Fungsi Ginjal : 1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh 2.

Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan 3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal 4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh 5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang 6. Homeostasis Ginjal, mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah (Guyton, 1996 ). Mekanisme Pembentukan Urine

1. Penyaringan ( Filtrasi ) Filtrasi darah terjadi di glomerulus, dimana jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular system, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Cairan ini disebut filtrate glomerular. Tumpukan glomerulus tersusun dari jaringan kapiler. Di mamalia, arteri renal terkirim dari arteriol afferent dan melanjut sebagai arteriol eferen yang meninggalkan glomrerulus. Tumpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut kapsula bowman. Area antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan merupakan bagian yang mengumpulkan filtrate glomerular, yang menyalurkan ke segmen pertama dari tubulus proksimal. Struktur kapiler glomerular terdiri atas 3 lapisan yaitu : endothelium capiler, membrane dasar, epiutelium visceral.

ATPase pump manekan tiga ion Na kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion K ke sel. Normalnya komponen seluler dan protein plasmatetap didalam darah. Normalnya tekanan oncotik di bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring.1996). dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. asam amino. Rintangan untuk filtrasi ( filtration barrier ) bersifat selektiv permeable. Tubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2 jalur : jalur transeluler dan jalur paraseluler. 2. Selain itu beban listirk (electric charged ) dari sretiap molekul juga mempengaruhi filtrasi. Paraselluler transport terjadi dari difusi pasif. . seperti glukosa. sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring (Guyton. kandungan ( substance ) dibawa oleh sel dari cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel. Jalur paraseluler.Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton. klorida. natrium. Selanjutnya disebelah luar difusi K melalui canal K membuat sel polar.Endothelium kapiler terdiri satu lapisan sel yang perpanjangan sitoplasmik yang ditembus oleh jendela atau fenestrate (Guyton. Di tubulus proksimal terjadi transport Na melalui Na.1996). Pada umunya molekul dengan raidus 4nm atau lebih tidak tersaring. sebaliknya molekul 2 nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. Bagaimanapun karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi filtrasi. pergerakan Na melewati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane. 2001). Kecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. 2001).1996). Jalur transeluler. K pump. Pergerakan Na melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai Na ( contransport ) atau berlawanan pimpinan ( countertransport ) (Sherwood. Di kondisi optimal. melewati basolateral membrane plasma (Sherwood. Jadi interior sel bersifat negative . garam lain. kalium. Kation ( positive ) lebih mudah tersaring dari pada anionBahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma. Na. K. Dinding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi kapiler glomerular. kandungan yang tereabsorbsi melewati jalur paraseluler bergerakdari vcairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. Penyerapan ( Absorsorbsi) Tubulus proksimal bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Tekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses filtrasi. bikarbonat. Pada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. sehingga konsentrasi Na di sel berkurang dan konsentrasi K di sel bertambah.

zat warna empedu. Amonia (NH3). Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan . sulfat.03′. Pengambilan active substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui pasif atau difusi terfasilitasi. 4.5% urea. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Oleh karena itu. Sisa sampah kelebihan garam. Namun demikian. H20. Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi ) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus.2001). 2002). misalnya sebagai pelarut (Sherwood. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. dan 150 g glukosa. Sisa metabolisme antara lain. Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat. jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi. sedangkan air melalui peristiwa osn osis. zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. dan sisa substansi lain. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. Oleh karena itu. 1200 g garam. fosfat.2001). Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. merupakan zat yang beracun bagi sel. 2001) 3. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. yaitu dalam bentuk urea. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal (Sherwood. Sebaliknya. lemak dan protein. dan asam urat (Cuningham.2001). 2. dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder. 1.5% garam. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Pada urin sekunder. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali (Sherwood. Reabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga di pengaruhi gradient Na (Sherwood. dan organic anion. NHS. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. misalnya ureum dari 0. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. asam amino. hasil pembongkaran/pemecahan protein.Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini ( secondary active transport ) termasuk gluukosa. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. CO2. dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin.

Akibatnya jika banyak mengkonsumsi zat diuretik ini maka akan menghambat proses reabsorpsi.Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Urine adalah : • Hormon ADH Hormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh.Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Urine Faktor .urin. karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan konsentrasi kalium. asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi ginjal ( Frandson. kontraksi uterus. • Suhu internal atau eksternal . sehingga volume urin bertambah. 2003) • Zat . 2003) Prostaglandin Prostagladin merupakan asam lemak yang ada pada jaringan yang berlungsi merespons radang.2001). dan sistem angiotensin rennin ( Frandson. dan pengaturan pergerakan gastrointestinal. Faktor .Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia. teh.zat diuretik Banyak terdapat pada kopi. alkohol. Hormon ini dibentuk oleh hipotalamus yang ada di hipofisis posterior yang mensekresi ADH dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel ( Frandson. pengendalian tekanan darah.2003 ) Aldosteron Hormon ini berfungsi pada absorbsi natrium yang disekresi oleh kelenjar adrenal di tubulus ginjal. 2003) Gukokortikoid Hormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium ( Frandson. Pada ginjal. natrium.

maka kecepatan respirasi meningkat dan mengurangi volume urin. • Konsentrasi Darah Jika kita tidak minum air seharian. • Emosi Emosi tertentu dapat merangsang peningkatan dan penurunan volume urin. maka konsentrasi air dalam darah rendah.Jika suhu naik di atas normal.Reabsorpsi air di ginjal mengingkat. . volume urin menurun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful