DUKUNGAN NUTRISI PADA PASIEN KANKER

Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk

berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh. Status nutrisi normal menggambarkan keseimbangan yang baik antara asupan nutrisi dengan kebutuhan nutrisi. Kekurangan nutrisi memberikan efek yang tidak diinginkan terhadap struktur dan fungsi hampir semua organ dan sistem tubuh.

Malnutrisi dan Cachexia sering terjadi pada penderita kanker (24% pada stadium dini dan > 80% pada stadium lanjut), AIDS dan penyakit kronis lainnya. Malnutrisi dan Cachexia meningkatkan morbiditas dan mortalitas serta menurunkan kualitas hidup. Penderita dengan malnutrisi sering tidak dapat mentoleransi terapi termasuk radiasi khemoterapi.

Cachexia adalah keadaan malnutrisi yang ditandai dengan anorexia, penurunan berat badan, muscle wasting, asthenia, depresi, nausea kronik dan anemia yang menyebabkan distress psikologis, perubahan dalam komposisi tubuh, gangguan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, cairan jaringan,

keseimbangan asam basa, kadar vitamin dan elektrolit.

Anorexia adalah tidak adanya keinginan untuk makan dan menunjukkan bahwa seseorang tidak mempunyai ketertarikan (interest) terhadap semua makanan. Pengendalian terhadap asupan makanan adalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai organ, environment dan mekanisme perifer (dinding usus berperan terhadap regulasi apetite dan beraksi terhadap stimuli mekanis dan kemis seperti peptide yang diproduksi diusus antara lain cholecycstokinin,

somatostatin, glucagons) dan sentral (jalur hipotalamaus: dipengaruhi oleh

temperature. 1996). kultural. radiasi) kualitas hidup dan survival penderita. kadar glukosa dan asam amino dalam darah dan pusat kortikal: dipengaruhi oleh environment.perciuman. gangguan proses metabolisme (Shike. dalam kurun waktu 3 bulan. esophagus dan lambung yang menyebabkan obstruksi atau tumor dari luar traktus gastrointestinal yang menyebabkan obstruksi antaralain tumor kepala leher.vagus. stimuli visual. stimuli gastrointestinal melalui N. Berkurangnya asupan makanan dan malabsorbsi Efek Tumor a. Secara umum penyebabnya dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu: 1. pancreas. maka nutrisi merupakan bagian dari terapi. berkurangnya asupan makanan dan malabsorbsi dan 2. tumor vilous colon. faktor ekonomi dan emosional). Ketika seseorang didiagnosis menderita kanker. Gangguan pencernaan dan absorbsi misalnya pada kanker pankres. . Tujuan utama terapi nutrisi pada penderita kanker adalah mempertahankan atau meningkatkan status nutrisi sehingga dapat memperkecil terjadinya komplikasi meningkatkan efektivitas terapi kanker (bedah.  PENYEBAB MALNUTRISI Penyebab malnutrisi pada penderita kanker adalah multifaktorial. Efek langsung Tumor dari traktus gastrointestinal seperti tumor lidah. Malnutrisi adalah hilangnya/ penurunan berat badan diatas 10% atau berat badan kurang dari 80% BB ideal. rasa kecap. kemoterapi. 1. hepar atau tumor lain yang metastasis ke abdominal. faring. limfoma usus halus.

konstipasi dan gas distension pada usus halus dan usus besar sehingga menyebabkan malabsorbsi (narcotic bowel syndrome). cairan dan elektrolit. Terjadi akibat adanya penurunan rasa kecap. ileus diare dan malabsorbsi. dapat berupa kesulitan menelan akibat edema dan mukositis orofaring menyebabkan disfagia dan odinofagia. reseksi pancreas dapat menyebabkan malabsorbsi dari lemak dan protein. gangguan neuroendokrin. nyeri abdomen. Gangguan Metabolisme Penyebab perubahan metabolisme pada penderita kanker masih belum jelas. nausea vomiting. enteritis atau diare (radiasi daerah abdominal). penggunaan diuretik sering menyebabkan penurunan kadar zinc yang mengakibatkan penurunan rasa kecap. fluorouracil. Penggunaan obat analgesik opioid dapat menyebabkan nausea.b. Namun beberapa mekanisme yang berperan adalah adanya respon sistemik yang . gangguan pada hypothalamic appetite control center sehingga terjadi gangguan kontrol asupan makanan dan rasa cepat kemampuan menelan dan pencernaan makanan. fibrosis intestinal dan striktur. mukositis. Kemoterapi dapat menyebabkan nausea. Efek tidak langsung (remote effect) Tumor dapat menimbulkan anorexia tanpa melibatkan traktus gastrointestinal secara langsung. Reaksi akut dapat terjadi dalam 3 hari sampai 1 minggu terapi. Komplikasi akhir berupa keradangan mucosal persisten. kualitas penciuman. 2. Reseksi usus halus yang luas menyebabkan gangguan penyerapan nutrient. doxorubicin. vomiting. penurunan produksi saliva dengan konsekuensi penurunan enzim (radiasi kepala leher). Beberapa preparat antineopalstik yang sering menyebabkan simtom gastrointestinal (40%) antaralain cisplatin. Radioterapi dapat memberikan reaksi akut dan delayed reaction (komplikasi kronis).

gangguan proses metabolisme. efek tumor (obstruksi mekanis. Pada anamnesis perlu ditanyakan adalah berat badan rata-rata pada 3 bulan terakhir. nyeri. pemakaian substrate/ nutrisi oleh tumor. luka berbau dan terapi yang sedang dijalani. xerostomia. sulit menelan. faktor psikologis dan susunan saraf pusat (keengganan makan. efek yang berhubungan dengan penderita (peningkatan resting energy expenditure. nausea. kemampuan mengkonsumsi makanan dan ha-hal yang berpengaruh terhadapnya misalnya adanya nyeri. ileus). Pemeriksaan fisik meliputi adanya kulit kering. lipid mobilizing factors). stomatitis. gangguan persepsi rasa kecap. pemeriksaan fisik dengan pemeriksaan antropometri dan pemeriksaan laboratorium. bersisik. penurunan kekuatan otot dan cadangan lemak. stress psikologis). 2. atrofi otot (muscle wasting) adanya edema pitting. informasi tentang asupan makanan baik jenis makanan. Bruera mengelompokkan penyebab cachexia pada penderita kanker sebagai berikut: 1. adanya respon inflamasi sistemik yang diperantarai oleh sitokin yang diproduksi oleh makrofag. produksi sitokin oleh sel tumor. radiasi. Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang baik merupakan cara efektif dalam penentuan status nutrisi penderita. bedah. efek yang berhubungan dengan terapi (kemoterapi. disfungsi autonomic. mual-muntah. penurunan pengosongan lambung  PENENTUAN STATUS NUTRISI PADA KANKER Penentuan status nutrisi pada penderita kanker berdasarkan atas anamnesis. produksi sitokin oleh makrofag. pemeriksaan antropometri berupa . adanya respon non spesifik terhadap faktor-faktor yang dilepaskan oleh tumor.diperantarai oleh tumor induced distant hormonal factor (axis neuroendokrin). 3. 4.

Secara praktis bila didapatkan 2 dari 3 berikut ini. Pengukuran kadar protein serum dapat menolong memprediksi prognosis penderita. ketebalan otot triceps (triceps skinfold thickness) dan midarm mucle sirumference. Nilai BMI 18. sedang BMI 16.9 mg/dl menunjukkan resiko yang bermakna dan memerlukan support nutrisi yang agresif.0 – 15 mg/dl meningkatkan resiko dan perlu nutrisi dan monitor yang ketat  INDIKASI TERAPI NUTRISI Terapi nutrisi diberikan kepada penderita malnutrisi atau pada penderita yang dalam perjalanan penyakitnya diperkirakan akan menjadi malnutrisi.0 – 18. 11.0 – 10.5 – 24. penyembuhan luka yang buruk.9 kg/m2 dan berat BMI < 16.BB.  PEMBERIAN NUTRISI Terdapat 3 pilihan dalam pemberian nutrisi yaitu diet oral. infeksi dan meningkatkan mortalitas.4 g/dl merupakan indikasi pemberian terapi nutrisi. trasferin dan prealbumin.0 kg/m2. kulit dan fat untuk menentukan status nutrisi. 5. Nilai tricep skin fold (TST) dan midupperarm mucle circumference (MUAMC) dapat menilai status otot. body mass index (BMI= rasio BB/TB). Kadar albumin yang rendah secara kronis diikuti dengan perpanjangan hospital stay. kadar trasferin serum < 150 mg/dl. Pemeriksaan laboratoris dengan menentukan kadar protein serum terdiri dari albumin serum. . BMI dapat digunakan untuk menilai status nutrisi penderita. yaitu adanya penurunan berat badan > 10% dalam kurun waktu 3 bulan.0 – 16. Kadar prealbumin < 5 mg/dl menunjukkan prognosis buruk. kadar albumin serum < 3.9 kg/m2 adalah normal. nutrisi enteral dan nutrisi parenteral. protein energy-malnutrition : ringan BMI 17.4 kg/m2.

makanan dicincang/digiling/disaring. Diet Oral Diet oral diberikan kepada penderita yang masih bisa menelan cukup makanan dan keberhasilannya memerlukan kerjasama yang baik antara dokter. Makanan diberikan sediki-sedikit tetapi sering. Penderita dengan ganguan menelan: makanan diberikan dalam bentuk yang mudah ditelan misalnya ditambah kuah. Pada umumnya nafsu makan lebih baik pagi hari. Penderita dengan sariawan: konsistensi makanan harus lembut agar mudah ditelan. penderita dan keluarga. Pemberian melalui mulut merupakan cara yang paling disukai. Pemasangan selang yang umum adalah melalui hidung sampai kelambung (Nasogastric tube). berbumbu tajam. Bila pemberian nutrisi diperlukan untuk jangka .a. Cara mengatasi beberapa masalah makan secara peroral: Penyajian makanan harus dapat membangkitkan nafsu makan. terlalu asam. Namun pada penderita kanker yang mengalami anoreksia dan perubahan rasa kecap maka pemberian makanan peroral menjadi masalah dan perlu mendapat perhatian khusus. Diit Enteral Nutrisi enteral adalah cara pemberian makanan melalui selang/ tube kesaluran pencernaan. dan disajikan dengan bentuk dan aroma yang baik. b. Diit sebaiknya tinggi kalori dan protein. hindari makanan terlalu panas. Pada penderita gangguan rasa kecap: pengolahan makanan sebaiknya diberi bumbu lebih banyak. Rasa jenis makanan dan penyajian harus sesuai dengan selera pasien. diberikan diit lunak. ahli gizi. Cara ini terbukti memberi hasil pada sebagian besar pasien karena jumlah kalori dapat dipenuhi dengan cara yang tidak memberatkan.

Gastrin mempunyai efek tropik pada lambung. mempertahankan aktivitas metabolik serta keseimbangan hormonal dan enzimatik antara traktus gastrointestinal dan liver. mencegah atrofi mukosa usus dan translokasi bakteri. Penderita dengan kanker kepala leher dimana saluran cerna masih baik dapat diberikan bolus 300 – 500 cc beberapa kali perhari. bombesin. Bahan makanan untuk nutrisi enteral dapat disediakan dengan melalui konsultasi gizi. neurotensin. karena diet enteral lebih fisiologis karena meningkatkan aliran darah mukosa intestinal. Terdapat juga sediaan tinggi protein atau mengandung zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan status imunologis penderita. Selama sistem pencernaan masih berfungsi atau berfungsi sebagian dan tidak ada kontraindikasi maka diet enteral (EN) harus dipertimbangkan. sedangkan fungsi pencernaan dan absorbsi usus masih cukup baik. 1996). duodenum dan colon sehingga dapat mempertahankan integritas usus. memelihara gutassociated lymphoid tissue (GALT) yang berperan dalam imunitas mukosa usus. dapat juga menggunakan formula nutrisi enteral yang beredar dipasaran yang secara umum terdapat 2 kategori berdasarkan kandungan karohidrat lemak dan protein yaitu full digestion formula dan partial digestion formula. gastrostomi atau jejonostomi Kecepatan pemberian nutrisi enteral tergantung pada kondisi penderita. penderita pasca gastrektomi memerlukan pemberian secara drip pelan-pelan 200 cc/jam. penderita short bowel. radiation induced enteritis 100 cc/jam (Waller. malabsorbsi.lama atau ada kesulitan pemasangan selang dapat dilakukan secara bedah atau endoskopi yaitu esofagostomi. . Nutrisi enteral bila penderita tidak bisa menelan dalam jumlah cukup. enteroglucagon. Diet enteral mempunyai efek enterotropik indirek dengan menstimulasi hormon usus seperti gastrin.

usahakan dalam bentuk cair atau hyghly caloric nutritional supplements). menelan dan ekshalasi). zine dan Vit B12 secara parenteral. untuk mengatasi kesulitan menelan penderita melakukan proses inhalasi.c. batasi lemak. untuk . makanan dingin lebih baik daripada panas. Diit Parenteral Nutrisi parenteral total (TPN) diberikan pada penderita dengan gangguan proses menelan. margarine dan milk untuk xerostomia. gangguan pencernaan dan absorbsi. berikan tambahan zat besi dan Vit B12 parenteral) insufisiensi pankreas (batasi lemak. monokarbohidrat dan laktosa. reseksi lambung (5 atau 6 kali makanan kecil perhari. NPE dapat dibedakan menjadi NPE parsial (NPE-P) dan NPE total (NPE-T) dapat melalui vena perifer atau sentral. reseksi usus = short bowel (makanan porsi kecil dan sering. perhatikan osmolaritas larutan (sebaiknya kurang dari 800-1000 mOsm/l dan bila tidak mungkin lakukan infus cabang) Daftar makanan yang sering diberikan pada penderita kanker sesuai jenis gangguan sistem pencernaan: penderita dengan ulserasi pada mukosa mulut (makanan yang lembut atau lunak atau mengandung cairan. serat. striktura esofagus (makanan lemak. magnesium. suplemen enzim pankreas). 2001). tambahkan calcium. batasi monosakarida dan laktosa. Dalam pemberian NPE pertimbangkan jenis larutan yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan makro dan mikronutrien. gunakan anaesthetic mouthwash sebelum makan. Nutrisi parenteral (NPE) diberikan untuk mencukupi sumber nutrien essensial tanpa menggunakan traktus gastrointestinal yaitu secara intravena (Askandar. medium chain triglyceride. Tumor yang mengenai sistem pencernaan atau tindakan yang melibatkan sistem pencernaan sehingga terjadi gangguan proses menelan dan pencernaan merupakan indikasi pemberian NPE. paska laringektomi supraglotik (makanan padat dan lembut. hindari makanan cair). food lubrixant seperti butter.

.Jangan menggunakan tembakau dalam segala bentuk. . roti dan pasta) beberapa kali sehari. .Pilihlah makanan yang rendah lemak.Dapatkan dan pertahankan berat badan yang sehat. .Makanlah banyak sayuran. .Buat dan simpan makanan dengan aman. serat dan laktose). Panduan pola makan dan kebugaran berikut ini bisa membantu mengurangi risiko kanker: .Pastikan tubuh aktif setidaknya 30 menit setiap hari dalam seminggu. . . Dua badan di AS. sudah menyiapkan buku panduan pencegahan kanker yang serupa. yaitu American Cancer Society dan American Institute for Cancer Research. chronic radiation enteritis (batasi lemak.Pilihlah makanan yang rendah garam.pederita paska reseksi ileum terminale. Makanlah sekurangnya 5 sajian buah dan sayuran setiap hari. .Batasi minuman beralkohol.  PENCEGAHAN KANKER Pilihan makanan yang sehat dan kegiatan fisik bisa membantu mengurangi risiko kanker. Masukkan kacang-kacangan dalam pola makan Anda. dan makanlah produk biji-bijian (seperti sereal.

html . Soegianto. Phee SJ. pp 1214. McGraw-Hill New York.com/bahasa-indonesia/education/nutrition-incancer-care http://salaf007. Ami Ashariati. Medical Care of the Cancer Patient. Boediwarsono (2006): Terapi Nutrisi Pada Penderita Kanker. http://www. Made Putra Sedana.blogspot. Dalam: Naskah Lengkap Surabaya Hematology Oncology Update IV.com/2009/02/nutrisi-pada-penderita-kanker. Papadiks MA. editor: Boediwarsono. Hlm 134-141. In: Current Medical Diagnosis and Treatment 44th editors : Tierney LM.parkwaycancercentre.1242.DAFTAR PUSTAKA Baron RB (2005): Nutrition. Ugroseno.

ELLIS MAWARNI 2.DUKUNGAN NUTRISI PADA PASIEN KANKER DISUSUN OLEH : 1. FITRIA WIDYASTUTI PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL JAKARTA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful