Deiksis — Presentation Transcript

1. PENGERTIAN DEIKSIS Dalam KBBI (1991: 217), deiksis diartikan sebagai hal Deiksis berasal dari kata Yunani kuno yang berarti atau fungsi yang menunjuk sesuatu di luar bahasa; kata tunjuk“menunjukkan atau menunjuk”. Dengan kata lain informasi pronomina, ketakrifan, dan sebagainya.kontekstual secara leksikal maupun gramatikal yang menunjuk Deiksis adalah kata-kata yang memiliki referenpada hal tertentu baik benda, tempat, ataupun waktu itulah berubah-ubah atau berpindah-pindah (Wijana, 1998: 6).yang disebut dengan deiksis, misalnya he, here, now. Ketiga Menurut Bambang Yudi Cahyono (1995: 217), deiksis adalahungkapan itu memberi perintah untuk menunjuk konteks suatu cara untuk mengacu ke hakekat tertentu dengantertentu agar makna ujaran dapat di pahami dengan menggunakan bahasa yang hanya dapat ditafsirkan menuruttegas.Tenses atau kala juga merupakan jenis deiksis. Misalnya makna yang diacu oleh penutur dan dipengaruhi situasithen hanya dapat di rujuk dari situasinya. pembicaraan. Deiksis didefinisikan sebagai ungkapan yang terikat Deiksis dapat juga diartikan sebagai lokasi dandengan konteksnya. Contohnya dalam kalimat “Saya mencintai identifikasi orang, objek, peristiwa, proses atau kegiatan yangdia”, informasi dari kata ganti “saya” dan “dia” hanya dapat di sedang dibicarakan atau yang sedang diacu dalamtelusuri dari konteks ujaran. Ungkapan-ungkapan yang hanya hubungannya dengan dimensi ruang dan waktunya, pada saatdiketahui hanya dari konteks ujaran itulah yang di sebut dituturkan oleh pembicara atau yang diajak bicara (Lyons,deiksis. 1977: 637 via Djajasudarma, 1993: 43). Lavinson (1983) memberi contoh berikut untuk Menurut Bambang Kaswanti Purwo (1984: 1) sebuahmenggambarkan pentingnya informasi deiksis. Misalnya anda kata dikatakan bersifat deiksis apabila rujukannya berpindah-menemukan sebuah botol di pantai berisi surat di dalamnya pindah atau berganti-ganti, tergantung siapa yang menjadidengan pesan sebagai berikut : pembicara, saat dan tempat dituturkannya kata-kata itu. Dalam(1) Meet me here a week from now with a stick about this big. bidang linguistik terdapat pula istilah rujukan atau sering Pesan ini tidak memiliki latar belakang kontekstual disebut referensi, yaitu kata atau frase yang menunjuk kata,sehingga sangat tidak informatif. Karena unkapan deiksis frase atau ungkapan yang akan diberikan. Rujukan semacamhanya memiliki makna ketika ditafsirkan oleh pembaca. Pada itu oleh Nababan (1987: 40) disebut deiksis (Setiawan, 1997:dasarnya ungkapan deiksis ini masuk dalam ranah pragmatik. 6).Namun karena penemuan makna ini sangat penting untuk Pengertian deiksis dibedakan dengan pengertianmengetahui maksud dan kondisi yang sebenarnya maka pada anafora. Deiksis dapat diartikan sebagai luar tuturan, dimanasaat yang sama masuk dalam ranah semantik. Dengan kata lain yang menjadi pusat orientasi deiksis senantiasa si pembicara,dalam kasus ungkapan deiksis, proses pragmatik dalam yang tidak merupakan unsur di dalam bahasa itu sendiri,mencari acuan masuk dalam semantik. Umumnya kita dapat sedangkan anafora merujuk dalam tuturan baik yang mengacumengatakan ungkapan deiksis merupakan bagian yang kata yang berada di belakang maupun yang merujuk kata yangmengacu pada ungkapan yang berkaitan dengan konteks berada di depan (Lyons, 1977: 638 via Setiawan, 1997: 6).situasi, wacana sebelumnya, penunjukan, dan sebagainya. 2. Berdasarkan beberapa pendapat, dapat dinyatakan oleh adanya kemiripan antara peristiwa bahasa dan permainanbahwa deiksis merupakan suatu gejala semantis yang

terdapat bahasa (Lyons, 1977: 638 via Djajasudarma, 1993: 44). Deiksispada kata atau konstruksi yang acuannya dapat ditafsirkan perorangan (person deixis); menunjuk peran dari partisipansesuai dengan situasi pembicaraan dan menunjuk pada sesuatu dalam peristiwa percakapan misalnya pembicara, yangdi luar bahasa seperti kata tunjuk, pronomina, dan sebagainya. dibicarakan, dan entitas yanng lain.Perujukan atau penunjukan dapat ditujukan pada bentuk atau Deiksis orang ditentukan menurut peran peserta dalamkonstituen sebelumnya yang disebut anafora. Perujukan dapat peristiwa bahasa. Peran peserta itu dapat dibagi menjadi tiga.pula ditujukan pada bentuk yang akan disebut kemudian. Pertama ialah orang pertama, yaitu kategori rujukan pembicaraBentuk rujukan seperti itu disebut dengan katafora. kepada dirinya atau kelompok yang melibatkan dirinya, Fenomena deiksis merupakan cara yang paling jelas misalnya saya, kita, dan kami. Kedua ialah orang kedua, yaituuntuk menggambarkan hubungan antara bahasa dan konteks kategori rujukan pembicara kepada seorang pendengar ataudalam struktur bahasa itu sendiri. Kata seperti saya, sini, lebih yang hadir bersama orang pertama, misalnya kamu,sekarang adalah kata-kata deiktis. Kata-kata ini tidak memiliki kalian, saudara. Ketiga ialah orang ketiga, yaitu kategorireferen yang tetap. Referen kata saya, sini, sekarang baru dapat rujukan kepada orang yang bukan pembicara atau pendengardiketahui maknanya jika diketahui pula siapa, di tempat mana, ujaran itu, baik hadir maupun tidak, misalnya dia dan mereka.dan waktu kapan kata-kata itu diucapkan. Jadi, yang menjadi Kata ganti persona pertama dan kedua rujukannyapusat orientasi deiksis adalah penutur. bersifat eksoforis. Hal ini berarti bahwa rujukan pertama dan kedua pada situasi pembicaraan (Purwo, 1984: 106). Oleh2.3 JENIS-JENIS DEIKSIS karenanya, untuk mengetahui siapa pembicara dan lawan Deiksis ada lima macam, yaitu deiksis orang, deiksis bicara kita harus mengetahui situasi waktu tuturan itutempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial dituturkan. Apabila persona pertama dan kedua akan dijadikan(Nababan, 1987: 40). Selain itu Kaswanti Purwo (Sumarsono: endofora, maka kalimatnya harus diubah, yaitu dari kalimat2008;60) menyebut beberapa jenis deiksis, yaitu deiksis langsung menjadi kalimat tidak langsung. (Setiawan, 1997: 8).persona, tempat, waktu, dan penunjuk. Sehingga jika Bentuk pronomina persona pertama jamak bersifatdigabungkan menjadi enam jenis deiksis. Paparan lebih eksofora. Hal ini dikarenakan bentuk tersebut, baik yanglengkap sebagai berikut. berupa bentuk kita maupun bentuk kami masih mengandung bentuk persona pertama tunggal dan persona kedua tunggal.a. Deiksis Persona Berbeda dengan kata ganti persona pertama dan kedua, Istilah persona berasal dari kata Latin persona sebagai kata ganti persona ketiga, baik tunggal, seperti bentuk dia, ia, -terjemahan dari kata Yunani prosopon, yang artinya topeng nya maupun bentuk jamak, seperti bentuk sekalian dan kalian,(topeng yang dipakai seorang pemain sandiwara), berarti juga dapat bersifat endofora dan eksofora. Oleh karena bersifatperanan atau watak yang dibawakan oleh pemain sandiwara. endofora, maka dapat berwujud anafora dan kataforaIstilah persona dipilih oleh ahli bahasa waktu itu disebabkan (Setiawan, 1997: 9). 3. Deiksis persona merupakan deiksis asli, sedangkan lain yang dimiliki pronomina ialah acuannya dapat berpindah-deiksis waktu dan deiksis tempat adalah deiksis jabaran. pindah karena bergantung pada siapa yang menjadiMenurut pendapat Becker dan Oka dalam Purwo (1984: 21) pembicara/penulis, yang menjadi pendengar/pembaca, ataubahwa deiksis persona merupakan dasar orientasi bagi deiksis siapa/apa yang dibicarakan (Moeliono, 1997: 170).ruang dan tempat serta waktu. Dalam bahasa Inggris

lebih banyak digunakan dalam situasi non formal dan lebihdan jarak sosial. seperti subjek. kamu. 1997: 172). pronomina itusegi fungsinya.dipakai oleh orang tua terhadap orang muda yang telah dikenal Akan tetapi. bahasa Jika ditinjau dari segi artinya. misalnya:bahasa yang satu ke bahasa yang lain karena ragam perbedaan rumah saya. Bapak pembicara persona pertama daku. Pronomina Persona Pertama Berikutnya. pronomina persona pertamaberbeda maknanya ketika kita terapkan pada orang pertama dan tunggal adalah saya. pronomina adalah kata Indonesia mengenal pronomina persona pertama jamak.ditambahkan seperti jumlah dua. dan daku. Benda atau Pronomina persona kedua tunggal mempunyai beberapa konsep yang jamak dinyatakan dengan cara yang lain. Kami bersifat eksklusif. 1997: 276 via Setiawan. Misalnya. paman saya. istilah keturunan juga menunjuk banyak menunjukkan keakraban antara pembicara/penulis danpada deiksis. Selain pronomina persona pertama tunggal. kau. kita bersifat inklusif.juga predikat. pronomina itu 4. 1997: 9). mengacu pada orang yang diajak(6) “give me your hand” bicara (persona kedua). yakniyang dipakai untuk mengacu ke nomina lain. dengan mengulang nomina tersebut atau dengan mengubahPronomina persona kedua engkau.dari pembicara. dapat sintaksisnya. tetapiposisi yang umumnya diduduki oleh nomina. -nya dan beliau yang dapat digunakan untuk menyatakan milik. sumber ujaran. Sedangkan untuk pronominapembicara dan merupakan kakek pembicara.pendengar/pembaca. jenis kelamin. dan -dalam macam kalimat tertentu.objek. penting kiranya melihat jumlah jamak yang Dalam Bahasa Indonesia. tidak mencakupi orang lain dipihak pendengar/pembacanya. Pada 2. 1997: 9). Pronomina Persona Kedua umumnya mereka hanya dipakai untuk insan.ditarget. dan mungkin pula pihak lain. Pronomina dapat mengacu pada diriproses ujaran. yakni engkau.dan -mu. artinya. aku.yang lain. dan pendengar yang bukan dituju atau bahasa Inggris (P&P. 1988: 172 via Setiawan. Deiksis perorangan hanya dapat ditangkap ketiga (Lyons. Juga. persona kedua dan personastruktur semantik. sendiri (persona pertama). Dari keempat pronomina tersebut. Jika dilihat dari kami dan kita. hanya dia. Pronomina persona pertama aku. dalam bahasa Aborigin Australia ada pendengar/pembaca. Bentuk saya. bukan berarti multiplikasi digunakan dalam tulisan atau ujaran yang resmi. Pada orang pertama. pada umumnya digunakan dalam karyayang bukan kakek pembicara akan ditunjukan dengan istilah sastra. Pronomina persona ketiga jamak adalah mereka. “we” dapat menjadi inklusif atau dapat juga dipakai untuk menyatakan hubungan pemilikan daneksklusif dari yang ditunjuk. atau mengacu pada orang yang(7) “give him your hand” dibicarakan (persona ketiga) (Moeliono. Indonesia juga mengenal tiga bentuk persona seperti dalampenerima. Dengan demikian kita dapat mengganti kata ganti dan Pronomina persona adalah pronomina yang dipakaikata sifat pada contoh (6) dengan contoh (7) atau (8) dalam untuk mengacu ke orang. mencakupi tidak saja pembicara/penulis. Sistem kata ganti berbeda dari diletakkan di belakang nomina yang dimilikinya. dikenal tiga bentuk kata ganti Deiksis perorangan menunjukan subjektivitas dalam persona. yaitu -ku dan ku-. Pronomina persona aku mempunyaiistilah yang digunakan untuk seseorang yang merupakan bapak variasi bentuk. dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki mencakupi pembicara/penulis dan orang lain dipihaknya. Bahasajika kita memahami peran dari pembicara. misalnyawujud.(8) “I give him my hand” 1. dikau. yaitu persona pertama. Ciri Sebaliknya. Lebihlebih. biasanyaorang ketiga. target ujaran. Bentuk saya. tetapi juga yang dibicarakan. pada cerita fiksi atau . artinya. dan -mu. status sosial. kamu Anda.

dan sebagainya.digunakan dalam hubungan yang tak pribadi.tidak ikut peristiwa (iv) berdasarkan pada arah-above-below. 1987: 41). (8) a. tergantung pada sistem wacana. Akan tetapi.atau bahkan (v) kalihatan tidak kelihatan pada pembicara atau Deiksis waktu juga ditujukan pada partisipan dalam(vi) upriver. atau terletak di sebelah kanan dari yang lain. “I bought a book”. now. yakni dipakai oleh orang yang further”. Bentuk terikat itu masing-masing tempat. Duduklah kamu di sini. Here dapat berarti kota ini. 3.demonstratif ini dapat dibedakan lebih berdasarkan prinsip. yakni sebuah kursi atau sofa. atau titik tertentu secara pasti.yang diterangkan. Namun apabilakedekatan emosional (empathy) dan jarak.ruangan ini. Pronomina Persona Ketiga b. Contoh pemakaian deiksis waktu dalam bahasayang ditunjuk jika ketika berkata here diikuti gerakan tangan. tetapi pembicara tidak ingin bersikap terlalu formal Deiksis tempat ialah pemberian bentuk pada lokasiataupun terlalu akrab. dia. kata ganti ditambahkan sesuatu kata/frasa keterangan waktu. ia dan dia sama-sama dapat dipakai. narasi lain yangdengan baik dan lama. yaitu bentuk kalian dan bentuk pronomina persona kepada pembicara” (di sini) dan “yang bukan dekat kepadakedua ditambah sekalian: Anda sekalian. Sebagai contoh penggunaan deiksishanyalah engkau dan kamu. Deiksis Tempatbersemuka. dapatdisebut deiksis empathetik. “I am buying a book”. dianggap bernyawa. menurut peserta dalam peristiwa bahasa. Dalam posisi sebagai subjek. dalam kalimat (9a) danganti this dan that. (iii) dekat pada orang yang (10) a. penggunaan deiksis waktu sudah jelas.membedakan antara “yang dekatjamak. Semua bahasa .downriver dari pembicara. pembicara” (termasuk yang dekat kepada pendengar -di situ)Pronomina persona kedua yang memiliki varisi bentuk (Nababan. b. “I bought the book yesterday”. pronomina Anda juga dipakai.Frasa di sini pada kalimat (8a) mengacu ke tempat yang sangatnya dan beliau. atau di depan sempit. Pronomina persona ketiga tunggal terdiri atas ia. (ii) dekat pada audien. Contoh dalamprinsip daripada jarak pembicara.yesterday. „ten miles east of here‟. . pilihan juga dapat didiktekan berdasarkan (9b).verba.Pronomina persona kedua juga mempunyai bentuk termasuk bahasa Indonesia. Hal ini sering diperlukan pembedaan/ketegasan yang lebih terperinci. Di sini dijual gas Elpiji. yang di pengaruhi oleh (9) a. kata mereka kadang-kadang jugaorang yang mempunyai hubungan akrab. lokasi pembicara pada saat berujar yang mencakup tempat 1987: 41). Dalam beberapa budaya. yakni suatu toko atau tempat penjualanberfungsi sebagai objek. b. last year.Ukuran dari lokasi juga berbeda-beda. Pada kalimat (8b). rumah mereka. misalnya usul mereka. “Now” berarti waktu . umpamanya. Selain itu. dalam hubungan b. there‟. menggunakan gaya fiksi. jika acuannya lebih luas.adalah kau. kamu sekalian. tanpa memandang dipakai untuk mengacu pada binatang atau benda yangumur atau status sosial. „here‟. Pronomina persona ketiga tunggal beliau digunakan pembicara dan yang dibicarakan seperti pada “ten metresuntuk menyatakan rasa hormat. Inggris. Mereka tidak mempunyai variasi bentuk Pronomina persona kedua Anda dimaksudkan untuk sehingga dalam posisi mana pun hanya bentuk itulah yangmenetralkan hubungan. sehingga Andatidak diarahkan pada satu orang khusus. orang yang status sosialnya lebih tinggi.dan -mu.pengetahuan latar belakang. hanya bentuk dia dan -nya yang dapat Deiksis tempat menunjukan lokasi relatif bagimuncul. Misalnya kitalebih muda atau berstatus sosial lebih rendah daripada orang dapat mendefinisikan here sebagai unit ruang yang mencakup lokasi pembicara pada saat dia berujar atau lokasi terdekat pada 5. “I bought the book 2 years ago”. seperti (i) dekat pada yang bahasa Inggris:dibicarakan. Dalam hal kata Meskipun tanpa keterangan waktu.

terdapat sebelumnya. yang diikuti dengan waktu dimana pengarangmobil atau tertutup pandangan karena terhalang oleh mobil mengungkapkan pesan. kalimat (12) dan (11) a. b.waktu seperti yang dimaksudkan penutur dalam peristiwa Jumlah hari secara deiksis juga berbeda dari bahasa satubahasa. meskipun kalimat hasil palawijanya”. seperti pada contoh (10) dan (11) berikut:c. Dalam bahasa Jawaafternoon” tidak harus sebelum malam. (9) “You know the truth now. “Paman datang dari desa kemarin dengan membawa(13) adalah non deiksis dan atemporal. Waktu pengujaran berbeda dari waktubahasa tertentu. 1987: 42). dimana pembicara sedangdalam mengkonseptualisasi ruangan yang digunakan dalam menghasilkan ujaran. Deiksis waktu ialah pemberian bentuk pada rentang (11) “I fell off my bike yesterday”. mangga itu banyak(12) “A whale is a mammal”.(14) I live ten minutes from here. Dari kedua contoh di atas dapat kita ketahui bahwa -nya pada Dalam penelitian semantik tentang temporality atau contoh (11a) mengacu ke paman yang sudah disebut„metalinguistic tense‟ yang digali dari logika kala. Deiksis Waktu (10) “Yesterday was Sunday”. Waktu adalah paling mempengaruhi kalimat menjadi kata/frasa ini. Maka meskipun bahasa umpamanya. dsb.tenses dan semantic temporallity. dibeli”. memakai kata nedo dan kata dahar (makan). sebuah episode pada hari itu. anak lakilaki bisa this letter”.prioritas relatif dari dua peristiwa dimasa lampau.(13) “Cats like warmth”. tomorrow. meskipun dalam prakteknya peristiwa berbicarawaktu misalnya dalam contoh (14). dan jugaantara (iii) hal-hal dalam waktu yang berlawanan dalam e.(15) The tree is behind the car. “Now”penggunaan sebuah unngkapan itu deiksis atau non deiksis mengacu pada waktu dimana yang dibicarakan mempelajarimisalnya pada contoh (15). Penting kiranya untuk membedakan antara gramatical disebut.orang tenses gramatikal. deiksis (rujukan) waktu ini ke bahasa yang lain: bahasa Jepang memiliki tiga hari kediungkapkan dalam bentuk “kala” (Inggris: tense) (Nababan. Tenses gramatikal juga peran pembicara dan pendengar. Deiksis Sosialrentang waktu. Perbedaan itu dapatmencerminkan ketergantungan budaya dalam melihat waktu ditunjukkan dalam pemilihan kata. Sebagai contoh. Misalnya. dan menerima memungkinkan berdekatan atau kotemporal. “ today. Deiksis tempat juga dapat menggunakan untuk penerimaan. yesterday” apakah mengacu pada hari(16) The boy is to the left of Tom keseluruhan atau pada saat tertentu.berada di sisi kiri Tom atau di kiri Tom dari sudut acuan Hal menarik yang lain untuk diperhatikan adalah istilahpembicara. Pohon dapat berada di belakang kebenaran. yang pertamadeiksis. yang terdahulu.dan membaginya seperti afiks dalam bahasa Amahuaka yang perbedaan tingkat sosial antara pembicara dengan pendengardiucapkan di Peru dimana rentang waktu mempengaruhi yang diwujudkan dalam seleksi kata dan/atau sistem morfologirentang sekarang separti halnya “ the morning” atau “the kata-kata tertentu (Nababan. itu. Perbedaan-perbedaan ini tidak secara langsung Deiksis sosial ialah rujukan yang dinyatakanmasuk dalam tenses gramatikal karena tenses gramatikal ini berdasarkan perbedaan kemasyarakatan yang mempengaruhijuga mencakup aspect dan modality. so I wrote Seperti halnya pada contoh (16). yang berikut. present dan future. begitulah. belakang dari “today” dan dua hari ke depan. (ii) yang disebut kemudian. Pusat deiksis dapat ditujukan pada yang dibicarakan Tidak selalu mudah untuk memutuskan apakah sebagaimana yang didiskusikan dalam contoh (9).tersebut memiliki nilai gramatikal. I knew it a week ago. Dalam beberapa bahasa. sedangkan pada contoh (11b) mengacu ke manggaperbedaan yang tegas antara (i) past. “Karena aromanya yang khas. 6. Dalam banyak bahasa. bahasa tersebut .

1987: 42-43). dan itu untuk menunjuk sesuatu yang jauh dari ada pada dalam teks awal daripada dalam konteks situasi.dan kuwi untuk sesuatu yang tidak dekat tetapi tidak terlalu Dalam kalimat (31). bahkan waktu. Dengan kata lain tidak ada(23) You can never tell these days. bukan mpbil yang dimiliki oleh pembicara.melainkan juga keadaan. Bentukbentukyang dipakai untuk mengungkapkan deiksis wacana itu adalah 7. makna „it‟ tidak bergantung pada „ajauh. Ketika peristiwa itu terjadi. atau ”etiket berbahasa”wacana dengan pengulangan atau substitusi. (31a) VxVy ((farmer(x) & Donkey (y) & Owns (x.penggunaannya dalam kalimat-kalimat berikut. Deiksis Wacana (atau variasi bahasa) seperti itu disebut “tingkatan bahasa”. Deiksis wacana ialah rujukan pada bagian-bagian dalam bahasa Jawa. pembicara. 1987: 42). jika dia “merasa” sesuatu itu dekat dengan Kita menyebutnya penggunaan „it‟ sebangai deiksis wacana.keeps it on his drive. madyo dan kromo kalau sistem bahasa itudikembangkan (Nababan. dan antara donkey dan kata gantiberikut. adalah pada (31a)(25) Now. Anafora ialah penunjukan kembali sistemnya dibagi empat. The boy mendahului dari anafora „he‟.dirinya. Deiksis Penunjuk Kata ganti juga digunakan secara non deiksis ketikaDi dalam bahasa Indonesia kita menyebut demontratif (kata kata ganti itu merupakan anafora dalam pengertian tata bahasaganti penunjuk): ini untuk menunjuk sesuatu yang dekat tradisional tentang kata. Perhatikan (29) The boy fell off a tree and he was found by the gardener. Sedangkan kalimat (17). digunakan sebagai variabel juga muncul seperti pada kalimatBanyak bahasa mempunyai deiksis jenis ini hanya dua saja. dia akan memakai ini.y))(27) I was . tidak terhubung secara sintaksis. tetap memiliki menunjukkan perbedaan sikap atau kedudukan sosial antaraungkapan temporallity.Contoh-contoh di atas menunjukan. Secara tradisional perbedaan bahasad. Logika dari kalimat (31)(24) There is this man I met in the cafe. meskipun acuannya adalah mobil yang dimiliki oleh tetangga. f. Deiksis wacana mencakup dibagi tiga. sebaliknya itu digunakan untuk Masalah hubungan anafora dengan kata gantimenyatakan sesuatu yang jauh darinya.pembicara.hal yang ditunjuk. donkey‟ tetapi lebih khusus pada keledai yang dimiliki oleh petani. saya masih kecil. 1960 via Nababan. atau ngoko. Bahasa jawa ungkapan bilangan every girl. kromo dan kromo inggil kalauanafora dan katafora.y)) à Beats(26) There you are. (x.penunjukan ke sesuatu yang disebut kemudian. the next topic to discuss is presuposition. ngoko dan kromo dalam sistem pembagiantertentu dalam wacana yang telah diberikan atau sedang dua. dan ngoko. Aspek berbahasa seperti ini disebutkepada sesuatu yang telah disebutkan sebelumnya dalam “kesopanan berbahasa”. “Sesuatu” itu bukan hanya benda atau barang Dengan demikian. “unda-usuk”. penggunaan deiksis ini dan (17) I keep my car in the garage but my next door neighbouritu tampaknya bergantung kepada sikap penuturterhadap hal.2. hubungan antara „a donkey‟ dan „it‟. pendengar dan/atau orang yang dibicarakan/bersangkutan. identitas antara pendahulu dan anafor. tidak ada 3. 2.mengenal iki untuk sesuatu yang dekat dengan penutur dan iku (30) Every girl thinks she should learn to drive. Katafora ialah (Geertz. (30) dimana „She‟ mewakili variabel yang terikat denganyaitu yang sejajar dengan ini dan itu tadi. madyo. pengacu itu sudahdengan penutur. Masalah ini harus kita selesaikan segera. kata ganti it digunakan 1. Saat ini saya belum bisa ngomong. peristiwa. Maka. dan iko dan kae untuk yang sangat jauh. Dalam kalimat (29). Dalam ungkapan deiksis juga dikenal penggunaan non Kata ganti yang awal (a donkey) merupakan variabeldeiksis seperti dicontohkan dalam kalimat (23) sampai (28) terikat dari „every farmer‟.4 PENGGUNAAN KATA GANTI NONDEIKSIS (31) Every farmer who owns a donkey beats it.

maka makna darimenafsirkan cakupan dari penjelasan a farmer dan a donkey ungkapan deiksis akan tetap konstan dalam berbagai kalimat(32) If a farmer owns a donkey. kata ganti.nama. kehadiran sesuatuyang diacu menjadi teramat penting agar semantik . diartikan „jika dan hanya jika ada(35) We are learning this now.Untuk mengatasi kesulitan ini dengan acuan dari ungkapan 9. apakah kata „that student‟ harus dianalisis sebagai thatdeiksis dan acuan yang lain. maka perbedaan menjadi sangat nyata.(28) Their garage is opposite Honda’s. kalimat (31) dan (31a). Kita harus memutuskan. atau penunjuk „that‟ plusbersyarat. dan bentuk turunan. misalanya pada kalimat Mari kita bandingkan hal-hal semantik antara ungkapan (38). Sehingga dalam mencari acuan semisal kata today.  doing this and that. their garage is Tidak ada prosedur langsung yang dapat menterjemahkanopposite).kebenaran jika predikatnya menunjukan kebenaran dari Terakhir.Batasan antara bergantung pada konteks dan tidak bergantung Penunjuk dalam pengertian berbeda mengungkapkanpada konteks tidak tegas karena memerlukan waktu yang pengertian yang berbeda pula. perlakuan pada kata tunjuk dalam kalimat kompleks tidaklah semudah kata tunjuk dalam kalimat2. Tetapi (31a) tidak sepenuhnya menterjemahkan kalimat (31). harus mencerminkan pengertian dan juga acuan. dan demonstratif amat mirip dengan makna kata „student‟. berbagai situasi.prosedur semantiknya akan terpecah meskipun maknanya sama Dalam kalimat (40) mengandung persoalan dalam(34) I am a linguist. Contoh (40) mengungkapkan pikiran sehingga kata „today‟(33) Kasia Jaszcozlt is a linguist. acuannya. Berikutnya.(42) Yesterday was fineSehingga seseorang dapat berfikir dengan kondisi yang samadalam kalimat (40) sehari setelahnya. meskipun ungkapan yangdigunakan berbeda. (41) This tree is covered with green leaves. Dari perspektif fungsi semantik sebagai „that‟ sebagai kata penunjuk. juga terdapat Persoalan utama dalam ungkapan deiksis adalah bahwa perbedaan tersebut. Jika kita membayangkan 99 petani miskin yang (36) I like cheese and wine.masing-masing memiliki satu keledai dan seorang petani (37) I like cheese. Jika acuan itu konstan. Bahkan dalam masalah tenses.seorang linguis. Tetapi sebenarnya terdapat perbedaan yang esensial. Anne Evans. dengan menunjuk pada George Eliot yang terterareference): kata ganti dan demonstratif tersebut mengambil pada sampul buku. Sekarang jika diungkapkan dalam kalimat (34) maka 40) Today is fine. Yaitu mengambil acuan. Maryberbeda.Hal serupa juga terjadi pada kalimat (35) yang juga diuajrkan day d. He is usually rich. Dalam pemahaman seperti inilah. Kalimat (33) kondisi kebenarannya sangat terlihat. perbedaan jenis kelamin nampaknya jugaindividu.5 DEIKSIS DAN ACUAN sederhana. Kalimat (41) mungkin tidak benar ketikakalimat yang mengandung „I‟ dapat mengungkapkan proposisi dikatakan di musim gugur.dengan 200 keledai.yang berbeda pada kesempatan penggunaan yang berbeda. (vs. jika pembicara mengatakanKata ganti dan demonstratif memiliki acuan variabel (veriable kalimat (39).tidak ada orang yang disebut Kasia Jaszczolt dan dia adalah (39) He also wrote Middlemarch. dan kalimat itu mengandung (38) That student knows a lot about Tarski. 8. dan hal ini beragam dalamkhusus. Pada kalimat (32) tidak ada indikasi bagaimana deiksis harus tetap. tidak relevan dalam semantik. Tetapi pengertian bukan hanya pikiran pribadi: kitajuga harus dapat melacak objek ketika kalimat (40) dirubahmenjadi kalimat (42) sehari kemudian. pembicara telah mengatakan sesuatu yangacuan yang berbeda dari kesempatan penggunaan yang benar meskipun pengarangnya adalah seorang wanita. cara tertentu untuk mencari acuan kapan tepatnya hari tersebut.

berbeda dengan yang sebenarnya diucapkan. Suatu . Implikatur bahasa dipakai untuk memperhitungkan Menurut PWJ Nababan (1987:28) dalam Abdul Raniapa yang disarankan atau apa yang dimaksud oleh menyatakan bahwa implikatur berkaitan erat denganpenutur sebagai hal yang berbeda dari apa yang konvensi kebermaknaan yang terjadi di dalam prosesdinyatakan secara harafiah (Brown dan Yule. Sesuatu (2)conversation implicature (implikatur percakapan). percakapan antara Ibu dengan Anibahwa perempuan atau wanita Solo umumnya dikenal mengandung implikatur yang bermakna „perintahluwes penampilannya. keterlibatan (Echols.1993:30 via Mulyana) mengemukakan bahwa bahwa ada dua macam implikatur. akan menerangkan perbedaan antara hal “yang diucapkan”dijelaskan bahasan implikatur secara rinci di bawah ini.diimplikasikan itu disebut implikatur (implicature). Jenis-jenis ImplikaturDijelaskan lebih lanjut bahwa Grice (dalam Grice (1975) dalam Abdul Rani (2006: 171) menyatakan. atau yang diucapkan(1). Pengertian Implikatur B. dengan hal “yang diimplikasikan”. yaituimplikatur adalah ujaran yang menyiratkan sesuatu yang (1) conventional implicature (implikatur konvensional). 1983:31 komunikasi. bentuk kalimat perintah. Konsep itu kemudian dipahami untukdalam Abdul Rani. Implikasi yang muncul adalah. Lauknya apa?kebudayaan yang penuh dengan kehalusan dankeluwesan putrid-putrinya. Implikatur konvensionalDalam artikelnya yang berjudul Logic and Conversationmengemukakan bahwa sebuah tuturan dapat Implikatur konvensional yaitu implikatur yang ditentukanmengimplikasikan proposisi yang bukan merupakan oleh “arti konvensional kata-kata yang dipakai”.“yang berbeda” tersebut adalah maksud pembicara yang Berikut ini merupakan penjelasan dua macam implikaturdikemukakan secara eksplisit. IMPLIKATUR proposisi itu bukan merupakan konsekuensi mutlak (necessary consequence). pengertian. Dalam tuturan itu. adikmu belum makan. jadi ia luwes. Proposisi yang Maksudnya adalah pengertian yang bersifat umum.Implikasi umum yang dapat diambil antara putri Solo Contoh:dengan luwes pada contoh di atas bahwa selama ini. Pada contoh di atas. keinginan. Karena semua orang umumnya sudah mengetahui tentangimplikatur bukan merupakan bagian tuturan yang maksud atau pengertian sesuatu hal tertentu. (2) Ibu : Ani. Lestari putri Solo. 2006:176).Suseno.  dariungkapan deiksis dapat terjelaskan. Bu. implikatur berfungsi sebagaiGrice (1975) untuk memecahkan persoalan makna jembatan/rantai yang menghubungkan antara “yangbahasa yang tidak dapat diselesaikan oleh teori semantik diucapkan” dengan “yang diimplikasikan”. yang artinya maksud.bagian dari tuturan bersangkutan.koto Solo selalu mendapat predikat sebagai kota Ani : Ya. Artinya. atau ungkapan-ungkapan hati yang tersembunyi. Salah satu bagian implicatum dan secara nomina kata ini hampir samapragmatik yang akan dibahas dalam makalah ini adalah dengan kata implication. tersebut:implikatur adalah maksud. 1. Dengan kata lain.biasa.Implikatur.1984:313 via Mulyana). sekaligus sebagai bentukketergantungan pada konteks.Pragmatik merupakan cabang ilmu bahasa (linguistik) Secara etimologis. implikatur diturunkan dari katayang belakangan ini semakin dikenal.mengimplikasikannya.Konsep implikatur pertama kali dikenalkan oleh H.A. Contoh: diucapkan secara tidak langsung. Tuturan yang diucapkan Ibumakna atau pengertian tentang sesuatu bersifat lebih hanyalah pemberitahuan bahwa „adik belum makan‟. 10. sama sekali berbeda dengan maksud ucapannya. hubungan kedua 11. tidak ada sama sekaliImplikatur konvensional bersifat nontemporer.tahan lama.P Secara structural. Untuk lebih jelasnya. menyuapi‟.

dalam perujaran. Grice mengemukakanImplikatur jenis ini dihasilkan karena tuntutan daru suatu pula bahwa prinsip kerjasama yang dimaksud sebagaikonteks pembicaraan tertentu. dapat dikenali implikasinya karena disampaikan Ibunya. tetapi benar. Jadi. Tiga dan ketidakgayutan (pelanggaran prinsip hubungan)yang pertama berkenaan dengan „apa yang dikatakan‟. di samping pernyataan I ditafsirkan oleh A sebagai suatu tuduhanmenyampaikan amanat dan bertindak tutur. maka implikatur percakapan ini sesuai dengan konteks terjadinya peristiwa tutur.(1985:17) via Abdul Rani (2006) yang mengatakan Sebagai pengganti. member sumbangan informasi dirinya dari suatu perbuatan jahat padahal dalam kalimatyang relevan dan si Ibu (I) tidak ada kata-kata menuduh A melakukan(4) prinsip cara. Prinsip kerjasama ini. Dalam situasi seperti itu. Hal yang hendak diucapkan justru yang diminta„disembunyikan‟. yaitu mengganti pronominalgabungan antara tujuan ilokusi dan tujuan sosial. karena Ani dapat memahami implikatur yangbentuk ujaran.sangat bergantung kepada konteks terjadinya Dengan prinsip umum tersebut.dan yang keempat berkenaan dengan „bagaimana Kita andaikan I tidak tahu siapa yang melakukanmengatakannya‟. Grice menjelaskan bahwa implikatur percakapan itu mengutip prinsip kerjasama atau kesepakatan bersama. ia menjawab dan kesiapan untukmaknanya “yang tahan lama” dan sudah diketahui secara melaksanakan perintah ibunya tersebut. sebagaimana yang diperlukan sesuai dengan tujuan atauPasalnya. menurut Leech. parapercakapan. Dengan kamu dengan „ada yang‟.2. dalam komunikasi bahwa itu. Implikatur percakapan ini berikut: Berikanlah sumbangan Anda pada percakapanmemiliki makna dan pengertian yang lebih bervariasi. komunikasi bahasa merupakan informatif. prinsip kerjasama ini disanggah oleh Leech bersifat sopan. Implikatur percakapan yakni kesepakatan bahwa hal yang dibicarakan oleh partisipan harus saling berkait. mengungkapkan secara beraturan. tetapiia mencurigai A. menghindari ketidakjelasan perbuatan tersebut. jawabanpengungkapan. yang terdapat dalam suatu Namun. mengungkapkan berupa penyangkalan A sebetulnya dapat diramalkansecara singkat. leksem. kebutuhan tidak langsung. A menangkap maksud I dandemikian. prinsip percakapan (maxims of conversation) yangDalam suatu dialog (percakapan). Akibatnya. pemahaman terhadap hal “yang dimaksudkan: arah pertukaran pembicaraan Anda terlihat di dalamnya. I tidak mengucapkan tuduhan langsung. (3) prinsip hubungan. pelanggaran maksumterganggu. dan dituduh. bila implikatur konvensional memiliki penutur disarankan untuk menyampaikan ujarannyamakna yang tahan lama. dapat dijelaskan sebagai berikut. prinsip kerjasama Grice .berarti hanya ketika terjadi suatu percakapan ditopang oleh seperangkat asumsi yang disebut prinsiptersebut/terjadi pembicaraan dalam konteks tersebut. (2) prinsip kualitas. A memberi respons sebagai orang yangberlangsung lancar. sering terjadi seorang meliputi:penutur tidak mengutarakan maksudnya secara (1) prinsip kuantitas. menghindari ketaksaan. member informasi sesuai denganlangsung. hubungan dalam jawaban A disebabkan oleh implikaturUntuk itu. ia membuat pernyataan yang kurangbahwa. tidak siasia. ketika A mendengardan tugas penutur adalah menjaga agar percakapan pernyataan itu. dalam pragmatik. dan giliran tutur yang ada. Karena I inginNamun. yaitu A menyangkalsuatu perbuatan yang belumhubungan sosial antara penutur pendengar tidak dituduhkan secara terbuka. Jadi. perbuatan tersebut.umum. tujuanhanya memiliki makna yang temporer yaitu makna itu tutur. menyatakan hanya yang menurut kita benar atau cukup bukti kebenarannya 12. tidak macet.

tetapi bagi orang Istilah implikatur berantonim dengan kata eksplikatur.” Senada dengan itu. seperti: (2006). Dapat menerangkan berbagai macam fakta dan gejalametafora). as distinct from what a(4). bagi pendengar yang sudah dia atas.yang mengerti penggunaan bahasa itu dapat menangkap Menurut Grice (Brown & Yule. konteks yang jelas dapat ditafsirkanb. Memberi penjelasan fungsional atas faktafaktakebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori-teori Transkip ujaran suami yang tidak disertai denganlinguistik struktural.menangkap pesan. Si istri tidak menjawab ujaran yang terkatakan (eksplikatur). walaupun hal yang diucapkan secara atau minuman hangat untuk menghangatkan tubuhnyalahiriah berbeda dengan hal yang dimaksud. mengatakan pada istrinya yangKeberadaan implikatur dalam suatu percakapan (wacana sedang berada di sampingnya).tetapi hanya menyatakan bahwa dirinya sedang Contoh:menggoreng. tidak langsung. Dan.Istri : “Saya sedang menggoreng. Memberi penjelasan yang tegas dan eksplisit tentang (5a) permintaan kepada istrinya untuk mengembalikanbagaimana kemungkinan pemakai bahasa dapat baju hangat. ada empat macam faedahContoh: konsep implikatur. yaitu:(3) Ibu (I) : “Ada yang memecahkan pot ini” a. Dapat memberikan penjelasan makna atau fakta-faktaAnak (A) : “Bukan saya!” kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori-teori linguistik. antara lain:c. malah berlawanan (seperti e. Dapat menyederhanakan pemerian semantik darisederhana tentang hubungan klausa yang dihubungkan perbedaan hubungan antarklausa. 1986:31 dalam Abdul Ranipesan yang disampaikan oleh pembicara. Pratt menyatakan (1981.Dari contoh di atas. sebuah implikatur tidak langsung yangberkomplemen (tidak hanya sekedar ditambah) dengan dimotivasi oleh sopan santun. Dapat memberikan pemerian semantik yang d. jelas kalimat tersebut hanya dapat (5) (Konteks: Udara sangat dingin. Jadi. . 1987:28). meskipun klausa-dengan kata penghubung yang sama. 1977 via Abdul Rani) “what is said is implicated together from theKedua kalimat di atas secara konvensional struktural meaning of the utterance in that context.dan daya. diketahui bahwa implikatur adalah makna tidakterbiasa dengan situasi yang demikian akan paham apa langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apaarti kalimat kedua itu.kelihatan tidak berkaitan. jaket. si Anak (A) memberikan jawaban b. Menurut Levinson (1983) via Abdul Rani (2006:173). Tetapi. bermacam-macam. klausa itu dihubungkan dengan kata dan struktur yangd. kebahasaan yang secara lahiriah tidak berkaitanDari keterangan itu. Dapat memberikan penjelasan yang tegas tentangyang seakan-akan tidak gayut (pelanggaran prinsip perbedaan lahiriah dari yang dimaksud si pemakaihubungan): A bereaksi seolah-olah dia harus bahasamenyelamatkan 13. harus di dalam ujaran I. Dapat memerikan berbagai fakta yang secara lahiriah sama.dialog) diperlukan antara lain untuk: Suami : “Dingin sekali!”a.” Dari pengertiantidak berkaitan. Menggunakan implikatursuami bahwa Si Cuplis (anaknya)menangis karena dalam berkomunikasi berarti menyatakan sesuatu secaradiduga oleh si suami haus dan minta minum susu ibunya. istilah implikatur diartikan sebagai “what a speaker can imply. Suami : “Si Cuplis menangis minta mimik ibunya!” speaker literally says”. Seorang suami yangdijelaskan oleh kaidah-kaidah pragmatik saja.secara lahiriah kita lihat tidak berkaitan. or mean. Menjembatani proses komunikasi antarpenutur. sasaran jawaban Aprinsip sopan santun agar prinsip kerjasama adalah implikatur ini. atau selimut. jelas bahwa kalimat-kalimat yang (Levision dalam PWJ Nababan. bukan ujaran I yang sesungguhnyaterselamatkan dari kesulitan menjelaskan antara makna diucapkan. c.

pembawaannya keras. Orang Cina juga identik dengan pelit atauperhitungan dengan uang. Makna umum secara tersurat (literal).implikasi yang muncul adalahOrang Padang suka makanan yang pedas. Pantas saja. Bapak : Baju Bapak belum diseterikalanjutan dari implikatur yang pertama.ruangan menjadi hangat. Analisis Wacana. dkk. Mbak!”umarbakri.b. Kemarin aku bertemu dengan si Ucok yangpembawaannya keras.Daftar Pustakaguruumarbakri. Implikatur yang berupa makna yang tersirat dari c. Yogyakarta:berkunjung sudah lewat dari Universitas Sanata Dharmabatasnya Widharyanto.Selama ini. Aku akan pergi duluDari sini.6. yang merupakan 2.Selama ini kita tahu nama Lingling identik dengang namaorang Cina. ternyata diaorang Batak. Pakc.dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan Merokok kalau ada yang memberi. 1999:89 via guru. Implikasi yang muncul adalahorang Cina perhitungan/pelit.agar angin tidak masuk kamar sehingga udara di dalam (2) implikatur bukanlah akibat logis tuturan. Ciri-ciri Implikatur ibu kos menegur anak kos yang D. merupakan implikatur marah-marah melihatyang sederhana. Contoh Implikaturtubuhnya. Dia orang Padang. yang perhitungan. Rokoknya disembunyikanbiasa disebut eksplikatur. Implikatur yang berkebalikan dengan eksplikaturnya. ternyata implikatur dapat pernah membeli rokok. segera pulangyaitu: 15.com) menegaskan adanya tiga hal Imp : a. tapi ia tidakDari penjelasan di atas. b. Janganlah seperti Linling. maka implikasi yang muncul adalah orangNegro berkulit hitam. dan tidak pernahbentuk eksplikaturnya. Mungkin tidak senang dengan Bambanga. Pragmatik 1 (handout). hal itu pada umumnya tidak sedang menyuapi adek makanmenimbukan pertentangan logika. kamubukan orang Cina. Imp : a. jadi dia hitamSelama ini kita tahu bahwa Orang Negro identik dengankulit hitam. yang B : a.lanjut: b. Mungkin Bambang adalah seorang pembersih. terlihat jelas perbedaan makna implikatur dan c. (5b) permintaan kepada istrinya untuk menutup jendela (1) implikatur bukan merupakan bagian dari tuturan.blogspot. Abdul. Mungkin Bambang adalah perokok.langsung bahwa kesehatannya sedang terganggu. Ia akansebuah ujaran (between the line). Kamarnya dibersihkanekplikatur. b. handout perkuliahan: Unsur-Unsur… Wacana4. (Konteks: Jam menunjukkan pukul 10 malam.(5d) permintaan kepada istrinya agar ia dihangati dengan D.com. Berikut ini paparannya lebih member temannya. Deni bak orang Negro. Ari P.  14. A : Bambang datangimplikatur.Makna dari keempatnya tersebut merupakan makna 1. sesuatu yang kotor. Pragmatik diakses 3Februari 2010 pukul 15.Selama ini. B. Implikatur yang berupa makna yang tersorot darisebuah ujaran (beyond the line).7. (3) sebuah tuturan memungkinkan memiliki lebih dari(5c) pemberitahuan kepada istrinya secara tidak satu implikatur. dan itu bergantung pada konteksnya.5. dia suka sekali makanan pedas. dsb. masih duduk di depan bersama teman-temannya)Gunarwan (dalam Rustono. Imp : Ibu menolak menyetrikakan baju Bapak karenaMeskipun berkebalikan. orang Batak selalu dipandang sebagai orangyang berwatak keras. Ibu : Ibu sedang menyuapi adek.00Rani. 3. Jawa Timur:Banyumedia Publishing . Seorang C.blogspot. Ibu kos bermaksud memberi tahu bahwa jam Subagyo. orang Padang selalu suka makan pedas. implikasi yang muncul adalahorang Batak.Ibu kos meminta teman-teman anak kosnya untukyang perlu diperhatikan berkaitan dengan implikatur.Ibu Kos : “Sudah jam sepuluh. 2006. contoh di atas adalah“informasi bahwa keadaan (saat itu) sangat dingin”.

Oleh karena itu. biasanya muncul beberapa predikat dengan subjek yang sama dan subjek menjadi topik juga. kita perlu memahami kedua istilah ini lebih mendalam. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur.referensi dan inferensi (wacana) BAB I PENDAHULUAN 1. Topik yang sudah jelas biasanya dihilangkan atau diganti. Sedangkan Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. Kedua istilah ini tidak terlepas dalam percakapan atau tindak tutur dalam kehidupan sehari. penulis dapat merumuskan rumusan masalah yaitu: 1.3 Manfaat Penulisan .2 Rumusan Masalah Dari penjabaran latar belakang di atas.1 Latar Belakang Melihat fenomena yang terjadi dalam tindak tutur dalam kehidupan masyarakat sehariharimengenai acauan pemikiran kita mengenai suatu hal dan cara mengambil suatu simpulan atau interpernsi yang berupa anggapan atau argumen maupun persepisi terhadap apa yang disampaikan oleh penutur. Subjek hanya disebutkan satu kali pada permulaan kalimat. lalu diganti dengan acuan (referensi) yang sama. Referensi di dalam bahasa yang menyangkut nama diri digunakan sebagai topik baru (untuk memperkenalkan) atau untuk menegaskan bahwa topik masih sama. Apa sajakah jenis-jenis referensi dan inferensi? 1. 1. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Oleh karena itu. kita sangat penting mengetahui tetang bagaimana kita melakukan pengkodean terhadap bahasa. Apakah pengertian referensi dan inferensi? 2. Pada kalimat yang panjang.

.. Secara toeritis. makalah ini dapat menambah khasanah pengetahuan mengenai Referensi dan inferensi dalam tindak tutur bahasa dalam kehidupa sehari-hari. Secara praktis.Makalah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa sebagai referensi kuliah secara teoritis maupun secara praktis. makalah ini bermanfaat pembaca untuk dapat mengetahui cara bagaimana untuk melihat acuan yang dijadikan sebagai rujukan oleh penutur dan menarik sebuah kesimpulan.

1 Pengertian Referensi Secara tradisional referensi berarti hubungan antara kata dengan benda. yaitu unsur penunjuk dan unsur tertunjuk. maka pengacuan dibedakan menjadi dua jenis: 1. Kata buku mempunyai referensi (tunjukan) kepada sekumpulan kertas yang terjilid untuk ditulis atau dibaca. antralain. Pernyataan demikian dianggap tidak berterima karena pemakai bahasa (pembicara) adalah penutur ujaran yang paling tahu referensi bahasa yang diujarkanya. 2. Pengacuan Endofora . tetapi lebih lanjut dikatakan sebagai bahasa dengan dunia.2 Referensi Berdasarkan Tempat Acuannya Lebih lanjut Sumarlam (2003:23) menegaskan bahwa berdasarkan tempatnya. Pengacuan atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal atau berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain (atau suatu acuan) yang mendahului atau mengikutinya (Sumarlam 2003:23) Menurut Ramlan (1993:12) yang dimaksud referensi (penunjukan) adalah penggunaan kata atau frasa untuk menunjuk atau mengacu kata.BAB II PEMBAHASAN 2. dalam penunjukan terdapat dua unsur. Kedua unsur itu haruslah mengacu pada referen yang sama. Ada pula yang menyatakan referensi adalah hubungan bahasa dengan dunia tanpa memperhatikan pemakai bahasa. Referensi sebagai acauan memiliki beberapa jenis. referensi merupakan hubungan antara kata dan benda. atau mungkin juga satuan gramatikal yang lain. Senada dengan pernyataan itu Djajasudarma (1994:51) mengemukakan bahwa secara tradisional. apakah acuan itu berada di dalam teks atau di luar teks. frasa. Dengan demikian.1.

Piranti itu dapat berupa kata ganti persona seperti dia. dan (3) referensi komparatif. alat dan acara. Referensi Personal . Salah satu interpretasi dari kalimat di atas ialah bahwa dia merujuk pada Toni miskipun ada kemungkinan interpretasi lain.  Katafora merupakan piranti dalam bahasa yang merujuk slang dengan anteseden yang dibelakngnya. (2) referensi demonstratif. yaitu: (1) referensi personal. padahal dia memperoleh ijazah sejauhnya dua tahun lalu. 2. dan . 2.  Anafora merpakan piranti dalam bahasa untuk membuat rujuk silang hal atau kata yang telah dinyatakan sebelumnya. Contoh: mobil saya kehabisan bensin.1. lansung Toni memeluk adiknya.2 Referensi Berdasarkan Tipe Satuan Lingual Halliday dan Hasan (dalam Hartono 2000:147) membagi referensi menjadi tiga tipe. Pada kata dia beranafora dengan Bu Mastuti. konjungsi keterangan waktu.Referensi ini. Contoh: Setelah dia masuk. Gejala pemekain pronominal seperti dia yang merujuk pada anteseden Toni yang berada di sebelah kanannya inilah yang disebut katafora. dia yang mengisinya. apabila acuanya (satuan yang diacu) berada atau terdapat di dalam teks. 1. Contoh: Bu Mastuti mendapat pekerjaan.Endofora terbagi atas anafora dan katafora berdasarkan posisi (distribusi) acuannya (referensinya). apabila acuanya berada atau terdapat di luar teks percakapan. Pengacuan Eksofora Referensi eksofora. mereka.

Persona kedua mempunyai bentuk jamak engkau dan sekalian. kau-. mengacu pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua). Contoh: Kado buat adik. Di samping persona pertama. dan kata ganti orang III. dan daku. kamu. dan kita. yaitu kami. kata ganti orang II. yaitu engkau. Referensi persona direalisasikan melalui pronomina persona (kata ganti orang). Persona kedua yang memiliki variasi bentuk hanyalah engkau dan kamu. atau mengacu pada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga). Pronomina persona aku mempunyai variasi bentuk –ku dan ku-. anda.dan mu-. Saya tidak tahu mengenai masalah kecelakaan tadi pagi Menurutku andi memang anak yang pandai. termasuk singularis dan pluralisnya. di dalam bahasa indonesia juga mengenal persona jamak. Conoh: . Pronomina persona dapat mengacu pada diri sendiri (pronominal persona pertama). Contoh: Kami semua adalah tulang punggung bangsa. Bentuk terikat itu masing-masing adalah kau. Kita harus mampu bersaing dengan bangsa lain dalam teknologi.  Persona pertama Persona pertama tunggal dalam bahasa indonesia adalah saya. Pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang. Penggunaan persona pertama tunggal tampak pada kalimat berikut. dikau. Kalimat berikut mengandung persona pertama jamak.  Persona kedua Persona kedua mempunyai beberapa wujud.Referensi persona mencakup ketiga kelas kata ganti diri yaitu kata ganti orang I. Berikut ini kutipan kalimat yang menggunakan persona kedua. dan mu-. aku. aku buat seindah mungkin.

agak jauh situ. di sana. jauh begitu dan menyangkut keduanya . Sementara itu. ini). sekian.Engkau bagaikan matahari di dalam hatiku. Dari sudut bentuk. agak jauh dengan pembicara (situ. Sumarlam (2003:25) membagi pengacuan demonstratif (kata ganti penunjuk) menjadi dua. Yogyakarta). atau mengacu ke informasi yang disampaikan oleh penulis). dan (2) beliau. atau –nya. jauh dengan pembicara (sana). yaitu pronomina demonstratif waktu (temporal) dan pronomina tempat (lokasional). Adapun persona ketiga jamak adalah mereka. (2) demontrativa turunan. (3) pronominal penunjuk ihwal (titik pangkal perbedaannya sama dengan penunjuk lokasi dekat begini. (1) ia. di sana-sini. dan waktu netral (seperti pagi dan siang). Contoh: Mereka semua yang ada di kelas adalah mahasiswa jurusan bahasa indonesia. 2. di situ. Berikut ini kalimat yang menggunakan persona ketiga. (2) pronomina penunjuk tempat (pronomina ini didasarkan pada perbedaan titik pangkal dari pembicara: dekat sini. itu). ke masa yang akan datang. dan menunjuk tempat secara eksplisit (Surakarta. dan jauh sana). Referensi Demonstratif Menurut Kridalaksana (1994:92) demonstrativa adalah jenis yang berfungsi untuk menunjukkan sesuatu (anteseden) di dalam maupun di luar tuturan percakapan. lampau (seperti kemarin dan dulu). Menurut Hartono (2000:150) pronomina penunjuk (demonstratif) dalam bahasa Indonesia ada empat macam. dia. Beliau terkenal menjadi pengarang sejak remaja. Apakah anda mengenal orang ini. dapat dibedakan antara (1) demonstrativa dasar.  Persona ketiga Ada dua macam persona ketiga tunggal. yaitu (1) pronomina penunjuk umum ini dan itu (mengacu pada titik pangkal yang dekat dengan penulis. seperti berikut. Kakaknya telah meninggal dunia setahun yang lalu karena kecelakaan. (3) demonstrativa gabungan seperti di sini. seperti itu dan ini. akan datang (seperti besok dan yang akan datang). ini itu. pronomina demonstratif tempat ada yang mengacu pada tempat atau lokasi yang dekat dengan pembicara (sini. Ada keperluan apa engkau datang malam ini. Pronomina demonstratif waktu ada yang mengacu pada waktu kini (seperti kini dan sekarang).

Pengertian inferensi yang umum . Referensi Komparatif Pengacuan komparatif (perbandingan) ialah salah satu jenis kohesi gramatikal yang bersifat membandingkan dua hal atau lebih yang mempunyai kemiripan atau kesamaan dari segi bentuk/wujud. 2. Kata-kata yang biasa digunakan untuk membandingkan misalnya seperti. sikap. dan persis sama dengan. ke depan tersebut. watak. ke belakang tadi dan berikut. perilaku. Dalam keadaan bagaimanapun seorang pendengar (pembaca) mengadakan inferensi. tidak berbeda dengan. Tingkat setara disebut tingkat ekuatif.demikian). dan sebagainya (Sumarlam 2003:26).2 Pengertian Inferensi Sebuah pekerjaan bagai pendengar (pembaca) yang selalu terlibat dalam tindak tutur selalu harus siap dilaksanakan ialah inferensi. Inferensi dilakukan untuk sampai pada suatu penafsiran makna tentang ungkapan-ungkapan yang diterima dan pembicara atau (penulis). laksana. Tingkat komparatif mengacu ke kadar kualitas atau intensitas yang lebih atau yang kurang. bagaikan. bagai. tingkat yang tidak setara dibagi menjadi dua yaitu tingkat komparatif dan tingkat superlatif. sifat. 3. persis seperti. Tingkat superlatif mengacu ke kadar kualitas atau intensitas yang paling tinggi di antara adjektiva yang dibandingkan. sama dengan. Referensi komparatif dalam bahasa Indonesia menurut Hartono (2000:151) berkenaan dengan perbandingan dua maujud atau lebih. Tingkat ekuatif mengacu ke kadar kualitas atau intensitas yang sama atau mirip. meliputi tingkat kualitas atau intensitasnya dapat setara atau tidak setara. dan (4) penunjukan adverbia titik pangkal acuannya terletak pada tempat anteseden yang diacu.

Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. Konklusi yang ditarik tidak boleh lebih luas dari premisnya. Tapi saya tidak punya baju baru.2. Inferensi adalah membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. dari premis tersebut dapat kita lansung menari kesimpulan (inferensi) bahwa: pohon yang ditanam pak budi setahun yang lalu tidak mati. Untuk menarik sebuah kesimpulan (inferensi) perlu kita mengetahui jenis-jenis inferensi. Contoh: Pohon yang di tanam pak Budi setahun lalu hidup. Inferensi terjadi jika proses yang harus dilakukan oleh pendengar atau pembaca untuk memahami makna yang secara harfiah tidak terdapat pada tuturan yang diungkapkan oleh pembicara atau penulis. Apabila ini terjadi maka pendengar harus membuat inferensi lagi. Karena jalan pikiran pembicara mungkin saja berbeda dengan jalan pikiran pendengar. kadonya lagi belum ada”. mungkin saja kesimpulan pendengar meleset atau bahkan salah sama sekali. 2. Contoh: Bu.1 Inferensi Langsung Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari hanya satu premis (proposisi yang digunakan untuk penarikan kesimpulan). Maka inferensi dari ungkapan tersebut: bahwa tidak bisa pergi ke ulang tahun temanya.2. besok temanku berulang tahun. antara lian. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). Inferensi atau kesimpulan sering harus dibuat sendiri oleh pendengar atau pembicara karena dia tidak mengetahui apa makna yang sebenarnya yang dimaksudkan oleh pembicara/penulis.2 Inferensi Tak Langsung . 2. Saya diundang makan malam.ialah proses yang harus dilakukan pembaca (pendengar) untuk melalui makna harfiah tentang apa yang ditulis (diucapkan) samapai pada yang diinginkan oleh saorang penulis (pembicara). Pendengar atau pembaca dituntut untuk mampu memahami informasi (maksud) pembicara atau penulis.

C : Bekal yang dibawa ibu lauknya gudek komplit. Contoh yang lain. B : Plafonnya sangat tinggi. dan (2) berdasarkan tipe satuan lingulanya. misalnya: C: kamar itu memiliki plafon BAB III SIMPULAN Referensi merupakan acuan. referensi merupakan hubungan antara kata dan benda. Proses akal budi membentuk sebuah proposisi baru atas dasar penggabungan proposisi-preposisi lama. Contoh: A : Anak-anak begitu gembira ketika ibu memberikan bekal makanan. tetapi lebih lanjut dikatakan sebagai bahasa dengan dunia. Inferensi yang menjembatani kedua ujaran tersebut misalnya (C) berikut ini. Senada dengan pernyataan itu Djajasudarma (1994:51) mengemukakan bahwa secara tradisional. Referensi memiliki beberapa jenis. A : Saya melihat ke dalam kamar itu. Pengacuan atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal atau berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain (atau suatu acuan) yang mendahului atau mengikutinya (Sumarlam 2003:23). secara tradisional referensi berarti hubungan antara kata dengan benda. Sebagai missing link diberikan inferensi.Inferensi yang kesimpulannya ditarik dari dua / lebih premis. Referensi berdasarkan tempat acauany . yaitu: (1) referensi berdasarkan tempat acauannya. B : Sayang gudegnya agak sedikit saya bawa. Kata buku mempunyai referensi (tunjukan) kepada sekumpulan kertas yang terjilid untuk ditulis atau dibaca.

Istilah ini digunakan karena sebuah kalimat ternyata dapat mempresuposisikan dan mengimplikasikan kalimat yang lain. Inferensi memilki pengertian yaitu kegiatan membuat simpulan berdasarkan ungkapan dan konteks penggunaannya. PRESUPOSISI. IMPLIKATUR. Dalam membuat inferensi perlu dipertimbangkan implikatur. yaitu referensi endofora dan eksofora. atau praanggapan. Sebuah kalimat dapat dikatakan mempresuposisikan kalimat lain bila ketidakbenaran kalimat kedua (yang dipresuposisikan) mengakibatkan kalimat pertama (yang mempresuposisikan) tidak dapat . DAN ENTAILMENT Oleh Ade Heryawan.dibagi menjadi dua. persangkaan. referensi demonstratif referensi komparatif. A. Implikatur adalah makna tidak langsung atau makna tersirat yang ditimbulkan oleh apa yang terkatakan (eksplikatur). antara lian: referensi persona. Dan berdasrkan tipe satuan lingualnya terdiri atas tiga tipe. Pd. Presuposisi Istilah presuposisi berasal dari bahasa Inggris presupposition yang berarti perkiraan. S. Inferensi memiliki dua jenis yaitu referensi lansung dan referensi tak lansung.

Jok! (4) Dita : Tono di mana. Grice (1975) dalam artikelnya yang berjudul Logic and Conversation menge-mukakan bahwa sebuah tuturan dapat mengimplikasikan proposisi yang bukan merupakan bagian dari tuturan itu. Dengan demikian. Akan tetapi. kalimat ini dapat dinilai benar dan salahnya. perhatikan kalimat berikut: (1) Novel Kroco sangat menarik. Tono adalah teman akrab Tati. tetapi kita tidak perlu hati-hati menyimpan daging. Tuturan Ani dalam kalimat (3) bukan merupakan bagian dari tuturan Joko. Kalimat (1) mempresuposisikan bahwa ada novel yang berjudul Kroco. kalimat ini mempresuposisi-kan bahwa pejabat itu mempunyai istri. Tuturan Dini ini muncul akibat inferensi yang didasari oleh latar belakang pengetahuan tentang Tono. Namun jika Tono adalah teman akrab Tati. B. bila hal sebaliknya menjadi kenyataan. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas. Keberterimaan kalimat (5) dan (6) bila dihubungkan dengan tuturan Joko dan Dita dalam kalimat (3) dan (4) mungkin karena kucing Ali selalu ada di dalam rumah. maka kalimat (2) pun dapat dinilai benar dan salahnya. penutur dan lawan tutur dapat melakukan komunikasi secara lancar. (6) Walaupun Tati ada di rumah Deani. Sedangkan kalimat (4) sepintas tidak merupakan tuturan yang memiliki implikatur. Tuturan Ani muncul akibat inferensi yang didasari oleh latar belakang pengetahuan tentang kucing dengan segala sifatnya. kalimat (2) pun tidak dapat ditentukan kebenarannya. Ani : Hati-hati menyimpan daging. (2) Istri pejabat itu cantik sekali. perhatikan kalimat berikut: (3) Joko : Ali sekarang memelihara kucing. Jadi di antara penutur dan lawan tutur terdapat semacam kontrak percakapan tidak tertulis. tuturan Ani tersebut merupakan implikatur dari tuturan Joko. Kalau Tati di rumah Deani.dikatakan benar atau salah. karena mereka memiliki kesamaan latar belakang pengetahuan tentang sesuatu yang dipertuturkannya. Bila memang ada novel yang berjudul sepeti itu. maka tuturan Dini dalam kalimat (4) pun merupakan implikatur dari tuturan Dita. bahwa hal-hal yang dipertuturkannya itu saling dimengerti. Dan salah satu sifatnya adalah senang makan daging. tentu Tono pun ada di sana. Implikatur Di dalam pertuturan yang sesungguhnya. maka kalimat (1) tidak dapat dinilai benar dan salahnya. Akan tetapi. Karena meskipun tuturan Dini bukan merupakan bagian dari tuturan Dita. Untuk memperoleh gambaran lebih jelas. tuturan Ani dan Joko serta Dini dan Dita dalam kalimat (3) dan (4) tidak ada keterkaitan. tetapi Tono tidak ada di sana. Proposisi yang diimplikasikan itu disebut implikatur (implicature). Tuturan Ani dalam kalimat (3) dan Dini dalam kalimat (4) bukan merupakan bagian dari tuturan Joko dan Dita karena masih dimungkinkan membuat kalimat (5) dan (6) seperti berikut. Din? Dini : Tati di rumah Deani. (5) Walaupun Ali sekarang memelihara kucing. Demikian pula dengan kalimat (2). Kemungkinan kalimat (5) dan (6) berdiri sebagai kalimat yang gramatikal atau berterima karena secara semantis. atau Ali sangat rajin memberi makan . bila tidak ada novel yang berjudul Kroco. hubungan kedua proposisi itu bukan merupakan konsekuensi mutlak (necessary consequence). Karena implikatur bukan merupakan bagian tuturan yang mengimplikasikannya. Bila memang pejabat yang dimaksudkan dalam tuturan itu mempunyai istri.

Sehubungan dengan kalimat (96) itu. tetapi ia tidak pernah membeli rokok. (12) Dewi : Desi Ratnasari seorang janda. atau hubungan Tono dan Tati tidak seerat dulu lagi. Entailment Berbeda dengan implikatur yang menunjukkan bahwa hubungan antara tuturan dan maksudnya tidak bersifat mutlak. (4). karena menggoreng adalah salah satu cara memasak ikan. Tuturan Eko dalam kalimat (96) merupakan bagian atau konsekuensi mutlak (necessary sequence) dari tuturan Parto. Dan tuturan Andi dalam kalimat (9) mungkin mengimplikasikan bahwa Bambang adalah seorang pembersih dan akan marah-marah bila melihat sesuatu yang kotor. Penggunaan kata mungkin dalam menafsirkan implikatur yang ditimbulkan oleh sebuah tuturan penutur seperti pada penjelasan kalimat (3). Ani : Desi Ratnasari pernah memiliki suami. maka dapat diperkirakan bahwa sebuah tuturan memiliki kemungkinan untuk menimbulkan implikatur yang tidak terbatas jumlahnya. dan (9) tersebut. Merokok kalau ada yang memberi. Eko : Badu memasak ikan. (13) Dewi : Anaknya seorang sarjana. Kalimat (98) dan (99) tersebut tidak dapat diubah bentuknya menjadi tuturan seperti dalam kalimat (100) dan (101) berikut. Yang benar adalah jika Badu menggoreng ikan tentu ia harus memasak ikan itu. (7). Andi : Rokoknya sembunyikan! (8) Tono: Bambang datang. (4). Hubungan antara tuturan dan maksudnya yang bersifat mutlak ini disebut entailment. maka kalimat (97) berikut tidak dapat diterima. . pertalian antara penutur dan lawan tutur dalam kalimat (10) berikut ternyata bersifat mutlak. (7) Tono: Bambang datang. tetapi anaknya tidak pernah kuliah di perguruan tinggi. Andi : Aku akan pergi dulu. (14) Walaupun Desi Ratnasari seorang janda. karena menggoreng secara mutlak berarti memasak. Ani : Anaknya pernah kuliah di perguruan tinggi. Tuturan Andi dalam kalimat (8) mungkin mengimplikasikan bahwa Andi tidak senang terhadap Bambang. (9) Tono: Bambang datang. (8). C. (11) Walaupun Badu menggoreng ikan. (7). Andi : Kamarnya bersihkan! Tuturan Andi dalam kalimat (7) mungkin mengimplikasikan bahwa Bambang adalah perokok. Contoh lainnya dapat dilihat dalam kalimat berikut. (15) Walaupun anaknya sarjana. (10) Parto : Badu menggoreng ikan.kucingnya. (8). Dengan tidak adanya keterkaitan semantis antara suatu tuturan dengan yang diimplikasikan. didasari banyaknya kemungkinan implikasi yang melandasi kontribusi lawan tutur dalam ketujuh tuturan yang disebutkan penutur-penuturnya. misalnya seperti tercermin dalam relasi tuturan lawan tutur dan penutur dalam kalimat (3). tetapi ia tidak memasaknya. (6). dan (9) tersebut. Misalnya dapat dilihat dalam kalimat (7). (5). (5). tetapi ia belum pernah bersuami. dan tidak pernah memberi temannya. (6). (8). dan (9) berikut.

. sehingga kalimat (100) dan (101) itu tidak dapat diterima.Hal itu terjadi karena tuturan Ani dan Dewi dalam kalimat (98) dan (99) tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara tuturan dan maksud tuturannya bersifat mutlak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful