LAPKAS

VERTIGO

DISUSUN OLEH :

DESI KURNIATI A. M

PEMBIMBING : Dr. DARMA IMRAN, Sp.S

KEPANITERAAN KLINIK STASE SARAF RSIJ CEMPAKA PUTIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2012

1

BAB I STATUS PASIEN

A. IDENTITAS PASIEN

Nama Umur Alamat Pekerjaan Tanggal MRS Dokter yg merawat

: Ny. N : 45 tahun : Sunter Jaya – Jakarta Utara : Perawat : 02 April 2012 : dr. Samino, Sp.S (K)

B. ANAMNESIS

Keluhan Utama Keluhan Tambahan Riw. Peny. Sekarang

: Pusing sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS) : mual, muntah, : Seorang ♀ diantar keluarganya ke RSIJCP dengan keluhan pusing sejak 2 hari SMRS. Pusing dirasakan seperti berputar. Keluhan ini dirasakan muncul tiba-tiba saat pasien beranjak dari posisi duduk – berdiri. Pusing dirasakan berkurang jika pasien tidur dan mata ditutup. Pusing dirasakan kembali sejak 1 hari SMRS. Pusing dirasakan seperti berputar secara tiba-tiba saat kepala pasien menoleh terutama ke sebelah kanan dalam keadaan berbaring. Pusing dirasakan selama ± 10 menit. Os mengatakan ruangan/lingkungan sekitar terasa seperti berputar. Keluhan lain disertai mual, muntah dan tubuh dirasakan lemas. Muntah tidak menyemprot. Muntahan berupa makanan dan minumam yang dimakan. BAB dan BAK dalam batas normal.

Riw. Peny. Dahulu

: -

Pernah mengalami keluhan yang sama ± 1 tahun yang lalu. Riwayat trauma (+) ± 1,5 tahun yang lalu, otitis (-), sinusitis (-), sakit gigi (-)/gigi berlubang (-) juga disangkal. HT (-).
2

Riw. Peny. Keluarga

: - Riwayat DM (+)  Ibu Os Riwayat Hipertensi (+)  Ayah Os

Riw. Pengobatan Riw. Alergi Riw. Psikososial

: Os tidak konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama : alergi obat, makanan, debu disangkal : - Os sibuk berkerja selama ± 8 jam sehari - Merokok, konsumsi alkohol disangkal

C. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum Kesadaran Tanda-tanda Vital

: tampak sakit sedang : CM : TD Nadi Napas Suhu : 120/80 mmHg : 88 x/menit : 20 x/menit : 36,5 oC

Antropometri

: normoweight

STATUS GENERALIS

Kepala     Mata

normochepal : sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis -/-, pupil bulat isokor 3 mm/3 mm, RCL +/+, RCTL +/+

Hidung Mulut Telinga

: septum deviasi (-), deformitas (-), sekret (-) : mukosa bibir kering (-), lidah kotor (-), lidah tremor (-) : normotia +/+, deformitas (-), serumen -/-

3

regular. sianosis (-) 4 . RCT < 2 detik. RCT < 2 detik. datar : massa (-). sianosis (-) : akral hangat. rh -/-. edema (-). hepatomegali (-) dan splenomegali (-) : timpani : BU (+) normal Ekstremitas : Atas Bawah : akral hangat. nyeri tekan epigastrium (-). bentuk dan gerak dada simetris : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : tanda radang (-). murni. murmur (-). retraksi (-) : vokal fremitus ka=ki : sonor di kedua lapang paru : vesikular +/+. wh -/: iktus kordis tidak terlihat : iktus kordis tidak teraba : tidak dilakukan : BJ 1 & 2 tunggal. gallop (-)  Jantung : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi Abdomen     Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : supel.Leher    JVP Tiroid KGB : dalam batas normal : tidak ada pembesaran : tidak ada pembesaran Thoraks  Paru : normochest. edema (-).

Optikus Kanan Penglihatan Refleks Cahaya Langsung Refleks Cahaya Tak Langsung Fundus Okuli Papil Retina Perdarahan Arteri/Vena N + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Kiri N + + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 3. Okulomotorius Kanan Ptosis Gerakan Bola Mata Kiri - 5 . Meningeal : Kaku Kuduk Laseque Kernig Brudzinksi I Brudzinski II : (-) : (-) : (-) : (-) : (-)  Nervus Kranialis 1. N. N. N. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS    Kesadaran Pupil : GCS = E4V5M6 = 15 : pupil isokor. Olfaktorius Kanan Daya Pembau Tidak dilakukan Kiri Tidak dilakukan 2.D. ᴓ 3 mm refleks cahaya +/+ R.

baik N. baik N. baik 3 mm isokor 4. baik N. baik 3 mm isokor N. Fasialis Kanan Kiri 6 . Trokhlearis Kanan Gerakan Bola Mata Media Bawah Strabismus konvergen Diplopia N. Abdusen Kanan Gerakan mata ke lateral abduksi N Kiri N 7.Atas – Dalam Atas – Luar Bawah – Luar Ukuran pupil Bentuk pupil N. N. baik N. Trigeminus Menggigit Membuka mulut Kanan Sensibilitas Atas Tengah Bawah Refleks kornea Trismus N N N Tidak dilakukan Tidak dilakuka N N N + + Kiri 6. baik Kiri 5. baik N. N. N. N.

N. N.Mengangkat alis Mengerutkan dahi Menutup mata Menyeringai Chovstek sign Ageusi 2/3 depan Tic fasialis Kontraktur Normal Normal Normal Normal Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Normal Normal Normal Normal Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 8. Vestibulokochlearis Kanan Nistagmus Manuver Hallpike Tes Romberg Tes Bisik Tes Rinne Tes Weber Tes Schwabach + + Tidak dilakukan + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan Kiri + + Tidak dilakukan + Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan 9. N. Glossofaringeus Arkus faring Daya kecap lidah 1/3 belakang Refleks muntah Sengau Sulit dinilai Tidak dilakukan Sulit dilakukan - 10. Vagus Nadi Bersuara Menelan Regular Normal Baik 7 .

Aksesorius Kanan Memalingkan kepala Sikap bahu Mengangkat bahu Trofi otot bahu N N N Kiri N N N - 12. +/+ : +/+ : +/+ : +/+ : -/: -/: -/- Oppenheim : -/Rosolimo Mendel  Sistem Otonom : Miksi Defekasi : -/: -/: + : + 8 . tidak dilakukan. +/+ . nyeri) . Hipoglossus Artikulasi Tremor lidah Menjulurkan lidah Trofi otot lidah Kekuatan lidah   Normal Lurus Tidak dilakukan Motorik : 5555 5555 5555 5555 Sensorik : permukaan (raba.Tungkai : +/+.11. +/+ .Lengan : +/+. N. tidak dilakukan. suhu. N.Tubuh  Refleks Fisiologis : Biseps Triseps Patella Achilles  Refleks Patologis : Babinsky Chaddock : +/+. tidak dilakukan.

5 3.7 – 15.Romberg .00 150 – 440 35 – 47 PEMERIKSAAN HEMATOLOGI Hemoglobin Jumlah Leukosit Jumlah Trombosit Hematokrit KIMIA KLINIK GDS SGOT (AST) SGPT (ALT) Ureum Darah Kreatinin Darah ELEKTROLIT Natrium (Na) Darah Kalium (K) Darah Klorida (Cl) Darah 10.52 232 38 g/dL ribu/µL ribu/µL % 133 14 14 29 0. PEMERIKSAAN PENUNJANG  LABORATORIUM TANGGAL 02-04-2012 HASIL SATUAN NILAI RUJUKAN 11.6 10.0 94 – 111 135 3.Sekresi keringat : +  Fungsi Luhur : Afasia sensorik : Daya ingat Afasia motorik  Keseimbangan dan Koordinasi : baik : : tidak dilakukan : (+) : .Jari ke hidung : (+) .Tumit ke lutut : tidak dilakukan  Pemeriksaan Khusus : Manuver Hallpike (+)  nistagmus < 2 detik E.4 135 – 147 3.5 102 mEq/L mEq/L mEq/L 9 .60 – 11.Jari ke jari .5 – 5.8 U/L U/L mg/dL mg/dL 70-200 10 – 31 9 – 36 10 – 50 < 1.

10 . Os mengatakan ruangan/lingkungan sekitar terasa seperti berputar. Pernah mengalami keluhan yang sama ± 1 tahun yang lalu. Pusing dirasakan seperti berputar. Pusing dirasakan seperti berputar secara tiba-tiba saat kepala pasien menoleh terutama ke sebelah kanan dalam keadaan berbaring. manuver Hallpike (+)  nistagmus <2 detik.5 tahun yang lalu  Pada PF dalam batas normal. terutama kanan. diantar keluarganya ke RSIJCP dengan keluhan pusing sejak 2 hari SMRS. Keluhan ini dirasakan muncul tiba-tiba saat pasien beranjak dari posisi duduk – berdiri. Pusing dirasakan selama ± 10 menit.  Pada PP seperti pemeriksaan laboratorium dalam batas normal. muntah dan tubuh dirasakan lemas. F. Riwayat trauma (+) ± 1. terutama kanan. RESUME  Seorang ♀ 45 tahun. Pusing dirasakan kembali sejak 1 hari SMRS. Keluhan lain disertai mual. RONTGEN MASTOID TANGGAL 03-04-2012 Kesan : Suspek mastoiditis kronis bilateral. Pusing dirasakan berkurang jika pasien tidur dan mata ditutup. rontgen mastoid  suspek madtoiditis kronis bilateral.

Latihan vestibuler (Manuver Brandt-Daroff) Medikamentosa : .Versilon . PENATALAKSANAAN   Non-Medikamentosa : .Vitazim 2 x 1 tab 1x1 1x1 3x 1 11 .G.Sinral .Prazotec .Edukasi pasien mengenai penyakit dan prognosisnya . DIAGNOSIS  Klinis    Topis Etiologis Patologis : vertigo vestibular perifer : kanalis semisirkularis : benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) : kanalolitiasis atau kupololitiasis H.

B. yaitu lebih dari 55%. Neurofisiologi Alat Keseimbangan Tubuh Alur perjalanan informasi berkaitan dengan fungsi AKT melewati tahapan sebagai berikut. dapat sekelilingnya terasa berputar (vertigo objektif) atau badan yang berputar (vertigo subjektif). 12 . Rangsangan gerakan diubah reseptor (R) vestibuler (hair ceel). R vestibuler menyumbang informasi terbesar disbanding dua R lainnya. Ada dua jenis organ (reseptor) sensoris di dalam labirin. yaitu pendengaran dan keseimbangan yang merupakan sel berambut (hair cells). menjadi impuls saraf. DEFINISI Vertigo berasal dari bahasa latin “vertere” = memutar. Vertigo ialah adanya sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi (memutar) tanpa sensasi perputaran yang sebenarnya. sempoyangan. sedangkan untuk keseimbangan disebut organ vestibulum. Vestibulum dibedakan atas crista dan macula yang masing-masing sensitive terhadap rangsangan gerakan sirkuler dan linier. Kedua jenis sel ini terbenam di dalam cairan endolimf. telinga bagian dalam. rambut sel menekuk kearah tertentu dan mengubah transmisi impuls sensoris. Organ untuk pendengaran ini disebut organ corti. rasa seperti melayang atau dunia seperti berjungkir balik. Dari ketiga R tersebut. ANATOMI Anatomi labirin Vestibulum yang terdapat di dalam labirin. pening. Vertigo termasuk kedalam gangguan keseimbangan yang dinyatakan sebagai pusing. sehingga bila ada aliran / gelombang endolimf akibat rangsangan bunyi (pendengaran) atau gerakan (keseimbangan). R. mempunyai andil 55% dalam patofisiologi alat keseimbangan tubuh (AKT).BAB II TINJAUAN PUSTAKA VERTIGO A. visus (rod dan cone cells) dan R proprioseptik. Tahap Transduksi.

Influks ion Ca bersama potensial aksi merangsangn pelepasan neurotransmitter (NT) ke celah sinaps untuk menghantarkan (transmisi) impuls ke neuron berikutnya. bila bersifat biasa saja maka responsnya adalah habituasi. Sebaliknya.Mekanisme transduksi hari cells vestibulum berlangsung ketika rangsangan gerakan membangkitkan gelombang pada endolyimf yang mengandung ion K (kalium). 13 . Akibatnya kanal ion Ca (kalsium) akan terbuka dan timbul ion masuk ke dalam hair cells. Tahap Persepsi  Tahap ini belum diketahui lokasinya. Manakala rangsangan yang masuk sifatnya berbahaya maka akan disensitisasi. antara lain : · Inti vestibularis · Vestibulo-serebelum · Inti okulo motorius · Hiptotalamus · Formasio retikularis · Korteks prefrontal dan imbik Struktur tersebut mengolah informasi yang masuk dan memberi respons yang sesuai. yaitu saraf aferen vestibularis dan selanjutnya menuju ke pusat AKT. Gelombang endolimf akan menekuk rambut sel (stereocilia) yang kemudian membuka/menutup kanal ion K bila tekukan stereocilia mengarah ke kinocilia (rambut sel terbesar) maka timbul influks ion K dari endolymf ke dalam hari cells yang selanjutnya akan mengembangkan potensial aksi. Tahap Transmisi Impuls yang dikirim dari hair cells dihantarkan oleh saraf aferen vestibularis menuju ke otak dengan NT-nya glutamate   Normal synoptic transmition Iduktion of longtem potentiation Tahap Modulasi Modulasi dilakukan oleh beberapa struktur di otak yang diduga pusat AKT.

E. KLASIFIKASI Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. oleh karena memori gerakan yang pernah dialami masa lalu diduga tersimpan di vestibuloserebeli. Serebellum selain merupakan pusat integrasi kedua juga diduga merupakan pusat komparasi informasi yang sedang berlangsung dengan informasi gerakan yang sudah lewat. yaitu lebih dari 50% disusul kemudian reseptor visual dan yang paling kecil konstibusinya adalah propioseptik. Arus informasi berlangusng intensif bila ada gerakan atau perubahan gerakan dari kepala atau tubuh. 14 . vaskular. infeksi. dan somatokinetik [kulit. Bisa berupa trauma. D. visual dan vestibuler. informasi tentang gerakan juga tersimpan di pusat memori prefrontal korteks serebri. Tekukan bulu menyebabkan permeabilitas membran sel berubah sehingga ion Kalsium menerobos masuk kedalam sel (influx). toksik.C. otot bola mata]. reseptor vestibuler yang punya kontribusi paling besar. Dan ketiga jenis reseptor tersebut. FISIOLOGI Informasi yang berguna untuk alat keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh respetor vestibuler visual dan propioseptik. Sistem keseimbangan tubuh kita dibagi menjadi 2 yaitu sistem vestibular (pusat dan perifer) serta non vestibular (visual [retina. Influx Ca akan menyebabkan terjadinya depolarisasi dan juga merangsang pelepasan NT eksitator (dalam hal ini glutamat) yang selanjutnya akan meneruskan impul sensoris ini lewat saraf aferen (vestibularis) ke pusat-pusat alat keseimbangan tubuh di otak.000. BPPV sering terdapat pada usia yang lebih tua yaitu di atas 50 tahun. sendi. Selain serebellum. dengan wanita lebih banyak daripada pria. atau autoimun. Pusat Integrasi alat keseimbangan tubuh pertama diduga di inti vertibularis menerima impuls aferen dari propioseptik. keganasan. otot]). akibat gerakan ini menimbulkan perpindahan cairan endolimfe di labirin dan selanjutnya bulu (cilia) dari sel rambut ( hair cells) akan menekuk. EPIDEMIOLOGI Prevalensi vertigo (BPPV) di Amerika adalah 64 orang tiap 100. metabolik.

hilang keseimbangan kontinu gerakan obyek visual keramaian. Sebaliknya. seperti gerakan berputar. tuli) Tanda fokal otak + + Vertigo Vestibular Perifer lebih mendadak berat ++ ++ Vertigo Vestibular Sentral lebih lambat ringan +/+ 15 . serebelum dan serebrum. muntah. Gejala yang timbul akibat gangguan pada komponen sistem keseimbangan tubuh itu berbeda-beda. krista pada kanalis semisirkularis mengatur akselerasi angular. diteruskan ke sistem visual dan somatokinetik untuk merespon informasi tersebut. lalu lintas Tabel 2. Perbedaan Vertigo Vestibular Perifer dan Sentral Gejala Bangkitan vertigo Derajat vertigo Pengaruh gerakan kepala Gejala otonom (mual. Sementara itu. Perbedaan Vertigo Vestibular dan Non Vestibular Gejala Sifat vertigo Serangan Mual/muntah Gangguan pendengaran Gerakan pencetus Situasi pencetus Vertigo Vestibular rasa berputar episodik + +/gerakan kepala Vertigo Non Vestibular melayang. Labirin tersusun dari 3 kanalis semisirkularis dan otolit (sakulus dan utrikulus) yang berperan sebagai reseptor sensori keseimbangan. sistem vestibular perifer meliputi labirin dan saraf vestibular. [Tabel 1 dan 2] Tabel 1. keringat) Gangguan pendengaran (tinitus. Kemudian. Segala input yang diterima oleh sistem vestibular akan diolah. sedangkan makula pada otolit mengatur akselerasi linear. serta koklea sebagai reseptor sensori pendengaran.Sistem vestibular sentral terletak pada batang otak.

lalu menghilang sempurna.Berdasarkan awitan serangan. herpes zoster otikus. serangannya mendadak. tumor serebelo-pontine. vertigo servikalis Vertigo akut Trauma labirin. tumor fossa cranii posterior. Vertigo laryngea. 16 . Dikatakan kronis karena serangannya menetap lama dan intensitasnya konstan. sindroma paska komosio. yaitu pusing karena serangan batuk. 2. Pada vertigo akut. dan akut. intoksikasi obat-obatan Neuronitis vestibularis. transient ischemic attack (TIA) arteri vertebralis TIA arteri vertebrobasilaris. labirinitis akuta. yaitu rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur. kronik. Namun diantara serangan. epilepsi. Suatu saat serangan itu dapat muncul lagi. lesi labirin akibat zat ototoksik Kontusio serebri. multiple sklerosis. perdarahan labirin - Vertigo dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penyebabnya. yaitu : 1. pasien sama sekali tidak merasakan gejala. [Tabel 3] Jenis Vertigo Berdasarkan Awitan Serangan Vertigo paroksismal Disertai Keluhan Telinga Tidak Disertai Keluhan Telinga Timbul Karena Perubahan Posisi Penyakit Meniere. ensefalitis vestibularis. Serangan pada vertigo paroksismal terjadi mendadak. intensitasnya perlahan berkurang namun pasien tidak pernah mengalami periode bebas sempurna dari keluhan. Vertigo nocturna. meningitis tuberkulosa. berlangsung beberapa menit atau hari. multipel sklerosis Hipotensi ortostatik. vertigo dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu paroksismal. vertigo akibat lesi lambung Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) Vertigo kronis Otitis media kronis. Demikian papar Abdulbar. Lain halnya dengan vertigo kronis.

Sistem keseimbangan tubuh kita dibagi menjadi 2 yaitu sistem vestibular (pusat dan perifer) serta non vestibular (visual [retina. 2006. Diagnosis dan Tatalaksana Kedaruratan Vertigo) Asal terjadinya vertigo dikarenakan adanya gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Vertigo ocularis. yaitu pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar. namun ada beberapa faktor yang menyebabkan vertigo seperti karena serangan migren. yaitu kepala terasa ringan saat akan berdiri. otot). Kemungkinan penyebab vertigo yaitu:        Infeksi virus seperti common cold atau influenza yang menyerang area labirin Infeksi bakteri yang mengenai telinga bagian tengah Radang sendi di daerah leher Serangan migren Sirkulasi darah yang berkurang dapat menyebabkan aliran darah ke pusat keseimbangan otak menurun Mabuk kendaran Alkohol dan obat-obatan tertentu . G. (Anonim. 4. Vertigo rotatoria. otot bola mata]. dan somatokinetik [kulit. metabolik. mabuk kendaraan. Bisa berupa trauma. khususnya karena kelumpuhan atau ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata. Sedangkan vertigo bisa lebih berat dari itu. toksik. vaskular. 17 . F. radang pada leher. misalnya dapat membuat kita sulit untuk melangkah karena rasa berputar yang mempengaruhi keseimbangan tubuh. Adanya penyakit vertigo menandakan adanya gangguan system deteksi seseorang. yaitu pusing karena penyakit mata. sendi. PENYEBAB Vertigo berbeda dengan dizziness.3. Penyebab yang lain lebih dijelaskan pada penyebab vertigo. atau autoimun. suatu pengalaman yang mungkin pernah kita rasakan. keganasan. infeksi. infeksi bakteri pada telinga dan kekurangan asupan oksigen ke otak. FAKTOR RESIKO Vertigo terjadi bukan karena faktor keturunan.

Penyebab-penyebab di atas dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Beberapa kelainan metabolik dapat menyebabkan vertigo. Vertigo pada umumnya bukan gangguan kesehatan serius. Akan tetapi semakin dini penanganannya vertigo akan semakin cepat dapat diatasi. Penyakit infeksi seperti sifilis juga dapat menyebabkan vertigo. Vertigo yang timbul dapat hilang secara spontan. dan berbagai penyakit lain yang jarang. Adakalanya diikuti dengan gejala telinga mendengung. lupus. Namun. antara lain arthritis rheumatoid (rematik). dan gangguan kalsium. adakalanya vertigo hanya disebabkan oleh stres. anemia. viral labyrinthitis (organ di telinga dalam) merupakan reaksi peradangan yang dapat terjadi setelah influenza. seperti tekanan darah tinggi. Vertigo yang dirasakan sesuai dengan pertumbuhan tumor. Sementara itu. namun begitu stres dapat ditanggulangi vertigo pun menghilang. Infeksi bakteri pada labyrinthitis merupakan 18 . sarcoid. Sebagai upaya penanggulangan satu-satunya cara operasi dan penyinaran untuk menyingkirkan tumor. namun dapat juga baru hilang beberapa bulan kemudian. Penyebab autoimun juga dapat menyebabkan timbulnya keluhan ini. penyakit tiroid. diabetes. Meski penderita mengalami gejala kepala berputar tujuh keliling dan bahkan sampai muntah-muntah. kolesterol tinggi. Semakin besar tumor semakin berat rasa sakitnya.VERTIGO Vertigo paling berat jika disebabkan adanya tumor pada otak kecil atau dekat organ telinga.

yang biasanya diikuti dengan vertigo yang hebat. Hal ini disebabkan karena pergerakan kepala yang mendadak. khususnya terhadap makanan dapat menyebabkan terkumpulnya cairan dalam telinga dalam dan gejalanya mirip dengan Sindrom Meniere. rasa penuh di telinga. Vertigo ringan akibat perubahan posisi merupakan penyebab tersering vertigo. dan suhu badan yang tinggi. Tes pendengaran dan keseimbangan dapat mengidentifikasi tumor ini. Kondisi ini memerlukan perawatan di rumah sakit. sementara MRI diperlukan untuk mengkonfirmasi letak tumor. infeksi. Sindrom Meniere merupakan kondisi dimana terdapatnya cairan di telinga bagian dalam yang menyebabkan vertigo yang hilang timbul. degenerative karena usia dan 19 . tetapi sebagian besar penyebabnya belum diketahui hingga sekarang. BPPV disebabkan oleh pengendapan kalsium di dalam salah satu alat penyeimbangan di dalam telinga. seperti multiple sklerosis. PATOGENESIS BPPV terjadi akibat dari perubahan posisi kepala yang cepat dan tibat-tiba. Beberapa dugaan yang dikemukakan oleh para ahli adalah. muntah. tak jarang pasien seperti ini ditemukan di unit gawat darurat. bisa lama atau hanya beberapa menit sasja. Tes keseimbangan akan membedakan apakah penyebab berasal dari telinga dalam atau dari susunan saraf pusat. trauma pada alat keseimbangan. seperti bangun tidur dan hanya timbul beberapa detik.infeksi yang mengancam jiwa. Hasilnya pendertia akan merasa amat sangat panik dan segera melarikan diri untuk berobat. Vertigo biasanya hilang dalam beberapa jam. Neuroma akustik merupakan tumor jinak pada saraf pendengaran atau saraf keseimbangan yang terletak di antara telinga dan otak. H. Pada sebagian kasus hilangnya pendengaran dapat makin parah. infeksi otak dan tumor otak dapat menyebabkan vertigo. Ini biasanya dapat disembuhkan dengan operasi dan dapat membahayakan jiwa jika tidak diobati. Penderita kadang merasakan lebih baik jika berbaring diam saja. dan berkurangnya pendengaran yang juga berfluktuasi serta telinga berdengung. biasanya akan dirasakan pusing yang sangat berat. Berbagai masalah neurologi. Alergi. Vertigo dapat berlangsung selama berhari-hari dan disertai dengan mual muntah. Identifikasi dan pengobatan alergi biasanya mengurangi gejala. yang berlangsung bervariasi di semua orang. sisa pembedangan telinga.

20 . Gejala yang dapat dirasakan antara lain:       Tempat anda berpijak terasa berputar atau bergerak-gerak Mual Muntah Sulit berdiri atau berjalan Sensasi kepala terasa ringan Tak dapat memfokuskan pandangan Fungsi keseimbangan tubuh terdiri dari tiga sistem.kelainan pembuluh darah. suatu pengalaman yang mungkin pernah kita rasakan. Adanya penyakit vertigo menandakan adanya gangguan sistem deteksi seseorang. Vertigo muncul jika ada gangguan pada salah satu atau lebih dari ketiga sistem keseimbangan itu. Vertigo berbeda dengan dizziness. Sedangkan vertigo bisa lebih berat dari itu. MANIFESTASI KLINIS Gejala vertigo dapat bervariasi tergantung berat ringannya. yaitu sistem vestibular. sistem visual. I. dan sistem somatosensorik atau proprioseptik. Sistem vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indera dengan pergerakan tubuh serta menjaga agar suatu obyek berada dalam fokus penglihatan saat tubuh bergerak. misalnya dapat membuat kita sulit untuk melangkah karena rasa berputar yang mempengaruhi keseimbangan tubuh. yaitu kepala terasa ringan saat akan berdiri.

Pencetus serangan ini adalah gerakan kepala. 21 . tetapi tidak ada mual maupun muntah. remote efek (reaksi terhadap infeksi yang menyebabkan vertigo). mual. Yang kedua adalah tipe perifer. Pada vertigo nonvestibular. nyeri otot terutama di leher dan punggung. pergerakan. tekanan darah. infeksi sekitar sinus atau lainnya (flu. kadang-kadang ada denging di telinga. tumor. suatu organ di telinga bagian dalam berupa tiga saluran berbentuk setengah lingkaran yang dikelilingi cairan. bergoyang.Saat kepala bergerak. muntah. detak jantung cepat. Labirin lantas menyalurkan informasi gerakan ke saraf vestibular atau nervus VIII yang kemudian membawa informasi ke batang otak. Gangguan baal biasanya dialami penderita diabetes. keseimbangan. misalnya gangguan pada saraf tepi berupa kaki baal atau pundak kaku. lesu. gangguan terletak pada batang otak sampai labirin di telinga bagian dalam. koordinasi tubuh menurun. Vertigo vestibular dibedakan menjadi tipe sentral. mual dan muntah. infeksi otak. keseimbangan penderita terganggu dan termanifestasi sebagai vertigo. atau sempoyongan. impuls gerakan terlambat diterima otak besar. dan kesadaran). Akibatnya. Jika ada gangguan pada sistem ini. sensasi yang dirasakan penderita adalah melayang. informasi disampaikan ke labirin. sakit kepala hebat. yang lazim disebut vertigo vestibular. Adapun leher kaku (cervical tension) umumnya dialami mereka yang bekerja di belakang meja. Gejala vertigo vestibular perifer adalah pandangan kabur. Penyebab vertigo vestibular antara lain trauma kepala. Serangan vertigo jenis ini umumnya terjadi secara mendadak. dilanjutkan sampai ke serebelum (bagian otak yang mengontrol koordinasi. sakit kepala. gangguan terjadi pada batang otak sampai otak besar. gangguan kesadaran. Pada gangguan sistem somatosensorik/proprioseptik atau gangguan pada saraf sumsum tulang belakang. kehilangan keseimbangan. pilek. serta sensitif terhadap cahaya dan bunyi. kemampuan kognitif menurun. Vertigo akibat gangguan sistem visual biasanya dicetuskan oleh situasi yang ramai. Adapun gejala vertigo vestibular sentral antara lain diplopia (pandangan ganda). Serangan biasanya terjadi terus-menerus. dunia akan terasa seperti berputar. diare). disertai rasa mual/muntah. banyak orang atau benda lalu lalang. kehilangan konsentrasi. bersifat datang-pergi (episodik). letih. serta lemas.

Pemeriksaan saraf kranial I dapat dibantu dengan funduskopi untuk melihat ada tidaknya papiledema atau atrofi optik. Pada anamnesis. terapi juga berguna sebagai cara diagnosis yang tepat. Sensitivitas uji-uji ini dapat ditingkatkan dengan teknik-teknik tertentu seperti melakukan tes Romberg dengan berdiri di alas foam yang liat. Uji-uji ini biasanya berguna untuk menilai stabilitas postural jika mata ditutup atau dibuka. lalu kepala dijatuhkan mendadak sambil menengok ke satu sisi. IV dan VI ditujukan untuk menilai pergerakan bola mata. 22 . yang paling baik adalah dengan melakukan manuver Hallpike : penderita duduk tegak. dan pada uji kalori tidak ada paresis kanal. tandem gait test. 2. kepalanya dipegang pada kedua sisi oleh pemeriksa. Secara klinis vertigo terjadi pada perubahan posisi kepala dan akan berkurang serta akhirnya berhenti secara spontan setelah beberapa waktu. Saraf kranial III. Fungsi serebelum tidak boleh luput dari pemeriksaan. saraf kranial. LANGKAH DIAGNOSTIK Diagnosis BPPV ditegakkan berdasarkan anamnesis. 3. Uji posisi dapat membantu mendiagnosa BPPV. dan motorik-sensorik. Untuk menguji fungsi serebelum dapat dilakukan past pointing dan diadokokinesia. uji posisi dan uji kalori. Pada tes ini akan didapatkan nistagmus posisi dengan gejala : 1. Disertai vertigo berat. Pemeriksaan fisis dasar dan neurologis sangat penting untuk membantu menegakkan diagnosis vertigo. Mata berputar dan bergerak ke arah telinga yang terganggu dan mereda setelah 5-20 detik. Pada uji ulangan akan berkurang. pasien mengeluhkan kepala terasa pusing berputar pada perubahan posisi kepala dengan posisi tertentu. Mula gejala didahului periode laten selama beberapa detik (3-10 detik). pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menilai fungsi vestibular. Secara garis besar. 4. Pemeriksaan fisis dasar yang terutama adalah menilai perbedaan besar tekanan darah pada perubahan posisi. gejala klinis pemeriksaan THT. Pada pemeriksaan THT secara umum tidak didapatkan kelainan berarti. Saraf kranial V untuk refleks kornea dan VII untuk pergerakan wajah. uji jalan di tempat (fukuda test) atau berdiri dengan satu atau dua kaki.J. Sistem vestibular dapat dinilai dengan tes Romberg.

Foto rontgen. Uji Romberg 23 . Uji fungsi motorik juga harus dilakukan antara lain dengan cara pasien menekuk lengannya di depan dada lalu pemeriksa menariknya dan tahan hingga hitungan ke sepuluh lalu pemeriksa melepasnya dengan tiba-tiba dan lihat apakah pasien dapat menahan lengannya atau tidak. Pasien dengan gangguan perifer dan sentral tidak dapat menghentikan lengannya dengan cepat. Namun pada beberapa kasus memang diperlukan. nistagmus posisional. positioning nystagmus. kondisi muskuloskeletal pasien dan kerjasama pasien itu sendiri. dan uji kalori. Profil lipid dan hemostasis dapat membantu kita untuk menduga iskemia. biasanya sekunder akibat neuronitis vestibular yang tidak terkompensasi atau penyakit Meniere. Pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap dapat memberitahu ada tidaknya proses infeksi. nistagmus akibat gerakan kepala. uji pendengaran diperiksa dengan garputala dan tes berbisik. Pemeriksaan selanjutnya adalah menilai pergerakan mata seperti adakah nistagmus spontan atau gaze-evoked nystagmus dan atau pergerakan abnormal bola mata. atau MRI dapat digunakan untuk mendeteksi kehadiran neoplasma/tumor.Pergerakan (range of motion) leher perlu diperhatikan untuk menilai rigiditas atau spasme dari otot leher. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada: 1. Pemeriksaan khusus neuro-otologi yang umum dilakukan adalah uji Dix-Hallpike dan electronystagmography (ENG). Timbulnya nistagmus dan gejala lain setelah pergerakan kepala yang cepat. Nistagmus sentral biasanya hanya vertikal atau horizontal saja dan dapat terlihat dengan fiksasi visual. menandakan adanya input vestibular yang asimetris. CT-scan. Penting untuk membedakan apakah nistagmus yang terjadi perifer atau sentral. Pada dasarnya pemeriksaan penunjang tidak menjadi hal mutlak pada vertigo. Uji ENG terdiri dari gerak sakadik. Pemeriksaan telinga ditekankan pada pencarian adanya proses infeksi atau inflamasi pada telinga luar atau tengah. Tetapi uji ini kualitatif dan tergantung pada subjektifitas pemeriksa. Sementara itu. Nistagmus perifer dapat berputar atau rotasional dan dapat terlihat dengan memindahkan fiksasi visual. Fungsi vestibuler/serebeler a. Arteriografi untuk menilai sirkulasi vertebrobasilar.

Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi 24 . c. Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram. kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Uji Unterberger Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup. kepala dan badan berputar ke arah lesi. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Tandem Gait Penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. b. Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu).Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan. dan pada kelainan serebeler penderita akan cenderung jatuh. pada mata terbuka badan penderita tetap tegak.

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1) Pemeriksaan fisik :      Pemeriksaan mata Pemeriksaan alat keseimbangan tubuh Pemeriksaan neurologik Pemeriksaan otologik Pemeriksaan fisik umum 25 .

Idealnya. dan pemeriksaan lain sesuai indikasi. Foto Rontgen tengkorak. benzodiazepin. Neurofisiologi:Elektroensefalografi(EEG). fenotiazin. Magnetic Resonance Imaging (MRI). dan merusak keseimbangan dari kerja vestibular. Beberapa obat yang tergolong vestibular suppresant adalah antikolinergik. Oral untuk rasa mual ringan. Bentuk yang dipilih tergantung keadaan pasien. antihistamin. antikolinergik harus bersifat spesifik terhadap reseptor vestibular agar efek sampingnya tidak terlalu berat. Efek samping yang dapat segera timbul adalah terganggunya memori. Arteriografi. K. Benzodiazepin termasuk modulator GABA yang bekerja secara sentral untuk mensupresi repson dari vestibular. Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui kausanya sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif. supositoria untuk muntah hebat atau atoni 26 . calcium channel blocker. Terapi simtomatik bertujuan meminimalkan 2 gejala utama yaitu rasa berputar dan gejala otonom. Elektromiografi (EMG). mengurangi keseimbangan. Antikolinergik bekerja dengan cara mempengaruhi reseptor muskarinik. Untuk mencapai tujuan itu digunakanlah vestibular suppresant dan antiemetik. Pada dosis kecil. belum ada. Sayangnya. Brainstem Auditory Evoked Pontential (BAEP) Pencitraan: CT Scan. leher. simtomatik dan rehabilitatif. obat ini bermanfaat dalam pengobatan vertigo. Antiemetik digunakan untuk mengontrol rasa mual. dan histaminik. Antikolinergik yang dipilih harus mampu menembus sawar darah otak (sentral). PENATALAKSANAAN Tatalaksana vertigo terbagi menjadi 3 bagian utama yaitu kausal. Stenvers (pada neurinoma akustik).2) Pemeriksaan khusus :    ENG Audiometri Psikiatrik 3) Pemeriksaan tambahan:     Pemeriksaan laboratorium rutin atas darah dan urin.

mengaktifkan kendali tonus inti vestibular oleh serebelum. Tabel 4. sistem visual dan somatosensorik.5-2 mg 3x8 mg Sedang diteliti 3x200 mg 3x100 mg + + + + + + + + +++ ++ + ++ + + + ++ + + + +++ +++ +++ + + ++ + +++ +++ + + + + + + + + ++ +++ ++ + Ekstrapiramidal 27 . Contoh antiemetik adalah metoklorpramid 10 mg oral atau IM dan ondansetron 4-8 mg oral. yaitu berkurangnya respon terhadap stimulasi sensorik yang diberikan berulang-ulang. serta menimbulkan habituasi. Terapi Obat Antivertigo Golongan Dosis oral Antiemetik Sedasi Mukosa Kering Flunarisin Sinarizin Prometasin Difenhidrinat Skopolamin Atropin Amfetamin Efedrin Proklorperasin Klorpromasin Diazepam Haloperidol Betahistin Carvedilol Karbamazepin Dilantin 1x5-10 mg 3x25 mg 3x25-50 mg 3x50 mg 3x0. Terapi rehabilitasi bertujuan untuk membangkitkan dan meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi pada pasien dengan gangguan vestibular.4 mg 3x5-10 mg 3x25 mg 3x3 mg 3x25 mg 3x2-5 mg 3x0. Mekanisme kerja terapi ini adalah substitusi sentral oleh sistem visual dan somatosensorik untuk fungsi vestibular yang terganggu.6 mg 3x0. dan suntikan intravena pada kasus gawat darurat.lambung.

kemudian pasien digerakkan dari posisi duduk ke posisi Hallpike dengan telinga sakit di bawah. menandakan prognosis yang buruk. prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. dapat digunakan teknik pley yaitu posisi kepala 45 derajat menoleh ke arah telinga yang sakit. terapi fisik / latihan dan olah raga. Simpatomimetik 5.Beberapa terapi yang dapat diberikan adalah terapi dengan obat-obatan. Berdasarkan hipotesis Kanalolithiasis. Pasien dapat dipertahankan dengan posisi ini selama 3 menit dan kemudian kepala dengan lambat dirotasikan ke arah berlawanan dan dipertahankan 4 menit lalu pasien didudukkan. Dan jika keduat terapi di atas tidak dapat mengatasi kelainan yang diderita dianjurkan untuk terapi bedah. PENCEGAHAN Langkah-langkah berikut ini dapat meringankan atau mencegah gejala vertigo:    Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang 28 . Sebaliknya pada tipe sentral. PROGNOSIS Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. vertigo tak lagi menjadi momok. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang. Obat-obatan yang biasanya digunakan adalah 1. misalnya. M. Kombinasi tersebut di atas. Antikolinergik / parasimpatolik 2. Penenang minor dan Mayor 4. dapat terjadi remisi sempurna. L. Antihistamin 3. Infark arteri basilar atau vertebral.

  Hindari posisi mendongakkan kepala. misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala kita dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak. seringkali muncul setelah kita terserang infeksi virus atau adanya peradangan dan kerusakan di daerah telinga tengah. Gejalanya hanya dalam hitungan detik tetapi bisa cukup berat. misalnya saat menoleh dengan gerakan yang cepat. Benign positional vertigo adalah bentuk vertigo yang menyerang dalam jangka waktu pendek namun berulang-ulang. Gejalanya bisa muncul jika kita menggerakkan kepala tiba-tiba. 29 .

Vertigo perlu dipahami karena merupakan keluhan nomer tiga paling sering dikemukakan oleh penderita yang datang ke praktek umum. 30 . infeksi bakteri pada telinga dan kekurangan asupan oksigen ke otak. Istilah yang sering digunakan oleh awam adalah: puyeng. Vertigo terjadi bukan karena faktor keturunan. namun ada beberapa faktor yang menyebabkan vertigo seperti karena serangan migren.BAB III KESIMPULAN Vertigo dapat digolongkan sebagai salah satu bentuk gangguan keseimbangan atau gangguan orientasi di ruangan. prognosis tergantung dari penyakit yang mendasarinya. pusing. radang pada leher. kepala terasa enteng. menandakan prognosis yang buruk. rasa melayang. mabuk kendaraan. rasa mengambang. Sebaliknya pada tipe sentral. pening. 50 % datang ke dokter dengan keluhan vertigo. Semoga dengan kemajuan ilmu bedah saraf di masa yang akan datang. mumet. Prognosis pasien dengan vertigo vestibular tipe perifer umumnya baik. Infark arteri basilar atau vertebral. misalnya. dapat terjadi remisi sempurna. vertigo tak lagi menjadi momok. sempoyongan. bahkan orang tua usia sekitar 75 tahun. tujuh keliling.

2002. Kelompok Studi Vertigo. 2009. Aspek Neurologi dan Vertigo. Ropper. PT Dian Rakyat : Jakarta. M dan Sidharta P. 2009. Mardjono. Makalah Lengkap Simposium dan Pelatihan Neurologi. Principles of Neurology 9th. The McGraw – Hill Companies. Joesoef A. 24 Juli 2011. Cermin Dunia Kedokteran. 31 . Simon RP. Perdossi. The McGraw – Hill Companies. US. Neurologi Klinis Dasar. Samuel MA. S. Inc. 2008. Clinical Neurology 7th ed. Inc.DAFTAR PUSTAKA Andradi. Neurotologi Klinis : Vertigo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful