Operasi ganti kelamin dalam keadaan seperti ini, belum pernah dikenal oleh orang-orang terdahulu.

Tetapi para dokter mengatakan bahwa hal itu merupakan bentuk dari penyakit “transeksual/transgender“, yaitu individu dengan gangguan psikologis laki-laki yang seperti wanita atau wanita seperti laki-laki dengan tanpa disertai kelainan fisik/ alat kelamin (genital). Atau dengan istilah lain, bahwa sang penderita atau pasien merasakan bahwa dirinya adalah jenis lain yang bukan pada dirinya. Seakan ia merasakan bahwa jiwanya adalah perempuan padahal fisiknya adalah laki-laki, atau ia merasakan bahwa jiwanya adalah laki-laki padahal bentuk fisiknya adalah perempuan. Antara jiwa dan fisik tidak dapat saling menyatu. Orang yang mempunyai penyakit transeksual ini mempunyai dua keadaan : Keadaan Pertama : Penyakit ini muncul akibat faktor psikologis dan kejiwaan. Hal ini terjadi karena salah dalam pola asuh sejak kecil, atau karena pergaulan yang salah. Untuk jenis yang pertama ini, penanganannya bukan dengan cara operasi kelamin, tetapi kejiwaannyalah yang harus diobati dan disembuhkan. Penyimpangan psikologis ini kadang muncul sejak kecil, hanya saja sering dianggap remeh, sehingga lama kelamaan menjadi semakin besar dan akhirnya susah untuk dirubah, dan ujung-ujungnya menganggap ini sebagai taqdir, padahal itu hanya karena kebiasaan yang sudah mendarah daging sejak kecil dan lama, serta tidak terkait dengan fisiknya. Islam sejak dini telah mengajarkan kepada kita untuk memisahkan tempat tidur laki-laki dan perempuan ketika sudah berumur 10 tahun, salah satu tujuannya agar mereka tidak berkepribadian ganda dikemudian hari. Kesimpulannya, bahwa operasi merubah kelamin dari orang yang mempunyai kelamin normal dalam bentuk yang pertama seperti ini hukumnya haram, karena tidak ditemukan hubungan antara ketidak normalan fisik atau organ tubuh seseorang. ( Dr. Muh. Mukhtar asSyenkiti, Ahkam al-Jirahiyah at-Tibbiyah, Jeddah, Maktabah as-Shohabah,hlm. 200-202 ) Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut : 1/ Pada dasarnya, Allah swt telah menciptakan manusia ini dalam bentuk yang sebaikbaiknya, sebagaimana firman Allah swt : ‫نَقَد خهَقَُا اْلَسَاٌَ فِي أَحْ سٍ تَقىيى‬ ِْ ْ َ ْ ِ ْ ِ َ

“Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya“ ( Qs At Tin :4)

apalagi merubah dan menggantikannya. kita sebagai hamba Allah dilarang untuk merubah ciptaan-Nya yang sudah sempurna. Larangan ini tersebut di dalam firman Allah swt ketika menceritakan perkataan syetan : َ َّ ُ ْ ّ ِ َّ ِّ َ ْ َ ُ َ ِ َ ْ ْ َّ ِ ِ ‫وألُضهََُّّهُى وألُيُِّيَُّهُى وآليسََّهُى فَهَيُبَتِّكٍ آذاٌَ األََعاو وآليسََّهُى فَهَيُغيسٌُ خَ ْهق ّللاِ ويٍ يَتَِّر انَّيََاٌَ ونِيّا يٍ دُوٌ ّللاِ فَقَد‬ ْ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ ِ َ ِّ َ َ َ ّ َ ‫خَسس خسساَا يبِيُا‬ ُّ َ ْ ُ َ ِ “( Syetan berkata ) : Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka. lalu benar-benar mereka merubahnya. Maka dalam hal ini para ulama berbeda pendapat : . Barang siapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah. Keadaan Kedua : Waria yang disebabkan adanya perbedaan keadaan psikis dan fisik seseorang. sebagaimana firman Allah swt : ‫ونَقَد كسيَُا بَُِي آدو وحً ْهَُاهُى فِي انبَس وانبَحْ س‬ ْ َ َ َ ََ ْ َّ َ ْ َ ِ ْ َ ِّ ْ “Sesungguhnya telah Kami muliakan keturunan Adam dan Kami bawa mereka di daratan dan di lautan“ ( Qs Al Isra‟ : 70 ) 3/ Oleh karenanya. 4/ Rasulullah saw sendiri bersabda : ‫نعٍ زسىل ّللا صهَى ّللا عهيه وسهَى انًتَّبّهيٍ يٍ انسجال بانُساء، وانًتَّبّهات يٍ انُساء بانسجال‬ “Rasulullah telah melaknat orang-orang laki-laki yang meniru-niru ( menyerupai ) perempuan dan perempuan yang meniru-niru ( menyerupai ) laki-laki “ ( HR Bukhari ) Berkata Imam Qurtubi : “ Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ahli Fiqh dari Hijaz dan Ahli Fikih dari Kufah bahwa mengebiri keturunan Adam hukumnya haram dan tidak boleh. dan akan aku suruh mereka ( merubah ciptaan Allah ). seperti ketidaknormalan sistem tubuh atau terjadi percampuran hormon laki-laki dan perempuan. karena termasuk dalam katagori menyiksa. yaitu perbuatan untuk memandulkan alat kelamin. “ ( Tafsir Qurtubi : 5 / 391 ) Kalau mengebiri saja tidak boleh. kita mengetahui bahwa awal tindakan merubah ciptaan Allah swt berasal dari bisikan syetan. dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka ( memotongmotong telinga binatang ternak ). lalu mereka benar-benar memotongnya. tentunya sangat diharamkan.2/ Penciptaan manusia dalam bentuk yang baik tersebut merupakan penghormatan kepada manusia. maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata “ ( Qs An Nisa‟ : 119 ) Dari ayat di atas. yang berakibat munculnya perasaan dalam dirinya yang berbeda dengan fisik tubuhnya.

( Tafsir Qurtubi : 5 / 252) Perkataan Qadhi „Iyadh yang dinukil oleh Imam Qurtubi di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa sesuatu tambahan dalam tubuh yang berupa daging atau yang lain dan menyebabkan sakit si penderita. Ketika menafsirkan ayat di atas. Karena sebenarnya yang dilarang dalam masalah ini adalah merubah ciptaan Allah tanpa ada alasan syar‟I atau hanya karena ingin memperindah anggota tubuh saja. Ini adalah pendapat mayoritas ulama. sebagaimana yang tersebut dalam Qs An Nisa‟ : 119. dan hal ini dimasukkan dalam katagori berobat. Pengobatan secara kejiwaan sudah dilakukan berkali-kali oleh para dokter. Sedangkan Imam Qurtubi di dalam tafsirnya dengan menukil perkataan Qhadhi „Iyadh bahwa seseorang yang mempunyai jari-jari tangan lebih dari lima atau daging tambahan di dalam tubuhnya. sehingga kadang-kadang diakhiri dengan bunuh diri. tetapi perasaannya bahwa dia bukanlah laki-laki. Tetapi jika bertujuan untuk . dibolehkan. Diantara dalil dari pendapat ini adalah sebagai berikut : 1/ Menurut kesaksian mayoritas dokter bahwa memang benar adanya orang yang mempunyai penyakit seperti ini. dan Abu Sholeh bahwa yang dimaksud merubah ciptaan Allah adalah mengebiri. yaitu terpisahnya antara bentuk fisik dengan psikis. Ini adalah pendapat sebagian kecil ulama kontemporer. Penyakit ini menyebabkan orang tersiksa dalam hidupnya. Ikrimah. mereka menyebutnya dengan transeksual. Ibnu Abbas. karena termasuk dalam katagori merubah ciptaan Allah. 2/ Keadaan seperti ini bisa dikatagorikan darurat. Anas. sudah disebut di atas. maka dalam keadaan seperti ini. diperbolehkan untuk memotongnya. hidupnya akan dirundung kegelisahan demi kegelisahan. kecuali kalau jari-jari tangan atau daging tambahan tersebut terasa sakit. nyeri dan menyebabkannya menjadi menderita. maka diperbolehkan untuk menghilangkannya. serta memotong telinga. yaitu bentuk fisiknya adalah laki-laki umpamanya. mencongkel mata.Pendapat Pertama : bahwa operasi ganti kelamin untuk orang yang keadaannya seperti ini tetap tidak boleh. 3/ Kalau kita perhatikan bahwa yang menyebabkan diharamkannya operasi ganti kelamin secara umum atau dalam keadaan normal adalah karena dua alasan : Alasan Pertama : bahwa hal tersebut termasuk merubah ciptaan Allah swt. maka tidak boleh dipotongnya. dan tidak sedikit yang diakhiri dengan tindakan bunuh diri. Dasarnya adalah ayat-ayat al Qur‟an dan hadist-hadits yang telah disebutkan di atas. Maka tidak ada jalan lain kecuali operasi ganti kelamin. Pendapat Kedua : bahwa operasi ganti kelamin untuk orang yang keadaanya seperti ini. tetapi tetap saja gagal. yang kadang harus merubah ciptaan Allah swt. Karena tanpa operasi tersebut seseorang tidak akan bisa hidup tenang dan wajar sebagaimana yang lain.

bisa dikatakan bahwa organ tubuhnya secara fisik yang ada sekarang adalah organ tambahan. hanya karena sekedar iseng. Hal ini disimpulkan dari dalil – dalil lain. tentunya harus direkomendasikan oleh dokter-dokter yang ahli. Operasi seperti ini dibolehkan. maka jika didapati beberapa bagian anggota tubuhnya tidak normal atau tidak berfungsi. sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari. dengan tujuan agar salah satu organ tubuhnya tersebut berfungsi sebagaimana yang lain. Quote:Kedua : Operasi perbaikan atau penyempurnaan kelamin yang dilakukan terhadap orang yang sejak lahir memiliki cacat kelamin. seperti vagina yang tidak berlubang. bahwa yang dibolehkan adalah orang-orang yang benar-benar punya penyakit seperti ini. karena tidak sesuai dengan kejiwaan dan perasaannya. Demikianlah beberapa dalil yang diungkapkan oleh kelompok kedua yang membolehkan bagi seseorang yang terkena penyakit transeksual jenis kedua dan tidak bisa diobati lagi secara psikis. Hukum tersebut tidak berlaku bagi orang yang melakukan operasi ganti kelamin. Karena pada dasarnya manusia itu ciptaannya sempurna. maka dibolehkan. jujur dan amanah. dan ini termasuk keadaan darurat. supaya tidak terjadi salah paham. karena mereka tidak bisa meninggalkan gaya-gaya tersebut yang dibawanya dari lahir. karena termasuk dalam katagori pengobatan. Quote:Catatan : Yang perlu diperhatikan dalam hal ini. maka operasi ganti kelamin yang dilakukan oleh orang yang mengidap penyakit transeksual pada jenis kedua ini. dan memang tidak ditemukan obat selain operasi ganti kelamin. walaupun sudah diobati berkali-kali. berhias. Oleh karenanya. Begitu juga setelah melalui rekomendasi para ulama yang diakui amanah dan otorits keilmuaannya. Atas dasar keterangan di atas. maka termasuk dalam proses pengobatan dari rasa sakit yang dialaminya.mengobati. bertutur kata dan cara berjalan. padahal penyakitnya tersebut belum diteliti dan belum ada usaha-usaha yang sungguh-sungguh untuk menyembuhkannya. Tetapi para ulama telah menjelaskan bahwa yang dilarang dalam masalah ini adalah menyerupai jenis di dalam berpakaian. seperti penis atau vagina yang tidak berlubang. maka dibolehkan baginya untuk melakukan operasi perbaikan kelamin. sehingga jika dirubah menjadi organ yang sama dengan kejiwaan dan perasaannya. maka dibolehkan untuk melakukan operasi ganti kelamin. Imam Nawawi menyatakan bahwa waria yang ada semenjak lahir tidak termasuk dalam katagori yang dilarang oleh Rasulullah saw. atau penis yang tidak berlubang sehingga tidak bisa buang air kecil. Alasan Kedua : bahwa operasi ganti kelamin termasuk dalam katagori menyerupai jenis lain yang dilarang oleh Rasulullah saw. atau hanya sekedar “merasa” dirinya lebih cocok menjadi orang berjenis kelamin yang berbeda dengan keadaannya sekarang. Rasulullah saw bersabda : .

anatomik atau fisiologik meragukan antara pria dan wanita. ahli hukum. sebagaimana yang dijelaskan oleh Prof. Dr. karena mungkin itu akibat salah pola asuh dan pola interaksi dari lingkungan sekitar. Pada tanggal 12 juni 1989 telah dibentuk Tim Pelaksana Operasi Penggantian Kelamin yang terdiri dari ahli bedah urologi. karena akan membawa kemaslahatan bagi yang bersangkutan dan kemaslahatan bagi masyarakat yang ia hidup di dalamnya. tentunya setelah ada kejelasaan statusnya. Maka. Gejalanya sangat bervariasi. karena Allah menjadikan setiap penyakit itu ada obatnya “ Jadi operasi kelamin yang cacat sejak kecil atau karena suatu kecelakaan termasuk dalam katagori berobat dan bukan dalam katagori merubah ciptaan Allah swt. dan masyarakatpun kesulitan untuk berinteraksi dengannya karena statusnya yang belum jelas. 191/MENKES/SK/III/1989 tentang penunjukan rumah sakit dan tim ahli sebagai tempat dan pelaksanaan operasi penyesuaian kelamin. yang kemudian mempengaruhi kondisi psikologisnya. psikiater. . ahli endokrinologi anak dan dewasa (internist). Karena kalau seseorang dibiarkan dalam status yang tidak jelas. baik laki-laki maupun perempuan dengan cara-cara yang telah diterangkan di atas dan dikuatkan dengan pernyataan para dokter ahli dan amanah. dimana penderita memiliki ciri-ciri genetik. tetapi alat kelaminnya yang masih meragukan apakah dia laki-laki atau perempuan. anestesiologi. Sultana Mh Faradz telah diterbitkan Surat Keputusan Men Kes RI No. pemuka agama dan petugas sosial medik. ahli penyakit kandungan dan ginekologi. Di Indonesia. Biasanya operasi dilakukan ketika anak tersebut masih bayi dan belum beranjak dewasa. mungkin saja tampilan luarnya adalah laki-laki normal atau wanita normal. andrologi. Orang tersebut tidak menderita penyakit “transeksual”. Oleh karenanya operasi untuk membuang salah satu dari dua jenis kelamin dibolehkan. apakah dia itu laki-laki atau perempuan. bedah plastik. Quote:Ketiga : Operasi pembuangan salah satu dari kelamin ganda yang dilakukan terhadap orang yang sejak lahir memiliki 2 (dua) jenis kelamin yaitu penis dan vagina. Operasi pada orang yang mempunyai kelamin ganda seperti ini dibolehkan. maka sungguh kasihan hidupnya.ّ ّ ‫يا عباد ّللا تداووا، فإٌ ّللا جعم نكم داء دواء‬ “ Wahai hamba-hamba Allah berobatlah. Penderita seperti ini memang benar-benar sakit secara fisik. ahli patologi. tetapi lebih cenderung kepada interseksual yaitu suatu kelainan. Orang yang mempunyai kelamin ganda dalam dunia medis disebut “ ambiguous genitalia” yang artinya alat kelamin meragukan. jika sudah dewasa tentunya akan lebih susah lagi. ahli genetika.

Semua kasus yang datang akan didata.Tetapi sejak tahun 2003 ada perubahan kebijakan bahwa Tim Penyesuaian Kelamin hanya boleh melakukan operasi penyesuaian kelamin untuk penderita interseksual .yang membutuhkan penentuan jenis kelamin. diperiksa laboratorium rutin. analisis kromosom dan DNA.dan tidak pada penderita transeksual . foto ronsen dan lain-lain. pemeriksaan hormonal dan test-test lain yang dianggap perlu seperti USG . perbaikan alat genital dan pengobatan. Kegiatan tim ini adalah melaksanakan pertemuan rutin secara multidisipliner antara seluruh anggota tim dengan penderita (yang telah selesai dengan pemeriksaan penunjang untuk penegakkan diagnosis) untuk mendiskusikan penatalaksanaan. tindakan dan pengobatan yang akan dilakukan termasuk pemberian konseling .

Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap masalah ini? Bolehkan seseorang melakukan operasi ganti kelamin? Kalau boleh bagaimana syarat-syaratnya? Hukum Syar’i Tentang Operasi Ganti Kelamin (Transeksual) 1. Zubadu At-Tafsir (hal. membuat tato. yang semuanya itu untuk kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah. . dan orang-orang yang memotong (pangur) giginya. Ash-Shawi. homoseksual.Muqadimah Dalam sebuah forum kajian muda-mudi di sebuah desa. yang meminta ditato. Bahkan Doyo telah melakukan operasi kelamin di RSUD Sutomo Surabaya untuk mewujudkan impiannya tersebut. pangur dan sanggul. karena menurutnya menjadi seorang pria sangat berat dan banyak bebannya. Kejadian seperti itu sudah sering terjadi. karena didorong keinginannya untuk menjadi seorang wanita. Firman Allah Subhana Wa Ta‟ala dalam surat Al-Hujurât: 13 yang menurut kitab Tafsir Ath-Thabari mengajarkan prinsip equality (keadilan) bagi segenap manusia di hadapan Allah dan hukum yang masing-masing telah ditentukan jenis kelaminnya dan ketentuan Allah ini tidak boleh diubah dan seseorang harus menjalani hidupnya sesuai kodratnya. penulis diberi kemudahan oleh Allah untuk menjelaskan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pemuda tersebut. AlBaidhawi (II/117). Pengadilan Negeri Batang telah mengesahkan status Agus Wardoyo (Doyo) yang sebelumnya pria menjadi seorang wanita yang bernama Nadia (Dea).” (HR. penulis pernah ditanya oleh seorang pemuda tentang hukum mengubah alat kelamin. Firman Allah Subhana Wa Ta‟ala dalam surat An-Nisâ‟: 119. Adapun hujjah yang digunakan oleh para ulama dalam masalah ini adalah sebagai berikut: 1. 3. 2. Pertanyaan tersebut diungkapkan oleh pemuda tersebut. Menurut kitab-kitab tafsir seperti Tafsir Ath-Thabari. yang menghilangkan alis mata. dan menjadi seorang wanita sangat enak dan bahagia. Al-Bukhari). Pemuda tersebut pun masih menjalani kodratnya sebagai seorang pria sejati hingga kini. Alhamdulillah. menyambung rambut dengan sopak. bahkan beberapa waktu yang lalu. mengerok bulu alis dan takhannuts(seorang pria berpakaian dan bertingkah laku seperti wanita layaknya waria dan sebaliknya). Hukum operasi kelamin Pertama: Masalah seseorang yang lahir dalam kondisi normal dan sempurna organ kelaminnya yaitu penis (zakar) bagi laki-laki dan vagina (farj) bagi perempuan yang dilengkapi dengan rahim dan ovarium tidak dibolehkan dan diharamkan oleh syariat Islam untuk melakukan operasi kelamin. Hadits Nabi n: “Allah mengutuk para tukang tato. Al-Khazin (I/405).123) dan Al-Qurthubi (III/1963) disebutkan beberapa perbuatan manusia yang diharamkan karena termasuk “mengubah ciptaan Allah” sebagaimana yang dimaksud ayat di atas yaitu seperti mengebiri manusia. lesbian.

operasi perbaikan atau penyempurnaan kelamin boleh dilakukan berdasarkan prinsip “Mashalih Mursalah”. Jika kelamin seseorang tidak memiliki lubang yang berfungsi untuk mengeluarkan air seni dan mani baik penis maupun vagina. “Allah mengutuk laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. hak waris dan status hukumnya menjadi lebih tegas. Beberapa Fatwa Ulama Tentang Transeksual 1. Guna menghindari hal ini. Oleh karena itu kasus ini sebenarnya berakar dari kondisi kesehatan mental yang penanganannya bukan dengan mengubah ciptaan Allah. yang dilakukan terhadap orang yang sejak lahir memiliki dua organ/jenis kelamin (penis dan vagina). Ahmad). Hadits Nabi n. ataupun mengubah bentuk yang telah ditetapkan oleh Allah atasnya maka hal ini tidak ada keraguan lagi tentang keharamannya.” (HR. Ketiga: Operasi pembuangan salah satu dari kelamin ganda. maka setelah perbaikan kelamin menjadi pria atau wanita. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu bahwa jika selama ini penentuan hukum waris bagi orang yang berkelamin ganda (khuntsa) didasarkan atas indikasi atau kecenderungan sifat dan tingkah lakunya. tetapi hanya dimaksudkan untuk mempercantik diri dengan menampakkan suatu bentuk tertentu dari kecantikannya. karena kaidah fiqih menyatakan “Adh-Dhararu Yuzal” (Bahaya harus dihilangkan) yang menurut Imam Asy-Syathibi menghindari dan menghilangkan bahaya termasuk suatu kemaslahatan yang dianjurkan syariat Islam. Adapun operasi kelamin maka hukumnya haram secara syar‟i apabila hanya disandarkan pada keinginan pribadi tanpa adanya suatu cacat pada sisi jasmani atau alat kelaminnya yang membolehkan dilakukannya operasi tersebut. Karena di dalamnya ada bentuk perusakan hukum syar‟i dan . Dan menurutnya perbaikan dan penyempurnaan alat kelamin bagi khuntsa musykil (pemilik kelamin ganda yang sulit diidentifikasi) sangat dianjurkan demi kejelasan status hukumnya. melainkan melalui pendekatan spiritual dan kejiwaan (spiritual and psychological therapy). Menurut Dr. Kedua: Operasi kelamin yang bersifat perbaikan (tashhih) atau penyempurnaan (takmil) dan bukan penggantian jenis kelamin. menurut para ulama diperbolehkan secara hukum syar‟i. Dan operasi kelamin yang telah banyak dilakukan dan tidak mengandung unsur cacat secara medis. maka operasi untuk memperbaiki atau menyempurnakannya dibolehkan bahkan dianjurkan sehingga menjadi kelamin yang normal karena kelainan seperti ini merupakan suatu penyakit (aib) yang harus diobati.4.

(Dr. Jawa Timur.wallâhu a’lâmu bish shawâb. . Yasir Shalih M. juga merupakan keputusan Nahdhatul Ulama PW Jawa Timur pada seminar “Tinjauan Syariat Islam tentang Operasi Ganti Kelamin” pada tanggal 26-28 Desember 1989 di Pondok Pesantren Nurul Jadid.unsur penipuan serta membahayakan. Probolinggo. Dibolehkannya operasi perbaikan atau penyempurnaan kelamin. padahal Allah Subhana Wa Ta‟ala telah mengaruniakannya kelamin yang jelas. jika operasi kelamin dilakukan hanya karena kurang „sreg‟ dengan kepribadiannya. dan hendaknya pelakunya bertobat kepada Allah. Kepala fakultas kedokteran bidang operasi anak RS. 2. sesuai dengan keadaan anatomi bagian dalam kelamin orang yang mempunyai kelainan kelamin atau kelamin ganda. Universitas Al-Malik „Abdul „Aziz). maka perbuatan ini diharamkan secara syar‟i. Sehingga jelaslah. Jamal.

hal. . karena mereka telah bertolong menolong dalam berbuat dosa. karena dalam operasi ini terdapat tindakan memotong penis. lalu mereka benar-benar mengubahnya”. Ahkam Al-Jirahah Al-Thibbiyah. hal. dan payudara. menutup saluran kelamin perempuan.Tanya : Ustadz. Ayat ini menunjukkan upaya syaitan mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat. 19). Dalil hadis adalah riwayat Ibnu Abbas RA bahwa. seperti dokter. karena menjadi perantaraan (wasilah) bagi laki-laki atau perempuan yang dioperasi untuk menyerupai lawan jenisnya. (Imam Dzahabi. Mukhtar Syinqithi.”Rasulullah SAW telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat wanita yang menyerupai laki-laki. (M.” (QS Al-Maa`idah [5] : 2). Fahad Abdullah Hazmi. para medis. dan menanamkan organ genital laki-laki (penis). Operasi ganti kelamin juga merupakan dosa besar (kaba`ir). Mukhtar Syinqithi. Tafsir Al-Qurthubi. 12. Ibnu Taimiyah. Al-Ifadah alSyar‟iyah fi Ba‟dh Al-Masail al-Thibbiyyah. Yang berdosa bukan hanya orang yang dioperasi. atau ahli hukum yang mengesahkan operasi tersebut. Pengubahan jenis kelamin lakilaki menjadi perempuan dilakukan dengan memotong penis dan testis. 128). Di antaranya mengubah ciptaan Allah (taghyir khalqillah). M. Walid bin Rasyid Sa‟idan. 5. (M. berdasarkan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Operasi ganti kelamin termasuk mengubah ciptaan Allah. hal. baik langsung atau tidak. Padahal Allah SWT berfirman (artinya) : “Dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Al-Kaba`ir.” (Segala perantaraan menuju yang haram hukumnya haram juga). hal. AlWajiz fi Ahkam Al-Jirahah Al-Thibbiyyah. psikiater. Kaidah fiqih menyebutkan. (Fahad Abdullah Al Hazmi. tapi juga semua pihak yang terlibat di dalam operasi itu.” (HR Bukhari). Semuanya turut berdosa dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah pada Hari Kiamat kelak. Dalil Al-Qur`an firman Allah SWT (artinya) : “Dan aku (syaithan) akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah). 199). Juz 11/650). Utsman Syabir. bolehkah operasi ganti kelamin? Misalnya operasi dari jenis kelamin laki-laki menjadi perempuan? Jawab : Operasi ganti kelamin (taghyir al-jins) adalah operasi pembedahan untuk mengubah jenis kelamin dari laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya. kemudian membentuk kelamin perempuan (vagina) dan membesarkan payudara. Maka operasi ganti kelamin hukumnya haram. testis. Sedang pengubahan jenis kelamin perempuan menjadi laki-laki dilakukan dengan memotong payudara. Maka. hal. hal. Ahkam Al-Jirahah Al-Thibbiyah. Juz V/120. Majmu‟ Al-Fatawa. hal. Ahkam Jirahah At-Tajmil. Hukum operasi ganti kelamin adalah haram. Imam Qurthubi. Hadis ini mengharamkan perbuatan laki-laki menyerupai wanita atau perbuatan wanita menyerupai laki-laki. Operasi ini juga disertai pula dengan terapi psikologis dan terapi hormonal. (QS An-Nisaa` [4] : 119). sebab salah satu kriteria dosa besar adalah adanya laknat (kutukan) dari Allah dan Rasul-Nya. 74. 199. Taqrib Fiqih Al-Thabib.”Al-Wasilah ila al-haram muharromah. operasi ganti kelamin haram hukummya.

Wallahu a‟lam [ ] Palangkaraya. Operasi ini hukumnya mubah. Nabi SAW bersabda.5246). kecuali Allah menurunkan pula obatnya. yaitu mempunyai penis dan vagina sekaligus. Hal ini berlaku bagi orang yang memiliki alat kelamin ganda.”Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit. berdasarkan keumuman dalil yang menganjurkan berobat (altadawiy). 4 Januari 2010 Muhammad Shiddiq al-Jaw .” (HR Bukhari. no.Adapun operasi penyempurnaan kelamin (takmil al-jins) hukumnya boleh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful