DAFTAR ISI

Daftar isi ............................................................................................. 1 Pendahuluan ............................................................................................. 2 Isi Pembahasan A. anamnesis B. pemeriksaan a.fisik b.penunjang C. diagnosis ..................................................................... 3 ..................................................................... 3 ..................................................................... 3 ..................................................................... 4 ..................................................................... 4 ............................................................................................. 3

a.working diagnosis ..................................................................... 4 b.differensial diagnosis.................................................................... 6 D. gejala klinis E. patofisiologi F. epidemiologi G. etiologi H. penatalaksanaan I. komplikasi J. prognosis Penutup Kesimpulan ............................................................................................. 13 ..................................................................... 7 ..................................................................... 9 ..................................................................... 9 ..................................................................... 10 ..................................................................... 10 ..................................................................... 11 ..................................................................... 12

Daftar Pustaka............................................................................................. 14

1

PENDAHULUAN Latar belakang Fraktur antebrachii adalah terputusnya kontinuitas tulang radius ulna. Untuk mempelajari tentang fraktur antebrachii Anamnesis dan pemeriksaan Diagnosis Gejala klinis Patofisiologi Epidemielogi Etiologi Penatalaksanaan komplikasi Prognosis Pencegahan 2 . 2. Untuk memenuhi tugas PBL Musculoskeletal 2 yakni membuat hasil tertulis pribadi. pada anak biasanya tampak angulasi anterior dan kedua ujung tulang yang patah masih berhubungan satu sama lain. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini adalah : 1. Gambaran klinis fraktur antebrachii pada orang dewasa biasanya tampak jelas karena fraktur radius ulna sering berupa fraktur yang disertai dislokasi fragmen tulang.

Jangan lupa untuk meneliti kembali trauma di tempat lain secara sistematik dari kepala. dan pemendekan . baik pada gerakan aktif maupun pasif.Krepitasi. misalnya pada fraktur kruris tidak dapat berjalan. gerakan-gerakan yang tidak mampu dilakukan. berarti fraktur patologis. arah trauma.ISI PEMBAHASAN A.Deformitas. Tetapi pada tulang spongiosa atau tulang rawan epifisis tidak terasa krepitasi. range of motion (derajat dari ruang lingkup gerakan sendi). cari apakah terdapat: . PEMERIKSAAN a. berat-ringan trauma. b. . Move. dan kekuatan. Fisik a. Look. . terdiri dari penonjolan yang abnomal (misalnya pada fraktur kondilus lateralis humérus).Lihat juga ukuran panjang tulang. Pemeriksaan nyeri sumbu tidak dilakukan lagi karena akan menambah trauma. . dan true length (jarak antara SIAS dengan maleolus medialis). leher. jenisnya.Functio laesa (bilangnya fungsi). angulasi. dan posisi pasien atau ekstremitas yang bersangkutan (mekanisme trauma). terasa bila fraktur digerakkan. misalnya pada tungkai bawah meliputi apparent length (jarak antara umbilikus dengan maleolus medialis).Nyeri bila digerakkan. c. muka. untuk mencari: . rotasi. Feel. ANAMNESIS Bila tidak ada riwayat trauma. apakah terdapat nyeri tekan. dan perut1 B. di mana terjadinya.1 3 . dada. bandingkan kiri dan kanan. Pemeriksaan ini sebaiknya tidak dilakukan karena menambah trauma. Trauma harus diperinci kapan terjadinya.Seberapa jauh gangguan-gangguan fungsi.

Pemeriksaan penunjang lainnya ialah pemeriksaan laboratorium.b. 2 kali (untuk memastikan fraktur tidak berubah dalam 1 minggu) Pada pemeriksaan radiologis perlu diperhatikan adanya luksasi sendi radioulnar proksimal atau distal yang lebih dicurigai apabila ditemukan fraktur hanya pada salah satu tulang disertai dislokasi. Pada penggunaan x-ray ini ada hal yang penting yang harus diperhatikan. Working diagnosis Fraktur antebrachii Fraktur antebrachii adalah terputusnya kontinuitas tulang radius ulna. khususnya pada anak-anak dimana masih mempunyai lempeng pertumbuhan agar diagnosis tidak tertukar dengan celah lempeng pertumbuhan. trombosit) Gula darah sewaktu PT. Pemeriksaan laboratorium ini juga penting untuk mengetahui adanya infeksi atau komplikasi yang terjadi. Sehingga dapat melihat jenis patahan tulang. Rules of two terdiri dari : 2 posisi anteroposterior dan lateral 2 sendi pada sendi atas dan bawah pada tulang yang patah 2 ekstremitas kanan dan kiri. DIAGNOSIS a. pada anak biasanya tampak angulasi anterior dan kedua ujung tulang yang patah masih berhubungan satu sama 4 .APTT Golongan darah (jika sewaktu-waktu diperlukan transfusi darah)2 C. Setiap kali melakukan pemeriksaan x-ray ini. Penunjang X-ray image Penggunaan x-ray sangat penting untuk melihat keadaan tulang.Leukosit. dokter atau pemeriksa harus menerapkan rules of two ini untuk mengurangi persentase kesalahan dalam menegakan diagnosis sekecil mungkin. yaitu rules of two. Pemeriksaan lab yang perlu dilakukan adalah antara lain : Darah rutin (HB.

Anamnesis . Trauma harus diperinci kapan terjadinya. kadang-kadang intraartikular. Fraktur ini biasa terjadi pada orang muda. Saat pasien jatuh dengan tangan terbuka yang menahan badan. fraktur terbuka. tubuh beserta lengan berputar ke dalam (endorotasi). Pasien terjatuh dalam keadaan tangan terbuka dan pronasi. arah trauma. muka. karena itu sering disebut reverse Colles fracture. Gambaran klinis fraktur antebrachii pada orang dewasa biasanya tampak jelas karena fraktur radius ulna sering berupa fraktur yang disertai dislokasi fragmen tulang.  Fraktur Montegia Fraktur Montegia merupakan fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi sendi radius ulna proksimal.3 Ada empat macam fraktur yang khas:  Fraktur Colles Deformitas pada fraktur ini berbentuk seperti sendok makan (dinnerfork deformity). Pasien jatuh dengan tangan menahan badan sedang posisi tangan dalam keadaan volar fleksi pada pergelangan tangan dan pronasi. Terjadi karena trauma langsung. Tangan terbuka yang terfiksasi di tanah berputar keluar (eksorotasi/ supinasi). di mana terjadinya. tanda-tanda sepsis pada fraktur terbuka yang mengalami infeksi. jenisnya. dan perut 2.  Fraktur Smith Fraktur Smith merupakan fraktur dislokasi ke arah anterior (volar). Jangan lupa untuk meneliti kembali trauma di tempat lain secara sistematik dari kepala. berat-ringan trauma. terjadi pula rotasi lengan bawah dalam posisi pronasi waktu menahan berat badan yang memberi gaya supinasi.lain. Pemeriksaan umum Dicari kemungkinan komplikasi umum seperti syok pada fraktur multipel. 5 . Diagnosis 1. leher. dan posisi pasien atau ekstremitas yang bersangkutan (mekanisme trauma). fraktur pelvis. berarti fraktur patologis. dada. Bila tidak ada riwayat trauma.  Fraktur Galeazzi Fraktur Galeazzi merupakan fraktur radius distal disertai dislokasi sendi radius ulna distal. Garis patahan biasanya transversal.

cari apakah terdapat: . misalnya pada fraktur kruris tidak dapat berjalan. Diagnosis 1. dan true length (jarak antara SIAS dengan maleolus medialis). Pemeriksaan ini sebaiknya tidak dilakukan karena menambah trauma. Anamnesis Ada trauma Mekanisme trauma yang sesuai. Feel. misalnya pada tungkai bawah meliputi apparent length (jarak antara umbilikus dengan maleolus medialis).Krepitasi.Nyeri bila digerakkan. angulasi.Seberapa jauh gangguan-gangguan fungsi. misalnya trauma ekstensi dan eksorotasi pada dislokasi anterior sendi bahu Ada rasa sendi keluar 6 . bandingkan kiri dan kanan.3. c.1 b. Move.Functio laesa (bilangnya fungsi). dan pemendekan . baik pada gerakan aktif maupun pasif. . . apakah terdapat nyeri tekan. .Lihat juga ukuran panjang tulang. terasa bila fraktur digerakkan. b. Pemeriksaan status lokalis Tanda-tanda klinis pada fraktur tulang panjang: a. untuk mencari: . gerakan-gerakan yang tidak mampu dilakukan. terdiri dari penonjolan yang abnomal (misalnya pada fraktur kondilus lateralis humérus). Look. Dislokasi merupakan suatu kedaruratan yang memerlukan pertolongan segera.Deformitas. rotasi. range of motion (derajat dari ruang lingkup gerakan sendi). Diferensial diagnosis Dislokasi Dislokasi adalah keluarnya (bercerainya) kepala sendi dari mangkuknya. dan kekuatan. Tetapi pada tulang spongiosa atau tulang rawan epifisis tidak terasa krepitasi. Pemeriksaan nyeri sumbu tidak dilakukan lagi karena akan menambah trauma.

misalnya dislokasi siku. misalnya dislokasi posterior sendi panggul kedudukan panggul endorotasi.  Gangguan fungsi Setelah terjadi fraktur ada bagian yang tidak dapat digunakan dan cenderung menunjukkan pergerakan abnormal. dislokasi bahu. ekstremitas tidak berfungsi secara teratur karena fungsi normal otot tergantung pada integritas tulang yang mana tulang tersebut saling berdekatan. fleksi. 2. Penatalaksanaan 1. Deformitas • Hilangnya tonjolan tulang yang normal.  Deformitas/kelainan bentuk Perubahan tulang pada fragmen disebabkan oleh deformitas tulang yang diketahui ketika dibandingkan dengan daerah yang tidak luka. Dislokasi bahu. dan aduksi. Lakukan reposisi segera. Pemeriksaan klinis a. misalnya bahu tidak dapat endorotasi pada dislokasi anterior bahu. 7 . atau jari dapat direposisi dengan anestesi lokal dan obat penenang misalnya valium. hal ini dapat terjadi pada dislokasi rekurens atau habitual 2. siku. GEJALA KLINIS  Nyeri Nyeri kontinue/terus-menerus dan meningkat semakin berat sampai fragmen tulang tidak bisa digerakkan. b. 3. Nyeri c. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi untuk memastikan arah dislokasi dan apakah disertai fraktur. Dislokasi sendi besar. Dislokasi sendi kecil dapat direposisi di tempat kejadian tanpa anestesi. misalnya deltoid yang rata pada dislokasi bahu • Pemendekan atau pemanjangan (misalnya dislokasi anterior sendi panggul) • Kedudukan yang khas untuk dislokasi tertentu. misalnya panggul memerlukan anestesi umum. dislokasi jari (pada fase syok).1 D.- Bila trauma minimal. Functio laesa.

dan deviasi ke radial (garden spade deformity). gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior. Fraktur Smith Penonjolan dorsal fragmen proksimal. Sedangkan pada tipe fleksi. Pada tipe ekstensi gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi.5 cm dari permukaan sendi distal radius Dislokasi fragmen distalnya ke arah posterior/dorsal  Subluksasi sendi radioulnar distal Avulsi prosesus stiloideus ulna. Pemendekan Pada fraktur tulang panjang terjadi pemendekan yang nyata pada ekstremitas yang disebabkan oleh kontraksi otot yang berdempet di atas dan di bawah lokasi fraktur. Pada pergelangan tangan dapat diraba tonjolan ujung distal ulna.  Fraktur Galeazzi Tampak tangan bagian distal dalam posisi angulasi ke dorsal.  Bengkak dan perubahan warna Hal ini disebabkan oleh trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. fragmen distal di sisi volar pergelangan.  Krepitasi Suara detik tulang yang dapat didengar atau dirasakan ketika fraktur digerakkan.4 Berikut adalah manifestasi klinik dari fraktur antebrachii :  Fraktur Colles Fraktur metafisis distal radius dengan jarak _+ 2.  Fraktur Montegia Terdapat 2 tipe yaitu tipe ekstensi (lebih sering) dan tipe fleksi.1 8 .

PATOFISIOLOGI Apabila tulang hidup normal mendapat tekanan yang berlebihan. dan akan menimbulkan derik atau krepitasi karena adanya gesekan antara fragmen tulang yang patah. kerusakan hebat pada struktur jaringan lunak dan jaringan disekitarnya yaitu ligament. orang dewasa lebih sering frkatur tulang panjang. otot. Setelah fraktur lengkap. tendon. Pada anak-anak. maka akan timbul nyeri. Sebanyak 20% anak-anak yang mengalami cidera disertai fraktur. Injuri muskuloskeletal adalah cidera yang paling sering dialami anak-anak. fraktur ekstremitas atas lebih sering dijumpai daripada fraktur ekstremitas bawah (Beaty & Kasser. EPIDEMIOLOGI Fraktur terbagi menjadi dua golongan yaitu fraktur pada orang dewasa. 2001). sehingga terjadi pemendekkan tulang.3 F. Dan sebanyak 30% fraktur pada anak melibatkan lempeng pertumbuhan. Maka tulang menjadi patah sehingga tulang yang mengalami fraktur akan terjadi perubahan posisi tulang. sebagian oleha karena kekuatan cidera dan bias juga gaya berat dan tarikan otot yang melekat.E. Fraktur dapat tertarik dan terpisah atau dapat tumpang tindih akibat spasme otot. Pola kejadian anatomis dan penangannya pun berbeda sesuai dengan golongan umur. fragmen-fragmen biasanya akan bergeser. baik secara langsung maupun tidak langsung. orang tua dan fraktur pada anak-anak. 9 . pembuluh darah dan persyarafan yang mengelilinginya. Tulang pada permukaan fraktur yang tidak mendapat persediaan darah akan mati sepanjang satu atau dua millimeter. sedangkan anak-anak jarang mengalami robekan ligamen. Dan diperkirakan sebanyak 42% pada anak laki-laki dan 27% pada anak perempuan. Kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan tersebut mengakibatkan jaringan tidak mampu menahan kekuatan yang mengenainya. Periosteum akan terkelupas dari tulang dan robek dari sisi yang berlawanan pada tempat terjadinya trauma. Ruptur pembuluh darah didalam fraktur. Orang tua lebih sering menderita fraktur vertebra atau collum femur karena osteoporosis.

deviasi ulnar.G. Imobilisasi dilakukan selama 4 . pemuntiran atau penarikan.6 minggu. Bila terkena kekuatan langsung Tulang dapat patah pada tempat yang terkena.4 H. ETIOLOGI fraktur dapat terjadi akibat :  Fraktur akibat peristiwa trauma Fraktur yang disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan. yang dapat berupa pemukulan.  Kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologik) Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang itu lemah (misalnya oleh tumor) atau kalau tulang itu sangat rapuh. Bila terkena kekuatan tak langsung Tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang terkena itu. traksi kemudian posisi tangan volar fleksi. penekukan. deviasi ulna (untuk mengoreksi deviasi radial) dan diputar ke arah pronasio (untuk mengoreksi supinasi). Lalu diimobilisasi dengan gips di atas siku selama 4 . PENATALAKSANAAN Berikut adalah penatalaksanaan fraktur antebrachii : Fraktur Colles Pada fraktur Colles tanpa dislokasi hanya diperlukan imobilisasi dengan pemasangan gips sirkular di bawah siku selama 4 minggu. Bila disertai dislokasi diperlukan tindakan reposisi tertutup. jaringan lunak rusak. 10 .6 minggu. Fraktur Smith Dilakukan reposisi dengan posisi tangan diletakkan dalam posisi dorsofleksi ringan. Dilakukan dorsofleksi fragmen distal. dan supinasi maksimal (kebalikan posisi Colles). kerusakan jaringan lunak pada fraktur mungkin tidak ada.  Fraktur kelelahan atau tekanan Akibat dari tekanan yang berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan retak yang terjadi pada tulang. penghancuran.

11 .Fraktur Galeazzi Dilakukan reposisi dan imobilisasi dengan gips di atas siku. 3. Bila gagal. Tanda lain adalah terjadinya paralysis.1 I. Kerusakan Saraf Terjadi karena cidera kerusakan saraf itu sendiri atau karena adanya penekanan oleh gips. kemudian diputar ke arah supinasi penuh. posisi netral untuk dislokasi radius ulna distal. Kerusakan saraf ini akan menyebabkan kerusakan fungsi sensorik. dan berkurangnnya denyut nadi. KOMPLIKASI komplikasi fraktur adalah : 1. Tekanan ini dapat menyebabkan sirkulasi darah berkurang dengan demikian akan menimbulkan iskemik pada jaringan otot yang makin lama akan mengakibatkan kematian jaringan otot yang akan diganti oleh jaringan fibrotik sehingga terjadi kontraktur. 2. Iskemik Dengan adanya oedem akibat fraktur akan menekan pada jaringan sekitarnya termasuk vaskuler. penolong melakukan tarikan lengan bawah ke distal. dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula. dan fleksi. Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90° dan posisi lengan bawah supinasi penuh. Setelah itu. dilakukan reposisi terbuka dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw). Asisten memegang lengan atas. deviasi ulnar. Sindrom Kompartemen Terjadi bila pembengkakan akibat fraktur atau tekanan dalam suatu ruang yang dibatasi oleh kompartemen atau inflamasi yang mengakibatkan peningkatan dari dalam. Gejala utama dari sindrom kompartemen adalah rasa sakit yang bertambah parah terutama pada pergerakan pasif dan nyeri tersebut tidak hilang oleh narkotik. Fraktur Montegia Dilakukan reposisi tertutup.

Pengobatan : Kultur dan tes sensitif antibiotik. Serangan : 2-3 hari setelah cedera. putus asa. 5. pucat. Pencegahan : Terapkan teknik aseptis pada waktu membalut luka terbuka. PROGNOSIS Prognosis baik jika penanganan dan terapi yang dilakukan juga baik dan tepat namun butuh waktu untuk penyembuhan jika fraktur sangat berat. dyspnea. pemberian oksigen. cortico. drainage. Osteomyelitis Kuman masuk ke dalam luka atau dari daerah lain dari tubuh. bingung. 12 . Gejala : Edema. pucat.Gejalanya: dingin. Pengobatan : Tindakan yang menunjang yakni sikap fowler. nyeri. sianosis. nyeri terdapat pus.steroid dan imobilisasi yang baik serta penanganan yang cermat dapat mencegah terulangnya masalah. 4. Infeksi bagian sum-sum saluran havar dan subperiosteal yang berakibat merusak tulang oleh enzim proteolitik. Emboli Perubahan tekanan pada fraktur menyebabkan molekul lemak terdorong dari sum-sum ke dalam peredaran darah sistemik berakibat gangguan pada respiratori dan sistem saraf pusat. berikan diuretik. transfusi darah untuk mengatasi shock hipovolemik. bengkak distal dari cedera atau gips. Serangannya pada saat terjadi cedera atau setelah pakai gips. 6. Gejalanya : sakit dada. Nekrosis Avaskuler Nekrosis terjadi ketika daerah tulang rusuk karena kematian tulang sehingga aliran darah terganggu dan tulang akan mengalami osteoporosis dan nekrosis. debridemen. perdarahan petechieare pada kulit dan conjungtiva.4 J. bronkhodilator.

terutama pada anak-anak biasanya cukup dengan menggunakan metode konservatif. Diagnosis sementara menunjukan bahwa anak tersebut mengalami fraktur antebrachii.monteggia. 13 . dimana penanganannya jauh berbeda daripada fraktur pada orang dewasa. Prognosis fraktur pediatrik baik apabila ditangani dengan tepat serta tidak ditemukan komplikasi sebelum atau setelah penatalaksanaan. Penanganan fraktur ini.smith. Dalam makalah ini membahas mengenai fraktur antebrachii. khususnya fraktur pediatrik. Fraktur dapat disebabkan oleh trauma maupun langsung atau tidak langsung dan keadaan patologis. Dalam skenario disebutkan bahwa anak jatuh dengan tangannya menopang berat badannya. dan galeazzi.PENUTUP KESIMPULAN Fraktur merupakan suatu cidera yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Fraktur ini dapat dibagi menjadi empat yaitu colles. Tetapi pada kejadian ini fraktur yang diderita biasanya merupakan fraktur radius distal atau ulna dimana disebutkan bahwa anak tersebut jatuh dengan tangannya sebagi penumpu.

2005.web.com/2009/05/laporan-pendahuluan-asuhankeperawatan.blogspot.2000. 840-55. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC.html 14 .Wardhani Ika Wahyu.p. 865-7.trinoval. 3.FKUI.Suprohaita. Jong WD. 2.Setiowulan Wiwiek.id/2010/04/fraktur-antebrachii. Mansjoer Arif.DAFTAR PUSTAKA 1. Di unduh dari http://www.Kapita Selekta Kedokteran. Buku ajar ilmu bedah.Ed 3 jilid 2. 2nd ed. Editor : Sjamsuhidajat R.html 4. Cetakan 1. Di unduh dari http://kfirzi-ners.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful