Rencana asuhan keperawatan 1. Diagnosis keperawatan : ansietas berat atau panik.

kriteria hasil: pasien akan mengurangi ansietasnya sampai tingkat sedang atau ringan. Tujuan Pasien akan terlindung dari bahaya.   Intervansi Pada awalnya kita menerima dan mendukung, bukan menyerang pertahanan diri pasien. Kenalkan realitas kesedihan yang berhubungan dengan mekanisme koping pasien saat ini. Jangan fokuskan pada fobia, ritual, atau keluhan fisik itu sendiri. Berikan umpan stressor, dan sumber koping. Perkuat ide bahwa kesehatan fisik berhubungan dengan kesehatan emosional dan bahwa area ini akan membuthkan eksplorasi di masa depan. Sementara itu, mulai terapkan batasan perilaku maladaptif pasien dengan cara yang mendukung. Bersikap tenang terhadap pasien. Kurangi stimulus lingkungan. Batasi interaksi pasien dengan pasien lain untuk meminimalkan aspek menularnya ansietas. Identifikasi dan modifikasi situasi yang dapat menimbulkan ansietas bagi pasien. Berikan tindakan fisik yang mendukung, seperti mandi air hangat dan massage. Berikan medikasi yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pasien. Amati efek samping medikasi dan lakukan penyuluhan kesehatan yang relevan. Rasional o Ansietas berat dan panik dapat didukung dengan mengizinkan pasien untuk menentukan besarnya stress yang dapat ditangani. o Jika pasien tidak mampu menghilangkan ansietas, ketegangan dapat mencapai tingkat panic dan dan pasien dapat kehilangan kendali. o Saat ini pasien tidak memiliki alternative untuk mekanisme koping.

Pasien akan mengalami situasi yang lebih sedikit menimbulkan ansietas.

    

o Pereilaku pasien dapat dimodifikasi dengan mengubah lingkungan dari interaksi pasien dengan lingkungan.

Pasien akan mengalami penyembuhan dari gejala-gejala ansietas berat.

 

o Efek hubungan terapeutik dapat ditingkatkan jika kendali kimiawi terhadap gejala memungkinkan pasien untuk mengarahkan perhatian pada konflik yang mendasari.

 Libatkan orang terdekat sebagai sumber dan dukungan social dalam membantu pasien mempelajari respons koping yang baru. .  Validasikan semua perubahan dan asumsi kepada pasien  Variasikan besarnya ansietas untuk meningkatkan motivasi pasien.  Kaitkan perilaku dengan perasaan tersebut. o Seseorang juga dapat mengatasi stress emosional yang menyertainya melalui penggunaan teknik penatalaksanaan stress. o Respons koping adaptif yang baru dapat dipelajari melalui analisis mekanisme koping yang digunakan di masa lalu. Pasien akan mengidentifikasi penyebab ansietas.  Bantu pasien menggambarkan situasi dan interaksi yang mendahului ansietas. Diagnosa keperawatan: ansietas sedang.  Hubungkan pengalaman pasien saat ini dengan pengalaman yang relevan pada masa lalu. Tujuan Pasien akan mengidentifikasi dan menggambarkan perasaan tentang ansietas. memodifikasi perilaku.  Bantu pasien secara aktif untuk mengaitkan hubungan sebab dan akibat sambil mempertahankan ansietas dalam batasan yang sesuai.2. Rasional o Untuk mengadopsi respon koping yang baru. sifat. Intervensi  Bantu pasien mengidentifikasi dan menggambarkan perasaan yang mendasari. menggunakan sumber-sumber. kriteria hasil: pasien akan menunjukkan cara koping adaptif terhadap strees.  Fokuskan tanggung jawab untuk berubah pada pasien. dan menerima tanggung jawab untuk berubah.  Dorong pasien untuk menggunakan respons koping adaptif yang efektif di masa lalu. dan menguji respons koping yang baru. dan sumber yang tersedia.  Bantu pasien dalam menilai kembali nilai. Pasien akan menguraikan respons koping adaptif dan maladaptive. pasien harus mengerti perkembangannya termasuk stressor pencetus.  Bantu pasien mengidentifikasi cara untuk membangun kembali pikiran.  Kaji bagaimana pasien menurunkan ansietasnya di masa lalu dan tindakan yang dilakukan untuk menurunkannya. penilaian stressor. dan cara konflik berkembang.  Dorong pasien melakukan aktivitas fisik untuk mengeluarkan energy. o Setelah perasaan ansietas dikenali.  Tunjukkan efek maladaptif dan distruktif dari respons koping saat ini. nilai-nilai yang terancam. pasien pertama kali harus menyadari perasaan dan mengatasi penyangkalan dan resistens yang disadari atau tidak disadari. Pasien akan mengidentifikasi penyebab ansietas. menggunakan sumbersumber yang tersedia. Pasien akan mengimplementasikan dua respons adaptif untuk mengatasi ansietas. dan arti stressor pada saat yang tepat. penilaian ulang stressor.  Tinjau penilaian pasien terhadap stressor.

2006. buku saku keperawatan jiwa.ed 5. Gail W.EGC.DAFTAR PUSTAKA Stuart. Jakarta . .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful