Bagaimana cara mengukur tekanan darah menurut standar Cara mengukur deannyut jantung janin Menentukan letak janin

Pemeriksaan laboratorium untuk hamil Diagnosa penunjang untuk pasien a. USG b. Foto toraks Definisi, ciri-ciri pre-eklampsia Penyebab preeklampsia DD/Hipotesis Komplikasi Pencegahan Penatalaksanaan

Dengan satu jari meraba A.brakialisteraba kembali. Kedatangan penderita sebagian besar dalam keadaan pre-eklampsia berat dan eklampsia.3). Kejadian eklampsia di negara berkembang berkisar antara 0. Dikemukakan beberapa teori yang dapat menerangkan kejadian preeklampsia dan eklamsia sehingga dapat menetapkan upaya promotif dan preventif Cara Pemeriksaan Tekanan Darah : Siapkan tensimeter dan stetoskop Penderita dapat dalam keadaan duduk dan berbaring L e n g a n d a l a m k e a d a a n b e b a s d a n r e l a k s . Penyakit ini umumnya terjadi dalam triwulan ke-3 kehamilan. dan ditemukannya protein dalam urin (proteinuria) yang timbul karena kehamilan. Inilah tekanan sistolik palpatoir Sekarang ambillah stetoskop. b r a k i a l i s menghilang Turunkan tekanan manset perlahan-perlahan sampai denyutan A. biasanya terletak di sebelah medial tendo biseps. Perkataan “eklampsia” berasal dari Yunani yang berarti “halilintar” karena gejala eklampsia datang dengan mendadak dan menyebabkan suasana gawat dalam kebidanan. sampai kurang lebih 30 mmHg di atas tekanan sistolik palpatoir .7%. pompa manset dengan cepats a m p a i k i r a k i r a 3 0 m m H g d i a t a s t e k a n a n k e t i k a p u l s a s i A .Pengertian Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda khas tekanan darah tinggi (hipertensi).brakialis.5 cm di atas siku Tempatkan lengan penderita sedemikian sehingga siku dalam keadaan sedikit ekstensi Carilah arteri brakialis. b e b a s k a n d a r i t e k a n a n o l e h karena pakaian Pasang manset sedemikian rupa sehingga melingkari lengan atas secara rapi dan tidak terlalu ketat. tetapi dapat juga terjadi pada trimester kedua kehamilan.10) Sering tidak diketahui atau diperhatikan oleh wanita hamil yang bersangkutan. sehingga tanpa disadari dalam waktu singkat pre-eklampsia berat bahkan dapat menjadi eklampsia yaitu dengan tambahan gejala kejang-kejang dan atau koma. pembengkakan jaringan (edema). pasangkan corong bel stetoskop pada A.brakialis Pompa manset kembali. kira-kira 2.3% sampai 0.

karena akan memudahkan proses persalinan alami melalui jalan lahir.Kemudian secara perlahan turunkan tekanan manset dengan kecepatankira-kira 3-4 mmHg / detik. ibunya. mata h a r u s berada segaris horizontal dengan level air raksa Pengulangan pengukuran dilakukan beberapa menit setelah pengukuran pertama Letak Janin Dalam Rahim Letak janin adalah istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan sumbu tubuh janin terhadap sumbu tubuh Anda. dan ada pula yang kaki lebih dulu. Secara umum letak janin dalam rahim dapat dibedakan menjadi tiga hal yaitu letak janin memanjang. Bila kepalanya sudah berhasil keluar.brakialist e r d e n g a r . Variasi yang lain dari letak janin memanjang adalah kepala berada di bagian atas rongga rahim (janin letak memanjang presentasi sungsang). ketika persalinan berlangsung. Ada yang bokong saja di bagian bawah rahim. Inilah letak janin yang diharapkan. Bunyi yang pertama kalim u n c u l m e n u n j u k k a n t e k a n a n s i s t o l i k s e d a n g k a n b u n y i y a n g t e r a k h i r seb elum menghilang menunjukkan tekanan diastolik. Letak Letak miring/serong Pada posisi ini bayi terletak dengan sumbu miring. Biasanya letak janin melintang terjadi dengan posisi kepala pada sisi yang satu dan bokong pada sisi lain. . Letaknya bisa bervariasi. Lanjutkanlah penurunan tekanan manset sampai suaradenyutan melemah dan kemudian menghilang. tidak melingtang dan tidak memanjang. usahakan agar p o s i s i manometer vertikal dan pada waktu membaca hasilnya. Apabila menggunakan tensimeter air raksa. letak janin melintang dan letak janin miring. maka seluruh bagian tubuh jadi mudah dikeluarkan. B u n yi y a n g t e r d e n g a r s e t e l a h m a n s e t d i k e mpiskan disebutB u n y i K o r o t k o f f . H a l i n i d i g u n a k a n u n t u k m e n e n t u k a n s e c a r a k a s a r tekanan sistollik. Perhatikan saat di mana denyutan A. Letak Janin lintang Sesuai dengan namanya pada letak janin melintang. kepala si kecil akan terdorong ke arah pintu jalan lahir. Karena. Pada posisi ini bisa didapat variasi posisi dimana kepala berada di bagian bawah rongga rahim ( janin letak memanjang presentasi kepala). sumbu tubuh bayi melintang terhadap sumbu tubuh ibu hamil. Letak Janin Memanjang Sesuai dengan namanya pada letak janin memanjang. sumbu tubuh bayi sejajar dengan sumbu tubuh ibu hamil.

Melakukan pemeriksaan denyut jantung janin dengan auskultasiLaennec atau Doppler (jika memungkinkan. tinggi fundus uteri dapat ditentukan dengan pita pengukur. III dan IV 2. sebelum palpasi kedua tangan pemeriksa digosokkan dahulu. Agar tidak terjadi kontraksi dinding perut akibat perbedaan suhu dengan tangan pemeriksa. Pemeriksaan Leopold I untuk menentukan tinggi fundus uterus sehingga usia kehamilan dapat diketahui. tentukan pula bagian janin pada fundus uteri.MELAKUKAN PEMERIKSAAN LUAR 1. sedangkan pada Leopold IV ke arah kaki. Selain secara anatomi. dan III pemeriksa menghadap ke arah muka ibu. k a r e n a d a p a t d i k e t a h u i pe rubahan pola frekuensi denyut jantung janin pada saat his danpada saat di luar his)3 . Selain itu. Pemeriksaan Leopold III menentukan bagian janin yang berada di bawah. Lihat apakah uterus berkontraksi atau tidak. Bila berkontraksi. Pada pemeriksaan 28 minggu Leopold I. II. harus ditunggu sampai dinding perut lemas agar dapat diperiksa dengan teliti. II. . Kepala teraba sebagai benda keras dan bulat.Menentukan his (dengan meraba uterus daerah fundus. Cara pemeriksaan yang umum digunakan adalah cara Leopold yang dibagi dalam 4 tahap. nilai kesejahteraan j a n i n d e n g a n e l e k t r o k a r d i o t o k o g r a f i . sedangkan bokong lunak dan tidak bulat. kira-kiradi atas umbilicus): •Lama kontraksi (dalam detik) •Siemetri •Dominasi fundus •Relaksasi optimal •Interval (dalam menit) •Intensitas cukup Pemeriksaan Luar. Dengan pemeriksaan Leopold II ditentukan batas samping uterus dan posisi punggung pada bayi letak memanjang. Bandingkan usia kehamilan yang didapat dengan hari pertama haid terakhir. Pada letak lintang ditentukan letak kepala.Melakukan pemeriksaan Leopold I. M e n e n t u k a n k o n d i s i j a n i n : • Janin di dalam atau di luar rahim •Jumlah janin •Letak janin memanjang / melintang / miring atau oblique) •Presentasi janin (kepala / bokong) •Menilai turunnya kepala •Menaksir berat janin 4.

seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. selain menentukan bagian janin yang berada di bawah.Leopold IV. Dengarkan BJJ pada daerah punggung janin dengan stetoskop monoaural (Laenec) atau Doppler. 2) Monitor Monitor yang digunakan dalam USG . a. Baringkan Ibu hamil dengan posisi telentang b. Normal: antara 120-160x/mnt d. Letakkan stetoskop pada daerah sekitar punggung janin d. kondisi janin. Stetoskop Laennec Stetoskop yang dirancang khusus untuk dapat mendengarkan detak jantung janin secara manual oleh pemeriksa dapat digunakan pada usia kehamilan 17-22 minggu Cara pemeriksaan menggunakan leanec: a. Bradikardia sedang: antara 80-100x/mnt f. letak janin. USG (Ultra sonografi). Di dalam transduser terdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transduser. yaitu gelombang suara yang memiliki frekuensi yang tinggi (250 kHz – 2000 kHz) yang kemudian hasilnya ditampilkan dalam layar monitor. detak jantung diatas 180x/mnt b. Denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 16 minggu / 4 bulan. juga bagian kepala yang telah masuk pintu atas panggul. serta taksiran berat janin Pemeriksaan DJJ dilakukan sebagai acuan untuk mengetahui kesehatan ibu dan perkembangan janin khususnya denyut jantung janin dalam rahim. skema cara kerja usg 1) Transduser Transduser adalah komponen USG yang ditempelkan pada bagian tubuh yang akan diperiksa. Bradikardia berat: kurang dari 80x/mnt Alat-alat yang dapat digunakan sebagai alat dalam pemeriksaan DJJ: 1. Dari hasil pemeriksaan luar diperoleh data berupa usia kehamilan. Catat hasil dan beritahu hasil pada klien 2. USG adalah suatu alat dalam dunia kedokteran yang memanfaatkan gelombang ultrasonik. Takikardi ringan: antara 160-180x/mnt c. BJJ terdengar pada kehamilan 18-20 minggu. Hitung total detak jantung janin e. Gelombang yang diterima masih dalam bentuk gelombang akusitik (gelombang pantulan) sehingga fungsi kristal disini adalah untuk mengubah gelombang tersebut menjadi gelombang elektronik yang dapat dibaca oleh komputer sehingga dapat diterjemahkan dalam bentuk gambar. sedangkan dengan Doppler terdengar pada kehamilan 12 minggu. Gambaran DJJ: a. Takikardi berat. Bila kepala belum masuk pintu atas panggul. Dengan stetoskop Laenec. presentasi janin. Detak jantung janin normal permenit yaitu : 120-60x / menit Pemeriksaan denyut jantung janin harus dilakukan pada ibu hamil. Lakukan pemeriksaan Leopold untuk mencari posisi punggung janin c. Bradikardia ringan: antara 100-119x/mnt e. teraba balotemen kepala.

gambar janinnya dapat “bergerak”. d. Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing. jenis pemeriksaan usg 1. USG 4 Dimensi Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). yaitu: 1. Mesin USG adalah CPUnya USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC. b) Perabdominan 1. Tidak menyebabkan keguguran. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar). 3. 3. Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit). Doppler arteri umbilikalis. 1. Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi. Tonus (gerak janin). Gambaran janin yang masih sekitar 8 cm akan terlihat tampil secara utuh pada layar monitor. Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis. c. Reaktivitas denyut jantung janin. saat tepat pemeriksaan Pemeriksaan dengan USG wajib semasa kehamilan sebetulnya hanya dua kali. Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan. c. b. 2. Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim. cara pemeriksaan Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: a) Pervaginam Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam. Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu. USG merubah gelombang menjadi gambar b. Saat pertama kali pemeriksaan kehamilan (usia kehamilan berapa pun namun biasanya pada usia kehamilan 10-12 minggu). 3. USG 2 Dimensi Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Probe USG di atas perut. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. 4. Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm). 2.3) Mesin USG Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Setelah usia kehamilan lebih . Alat ini digunakan untuk menilai keadaan / kesejahteraan janin. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. sementara pada USG 4 Dimensi. 2. 4. 2. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi: a. d. Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal. USG 3 Dimensi Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut. USG Doppler Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. 5. Usia kehamilan 20-24 minggu sebagai skrining lengkap. lemak baru menembus rahim. Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim. e.

3. jumlah janin dan tanda kehidupannya. b) Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan. dan lainnya. 2. b) Mengetahui keadaan janin. sementara ukuran besar janin sudah bertambah atau lebih dari 8 cm. Pemeriksaan ini dilakukan dengan maksud melihat hubungan perubahan denyut jantung dengan gerakan janin. kepala turun. atau kapanpun sesuai dengan kondisi bayi. c) Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya. Manfaat 1. Cara Melakukan Persiapan tes tanpa kontraksi : Sebaiknya pemeriksaan dilakukan pagi hari 2 jam setelah sarapan dan tidak boleh diberikan sedativa. Sebaliknya. b) Bila perlu pada usia kehamilan 38-42 minggu untuk melihat bagaimana posisi bayi apakah melintang. Jadi. b) Menentukan lokasi plasenta. Trimester I a) Memastikan hamil atau tidak. Trimester II: a) Melakukan penapisan secara menyeluruh. penggunaan alat USG dapat dilakukan atas dasar indikasi yakni: a) Pemeriksaan USG serial untuk mengukur pertumbuhan berat badan janin. variabilitas (variability) dan timbulnya akselerasi yang sesuai dengan gerakan / aktivitas janin (Fetal Activity Determination / FAD). Yang dinilai adalah gambaran denyut jantung janin (djj) dalam hubungannya dengan gerakan atau aktivitas janin. Umumnya dilakukan pada usia kandungan minimal 26-28 minggu. Pemeriksaan NST dilakukan untuk menilai gambaran djj dalam hubungannya dengan gerakan / aktivitas janin. detail kaki dan sebagainya. 3. pada umur kehamilan ≥ 32 minggu. pergerakan bayi tidak diikuti oleh peningkatan frekuensi denyut jantung janin. e. Adapun penilaian NST dilakukan terhadap frekuensi dasar djj (baseline). Pemeriksaan ini dapat dilakukan baik pada saat kehamilan maupun persalinan. bila janin kurang baik. d) Menilai keadaan plasenta. Selain itu. lokasi hamil.dari 12 minggu gambaran janin pada layar monitor akan terlihat sebagian-sebagian/tidak secara utuh. d) Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir. detail jantung. misalnya detail muka. Karena alat scan USG punya area yang terbatas. NST NST adalah cara pemeriksaan janin dengan menggunakan kardiotokografi. Trimester III: a) Menilai kesejahteraan janin. untuk melihat kondisi janin dapat per bagian. a. b. Prosedur pelaksanaan : 1) Pasien ditidurkan secara santai semi fowler 45 derajat miring ke kiri 2) Tekanan darah diukur setiap 10 menit 3) Dipasang kardio dan tokodinamometer 4) Frekuensi jantung janin dicatat 5) Selama 10 menit pertama supaya dicatat data dasar bunyi . Dilakukan untuk menilai apakah bayi merespon stimulus secara normal dan apakah bayi menerima cukup oksigen. denyut janin. Pada janin sehat yang bergerak aktif dapat dilihat peningkatan frekuensi denyut jantung janin. c) Melihat posisi janin dan tali pusat. dan sebagainya. c) Mengukur panjang serviks.

pasien diberi larutan 100 gram gula oral dan dilakukan pemeriksaan ulang 2 jam kemudian (sebaiknya pemeriksaan dilakukan pagi hari setelah 2 jam sarapan) 8) Pemeriksaan NST ulangan dilakukan berdasarkan pertimbangan hasil NST secara individual c. Gambaran ini didapatkan pada keadaan isoimunisasi-RH Jika pemeriksaan menunjukkan hasil yang meragukan. Denyut jantung basal antara 120-160 kali per menit 2. Variabilitas kurang dari 6 denyut /menit 3. Komplikasi Hipertensi ortostatik g. Gerakan janin terutama gerakan multipel dan berjumlah 5 gerakan atau lebih dalam 20 menit 4. yang lamanya 60 detik atau lebih Pada pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan terminasi kehamilan bila janin sudah viable atau pemeriksaan ulang setiap 12-24 jam bila janin belum viable Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti oleh keadaan janin yang masih baik sampai 1 . penotiasid dan metildopa Pada keadaan kurang reaktif dan pasien tidak menggunakan obat-obatan dianjurkan NST diulang keesokan harinya. janin dalam keadaan bahaya.6) Pemantauan tidak boleh kurang dari 30 menit 7) Bila pasien dalam keadaan puasa dan hasil pemantauan selama 30 menit tidak reaktif. bila : 1. Cara Membaca Pembacaan hasil : a) Reaktif. Reaksi denyut jantung terutama akselerasi pola ”omega” pada NST yang reaktif berarti janin dalam keadaan sehat. Gerak janin tidak ada atau kurang dari 5 gerakan dalam 20 menit 4. Variabilitas denyut jantung 6 atau lebih per menit 3. bila : 1. Deselerasi 40 atau lebih di bawah (baseline). Atau dilanjutkan dengan pemeriksaan CST (Contraction Stress Test). janin dilahirkan. d) Hasil pemeriksaan NST disebut abnormal (baik reaktif ataupun non reaktif) apabila ditemukan : 1. atau djj mencapai 90 dpm. pemeriksaan diulang 1 minggu kemudian 5. Keadaan ini interpretasinya sukar. Tidak ada akselerasi denyut jantung janin meskipun diberikan rangsangan dari luar Antara hasil yang reaktif dan tidak reaktif ini ada bentuk antar yaitu kurang reaktif. Bila paru-paru janin matur. demerol. tipe yang lain diulang setiap minggu b) Tidak reaktif. Denyut jantung basal 120-160 kali per menit 2. dapat diakibatkan karena pemakaian obat seperti : barbiturat. Tidak terjadi akselerasi. walau begitu pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan. Indikasi Semua pasien yang ada kaitannya dengan insufisiensi plasenta f. hendaknya diulangi dalam waktu 24 jam. Ada osilasi yang persisten pada denyut jantung asal 2. Pada pasien diabetes melitus tipe IDDM pemeriksaan NST diulang tiap hari. Bradikardi 2. Bayi yang tidak bereaksi belum tentu dalam bahaya. Bila reaktivitas tidak membaik dilakukan pemeriksaan tes dengan kontraksi (OCT) c) Sinusoidal. Tidak ada gerakan janin 3. bila : 1.

Sebaiknya NST tidak dipakai sebagai parameter tunggal untuk menentukan intervensi atau terminasi kehamilan oleh karena tingginya angka positif palsu tersebut (dianjurkan untuk menilai profil biofisik janin yang lainnya). Beri jelly pada doppler /lineac yang akan digunakan c.minggu kemudian (dengan spesifitas sekitar 90%).com/2010/01/nst-dalam-kehamilan. tidak terdengar ataupun tidak ada pergerakan bayi. 4. sehingga pemeriksaan ulang harus lebih sering (1 minggu).html . Jika pada pemeriksaan detak jantung janin. sehingga pemeriksaan ulang dianjurkan 1 minggu kemudian.html http://puskesmas-oke.blogspot.com/2010/11/14/usg-ultra-sonography/ http://bidanshop. Doppler Fetal Doppler adalah alat dalam biomedik yang sering digunakan untuk mendeteksi detak jantung janin pada ibu hamil. maka pasien diberi penjelasan dan pasien dirujuk ke RS.blogspot. f. Pasien dipersilahkan bangun g. perdarahan atau oligohidramnion hasil NST yang reaktif tidak menjamin bahwa keadaan janin akan masih tetap baik sampai 1 minggu kemudian. d. sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan CST atau pemeriksaan yang mempunyai nilai prediksi positif yang lebih tinggi (Doppler-USG).com/2010/01/sop-pemeriksaan-denyut-jantung-janin.blog. ii. DM. Beri penjelasan pada pasien hasil pemeriksaan detak jantung janin e. Tempelkan doppler pada perut ibu hamil didaerah punggung janin. Dengar detak jantung janin selama 1 menit.Jelly Langkah-langkah pemeriksaan a. Baringkan ibu hamil dengan posisi terlentang b.Doppler . yaitu memanfaatkan prinsip pemantulan gelombang yang dipancarkan oleh sensor ultrasound. Fetal Doppler menggunakan sensor Ultrasound dengan frekuensi 2 MHz untuk mendeteksi detak jantung janin berdasarkan prinsip doppler. Catat hasil pemeriksaan jantung janin pada buku Kart Ibu dan Buku KIA (kuliah Obstetri Penerbis buku Kedokteran ECG) http://subijakto25. normal detak jantung janin 120-140 / menit. Cara pemeriksaan menggunakan Doppler: Alat dan bahan . Hasil NST non reaktif mempunyai nilai prediksi positif yang rendah <30%. Namun bila ada faktor resiko seperti hipertensi/gestosis. Hitung detak jantung janin : i.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful