You are on page 1of 11

INDIKATOR ASAM DAN BASA ALAMIDALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

DISUSUN OLEH :       ABDI DERMAWAN DICKY MAHENDRA ELMI SUWANDI FRANSISKA FEBRIYANI IKA RAHMA DONA RIBKA AGUSTINA

IF YOU WANT TO SUCCESS YOU MUST TRY, TRY, TRY, AND TRY AGAIN

SMK NEGERI 1 BANGKINANG
JL. Tuanku Tambusai No. 20 Bangkinang Telp/Fax (0762) 21310/ 21313 Blog : http://trigps.blogspot.com/ E-mail : tri_gps@yahoo.co.id

PRAKTIKUM KIMIA

SMK NEGERI 1 BANGKINANG
Jln.T.Tambusai Telp.(0762) 21310 Fax. (0762) 21310 Bangkinang

TAHUN PELAJARAN 2011/2012
KELAS STUDY PROGRAM WAKTU Judul Praktikan : : : XI TPTU, TP, TKJ, TKR 60 MENIT/GROUP

: ”Indikator Asam Basa Alami” : 1. ELMI SUWANDI 2. ABDI DERMAWAN 3. RIBKA AGUSTINA 4. FRANSISKA FEBRYANI 5. IKA RAHMA DONA 6. DICKY MAHENDRA

Kelas Tanggal

: XI TKJ 1 : 19 april 2012

I. Tujuan Kegiatan Menentukan apakah AIR, CUKA, AIR JERUK, SHAMPO, dan SABUN bersifat asam atau basa. II. Dasar Teori Dalam kehidupan sehari-hari akan ditemukan senyawa dalam tiga keadaan yaitu asam, basa, dan netral. Ketika mencicipi rasa jeruk maka akan terasa asam karena jeruk mengandung asam. Sedangkan ketika mencicipi sampo maka akan terasa pahit karena sampo mengandung basa. Namun sangat tidak baik apabila untuk mengenali sifat asam atau basa dengan mencicipinya karena mungkin saja zat tersebut mengandung racun atau zat yang berbahaya. Sifat asam dan basa suatu zat dapat diketahui menggunakan sebuah indikator. Indikator yang sering digunakan antara lain kertas lakmus, fenolftalein, metil merah dan brom timol biru. Indikator tersebut akan memberikan perubahan warna jika ditambahkan larutan asam atau basa. Indikator ini biasanya dikenal sebagai indikator sintetis. Dalam pembelajaran kimia khususnya materi asam dan basa indikator derajat keasaman diperlukan untuk mengetahui pH

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

suatu larutan. Karena itu setiap sekolah seharusnya menyediakan indikator sintetis untuk percobaan tersebut. Tetapi pada kenyataannya, tidak semua sekolah mampu menyediakan indikator sintetis. Oleh karena itu diperlukan alternatif lain sehingga proses pembelajaran tetap berjalan lancar indikator pH sintetis dapat diganti dengan alternatif lain berupa indikator pH dari bahan-bahan alam atau tanaman. Muhammad Hizbul W, Eko Yuliyanto & Martina Retnoyuanni dari jurusan pendidikan kimia FMIPA UNY meneliti tentang pembuatan indikator pH dari bunga tapak dara (Vinca Rosea U), bunga jengger ayam (Celosia Cristata L), dan bunga tembelekan (Lantara Camara L) dengan didasari pemikiran bahwa zat warna pada tanaman merupakan senyawa organik berwarna seperti dimiliki oleh indikator sintetis, selain itu mudah dibuat juga murah karena bahan-bahannya mudah didapat serta menambah pengetahuan tentang manfaat bunga tapakdara, jengger ayam dan tembelekan. Karakteristik bunga yang baik digunakan sebagai indikator pH yaitu bunga yang masih segar berwarna tua digunakan hanya mahkota bunga sedangkan benang sari dan putik tidak digunakan. Pada pembuatan indikator cair bunga dicuci dengan air mengalir agar bersih juga dimaksudkan agar pigmen warna bunga tidak ikut larut dalam air. Bunga yang sudah dicuci kemudian dipotong kecil-kecil untuk memperluas permukaan bunga sehingga proses pelarutan bunga lebih efektif. Semakin luas permukaan bunga maka semakin banyak pigmen warna bunga yang larut pada proses pelarutan. Pada proses pemotongan bunga tidak dicincang melainkan dipotong kecil-kecil. Setelah bunga dipotong selanjutnya bunga dikeringkan dalam oven untuk mengurangi kadar air yang terkandung. Pengovenan dilakukan pada suhu 50ºC selama 15 menit. Pada suhu tersebut, pigmen bunga tidak berubah sehingga ketika dilarutkan akan menghasilkan warna yang mudah diamati. Apabila pengeringan dilakukan pada suhu lebih besar dari 50ºC maka warna bunga akan berubah karena karakteristik warna bunga awal hilang. Bunga yang sudah kering dimasukkan dalam stoples dan ditambahkan alkohol 70% sampai ± 0,5 cm di atas bunga lalu didiamkan semalam agar pigmen warna bunga larut dalam alkohol. Alkohol 70% sebenarnya merupakan etanol, yang dipilih sebagai pelarut selain dilihat dari sifat polarnya juga dilihat dari aspek ekonomisnya. Etanol lebih mudah didapatkan dan harganya lebih murah dibandingkan dengan jenis alkohol lainnya. Penggunaan pelarut untuk melarutkan bunga digunakan secukupnya karena apabila berlebihan maka larutan yang dihasilkan akan menjadi encer sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan kurang baik. Setelah semalam, larutan disaring untuk mendapatkan filtratnya yaitu ekstrak bunga. Ekstrak bunga tersebut merupakan indikator cair. Kemudian indikator cair dituangkan dalam stoples lain dan disimpan dalam kulkas sampai akan digunakan. Cara penggunaan indikator cair yaitu

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

meneteskan indikator tersebut pada larutan yang akan diuji pHnya. Larutan akan memberikan perubahan warna yang kemudian perubahan warna tersebut dicocokkan dengan warna pada trayek pH indikator tersebut. Masing-masing warna pada trayek pH memiliki pH yang berbeda setiap warnanya. Warna larutan yang sama dengan warna pada trayek pH menunjukkan bahwa pH larutan sama dengan pH pada trayek pH indikator tersebut.

III. Alat a) Lumpang – Alu b) Sendok Plastik 5 buah c) Pipet tetes/Suntikan d) Gelas Kimia IV. Bahan-bahan: a) AQUADES b) KUNYIT c) BAYAM MERAH MEMBAWA ZAT-ZAT YANG DIDUGA ASAM, BASA DAN NETRAL:
  

CUKA AIR JERUK NIPIS/LIMAU JENIS SABUN MANDI (BERUPA CAIRAN)

No 1 2 3 4 5 Aquades Jeruk Shampoo Sabun Cuka

Nama Larutan

Jumlah secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

V. Prosedur Percobaan 1) 2) 3) 4) Siapkan alat dan bahan Teteskan larutan sampel pada masing-masing sendok Gerus bunga mawar dengan menggunakan lumping-alu. Setelah bunga mawar cukup halus, tambahkan alcohol sebanyak 10 ml kemudian gerus kembali sampai cairan dari gerusan bunga mawar tersebut keluar. 5) 6) 7) 8) 9) Ambil ekstrak cairan dari bunga mawar tersebut pada gelas kimia atau gelas plastic. Teteskan masing-masing 2-3 tetes ekstrak bunga mawar pada masing-masing sendok. Lihat dan catat perubahan warna zat setelah ditetesi dengan ekstrak dari bunga mawar. Ulangi langkah no 2 Ulangi langkah no. 3-7 dengan menggunakan kunyit dan bayam merah secara bergantian.

Catatan: Cara pembuatan indikator alami dari bayam merah a) b) c) d) Bayam merah diiris kecil-kecil, rendam dalam air suling yang sudah dipanaskan, Di tunggu sampai air berwarna ungu. Saring dan diamkan dalam suhu ruang sampai dingin. Indikator dapat disimpan dalam lemari es jika tidak digunakan.

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

VI. Tabel pengamatan Hasil pengamatan berbagai indikator dalam larutan asam, basa, dan netral Sampel Air Jeruk Cuka Shampo Sabun Bayam merah Pink Pink ke unguan Pink Pink ke unguan Coklat muda Kunyit Kuning Orange Orange Orange Coklat tua Bunga sepatu Pink Merah Pink keunguan Pink keunguan Hijau tua Sifat larutan Netral Asam Asam Basa Basa

VII. Bahan Diskusi Bagaimana membedakan asam dan basa melalui rasa dan sentuhan ? Asam dan Basa dapat Dibedakan dari Rasa dan Sentuhan Apa yang terdapat dalam pikiran Anda ketika mendengar kata asam? Apakah Anda berpikir pada suatu benda yang rasanya masam atau asam adalah suatu zat yang dapat membakar kulit Anda dan melarutkanlogam? Semua itu tergantung dari sifat khas beberapa asam.Pernahkah Anda membersihkan saluran yang tersumbat dengan pembersih saluran? Meminum obat anti maag (antasid) untuk mengatasi gangguan sakit perut dan merasakan licinnya sabun? Hal ini berarti Anda telah berpengalaman dengan sifat kimia basa. Asam mempunyai rasa masam. Rasa masam yang kita kenal misalnya pada beberapa jenis makanan seperti jeruk, jus lemon, tomat, cuka, minuman ringan (soft drink) dan beberapa produk seperti sabun yang mengandung belerang dan air accu (Gambar 13). Sebaliknya, basamempunyai rasa pahit. Tetapi, rasa sebaiknya jangan digunakan untukmenguji adanya asam dan basa, karena beberapa asam dan basa dapat mengakibatkan luka bakar dan merusak jaringan.

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

Seperti halnya rasa, sentuhan bukan merupakan cara yang aman untuk menguji basa, meskipun Anda telah terbiasa dengan sentuhan sabun saat mandi atau mencuci. Basa (seperti sabun) bersifat alkali, bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami pergantian. Reaksi ini merupakan bagian dari rasa licin yang diberikan oleh sabun, yang sama halnya dengan proses pembersihan dari produk pembersih saluran.

Beberapa asam yang telah dikenal dalam kehidupan sehari-hari disajikan dalam Tabel 4.

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

Tabel 4. Beberapa Asam dan Basa Yang Telah Dikenal

Asam juga merupakan kebutuhan industri yang vital. Empat macam asam yang paling penting dalam industri adalah asam sulfat, asam fosfat, asam nitrat dan asam klorida. Asam sulfat (H2SO4) merupakan cairan kental menyerupai oli. Umumnya asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk, pengilangan minyak, pabrik baja, pabrik plastik, obat-obatan, pewarna, dan untuk pembuatan asam lainnya. Asam fosfat (H3PO4) digunakan untuk pembuatan pupuk dan deterjen. Namun, sangat disayangkan bahwa fosfat dapat menyebabkan masalah pencemaran di danau-danau dan aliran sungai. Asam nitrat (HNO3) banyak digunakan untuk pembuatan bahan peledak dan pupuk. Asam nitrat pekat merupakan cairan tidak berwarna yang dapat mengakibatkan luka bakar pada kulit manusia. Asam klorida (HCl) adalah gas yang tidak berwarna yang dilarutkan dalam air. Asap HCl dan ion-ionnya yang terbentuk dalam larutan, keduanya berbahaya bagi jaringan tubuh manusia. Dalam keadaan murni, pada umumnya basa berupa kristal padat. Produk rumah tangga apa yang mengandung basa? Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa, antara lain deodorant, antasid, dan sabun. Basa yang digunakan secara luas adalah kalsium hidroksida, Ca(OH)2 yang umumnya disebut soda kaustik suatu basa yang berupa tepung kristal putih yang mudah larut dalam air. Basa yang paling banyak digunakan adalah amoniak. Amoniak

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang sangat menyengat, sehingga sangat mengganggu saluran pernafasan dan paru-paru bila gas terhirup. Amoniak digunakan sebagai pupuk, serta bahan pembuatan rayon, nilon dan asam nitrat. VIII. Kesimpulan  Berdasarkan hasil praktikum kami, kami menyimpulkan :

1. Air jika di larutkan dengan Bayam merah,kunyit,bunga sepatu akan mempunyai sifat larutan NETRAL. 2. Jeruk jika di larutkan dengan Bayam merah,kunyit,bunga sepatu akan mempunyai sifat larutan ASAM. 3. Cuka jika di larutkan dengan Bayam merah,kunyit,bunga sepatu akan mempunyai sifat larutan ASAM. 4. Shampo jika di larutkan dengan Bayam merah,kunyit,bunga sepatu akan mempunyai sifat larutan BASA. 5. Sabun jika di larutkan dengan Bayam merah,kunyit,bunga sepatu akan mempunyai sifat larutan BASA.

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

IX. FOTO-FOTO KEGIATAN PRAKTIKUM  Percobaan dengan larutan bunga sepatu : Sebelum Sesudah

percobaan dengan larutan kunyit : Sebelum Sesudah

percobaan dengan larutan bayam merah : Sebelum Sesudah

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id

Foto-foto anggota :

Blog: KIMIA SMK ASYIK E-mail: tri_gps@yahoo.co.id