5/7/2012

REVISION OF THE SYSTEM OF ENVIRONMENTAL - ECONOMIC ACCOUNTS (SEEA)
Chapter 5: Asset Accounts

5.1 Pendahuluan
Aset adalah barang yang dianggap berharga bagi masyarakat. Dalam ilmu ekonomi, asset telah lama didefinisikan sebagai simpanan nilai, yang dalam banyak situasi, memberikan input/masukan terhadap proses produksi. Salah satu motivasi untuk mempertimbangkan aset lingkungan adalah kekhawatiran bahwa pola dan praktek kegiatan ekonomi yang sedang berlangsung mendeplesi dan mendegradasi aset lingkungan yang tersedia, lebih cepat dari pada yang dapat mereka regenerasi sendiri dan karenanya ada keprihatinan tentang keberlanjutan.

Untuk aset lingkungan, perubahan fisik dan moneter selama periode ini termasuk penambahan pada persediaan aset lingkungan (seperti tambahan yang disebabkan karena pertumbuhan alami dan penemuan) dan pengurangan stok aset lingkungan (seperti pengurangan yang disebabkan ekstrasi dan kerugian alam)

5.2 Aset dalam Sistem Neraca Lingkungan dan Ekonomi
5.2.1. Pendahuluan Dalam kerangka pusat, aset lingkungan dianggap dari sudut pandang komponen individu membentuk lingkungan tanpa pertimbangan dari interaksi antara komponen-komponen yang ada sebagai bagian dari ekosistem.

5.2.2 Aset Lingkungan Dalam Kerangka Pusat Ruang lingkup aset lingkungan dalam kerangka pusat didefinisakn melalui fokus pada komponen individu yang membentuk lingkungan. Komponen individu lingkungan yang dianggap aset lingkungan dalam kerangka pusat adalah sumber daya mineral dan energy, tanah, sumber daya tanah, sumber daya kayu, sumber daya akuatik, dan sumber daya lainnya (kecuali sumber daya kayu dan sumber daya akuatik), dan sumber daya air.

Lingkup pengukuran aset lingkungan suatu negara terbatas pada yang tercantum dalam wilayah ekonomi dimana negara memiliki kontrol. Classification of environmental assets in the central framework Berdasarkan fokus pada komponen individu sebuah klasifikasi aset lingkungan dalam Kerangka Pusat disajikan pada Tabel 5.2.1.

1

5/7/2012

Volume air di laut tidak dianggap dalam lingkup sumber daya air dalam Kerangka Pusat karena persediaan air terlalu besar untuk menjadi bermakna dalam tujuan analisis.

Natural resources Sumber daya alam meliputi semua sumber daya hayati alam (termasuk kayu dan sumber daya akuatik), sumber daya mineral dan energi, sumber daya tanah dan sumber daya air. Land and other areas Peran utama lahan di SEEA adalah ruang penyediaannya. Tanah dan ruang yang diwakilinya mendefinisikan lokasi dalam kegiatan ekonomi dan kegiatan lainnya dilakukan dan di mana aset tersebut berada.

Timber, fish and other biological resources Sumber daya hayati meliputi kayu dan sumber daya ikan dan berbagai sumber hewan dan tumbuhan lain seperti ternak, kebun, tanaman dan hewan liar. Forests Dalam SEEA, hutan dianggap sebagai bentuk tutupan lahan, kehutanan adalah kategori penggunaan lahan dan hutan adalah jenis dari ekosistem.

5.2.3 Valuation of environmental assets
Dalam Kerangka Pusat, konsisten dengan SNA, ruang lingkup penilaian terbatas pada menilai manfaat yang bertambah untuk pemilik ekonomi. Manfaat yang mendasari definisi aset ekonomi adalah manfaat ekonomi. Manfaat ekonomi mencerminkan keuntungan atau utilitas positif yang timbul dari produksi ekonomi, konsumsi atau akumulasi. Aset ekonomi dalam SNA diklasifikasikan sebagai aset yang diproduksi, aset tidak diproduksi atau aset keuangan dan konsep-konsep yang relevan

Sumber daya hayati yang dibudidayakan adalah jenis aset yang diproduksi di SNA dan juga merupakan jenis aset lingkungan di SEEA tersebut. Aset non-produksi adalah aset yang ada dengan cara lain selain melalui proses produksi.

2

5/7/2012

Relationship between environmental and economic assets
Banyak Aset lingkungan juga merupakan aset ekonomi. Secara khusus, sumber daya alam dan lahan dianggap bukan aset non-produksi, dan sumber daya hayati yang dibudidayakan dapat berupa aset tetap atau persediaan tergantung pada peran mereka dalam produksi.

Secara fisik, ruang lingkup aset lingkungan yang diukur dalam Kerangka Pusat mungkin lebih besar daripada ruang lingkup aset lingkungan yang diukur secara moneter mengikuti definisi SNA tentang aset ekonomi. Akibatnya, mungkin ada aset lingkungan yang dicatat dalam Kerangka pusat dalam segi fisik tetapi bernilai nol dalam segi moneter dan karenanya tidak termasuk aset lingkungan yang diukur secara moneter.

Economic assets used in activities
Ada aset ekonomi, terutama aset yang diproduksi, yang memiliki peran dalam kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan, tetapi bukan merupakan aset lingkungan. Mereka termasuk aset yang relevan untuk melakukan perlindungan lingkungan dan kegiatan pengelolaan sumber daya dan aset yang digunakan dalam ekstraksi dan panen sumber daya alam seperti bendungan air, kapal nelayan, dan pemotongan dan pengeboran peralatan untuk pertambangan.

5.3 The structure of asset accounts
5.3.1 Introduction Rekaman arus untuk aset lingkungan terjadi di neraca aset. 5.3.2 Conceptual form of the physical asset account Neraca aset fisik biasanya disusun untuk tipe tertentu dari aset daripada untuk berbagai aset yang berbeda karena setiap aset biasanya akan disimpan di unit yang berbeda. Entri mengenai perubahan antara pembukaan dan penutupan saham masing-masing aset yang luas dibagi menjadi (i) penambahan saham dan (ii) penurunan saham.

Ada empat jenis penambahan stok sumber daya. 1. Pertumbuhan stok 2. Penemuan stok baru. 3. Penilaian ulang (penambahan). 4. Reklasifikasi. Ada lima jenis pengurangan stok sumber daya. i. Ekstraksi ii. Penurunan stok. iii. Kerugian bencana iv. Penilaian ulang (penurunan). v. Reklasifikasi.

Accounting entries for institutional sector accounts
Penyusunan neraca aset oleh sektor kelembagaan mungkin menarik untuk jenis tertentu dari aset lingkungan dimana kepemilikan sumber daya adalah masalah kebijakan atau analitis. Untuk membangun neraca sektor kelembagaan ada dua jenis entri tambahan yang diperlukan dibandingkan dengan yang ditampilkan pada Tabel 5.3.1 untuk neraca untuk transaksi dan pertukaran lainnya antara sektor. Entri tersebut adalah: • Akuisisi dan pelepasan aset lingkungan • Penyitaan Terkompensasi

3

5/7/2012

5.3.3 Conceptual form of the monetary asset account
Bentuk umum dari neracca aset moneter disajikan pada Tabel 5.3.2. Ada hubungan dekat dengan struktur neraca aset fisik.

Definisi dari arus disajikan dalam neraca moneter menyelaraskan persis dengan arus yang sama seperti yang didefinisikan dalam hal fisik. Hanya aliran tambahan yang dicatat dalam neraca aset moneter yang dibandingkan dengan revaluasi masalah neraca aset fisik. Seperti dibahas dalam Bab 2, perubahan harga harus dibedakan dari kedua perubahan kuantitas dan perubahan dalam kualitas aset yang relevan.

Relationship to SNA accounting entries
SNA berfokus pada (i) perubahan karena transaksi dan (ii) perubahan lain dalam volume aset. Ruang lingkup entri neraca SNA berbeda tergantung pada apakah aset lingkungan diproduksi atau tidak diproduksi. Untuk aset tetap masuknya akuntansi yang relevan adalah pembentukan modal tetap bruto, untuk persediaan entri akuntansi yang relevan adalah perubahan dalam persediaan.

Institutional sector accounts in monetary terms
Sebuah agregat kunci yang dapat disusun dari rekaman penuh neraca aset oleh sektor kelembagaan adalah kekayaan bersih berdasarkan sektor. Entri akuntansi yang diperlukan untuk mengkompilasi neraca aset moneter dengan sektor kelembagaan sama dengan yang diperlukan untuk mengkompilasi neraca aset fisik oleh sektor kelembagaan dengan tambahan hanya dimasukkannya entri untuk revaluasi

5.4 Principles of asset accounting
5.4.1 Introduction Akuntansi untuk perubahan saham dari aset lingkungan menyajikan beberapa tantangan pengukuran. Tantangan dimulai dalam mengukur secara akurat saham fisik aset lingkungan yang semuanya memiliki karakteristik unik mereka sendiri termasuk, dalam beberapa kasus, kemampuan untuk beregenerasi dari waktu ke waktu.

5.4.2 Defining depletion in physical terms
Dalam penyusunan neraca aset pengukuran deplesi sering menjadi fokus khusus. Deplesi, dalam hal fisik, adalah penurunan jumlah stok sumber daya alam selama suatu periode akuntansi yang disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam dengan unit-unit ekonomi yang terjadi pada tingkat yang tidak akan mengizinkan jumlah sumber daya yang sama untuk diekstraksi dalam semua periode mendatang.

4

5/7/2012

Definisi Deplesi (Lanjutan)
Deplesi, dalam hal moneter, adalah penurunan nilai suatu persediaan sumber daya alam selama suatu periode akuntansi yang disebabkan oleh ekstraksi sumber daya alam dengan unit-unit ekonomi terjadi pada tingkat yang tidak mengizinkan manfaat ekonomi yang sama harus diterima dari sumber daya di semua periode mendatang. • Deplesi tidak terekam jika terjadi bencana • Kategori deplesi pada SDA tidak dapat diperbaharui: ekstraksi yang dilakukan saat sumber daya tersebut tidak dapat dihasilkan lagi • Penentuan deplesi dan ekstraksi pada SDA yang dapat diperbaharui sulit dinilai, karena saat ekstraksi terjadi regenerasi tumbuh.

Deplesi Pada SDA Dapat Diperbaharui
• Dalam mengestimasi deplesi sangat perlu mempertimbangkan ekstraksi dan regenerasi dari sumber daya tersebut. • Model biologi digunakan untuk penentuan tingkat pertumbuhan.

Deplesi Pada SDA yang dapat diperbaharui

Hubungan Deplesi dan Degradasi
• Fokus yang dalam pengukuran deplesi yaitu pada kemampuan suatu unit ekonomi untuk menjaga asset suatu sumber daya di hari depan, kepandaian dalam melakukan ekstraksi dan mengambil hasil alam. • Deplesi berhubungan dengan ekosistem, sehingga dapat dikategorikan sebagai degradasi yang lebih spesifik.

Prinsip Dalam Penilaian Aset
• Dari segi pemerintah: didekati dengan pendapatan pemerintah • Dari segi bisnis : didekati dengan pendapatan perusahaan dan mekanisme pasar • Harga SDA sekarang berlaku juga untuk barang yang tidak diperdagangkan • Jika sumber benar-benar tidak diperdagangkan dan informasi pasar yang didapatkan sedikit, maka pendekatan dapat dilakukan dengan penghitungan NPV

5

5/7/2012

Pendekatan Net Present Value (NPV)
• Lima aspek yang dibahas dalam NPV: 1. Pengukuran dari pengembalian asset lingkungan 2. Determinan dari pola yang diharapkan dari resource rent berdasarkan dugaan profil dan harga 3. Estimasi asset life 4. Seleksi tingkat pengembalian pada asset produksi 5. Pilihan discount rate.

Pengembalian Aset Lingkungan
• Dalam SEEA, pengembalian didefinisikan sebagai penggunaan konsep economic rent. Economic rent merupakan penimbang terbaik dalam menilai nilai surplus yang dihasilkan oleh ekstraktor atau pengguna dari asset yang dihitung setelah semua biaya dan pengembalian normal dihitung pada neraca. • Nilai surplus yang didapatkan didekati dengan nilai yang disebut resource rent. • Ada tiga metode dalam mengukur resource rent: 1. Residual Value Method 2. Approppriation Method 3. Market Price Method

Neraca Aset Mineral dan Sumber Energi
• Pendahuluan:Mineral dan energi sumber daya merupakan jenis yang unik dari aset lingkungan, mineral dan sumber energi dapat diekstraksi dan digunakan melalui aktivitas ekonomi tetapi tidak dapat diperbarui pada setiap skala waktu. Oleh karena itu diperlukan suatu neraca yang dapat mengggambarkan ketersediaan dan proses ekstraksi sumber daya tersebut

Definisi dan Kategori Mineral dan Sumber Energi
• Mineral dan energi sumber daya termasuk deposit sumber daya minyak, sumber daya gas alam, batubara & gambut sumber daya, mineral non-logam dan mineral logam. • Kerangka yang digunakan untuk mendefinisikan ruang lingkup deposit yaitu United Nations Framework Classification for Fosil Energy and Mineral Reseverse and Resource 2009 (UNFC-2009).

Definisi dan Kategori Mineral dan Sumber Energi
• UNFC 2009 didasarkan pada kerusakan pada sumber daya sesuai dengan tiga kriteria yang mempengaruhi ekstraksi mereka: 1. Ekonomi dan sosial viabilitas (E) 2. Lapangan status proyek dan kelayakan (F) 3. Pengetahuan Geologi (G)

Kategori Sumber Daya Mineral dan Energi
• Kelas A: Sumber Daya komersial dapat diperoleh kembali (Commercially Recoverable resources) • Kelas B: Sumber Daya berpotensi komersial (Potentially Commercially Recoverable Resources) • Kelas C: Deposit Dikenal Non-Komersial dan lainnya (Non-Commercial and Other Know Deposits)

6

5/7/2012

Tabel 5.5.2 Stok sumber daya mineral dan energi (satuan fisik*)
Klasifikasi cadangan Kelas A: Sumber daya komersial terbaharui Jenis sumber daya mineral dan energi Sumber daya minyak Sumber daya gas alam Sumber daya batubara dan peat Mineral non-logam Mineral logam Kelas B: Sumber daya berpotensi komersial terbaharui Kelas C: Cadangan nonkomersial dan cadangan lainnya

NERACA ASET SUMBER DAYA MINERAL DAN ENERGI

*Satuan fisik yang berbeda (ton, meter kubik, barrel) akan digunakan untuk jenis sumber daya yang berbeda

Tabel 5.5.3 Neraca sumber daya mineral dan energi (satuan fisik*)
Jenis sumber daya mineral dan energi (menurut kelas) Sumber daya minyak Stok awal sumber daya minyak dan energi Penambahan stok Penemuan baru Reappraisal yang sifatnya menambah Reklasifikasi Total penambahan stok Pengurangan stok Ekstraksi Reappraisal yang sifatnya mengurangi Reklasifikasi Total pengurangan stok Sumber daya gas Sumber daya batu alam bara dan peat Mineral nonlogam Mineral logam

Penambahan dan pengurangan stok sumber daya mineral dan energi (i) i. Penemuan baru. Penemuan harus memasukkan perkiraan jumlah cadangan yang baru ditemukan selama suatu periode neraca. ii. Reappraisal. Reappraisal berkaitan dengan penambahan atau pengurangan perkiraan stok cadangan yang tersedia atau perubahan spesifikasi kategori berdasarkan perubahan

informasi geologi, teknologi, harga sumber daya, atau kombinasi faktor-faktor tersebut.

Stok akhir sumber daya mineral dan energi

*Satuan fisik yang berbeda (ton, meter kubik, barrel) akan digunakan untuk jenis sumber daya yang berbeda

iii. Ekstraksi. Perkiraan ekstraksi merefleksikan jumlah sumber daya fisik yang dihapus dari cadangan.

Penambahan dan pengurangan stok sumber daya mineral dan energi (ii)
iv. Bencana alam. Kerugian akibat bencana alam jarang terjadi dalam kaitannya terhadap sumber daya mineral dan energi. Yang menjadi

Tabel 5.5.4 Neraca aset mineral dan energi (satuan moneter)
Jenis sumber daya mineral dan energi (Kelas A: Sumber daya komersial terbaharui) Sumber daya Mineral nonbatu bara dan logam peat

Sumber daya minyak Nilai stok awal sumber daya

Sumber daya gas alam

Mineral logam

masalah adalah kelayakan ekonomi dari ekstraksi yang merupakan kerugian aktual dari sumber daya itu sendiri. v. Reklasifikasi. Reklasifikasi dapat terjadi jika cadangan tertentu dibuka atau ditutup pada operasi pertambangan karena keputusan pemerintah tentang hak akses untuk cadangan. Reklasifikasi mungkin terekam jika neraca aset sumber daya mineral dan energi disusun oleh sektor kelembagaan.

Penambahan stok Penemuan baru Reappraisal yang sifatnya menambah Reklasifikasi Total penambahan stok Pengurangan stok Ekstraksi Reappraisal yang sifatnya mengurangi Bencana alam Reklasifikasi Total pengurangan stok Revaluasi Nilai stok akhir sumber daya

7

5/7/2012

Revaluasi terjadi karena perubahan harga sumber daya selama periode neraca atau karena perubahan asumsi yang mendasari pendekatan NPV yang biasanya digunakan untuk nilai sumber daya mineral dan energi. Meluasnya batas pengukuran cadangan dalam bentuk fisik tidak mungkin dinilai semuanya dalam bentuk moneter karena derajat ketidakpastian tentang profil ekstraksi dan pendapatan yang diharapkan. Akibatnya, sewa sumber daya untuk cadangan di Kelas B dan C tidak dapat ditentukan dengan tepat. Oleh karena itu, direkomendasikan bahwa penilaian hanya dilakukan untuk cadangan di Kelas A: Sumber daya komersial yang dapat diperbaharui.

Penilaian stok sumber daya mineral dan energi
Penilaian aset menggunakan pendekatan NPV.

Perhitungan harus dilakukan pada tingkat jenis sumber daya individu. Kemudian dijumlahkan atas berbagai sumber daya yang berbeda untuk mendapatkan nilai total sumber daya mineral dan energi.

Estimasi sewa sumber daya
Diestimasi berdasarkan informasi tentang pendapatan dan biaya operasional dari industri ekstraksi. Lingkup operasi Ruang lingkup pendapatan dan biaya operasi yang dipertimbangkan pada derivasi dari sewa sumber daya harus dibatasi pada proses ekstraksi itu sendiri dan tidak termasuk pendapatan tambahan yang diterima atau biaya yang dikeluarkan melalui perbaikan lanjut dan proses ekstraksi sumber daya.

Fluktuasi harga Harga yang berfluktuasi menyebabkan sewa sumber daya cukup bergejolak sepanjang waktu. Oleh karena itu, untuk menentukan sewa sumber daya melalui peramalan: (1)sewa satuan sumber daya diperoleh dengan membagi total sewa sumber daya untuk sumber daya individu dengan jumlah yang diekstrak dalam dalam suatu periode; (2)rata-rata bergerak dari sewa satuan sumber daya digunakan sebagai dasar untuk perkiraan harga sewa sumber daya masa depan karena tidak adanya informasi lainnya pada harga sumber daya masa depan.

Eksplorasi dan evaluasi mineral Eksplorasi mineral dilakukan untuk menemukan cadangan sumber daya mineral dan energi baru yang dapat dimanfaatkan secara komersial. Pengeluaran untuk eksplorasi dan eksploitasi diperhitungkan sebagai pembentukan modal tetap bruto. Konsumsi modal tetap harus dihitung untuk aset ini, secara potensial menggunakan masa kerja rata-rata sama dengan yang digunakan dalam neraca perusahaan minyak atau pertambangan. Untuk tujuan mengestimasi sewa sumber daya, perlu mengurangi biaya pengguna dari aset yang diproduksi termasuk konsumsi modal tetap dan pengembalian ke aset yang dihasilkan. Biaya pemulihan lingkungan alam di sekitar lokasi ekstraksi akan mengurangi sewa sumber daya yang diterima oleh ekstraktor selama masa operasi ekstraksi.

Umur sumber daya
Umur sumber daya sama dengan stok pada waktu itu dibagi dengan tingkat ekstraksi rata-rata. Umur sumber daya akan berubah jika terdapat penemuan baru dan reappraisal. Jika, reappraisal negatif lebih besar daripada reappraisal positif dan penemuan, maka umur sumber daya akan berkurang.

8

5/7/2012

Issue dalam pengukuran sumber daya mineral dan energi (i)
• Pendapatan yang diperoleh dari ekstraksi sumber daya mineral dan energi dibagi antara unit-unit ekonomi. Sebagian dari pendapatan dicatat sebagai surplus operasi bagi ekstraktor dan sebagian dicatat dalam bentuk pendapatan sewa bagi pemerintah atas nama masyarakat. • Ekstraktor dan pemerintah akan memiliki aset yang cukup besar dalam bentuk ekspektasi pendapatan masa depan dari sumber daya yang diekstraksi. Ekspektasi pendapatan tersebut dapat dipisahkan menjadi deplesi dan pengembalian ke komponen aset lingkungan.

Issue dalam pengukuran sumber daya mineral dan energi (ii) • Tujuan khusus SEEA adalah untuk menunjukkan dalam kerangka neraca umum nasional, bagaimana

pendapatan yang diperoleh dari ekstraksi sumber daya alam dipengaruhi oleh biaya deplesi. Karena hanya ada satu jumlah deplesi untuk sumber daya mineral dan energi tertentu, maka harus dialokasikan antar unit yang relevan dalam kerangka kerja neraca.

Energi dari sumber daya terbarukan
• Energi dari sumber terbarukan telah menjadi sumber energi yang penting di banyak negara dan semakin dipandang sebagai alternatif sumber energi untuk negara-negara yang menggunakan energi terutama dari sumber non-terbarukan. Contohnya energi angin, energi tenaga air, energi surya, biomassa termasuk kayu, dan energi panas bumi. • Sumber energi terbarukan tidak dapat habis dengan cara yang mirip dengan sumber daya energi fosil dan dapat diregenerasi seperti halnya dengan sumber daya biologis. • Ruang lingkup pengukuran SEEA dalam kaitannya dengan sumber daya terbarukan berhubungan dengan jumlah energi yang dihasilkan pada saat aset dan teknologi yang terkait tetap.

NERACA ASET TANAH

Definisi dan klasifikasi
• • Ruang lingkup neraca: penggunaan lahan dan tutupan lahan. Tanah merupakan aset lingkungan yang unik, menggambarkan ruang di mana kegiatan ekonomi dan proses lingkungan terjadi serta di mana aset lingkungan dan aset ekonomi berada. • Dalam SEEA, tanah tidak hanya mencakup daerah darat saja, tapi juga area yang tertutup oleh air. Neraca tanah SEEA mencakup area yang tertutup oleh sumber daya perairan darat seperti sungai dan danau. Neraca tanah dapat diperluas mencakup area pesisir dan ZEE suatu negara. • Dua metode pengumpulan informasi penggunaan lahan tutupan lahan: survei lapangan dan citra satelit. dan

Penggunaan lahan mencerminkan (i) kegiatan yang dilakukan dan (ii) pengaturan kelembagaan di suatu tempat. Untuk daerah tertentu dapat mencerminkan keperluan produksi ekonomi, atau pemeliharaan dan pemulihan fungsi lingkungan hidup. Area yang digunakan mengindikasikan adanya campur tangan manusia atau manjemen. Lingkup neraca penggunaan lahan terdiri dari bidang tanah dan air pedalaman. Batas pengukuran untuk penggunaan lahan dapat diperluas mencakup perairan pantai dan daerah dalam ZEE. Tutupan lahan mengacu pada penutup fisik dan biologis yang diamati dari permukaan bumi dan termasuk vegetasi alam dan permukaan abiotik. Tutupan lahan mencakup tanah dan perairan pedalaman. Wilayah perairan pesisir tidak diikutsertakan.

9

5/7/2012

Table 5.6.1 Klasifikasi penggunaan lahan
Tanah Pertanian Kehutanan Tanah yang digunakan untuk budidaya Penggunaan daerah built-up dan yang terkait Lahan yang digunakan untuk pemeliharaan dan pemulihan fungsi lingkungan hidup Penggunaan lahan lainnya Lahan yang tidak digunakan Perairan darat Perairan darat yang digunakan untuk budidaya atau mengadakan fasilitas Perairan darat digunakan untuk pemeliharaan dan pemulihan fungsi lingkungan hidup Kegunaan lain dari perairan darat Perairan darat yang tidak digunakan Area ZEE yang digunakan untuk budidaya atau mengadakan fasilitas Area ZEE digunakan untuk pemeliharaan dan pemulihan fungsi lingkungan hidup Kegunaan lain dari area ZEE Area ZEE yang tidak digunakan

Tabel 5.6.2 Jenis tutupan lahan
Kode Kategori Permukaan artifisial (meliputi kota dan area terkait) Herbaceous crop Woody crops Multiple or layered crops Padang rumput Area yang tertutup pohon Hutan bakau Area yang tertutup semak Semak dan/atau herbaceous vegetation, aquatic, atau regularly flooded Area vegetasi alam yang tersebar Terrestrial barren land Gletser dan salju permanen Inland water bodies Coastal water bodies dan inter-tidal area

Neraca aset fisik untuk tanah
• Tujuan neraca fisik tanah: untuk menggambarkan bidang tanah dan perubahan luas lahan lebih dari suatu periode neraca. Unit pengukuran tanah dalam hal fisik adalah unit area seperti hektar atau meter persegi. • Umumnya total luas lahan untuk suatu negara akan tetap dari satu periode ke periode berikutnya. Perubahan yang terjadi adalah perubahan luas kelas tanah, misalnya kepemilikan tanah, penggunaan lahan atau tutupan lahan. • Namun, adakalanya luas lahan untuk suatu negara berubah. Misalnya meluas karena reklamasi lahan melalui pembangunan tanggul. Atau menyempit karena penurunan tanah atau kadar air lebih tinggi. • Dapat juga terjadi karena faktor politik. Misal luas area dapat meningkat atau menurun karena perang dan peristiwa yang terkait serta ada wilayah yang disengketakan.

Neraca aset fisik tanah berisi tabel penggunaan lahan dan tutupan lahan serta matriks yang menunjukkan perubahan tutupan lahan (atau pemanfaatan lahan) selama suatu periode neraca.

Perubahan tutupan lahan diklasifikasikan: apakah perubahan tersebut berhubungan dengan pertumbuhan perkotaan dan pembangunan infrastruktur, intensifikasi dan industrialisasi pertanian, ekstensi pertanian secara umum, drainase lahan basah, penggundulan hutan, dan desertifikasi.

Neraca aset fisik untuk hutan dan lahan berhutan lainnya
• Lahan hutan didefinisikan sebagai tanah yang membentang lebih dari 0,5 hektare dengan pohon lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih dari 10 persen, atau pohon dapat mencapai ambang in situ. Ini tidak termasuk tanah yang dominan dalam penggunaan lahan pertanian atau perkotaan (FAO Forest Resource Assessment 2010). • Dibedakan menjadi: (i) Hutan regenerasi alam, terdiri dari hutan primer dan hutan regenerasi alami lainnya. (ii) Hutan tanam. (iii) Lahan berhutan lainnya.

Tabel 5.6.6 Neraca aset fisik untuk hutan dan lahan berhutan lainnya (hektar)
Jenis hutan dan lahan berhutan lain Total Hutan primer Stok awal hutan dan lahan berhutan lain Penambahan stok Aforestasi Ekspansi alam Total penambahan stok Pengurangan stok Deforestasi Regresi alam Total pengurangan stok Hutan regenerasi alam lain Hutan ditanam Lahan berhutan lain

Stok akhir hutan dan lahan berhutan lain

10

5/7/2012

Tabel 5.6.7 Neraca Moneter Lahan (unit)
Jenis Penggunaan Lahan

Penilaian tanah
Kegunaan lain dari lahan Lahan tidak terpakai Inland water Total

Pertanian

Kehutanan

Lahan Pertanian

Pembangunan dan Wilayah terkait

Pemeliharaan & pemulihan fungsi lingkungan hidup

Penambahan saham Akuisisi lahan Reklasifikasi Total penambahan saham Penyusutan saham Reklasifikasi Total Penyusutan saham Revaluasi Penutupan nilai saham tanah

Penilaian sumber daya tanah bersifat kompleks dan berbeda dari kebanyakan aset lingkungan lain. Nilai dari pasar lahan mencakup nilai lokasi, nilai atribut fisik tanah dan aset yang diproduksi yang terletak di tanah (misalnya bangunan

Aset gabungan
• • • • • • • • • • Sumber daya tanah. Bangunan dan struktur. Lahan perbaikan. Sumber daya biologis. Tanah di bawah jalan dan lahan publik. Sumber energi baru. Perubahan nilai karena perubahan kualitas lahan. Neraca transaksi lahan. Biaya pemindahan kepemilikan. Hubungan dengan neraca ekosistem.

Neraca Sumber Daya Tanah
Tabel 5.7.1. Neraca Fisik untuk Area Sumber Daya Tanah (hektar)
Total Jenis sumber daya tanah Area Persediaan Stok Awal Penambahan Stok Karena perubahan tutupan lahan Karena perubahan fungsi tanah Karena perubahan lingkungan tanah Total Penambahan Stok Penyusutan Stok Karena perubahan penggunaan lahan Karena perubahan fungsi tanah Karena perubahan lingkungan tanah Total Penyusutan Stok Persediaan Akhir

Neraca Fisik untuk Area Sumber Daya Tanah

Tabel 5.7.2. Neraca Fisik untuk Volume Sumber Daya Tanah (m2)
Jenis sumber daya tanah

• Dalam pengisian neraca ini, berfokus pada jenis tanah yang berbeda di awal dan akhir periode pengitungan dan perubahan dalam ketersediaan jenis tanah yang berbeda. • Perbedaan jenis tanah tersebut diantaranya karena perubahan tutupan lahan,perubahan fungsi tanah, dan perubahan lingkungan tanah.

Persediaan Stok Awal Penambahan Stok Pembentukan tanah dan deposisi Penilaian Kembali ke atas Reklasifikasi Total Penambahan Stok Penyusutan Stok Ekstraksi Erosi tanah Kerugian akibat bencana Penilaian kembali ke bawah Reklasifikasi Total Penyusutan Stok

Persediaan Akhir

11

5/7/2012

Neraca Aset Sumber Daya Kayu
Sumber daya kayu merupakan aset lingkungan yang penting di setiap negara, karena sumber daya ini memberikan pendapatan dalam kontruksi, produksi kertas, dan lainnya, selain itu kayu juga bisa dipakai sebagai bahan bakar serta penyaring dari gas-gas seperti karbon. Penyususnan neraca sumber daya kayu akan memberikan informasi megenai nilai dari perubahan sumber daya kayu tersebut.

Neraca Fisik untuk sumber daya kayu
Tabel 5.8.2 Neraca Fisik untuk Sumber Daya Kayu (m2 di atas kulit kayu)
Jenis sumber daya kayu Budidaya Sumber Daya Kayu Sumber Daya Kayu Alami

Tersedia untuk pasokan kayu Persediaan Stok Awal Penambahan Stok Perkembangan Natural Reklasifikasi Total Penambahan Stok Penyusutan Stok Penghapusan Kerusakan alam Kerugian karena Bencana Reklasifikasi Total Penyusutan Stok Persediaan Akhir Tambahan Informasi Penebangan Sisa Penebangan

Tidak tersedia untuk pasokan kayu

Neraca Fisik untuk Sumber Daya Kayu
• Neraca fisik untuk sumber kayu mencatat volume sumber daya kayu di awal dan akhir periode dan perubahan stok tersebut selama periode pencatatan. Pada Tabel 5.8.2 pengitungan aset dibedakan berdasaarkan jenis sumber daya kayu, yaitu sumber daya kayu yang dibudidayakan dan sumber daya kayu alami.

Neraca Fisik untuk Sumber Daya Kayu
• Penambahan Stok Stok sumber daya kayu akan meningkat karena pertumbuhan alami. Perhitungan pertumbuhan alami harus didasarkan pada sumber daya kayu yang tersedia pada awal periode pengitungan. Peningkatan luas lahan hutan, lahan berhutan lain dan daerah lahan lain yang mengarah pada peningkatan volume sumber kayu yang tersedia tidak dicatat sebagai pertumbuhan alami tetapi harus dicatat sebagai reklasifikasi. Reklasifikasi juga dapat terjadi karena perubahan dalam praktek manajemen yang menggeser sumber kayu dari dibudidayakan menjadi sumber kayu alami atau sebaliknya.

Neraca Fisik untuk Sumber Daya Kayu
• • Penyusutan stok Penghapusan merupakan volume sumber daya kayu yang dipindahkan dari lahan hutan, lahan berhutan lainnya dan lahan lain selama periode pencatatan. Termasuk kepindahan pohon yang ditebang pada periode sebelumnya dan penghapusan karena kematian pohon atau rusak secara alami. Kerusakan Alam adalah kerusakan pada stok pertumbuhan (yaitu kehidupan, pohon yang masih berdiri) selama suatu periode pencatatan karena kematian yang disebabkan selain dari penebangan. Contohnya termasuk kerugian akibat kematian alami, serangan serangga, kebakaran, hembusan angin atau kerusakan fisik lainnya. Kerusakan yang luar biasa dan signifikan yang disebabkan oleh alam harus diperhitungkan sebagai kerugian karena bencana.

Neraca Fisik untuk Sumber Daya Kayu
• Penebangan dan sisa penebangan Bagian ini menjelaskan perubahan dalam volume sumber daya kayu selama periode pencatatan berdasarkan banyaknya volume pohon yang ditebang . sisa penebangan, timbul karena, pada saat penebangan, volume tertentu dari tegakan kayu tersebut busuk, rusak atau kelebihan dalam hal persyaratan ukuran. Perkiraan ketersediaan dari volume penebangan dan sisa penebangan dapat ditambahkan sebagai informasi tambahan dalam neraca fisik.

12

5/7/2012

Neraca Moneter untuk sumber daya kayu
Tabel 5.8.3 Neraca Moneter untuk Sumber Daya Kayu (unit)
Jenis sumber daya kayu Budidaya Sumber Daya Kayu Sumber Daya Kayu Alami Total

Neraca Moneter untuk Sumber Daya Kayu
• Neraca moneter untuk sumber kayu mengukur nilai persediaan awal dan persediaan akhir stok sumber daya kayu dan perubahan dalam nilai stok selama suatu periode pencatatan. Sebagian besar perubahan dalam stok berhubungan langsung dengan perubahan yang dicatat dalam neraca fisik tetapi juga berhubungan dengan penilaian kembali sumber daya kayu yang dicatat ketika harga dari kayu mengalami perubahan dalam suatu periode pencatatan.

Persediaan Stok Awal Penambahan Stok Perkembangan Natural Reklasifikasi Total Penambahan Stok Penyusutan Stok Penghapusan Kerusakan alam Kerugian karena Bencana Reklasifikasi Total Penyusutan Stok Revaluasi Persediaan Akhir

Neraca Moneter untuk Sumber Daya Kayu • Untuk sumber daya kayu yang dibudidayakan, pertumbuhan alami dianggap sebagai penambahan persediaan sedangkan penghapusan pohon dianggap sebagai penurunan persediaan. • Untuk sumber daya kayu alami, pertumbuhan alami tidak dianggap penambahan persediaan karena pertumbuhan di pepohonan tidak dianggap sebagai bagian dari proses produksi.

Neraca karbon untuk sumber daya kayu
• Perkiraan jumlah karbon yang terikat dalam sumber daya kayu dan perubahan jumlah tersebut dapat diperoleh dari informasi tentang pembukaan dan penutupan volume tegakan kayu . • Perubahan volume dengan menerapkan koefisien rata-rata yang relevan untuk hubungan antara volume tegakan kayu dan biomassa total serta hubungan antara biomassa dan jumlah karbon. Koefisien ini akan berbeda antar spesies pohon dan faktor lainnya. • Neraca karbon untuk sumber kayu dapat dikembangkan berdasarkan struktur neraca fisik untuk sumber kayu (Tabel 5.8.2). • Penurunan stok karbon dalam sumber daya kayu, misalnya karena penghapusan, tidak berarti karbon yang telah lepas ke atmosfer. Namun, secara umum karbon akan tetap terikat dalam kayu sampai kayu dibakar atau terurai secara alami.

Pendahuluan
• Eksploitasi berlebihan pada sumber daya air, baik di perairan darat dan perairan laut, akan menyebabkan degradasi habitat yang berupa hilangnya keanekaragaman hayati dan genetic pada sumber daya tersebut • Beberapa Negara di dunia belum melakukan pembatasan atas penangkapan ikan yang terjadi di suatu perairan. • Pencatatan aset untuk sumber daya air ini meliputi sumber daya hasil budidaya dan sumber daya alami yang terjadi baik di wilayah ekonomi suatu Negara termasuk wilayah ZEE dari Negara tersebut.

SUMBER DAYA AQUATIC

13

5/7/2012

Definisi
• Sumber daya air yang dimiliki suatu Negara adalah segala sumber daya air yang berada di wilayah ZEE yang meliputi pesisir pantai dan sumber daya ikan yang ada di dalamnya. • Batas pengukuran didefinisikan dengan menggunakan referensi hukum laut yang ada di konvensi PBB.

Klasifikasi
• Yang termasuk sumber daya air adalah ikan, krustasea, moluska, kerang dan organisme air lainnya seperti spons dan rumput laut, begitu juga mamalia air seperti ikan paus. • Daftar spesies versi ASFIS menyebutkan bahwa lebih dari 11.500 spesies, dan umumnya digunakan sebagai acuan standar untuk produksi perikanan. Hal ini terkait dengan Klasifikasi Internasional FAO Standar untuk Hewan Akuatik dan Tanaman (ICAAP) yang membagi spesies komersial ke 50 kelompok berdasarkan taksonomi mereka, ekologi dan karakteristik ekonomi

Klasifikasi
• Lebih lanjut sumber daya air dapat dikelompokkan menjadi sembilan divisi sebagai berikut. 1. Ikan air tawar 2. Ikan Diadromous 3. Ikan laut 4. krustasea 5. moluska 6. Ikan paus, anjing laut dan mamalia air lainnya 7. Aneka hewan air. 8. Aneka produk hewan air 9. Tanaman Perairan. • Ikan Diadromous adalah hewan air yang hidup di air garam dan bertelur di air tawar (misalnya, salmon) atau mereka yang biasanya hidup di air tawar dan bertelur di laut (misalnya, belut). Kemudian aneka produk hewan air mencakup mutiara, mother of pearl, kerang, karang dan spons.

Batasan pengambilan sumber daya aquatic
• Sumber daya air dapat berupa budidaya atau sumber daya biologis alami. Pembatasan untuk penangkapannya tergantung pada sejauh mana pertumbuhan dan regenerasi biologis sumber daya tersebut dibawah tanggung jawab, kontrol langsung dan pengelolaan unit institusional.

Batasan pengambilan sumber daya aquatic
• Batas produksi mencakup semua kegiatan yang dilakukan di bawah kendali, tanggung jawab dan pengelolaan unit kelembagaan penduduk dimana tenaga kerja dan aset yang digunakan untuk mengubah input barang dan jasa menjadi output barang dan jasa lainnya. Dalam kasus sumber daya air, pertumbuhan ikan di pertambakan dan fasilitas budidaya lainnya diperlakukan sebagai proses produksi.

Batasan pengambilan sumber daya aquatic
• Menurut FAO budidaya adalah:
– Budidaya adalah pembudidayaan organisme perairan, termasuk ikan, moluska, krustasea dan tanaman air. Budidaya menyiratkan beberapa bentuk intervensi dalam proses pemeliharaan untuk meningkatkan produksi, seperti menambah stok secara teratur, pemberian makan, perlindungan dari predator, dll

• Berdasarkan definisi FAO mengenai budidaya, semua sumber daya air yang diproduksi di dalam fasilitas pembudidayan dianggap sumber daya hayati yang dibudidayakan.

14

5/7/2012

Pencatatan aset fisik untuk sumber daya aquatic
• Sebuah akun aset fisik untuk sumber daya air menunjukkan biomassa total dari semua spesies yang diperoleh dari kegiatan penangkapan atau budidaya ikan dalam batas nasional, termasuk juga di dalam ZEE. Sumber daya air yang ada dalam ZEE negara lain tetapi dipanen oleh pemancing yang bertempat tinggal di negara referensi tidak harus dimasukkan.

Tabel 5.9.2 Aquatic resources physical asset account (tones/numbers)
Type of aquatic resource Cultivated Cultivated Natural aquatic aquatic aquatic resources resources – fixed resources – assets inventories Opening stock of aquatic resources Addition to stock Growth in stock Upwards reappraisals Reclassification Total admission to stock Reduction in stock Gross catch/ harvest Normal losses Catastrophic losses Uncompensated seizure Downwards reappraisals Reclassification Total reduction in stock Closing stock of aquatic resources

Pencatatan aset fisik untuk sumber daya aquatic
• Dalam semua kasus, unit yang digunakan untuk mencatat aset dan perubahan aset harus sama meskipun unit pengukuran dapat bervariasi menurut jenis sumber daya air.

Deplesi
• Pada prinsipnya, deplesi adalah menipisnya sumber daya alam, dimana deplesi yang dimaksudkna disini adalah deplesi sumber daya air. • Dalam pencatatannya deplesi sumber daya terbarukan sama dengan hasil penangkapan yang dilakukan. • Dengan informasi ini, hasil tangkapan yang berkelanjutan dapat dipertahankan di mana tingkat panen pada periode tertentu dapat dibandingkan

Pemancingan ilegal
• Penangkapan yang dilakukan secara illegal yang dilakukan oleh penduduk setempat, menurut prinsipprinsip SNA, harus dicatat sebagai produksi dengan laba yang diterima oleh nelayan. • Dalam kasus di mana bukan penduduk yang mengambil sumberdaya perairan secara ilegal, baik tanpa lisensi atau mengambil tangkapan dengan melebihi kuota yang dialokasikan, maka perpindahan fisik harus dicatat sebagai tangkapan yang tidak terkompensasi.

Pencatatan aset keuangan sumber daya aquatic
• Sebuah akun aktiva moneter untuk sumber daya air mencatat nilai pembukaan dan penutupan sumber daya air dalam suatu periode akuntansi dan perubahan yang merupakan penambahan stok, penurunan stok dan revaluasi.

15

5/7/2012

Tabel 5.9.3 Monetary asset account for aquatic resources (monetary unit)
Cultivated aquatic resources fixed assets Opening stock of aquatic resources Addition to stock Growth in stock Upwards reappraisals Reclassification Total admission to stock Reduction in stock Gross catch/ harvest Normal losses Catastrophic losses Uncompensated seizure Downwards reappraisals Reclassification Total reduction in stock Revaluations Closing stock of aquatic resources Type of aquatic resource Cultivated Natural aquatic aquatic resources – resources – inventories

SUMBER DAYA AIR

Pendahuluan
• Tidak seperti aset lingkungan yang lainnya, seperti sumber daya kayu atau mineral yang perubahannya cenderung lambat, air selalu berubah melalui proses evaporasi, pengendapan, aliran arus, aliran sungai dan aliran lainnya. • Dengan perputaran hidrologi, pencatatan aset untuk sumber daya air terarah pada aliran masuk dan aliran keluar dari air itu sendiri dan dari permukaan tanah serta sub permukaan bumi, dan tujuan dari aliran air itu sendiri.

Pendahuluan
• Pencatatan aset itu sendiri menyajikan informasi untuk stok air pada permulaan dan akhir dari periode pencatatan baik aset yang berasal dari waduk, danau, sungai, atau air yang tersimpan di dalam tanah sebagai mata air. • Berdasarkan aset lingkungan, air berada di dua tempat, yaitu di tanah dan sekitarnya serta di sumber mata air.

Definisi
• Sumber daya air terdiri dari air tawar dan payau serta perairan darat termasuk air permukaan tanah dan air tanah. • Air terjadi secara alami dan umumnya air mempunyai konsentrasi rendah garam • Air permukaan terdiri dari semua air yang mengalir di atas atau disimpan pada permukaan tanah, terlepas dari tingkat salinitas dari air tersebut.

Definisi
• Air dalam tanah terdiri dari air yang terkumpul dalam lapisan berpori dan lapisan dari formasi bawah tanah dikenal sebagai akuifer • Air tanah terdiri dari air atas tanah, atau di zona aerasi dekat permukaan tanah.

16

5/7/2012

Pencatatan aset fisik sumber daya air
• Akun aset fisik untuk sumber daya air harus disusun dari seluruh jenis sumber daya air yang ada. Akun-akun tersebut pada umumnya disusun dalam satuan jutaan meter kubik air. • Perubahan dalam stok air harus mempertimbangkan penambahan stok, pengu rangan dalam stok dan perubahan lainnya.

Tabel 5.11.2 Physical asset account for water resources (cubic metres)
Type of water resource Surface Groundwate Soil water r water Opening stock of water resources Addition to stock Returns Precipitation Inflows – from other territories Inflows – from other national water resources Discoveries of water in aquifiers Total admission to stock Reduction in stock Abstraction Of which: for hydro power generation Of which: for cooling water Evaporation/ actual evaporation Outflows – from other territories Outflows – from other national water resources Total reduction in stock Closing stock of aquatic resources

Penambahan dan pengurangan stok dalam sumber daya air
• Pengembalian mewakili total volume air yang kembali ke lingkungan dengan melibatkan kegiatan ekonomi ke permukaan, tanah dan air tanah selama periode pencatatan. Pengembalian dapat dikelompokkan berdasarkan jenis air kembali, misalnya, air irigasi, air limbah dengan melalui tahapan pengamanan lingkungan dan tanpa pengamanan terhadapa lingkungan.

Penambahan dan pengurangan stok dalam sumber daya air
• Air hujan terdiri dari volume curah hujan basah atmosfer (misalnya hujan, salju, hujan es, dll) di wilayah referensi selama periode pencatatan sebelum evapotranspirasi terjadi. Sebagian besar curah hujan jatuh pada tanah tetapi umumnya akan dicatat sebagai run-off ke sungai, terutama dalam kasus banjir.

Penambahan dan pengurangan stok dalam sumber daya air
• Arus masuk mewakili jumlah air yang mengalir ke sumber air selama periode pencatatan. Arus masuk dipilah menurut asal mereka: (a) arus masuk dari wilayah lain / negara, dan (b) dari sumber air lain di dalam wilayah itu • Penemuan air di akuifer baru

Penambahan dan pengurangan stok dalam sumber daya air
• Abstraksi merupakan jumlah air yang dikeluarkan dari sumber manapun, baik secara permanen atau sementara, selama periode pencatatan. • Penguapan/ evapotranspirasi aktual adalah jumlah penguapan aktual evapotranspirasi yang terjadi di wilayah referensi selama periode pencatatan,

17

5/7/2012

Penambahan dan pengurangan stok dalam sumber daya air
• Arus keluar mewakili jumlah air yang mengalir keluar dari sumber daya air selama periode pencatatan. Arus keluar dipilah sesuai dengan tujuan aliran, yaitu (a) sumber daya air lainnya di dalam wilayah, (b) untuk wilayah lain / negara dan (c) ke laut / laut. Arus keluar sumber daya air lainnya di dalam wilayah tersebut merupakan pertukaran air antara sumber daya air di wilayah tersebut.

18

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful