BAB II ISI

1. Sejarah

Awal dari penggunaan penguat operasional adalah tahun 1940-an, ketika sirkuit elektronika dasar dibuat dengan menggunakan tabung vakum untuk melakukan operasi matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, integral, dan turunan. Istilah penguat operasional itu sendiri baru digunakan pertama kali oleh John Ragazzini dan kawan-kawan dalam sebuah karya tulis yang dipublikasikan pada tahun 1947. Kutipan bersejarah dalam karya tulis tersebut adalah:

"As an amplifier so connected can perform the mathematical operations of arithmetic and calculus on the voltages applied to its inputs, it is hereafter termed an operational amplifier." (Ragazzini, et.al, 1947) (dalam bahasa Indonesia: "Oleh karena penguat dapat dihubungkan untuk melakukan operasi matematika dan kalkulus terhadap tegangan yang dikenakan terhadap masukannya, maka digunakan istilah penguat operasional.") Penguat operasional yang tersedia secara komersial untuk pertama kalinya adalah K2W yang diproduksi oleh Philbrick Researches, Inc. dari Boston antara tahun 1952 hingga awal 1970-an. Penguat operasional tersebut harus dijalankan pada tegangan +/- 300 V dan memiliki berat 85 g dan berukuran 3,8 cm x 5,4 cm x 10,4 cm dan dijual seharga US$22. Saat ini penguat operasional tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan tidak lagi menggunakan tabung vakum, melainkan menggunakan transistor. Dalam suatu sirkuit terpadu penguat operasional umumnya terdapat lebih dari 25 transistor beserta resistor dan kapasitor yang diperlukan hanya dalam satu cip silikon. Hasilnya, penguat operasional modern hanya membutuhkan tegangan listrik +/- 18 V, bahkan beberapa jenis seperti LM324 dapat berjalan pada tegangan hanya +/- 1,5 V. Penguat operasional KA741 dari Fairchild Semiconductor

yang banyak digunakan bahkan hanya berukuran 5,7 mm x 4,9 mm x 1,8 mm dan tersedia di pasaran dengan harga hanya Rp3.500 (US$0,37).

K2-W, penguat operasional komersial pertama yang dibuat dari tabung vakum.

2. Pengertian dasar op-amp

Penguat operasional (bahasa Inggris: operational amplifier) atau yang biasa disebut op-amp merupakan suatu jenis penguat elektronika dengan sambatan (bahasa Inggris: coupling) arus searah yang memiliki bati (faktor penguatan atau dalam bahasa Inggris: gain) sangat besar dengan dua masukan dan satu keluaran. Penguat operasional pada umumnya tersedia dalam bentuk sirkuit terpadu dan yang paling banyak digunakan adalah seri 741. Penguat operasional adalah perangkat yang sangat efisien dan serba guna. Contoh penggunaan penguat operasional adalah untuk operasi matematika sederhana seperti penjumlahan dan pengurangan terhadap tegangan listrik hingga dikembangkan kepada penggunaan aplikatif seperti komparator dan osilator dengan distorsi rendah.

Beberapa istilah dan definisinya antara lain:  ϕm: Margin fase. Istilah-istilah dalam OP-AMP Dalam lembar spesifikasi penguat operasional. 3.Notasi Sirkuit Simbol penguat operasional pada gambar sirkuit listrik. . dapat ditemukan banyak istilah-istilah yang berkaitan dengan kerja penguat operasional. di mana:      : masukan non-pembalik : masukan pembalik : keluaran : catu daya positif : catu daya negatif Catu daya pada notasi penguat operasional seringkali tidak dicantumkan untuk memudahkan penggambaran rangkaian. Simbol penguat operasional pada rangkaian seperti pada gambar di samping. yaitu nilai absolut dari ingsut atau pergeseran fase simpal terbuka di antara terminal keluaran dan masukan pembalik pada frekuensi di mana modulus penguatan simpal terbuka adalah satu.

 Av: Penguatan tegangan sinyal besar. CMRR: Nisbah penolakan ragam bersama (bahasa Inggris: common-mode rejection ratio) adalah nisbah atau perbandingan nilai penguatan dari selisih tegangan listrik dalam penguatan ragam bersama (bahasa Inggris: common-mode). impedansi keluaran yang rendah dan lain sebagainya.   Ci: Kapasitansi masukan. impedansi masukan yang tinggi. yaitu hasil penjumlahan paralel impedansi terhadap sinyal kecil di antara tiap terminal masukan dengan bumi. Zo: Impedansi keluaran. yaitu nisbah dari ayunan tegangan puncak ke puncak keluaran terhadap besar perubahan tegangan masukan yang dibutuhkan. Nilai ini diukur dengan cara menentukan nisbah perubahan pada tegangan listrik masukan ragam bersama terhadap perubahan yang dihasilkannya pada tegangan ofset.  4. B1: Lebar pita bati satuan (bahasa Inggris: unity gain bandwidth) adalah rentang frekuensi di mana bati penguatan tegangan simpal terbuka bernilai lebih dari satu. Berikut ini adalah karakteristik dari Op Amp ideal: Penguatan tegangan lingkar terbuka (open-loop voltage gain) AVOL =  ¨ .  Zic: Impedansi masukan ragam bersama. seperti penguatan yang tinggi. adalah timbalbalikan dari nilai penguatan tegangan simpal terbuka pada frekuensi terendah di mana ingsut fase simpal terbuka sedemikian rupa sehingga keluaran sefase dengan masukan pembalik. yaitu Impedansi terhadap sinyal kecil di antara terminal keluaran dengan bumi. Karakteristik Ideal Penguat Operasional Penguat operasional banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena beberapa keunggulan yang dimilikinya. yaitu nilai kapasitansi di antara dua terminal masukan dengan salah satu masukan dibumikan. Am: Margin bati.   GBW: Darab lebar-pita bati (bahasa Inggris: gain bandwidth product) adalah nilai hasil perkalian antara nilai penguatan tegangan simpal terbuka dan frekuensi sinyal saat pengukuran tersebut.

Tetapi para pembuat Op Amp berusaha untuk membuat Op Amp yang memiliki karakteristik mendekati kondisi-kondisi di atas. 1. Tegangan Ofset Keluaran . = 2. Konsep tentang penguatan tegangan tak berhingga tersebut sukar untuk divisualisasikan dan tidak mungkin untuk diwujudkan. harga AVOL adalah antara 5000 (sekitar 74 dB) hingga 100000 (sekitar 100 dB). Berikut ini akan dijelaskan satu persatu tentang kondisi-kondisi ideal dari Op Amp. Karena itu Op Amp baik digunakan untuk menguatkan sinyal yang amplitudonya sangat kecil. Karena itu sebuah Op Amp yang baik harus memiliki karakteristik yang mendekati kondisi ideal.¨ ¨ ¨ ¨ ¨ ¨ Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO = 0 Hambatan masukan (input resistance) RI =  Hambatan keluaran (output resistance) RO = 0 Lebar pita (band width) BW =  Waktu tanggapan (respon time) = 0 detik Karakteristik tidak berubah dengan suhu Kondisi ideal tersebut hanya merupakan kondisi teoritis tidak mungkun dapat dicapai dalam kondisi praktis. Suatu hal yang perlu untuk dimengerti adalah bahwa tegangan keluaran VO jauh lebih besar daripada tegangan masukan Vid. Dalam kondisi praktis. Secara ideal. penguatan tegangan lingkar terbuka adalah: AVOL = Vo / Vid =   AVOL = Vo/(V1-V2) Tanda negatif menandakan bahwa tegangan keluaran VO berbeda fasa dengan tegangan masukan Vid. Tetapi dalam penerapannya tegangan keluaran VO tidak lebih dari tegangan catu yang diberikan pada Op Amp.2. Penguatan Tegangan Lingkar Terbuka Penguatan tegangan lingkar terbuka (open loop voltage gain) adalah penguatan diferensial Op Amp pada kondisi dimana tidak terdapat umpan balik (feedback) yang diterapkan padanya seberti yang terlihat pada gambar 2.

Semakin besar hambatan masukan suatu penguat. tegangan keluaran VO juga = 0. Untuk mengatasi hal ini. Secara ideal hambatan masukan Op Amp adalah tak berhingga. 3. Hambatan Masukan Hambatan masukan (input resistance) Ri dari Op Amp adalah besar hambatan di antara kedua masukan Op Amp. Apalagi apabila tidak digunakan umpan balik maka harga VOO akan menjadi cukup besar untuk menimbulkan saturasi pada keluaran. maka hambatan masukan Op Amp akan meningkat. semakin baik penguat tersebut dalam menguatkan sinyal yang amplitudonya sangat kecil. maka perlu diterapakan tegangan koreksi pada Op Amp. akibat adanya ketidakseimbangan dan ketidakidentikan dalam penguat diferensial dalam Op Amp tersebut. hambatan masukan yang besar adalah suatu hal yang diharapkan. Apabila hal ini tercapai. 4. sehingga dalam suatu penguat. Tetapi dalam kondisi praktis. Dalam suatu penguat. tergantung pada tipe Op Amp. Hambatan Keluaran Hambatan Keluaran (output resistance) RO dari Op Amp adalah besarnya hambatan dalam yang timbul pada saat Op Amp bekerja sebagai pembangkit sinyal. Op Amp yang dapat memenuhi harga tersebut disebut sebagai Op Amp dengan CMR (common mode rejection) ideal. harga VOO = 0 V. harga hambatan masukan Op Amp adalah antara 5 k hingga 20 M. Apabula hal ini tercapai. Dengan hambatan masukan yang besar. Harga ini biasanya diukur pada kondisi Op Amp tanpa umpan balik. Secara ideal. hambatan keluaran yang kecil sangat diharapkan. maka tegangan ofset VOO biasanya berharga sedikit di atas 0 V. Tetapi dalam kondisi praktis. Apabila suatu umpan balik negatif (negative feedback) diterapkan pada Op Amp. Hal ini dilakukan agar pada saat tegangan masukan Vid = 0. . Secara ideal harga hambatan keluaran RO Op Amp adalah = 0.Tegangan ofset keluaran (output offset voltage) VOO adalah harga tegangan keluaran dari Op Amp terhadap tanah (ground) pada kondisi tegangan masukan Vid = 0. maka seluruh tegangan keluaran Op Amp akan timbul pada beban keluaran (RL). maka sumber sinyal masukan tidak terbebani terlalu besar.

hal ini jauh dari kenyataan. 5. waktu tanggapan dari Op Amp memang cepat tetapi tidak langsung berubah sesuai masukan. Dengan diterapkannya umpan balik. yaitu keluaran harus berubah langsung pada saat masukan berubah. Lebar Pita Lebar pita (band width) BW dari Op Amp adalah lebar frekuensi tertentu dimana tegangan keluaran tidak jatuh lebih dari 0.707 dari harga tegangan maksimum pada saat amplitudo tegangan masukan konstan. Tetapi dalam . Tetapi ada juga Op Amp yang khusus dirancang untuk bekerja pada frekuensi beberapa MegaHertz. Op Amp memiliki lebar pita yang tak terhingga. Karakteristik Terhadap Suhu Sebagai mana diketahui. Perubahan keluaran yang hanya beberapa mikrodetik setelah perubahan masukan tersebut umumnya disertai dengan oveshoot yaitu lonjakan yang melebihi kondisi steady state. suatu bahan semikonduktor yang akan berubah karakteristiknya apabila terjadi perubahan suhu yang cukup besar. Waktu tanggapan Op Amp umumnya adalah beberapa mikro detik hal ini disebut juga slew rate. Waktu Tanggapan Waktu tanggapan (respon time) dari Op Amp adalah waktu yang diperlukan oleh keluaran untuk berubah setelah masukan berubah. karakteristiknya tidak berubah terhadap perubahan suhu. Pada Op Amp yang ideal. Tetapi pada penerapan biasa. 6. Secara ideal harga waktu respon Op Amp adalah = 0 detik. Secara ideal. 7. Sebagian besar Op Amp serba guan memiliki lebar pita hingga 1 MHz dan biasanya diterapkan pada sinyal dengan frekuensi beberapa kiloHertz. Tetapi dalam penerapannya. Op Amp jenis ini juga harus didukung komponen eksternal yang dapat mengkompensasi frekuensi tinggi agar dapat bekerja dengan baik. maka harga hambatan keluaran akan menurun hingga mendekati kondisi ideal.Dalam kondisi praktis harga hambatan keluaran Op Amp adalah antara beberapa ohm hingga ratusan ohm pada kondisi tanpa umpan balik. hal ini dapat diabaikan. Tetapi dalam prakteknya.

5.prakteknya. walaupun pada penerapan biasa. perubahan tersebut dapat diabaikan. Pada bab berikutnya akan dibahas bagaimana umpan balik bisa membuat sistem penguatan op-amp menjadi stabil. karakteristik sebuah Op Amp pada umumnya sedikit berubah. Sebenarnya dengan penguatan yang sebesar ini. Parameter AOL biasanya adalah . Parameter unity-gain frequency menjadi penting jika op-amp digunakan untuk aplikasi dengan frekuensi tertentu.000 kali. Input diferensial yang amat kecil saja sudah dapat membuat outputnya menjadi saturasi. tabel-1 : parameter op-amp yang penting a. Penguatan Open-loop Op-amp idealnya memiliki penguatan open-loop (AOL) yang tak terhingga. parameter op-amp Tabel-1 menunjukkan beberapa parameter op-amp yang penting beserta nilai idealnya dan juga contoh real dari parameter LM714. b. Unity-gain frequency Op-amp ideal mestinya bisa bekerja pada frekuensi berapa saja mulai dari sinyal dc sampai frekuensi giga Herzt. sistem penguatan op-amp menjadi tidak stabil. Namun pada prakteknya op-amp semisal LM741 memiliki penguatan yang terhingga kira-kira 100.

Op-amp LM741 misalnya memiliki unity-gain frequency sebesar 1 MHz. Kalau CMRR-nya 30 dB. Response penguatan op-amp menurun seiring dengan menaiknya frekuenci sinyal input.penguatan op-amp pada sinyal DC. Sehingga jika input berupa sinyal kotak. Jika perlu merancang aplikasi pada frekeunsi tinggi. Parameter ini cukup penting untuk menunjukkan kinerja op-amp tersebut.5 volt dalam waktu 1 us. Sebagai contoh praktis. Pembaca dapat mengerti dengan CMRR yang makin besar maka op-amp diharapkan akan dapat menekan penguatan sinyal yang tidak diinginkan (common mode) sekecil-kecilnya. c. Ini berarti penguatan op-amp akan menjadi 1 kali pada frekuensi 1 MHz. Tetapi karena ketidak idealan op-amp. Jika kedua pin input dihubung singkat dan diberi .05 volt dan tegangan persamaan-nya (common mode) adalah 5 volt. Parameter CMRR Ada satu parameter yang dinamakan CMRR (Commom Mode Rejection Ratio). misalkan tegangan input v1 = 5. maka pilihlah op-amp yang memiliki unitygain frequency lebih tinggi.5V/us. Karena ketidak-idealan op-amp.000 kali dibandingkan penguatan ACM (commom mode). Parameter CMRR diartikan sebagai kemampuan op-amp untuk menekan penguatan tegangan ini (common mode) sekecilkecilnya. Namun kapasitor ini menimbulkan kerugian yang menyebabkan response op-amp terhadap sinyal input menjadi lambat. d. Contohnya op-amp dengan CMRR = 90 dB. maka tegangan persamaan dari kedua input ini ikut juga dikuatkan.05 volt dan tegangan v2 = 5 volt. maka sinyal output dapat berbentuk ekponensial. ini artinya penguatan ADM (differential mode) adalah kira-kira 30. Kalau diaplikasikan secara real. maka dalam hal ini tegangan diferensialnya (differential mode) = 0. maka outputnya juga kotak. Op-amp ideal memiliki parameter slew-rate yang tak terhingga. CMRR didefenisikan dengan rumus CMRR = ADM/ACM yang dinyatakan dengan satuan dB. Op-amp dasarnya adalah penguat diferensial dan mestinya tegangan input yang dikuatkan hanyalah selisih tegangan antara input v1 (non-inverting) dengan input v2 (inverting). Ini berarti perubahan output op-amp LM741 tidak bisa lebih cepat dari 0. op-amp LM741 memiliki slew-rate sebesar 0. Slew rate Di dalam op-amp kadang ditambahkan beberapa kapasitor untuk kompensasi dan mereduksi noise. maka artinya perbandingannya kira-kira hanya 30 kali.

Simbol rangkaian di dalam . Gambar-2(a) berikut menunjukkan diagram dari op-amp yang terdiri dari beberapa bagian tersebut. maka output op-amp mestinya nol. Diagram Op-amp Op-amp di dalamnya terdiri dari beberapa bagian. yang pertama adalah penguat diferensial.tegangan. selanjutnya ada rangkaian penggeser level (level shifter) dan kemudian penguat akhir yang biasanya dibuat dengan penguat push-pull kelas B. gambar-2 (a) : Diagram blok Op-Amp gambar-2 (b) : Diagram schematic simbol Op-Amp Simbol op-amp adalah seperti pada gambar-2(b) dengan 2 input. Umumnya op-amp bekerja dengan dual supply (+Vcc dan –Vee) namun banyak juga op-amp dibuat dengan single supply (Vcc – ground). 6. op-amp dengan CMRR yang semakin besar akan semakin baik. non-inverting (+) dan input inverting (-). Dengan kata lain. lalu ada tahap penguatan (gain).

Tergantung dari teknologi pembuatan dan desain IC-nya. Rin adalah resitansi input yang nilai idealnya infinit (tak terhingga).v. Untuk tipe yang sama.) Aturan 2 : Arus pada input Op-amp adalah nol (i+ = i. Aplikasi sirkuit 1. dimana sinyal masukannya dibuat melalui input inverting.op-amp pada gambar-2(b) adalah parameter umum dari sebuah op-amp.adalah nol (v+ .= 0) Inilah dua aturan penting op-amp ideal yang digunakan untuk menganalisa rangkaian op-amp. Misalnya dikenal MC1741 dari motorola. 8. Op-amp standard type 741 dalam kemasan IC DIP 8 pin sudah dibuat sejak tahun 1960-an. Aturan ini dalam beberapa literatur dinamakan golden rule. SN741 dari Texas Instrument dan lain sebagainya. Inverting amplifier Rangkaian dasar penguat inverting adalah seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Rout adalah resistansi output dan besar resistansi idealnya 0 (nol). Saat ini banyak terdapat tipe-tipe op-amp dengan karakterisktik yang spesifik.= 0 atau v+ = v. yaitu : Aturan 1 : Perbedaan tegangan antara input v+ dan v. Seperti tersirat pada namanya. Sedangkan AOL adalah nilai penguatan open loop dan nilai idealnya tak terhingga. LM741 buatan National Semiconductor. 7. karakteristik satu op-amp dapat berbeda dengan op-amp lain. Aturan analisa OP-AMP Ada dua aturan penting dalam melakukan analisa rangkaian op-amp berdasarkan karakteristik op-amp ideal. . tiap pabrikan mengeluarkan seri IC dengan insial atau nama yang berbeda.

atau vout/vin = . Non-Inverting amplifier . Karena nilainya = 0 namun tidak terhubung langsung ke ground.pembaca tentu sudah menduga bahwa fase keluaran dari penguat inverting ini akan selalu berbalikan dengan inputnya.. input op-amp v. Dengan mengingat dan menimbang aturan 1 (lihat aturan 1).= v+ = 0. maka dapat ditulis …(1) Impedansi rangkaian inverting didefenisikan sebagai impedansi input dari sinyal masukan terhadap ground. karena menurut aturan 2. iin + iout = vin/R1 + vout/R2 = 0 Selanjutnya vout/R2 = .= 0. maka akan dipenuhi v.= vout.pada rangkaian ini dinamakan virtual ground. arus masukan op-amp adalah 0. dapat dihitung tegangan jepit pada R1 adalah vin – v. Pada rangkaian ini. 2. Karena input inverting (-) pada rangkaian ini diketahui adalah 0 (virtual ground) maka impendasi rangkaian ini tentu saja adalah Zin = R1. gambar 1 : penguat inverter Input non-inverting pada rangkaian ini dihubungkan ke ground. Dengan fakta ini.R2/R1 Jika penguatan G didefenisikan sebagai perbandingan tegangan keluaran terhadap tegangan masukan.. atau v+ = 0.vin/R1 . di ketahui bahwa : iin + iout = i.. umpanbalik negatif di bangun melalui resistor R2. Kemudian dengan menggunakan aturan 2.= vin dan tegangan jepit pada reistor R2 adalah vout – v.

Untuk menganalisa rangkaian penguat op-amp non inverting. kita uraikan dulu beberapa fakta yang ada. gambar 2 : penguat non-inverter Dengan menggunakan aturan 1 dan aturan 2. penguat ini memiliki masukan yang dibuat melalui input non-inverting.. antara lain : vin = v+ v+ = v. maka didapat penguatan op-amp non-inverting : … (2) . Seperti namanya.. caranya sama seperti menganalisa rangkaian inverting.= vin . Dari sini ketahui tegangan jepit pada R2 adalah vout – v. Hukum kirchkof pada titik input inverting merupakan fakta yang mengatakan bahwa : iout + i(-) = iR1 Aturan 2 mengatakan bahwa i(-) = 0 dan jika disubsitusi ke rumus yang sebelumnya.= vout – vin. maka diperoleh iout = iR1 dan Jika ditulis dengan tegangan jepit masing-masing maka diperoleh (vout – vin)/R2 = vin/R1 yang kemudian dapat disederhanakan menjadi : vout = vin (1 + R2/R1) Jika penguatan G adalah perbandingan tegangan keluaran terhadap tegangan masukan.. atau iout = (vout-vin)/R2. Dengan demikian tegangan keluaran rangkaian ini akan satu fasa dengan tegangan inputnya.Prinsip utama rangkaian penguat non-inverting adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar 2 berikut ini. lihat aturan 1.. yang berarti arus iR1 = vin/R1.= vin. Lalu tegangan jepit pada R1 adalah v.

Impendasi untuk rangkaian Op-amp non inverting adalah impedansi dari input non-inverting op-amp tersebut. gambar 3 : integrator Mari kita coba menganalisa rangkaian ini. Dengan menggunakan 2 aturan op-amp (golden rule) maka pada titik inverting akan didapat hubungan matematis : iin = (vin – v-)/R = vin/R .= 0 iin = iout . misalnya rangkaian penapis (filter). hanya saja rangkaian umpanbaliknya (feedback) bukan resistor melainkan menggunakan capasitor C. Rangkaian dasar sebuah integrator adalah rangkaian op-amp inverting. v. Salah satu contohnya adalah rangkaian integrator seperti yang ditunjukkan pada gambar 3. 3. Integrator Opamp bisa juga digunakan untuk membuat rangkaian-rangkaian dengan respons frekuensi. akan diperoleh persamaan : .= 0 (aturan1) iout = -C d(vout – v-)/dt = -C dvout/dt. LM741 diketahui memiliki impedansi input Zin = 108 to 1012 Ohm. dimana v. Prinsipnya sama dengan menganalisa rangkaian op-amp inverting. Dari datasheet. (aturan 2) Maka jika disubtisusi.

iin = iout = vin/R = -C dvout/dt..(3) Dari sinilah nama rangkaian ini diambil.. Pada rangkaian integrator (gambar 3) tersebut diketahui Dengan demikian dapat diperoleh penguatan integrator tersebut seperti persamaan (5) atau agar terlihat respons frekuensinya dapat juga ditulis dengan . rangkaian yang demikian dinamakan juga rangkaian Miller Integral. atau dengan kata lain . Dengan analisa rangkaian integral serta notasi Fourier. karena secara matematis tegangan keluaran rangkaian ini merupakan fungsi integral dari tegangan input. Sesuai dengan nama penemunya. dimana f = 1/t dan …(4) penguatan integrator tersebut dapat disederhanakan dengan rumus …(5) Sebenarnya rumus ini dapat diperoleh dengan cara lain.R2/R1. Aplikasi yang paling populer menggunakan rangkaian integrator adalah rangkaian pembangkit sinyal segitiga dari inputnya yang berupa sinyal kotak. yaitu dengan mengingat rumus dasar penguatan opamp inverting G = .

penguatan akan semakin kecil (meredam) jika frekuensi sinyal input semakin besar. Nilai resistor feedback sebesar 10R akan selalu menjamin output offset voltage (offset tegangan keluaran) sebesar 10x sampai pada suatu frekuensi cutoff tertentu. kapasitor akan berupa saklar terbuka. Differensiator Kalau komponen C pada rangkaian penguat inverting di tempatkan di depan. maka outputnya akan mengahasilkan sinyal kotak. Pada prakteknya. Dengan analisa yang sama seperti rangkaian integrator. . Terlihat dari rumus tersebut secara matematis.…(6) Karena respons frekuensinya yang demikian. Ketika inputnya berupa sinyal dc (frekuensi = 0). Contoh praktis dari hubungan matematis ini adalah jika tegangan input berupa sinyal segitiga. rangkain integrator ini merupakan dasar dari low pass filter. maka akan diperoleh rangkaian differensiator seperti pada gambar 4. akan diperoleh persamaan penguatannya : …(7) Rumus ini secara matematis menunjukkan bahwa tegangan keluaran vout pada rangkaian ini adalah differensiasi dari tegangan input vin. 4. rangkaian feedback integrator mesti diparalel dengan sebuah resistor dengan nilai misalnya 10 kali nilai R atau satu besaran tertentu yang diinginkan. Jika tanpa resistor feedback seketika itu juga outputnya akan saturasi sebab rangkaian umpanbalik op- amp menjadi open loop (penguatan open loop opamp ideal tidak berhingga atau sangat besar).

gambar 4 : differensiator Bentuk rangkain differensiator adalah mirip dengan rangkaian inverting. Untuk praktisnya. . dimana besar penguatan berbanding lurus dengan frekuensi. Dengan cara ini akan diperoleh penguatan 1 (unity gain) pada nilai frekuensi cutoff tertentu. Biasanya kapasitor diseri dengan sebuah resistor yang nilainya sama dengan R. Namun demikian. rangkain ini dibuat dengan penguatan dc sebesar 1 (unity gain). Sehingga jika berangkat dari rumus penguat inverting G = -R2/R1 dan pada rangkaian differensiator diketahui : maka jika besaran ini disubtitusikan akan didapat rumus penguat differensiator …(8) Dari hubungan ini terlihat sistem akan meloloskan frekuensi tinggi (high pass filter). sistem seperti ini akan menguatkan noise yang umumnya berfrekuensi tinggi.

Tegangan Ofset (Offset voltage). Ada juga op-amp untuk aplikasi khusus seperti aplikasi frekuesi tinggi. high power output dan lain sebagainya. open colector output. Contoh lain misalnya TL072 dan keluarganya sering digunakan untuk penguat audio. Umumnya ketidak ideal-an op-amp dan bagaimana cara mengatasinya diterangkan pada datasheet opamp dan hal ini spesifik untuk masing-masing pabrikan. Antara lain. . Tipe lain seperti LM139/239/339 adalah opamp yang sering dipakai sebagai komparator. Arus offset (offset current) dan lain sebagainya. Data karakteristik op-amp yang lengkap. Pada prakteknya ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dan ditambahkan pada rangkaian opamp. Cara yang paling baik pada saat mendesain aplikasi dengan op-amp adalah dengan melihat dulu karakteristik op-amp tersebut. Arus Bias (Bias Current). rangkaian kompensasi temperatur dan lainnya. current limmiter. Di pasaran ada banyak tipe op-amp. ya ada di datasheet.BAB III PENUTUP LM714 termasuk jenis op-amp yang sering digunakan dan banyak dijumpai dipasaran. Saat ini banyak op-amp yang dilengkapi dengan kemampuan seperti current sensing.

H1C007041 H1C007044 H1C0007066 H1C008021 H1C009004 H1C009023 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURBALINGGA 2011 .TUGAS MAKALAH ELEKTRONIKA OPERATIONAL AMPLIFIER OP-AMP ADI KURNIAWAN HANY BUDIANTO TEGUH BUDIONO AKHMAD FARIZ AYATUL FAUZIYAH M SAMSUL DWI L.

Latar belakang .BAB I PENDAHULUAN 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful