutrisi.000 /mm3 9000 – 12. gagalginjal kronik. tuberculosis. cephalosporin. kloramfenikol). dan luka bakar. Neutrofil paling cepat bereaksi terhadap radang dan luka dibanding leukosit yang lain dan merupakan pertahanan selama fase infeksi akut. efek pembedahan. Salah satu jenis leukosit yang cukup besar. kekurangan vitamin B dan C. radang. tonsilitis. leukemia. ulkuspeptikum (penyakit tukak lambung). basofil. . Hasil pemeriksaan ini dapat menggambarkan secara spesifik kejadian dan proses penyakit dalam tubuh. Penurunan jumlah Leukosit (disebut Leukopeni) dapat terjadi pada infeksi tertentu terutama virus. prokainamid. dan Iain-Iain. yaitu 2x besarnya eritrosit (se! darah merah). antibiotika (penicillin. Peningkatan jumlah neutrofil biasanya pada kasus infeksi akut.misalnya pneumonia (radang paru-paru). antidiabetika oral. alopurinol. eritromycin. monosit. LEUKOSIT (SEL DARAH PUTIH) Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. dan mampu bergerak aktif dalam pembuluh darah maupun di luar pembuluh darah. apendiksitis (radang usus buntu). malaria. Selain itu juga dapat disebabkan obat-obatan.

dan ovarium. testis. Penurunan monosit terdapat pada leukemia limposit dan anemia aplastik. dan lain-lain. MONOSIT Monosit merupakan salah satu leukosit yang berinti besar dengan ukuran 2x lebih besar dari eritrosit sel darah merah). Penurunan basofil terjadi pada penderita stres. Nilai normal dalam tubuh: 1 – 4% Peningkatan eosinofil terdapat pada kejadian alergi. gagal ginjal. dan Iain-Iain. dan Iain-Iain.5 -1% dari seluruh jumlah leukosit. otak. stres. BASOFIL Basofil adalah salah satu jenis leukosit yang jumlahnya 0. dan fase penyembuhan infeksi. kankertulang. kanker. dan terlibat dalam reaksi alergi jangka panjang seperti asma.parasit (misalnya cacing). Peningkatan limposit terdapat pada leukemia limpositik. Penurunan eosinofil terdapat pada kejadian shock.Penurunan jumlah neutrofil terdapat pada infeksi virus. anemia aplastik. reaksi hipersensitivitas (alergi). alergi kulit. ERITROSIT . dan jumlahnya 1 – 2% dari seluruh jumlah leukosit. dan kehamilan LIMPOSIT Salah satu leukosit yang berperan dalam proses kekebalan dan pembentukan antibodi. infeksi virus. dan luka bakar.Nilai normal dalam tubuh: o -1% Peningkatan basofil terdapat pada proses inflamasi(radang). Nilai normal dalam tubuh: 2 – 8% dari jumlah seluruh leukosit. infeksi parasit. anemia defisiensi besi. leukemia. terbesar dalam sirkulasi darah dan diproduksi di jaringan limpatik. dan IainIain. Peningkatan monosit terdapat pada infeksi virus. leukemia. Penurunan limposit terjadi pada penderita kanker. EOSINOFIL Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibatdalam alergi dan infeksi (terutama parasit) dalam tubuh. dan Iain-Iain. infeksi kronik. Nilai normal: 20 – 35% dari seluruh leukosit.

maka potensial terjadi perdarahan. ketidaknormalan fungsi trombosit. kekurangan faktor pembekuan darah. dextran. LAJU ENDAP DARAH (LED) LED untuk mengukur kecepatan endap eritrosit (sel darah merah) dan menggambarkan komposisi plasma serta perbandingannya antara eritrosit (sel darah merah) dan plasma.2 jt/mm3 4.000 mg/dl). misal jika ada pembengkakan). penggunaan pil KB. vitamin K. LED . anemia aplastik. dan Iain-Iain. penyakit hati tingkat berat. Nilai normal eritrosit : Pria Wanita 4. emboli pulmonal (penyakit paru-paru). Eritrosit adalah jenis se) darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.Sel darah merah atau eritrosit berasal dari Bahasa Yunani yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung. obat antikoagulan warfarin (anti penggumpalan darah).4 jt/mm3 MASA PERDARAHAN Pemeriksaan masa perdarahan ini ditujukan pada kadar trombosit. dan leukemia.6 – 6. Selain itu perpanjangan waktu perdarahan juga dapat disebabkan oleh obat misalnya salisilat (obat kulit untuk anti jamur). leukemia.Normalnya darah membeku dalam 4 – 8 menit (Metode Lee White). gagal jantung kongestif. Jika masa pembekuan >2. dilakukan dengan adanya indikasi (tanda-tanda) riwayat mudahnya perdarahan dalam keiuarga. kekurangan faktor pembekuan darah. Sel darah merah aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurkan. diuretik (obat yang berfungsi mengeluarkan air.2 – 5. Masa Pembekuan Merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama diperlukan waktu untuk proses pembekuan darah. Perpanjangan masa pembekuan terjadi pada penderita penyakit hati. ketidaknormalan pembuluh darah. Pada orang yang tinggal di dataran tinggi yang memiliki kadar oksigen rendah maka cenderung memiliki sel darah merah lebih banyak. Nilai normal : dengan Metode Ivy dengan Metode Duke 3-7 menit 1-3 menit Waktu perdarahan memanjang terjadi pada penderita trombositopeni (rendahnya kadar trombosit hingga 50. Penurunan masa pembekuan terjadi pada penyakit infark miokard (serangan jantung). Hal ini untuk memonitor penggunaan antikoagulan oral (obat-obatan anti pembekuan darah).5 kali nilai normal. digitalis (obat jantung).

Penurunan LED terjadi pada gagal jantung kongestif. infeksi virus. anemia sel sabit. dan hipo-glikemia (rendahnya kadar gula dalam darah). luka bakar. G6PD (GLUKOSA 6 PHOSFAT DEHIDROGENASE) Merupakan pemeriksaan sejenis enzim dalam sel darah merah untuk melihat kerentanan seseorang terhadap anemia hemolitika. BMP (BONE MARROW PUNCTION) Pemeriksaan mikroskopis sumsum tulang untuk menilai sifat dan aktivitas hemopoetiknya (pembentukan sel darah). sirosis hati. Peningkatan G6PD dapat juga terjadi karena obat-obatan seperti aspirin. dan TBC. pankreatitis akut (radang pankreas). Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pada penderita yang dicurigai menderita leukemia. kekurangan asam folat. PEMERIKSAAN TOLERANSI LAKTOSA . trauma. gastritis (radang lambung). kanker. etambutol. Peningkatan LED terjadi pada infeksi akut lokal atau sistemik (menyeluruh). diabetes asidosis. Nilai normal dalam darah yaitu G6PD negatif Penurunan G6PD terdapat pada anemia hemolitik. PEMERIKSAAN ALKOHOL DALAM PLASMA Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya intoksikasi alkohol (keracunan alkohol) dan dilakukan untuk kepentingan medis dan hukum. asam askorbat (vitamin C) vitamin K. operasi. perjalanan penyakit.dapat digunakan sebagai sarana pemantauan keberhasilan terapi. Nilai normal rasio M-E (myeloid-eritrosit) atau perbandingan antara leukosit berinti dengan eritrosit berinti yaitu 3 :1 atau 4 :1 HEMOSIDERIN/FERITIN Hemosiderin adalah cadangan zat besi dalam tubuh yang diperlukan untuk pembentukan hemoglobin. kehamilan trimester II dan III. infeksi kronis. Kekurangan G6PD merupakan kelainan genetik terkait gen X yang dibawa kromosom wanita. asetanilid. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui ada tidaknya kekurangan zat besi dalam tubuh yang mengarah ke risiko menderita anemia.Selain itu penurunan LED juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti aspirin. infeksi bakteri. kekurangan faktor pembekuan. dan angina pektoris (serangan jantung). malnutrisi. quinine. kortison. terutama pada penyakit kronis seperti Arthritis Rheumatoid (rematik). Peningkatan alkohol darah melebihi 100 mg/dl tergolong dalam intoksikasi alkohol sedang berat dan dapat terjadi pada peminum alkohol kronis.

yang berada pada serum dan jaringan terutama hati dan jantung.d.37 U/L s. dan flatus (kentut) terus-menerus. kejang abdomen (kejang perut). sirosis hepatis. dan tersebar luas pada jaringan terutama ginjal. 31 U/L Pemeriksan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya intoleransi laktosa dengan cara memberi minum laktosa Peningkatan SGOT <3x normal = terjadi karena radang otot jantung. Penumpukan laktosa dalam usus dapat terjadi karena kekurangan enzim laktase. infark paru. Laktosa oleh enzim usus akan diubah menjadi glukosa dan galaktosa. hal ini disebut intoleransi laktosa. tumor hati.Laktosa adalah gula sakarida yang banyak ditemukan dalam produk susu dan olahannya. dan apabila glukosa sewaktu <20 mg/dl dari kadar gula darah puasa. Nilai normal : dalam plasma dalam urin < 0. rangka. Pelepasan SGOT yang tinggi dalam serum menunjukkan adanya kerusakan pada jaringan jantung dan hati.5 mg/dl 12-40 mg/dl LDH (LAKTAT DEHIDROGENASE) Merupakan salah satu enzim yang melepas hidrogen. Peningkatan SGOT 3-5X normal = terjadi karena sumbatan saluran empedu. LDH akan meningkat sampai puncaknya 24-48 jam setelah infark miokard (serangan jantung) dan tetap normal 1-3 minggu kemudian. berarti terjadi intoleransi glukosa. Peningkatan LDH menandakan adanya kerusakan jaringan. dan otot jantung. sehingga menimbulkan diare. Sebaiknya menghindari konsumsi produk susu. hati. dan Iain-lain. gagal jantung kongestif. Hal ini dapat diatasi dengan sedikit demi sedikit membiasakan konsumsi produk susu. dan Iain-lain. Nilai normal: 80 – 240 U/L SGoT (Serum Glutamik Oksoloasetik Transaminase) Merupakan enzim transaminase. Nilai normal : Pria Wanita s. . dalam jumlah besar kemudian diperiksa kadar gula darah . Apabila nilai glukosa darah sewaktu >20 mg/dl dari nilai gula darah puasa berarti laktosa diubah menjadi glukosa atau toleransi laktosa.d.

SGPT (Serum Glutamik Pyruvik Transaminase) Merupakan enzim transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan tubuh terutama hati.5 -1 gr/hari.5 – 8. sirosis empedu. Peningkatan 1 – 3X normal terjadi pada pankreatitis. jeroan. Nilai normal : Pria Wanita sampai dengan 42 U/L sampai dengan 32 U/L Peningkatan >20x normal terjadi pada hepatitis virus. hepatitis kronik aktif. ragi. Peningkatan asam urat dalam serum dan urin bergantung pada fungsi ginjal. infark miokard (serangan jantung). melinjo dan hasil olahannya. infark miokard (serangan jantung).8 – 7. Asam urat dalam urin akan membentuk kristal/batu dalam saluran kencing. ASAM URAT Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin (bagian penting dari asam nukleat pada DNA dan RNA). gagal jantung kongestif. keracunan timah hitam. Asam urat sebagian besar diproduksi di hati dan diangkut ke ginjal. latihan yang berat. vitamin C. Nilai normal : Pria Wanita Anak Lansia Dewasa 3. Asupan purin normal melalui makanan akan menghasilkan 0. kacang-kacangan. dan Iain-lain.3 mg/dl (darah) 2. Selain itu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan misalnya asetaminofen. pankreatitis akut (radang pankreas). serta asupan dari makanan.5 mg/dl (darah) 250 – 750 mg/24 jam (urin) Peningkatan kadar asam urat terjadi pada alkoholik. Peningkatan 3 – 10x normal terjadi pada infeksi mond nuklear. diabetes mellitus berat. leukemia.diuretik.5 mg/dl (darah) 3. Beberapa individu dengan kadar asam urat >8mg/dl sudah ada keluhan dan memerlukan pengobatan.Peningkatan SGOT >5x normal = kerusakan sei-sel hati.4 – 8.aspirin jangka panjang. hepatitis toksis. metabolisme purin.Purin terdapat dalam makanan antara lain: daging. Pergantian purin dalam tubuh berlangsung terus-menerus dan menghasilkan banyak asam urat walaupun tidak ada input makanan yang mengandung asam urat. malnutrisi. penyebaran kanker. .5 mg/dl (darah) 2. Peningkatan dalam serum darah menunjukkan adanya trauma atau kerusakan hati.5 – 5. gagal ginjal.

probenesid.7 -1.8 -1. Kreatinin Merupakan produk akhir metabolisme kreatin otot dan kreatin fosfat (protein) diproduksi dalam hati. BUN (BLOOD UREA NITROGEN) BUN adalah produk akhir dari metabolisme protein.6 – 1. ureum dikeluarkan melalui urin.9 mg/dl 0. dibuat oleh hati. Trigliserida ini merupakan penyebab utama penyakit penyumbatan arteri dibanding kolesterol. Nilai normal : Dewasa Anak Bayi 5-25 mg/dl 5-20 mg/dl 5-15 mg/dl Rasio nitrogen urea dan kreatinin = 12 :1 – 20 :1 Pemeriksaan Trigliserida Merupakan senyawa asam lemak yang diproduksi dari karbohidrat dan disimpan dalam bentuk lemak hewani. Pada orang normal.3 mg/dl 0. dibuang melalui urin.7 mg/dl 0. antibiotik golongan sefalosporin. kehamilan.4 mg/dl Peningkatan kreatinin dalam darah menunjukkan adanya penurunan fungsi ginjal dan penyusutan massa otot rangka. Ditemukan dalam otot rangka dan darah.2 mg/dl 0. dan Iain-Iain. Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kreatinin nyaitu vitamin C. serangan jantung.5 – 0. Nilai normal : .Penurunan asam urat terjadi pada anemia kekurangan asam folat. Obat-obat yang dapat menurunkan asam urat adalah allopurinol. Hal ini dapat terjadi pada penderita gagal ginjal.4 -1. kanker. Nilai normal dalam darah : Pria Wanita Anak Bayi Bayi baru lahir 0. dan Iain-Iain. Peningkatan dalam serum tidak dipengaruhi oleh asupan makanan dan cairan. dan IainIain. luka bakar.aminoglikosid. konsumsi daging sapi tinggi.

metformin (obata anti diabetik oral). Peningkatan kadar trigliserida terjadi pada hipertensi (penyakit darah tinggi). Dari golongan obat.diabetes mellitus tak terkontrol. . kongenital (kelainan sejak lahir). yang dapat meningkatkan trigliserida yakni pil KB terutama estrogen. sumbatan pembuluh darah otak.Bayi Anak Dewasa muda Tua (>50 tahun) 5-4o mg/dl 10-135 mg/dl s/dl50 mg/dl s/d 190 mg/dl Penurunan kadartrigliserid serum dapatterjadi karena malnutrisi protein. diet tinggi karbohidrat. Obat-obatan yang dapat menurunkan trigliserida yaitu asam askorbat (vitamin C). kehamilan.

Packed Red Blood Cell (PRBC) PRBC mengandung hemoglobin yang sama dengan whole blood. PRBC perlu dihangatkan terlebih dahulu hingga sama dengan suhu tubuh (37ºC). yaitu 70% dibandingkan 40%. Whole blood biasa diberikan untuk perdarahan akut. Akan tetapi. Setiap unit FFP biasanya dapat menaikan masing-masing kadar faktor pembekuan sebesar 2-3% pada orang dewasa. Whole blood Whole blood (darah lengkap) biasanya disediakan hanya untuk transfusi pada perdarahan masif. Transfusi satu unit whole blood akan meningkatkan hemoglobin 1 g/dl 2. akan menyulitkan terjadinya perpindahan oksigen dari darah ke organ tubuh. Whole blood akan meningkatkan kapasitas pengangkutan oksigen dan peningkatan volume darah. bila tidak dijumpai gejala klinis perdarahan. shock hipovolemik serta bedah mayor dengan perdarahan > 1500 ml.000 trombosit/mm3 setelah 1 jam transfusi pada pasien dengan berat badan 70 kg. dimana PRBC lebih sedikit mengandung plasma. banyak faktor yang berperan dalam keberhasilan transfusi trombosit diantaranya splenomegali. Satu unit trombosit dapat meningkatkan 7000-10. Plasma Beku Segar (Fresh Frozen Plasma) Fresh frozen plasma (FFP) mengandung semua protein plasma (faktor pembekuan). saat hendak diberikan pada pasien perlu dihangatkan terlebih dahulu sesuai suhu tubuh. Kriopresipitat . terutama faktor V dan VII. transfusi trombosit tidak diperlukan. dan perdarahan aktif. Hal ini menyebabkan kadar hematokrit PRBC lebih tinggi dibanding dengan whole blood. demam. 4. bedanya adalah pada jumlah plasma. setelah terapi warfarin dan koagulopati pada penyakit hati. Saat hendak digunakan. Sama dengan PRBC. FFP biasa diberikan setelah transfusi darah masif.Macam Komponen Darah Transfusi 13/07/2010 Filed under: informasi kesehatan — alimrois @ 10:31 Macam2 Komponen Darah Transfusi adalah sebagai berikut 1. PRBC biasa diberikan pada pasien dengan perdarahan lambat. sensitisasi sebelumnya. 3. bila tidak dihangatkan. pasien anemia atau pada kelainan jantung. 5.000 sel/mm3) disertai gejala klinis perdarahan. Trombosit Transfusi trombosit diindikasikan pada pasien dengan trombositopenia berat (<20.

TRANSFUSI DARAH TRANSFUSI DARAH Tujuan tranfusi darah : 1. Macam transfusi dengan whole blood : 1. Transfusi dengan darah seluruhnya ( whole blood ) 2. Kegagalan faal hati akut Keuntungan : mudah didapat dan tehnik lebih mudah. selama lebih dari 6 jam. biasanya mudah rusak. VII.Kriopresipitat mengandung faktor VIII dan fibrinogen dalam jumlah banyak. FRESH BLOOD : darah setelah pengambilan/telah disimpan pada suhu 4 derajat celcius. TRANSFUSI DENGAN KOMPONEN DARAH 1. 2. Trombosit. Komponen darah padat (sel darah). faktor V. Transfusi dengan komponen darah TRANSFUSI DENGAN WHOLE BLOOD Indikasi transfusi dg whole blood : • Perdarahan akut dan profuse→hypovelemik shock • Exchange transfusion : haemolitik diseases of the new born Intoxicaci. Mengembalikan volume darah yang hilang 2. STORED BLOOD : darah yang telah disimpan pada suhu 4 derajat celcius. Menambah fraksi darah yang kurang Macam transfusi darah : 1. selama kurang dari 6 jam. Kerugihan : lebih sering kemungkinan terjadinya reaksi tranfuse. • Transfusi dengan Sel Darah Merah (SDM) : -SDM diendapkan -SDM dipadatkan (Packed RBC) -Lekosit Poor RBC -Washed RBC • Transfusi dengan sel darah putih (SDP) . Kriopresipitat diindikasikan pada pasien dengan penyakit hemofilia (kekurangan faktor VIII) dan juga pada pasien dengan defisiensi fibrinogen.

shg bahaya decom cordis menurun • Kadar Na. Indikasi transfusi dengan PRC : • Anemia tanpa penurunan volume darh. I. K. Jadi dg mengurangi kandungan lekosit dlm darah yg hendak ditransfusikan. NH4. sehingga PRC yang terbentuk masih bisa dipakai asal tidak melebihi 21 hari. diharapkan kemungkinan terjadinya reaksi transfuse dapat dikurangi. AHF (anti hemophilitik factor). Dengan tehnologi yang lebih maju. fibrinogen. Cara membuat PRC : Darah disentrifuse dengan kecepatan 2000rpm. Sebagaimana diketahui lekosit adalah penyebabnya adlh reaksi transfusi. shg dpt dilakukan substitusi bila diperlukan. dsb. sehingga volume darah menjadi 60-70% dari semula. misal : perdarahan kronis. • Kemungkinan terjadinya reaksi transfusi juga lebih kecil. PRC yang telah dibuat harus dipakai dalam waktu kurang dari 4jam. Kerugihan transfusi dengan PRC : • PRC yg terbentuk harus dipakai dalam waktu<4jam/21 hari • PRC tidak mengandung factor pembekuan darah. • Penderita dg decom. Keuntungan transfusi dengan PRC : • Dapat diberikan SDM dalam jumlah yang banyak pada satu kali transfusi • Penambahan volume darah lebih sedikit. selama 60 menit. Komponen darah non sel (komponen cair) : • Transfusi dengan Plasma : -single donor plasma -pooled plasma • Transfusi dengan fraksi plasma : albumin. proses pemisahan darah dan plasma itu dilakukan dengan system tertutup. cordis (vol penambahan sedikit) • Penderita sirhosis hepatic (kadar NH4 sedikit) Transfusi dengan sel darah merah yang lainnya adalah dengan : LEKOSIT POOR RBC (LPRBC). Indikasi transfusi dg LPRBC : • Penderita yg memiliki titer antibody lekosit yg tinggi • Penderita yg pernah mengalami reaksi transfuse yg berat Kontra indikasi transfuse dg LPRBC : • Penderita dg lekhopeni yg berat Kerugihan transfuse dg LPRBC ini adalah : lekosit tdk dpt dihilangkan 100% Jenis transfusi dg sel darah merah lain : transfusi dg WASHED RBC (WRBC) Tujuan pencucian sel darah merah ini : • Menghilangkan protein plasma .• Transfusi dengan trombosit : -Platellet Rich Plasma (PRP) -Platellet Concentrate (PC) 2. TRANSFUSI DENGAN SEL DARAH MERAH (SDM) Transfusi dengan memakai sel darah merah yang diendapkan/dipadatkan dengan nama : PRC (Packed Red Cells). defisiensi Fe. dan penderita lain • Plasma dapat digunakan pada penderita lain • Kadar anti A dan anti B dalam PRC rendah. globulin. Hal tersebut karena PRC merupakan media yang baik untuk kuman. shg tdk dpt memperbaiki perdarahan bila diperlukan. Kemudian plasma dipisahkan. yaitu sel darah merah yang mengandung sedikit sekali sel darah putih (lekosit).

misalnya : luka bakar yg luas. maka endapan yg terjadi adlh PC. sedangkan terhadap Rhesus masih tetap dilakukan. Transfusi dg plasma : Indikasi pemberian transfusi dg plasma adlh : • Suatu keadaan dimana banyak plasma yg hilang. II. III.darah ABO. sehingga dikhawatirkan terjadi perdaraha. TRANSFUSI DENGAN TROMBSIT Indikasi pemberian transfusi dg trombosit adlh bila terjadi TROMBHOPENI yg berat. IV. TRANSFUSI DENGAN SEL DARAH PUTIH Indikasi pemberian transfusi dg sel darah puti : bila terjadi lekhopeni yg berat sehingga khawatir terjadi suatu reaksi. maka supernatan nya adlh PRP.000/mm3 trombosit. demam berdarah. Setelah suatu transfusi dg trombosit. Untuk meningkatkan 1500 lekosit diperlukan sekitar 40 unit darah segar. Keuntungan pemberian transfusi dg plasma. Indikasi transfusi dg WRBC : Pada penderita dg gangguan Auto Immun. Transfusi dg plasma ini ada 2 macam : 1) Single Donor Plasma • Dibuat dari 1 unit darah • Resiko hepatitis lebih kecil • Titer iso antibody tinggi 2) Pooled Plasma • Dibuat dari beberapa unit darah • Resiko terkena hepatitis tinggi • Titer iso antibody kecil • Volume yg didapat cukup tinggi Kerugihan pemberian tranfusi dg plasma adlh bahwa transfusi ini tidak dapat mengatasi anemia. TRANSFUSI DENGAN KOMPONEN CAIR (PLASMA) 1. Pemberian 1 unit PC dapt meningkatkan sekitar 15. Terdapat 2 macam trombopheni yg dpt ditransfusikan : • PRP (Plathellet Rich Plasma) • PC (Platellet Concetrate) Cara mendapatkan PRP dan PC adalah : darah disentrifuse selam 3 menit dg kecepatan 2300 rpm. dibanding dg transfusi dg Whole Blood adlh : • Tidak perlu dilakukan reaksi silang • Unit darah dipakai untuk beberapa maacam transfusi . sehingga dapat dilakukan transfusi sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Untuk melakukan transfuse dg trombosit ini tdk perlu dilakukan reaksi silang terhadap gol. Transfusi dg sel darh putih jarang sekali digunakan. • Dehidrasi • Perdarahan oleh karena defisiensi faktor pembekuan darah. Bila PRP tersebut kita sentrifuse lagi selama 3 menit dg kecepatan 2300 rpm.• Menghilangkan antibodi pd sel darah merah (Anti A/Anti B) • Menghilangkan/mengurangi sel darah putih (lekosit) Kerugihan pd transfuse dg WRBC : Pencucian yg berulang menjadikan strelisasi darah kurang terjamin. Transfusi dg sel darah putih tdk efektif karena : • Umur lekosit yg pendek • Jumlah lekosit yg sedikit. maka umur trombosit hanya sekitar 1-3 hari. dsb.

Transfusi dg fibrinogen. . Transfusi dg gamma globulin : pemberian antibody 4. Transfusi dg plasma spesifik : • Albumin • Cryoprecipitate (anti hemophili concetrate) 3.• Kemungkinan reaksi hemolitik kecil 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful