Ketetapan atau Keputusan Tata Usaha Negara Di Belanda istilah Ketetapan atau Keputusan disebut dengan istilah Beschikking

(Van Vollenhoven). Di Indonesia kemudian istilah Beschikking ini ada yang menterjemahkan sebagai „Ketetapan‟ (Bagir Manan, Sjachran Basah, Indroharto dll), ada juga yang menterjemahkan dengan „Keputusan‟ (Philipus M. Hadjon, SF. Marbun dll). Dikalangan para sarjana terdapat perbedaan pendapat dalam mendefenisikan istilah ketetapan (beschikking), menurut J.B.J.M Ten Berge (1996: 156) beschikking didefinisikan sebagai : 1. Keputusan hukum publik yang bersifat konkret dan individual: keputusan itu berasal dari organ pemerintahan yang didasarkan pada kewenangan hukum publik. 2. Dibuat untuk satu atau lebih individu atau berkenaan dengan satu atau lebih perkara atau keadaan. 3. Keputusan itu memberikan suatu kewajiban pada seseorang atau organisasi, memberikan kewenangan atau hak pada mereka Menurut Utrecht ( 1988: 94), beschikking diartikan sebagai perbuatan hukum publik bersegi satu (yang dilakukan oleh alat-alat pemerintahan berdasarkan suatu kekuasaan istimewa). Sedangkan menurut WF. Prins dan R Kosim Adisapoetra (1983: 42) beschikking adalah suatu tindakan hukum yang bersifat sepihak dalam bidang pemerintahan yang dilakukan oleh suatu badan pemerintah berdasarkan wewenang yang luar biasa. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, tampak ada beberapa unsur yang terdapat dalam beschikking, yaitu: 1. Pernyataan kehendak sepihak 2. Dikeluarkan oleh organ pemerintah 3. Didasarkan pada kewenangan hukum yang bersifat publik

yang berisi kejelasan tentang: a. Selanjutnya mengenai apa dan siapa yang dimaksud dengan Badan atau Pejabat TUN sebagai subjek Tergugat. Kepada siapa tulisan itu ditujukan dan apa yang ditetapkan di dalamnya. individual dan final. Hal tersebut membawa konsekuensi bahwa sebuah memo atau nota pun kalau sudah memenuhi ketiga kreteria diatas dapat dianggap sebagai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN). Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara mana yang mengeluarkannya. Berdasarkan definisi tersebut tampak bahwa Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) memiliki unsur-unsur sebagai berikut: . dan c.Penetapan tertulis bukan hanya dilihat dari bentuknya saja tetapi lebih ditekankan kepada isinya. b.4. yang bersifat kongkret. .Dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN Sebagai suatu Keputusan TUN. disebutkan dalam pasal 1 angka 2 :“Badan atau Pejabat Tata Usaha negara adalah Badan atau Pejabat yang . Maksud serta mengenai hal apa isi tulisan tersebut. Dengan maksud untuk menimbulkan akibat hukum Sedangkan berdasarkan UU No 5 Tahun 1986 jo UU No 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Ditujukan untuk hal khusus atau peristiwa kongkret dan individual 5. penetapan (dalam undang-undang itu disebut Keputusan Tata Usaha Negara) diartikan suatu penetapan tertulis yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Penetapan tertulis itu juga merupakan salah satu instrumen yuridis pemerintahan yang dikeluarkan oleh Badan atau Pejabat TUN dalam rangka pelaksanaan suatu bidang urusan pemerintahan. yang menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.

. atau menentukan mengikatnya atau menghapuskannya suatu hubungan hukum TUN yang telah ada. baik ditingkat pusat maupun tingkat daerah yang juga mengikat secara umum (Penjelasan Pasal 1 angka 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986). maka tindakan Badan atau Pejabat TUN itu harus merupakan suatu tindakan hukum.Berisi tindakan Hukum TUN Sebagaimana telah dijelaskan diatas. dan keputusan yang demikian selalu merupakan suatu tindakan hukum TUN. dan suatu tindakan hukum TUN itu adalah suatu keputusan yang menciptakan. Sehingga apabila yang diperbuat itu berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan suatu pelaksanaan dari urusan pemerintahan. saat itu juga dapat dianggap sebagai suatu Badan atau Pejabat TUN. dapat dikategorikan sebagai Badan atau Pejabat TUN dalam konteks sebagai subjek di Peratun. Dengan kata lain untuk dapat dianggap suatu Penetapan Tertulis. Sedangkan menurut Pasal 1 angka 2 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang . maka apa saja dan siapa saja yang melaksanakan fungsi demikian itu.” Badan atau Pejabat TUN di sini ukurannya ditentukan oleh fungsi yang dilaksanakan Badan atau Pejabat TUN pada saat tindakan hukum TUN itu dilakukan. Dengan demikian apa dan siapa saja tersebut tidak terbatas pada instansi-instansi resmi yang berada dalam lingkungan pemerintah saja.Berdasarkan Peraturan perundang-undangan. Yang dimaksud dengan urusan pemerintahan adalah segala macam urusan mengenai masyarakat bangsa dan negara yang bukan merupakan tugas legislatif ataupun yudikatif. akan tetapi dimungkinkan juga instansi yang berada dalam lingkungan kekuasaan legislatif maupun yudikatif pun. yang dimaksud adalah semua peraturan yang bersifat mengikat secara umum. bahkan dimungkinkan pihak swasta. .melaksanakan urusan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah. bahwa suatu Penetapan Tertulis adalah salah satu bentuk dari keputusan Badan atau Pejabat TUN. serta semua Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara . yang dikeluarkan oleh Badan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah. artinya dimaksudkan untuk menimbulkan suatu akibat hukum TUN.

diartikan keputusan tersebut sudah definitif .Menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata Menimbulkan Akibat Hukum disini artinya menimbulkan suatu perubahan dalam suasana hukum yang telah ada. Ijin Mendirikan Bangunan bagi Komang Sriwati. Badan atau Pejabat TUN yang bersangkutan dianggap telah mengeluarkan keputusan penolakan. maka Badan atau Pejabat TUN tersebut dianggap telah menolak mengeluarkan keputusan yang dimaksud. Kalau yang dituju itu lebih dari satu orang. . yang dimaksud dengan peraturan perundangundangan adalah peraturan tertulis yang dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang dan mengikat secara umum.Bersifat final.Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. (3) Dalam hal peraturan perundang-undangan yang bersangkutan tidak menentukan jangka waktu sebagaimana dalam ayat (2). tetapi berwujud. . tetapi tertentu baik alamat maupun yang dituju. namun terhadap ketentuan ini ada pengecualian sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986. maka tiap-tiap individu harus dicantumkan namanya dalam keputusan tersebut. keputusan yang tidak lagi memerlukan persetujuan dari instansi atasan atau instansi lain. Keputusan mengenai Pembongkaran rumah Dewi Setyawati. . tertentu atau dapat ditentukan. maka hal tersebut disamakan dengan Keputusan TUN. Dengan kata lain wujud dari keputusan tersebut dapat dilihat dengan kasat mata. sedangkan hal itu menjadi kewajibannya. maka setelah lewat waktu empat bulan sejak diterimanya permohonan. .Bersifat konkret diartikan obyek yang diputuskan dalam keputusan itu tidak abstrak. . (2) Jika suatu Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan yang dimohon. karenanya keputusan ini dapat menimbulkan akibat hukum. atau Surat Keputusan Pemberhentian dengan Hormat Ketut Kaplug sebagai Pegawai Negeri. diartikan bahwa Keputusan Tata Usaha Negara itu tidak ditujukan untuk umum. Misalnya. Karena Penetapan Tertulis itu merupakan suatu tindakan hukum. yang berbunyi: (1) Apabila Badan atau Pejabat TUN tidak mengeluarkan keputusan. sedangkan jangka waktu sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dimaksud telah lewat.Bersifat individual.

Menurut H. 1. . 2. Ketetapan adalah pernyataan kehendak dari organ Pemerintah (untuk melaksanakan) hal khusus ditujukan untuk menciptakan hubungan hukum baru. ketetapan merupakan keputusan pemerintah yang bersifat konkret dan individual atau (tidak ditujukan untuk umum) dan sejak dulu dijadikan instrument pemerintah yang utama. 1985: 118-119) KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA (BESCHIKKING) Ketetapan Tata Usaha Negara diperkenalkan oleh Otto Meyer. Menimbulkan suatu hubungan hukum atau keadaan hukum yang baru (constitutief) c. Penetapan Tertulis harus mampu menimbulkan suatu perubahan dalam hubungan-hubungan hukum yang telah ada. sarjana Jerman di Indonesia. dalam lingkup HAN beschikking dibatasi dalam pengertian yuridis. seperti: a. Keputusan tertulis administrasi Negara yang mempunyai akibat hukum d. Menolak untuk menimbulkan hubungan hukum atau keadaan hukum yang baru (Amrah Muslimin.Beberapa perbedaan pendapat tentang defenisi ketetapan : a. Ketetapan adalah suatu pernyataan kehendak disebabkan oleh surat-surat permohonan yang diajukan atau setidak-tidaknya keperluan yang dinyatakan c. beshchikking atau ketetapan memiliki arti yaitu tehnik yuridis sebagai ketetapan yang berlaku keluar dan ke dalam atau keputusan yang bersifat umum dan mengikat sebagai peraturan perundang-undangan. mengubah atau mengahpus hubungan hukum yang ada b. Menolak untuk menguatkan hubungan hukum atau keadaan hukum yang telah ada. Sebagai suatu tindakan hukum. Menguatkan suatu hubungan hukum atau keadaan hukum yang telah ada (declaratoir). b. Apabila tidak dapat menimbulkan akibat hukum ia bukan suatu tindakan hukum dan karenanya juga bukan suatu Penetapan Tertulis.D Van wijk willem Konijnenbelt.maka sebagai tindakan hukum ia selalu dimaksudkan untuk menimbulkan akibat hukum bagi seseorang atau badan hukum perdata.Tetapi. Perbuatan hukum public bersegi satu atau dilakukan oleh alat alat pemerintah berdasarkan suatu kekuasaan istimewa.

Persyaratan tertulis terutama menunjuk pada isi. Yang dimaksudkan dengan penentuan. e. Penetapan tertulis .Unsur Unsur Ketetapan Unsur-unsur yang terdapat dalam beschikking : a. lagi pula mudah disangkal oleh salah satu pihak jika timbul sengketa. pengahapusan. Diberikan berdasarkan kewajiban dan kewenangan dari hukum tata Negara atau hukum administrasi c. bukan pada bentuk. Bersifat sepihak. Dalam praktik. atau penghakhiran hubungan hukum yang sudah ada atau menciptakan hubungan hukum baru. Undang-undang nomor 9 tahun 2004 tentang perubahan UndangUndang nomor 5 tahun 1986 tentang PTUN sebagai berikut : a. yang memuat penolakan sehingga terjadi penetapan. konsekuensinya berdasarkan UU No. bentuk tidak penting. Suatu pernyataan atau kehendak tertulis b. Keputusan TUN ada juga yang tidak tertulis. Hal ini disebabkan Keputusan TUN tidak tertulis sukar dijadikan pegangan. Pernyataan kehendak sepihak b. Bermaksud menimbulkan hukum bidang administrasi.Dikeluarkan oleh organ Pemerintah c.unsur antara lain : 1. sukar dibuktikan. Ditujukan untuk hal-hal yang khusus atau peristiwa konkrit dan individual. e. Berasal dari organ pemerintahan Berdasarkan defenisi pada pasal 1 angka 3 Undang-Undang nomor 5 tahun 1986 KTUN memiliki unsur. 5 Tahun 1986 Keputusan TUN yang tidak tertulis tidak menjadi obyek sengketa TUN. d. Persyaratan tertulis diharuskan hanya untuk memudahkan segi pembuktian Defenisi 6 unsur keputusan berdasarkan pasal 2 Undang-Undang Administrasi Belanda AWB. Mengecualikan keputusan yang bersifat umum. Penetapan tertulis maksudnya cukup ada hitam di atas putih. Berdasarkan oleh kewenangan hukum yang bersifat publik d. dan menurut pasal 1 angka 3 undang-undang nomor 5 tahun 1986 tentang PTUN jo. perubahan penghapusan atau penciptaan f.

kepada siapa tulisan ditunjukkan dan apa yang ditetapkan 2.Persyaratan tertulis diharuskan untuk kemudahan sebagai pembuktian.Keputusan akan memunculkan hak dan kewajiban serta kewenangan bahkan status tertentu bagi subjek hukumnya. Berdasarkan peraturan Perundang undangan yang berlaku. 6. Ketetapan bersifat nyata dalam perubahannya atau hubungan hukum dan tertuju pada satu objek individual sehingga menimbulkan hak dan kewajiban dari pihak yang bersangkutan. KEPPRES. dll. pemerintah harus tunduk pada asas legalitas sebagaimana telah dirumuskna secara tersendiri dalam prinsip Negara hukum melalui ungkapan prinsip pemerintah berdasarkan undang undang. Dalam hubungannya. 5.Keputusan ini diharuskan tertulis bukanlah bentuk formatnya sebgai surat keputusan pengangkatan dan sebagainya. individual dan final. maksud serta hal hal apa isi tulisan c. oleh sebab itu sebuah memo atau nota dapat memenuhi syarat tertulis dan akan merupakan keputusan badan atau PTUN menurut undang-undang bila sudah jelas : a. badan atau PTUN yang mengeluarkannya b. . Dikeluarkan oleh Pemerintah Dalam praktiknya ketetapan atau keputusan dikeluarkan oleh organ organ kenegaraan seperti keputusan MPR. 4. dengan pelaksanaan tugas. 3.Seorang yang berada dalam pengampuan atau perusahaan yang dinyatakan pailit tidak dapat dikualifikasikan sebagai subjek hukum. Menimbulkan akibat hukum Tindakan hukum pemerintah merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh organ pemerintah untuk menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu khususnya di bidang pemerintahan dan admnistrasi Negara baik tindakan privat dan tindakan yang bersifat publik. Seorang atau badan hukum perdata Kualifikasi untuk memnentukan subjek hukum mampu atau tidak mampu mendukung atau memikul hak dan kewajiban hukum berdasarkan hukum keperdataan. Bersifat konkrit.

tidak boleh mengandung kekurangan yuridis. ketetapan positif dan negative. 4. Tindakan hukum badan atau pejabat TUN yang bersumber pada suatu ketentuan hukum TUN. yang dapat menimbulkan hak dan kewajiban. 2. Harus diberi bentuk yang telah ditentukan peraturan perundang undangan yang menjadi 3. Syarat-Syarat Pembuatan Ketetapan A.Macam-macam Ketetapan a. Ketetapan suatu pernyataan kehendak. maka tiap-tiap nama orang yang terkena keputusan . 4. b. 3. Harus berhubungan dengan pelaksanaan ketetapan. B. ketetapan eenmalig dan ketetapan permanen d. Syarat Formal 1. Ketetapan harus berdasarkan situasi atau keadaan tertentu. Jangka waktu harus ditentukan antara timbulnya ketetapan harus diperhatikan. ketapan yang bebas dan terikat e. Ditentukan dan berhubungan dengan cara dibuatnya sebuah ketetapan harus terpenuhi 2. Apabila yang dituju itu lebih dari seorang. Ketetapan deklatoir dan ketetapan konstitutif. Setiap pembuatan dan penerbitan keputusan harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan atau harus didasarkan pada wewenang pemerintahan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan. Dasar keluarnya ketetapan itu. Organ pemerintahan yang membuat ketetapan harus berwenang. 5. Tanpa dasar kewenangan. syarat materil 1. badan atau pejabat TUN tidak dapat membuat dan menerbitkan keputusan atau keputusan tersebut menjadi tidak sah. Ketetapan harus dilaksanankan tanpa melanggarm peraturan peraturan yang lain. ketetapan yang menguntungkan dan memberi beban c.

Tindakan hukum berarti tindakan yang berdasarkan sifatnya dapat menimbulkan akibat hukum tertentu atau tindakan hukum adalah tindakan yang dimaksudkan untuk menciptakan hak dan kewajiban. Final artinya sudah definitif dan oleh karena itu dapat menimbulkan akibat hukum. . tindakan hukum TUN merupakan tindakan hukum yang dilakukan oleh badan atau pejabat TUN untuk menimbulkan akibat hukum tertentu. Dengan demikian.tersebut harus disebutkan satu per satu. Keputusan merupakan wujud konkret dari tindakan hukum TUN. khususnya di bidang pemerintahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful