KONSEP KECEMASAN [1

]
A. Pengertian Cemas adalah emosi dan merupakan pengalaman subyektif individual, mempunyai kekuatan tersendiri dan sulit untuk diobservasi secara langsung. Perawat dapat mengidentifikasi cemas

lewat perubahan tingkah laku klien. Stuart (1996) mendefinisikan cemas sebagai emosi tanpa obyek yang spesifik, penyebabnya tidak diketahui, dan didahului oleh pengalaman baru. Sedangkan takut mempunyai sumber yang jelas dan obyeknya dapat didefinisikan. Takut merupakan penilaian intelektual terhadap stimulus yang mengancam dan cemas merupakan respon emosi terhadap penilaian tersebut. Lebih jauh dikatakan pula, kecemasan dapat dikomunikasikan dan menular, hal ini dapat mempengaruhi hubungan terapeutik perawat klien. Hal ini menjadi perhatian perawat. Bostrom (1995) mengemukakan stressor sebagai factor presipitasi kecemasan adalah bagaimana individu berhadapan dengan kehilangan dan bahaya yang mengancam. Bagaimana mereka menerimanya tergantung dari kebutuhan, keinginan, konsep diri, dukungan keluarga, pengetahuan, kepribadian dan kedewasaan. Kecemasan adalah suatu kondisi yang menandakan suatu keadaan yang mengancam keutuhan erta keberadaan dirinya dan dimanifestasikan dalam bentuk prilaku seperti rasa tak berdaya, rasa tidak mampu, rasa takut, phobia tertentu (Hamid dkk,1997). Kecemasan muncul bila ada ancaman ketidakberdayaan, kehilangan kendali, perasaan kehilangan fungsi-fungsi dan harga diri, kegagalan pertahanan, perasaan terisolasi (Hudak dan Gallo, 1997). B. Kecemasan Menurut Freud Freud membagi kecemasan menjadi tiga, yaitu:
1. Kecemasan Realitas atau Objektif (Reality or Objective Anxiety)

Suatu kecemasan yang bersumber dari adanya ketakutan terhadap bahaya yang mengancam di dunia nyata. Kecemasan seperti ini misalnya ketakutan terhadap kebakaran, angin tornado, gempa bumi, atau binatang buas. Kecemasan ini menuntun kita untuk berperilaku bagaimana menghadapi bahaya. Tidak jarang ketakutan yang bersumber pada realitas ini menjadi ekstrim.

Tekanan ini harus dikurangi. Ketika individu termotivasi untuk mengekspresikan impuls instingtual yang berlawanan dengan nilai moral yang termaksud dalam superego individu itu maka ia akan merasa malu atau bersalah. Kecemasan memberikan peringatan kepada individu bahwa ego sedang dalam ancaman dan oleh karena itu apabila tidak ada tindakan maka ego akan terbuang secara keseluruhan. Manifestasi Kecemasan . Kecemasan Neurosis (Neurotic Anxiety) Kecemasan ini mempunyai dasar pada masa kecil. Kecemasan Moral (Moral Anxiety) Kecemasan ini merupakan hasil dari konflik antara Id dan superego. Kecemasan moral menjelaskan bagaimana berkembangnya superego. Kecemasan atau ketakutan untuk itu berkembang karena adanya harapan untuk memuaskan impuls Id tertentu. Seperti kecemasan neurosis. Pada masa kecil. Hal yang perlu diperhatikan adalah ketakutan terjadi bukan karena ketakutan terhadap insting tersebut tapi merupakan ketakutan atas apa yang akan terjadi bila insting tersebut dipuaskan. pada konflik antara pemuasan instingtual dan realitas. Secara dasar merupakan ketakutan akan suara hati individu sendiri. kecemasan moral juga mempunyai dasar dalam kehidupan nyata. 2. Individu juga dapat mengikuti kata hatinya. Individu akan mencoba lari dari situasi yang mengancam serta berusaha untuk membatasi kebutuhan impuls yang merupakan sumber bahaya. Konflik yang terjadi adalah di antara Id dan Ego yang kita ketahui mempunyai dasar dalam realitas. C. Rasa malu dan perasaan bersalah menyertai kecemasan moral. Apapun tipenya. terkadang beberapa kali seorang anak mengalami hukuman dari orang tua akibat pemenuhan kebutuhan id yang implusif Terutama sekali yang berhubungan dengan pemenuhan insting seksual atau agresif. Anak-anak akan dihukum bila melanggar aturan yang ditetapkan orang tua mereka. Hal ini menyebabkan tekanan pada individu dan menjadi dorongan pada individu termotivasi untuk memuaskan. kecemasan merupakan suatu tanda peringatan kepada individu. Atau jika tidak ada teknik rasional yang bekerja. Biasanya individu dengan kata hati yang kuat dan puritan akan mengalami konfllik yang lebih hebat daripada individu yang mempunyai kondisi toleransi moral yang lebih longgar. Kecemasan neurotik yang muncul adalah ketakutan akan terkena hukuman karena memperlihatkan perilaku impulsif yang didominasi oleh Id. Pada kehidupan sehari-hari ia akan menemukan dirinya sebagai “conscience stricken”. individu dapat memakai mekanisme pertahanan (defence mechanism) yang nonrasional untuk mempertahankan ego.Seseorang dapat menjadi sangat takut untuk keluar rumah karena takut terjadi kecelakaan pada dirinya atau takut menyalakan korek api karena takut terjadi kebakaran. Anak biasanya dihukum karena secara berlebihan mengekspresikan impuls seksual atau agresifnya itu. Ada berbagai cara ego melindungi dan mempertahankan dirinya. Dapat dikatakan bahwa yang menyebabkan kecemasan adalah kata hati individu itu sendiri. Orang dewasa juga akan mendapatkan hukuman jika melanggar norma yang ada di masyarakat. 3. Freud mengatakan bahwa superego dapat memberikan balasan yang setimpal karena pelanggaran terhadap aturan moral.

2003). b) Respon Terhadap Stimulus Menurut Trismiati (2006). Myers (1983) dalam Trismiati (2006) mengatakan bahwa perempuan lebih cemas akan ketidakmampuannya dibanding dengan laki- . d) Gender Berkaitan dengan kecemasan pada pria dan wanita. 2006) menyebutkan bahwa manifestasi kecemasan terwujud dalam empat hal berikut ini. 1) Manifestasi kognitif Yang terwujud dalam pikiran seseorang. peningkatan tekanan darah dan lain-lain. 3) Perubahan somatic Muncul dalam keadaaan mulut kering. Penyebab kecemasan menurut Horney. respirasi. ketegangan otot dan tekanan darah. ketegangan otot. sering kencing.Menurut Sue. Hampir semua penderita kecemasan menunjukkan peningkatan detak jantung. c) Usia Pada usia yang semakin tua maka seseorang semakin banyak pengalamnnya sehingga pengetahuannya semakin bertambah (Notoatmodjo. dan perasaan tegang yang berlebihan. dkk dalam Trismiati. seringkali memikirkan tentang malapetaka atau kejadian buruk yang akan terjadi. 4) Afektif Diwujudkan dalam perasaan gelisah. diare. Karena pengetahuannya banyak maka seseorang akan lebih siap dalam menghadapi sesuatu. dapat berasal dari berbagai kejadian di dalam kehidupan atau dapat terletak di dalam diri seseorang. sumber-sumber ancaman yang dapat menimbulkan kecemasan tersebut bersifat lebih umum. D. tangan dan kaki dingin. misalnya seseorang yang memiliki pengalaman dalam menjalani suatu tindakan maka dalam dirinya akan lebih mampu beradaptasi atau kecemasan yang timbul tidak terlalu besar. kemampuan seseorang menelaah rangsangan atau besarnya rangsangan yang diterima akan mempengaruhi kecemasan yang timbul. 2) Perilaku motorik Kecemasan seseorang terwujud dalam gerakan tidak menentu seperti gemetar. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan 1) Faktor Internal a) Pengalaman Menurut Horney dalam Trismiati (2006).

eksploratif. laki-laki lebih aktif.laki. sedangkan perempuan lebih sensitif. hal ini dinyatakan oleh Kasdu (2002). b) Kondisi Lingkungan Kondisi lingkungan sekitar ibu dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dalam menghadapi permasalahan. (Baso. hal ini dinyatakan oleh. 2) Faktor Eksternal a) Dukungan Keluarga Adanya dukungan keluarga akan menyebabkan seorang lebih siap dalam menghadapi permasalahan. misalnya lingkungan pekerjaan atau lingkungan bergaul yang tidak memberikan cerita negatif tentang efek negatif suatu permasalahan menyebabkan seseorang lebih kuat dalam menghadapi permasalahan. Penelitian lain menunjukkan bahwa laki-laki lebih rileks dibanding perempuan. 2000 : 6) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful