EVALUASI PEMBELAJARAN

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN Disusun Oleh: Dwi Ayu Noventi (208533420038) Siti Masruroh (208533420040) Asmala Izza Agustin (208533420038)

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009 BAB I PENDAHULUAN Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Tanpa evaluasi, kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa, dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik, maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Fungsi Evaluasi Pendidikan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1.Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 2.Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 3.Menilai kurikulum. 4.Memberi kepercayaan kepada sekolah. 5.Memonitor dana yang telah diberikan. 6.Memperbaiki materi dan program pendidikan. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup

memperihatinkan, tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak, dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia. membentuk SDM yang berkualitas. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan, karena kebijakan pendidikan seperti kata pakar pendidikan dari Universitas Nasional Jakarta yaitu HAR Tilaar kebijakan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pameo ganti menteri ganti kebijakan. Mengingat terlalu luasnya cakupan dalam evaluasi pendidikan maka penulis akan membatasi hanya pada evaluasi hasil belajar siswa dikarenakan masalah ini sangat sesuai dengan tugas penulis sebagai guru.

BAB II PEMBAHASAN A.KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN 1.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation). Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi. 2.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, taraf perkembangan, atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa. Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah : 1.Mengetahui kemajuan belajar siswa 2.Mengetahui potensi yang dimiliki siswa 3.Mengetahui hasil belajar siswa 4.Mengadakan seleksi 5.Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa 6.Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa 7.Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan 8.Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa 9. Memberikan motivasi belajar 10.Mengetahui efektifitas mengajar guru 11.Mengetahui efisiensi mengajar guru 12.Memberikan balikan pada guru 13.Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat 14.Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran a.Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi : 1.Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. 2.Evaluasi Selektif Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. 3.Evaluasi Penempatan Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 4.Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

5.Evaluasi Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran : 1.Evaluasi Konteks Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan. 2.Evaluasi Input Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. 3.Evaluasi Proses

metode dan lain-lain.Evaluasi Outcom atau Lulusan Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut. Tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam. 3. kesesuaian dengan rencana.Evaluasi Output Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran. media. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan.Evaluasi Proses Pembelajaran Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan. 2.Evaluasi Input Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian. kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. diperbaiki. 4. afektif. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran : 1. dimodifikasi. Berdasarkan subjek : 1.TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam evaluasi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua. baik umum maupun khusus. psikomotorik. 3. aspe-aspek program pembelajaran yang lain. penguasaan atau aspek-aspek lain yang sejenis.Evaluasi Transformasi Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi. keyakinan. dan sejenisnya.Evaluasi Program Pembelajaran Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran. misalnya orangtua. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek : 1. sikap.Evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan. baik mengenai kalancaran proses. 2. yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat. yaitu teknik tes dan non tes.Evaluasi Hasil atau Produk Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir. strategi belajar mengajar. Jenis-jenis tes tersebut dapat diklasifikasi sebaga berikut : . Ada beberapa jenis tes ditinjau dari beberapa segi. faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan. isi program pembelajaran. Tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan. ditinjau dalam aspek kognitif.Evaluasi Internal Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator. masyarakat. ditingkatkan atau dihentikan. misalnya guru.Evaluasi Hasil Pembelajaran Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan. pengolahan hasil dan pelaporan. kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. pelaksanaan. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. 5.Evaluasi Eksternal Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator. B. 2.

Tes Kepribadian (Psyco Test) 2.Tes Prestasi (Achievement Test) b.Tes Individual (Individual Test) b.Tes Performansi Khusus (Critycal Performance Test) 3.Tes Sumatif (Sumative Test) 4.Tes Subjektif 1)Tes Essai Bebas (Expended Respond Essay) 2)Tes Essai Terbatas (Restricted Respond Essay) b. tes dibedakan atas : a. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan tujuan evaluasinya.Ter Prognostik (Prognostic Test) c.Tes Lisan (Oral Test) c.Berdasarkan jumlah testee yang mengerjakannya.Tes Kelompok (Claasical Test) 8.Tes Perbuatan (Performance Test) 7.Tes Acuan Kelompok (Norm Referended Test) 10.Berdasarkan waktu penyelenggaraannya.Ter Terstandar (Standartzed Test) b. tes dibedakan atas : a.Tes Tak Terjadwal (Irreguler Test) 9.Tes Kecepatan (Speed Test) d. tes dibedakan atas : a.Tes Intelegensi (Intelligence Test) c. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan bentuknya.Tes Performansi Maksimum (Maximum Performance Test) b.Tes Fisik (Physico Test) g.Tes Kekuatan (Power Test) 5.Berdasarkan aspek kepribadian yang di ukur. tes dibedakan atas : a.Tes Penempatan (Placement Test) c.Tes Seleksi (Selection Test) d.Tes Minat (Interset Test) e.Tes Tak Terstandar (Unstandartzed Test) 6.Tes Bakat (Aptitude Test) d.Berdasarkan cara interpretasinya.Berdasarkan cara mengerjakannya. tes dibedakan atas : a.Tes objektif 1)Tes Benar Salah (True False Test) 2)Tes Menjodohkan (Matching Test) 3)Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) .Berdasarkan cara pembuatannya.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan scop sasaran yang di ukur.Tes Terjadwal (Reguler Test) b.Ter Tertulis (Written Test) b. tes dibedakan atas : a.1. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan penekanan aspek yang diukur.Tes Sikap (Attitude Test) f.Tes Formatif (Formative Test) e.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b.Tes Acuan Patokan (Criterion Referended Test) b.

juga harus memenhuhi persyaratan realibilitas. merevisi dan merakit instrumen 7. ketetapan konstruksi tes dan ketetapan penggunaan bahasa. selain disusun dengan baik. khususnya tes. yaitu ketetapan isi materi.Mempersiapkan kunci scoring Penyusunan tes. Sedangkan penyusunan instrumen non tes dilakukan melalui tahap-tahap : 1. tingkat kesukaran dan daya beda. ada empat persyaratan yang harus dipenuhi suatu tes.Menetapkan isi materi tes 5. antara lain oservasi. Tes subjektif dibedakan atas essai jawaban terbatas dan jawaban bebas. juga perlu diuji coba dan dianalisis secara empirik di lapangan.Menelaah pernyataan atau pertanyaan 4. yaitu validitas. dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : 1)Validitas Isi (Content Validity) 2)Validitas Konstruk (Construct Validity) 3)Validitas Kriteria (Criterion Related Validity) Selain memenuhi persyaratan validitas.Menyusun bentuk akhir instrumen 8.PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Penyusunan tes dilakukan melalui tiga tahap. tes pilihan ganda dan interpretative exercises. Suatu tes dapat dikatan reliabel. anekdotal record dan daftar pribadi. Tes objektif dibedakan atas tes jawaban singkat. lembar inventori.Menetapkan tujuan tes 2. dilihat dari tiga sisi. Secara umum.Menyeleksi.Menyusun atau merangkit instrumen 5.Menetapkan butir tes 6. yaitu perencanaan tes. khususnya tes yang baik.Menetapkan hasil belajar yang akan diukur 3. sosiometri. Prinsip ini berlaku baik untuk penyusunan tes objektif maupun subjektif. bila memiliki nilai konsistensi yang tinggi.ANALISIS INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Untuk memperoleh instrumen yang baik. suatu instrumen.Menyiapkan norma aturan 7. Ada beberapa macam validitas. Secara umum.Menyusun pernyataan atau pertanyaan 3.Melakukan uji coba dan analisis instrumen 6.4)Tes Melengkapi (Completion Test) 5)Tes Jawaban Singkat (Short Answer Test) Teknik non tes adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan instrumen non tes sebagai alat pengumpul data. Ada beberapa teknik/formula perhitungan yang bisa digunakan untuk .Mengembangkan spesifikasi alat ukur 2. reabilitas. kuesioner. tes melengkapi. tes menjodohkan. Perencanaan tes dilakukan dengan langkah-langkah : 1. C. penulisan tes dan analisis tes. validitas instrumen. wawancara. tes benar salah. Validitas di definisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsinya.Menyusun skala dan norma (kelengkapan instrumen) D.Mempersiapkan tabel spesifikasi 4. Teknik non tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam.

selain ditinjau dari segi validitas dan reliabilitasnya. Suatu butir soal tes dikatakan baik. juga perlu membeprtimbangkan beberapa aturan yang baik. sesuai dengan bentuk-bentuk tes yang digunakan. Selain tingkat kesukaran. Tingkat kesukaran (difficulty index) berhubungan dengan banyaknya testee (siswa) yang bisa menjawab dengan benar suatu butir soal tes. namun keduanya merupakan kesatuan komponen yang menentukan baik tidaknya butir soal. baik dari sisi evaluator maupun administrasinyaan secar objektif. yakni : 1.Dalam mengikuti evaluasi. bila soal tersebut mampu membedakan siswa yang pandai dan yang kurang. Jenis–jenis formula tersebut.PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran perlu berpegang pada prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi yang benar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penyekoran hasil tes. cara memberikan skor terhadap tes hasil objektif dapat dilakukan dengan . yaitu pendekatan teori tes klasik dan teori responbutir. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. F.PENGOLAHAN HASIL EVALUASI Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengolah hasil evaluasi adalah mengadakan penyekoran terhadap jawaban siswa. Selain itu.mengukur reliabilitas. E. Kedua parameter tersebut dihitung secara terpisah. Prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. aspek lain yang perlu dilihat pada butir soal tes adalah kemampuan daya beda (discriminatory index).Pemberian skor untuk tes bentuk objektif Secara sederhana.Dilakukan secara objektif. 4. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. siswa di usahakan memiliki persiapan baik secara fisik maupun psikis 2. antara lain meliputi : 1)Formula Spearman Brown 2)Formula Flanagan 3)Formula Rulon 4)Formula Kriffton 5)Formula Kuder Richardson 6)Formula Hoyt 7)Formula Alpha Cronbach 8)Formula Mosier Dalam melihat baik tidaknya instrumen tes.Situasi dan kondisi tempat pelaksanaan evaluasi harus tenang dan mendukung 3. Untuk menguji instrumen tes ada dua pendekatan yang bisa digunakan. 1. Sedangkan pendekatan teori responbutir lebih menekankan pada karakteristik butir soal. dua kriteria penting lainnya yang perlu diuji adalah tingkat kesukaran dan daya beda pada butir soal. Pendekatan teori tes klasik lebih menekankan pada analisis tes secara keseluruhan.Manajemen pelaksanaan evaluasi harus mendukung.

Ada dua tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan hasil evaluasi. Total skor diperoleh dengan menjumlahkan skor yang diperoleh dari semua soal. Beberapa jenis tes bentuk objektif.memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan memberikan skor 0 untuk jawaban salah. Ada dua cara memberikan hasil skor terhadap hasil tes essai. Beberapa teknis analisis data yang banyak digunakan untuk mengolah data hasil evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. 3.Skor standar 4. pilihan ganda (multiplechoice). Laporan hasil evaluasi harus : . menjodohkan (matching). mean. Untuk mengolah hasil pengukuran dalam evaluasi pembelajaran. Variabilitas merupakan variasi sebaran skor dari mean. Cara penyekoran analitik adalah cara penyekoran yang mengacu pada elemen-elemen jawaban ideal. Analisis data pada hakikatnya adalah mengolah angka-angka yang diperoleh dari skor mentah menjadi suatu skor yang mudah di baca dan di simpulkan. Sedanglan cara penyekoran holistic adalah cara penyekoran yang didasarkan pada keluasan rewspon jawaban yang diberikan. sebagai dasar pengambilan keputusan. yaitu cara penyekoran analitik (analitical scoring method) dan cara penyekoran holistic (holistic scoring method). 2. Ada tiga teknik utama yang digunakan untuk mengukur tendensi sentral. yaitu memberikan skor (scoring) dan memberikan penilaian (grading).Tendensi sentral atau ukuran kecenderungan memusat. maka perlu dibuat laporan hasil evaluasi pembelajaran. Untuk analisis data bisa menggunakan analisis presentasi ketercapaian. melengkapi isian (completion). banyak teknis analisis data yang bisa digunakan. standar skor.PEMBUATAN LAPORAN HASIL EVALUASI Untuk dapat memberikan informasi yang baik. jenjang persentil dan sejenisnya. antara lain tes benar salah (true false). Interpretasi data bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan penilaian acuan patokan (creterion referenced interpretation) atau penilaian acuan kelompok (norm referenced interpretation).Analisis data kualitatif G. Untuk mengolah data hasil evaluasi bisa menggunakan beberapa teknik analisis data. rank. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan hasil evaluasi.Analisis hubungan 8. Cara pengolahan terhadap masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri.Penentuan nilai akhir 7.Variabilitas adalah keanekaragaman angka-angka dalam suatu distribusi skor.Pemberian skor tes bentuk essai. dan jawaban singkat (short answer). 2. Beberapa teknik analisis yang bisa digunakan untuk mengolah data dengan pendekatan acuan kelompok adalah deviasi standar. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa. bergantung pasa lengkap tidaknya elemen yang dituju. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa bergantung pada kualitas keseluruhan jawaban siswa. yakni mean.Persentil dan jenjang persentil 6. Sedangkan penilaian acuan kelompok adalah penilaian yang dalam menginterpretasi data hasil pengukuran didasarkan pada prestasi anggota kelompok lainnya.Skor komposit 5. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang dalam menginterpretasi hasil pengukuran secara langsung didasarkan pada standar performansi tertentu yang ditetapkan. media dan mode.

dan Bilog.Dapat dipakai 5. Ascal.1. Evaluasi memegang peranan penting karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai. Komputer bisa digunakan dalam semua tahap proses kegiatan evaluasi. dibutuhkan kemampuan khusus. pertanggung jawaban.PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM EVALUASI Komputer merupakan perangkat teknologi yang sangat berguna untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran. menambah pengetahuan.Mudah dibuat 4. Program komputer bisa juga dikembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.Mudah difahami 3. orang tua. guru. Dan sebuah hasil evaluasi diharapkan dapat membantu pengembangan. gambar atau bahasa. H. terutama dalam hal pemrograman. juga untuk dipergunakan oleh siswa. masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi. seleksi. pelaksanaan. mulai dari perencanaan. Untuk itu. Program tersebut. serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam . BAB III PENUTUP Evaluasi menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. kebutuhan suatu program. huruf.Bersifat objektif Bentuk laporan hasil evaluasi. Evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa. Dengan menggunakan fasilitas komputer kegiatan evaluasi akan bisa dilakukan secara cepat. kepala sekolah. terutama untuk menganalisis instrumen evaluasi. disamping untuk kepentingan kegiatan pembalajaran di sekolah. baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan. bisa berupa angka. Disamping program pemrosesan data (word processing) beberapa program (software) komputer yang bisa digunakan untuk mendukung proses kegiatan evaluasi adalah Iteman. pengolahan hasil sampai dengan pelaporan. Rascal.Membuat informasi yang lengkap 2. tepat dan efektif. implementasi. Fungsi laporan. karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur tingkat keberhasilannya. perbaikan program. motivasi.

Ibrahim. http//www.evaluasipendidikan. kurikulum yang kurang tepat. serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak terfokus.Memperbaiki materi dan program pendidikan DAFTAR PUSTAKA Bambang Budi Wiyono.program tersebut.blogspot. Malang: Elang Emas.Secara umum evaluasi (evaluation) merupakan alat (tool) dalam mengukur sejauhmana tujuan yang kita inginkan sudah tercapai.Menilai hasil yang dicapai para pelajar 3. Dalam dunia pendidikan. khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang. Nana Sudjana. 2007. Evaluasi. Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk: 1. 2000.Memonitor dana yang telah diberikan 6. Penilaian dan Pengujian Untuk Guru. 2003. evaluasi merupakan hal mutlak dalam melihat kinerja (performance) pelaku pendidikan. Sinar Baru Algesindo. Sistem evaluasi yang dikembangkan sangat mempengaruhi arah dan tujuan pendidikan itu sendiri. Departemen Pendidikan Nasional. Posted by roro at 4:53 PM EVALUASI PEMBELAJARAN MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN Disusun Oleh: Dwi Ayu Noventi (208533420038) Siti Masruroh (208533420040) Asmala Izza Agustin (208533420038) PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009 BAB I . Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Evaluasi Pembelajaran.Membuat kebijaksanaan dan keputusan 2.Menilai kurikulum 4.com.Memberi kepercayaan kepada sekolah 5. utamanya siswa didik.

dimana tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia.Membuat kebijaksanaan dan keputusan. Tanpa evaluasi. Evaluasi pendidikan dan pengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitati atau kuantitati sesuai dengan standar tertentu. Dengan evaluasi.Memonitor dana yang telah diberikan. 2. kita tidak bisa mengetahui seberapa jauh keberhasilan siswa. kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Namun sayang kebijakan pendidikan yang ada sampai sekarang masih jauh dari harapan. maka dari itu secara umum evaluasi adalah suatu proses sistemik umtuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. 5. maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui. . dan dengan evaluasi pula.Memberi kepercayaan kepada sekolah. Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Fungsi Evaluasi Pendidikan. Mengingat terlalu luasnya cakupan dalam evaluasi pendidikan maka penulis akan membatasi hanya pada evaluasi hasil belajar siswa dikarenakan masalah ini sangat sesuai dengan tugas penulis sebagai guru.Memperbaiki materi dan program pendidikan. Pendidikan menjadi tanggung jawab semua pihak. dan tanpa evaluasi pula kita tidak akan ada perubahan menjadi lebih baik. 6. 3. karena kebijakan pendidikan seperti kata pakar pendidikan dari Universitas Nasional Jakarta yaitu HAR Tilaar kebijakan pendidikan di Indonesia sesuai dengan pameo ganti menteri ganti kebijakan. Sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1.Menilai hasil yang dicapai para pelajar.Menilai kurikulum.PENDAHULUAN Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan. tidak hanya dalam segi kualitas tapi juga kegagalan dalam membentuk karakter building generasi muda bangsa. karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan. 4. membentuk SDM yang berkualitas. Hasil evaluasi yang didapat sampai sekarang tentang dunia pendidikan Nasional kita cukup memperihatinkan.

Mengadakan seleksi 5.Mengetahui kemajuan belajar siswa 2.Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa 7.Mengetahui efisiensi mengajar guru 12.KONSEP DASAR EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Memberikan motivasi belajar 10.Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis evaluasi : 1. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation).Mengetahui potensi yang dimiliki siswa 3. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran.Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa 9.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pembelajaran Tujuan utama evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan. Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran.Memberikan balikan pada guru 13. . Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah : 1. mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. taraf perkembangan. 2.Mengetahui efektifitas mengajar guru 11.BAB II PEMBAHASAN A. atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa.Evaluasi Diagnostik Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan.Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa 6. Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan tertentu. menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran a.Mengetahui hasil belajar siswa 4. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan.Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan 8.Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat 14. Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.

3.Evaluasi Selektif Evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.2. aspe-aspek program pembelajaran yang lain. 3.Evaluasi Hasil atau Produk Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir. 3. strategi belajar mengajar. yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat. latar belakang program. baik mengenai kalancaran proses. maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan. 5. afektif. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi Berdasarkan objek : .Evaluasi Penempatan Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. ditinjau dalam aspek kognitif.Evaluasi Outcom atau Lulusan Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut. dan sejenisnya. faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan. 2.Evaluasi Sumatif Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.Evaluasi Konteks Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan. isi program pembelajaran. psikomotorik.Evaluasi Proses Evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan. 5.Evaluasi Program Pembelajaran Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran. ditingkatkan atau dihentikan.Evaluasi Proses Pembelajaran Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran : 1. kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.Evaluasi Hasil Pembelajaran Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan. 2. kesesuaian dengan rencana. dimodifikasi. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran : 1.Evaluasi Input Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan. 4.Evaluasi Formatif Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. diperbaiki. baik umum maupun khusus. 4.

TEKNIK PENGUMPULAN DATA Teknik pengumpulan data dalam evaluasi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua. media. misalnya orangtua.Evaluasi Internal Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator. yaitu teknik tes dan non tes.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b.Tes Sumatif (Sumative Test) 4. tes dibedakan atas : a.Evaluasi Input Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian.Tes Performansi Maksimum (Maximum Performance Test) b. 2. Tes adalah seperangkat pertanyaan atau tugas yang diberikan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi tentang kemampuan.Berdasarkan aspek kepribadian yang di ukur.Tes Formatif (Formative Test) e.Tes Sikap (Attitude Test) f. tes dibedakan atas : a. masyarakat.Berdasarkan penekanan aspek yang diukur. penguasaan atau aspek-aspek lain yang sejenis. Ada beberapa jenis tes ditinjau dari beberapa segi.1. metode dan lain-lain. Jenis-jenis tes tersebut dapat diklasifikasi sebaga berikut : 1.Evaluasi Output Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.Tes Kekuatan (Power Test) 5.Tes Kecepatan (Speed Test) d.Tes Fisik (Physico Test) g. sikap. 2. Berdasarkan subjek : 1.Tes Minat (Interset Test) e. pelaksanaan. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan.Tes Penempatan (Placement Test) c.Berdasarkan cara pembuatannya.Tes Prestasi (Achievement Test) b. 3.Evaluasi Transformasi Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi.Tes Bakat (Aptitude Test) d.Ter Terstandar (Standartzed Test) . Tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam.Tes Kepribadian (Psyco Test) 2. misalnya guru. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian.Berdasarkan tujuan evaluasinya. tes dibedakan atas : a.Evaluasi Eksternal Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator.Tes Performansi Khusus (Critycal Performance Test) 3.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) b. B. keyakinan.Tes Intelegensi (Intelligence Test) c. tes dibedakan atas : a. pengolahan hasil dan pelaporan.Ter Prognostik (Prognostic Test) c.Tes Seleksi (Selection Test) d. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan scop sasaran yang di ukur.

tes melengkapi.Berdasarkan cara interpretasinya. penulisan tes dan analisis tes. wawancara.Mempersiapkan kunci scoring Penyusunan tes.Menetapkan tujuan tes 2. tes benar salah. yaitu ketetapan isi materi. tes menjodohkan. tes dibedakan atas : a.Mengembangkan spesifikasi alat ukur .b.Berdasarkan jumlah testee yang mengerjakannya. Teknik non tes bisa dibedakan menjadi beberapa macam. tes dibedakan atas : a.Menetapkan hasil belajar yang akan diukur 3. yaitu perencanaan tes. lembar inventori. dilihat dari tiga sisi. kuesioner. Perencanaan tes dilakukan dengan langkah-langkah : 1. ketetapan konstruksi tes dan ketetapan penggunaan bahasa.Menetapkan butir tes 6.Tes Kelompok (Claasical Test) 8. Tes subjektif dibedakan atas essai jawaban terbatas dan jawaban bebas.Tes Perbuatan (Performance Test) 7. tes dibedakan atas : a.Berdasarkan waktu penyelenggaraannya.Tes Acuan Kelompok (Norm Referended Test) 10.Tes Tak Terstandar (Unstandartzed Test) 6.Berdasarkan bentuknya. tes pilihan ganda dan interpretative exercises.Tes Acuan Patokan (Criterion Referended Test) b.PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Penyusunan tes dilakukan melalui tiga tahap. antara lain oservasi. sosiometri.Menetapkan isi materi tes 5. Sedangkan penyusunan instrumen non tes dilakukan melalui tahap-tahap : 1. Tes objektif dibedakan atas tes jawaban singkat. Prinsip ini berlaku baik untuk penyusunan tes objektif maupun subjektif.Tes objektif 1)Tes Benar Salah (True False Test) 2)Tes Menjodohkan (Matching Test) 3)Tes Pilihan Ganda (Multiple Choice Test) 4)Tes Melengkapi (Completion Test) 5)Tes Jawaban Singkat (Short Answer Test) Teknik non tes adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan instrumen non tes sebagai alat pengumpul data.Menyiapkan norma aturan 7.Tes Tak Terjadwal (Irreguler Test) 9.Ter Tertulis (Written Test) b. anekdotal record dan daftar pribadi.Tes Lisan (Oral Test) c.Tes Terjadwal (Reguler Test) b. tes dibedakan atas : a. tes dibedakan atas : a. C.Tes Individual (Individual Test) b.Mempersiapkan tabel spesifikasi 4.Tes Subjektif 1)Tes Essai Bebas (Expended Respond Essay) 2)Tes Essai Terbatas (Restricted Respond Essay) b.Berdasarkan cara mengerjakannya.

selain ditinjau dari segi validitas dan reliabilitasnya. juga perlu diuji coba dan dianalisis secara empirik di lapangan. dua kriteria penting lainnya yang perlu diuji adalah tingkat kesukaran dan daya beda pada butir soal. selain disusun dengan baik.Menyusun pernyataan atau pertanyaan 3. namun keduanya merupakan kesatuan komponen yang menentukan baik tidaknya butir soal. yaitu pendekatan teori tes klasik dan teori responbutir. yaitu validitas. validitas instrumen.Menelaah pernyataan atau pertanyaan 4. Secara umum. Untuk menguji instrumen tes ada dua pendekatan yang bisa digunakan. suatu instrumen. ada empat persyaratan yang harus dipenuhi suatu tes.2.Menyusun skala dan norma (kelengkapan instrumen) D. dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : 1)Validitas Isi (Content Validity) 2)Validitas Konstruk (Construct Validity) 3)Validitas Kriteria (Criterion Related Validity) Selain memenuhi persyaratan validitas. Secara umum. juga harus memenhuhi persyaratan realibilitas. bila memiliki nilai konsistensi yang tinggi. Suatu butir soal tes dikatakan baik. Validitas di definisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu instrumen melakukan fungsinya. merevisi dan merakit instrumen 7. aspek lain yang perlu dilihat pada butir soal tes adalah kemampuan daya beda (discriminatory index). bila soal tersebut mampu membedakan siswa yang pandai dan yang kurang. khususnya tes. Ada beberapa teknik/formula perhitungan yang bisa digunakan untuk mengukur reliabilitas. Suatu tes dapat dikatan reliabel. Jenis–jenis formula tersebut. antara lain meliputi : 1)Formula Spearman Brown 2)Formula Flanagan 3)Formula Rulon 4)Formula Kriffton 5)Formula Kuder Richardson 6)Formula Hoyt 7)Formula Alpha Cronbach 8)Formula Mosier Dalam melihat baik tidaknya instrumen tes. Pendekatan teori tes klasik lebih menekankan pada analisis tes secara keseluruhan. Kedua parameter tersebut dihitung secara terpisah.ANALISIS INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA Untuk memperoleh instrumen yang baik. Sedangkan pendekatan teori responbutir lebih menekankan pada karakteristik butir soal. Selain tingkat kesukaran. .Menyeleksi. Ada beberapa macam validitas.Menyusun atau merangkit instrumen 5.Menyusun bentuk akhir instrumen 8. khususnya tes yang baik.Melakukan uji coba dan analisis instrumen 6. tingkat kesukaran dan daya beda. Tingkat kesukaran (difficulty index) berhubungan dengan banyaknya testee (siswa) yang bisa menjawab dengan benar suatu butir soal tes. reabilitas.

Sedangkan penilaian acuan kelompok adalah penilaian yang dalam menginterpretasi data hasil pengukuran didasarkan pada prestasi anggota kelompok lainnya. 4. Untuk analisis data bisa menggunakan analisis presentasi ketercapaian. Cara pengolahan terhadap masing-masing jenis tersebut memiliki karakteristik tersendiri. cara memberikan skor terhadap tes hasil objektif dapat dilakukan dengan memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan memberikan skor 0 untuk jawaban salah.Pemberian skor tes bentuk essai. Sedanglan cara penyekoran holistic adalah cara penyekoran yang didasarkan pada keluasan rewspon jawaban yang diberikan. yaitu cara penyekoran analitik (analitical scoring method) dan cara penyekoran holistic (holistic scoring method). dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran. Beberapa jenis tes bentuk objektif. baik dari sisi evaluator maupun administrasinyaan secar objektif. Prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah harus sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. F.Dalam mengikuti evaluasi. Cara penyekoran analitik adalah cara penyekoran yang mengacu pada elemen-elemen jawaban ideal. antara lain tes benar salah (true false). Total skor diperoleh dengan menjumlahkan skor yang diperoleh dari semua soal.PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN Dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran perlu berpegang pada prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi yang benar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penyekoran hasil tes. Ada dua cara memberikan hasil skor terhadap hasil tes essai. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa bergantung pada kualitas keseluruhan jawaban siswa. 1. jenjang persentil . Selain itu. melengkapi isian (completion). Untuk mengolah data hasil evaluasi bisa menggunakan beberapa teknik analisis data.Situasi dan kondisi tempat pelaksanaan evaluasi harus tenang dan mendukung 3. rank. standar skor. dalam arti baik peserta tes maupun evaluator bisa melaksanakan kejujuran.Pemberian skor untuk tes bentuk objektif Secara sederhana.PENGOLAHAN HASIL EVALUASI Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengolah hasil evaluasi adalah mengadakan penyekoran terhadap jawaban siswa. menjodohkan (matching). Ada dua tahap yang dilakukan dalam melakukan pengolahan hasil evaluasi. Tinggi rendahnya skor jawaban siswa. Penilaian acuan patokan adalah penilaian yang dalam menginterpretasi hasil pengukuran secara langsung didasarkan pada standar performansi tertentu yang ditetapkan. pilihan ganda (multiplechoice). sesuai dengan bentuk-bentuk tes yang digunakan. siswa di usahakan memiliki persiapan baik secara fisik maupun psikis 2. juga perlu membeprtimbangkan beberapa aturan yang baik.Dilakukan secara objektif. mean. Interpretasi data bisa dilakukan dengan menggunakan pendekatan penilaian acuan patokan (creterion referenced interpretation) atau penilaian acuan kelompok (norm referenced interpretation). yaitu memberikan skor (scoring) dan memberikan penilaian (grading). dan jawaban singkat (short answer). yakni : 1. 2.Manajemen pelaksanaan evaluasi harus mendukung. Beberapa teknik analisis yang bisa digunakan untuk mengolah data dengan pendekatan acuan kelompok adalah deviasi standar. bergantung pasa lengkap tidaknya elemen yang dituju.E.

dibutuhkan kemampuan khusus. orang tua. Ada tiga teknik utama yang digunakan untuk mengukur tendensi sentral. 2. H. media dan mode.Dapat dipakai 5. Dengan menggunakan fasilitas komputer kegiatan evaluasi akan bisa dilakukan secara cepat. maka perlu dibuat laporan hasil evaluasi pembelajaran.Variabilitas adalah keanekaragaman angka-angka dalam suatu distribusi skor. masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan informasi. terutama untuk menganalisis instrumen evaluasi.Skor komposit 5. banyak teknis analisis data yang bisa digunakan.Persentil dan jenjang persentil 6.PEMBUATAN LAPORAN HASIL EVALUASI Untuk dapat memberikan informasi yang baik. Komputer bisa digunakan dalam semua tahap proses kegiatan evaluasi.Mudah dibuat 4.Tendensi sentral atau ukuran kecenderungan memusat. terutama dalam hal pemrograman. Ascal. kepala sekolah. Beberapa teknis analisis data yang banyak digunakan untuk mengolah data hasil evaluasi pembelajaran adalah sebagai berikut : 1. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan hasil evaluasi. Fungsi laporan. Analisis data pada hakikatnya adalah mengolah angka-angka yang diperoleh dari skor mentah menjadi suatu skor yang mudah di baca dan di simpulkan.PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM EVALUASI Komputer merupakan perangkat teknologi yang sangat berguna untuk mendukung kegiatan evaluasi pembelajaran. .Skor standar 4.Membuat informasi yang lengkap 2. sebagai dasar pengambilan keputusan. guru. disamping untuk kepentingan kegiatan pembalajaran di sekolah. juga untuk dipergunakan oleh siswa. Program komputer bisa juga dikembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu. bisa berupa angka.Bersifat objektif Bentuk laporan hasil evaluasi. Disamping program pemrosesan data (word processing) beberapa program (software) komputer yang bisa digunakan untuk mendukung proses kegiatan evaluasi adalah Iteman. pengolahan hasil sampai dengan pelaporan. yakni mean. Rascal.Analisis hubungan 8. Untuk mengolah hasil pengukuran dalam evaluasi pembelajaran.Analisis data kualitatif G. Program tersebut. huruf.dan sejenisnya. dan Bilog.Mudah difahami 3. Variabilitas merupakan variasi sebaran skor dari mean. gambar atau bahasa.Penentuan nilai akhir 7. 3. tepat dan efektif. Laporan hasil evaluasi harus : 1. pelaksanaan. mulai dari perencanaan.

kurikulum yang kurang tepat. Posted by roro at 4:53 PM http://sitimasrurohum. 2007. pertanggung jawaban.Menilai kurikulum 4. Departemen Pendidikan Nasional. kebutuhan suatu program. Evaluasi telah memegang peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk: 1.Menilai hasil yang dicapai para pelajar 3. khususnya dalam bidang pendidikan diharapkan dapat memperbaiki sistem pendidikan kita yang sering berubah dan tidak seimbang.blogspot.evaluasipendidikan. serta membantu mendapat dukungan dari mereka yang terlibat dalam program tersebut. menambah pengetahuan. Dan sebuah hasil evaluasi diharapkan dapat membantu pengembangan. Evaluasi Pembelajaran. Penelitian dan Penilaian Pendidikan.blogspot. Sistem evaluasi yang dikembangkan sangat mempengaruhi arah dan tujuan pendidikan itu sendiri.com. Evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai siswa. evaluasi merupakan hal mutlak dalam melihat kinerja (performance) pelaku pendidikan. Evaluasi. Ibrahim. Nana Sudjana.Memberi kepercayaan kepada sekolah 5. implementasi.Secara umum evaluasi (evaluation) merupakan alat (tool) dalam mengukur sejauhmana tujuan yang kita inginkan sudah tercapai. baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok serta Menentukan apakah siswa mengalami kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan. serta mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak terfokus.Memonitor dana yang telah diberikan 6. motivasi. utamanya siswa didik. Evaluasi memegang peranan penting karena hasil evaluasi menentukan sejauh mana tujuan dapat dicapai. karena tanpa evaluasi akan susah sekali mengukur tingkat keberhasilannya. Dalam dunia pendidikan.Memperbaiki materi dan program pendidikan DAFTAR PUSTAKA Bambang Budi Wiyono. 2003. Malang: Elang Emas.com/2009/05/desain-robot.Membuat kebijaksanaan dan keputusan 2. http//www. seleksi. Penilaian dan Pengujian Untuk Guru. 2000. perbaikan program. Sinar Baru Algesindo.BAB III PENUTUP Evaluasi menjadi hal yang penting dalam proses belajar mengajar. menggunakan proyek untuk penugasan dan .html GAMBARAN PROYEK Dalam kurikulum yang berorientasi kemampuan.

Karier. proyek yang dikerjakan bisa berasal dari kasus-kasus sederhana seperti: Makanan dan kesehatan . Proyek dapat melibatkan para siswa membuka dan mengakhiri situasi yang mungkin memiliki variasi hasil yang bisa diterima. Proyek pertama siswa sebaiknya sederhana dan secara langsung. musik. 3. Siswa Akan melalui beberapa waktu untuk merasa nyaman sampai mereka mengejar proyek pertama mereka. 4. Karena siswa harus dilibatkan dalam beberapa proyek selama pembelajaran dari suatu tahun ajaran. Atau mereka mungkin beranggapan bahwa masalah situasi membawa siswa untuk merumuskan pertanyaan atau membuat dugaan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut.evaluasi dari perkembangan matematika sangat terbatas. Populasi. Proyek dapat melibatkan siswa secara individu dan kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga siswa yang bekerja sama. Ruang . ekonomi. geografi dan seterusnya. KAPAN DILAKSANAKAN PROYEK Pemberian proyek ini bisa diberikan pada setiap tahun ajaran kepada semua siswa. untuk pencapaian suatu nilai. Guru dapat menyarankan beberapa gagasan atau ide proyek atau meminta para siswa untuk memunculkan ide milik mereka sendiri. Situasi mereka mungkin semata-mata matematika. Biasanya. Kemungkinan banyak siswa yang membutuhkan bantuan guru untuk merumuskan rencana pertama mereka untuk suatu proyek. siswa mampu mengerjakan pekerjaan sendiri dalam rangka memperkaya pendidikan matematika mereka. proyek berperan signifikan dan dapat melengkapi keperluan bagi setiap siswa. Kota besar. Masalah sederhana ini dikembangkan oleh siswa yang akan di kerjakan dalam sebuah proyek. Dalam kurikulum. Perjalanan. Diterbitkan di: 17 Januari. bagaimanapun siswa harus mampu bekerja dengan bebas. Olahraga . tetapi mungkin mereka akan lebih dihubungkan dengan dunia nyata dan disiplin ilmu yang lain. tetapi dalam tugas yang berkelanjutan untuk dua atau tiga minggu. kedokteran. ilmu kemasyarakatan. Mereka sebaiknya tidak dilibatkan dalam tugas yang sangat pendek. Proyek dapat membuat hubungan matematika dengan disiplin ilmu yang lain seperti ilmu pengetahuan. jangka waktu yang ideal dari suatu proyek mungkin sekitar empat atau lima minggu. PENERAPAN PROYEK YANG IDEAL Proyek adalah suatu cara yang sangat baik untuk melibatkan para siswa dalam memberikan pemecahan masalah situasi. Sebagai kemajuan tahun. dan menyusun gagasan yang mengembangkan pemahaman di semua area muatan dalam kurikulum matematika. 2010 . Pertanian. PROYEK DENGAN KEHIDUPAN NYATA Proyek dapat mengajarkan siswa banyak hubungan antara matematika dengan kehidupan nyata. Proyek juga menyediakan peluang bagi siswa untuk menyelidiki gagasan matematika yang menggunakan material fisik atau teknologi baru seperti kalkulator dan komputer. Daerah asing. hal tersebut mungkin baik dilaksanakan dengan menunggu sampai minggu ke tiga atau ke empat pertama setelah ujian sebelum penggunaan proyek dirancang khusus. 2. Daur ulang. Namun. Video film. Proyek yang menanamkan konteks dalam pemecahan masalah dapat digunakan oleh siswa untuk menyelidiki pembelajaran. Mobil. Proyek yang melibatkan aktifitas substansial lebih dapat diakhiri satu atau dua bulan. Bisnis. Semua aktifitas yang membawa matematika kepada kehidupan siswa dengan menunjukkan kepada mereka kegunaan gagasan matematika dan menrapkan teknik aplikasi untuk seluruh area dari aktifitas praktek. Sebagai contoh.

Proyek dapat melibatkan para siswa membuka dan mengakhiri situasi yang mungkin memiliki variasi hasil yang bisa diterima.com/social-sciences/1964870-proyek-dalam-evaluasipembelajaran/#ixzz1rb1VS1eK GAMBARAN PROYEK Dalam kurikulum yang berorientasi kemampuan. Populasi. Daur ulang. Proyek juga menyediakan peluang bagi siswa untuk menyelidiki gagasan matematika yang menggunakan material fisik atau teknologi baru seperti kalkulator dan komputer. menggunakan proyek untuk penugasan dan evaluasi dari perkembangan matematika sangat terbatas. Atau mereka mungkin beranggapan bahwa masalah situasi membawa siswa untuk merumuskan pertanyaan atau membuat dugaan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. kedokteran. proyek berperan signifikan dan dapat melengkapi keperluan bagi setiap siswa. ilmu kemasyarakatan. Guru dapat menyarankan beberapa gagasan atau ide proyek atau meminta para siswa untuk memunculkan ide milik mereka sendiri. Proyek yang melibatkan aktifitas substansial lebih dapat diakhiri satu atau dua bulan. Pertanian. Dalam kurikulum. Situasi mereka mungkin semata-mata matematika. hal tersebut mungkin baik dilaksanakan dengan menunggu sampai minggu ke tiga atau ke empat pertama setelah ujian sebelum penggunaan proyek dirancang khusus. Ruang . Biasanya. Proyek yang menanamkan konteks dalam pemecahan masalah dapat digunakan oleh siswa untuk menyelidiki pembelajaran. Sebagai contoh. tetapi mungkin mereka akan lebih dihubungkan dengan dunia nyata dan disiplin ilmu yang lain. Olahraga . Proyek pertama siswa sebaiknya sederhana dan secara langsung. Video film. untuk pencapaian suatu nilai. proyek yang dikerjakan bisa berasal dari kasus-kasus sederhana seperti: Makanan dan kesehatan . musik. Siswa Akan melalui beberapa waktu untuk merasa nyaman sampai mereka mengejar proyek pertama mereka. 2. 3. Karena siswa harus dilibatkan dalam beberapa proyek selama pembelajaran dari suatu tahun ajaran. tetapi dalam tugas yang berkelanjutan untuk dua atau tiga minggu. Perjalanan. Daerah asing. PENERAPAN PROYEK YANG IDEAL Proyek adalah suatu cara yang sangat baik untuk melibatkan para siswa dalam memberikan pemecahan masalah situasi. KAPAN DILAKSANAKAN PROYEK Pemberian proyek ini bisa diberikan pada setiap tahun ajaran kepada semua siswa. Semua aktifitas yang membawa matematika kepada kehidupan siswa dengan menunjukkan kepada mereka kegunaan gagasan matematika dan menrapkan teknik aplikasi untuk seluruh area dari aktifitas praktek. Namun. Proyek dapat melibatkan siswa secara individu dan kelompok kecil yang terdiri dari dua atau tiga siswa yang bekerja sama. Kemungkinan banyak siswa yang membutuhkan bantuan guru untuk . 4. geografi dan seterusnya. Karier. Kota besar.shvoong. Bisnis. PROYEK DENGAN KEHIDUPAN NYATA Proyek dapat mengajarkan siswa banyak hubungan antara matematika dengan kehidupan nyata. Masalah sederhana ini dikembangkan oleh siswa yang akan di kerjakan dalam sebuah proyek. ekonomi. jangka waktu yang ideal dari suatu proyek mungkin sekitar empat atau lima minggu.Sumber: http://id. dan menyusun gagasan yang mengembangkan pemahaman di semua area muatan dalam kurikulum matematika. siswa mampu mengerjakan pekerjaan sendiri dalam rangka memperkaya pendidikan matematika mereka. Mobil. Proyek dapat membuat hubungan matematika dengan disiplin ilmu yang lain seperti ilmu pengetahuan. Mereka sebaiknya tidak dilibatkan dalam tugas yang sangat pendek.

3). ( 4). pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan.Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. 2010 Sumber: http://id. dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. . Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini. antara lain adalahsebagai berikut: 1). bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.shvoong. Sebagai kemajuan tahun. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value.com/social-sciences/1964870-proyek-dalam-evaluasipembelajaran/#ixzz1rb1VS1eK Evaluasi Pembelajaran Posted on Januari 17.ada objek ukur.hasil pengukuran kuantitatif.tujuan pengukuran.merumuskan rencana pertama mereka untuk suatu proyek. sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif. assessment dan evaluasi. b). yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. yakni pengukuran. Sementara. dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan. 5). Namun.proses pengukuran. bagaimanapun siswa harus mampu bekerja dengan bebas.Pengertian Evaluasi Pembelajaran Sesungguhnya. 2). yakni: a). 2008 by kiranawati A. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik.alat ukur.Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana. Diterbitkan di: 17 Januari.

hubungan sosial. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai A. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi.Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). evaluation) secara teoretik definisinya berbeda. Dengan penilaian. namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan memisahkan batasan antara ketiganya. intelegensi. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan.Tujuan dan Fungsi Evaluasi . (2)pengumpulan data. minat. dan (5)interpretasi data. (4)analisis data.c). Adapun langkahlangkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan. bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. bakat khusus. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. assessment. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas. (3)verifikasi data.

Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. akurat. c).Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. penempatan. otentik. penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan. antara lain sebagai berikut: 1).Fungsi Diagnostik.Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. dan diagnostik. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi.Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. pelaporan. B. Karenanya. Selain fungsi di atas. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. 2). Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN). 4).Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a). dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas.Fungsi Penempatan.Fungsi seleksi. b). evaluasi memiliki beberapa tujuan. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. 3). peningkatan kemampuan profesional dan . Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu.Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran.

PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. tengah. (Lihat gambar 2). Gambar 8.1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. menggunakan waktu khusus atau tidak. terutama aspek kognitif.Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman ( remedial)? 5).Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? 3). agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa.Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. dan akhir). dan penyusunan silabus telah memadai? . Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”.Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? 2). maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1).Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? 4). Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran.integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. di dalam atau di luar kelas.Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? 6).

Namun demikian. Untuk itu. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1). agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa. Artinya. ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. PBK yang dilaksanakan oleh guru. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a). .Pada pelaksanaan PBK. b). harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable).Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). c).Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. d).Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya.Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. Di samping itu. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas.Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Untuk itu. kemajuan dan kemampuannya. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen. maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu.

karena merasa dianaktirikan. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 5).Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan (stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung.Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. 6). Sebab ketidakadilan dalam penilaian. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. 3). sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran.2). 4). latar belakang budaya. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Dengan berpijak pada kompetensi ini. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa.Menyeluruh .Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu.Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. sikap. PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement).Berorientasi pada kompetensi PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 7). Oleh karena itu.

Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). yang mencakup aspek kognitif. Untuk itu. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. afektif. pengawas.Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Dengan demikian.Karenanya. Harus disadari oleh semua pihak. kinerja/penampilan ( performance). 8). harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. Sebab. . penugasan (proyek). Selain itu. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. hasil karya (produk). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak. bukan kepala sekolah. Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. dan tes tertulis (paper and pencil). Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan.PBK harus dilakukan secara menyeluruh. pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan.

melainkan juga: 1).Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. wawancara. sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. 3). pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas.Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Al-Quran. afektif dan psikomotorik. berbicara. fiqh. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain. dan sejenisnya. Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. perkembangan dan perubahan siswa. olahraga. Aqidah-Akhlaq. PPkn. kuesioner. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. 2). angket. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak.Perhatian terhadap siswa ketika duduk. A. Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. sikap (afektif). dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan.Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar .Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. membaca Al Quran. seni.

Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. yakni alat tes dan nontes. Berdasarkan definisi tersebut. kemampuan. kecerdasan. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan. maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. tes minimal mempunyai dua fungsi. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. Dari sekian banyak alat evaluasi. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan.Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. 1). Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. format observasi. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan.Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. yaitu: . pengetahuan. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. seperti kuesioner. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. tes. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. Oleh karena itu. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur. skala. Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. dan lain-lain. sebagai alat evaluasi hasil belajar.

Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Tes Hasil Belajar (THB). c). .Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan.Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. sintesis dan evaluasi. Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis.Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. b).TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan.Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. tes dapat dibagi menjadi: a). cepat dan tepat penyelesaiannya.a). Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini. sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. 2). dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. b). baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi.

d).Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku. seperti skala sikap. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar.Tes lisan (oral test) b). dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. e).Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. g).Tes tertulis (written test) c).Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukarankesukaran dalam belajar. Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari.Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah. maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a). f).Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. . Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan post-tes. 3). sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif.

Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi.1.Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama b). Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini.Pensekoran mudah. dan mengemukakan gagasan secara rinci c). antara lain adalah sebagai berikut: a).Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c). soal uraian juga memiliki kelemahan. Sementara. cepat. 2.Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa.menganalisis masalah. selain memilliki keunggulan.jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b).mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara. soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan.dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran. selain memiliki keunggulan. serta objektif b). Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). b). antara lain adalah sebagai berikut: a).relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d). antara lain adalah sebagai berikut: a).tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah .Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c). antara lain adalah sebagai berikut: a).

Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II. Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan beberapa macam kriteria validitas. reliabilitas. dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar. praktikabilitas dan ekonomis a). Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilai-nilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. yaitu memiliki validitas.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahan-perubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya. Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content. . bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan.Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity.Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. 2).Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat.Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II.4). objektivitas. yaitu: 1).

4).b 2 Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda.5 8 5 6 7 Pengetesan Kedua 7 6. keterandalan atau kemantapan ( the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang.3).a 4 1 5 3.. Contoh Waktu tes Nama siswa Andi Budi Cici Didi Evi Fifi Pengetesan pertama 6 5.Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil. kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya.6 9 6 7 8 Ranking 3. antara lain : 1).Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. atau konsisten.Reliabilitas Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti. b). Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama.Teknik Berulang . jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. Artinya. keajegan. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasilhasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasilhasil tes tersebut menunjukan ketetapan.

artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random. proses mental yang diukur. 2). apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. 2). Prosedur secara random.Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : Prosedur ganjil-genap. mudah untuk pengadministrasiannya.Mudah dilaksanakannya. selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. mengenai isinya. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. a). . 3). b).TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik). sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes.Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. misalnya dengan jalan lotre. misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa. Untuk soal yang obyektif.Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis.Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. Tes yang praktis adalah tes yang: 1).Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan.

Ada beberapa macam teknik nontes.Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda).3). harus dijawab berapa lengkap 5). 1). berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya.Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor.1.Shahih (valid).1.Representatif. Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut. yaitu mengukur yang harus diukur. yakni: pengamatan (observation). dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili.Seimbang. Apa yang harus diminta. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1). harus ada patokan.Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain c). sesuai dengan tujuan 2). Mencangkok .1 Vegetatif Buatan 1.Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal. wawancara (interview). kuesioner/angket (questionanaire). dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3). Observasi Contoh Pedoman Observasi Mata Pelajaran: Biologi Konsep/Subkonsep: 1.Spesifik. a. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. dan yang tidak penting tidak selalu perlu.Relevan. tenaga yang banyak danwaktu yang lama. soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6). soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin 4). tugas ditulis konkret.

…. D Contoh observasi dengan check-list Mengungkap perilaku/sikap siswa dalam mengikuti pelajaran Biologi Nama Siswa: Ali Kelas: II Kegiatan/ No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 Hadir tepat waktu Rapi dalam berpakaian Hormat kepada guru Suka mengganggu teman Mngerjakan PR di sekolah selalu V V V V V sering kadang tdkprnh SL Sr Kd TP Rekap Penilaian . C. …. ….Kelas: IMA Hari/tanggal: Ahad. …. …. 11 September 2004 Jampel ke-: 1 Nama Siswa: Ali NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN/ASPEK YANG DINILAI Langkah persiapan (penyiapan alat dan bahan) Cara mengelupas kulit bagian luar Cara mengelupas kulit bagian dalam Cara membersihkan getah/lendir Cara menaburkan tanah Cara membungkus dan mengikat Jumlah Rata-rata NILAI …. …. …. B. KET Catatan: >> Pemberian nilai dapat menggunakan angka 1 – 10atau A.

jenis olahraga apa? Adakah jadwal khusus untuk olahraga? 3.b. Wawancara bebas (unguided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/Tgl: Pokok Pembicaraan: Mengungkap tanggapan siswa terhadap kebijakan kepala madrasah tentang Kegiatan Tadabur Alam (siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan lebih jauh atas dasar jawaban sebelumnya. Kuesioner (Questionaire) Contoh penggunaan kuesioner Nama Siswa: . Kapan dan bagaimana cara kamu belajar di rumah? 2. Dalam sepekan berapa kali kamu belajar kelompok? Mata pelajaran apa yang paling sering dibahas bersama? 4. Adakah kelompok belajar di tempat tinggalmu? Bagaimana peran kamu dalam kelompok tersebut? 5. Apakah kamu suka olahraga. Wawancara(Interview) Contoh Pedoman Wawancara 1. Wawancara Terbimbing (guided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/ Tangal: Pokok Pembicaraan: Mengungkap kebiasaan di rumah dan penggunaan waktu luang siswa 1. Apa yang kamu lakukan sepulang sekolah sampai menjelang tidur? 2. sampai diperoleh kesimpulan yang jelas atau dibatasi waktu) c.

kadang-kadang d.jarang e.sering c.1. assessment dan evaluasi .Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan.kadang-kadang d. sangat setuju b. Saya mengerjakan PR setelah teman-teman mengerjakan: a.sangat sering b. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. yakni sebagai berikut: 1). Pada waktu melihat sampah bertebaran di jalan.selalu b.tidak pernah 1. setuju c.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. saya: a. tidak setuju e.tidak pernah 1. Adam berkata kepada temannya: “Kalau tidak ada PR kita tidak perlu belajar”. sangat tidak setuju A. ragu-ragu d. yakni pengukuran.jarang e. Terhadap pernyataan Adam tersebut. saya berusaha untuk membuang ke tempat sampah: a.sering c.

2).Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik 3).Evaluasi memiliki beberapa tujuan, antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan, (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya, dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. 4).Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan, otentik, akurat, dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas 5).Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi, antara lain, kuesioner, tes, skala, format observasi, dan lain-lain. Dari sekian banyak alat evaluasi, secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni alat tes dan nontes B.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini, maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas, yakni sebagai berikut:

Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas!
1).Apa yang dimaksud dengan evaluasi, assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2).Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3).Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4).Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5).Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran

Evaluasi Pembelajaran
Posted on Januari 17, 2008 by kiranawati
A.Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Sesungguhnya, dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan, yakni pengukuran, assessment dan evaluasi. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Unsur pokok dalam kegiatan pengukuran ini, antara lain adalahsebagai berikut: 1).tujuan pengukuran, 2).ada objek ukur, 3).alat ukur, ( 4).proses pengukuran, 5).hasil pengukuran kuantitatif. Sementara, pengertian asesmen (assessment) adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Sedangkan evaluasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggeris evaluation yang bertarti value, yang secara secara harfiah dapat diartikan sebagai penilaian. Namun, dari sisi terminologis ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan, yakni: a).Suatu proses sistematik untuk mengetahui tingkat keberhasilan sesuatu. b).Kegiatan untuk menilai sesuatu secara terencana, sistematik dan terarah berdasarkan atas tujuan yang jelas. c).Proses penentuan nilai berdasarkan data kuantitatif hasilpengukuran untuk keperluan pengambilan keputusan. Berdasarkan pada berbagai batasan 3 jenis penilaian di atas, maka dapat diketahui bahwa perbedaan antara evaluasi dengan pengukuran adalah dalam hal jawaban terhadap pertanyaan “what value” untuk evaluasi dan “how much” untuk pengukuran. Adapun asesmen berada di antara kegiatan pengukuran dan evaluasi. Artinya bahwa sebelum melakukan asesmen ataupun evaluasi lebih dahulu dilakukan pengukuran Sekalipun makna dari ketiga istilah (measurement, assessment, evaluation) secara teoretik definisinya berbeda, namun dalam kegiatan pembelajaran terkadang sulit untuk membedakan dan

memisahkan batasan antara ketiganya, dan evaluasi pada umumnya diawali dengan kegiatan pengukuran (measurement) serta pembandingan (assessment). Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Adapun langkahlangkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari: (1)perencanaan, (2)pengumpulan data, (3)verifikasi data, (4)analisis data, dan (5)interpretasi data. Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai A.Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam konteks pelaksanaan pendidikan, evaluasi memiliki beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut: 1).Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 2).Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. 3).Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. 4).Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.

peningkatan kemampuan profesional dan integritas moral guru dalam PBK merupakan suatu keniscayaan. Bila selama dekade terakhir ini keberhasilan belajar siswa hanya ditentukan oleh nilai ujian akhir (EBTANAS/UAN).Fungsi seleksi.Selain fungsi di atas. PBK menggunakan arti penilaian sebagai “assessment”. otentik. maka dengan diberlakukannya PBK hal itu tidak terjadi lagi. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. (Lihat gambar 2).guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. agar terhindar dari upaya manipulasi nilai siswa. dan diagnostik. Naik atau tidak naik dan lulus atau tidak lulus siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru (sekolah) berdasarkan kemajuan proses dan hasil belajar siswa di sekolah bersangkutan. c). menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. PBK merupakan bagian dari evaluasi pendidikan karena lingkup evaluasi pendidikan secara umum jauh lebih luas dibandingkan PBK. yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh dan mengefektifkan informasi tentang hasil belajar siswa pada tingkat kelas selama dan setelah kegiatan pembelajaran. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas. Dalam hal ini kewenangan guru menjadi sangat luas dan menentukan.Fungsi Diagnostik. PBK mengidentifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan belajar siswa dan pelaporan. . pelaporan. b).Penilaian Berbasis Kelas Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan.Fungsi Penempatan. penempatan. Karenanya. Penjelasan dari setiap fungsi tersebut adalah: a). penilaian juga dapat berfungsi sebagai alat seleksi. B. Data atau informasi dari penilaian di kelas ini merupakan salah satu bukti yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program pendidikan. akurat. Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidikan/kursus berdasarkan kriteria tertentu.

harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. misalnya untuk penilaian aspek sikap/nilai dengan tes atau non tes atau terintegrasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran (di awal. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati (observable) dan terukur (measurable). agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan.1: PBK sebagai bagian dari evaluasi PBK mencakup kegiatan pengumpulan informasi tentang pencapaian hasil belajar siswa dan pembuatan keputusan tentang hasil belajar siswa berdasarkan informasi tersebut. terutama aspek kognitif. dan penyusunan silabus telah memadai? Pada pelaksanaan PBK.Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. karena tes sebagai alat ukur sangat praktis digunakan untuk melihat prestasi siswa dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. PBK yang dilaksanakan oleh guru. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. dan akhir). dan bagi siswa secara individu pada khususnya.Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat: a). Pengumpulan informasi dalam PBK dapat dilakukan dalam suasana resmi maupun tidak resmi.Gambar 8.Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? 2). . menggunakan waktu khusus atau tidak. Di sekolah sering digunakan istilah tes untuk kegiatan PBK dengan alasan kepraktisan. Di samping itu. Jenis penilaian yang dibuat oleh guru harus memenuhi standar validitas dan reliabilitas. Untuk itu.Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment)? 6). di dalam atau di luar kelas. pemilihan bahan ajar atau buku ajar.Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? 5). peranan guru sangat penting dalam menentukan ketepatan jenis penilaian untuk menilai keberhasilan atau kegagalan siswa.Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? 3). sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. tengah. kompetensi profesional bagi guru merupakan persyaratan penting. maka guru perlu membuat keputusan terhadap prestasi siswa: 1).Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? 4).

Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan.Mendidik PBK harus memberikan sumbangan positif pada pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu.Valid PBK harus mengukur obyek yang seharusnya diukur dengan menggunakan jenis alat ukur yang tepat atau sahih (valid). PBK harus dinyatakan dan dapat dirasakan sebagai penghargaan untuk memotivasi siswa yang berhasil (positive reinforcement) dan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan hasil belajar bagi yang kurang berhasil (negative reinforcement). 3).Berorientasi pada kompetensi .b). Untuk itu.Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. kemajuan dan kemampuannya. pelaksanaan PBK sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan komponen yang ada di dalamnya. d). Prinsip-prinsip PBK Sebagai bagian dari kurikulum berbasis kompetensi. Artinya. guru mempunyai posisi sentral dalam menentukan keberhasilan dan kegagalan kegiatan penilaian. Apabila alat ukur tidak memiliki kesahihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun demikian. 2). c). ada kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. sehingga keberhasilan dan kegagalan siswa harus tetap diapresiasi dalam penilaian.Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan.Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. dalam pelaksanaan penilaianharus memperhatikan prinsip-prinsip berikut: 1). maka data yang masuk salah sehingga kesimpulan yang ditarik juga besar kemungkinan menjadi salah. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekwen.

6). Dengan berpijak pada kompetensi ini. latar belakang budaya. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak.PBK harus menilai pencapaian kompetensi siswa yang meliputi seperangkat pengetahuan. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. tanpa membeda-bedakan jenis kelamin. dan psikomotorik serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pihak.Menyeluruh PBK harus dilakukan secara menyeluruh. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dan terarah. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. dan ketrampilan/nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.Terbuka PBK hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan ( stakeholders) baik langsung maupun tidak langsung. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. dan berbagai hal yang memberikan kontribusi pada pembelajaran. sikap. afektif.Bermakna PBK diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Sebab ketidakadilan dalam penilaian. 8). Untuk itu.Berkesinambungan PBK harus dilakukan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. dapat menyebabkan menurunnya motivasi belajar siswa. 4). 5). . yang mencakup aspek kognitif. karena merasa dianaktirikan. PBK hendaknya mudah dipahami dan dapat ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkepentingan. 7).Adil dan obyektif PBK harus mempertimbangkan rasa keadilan dan obyektivitas siswa. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa.

Sebagai contoh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Al-Quran. sikap (afektif). bukan kepala sekolah. . pelaksanaan PBK juga harus memegang prinsip-prinsip khusus sebagai berikut: Apapun jenis penilaiannya. dan tarikh) penilaiannya harus menyeluruh pada segenap aspek kognitif. penugasan (proyek). PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensip. harus memungkinkan adanya kesempatan yang terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. Keunggulan PBK Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Selain itu. di dalam PBK guru tentu tidak dapat menilai sekehendak hatinya. melainkan harus menyampaikan secara terbuka kepada siswa untuk menyepakati bersama kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dan standar nilai yang diberikan oleh guru. penilaian juga dilakukan untuk mengetahui kedudukan atau posisi siswa dalam 8 level kompetensi yang ditetapkan secara nasional.Karenanya.Selain harus memenuhi prinsip-prinsip umum penilaian. PBK yang memberi kewenangan sangat leluasa kepada guru untuk menilai siswa merupakan suatu keunggulan agar diperoleh hasil belajar yang akurat sesuai dengan kemampuan siswa yang sebenarnya. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Sebab. Dengan demikian. Pelaksanaan PBK Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa berupa kompetensi sebagaimana yang tercantum dalam KBM setiap mata pelajaran. Harus disadari oleh semua pihak. dan tes tertulis (paper and pencil). Aqidah-Akhlaq. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian berbasis kelas harus memperlihatkan tiga ranah yaitu: pengetahuan (koknitif). hasil karya (produk). Di samping mengukur hasil belajar siswa sesuai dengan ketentuan kompetensi setiap mata pelajaran masing-masing kelas dalam kurikulum nasional. apalagi pejabat struktural di Departemen atau Dinas Pendidikan. serta mendemonstrasikan kemampuan yang dimilikinya. bahwa sesungguhnya guru itulah yang paling mengetahui kemampuan atau kemajuan belajar siswa. pengawas. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Setiap guru harus mampu melaksanakan prosedur PBK dan pencatatan secara tepat prestasi yang dicapai siswa. gurulah yang sehari-hari berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa di dalam kelas dan di lingkungan sekolah. kinerja/penampilan ( performance). fiqh. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. dan keterampilan (psikomotorik) Ketiga ranah ini sebaikanya dinilai proposional sesuai dengan sifat mata pelajaran yang bersangkutan.

perkembangan dan perubahan siswa. kuesioner. membaca Al Quran. melainkan juga: 1). yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Oleh karena itu. format observasi.dengan mempertimbangkan tingkat perkembangan siswa serta bobot setiap aspek dari setiap materi. PPkn.Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar Untuk keperluan evaluasi diperlukan alat evaluasi yang bermacam-macam. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. tes. olahraga. Khusus untuk evaluasi hasil pembelajaran alat evaluasi yang paling banyak digunakan adalah tes. Aspek psikomotorik sangat dominan pada mata pelajaran fiqh. berbicara. angket. Tes adalah serangkaian pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk . sekala sikap dan catatan anekdot (anecdotal record). dan lain-lain. pembahasan evaluasi hasil pembelajaran dengan lebih menekankan pada pemberian nilai terhadap skor hasil tes. Begitu juga halnya dengan mata pelajaran yang lain.Mengamati siswa membaca Al-Qur an dengan tartil (pada setiap awal jam pelajaran selama 5 – 10 menit) Dari berbagai pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrim/menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian harus diikuti dengan langkah bimbingan. aspek afektif sangat dominan pada materi pembelajaran akhlak.Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas.Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Dari sekian banyak alat evaluasi. seperti kuesioner. 1). Misalnya kognitif meliputi seluruh mata pelajaran. dan sejenisnya. dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. seni. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain.afektif dan psikomotorik. A. yakni alat tes dan nontes. wawancara. 3). Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas.Teknik Tes Tes secara harfiah berasal dari bahasa Prancis kuno “testum” artinyapiring untuk menyisihkan logam-logam mulia. skala. juga secara khusus akan membahas pengembangan tes untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas tes sebagai alat evaluasi. pada dasarnya ketiga aspek tersebut harus dinilai. 2).

tes minimal mempunyai dua fungsi. sekaligus dapat membandingkan antara seseorang dengan orang lain. yaitu: a). kecerdasan.TesMenurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Sedangkan sebagai alat ukur berupa latihan.Dengan demikian berarti sudah dapat dipastikan akan mampu memberikan informasi yang tepat dan obyektif tentang obyek yang hendak diukur baik berupa psikis maupun tingkah lakunya. maka tes harus dapat memberikan informasi mengenai pengetahuan dan kemampuan obyek yang diukur.Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Tes merupakan alat ukur yang standar dan obyektif sehingga dapat digunakan secara meluas untuk mengukur dan membandingkan keadaan psikis atau tingkah laku individu.mengukur keterampilan. 2). maka tes harus dapat mengungkap keterampilan dan bakat seseorang atau sekelompok orang. Berdasarkan definisi tersebut.Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. tes dapat dibagi menjadi: . Jadi dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. Sebagai alat ukur dalam bentuk pertanyaan. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan intruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Fungsi (a) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan program pembelajaran. pengetahuan. dapat dijelaskan bahwa tes merupakan alat ukur yang berbentuk pertanyaan atau latihan. dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. kemampuan. sedang fungsi (b) lebih dititikberatkan untuk mengukur keberhasilan belajar masing-masing individu peserta tes. b). Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. dipergunakan untuk mengukur kemampuan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang. atau bakat yang dimiliki oleh sesesorang atau kelompok. sebagai alat evaluasi hasil belajar.

Tes Formatif . Untuk mengetahui kondisi awal testi digunakan pre-tes dan kondisi akhir testi digunakan post-tes. baik yang bersifat spontanitas (logik) maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaan yang telah dipelajarinya.Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. e). sebab yang lebih diutamakan adalah waktu yang minimal dan dapat mengerjakan tes itu sebanyak-banyaknya dengan baik dan benar. cepat dan tepat penyelesaiannya. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. f).Tes Kemajuan Belajar ( Gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testi sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. Waktu yang disediakan untuk menjawab atau menyelesaikan seluruh materi tes ini relatif singkat dibandingkan dengan tes lainnya. dan tes ketrampilan bongkar pasang suatu alat. dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut.Tes Kemampuan (Power Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya (dalam bidang tertentu) dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. sintesis dan evaluasi. c). Soal-soal biasanya relatif sukar menyangkut berbagai konsep dan pemecahan masalah dan menuntut peserta tes untuk mencurahkan segala kemampuannya baik analisis. Tes Hasil Belajar (THB). baik itu tes harian (formatif) maupun tes akhir semester (sumatif) bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. Makalah ini akan lebih banyak memberikan penekanan pada tes hasil belajar ini.Tes Hasil Belajar (Achievement Test) Tes ini dimaksudkan untuk mengevaluasi hal yang telah diperoleh dalam suatu kegiatan. b). d).a). mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar.Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testi) dalam hal kecepatan berpikir atau keterampilan.Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes diagnostik adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukarankesukaran dalam belajar.

1. antara lain adalah sebagai berikut: a).Tes tindakan atau perbuatan (performance test) Penggunaan setiap jenis tes tersebut seyogyanya disesuaikan dengan kawasan (domain) perilaku siswa yang hendak diukur. 3). seperti skala sikap.Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas c). soal pilihan ganda juga memiliki kelemahan. g). Bentuk Soal Pilihan Ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. sedangkan kawasan psikomotorik cocok dan tepat apabila diukur dengan tes tindakan.Bentuk Tes Dilihat dari jawaban siswa yang dituntut dalam menjawab atau memecahkan persoalan yang dihadapinya. serta objektif b). Dengan demikian tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran (pokok bahasan) yang telah dipelajari. selain memilliki keunggulan.Tes tertulis (written test) c). dan kawasan afektif biasanya diukur dengan skala perilaku. Misalnya tes tertulis atau tes lisan dapat digunakan untuk mengukur kawasan kognitif. maka tes hasil belajar dapat dibagi menjadi 3 jenis : a).Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama . cepat.Tes lisan (oral test) b). Sementara.Pensekoran mudah.Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi.Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.Tes Sumatif Istilah sumatif berasal dari kata “sum” yang berarti jumlah. antara lain adalah sebagai berikut: a).

Memberi peluang siswa untuk menebak jawaban c). Untuk lebih mendukung memahami pengertian tersebut selanjutnya akan diuraikan beberapa macam kriteria validitas.b).jumlah materi (PB/SPB) yang dapat diungkap terbatas b). 2. reliabilitas.Ciri-ciri Tes yang Baik Sebuah test dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi kriteria. antara lain adalah sebagai berikut: a).Pengoreksian/scoring lebih sukar dan subjektif c). antara lain adalah sebagai berikut: a).relatif mudah dan cepat menuliskan soalnya d).menganalisis masalah. Jadi bukan sekedar mengukur daya ingatan atau kemampuan bahasa saja misalnya. objektivitas. selain memiliki keunggulan. dan mengemukakan gagasan secara rinci c). Demikian pula dalam alat-alat evaluasi. Suatu tes dapat dikatakan memiliki validitas yang tinggiapabila tes itu tersebut betul-betul dapat mengukur hasil belajar.dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran.tingkat reliabilitas soal relaitf lebih rendah 4).Validitas Sebuah alat pengukur dapat dikatakan valid apabila alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur secara tepat. praktikabilitas dan ekonomis a). yaitu: . b).Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa.mengurangi faktor menebak dalam menjawab Sementara. soal uraian juga memiliki kelemahan. Bentuk Soal Uraian Keunggulan dari bentuk soal uraian ini. yaitu memiliki validitas.

Suatu tes hasilbelajar dapat dikatakan mempunyai validitas ramlan yang tinggi. Cara yang digunakan untuk menilai validitas bandingan ialah dengan jalan mengkorelasikan hasilhasil yang dicapai dalam tes tersebut dengan hasil-hasil yang dicapai dalam tes yang sejenis yang telah diketahui mempunyai validitas yang tinggi (misalnya tes standar). apabila hasil yang dicapai siswa dalam tes tersebut betul-betul meramalakan sukses tidaknya siswa tersebut dakam pelajaran-pelajaran yang akan datang. dan perubahan-perubahan perilaku (behavioral changes) yang diharapkan terjadi pada diri siswa. Misalnya kalau kita ingin memberikan tes kecakapan ilmu pasti. Kalau diambilnya dari kelas III maka tes itu tidak valid lagi. Cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas ramalan ialah dengan mencari korelasi antara nilai-nilsi yang dicapai oleh anak-anak dalam tes tersebut dengan nilai-nilai yang dicapai kemudian. 3). 4).1).Content validity (validitas isi) Pengujian jenis validitas ini dilakukan secara logis dan rasional karena itu disebut juga rational validity atau logical validity. b). bukan mengukur kemampuan bahasa karena soal itu ditulis secara berkepanjangan dengan bahasa yang sulit dimengerti. maka item-itemnya harus diambil dari bahan pelajaran kelas II.Construct Validity (validitas konstruk/susunan teori) Yaitu ketepatan suatu tes ditinjau dari susunan tes tersebut.Concurent validity (Validitas bandingan) Kejituan suatu tes dilihat dari korelasinya terhadap kecakapan yang telahdimilikisaat kini secara riil.Predictive validity (validitas ramalan) Validitas ramalan artinya ketepatan (kejituan) suatu alat pengukur ditunjau dari kemampuan tes tersebut untuk meramalkan prestasi yang dicapainya kemudian. 2). Dengan demikian suatu tes hasil belajar disebut memiliki validitas tinggi secara content.Batasan content validity ini menggambarkan sejauh mana tes mampu mengukur materi pelajaran yang telah diberikan secara representatif dan sejauh mana pula tes dapat mengukur sampel yang representatif dari perubahan-perubahan perilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa.Reliabilitas . Misalnya apabila kita ingin memberikan tes bahasa inggris untuk kelas II. kita harus membuat soal yang ringkas dan jelas yang benar-benar akan mengukur kecakapan ilmu pasti. bila tes tersebut sudah dapat mengukur sampel yang representatif dari materi pelajaran (subject matter) yang diberikan.

.. mengenai isinya. misalnya suatu tes diberikan pada kepada group A. apabila tes tersebut diberikan kepadanya pada kesempatan (waktu) yang berbeda.TeknikBentuk Paralel Teknik ini dipergunakan dua buah tes yang sejenis (tetapi tidak identik).b 2 Ada beberapa cara untuk mencari reliabilitas suatu tes.5 8 5 6 7 Pengetesan Kedua 7 6. Contoh Waktu tes Nama siswa Andi Budi Cici Didi Evi Fifi Pengetesan pertama 6 5. atau dengan tes yang pararel (eukivalen) pada waktu yang sama. Artinya. Reliabilitas suatu tes menunjukan atau merupakan sederajat ketetapan.6 9 6 7 8 Ranking 3. selang 3 hari atau seminggu tes tes tersebut diberikan lagi kepada group A dengan syarat-syarat tertentu. 3). proses mental yang diukur.a 4 1 5 3. maka setiap siswa akan tetap berada dalam urutan (ranking) yang sama dalam kelompoknya. antara lain : 1). artinya seluruh item yang bernomor ganjil dikumpulkan menjadi satu kelompok dan yang bernomor genap menjadi kelompok yang lain. keajegan. jika kepada para siswa diberikan tes yang sama pada waktu yang berlainan. 2).Teknik Berulang Tehnik ini adalahdengan memberikan tes tersebut kepada sekelompok anak-anak dalam dua kesempatan yang berlainan. tingkat kesukaran jumlah item dan aspek-aspek lain. keterandalan atau kemantapan ( the level of consistency) tes yang bersangkutan dalam mendapatkan data (skor) yang dicapai seseorang.Reliabilitas berasal dari kata reliable yang berarti dapat dipercaya. atau konsisten. Atau dengan kata lain sebuah tes dikatakan reliable apabila hasilhasil tes tersebut menunjukan ketetapan.Teknik belah dua Ada dua prosedur yang dapat digunakan dalam tes belah dua ini yaitu : Prosedur ganjil-genap.

apabila dikaitkan dengan reliabilitas maka obyektivitas menekankan ketetapan pada sistem skoring. a). dalam arti yang diuji sesuai dengan tujuan yang diinginkan 3). 2). yaitu mengukur yang harus diukur. Tes yang praktis adalah tes yang: 1).Mudah dilaksanakannya. mudah untuk pengadministrasiannya. sedangkan reliabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes. b). sesuai dengan tujuan 2). soal yang hanya dapat dijawab oleh peserta didik yang betul-betul belajar dengan rajin .Spesifik.Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes itu bersifat praktis. Ada dua faktor yang mempengaruhi subjektivitas dari sesuatu tes yaitu bentuk tes dan penilaian.Ekonomis Yang dimaksud dengan ekonomis ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos/biaya yang mahal.Dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan/ diawali oleh orang lain c). tenaga yang banyak danwaktu yang lama.Shahih (valid). misalnya tidak menuntut peralatan yang banyak dan memberi kebebasan kepada siswa untuk mengerjakan terlebih dahulu bagian yang dianggap mudah oleh siswa. Untuk soal yang obyektif. Hal ini terutama pada sistem skoringnya. sewajarnya dapat dihasilkan alat tes (sosal-soal) yang berkualitas yang memenuhi syarat-syarat dibawah ini : 1). Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteriates tersebut.Objektivitas Sebuah tes dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subyektif yang mempengaruhi. atau dengan jalan menggunakan tabel bilangan random.Mudah memeriksanya artinya bahwa tes itu dilengkapi dengan kunci jawaban maupun pedoman skoringnya. misalnya dengan jalan lotre. pemeriksaan akan lebih mudah dilakukan jika dikerjakan oleh siswa dalam lembar jawaban. baik untuk memproduksinya maupun untuk melaksanakan dan mengolah hasilnya.Prosedur secara random.Relevan. 3).

…. …. Observasi Contoh Pedoman Observasi Mata Pelajaran: Biologi Konsep/Subkonsep: 1. harus ada patokan. Ada beberapa macam teknik nontes. dan analisis dokumen yang bersifat unobtrusive. KET . 11 September 2004 Jampel ke-: 1 Nama Siswa: Ali NO 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN/ASPEK YANG DINILAI Langkah persiapan (penyiapan alat dan bahan) Cara mengelupas kulit bagian luar Cara mengelupas kulit bagian dalam Cara membersihkan getah/lendir Cara menaburkan tanah Cara membungkus dan mengikat Jumlah NILAI …. Mencangkok Kelas: IMA Hari/tanggal: Ahad. a. yakni: pengamatan (observation). …. kuesioner/angket (questionanaire). tugas ditulis konkret. wawancara (interview). dan yang tidak penting tidak selalu perlu. 1). dalam arti pokok-pokok yang penting diwakili. ….Tidak mengandung ketaksaan (tafsiran ganda).Representatif.Teknik Nontes Teknik nontes sangat penting dalam mengevaluasi siswa pada ranah afektif dan psikomotor. Apa yang harus diminta.1. …. harus dijawab berapa lengkap 5). ….1 Vegetatif Buatan 1.Seimbang.4). soal mewakili materi ajar secara keseluruhan 6).1. berbeda dengan teknik tes yang lebih menekankan asfek kognitif.

B. Catatan: >> Pemberian nilai dapat menggunakan angka 1 – 10atau A. D Contoh observasi dengan check-list Mengungkap perilaku/sikap siswa dalam mengikuti pelajaran Biologi Nama Siswa: Ali Kelas: II Kegiatan/ No Aspek yang dinilai 1 2 3 4 5 Hadir tepat waktu Rapi dalam berpakaian Hormat kepada guru Suka mengganggu teman Mngerjakan PR di sekolah selalu V V V V V sering kadang tdkprnh SL Sr Kd TP Rekap Penilaian b. Wawancara(Interview) Contoh Pedoman Wawancara 1. Wawancara Terbimbing (guided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/ Tangal: Pokok Pembicaraan: Mengungkap kebiasaan di rumah dan penggunaan waktu luang siswa 1. C.Rata-rata …. Apa yang kamu lakukan sepulang sekolah sampai menjelang tidur? .

2. Adakah kelompok belajar di tempat tinggalmu? Bagaimana peran kamu dalam kelompok tersebut? 5.jarang e.selalu b.sering . saya berusaha untuk membuang ke tempat sampah: a. jenis olahraga apa? Adakah jadwal khusus untuk olahraga? 3. Kuesioner (Questionaire) Contoh penggunaan kuesioner Nama Siswa: 1. Kapan dan bagaimana cara kamu belajar di rumah? 2. Apakah kamu suka olahraga. Saya mengerjakan PR setelah teman-teman mengerjakan: a.sangat sering b.kadang-kadang d.tidak pernah 1.sering c. sampai diperoleh kesimpulan yang jelas atau dibatasi waktu) c. Dalam sepekan berapa kali kamu belajar kelompok? Mata pelajaran apa yang paling sering dibahas bersama? 4. Pada waktu melihat sampah bertebaran di jalan. Wawancara bebas (unguided interview) Nama Siswa: Kelas: Hari/Tgl: Pokok Pembicaraan: Mengungkap tanggapan siswa terhadap kebijakan kepala madrasah tentang Kegiatan Tadabur Alam (siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan lebih jauh atas dasar jawaban sebelumnya.

bakat khusus. tidak setuju e. minat. maka dapat disimpulkan beberapa kajian dan pembahasan yang esensial dari bab ini. Adam berkata kepada temannya: “Kalau tidak ada PR kita tidak perlu belajar”. sangat tidak setuju A. assessment dan evaluasi 2). saya: a. Dengan penilaian. antara lain (a) untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.Evaluasi memiliki beberapa tujuan. (b) untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran yang digunakan. Terhadap pernyataan Adam tersebut.Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. (c) untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. guruakan mengetahui perkembangan hasil belajar.Ringkasan Atas dasar pemaparan dan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran di atas. intelegensi. dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian berkelanjutan. sangat setuju b.jarang e. pelaporan.c. akurat. yakni sebagai berikut: 1). yakni pengukuran. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik 3). hubungan sosial. 4). ragu-ragu d. setuju c. dan (d) untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.Dalam konteks penilaian ada beberapa istilah yang digunakan. otentik.tidak pernah 1.kadang-kadang d.Penilaian Berbasis Kelas (PBK) merupakan suatu proses pengumpulan. dan konsisten dalam kegiatan pembelajaran di bawah kewenangan guru di kelas .

Penilaian hasil belajar oleh pendidik. dan tes Posted on June 20.com/2008/01/17/evaluasipembelajaran/http://gurupkn. secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua. maka ada beberapa hal yang bisa didiskusikan di kelas. S.Apa yang dimaksud dengan Penilaian Berbasis Kelas? 4).Apa yang dimaksud dengan evaluasi. Penilaian (Assesment) 1. format observasi. .wordpress.Pertanyaan Diskusi Untuk mengkaji lebih lanjut terkait dengan pembahasan tentang evaluasi pembelajaran ini.Apakah tujuan diberlakukannya evaluasi dalam pembelajaran? 3). Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.Bagiamanakah tahapan-tahapan pelaksanaan evaluasi dalam proses pembelajaran http://gurupkn. skala.5). Berdasarkan pada PP. Definisi Penilaian (Assesment) Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 2010 EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA Oleh: Emiliannur. dan lain-lain. Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: 1. kuesioner. yakni sebagai berikut: Diskusikan dengan teman-teman Anda di kelas! 1). Penilaian.Bagaimana teknis pelaksanaan Penilaian Berbasis Kelas? 5). 3. assesmen dan pengukuran dalam konteks penilaian pembelajaran? 2). 2. Pengukuran. antara lain. tes.com/2008/01/17/evaluasi-pembelajaran/ Evaluasi. yakni alat tes dan nontes B. Pd A. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.wordpress. Dari sekian banyak alat evaluasi.Pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai alat evaluasi.

penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu konteks situasi tertentu. Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran. interpretasi informasi untuk membuat keputusan. analisis. Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada siswa. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran disekolah. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989: 220). Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. Misalnya dengan melakukan perubahan dalam strategi mengajar. sosial. hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka. tes tertulis) dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar siswa (peserta didik). dan ketrampilan yakni seberapa jauh keefektifannya dalam . Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran. Di dalam Surya Darma (2008). Penilaian (assessment) dalam Akhmad Sudrajat (2008). Tujuan dan Fungsi Penilaian (Assesment) Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa. moral. Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya 2. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. 2. tujuan dari penilaian hasil belajar adalah untuk : 1. juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam bentuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu “judgment“. assessment adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa atau peserta didik (misalnya: observasi. Menurut Linn dan Gronlund. Dengan perkataan lain. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). skala bertingkat tentang kinerja. adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. emosional.Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran. deskripsi verbal). dalam aspek intelektual. Oleh sebab itu.

pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan. Sebagai grading.mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan. fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu. dalam hal ini para siswa agar menjadi manusia yang berkualitas. penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. 1. penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. Di dalam Arikunto (2005: 10) tujuan dan fungsi penilaian adalah: . misalnya dinas pendidikan setempat melalui petugas yang menanganinya. penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah. tetapi juga bisa disebabkan oleh program pembelajaran yang diberikan kepadanya atau oleh kesalahan strategi dalam mekalsanakan program tersebut. Laporan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. semester. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan orang tua disampaikan melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap akhir program. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik. seleksi. sekolah memberikan laporan berbagai kekuatan dan kelemahan pelaksanaan sistem pendidikan serta kendala yang dihadapinya. 2. diagnosis. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi. penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran. bimbingan. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. Sebagai bimbingan. 3. Karena itu. Dalam hal ini. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. 4. 6. diantaranya untuk grading. Sebagai alat prediksi. Dalam Akhmad Sudrajat (2008). Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. dan para orang tua siswa. Dalam mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang telah dicapainya. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran penting artinya mengingat peranannya sebagai upaya memanusiakan atau membudayakan manusia. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 5. yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pembelajaran serta strategi pelaksanaannya. dan prediksi. Sebagai alat seleksi. masyarakat. 3. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan. fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment). baik untuk pemilihan program. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya hendakmya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata. Sebagai alat diagnosis. 4. penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Misalnya kekurangtepatan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar dan alat bantu pembelajaran. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi.

1. . dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian. tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi. Penilaian berfungsi diagnostic Dengan mengadakan penilaian. Tujuan Khusus : 1) mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan Fungsi keempat ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Dengan diketahinya sebab kelemahan akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya. Penilaian itu sendiri mempunyai tujuan antara lain 1) 2) 3) 4) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berak meninggalkan sekolah dan sebagainya 1. Atau dapat disimpulkan tujuan penilaian hasil belajar 1. 1. bimbingan.1. digunakan suatu penilaian. 1. Penilaian berfungsi selektif Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. Tujuan Umum : 1) 2) 3) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Dari keenam tujuan penilaian tersebut. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa.

ulangan akhir semester. 3. ulangan tengah semester. dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR). Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor pada semester dua.2) 3) 4) mendiagnosis kesulitan belajar. penilaian berfungsi sebagai berikut: 1. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64 ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. strategi pembelajaran yang digunakan guru. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran. kemajuan. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. pengamatan dan produk. Dan fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut. dan ulangan kenaikan kelas. ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR. dan (c) memperbaiki proses pembelajaran. memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar. Sesuai dengan tujuan tersebut. 2. 2. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa. Selanjutnya. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian. penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. Berdasarkan pada PP. proyek. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. 1. Pada semester dua penilaian dilakukan melalui ulangan harian. Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas. (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. ulangan tengah semester. dll. proyek. 3. Meningkatkan motivasi belajar siswa. 4. kegiatan atau pengalaman belajar siswa. penentuan kenaikan kelas. Di dalam Surya Darma (2008). Untuk menilai . Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor semester satu. pengamatan dan produk. media pembelajaran. 5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan. ulangan tengah semester. Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat dilakukan melalui ulangan harian. ulangan akhir semester. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar.

2) Authentic Evidence peserta didik harus autentik. authentic assessment (penilaian autentik) merupakan pendekatan penilaian yang melibatkan peserta didik secara realistis dalam menilai prestasi mereka sendiri. Proyek. bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. Dengan kata lain guru sedang mencari jalan paling baik untuk menilai peserta didik. . Wawancara lisan. Performance. Tugas problem solving kelompok. Merancang sebuah mobil. 3. dan penilaian tertulis (paper and pencil test). Ceklist. yaitu: 1) Multi sumber Multisumber artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence. penugasan (proyek).sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. Bentuk Penerapan Asesmen Autentik menurut Corebima. Penelitian. Mendiskusikan masalah. baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya. Menurut Barton dan Collins dalam Suraprana dan Hatta (2004: 82). Portofolio Penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 75). Analisis lisan. Presentasi. Respon tertulis. Contoh Penilaian (Assesment) Dalam Suraprana dan Hatta (2004: 71). Merevisi. dll Guru dewasa ini mulai beralih ke pendekatan penilaian antara lain tes penampilan (performance test) dan penilaian portofolio (portofolio assessment). Menulis/Essei. Demonstrasi/perbuatan. tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik. Portofolio. Evaluasi. dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. hasil karya (produk). 1. Jadi. kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). Portofolio ditujukan untuk penilaian sumatif pada akhir semester atau akhir pelajaran. artinya ditinjau dari konteks maupun fakta harus saling berkaitansatu sama lain (context and evidence are directly linked). 3) Dinamis Portofolio bersifat dinamis artinya portfolio mencakup perkembangan dan perubahan. seperti unjuk kerja/kinerja (performance). tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. terdapat beberapa karakteristik esensial dalam pengembangan berbagai bentuk portofolio. Membuat presentasi tentang emosi orang. Simulasi.

atau indicator pencapaian belajar. atau indicator pencapaian belajar tetapi juga mengacu pada beberapa indicator pencapaian hasil belajar Beberapa criteria penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 121): 1) 2) Apa yang digunakan untuk mengukur tujuan tersebut? Strategi apa yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan 3) Evidence mana yang akan dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio dan memenuhi criteria yang telah ditetapkan? Contoh Informasi Portofolio Fisika SMP kelas IX Evaluasi. Pengukuran. Pd A. Definisi Penilaian (Assesment) Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 7) Beragam tujuan Portofolio tidak hanya mengacu pada satu standar kompetensi. artinya semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas. kompetensi dasar. Penilaian. 5) Integrasi Portofolio senantiasa berkaitan dengan program yang dilakukan peserta didik di kelas dan dengan kehidupan nyata. 2010 EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA Oleh: Emiliannur. Penilaian (Assesment) 1. dan tes Posted on June 20. S. Nomor 19 tahun 2005 tentang . Berdasarkan pada PP. kompetensi dasar. 6) Kepemilikan Portofolio tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan lainnya tetapi harus menyambungkan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi.4) Eksplisit Portofolio haruslah jelas.

Misalnya dengan melakukan perubahan dalam strategi mengajar. Tujuan dan Fungsi Penilaian (Assesment) Tujuan pembelajaran pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku pada diri siswa. Dalam penilaian ini dilihat sejauh mana keefektifan proses pebelajaran dalam mengupayakan perubahan tingkah laku siswa. hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya perubahan tingkah laku siswa. adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Penilaian (assessment) dalam Akhmad Sudrajat (2008). penilaian hasil dan proses belajar saling berkaitan satu sama lain sebab hasil belajar yang dicapai siswa merupakan akibat dari proses pembelajaran yang ditempuhnya (pengalaman belajarnya). 2. tetapi juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. dapat diambil tindakan perbaikan proses pembelajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. memberikan bimbingan dan bantuan belajar kepada siswa. tes tertulis) dan pelaksanan penilaian mengenai kemajuan belajar siswa (peserta didik). 2. Oleh sebab itu. penilaian adalah proses untuk menentukan nilai dari suatu obyek atau peristiwa dalam suatu konteks situasi tertentu. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan. Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka. assessment adalah istilah umum yang melibatkan semua rangkaian prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang hasil belajar siswa atau peserta didik (misalnya: observasi. deskripsi verbal). skala bertingkat tentang kinerja. juga melakukan penilaian hasil pembelajaran sebagai upaya terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan perkataan lain. 3.Standar Nasional Pendidikan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas: 1. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. interpretasi informasi untuk membuat keputusan. Menurut Linn dan Gronlund. analisis. Penilaian hasil belajar oleh pendidik. Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Sedangkan menurut Nana Sudjana (1989: 220). Setiap satuan pendidikan selain melakukan perencanaan dan proses pembelajaran. Oleh sebab itu dalam penilaian hendaknya diperiksa sejauh mana perubahan tingkah laku siswa telah terjadi melalui proses belajarnya. . Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan pembelajaran. dimana proses penentuan nilai berlangsung dalam bentuk interpretasi yang kemudian diakhiri dengan suatu “judgment“.

moral. Sebagai bimbingan. dan ketrampilan yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya kekurangtepatan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar dan alat bantu pembelajaran. Sebagai alat seleksi. dalam aspek intelektual. sosial. fungsi penilaian untuk grading ini cenderung membandingkan anak dengan anak yang lain sehingga lebih mengacu kepada penilaian acuan norma (norm-referenced assessment). masyarakat. Untuk menggambarkan sejauh mana seorang peserta didik telah menguasai kompetensi.Di dalam Surya Darma (2008). Dengan pendeskripsian kecakapan tersebut dapat diketahui pula posisi kemampuan siswa dibandingkan dengan siswa lainnya 2. penilaian ditujukan untuk memisahkan antara peserta didik yang masuk dalam kategori tertentu dan yang tidak. Sebagai grading. 2. Laporan disampaikan kepada pihak yang berkepentingan. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya. diagnosis. emosional. penilaian bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu peserta didik memahami dirinya. tetapi juga bisa disebabkan oleh program pembelajaran yang diberikan kepadanya atau oleh kesalahan strategi dalam mekalsanakan program tersebut. 4. dan prediksi. Sedangkan pertanggungjawaban kepada masyarakat dan orang tua disampaikan melalui laporan kemajuan belajar siswa (raport) pada setiap akhir program. bimbingan. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran disekolah. tujuan dari penilaian hasil belajar adalah untuk : 1. dalam hal ini para siswa agar menjadi manusia yang berkualitas. 3. Karena itu. semester. 3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian. baik untuk pemilihan program. Keberhasilan pendidikan dan pembelajaran penting artinya mengingat peranannya sebagai upaya memanusiakan atau membudayakan manusia. dan para orang tua siswa. Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam Akhmad Sudrajat (2008). Dalam hal ini. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. fungsi penilaian untuk menentukan seseorang dapat masuk atau tidak di sekolah tertentu. yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pembelajaran serta strategi pelaksanaannya. misalnya dinas pendidikan setempat melalui petugas yang menanganinya. diantaranya untuk grading. pengembangan kepribadian maupun untuk penjurusan. 1. Penilaian ini akan menunjukkan kedudukan peserta didik dalam urutan dibandingkan dengan anak yang lain. . seleksi. 4. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi. Peserta didik yang boleh masuk sekolah tertentu atau yang tidak boleh. penilaian memiliki tujuan yang sangat penting dalam pembelajaran. penilaian ditujukan untuk menentukan atau membedakan kedudukan hasil kerja peserta didik dibandingkan dengan peserta didik lain. Pihak yang dimaksud meliputi pemerintah. Kegagalan para siswa dalam hasil belajar yang dicapainya hendakmya tidak dipandang sebagai kekurangan pada diri siswa semata-mata. sekolah memberikan laporan berbagai kekuatan dan kelemahan pelaksanaan sistem pendidikan serta kendala yang dihadapinya. Dalam mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang telah dicapainya.

1. Tujuan Umum : 1) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Dari keenam tujuan penilaian tersebut. digunakan suatu penilaian. Atau dapat disimpulkan tujuan penilaian hasil belajar 1. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan Fungsi keempat ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. sebenarnya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelemahan.5. Penilaian itu sendiri mempunyai tujuan antara lain 1) 2) 3) 4) Untuk memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa Untuk memilih siswa yang sudah berak meninggalkan sekolah dan sebagainya 1. bimbingan. Contoh dari penilaian ini adalah tes bakat skolastik atau tes potensi akademik. Penilaian berfungsi sebagai penempatan Untuk dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Dengan diketahinya sebab kelemahan akan lebih mudah dicari cara untuk mengatasinya. tujuan untuk melihat tingkat penguasaan kompetensi. . 6. Sebagai alat prediksi. penilaian bertujuan menunjukkan kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan. Penilaian berfungsi diagnostic Dengan mengadakan penilaian. dan diagnostik merupakan peranan utama dalam penilaian. 1. Ini akan membantu guru menentukan apakah seseorang perlu remidiasi atau pengayaan. Di dalam Arikunto (2005: 10) tujuan dan fungsi penilaian adalah: 1. Penilaian berfungsi selektif Dengan cara mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya. penilaian bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat memprediksi bagaimana kinerja peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya atau dalam pekerjaan yang sesuai. Sebagai alat diagnosis.

Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan pembelajaran. dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti pekerjaan rumah (PR). kegiatan atau pengalaman belajar siswa. penilaian berfungsi sebagai berikut: 1. 2. kemajuan. dll. strategi pembelajaran yang digunakan guru. memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar. dan (c) memperbaiki proses pembelajaran. ulangan tengah semester. ulangan akhir semester. sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa. Tujuan Khusus : 1) 2) 3) 4) mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa. Di dalam Surya Darma (2008). mendiagnosis kesulitan belajar. (b) bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar. 1. 1. 5) memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diri dan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan. Meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan pembelajaran sebagai penjabaran dari kompetensi mata pelajaran. proyek. dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk ulangan harian. Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. 4. Dalam laporan tersebut dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran dalam bentuk nilai-nilai prestasi yang dicapainya. Umpan balik dalam perbaikan proses belajar mengajar. media pembelajaran. pengamatan dan produk. Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tuanya. 3. ulangan tengah semester. ulangan akhir semester. 3.2) 3) memperbaiki proses pembelajaran. ayat (2) menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik digunakan untuk (a) menilai pencapaian kompetensi peserta didik. Nomor 19 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 64 ayat (1) dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses. Bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan kelas. Alat untuk mengetahui tercapai-tidaknya tujuan pembelajaran. 2. Selanjutnya. Dan fungsi penilaian hasil belajar sebagai berikut. Dalam rangka penilaian hasil belajar (rapor) pada semester satu penilaian dapat dilakukan melalui ulangan harian. Evaluasi diri terhadap kinerja siswa. . Berdasarkan pada PP. penentuan kenaikan kelas. dan ulangan kenaikan kelas.

Mendiskusikan masalah. Merancang sebuah mobil. dll Guru dewasa ini mulai beralih ke pendekatan penilaian antara lain tes penampilan (performance test) dan penilaian portofolio (portofolio assessment). Analisis lisan. Merevisi. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. Portofolio ditujukan untuk penilaian sumatif pada akhir semester atau akhir pelajaran. Evaluasi. Dengan kata lain guru sedang mencari jalan paling baik untuk menilai peserta didik. Pada semester dua penilaian dilakukan melalui ulangan harian. Presentasi. Contoh Penilaian (Assesment) Dalam Suraprana dan Hatta (2004: 71). 2) Authentic . Membuat presentasi tentang emosi orang. Bentuk Penerapan Asesmen Autentik menurut Corebima. Ceklist. 1. bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif. penilaian menuntut guru agar secara langsung atau tak langsung mampu melaksanakan penilaian dalam keseluruhan proses pembelajaran. Tugas problem solving kelompok. Wawancara lisan. Respon tertulis. dan penilaian tertulis (paper and pencil test). authentic assessment (penilaian autentik) merupakan pendekatan penilaian yang melibatkan peserta didik secara realistis dalam menilai prestasi mereka sendiri. ulangan kenaikan kelas dan dilengkapi dengan tugas-tugas lain seperti PR. Portofolio Penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 75). 3. Menurut Barton dan Collins dalam Suraprana dan Hatta (2004: 82). yaitu: 1) Multi sumber Multisumber artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence. kumpulan hasil kerja siswa (portofolio). baik dilihat ketika saat kegiatan pembelajaran berlangsung maupun dilihat dari hasil akhirnya. ulangan tengah semester. dengan menggunakan berbagai cara penilaian sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai peserta didik. hasil karya (produk).Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor semester satu. Performance. Jadi. penugasan (proyek). tentu saja berbagai jenis penilaian perlu diberikan sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Untuk menilai sejauhmana siswa telah menguasai beragam kompetensi. pengamatan dan produk. Menulis/Essei. seperti unjuk kerja/kinerja (performance). Portofolio. Demonstrasi/perbuatan. Sesuai dengan tujuan tersebut. terdapat beberapa karakteristik esensial dalam pengembangan berbagai bentuk portofolio. Penelitian. Hasil pengolahan dan analisis nilai tersebut digunakan untuk mengisi nilai rapor pada semester dua. Simulasi. proyek. Proyek. tujuan penilaian adalah memberikan masukan informasi secara komprehensif tentang hasil belajar peserta didik.

kompetensi dasar.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dan-tes/v Jenis Perilaku yang Dapat Diukur . artinya semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas. 4) Eksplisit Portofolio haruslah jelas. artinya ditinjau dari konteks maupun fakta harus saling berkaitansatu sama lain (context and evidence are directly linked).wordpress. 3) Dinamis Portofolio bersifat dinamis artinya portfolio mencakup perkembangan dan perubahan. atau indicator pencapaian belajar.wordpress.wordpress.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dantes/http://emiliannur.Evidence peserta didik harus autentik. 5) Integrasi Portofolio senantiasa berkaitan dengan program yang dilakukan peserta didik di kelas dan dengan kehidupan nyata. 7) Beragam tujuan Portofolio tidak hanya mengacu pada satu standar kompetensi. kompetensi dasar.com/2010/06/20/evaluasi-penilaian-pengukuran-dantes/http://emiliannur. 6) Kepemilikan Portofolio tidak hanya sekedar menilai atau membuat peringkat peserta didik yang satu dengan lainnya tetapi harus menyambungkan antara evidence peserta didik dengan standar kompetensi. atau indicator pencapaian belajar tetapi juga mengacu pada beberapa indicator pencapaian hasil belajar Beberapa criteria penilaian portofolio dalam Suraprana dan Hatta (2004: 121): 1) 2) Apa yang digunakan untuk mengukur tujuan tersebut? Strategi apa yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan 3) Evidence mana yang akan dipilih untuk dimasukkan ke dalam portofolio dan memenuhi criteria yang telah ditetapkan? Contoh Informasi Portofolio Fisika SMP kelas IX http://emiliannur.

4. Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan. klasifikasi.Dalam menentukan perilaku yang akan diukur. (8) keterampilan menilai. (2) Pemahaman di antaranya seperti: membedakan. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi. seperti: merekam. menentukan. Linn dan Gronlund. Gronlund dan R. memperkirakan. 7. (4) keterampilan mengorganisasi. menyusun. J. seperti: menetapkan kriteria. (3) menilai. Membandingkan   . a. menyajikan. (2) analisis. Robert M. mendefinisikan. (4) keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu. (3) respon terpimpin. Hubungan sebab-akibat . (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral. hubungan dan pola. menilai. Quellmalz. Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S.Apa persamaan dan perbedaan antara … dan… . Gronlund dan R. Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. demonstrasi. (2) menjawab. Gagne. memberi contoh. (3) perbandingan. Jenis perilaku yang dikembangkan R. Bloom. (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. mengelompokkan. mengklasifikasikan. kesalahan. di antaranya seperti Benjamin S. menganalisis. (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan. David Krathwohl. Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut. (4) mekanisme. de Maclay adalah: (1) persepsi. 2. merumuskan tujuan. seperti: mendefinisikan. ide pokok. seperti: membandingkan. (5) evaluasi. identifikasi/konsep yang nyata. (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan. (6) keterampilan menghasilkan keterampilan baru. (4) penyimpulan. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills). de Maclay. (3) keterampilan mengingat. mengubah. (2) strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan. 1. Mazano dkk. (7) karakterisasi dari nilai. Norman E. (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan. Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan. seperti: menyimpulkan. menyusun kembali.J. Domain afektif yang dikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima. mengembangkan. 6. (5) respon yang kompleks. b. mengorganisasikan. 3. R.Bandingkan dua cara berikut tentang …. seperti: mengamati. Mazano dkk. merumuskan pertanyaan. membenarkan pembuktian. (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan. (2) kesiapan. menata/mengurutkan. mengkategorikan. memutuskan. mengupas atau mengurai. mengingat. mengingat kembali. seperti mengenali: sifat dari komponen. seperti: meringkas. (7) keterampilan memadu (integreting skills). (6) organisasi. (5) keterampilan menganalisis. mengambil kesimpulan. penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan. generalisasi/menghasilkan sesuatu.W. menunjukkan. menerapkan.W. (2) keterampilan mengumpulkan informasi. memprediksi.

Menyimpulkan   .Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut …. Memberi alasan (justifying)   . Menciptakan   .Apa akibat … c.Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….Tuliskan … dengan menggunakan pedoman…. . k. Meringkas   . d.Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ….Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….   Sintesis . . f.Apa penyebab utama … .Apa reaksi A terhadap … g. j. Analisis   .Tuliskan pernyataan penting yang termasuk … .Manakah penulisan yang salah pada paragraf ….Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila …. i.Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang …. . Mengelompokkan   . .Apakah hal berikut memiliki … h. apa yang akan terjadi bila .Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah ….Ringkaslah dengan tepat isi … e. Berpendapat (inferring)   . .  . mengapa? .Tuliskan sebuah laporan … .Tuliskan satu rencana untuk pembuktian … .Berdasarkan …. Menerapkan   .Manakah pilihan berikut yang kamu pilih.

Setiap kompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda.2 ……….1 ………… 2. perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat pada rumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. Dalam Standar Isi.. 6 3 4 5 8 6 – Uraian – 1 – 1 1 – 2 Jumlah soal Dasar 1 2 3 4 5 6 7 1. ………. maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya. ……….. tuliskanlah evaluasi tentang… B..1 ………… 1. Perilaku yang akan diukur.. Untuk lebih jelasnya.3 ………… 2. Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil No Kompetensi Materi Jumlah soal tes tulis PG ………. yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas.. guru dapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur. . ………. Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi. pada Kurikulum Berbasis Kompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi.2 ………… 3.. ……….l. dipilih satu perilaku yang tepat diujikan kepada peserta didik. Semakin tinggi kemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi. berdasarkan rumusan kompetensinya (baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar). baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya..2 ………… 1. Praktik – – 1 – – 1 – .1 ………… 3.Apakah kelebihan dan kelemahan …. Dari susunan perilaku itu. perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini. Penentuan Perilaku yang Akan Diukur Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan.. ………. C. ………. maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur.Berdasarkan kriteria …. Evaluasi   . mulai dari perilaku yang sangat sederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi. Penentuan dan Penyebaran Soal Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya.

Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. Alokasi waktu : ……………………… ………………… No. ………………… 2. 2. Penyusunan Kisi-kisi Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan.3 ………. 1. FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah Jumlah soal : ……………………… : ……………………… Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes Kurikulum Penyusun : ……………… : ……………………… : 1. 3. . Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ Materi Indikator soal Nomor smt Keterangan: pokok soal Isi pada kolom 2.8 3. 8 40 – 5 – 2 Jumlah soal D. 4. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini. kecuali pada kolom 6.. ………. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri.

kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. 3. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7. peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda). B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan). 2. gambar. (1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat. Syarat indikator yang baik: 1. guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan.00. E.”) Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:     a. kasus. Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) . Untuk merumuskan indikator dengan tepat. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif. indikator pembelajaran. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. C = condition (kondisi yang diberikan). kompetensi dasar. b. denah. atau lainnya.00 pagi hari. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini Kunci: d .. dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus). dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini.3. Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Perumusan Indikator Soal Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan (stimulus). paragraf. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. Ada dua model penulisan indikator. grafik. misalnya berupa sebuah kalimat. Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali. d. tetapi dia datang pukul 8. sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat.

(8) merakit soal menjadi perangkat tes. materi. dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis. Rp125. dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda. Rp 125. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian. Penyusunan Butir Soal Tes Tertulis Penulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian. (5) menyusun kisi-kisinya. (3) menentukan materi yang diujikan. dan tes praktik). Kunci: b F. ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. H. (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba. Soal :     Penulisan nilai uang yang benar adalah …. (9) menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal.00 c. yaitu: (1) menentukan tujuan tes. (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannya. uraian. a. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain. maka harus dilakukan langkah-langkah berikut. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah sulit menyusun pengecohnya. Rp125 d. (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif. (6) menulis butir soal. G. sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur.b.(2) Contoh model kedua Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. RP 125. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Penulisan Soal Bentuk Uraian . Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif. (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi.

. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0). sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji. maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala.Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan Skor     0–3 - Sesuai 3 Cukup/sedang 2 Tidak sesuai 1 Kosong 0 Atau skala seperti berikut: Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan Skor       0 – 5 Skor - Sangat Sesuai 5 Sesuai 4 Cukup/sedang 3 Tidak sesuai 2 Sangat tidak sesuai 1 Kosong 0 Agar soal yang disusun bermutu baik. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. misalnya dapat disusun skala seperti berikut. perbaikan. Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik. Untuk memudahkan pengelolaan. yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan katakatanya sendiri. bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Untuk tingkat SMA. dan pengembangan soal. Berdasarkan metode penskorannya.

KARTU SOAL Jenis Sekolah : ……………………………… …………………… Mata Pelajaran : ……………………………. Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini. Aspek yang diukur : ……………………………… KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL: Penyusun : 1.. Tahun Ajaran : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK A B C D E OMT KET. FORMAT PEDOMAN PENSKORAN NO KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR SOAL . 2. 3.maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. …………………… Bahan Kls/Smt : ……………………………… …………………… Bentuk Soal : ……………………………… ……………………….

Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. perbaikan. grafik.Bentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan. dan berfungsi. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas. e. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan. b. Untuk memudahkan pengelolaan. langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. 3. KARTU SOAL Jenis Sekolah : ………………………………. d. (2) pertanyaan. terbaca. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Tabel. Penyusun : 1. . Bahasa      a. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas. Materi     a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). 2. c. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. dan (3) pedoman penskoran. maka soal ditulis di dalam format kartu soal. Konstruksi     a. b. d. 1. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkahlangkah berikut. langkah ketiga menuliskan pengecohnya. Tidak menimbulkan penafsiran ganda. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. b. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. Oleh karena itu. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. c. Soal harus sesuai dengan indikator. peta. langkah kedua menuliskan kunci jawabannya. gambar. H. serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. dan perkembangan soal. Adapun formatnya seperti berikut ini. d. Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut. c.

Soal harus sesuai dengan indikator. : ………………………………. Soalnya mencakup: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). Materi a. : ………………………………. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Perhatikan contoh berikut! Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah seperti berikut ini. 1. (3) pilihan jawaban yang terdiri atas: kunci jawaban dan pengecoh.Mata Pelajaran Bahan Kls/Smt Bentuk Soal Tahun Ajaran : ………………………………. Aspek yang diukur : KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL NO SOAL: MATERI KUNCI : ………………………………. : ………………………………. . Peserta didik yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. 3. INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH KET. A B C D E OMT Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. (2) pokok soal (stem). 2.

Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Artinya. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. penulisannya harus setara. dan sebaliknya.b. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan b. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. kelompok kata. e. d. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. Untuk keterampilan bahasa. c. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen. h. Artinya. Artinya. 2. . Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. Pengecoh harus bertungsi c. g. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. f. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. Konstruksi a. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis.

Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek.i. (2) penggunaan tanda baca. 10. apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. grafik. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar. atau tabel itu tidak berfungsi. tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal. grafik.2 Penilaian Sikap dalam Proses Pembelajaran di Kelas Pada umumnya penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan objek sikap sebagai berikut :   Sikap terhadap mata pelajaran Sikap terhadap guru mata pelajaran Sikap terhadap proses pembelajaran Sikap terhadap materi pembelajaran Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu . 3. terbaca. dapat dimengerti oleh peserta didik. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Gambar. tabel. k. (3) anak kalimat. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Bahasa/budaya a. wacana. grafik. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. (2) unsur predikat. kadang-kadang. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. umumnya. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. berarti gambar. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Sikap 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 10. j. Letakkan kata/frase pada pokok soal. diagram. Artinya. b.1 Konsep Sikap Sikap adalah suatu reaksi atau perbuatan yang ditimbulkan akibat suatu stimulus atau objek yang datang pada dirinya. c. (2) penulisan kata.

pemberian laporan kepada orang tua dan penentuan lulus tidaknya anak didik. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku. Sikap berhubungan dengan kompetensi afektifitas lintas kurikulum. skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukan tingkatan. (Depdikbud.3 Sakla Sikap Skala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat dan nilai-nilai yang menjadi tujuan pengajaran dan alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). Nilai yang paling cocok di evaluasi dengan skala sikap adalah yang bersifat rasional social. menyenangkan dsb) Memilih kata sifat yang tepat akan digunakan dalam skala Menentukan skala dan penskoran Jenis-jenis skala sikap : Skala Likert. Tujuan penilaian sikap adalah : Untuk mendapat umpan balik (feedback) baik bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi anak didiknya. menerima informasi verbal. misalnya :      SS S TB TS STS : sangat setuju : setuju : tidak berpendapat : tidak setuju : sangat tidak setuju . menurut Klausmeir (1985) ada tiga model belajar pembentukan sikap yaitu : mengamati dan meniru. Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku anak didik. menerima penguatan. Langkah-langkah pengembangan skala sikap :     Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya “mata pelajaran Sains” kompetensi dasar? Indicator? Memilih dan membuat daftar konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap (menarik. Yang mempengaruhi pembentukan sikap dalam proses pembelajaran. 1983 : 2) 10. Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat. sesuai dengan tingkat pencapaian dan kemampuan serta karakteristik anak didik.

dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Pertanyaan sikap Saya merasa untuk mempelajari SS 5 S 4 TB 3 TS 2 STS 1 Matematika perlu banyak latihan ( + ) Konsep-konsep yang ada dalam 1 2 3 4 5 Matematika terlalu abstrak ( – ) Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Portofolio 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 9. merpakan skala yang mirip skala Likert karena suatu instrument yang jawabannya menunjukkan tingkatan.Skala Thurstone. bagaimana proses awal itu terjadi dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai.2 Tinjauan Hasil. 1 2 3 4 5 D 6 7 E 8 9 10 11 F G H I J Unfavourable K Very Netral Very A B C Favourible Pertanyaan yang disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir atau tidak kurang dari 5 butir. tanpa . Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten.1 Tinjauan Proses. 9. Contoh pertanyaan sikap terhadap pelajaran matematika.1 Penilaian Portofolio Penilaian portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran. termasuk mulai dari draft awal. digunakan guru dan peserta didikmenilai dan memantau perkembangan pengetahuan. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaimana peserta didik belajar.2. 9. Portofolio proses (process oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. keterampilan. berkreasi. Yang jelas skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negative adalah kebalikannya.2 Bentuk Portofolio 9.2. Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik.

9. adalah bentuk yang digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian. Kepemilikan. perbaikan. proses dan hasil. 9. kepuasan. artinya ditinjau dan konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain. Dinamis. Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi Pembelajaran mereka sendiri.3 Pedoman Penerapan Penilaian Portofolio Pedoman penerapan penilaian portofolio disekolah.4 Fungsi dan Tujuan Portofolio Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik. tidak mencakup proses pekerjaan.memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi.2. 9. adanya keterkaitan antara evidence dengan kompetensi dasar dan indicator yang telah ditentukan dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu. kerahasiaan bersama. Evidenve peserta didik haruslah autentik. dalam penyempurnaan.4 Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan untuk memilih evidence yang paling banyak yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. portofolio mencakup perkembangan dan perubahan Eksplisit. pekerjaan peserta didik. Portofolio penampilan hanya berisi pekerjaan peserta didik yang telah selesai. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan danmerefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai.2. antara lain saling percaya. . Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk :     Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar Perluasan dimensi belajar Pemahaman kembali proses belajar mengajar Penekanan pada pengembangan peserta didik dalam belajar. milik bersama. semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas Integrasi. portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. kesesuaian. 9. artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence Authentic. 9. Portofolio dokumentasi adalah penilaian terhadap koleksi pilihan dari sekumpulan evidence peserta didik selama kurung waktu tertentu.5 Karakteristik Penilaian Portofolio       Multi sumber.3 Portofolio dokumentasi.

kelompok peserta didik. portofolio. 9. orang tua. proyek. pengevaluasian.fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari program Pembelajaran di kelas. oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan program Pembelajaran. portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada suatu standar kompetensi dasar. dan indicator pencapaian hasil belajar tetapi juga mengacu ke berbagai tujuan atau beberapa indicator pencapaian hasil belajar. Hasil penilaian portofolio dapat dialporkan baik kepada peserta didik. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan. pengorganisasian. maka kegiatan penialian membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta didik serta guru. maupun komunitas masyarakat. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalisis dan ditafsirkan sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan niali keseluruhan berbagai aspek.6 Analisis Hasil dan Pelaporan Hasil penilaian portofolio umumnya dapat berbentuk skor. 9. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Proyek 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 8. atau deskriptif. Proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.1 Latar Belakang Penilaian Proyek Penialian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta. observasi.7 Merancang Penilaian Portofolio Pada umumnya dalam merancang penilaian portofolio harus memenuhi beberapa tahapan utama diantaranya :     Penentuan tujuan portofolio Penentuan isi portofolio Penentuan criteria penilaian portofolio Penentuan format penilaian format portofolio Penentuan koleksi dan menyelaksi (collection) Refleksi (reflection) Adanya hubungan (conection). . ujian serta data hasil interview dan survey. produk. Hal yang paling mendasar dalam analisis dan pelaporan adalah validitas dan realibilitas dan berbagai metode telah dikembangkan.Beragam tujuan. grafik. hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber pada primer atau skunder. evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain. Guru dapat melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan yang diperoleh melalui pertemuan.

3 Judging Proyek Metode Judging. 8. Secara objektif.2 Perencanaan Penialian Produk Dalam perencanaan penilaian proyek terdapat tiga hal yang harus diperhatikan :    Kemampuan pengelolaan Relevance Keaslian 8. akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilai dapat dimengerti siswa. maka standar penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispersikasikan. nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. bukti nilai yang tersedia dapat menunjukan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar.. Keterbandingan Judgement. Secara subjektif bila hal ini dilakukan.4 Estimasi dan Pelaporan Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. keterbandingan nialai proyek tidaklah begitu penting di kelas. proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses mapun produknya secara holistic. Deskripsi . Skor No. sedangkan secara analitik.8. lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relative tepat. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. nilai diberikan pada beberapa aspek. nilai tunggal mencerminkan kesan umum. Pada situasi yang memiliki risiko tinggi. Contoh Penilaian Proyek     Materi : Pertumbuhan Tanaman Perencanaan kegiatan : Observasi menanam salah satu jenis tanaman Pembuatan laporan atau makalah Mengadakan kegaitan diskusi panel di dalam kelas dimoderatori oleh guru Penilaian dilakukan terhadap :    Keaktifan saat mengikuti talkshow Makalah yang dibuat Aktifitas dalam diskusi panel Format Asesmen Proyek dalam Proses    Kelas : II Mata Pelajaran : Sains Materi : Pertumbuhan tanaman Nama Siswa : …………………….

1 Latar Belakang Penilaian Kinerja Penialain kinerja (Performance Asesment). 3. 2 4. keadilan dan kemanfaatan (usebilitas). realibilitas. 7. Menyiram jarang.3 Tujuan dan Peran Asesmen Kinerja Menurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah : . merupakan bagian dari asesmen alternative. Menyiram tanaman setiap hari. sebagai kritikan terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif. Tes baku didasarkan pada prinsip-prinsip validitas. mengamati pertumbuhan tanaman tetapi tidak mencatatnya Tidak menyiram dan tidak mencatat hasil pengamatan 3 2. mengamati pertumbuhan 4 tanaman dan mencatatnya Menyiram tanaman setiap hari. Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompok setelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normal pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan variablevariabel Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru” Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan. nilai guna dan keunggulannya”. tes baku banyak mendominasi di persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses Pembelajaran secara keseluruhan. Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. mengamati tetapi tidak mencatatnya. 7.2 Pengertian Asesmen Kinerja Asesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentuk kinerja.1. 1 Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kinerja 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 7. asesmen ini muncul sekitar tahun 1980-an.

Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18). yaitu:      Sikap dan persepsi tentang belajar Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatif Pada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic. dan (2) Metode Analitic. Skor 4 Deskripsi         Isi seluruh tulisan menarik Alur pikiran lancer. tetapi beberapa terjemahan jelek Ada pengorganisasian topic. 3 2    1     Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis : 7. terjemahan baik Pengorganisasian topic baik Penggunaan struktur kalimat bagus Sebagian kecil isi kurang menarik Alur pikiran lancer.4 Karakteristik Penialian Kinerja .   Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes. tetapi masih ada kelemahankelemahan. Ada kesalahan kecil secara mekanis Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic Kesalahan mekanis sangat serius Focus tidak jelas Kalimat terputus-putus dan bertele-tele Pengorganisasian sangat jelek Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah.

(4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan. yang merupakan panduan untuk memberikan skor. portofolio. 7. (2) Pemahaman di antaranya seperti: membedakan. memperkirakan.W. Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. Jenis Perilaku yang Dapat Diukur Dalam menentukan perilaku yang akan diukur.J. R. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran 7. penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. (3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan. de Maclay. atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric). Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut : Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik. mengambil kesimpulan. Robert M. masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan. Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa. Norman E. Linn dan Gronlund. juga untuk memperbaiki PBM. mengklasifikasikan. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan. mendefinisikan. Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. Standar kualitas yang spesifik. David Krathwohl. kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria. bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek. bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku). Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. . Quellmalz. menentukan. mengkategorikan. Gagne.   Multi kriteria. memberi contoh. mengingat kembali. mengubah. Gronlund dan R.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian Kinerja Wujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu :          Tugas (task). Mazano dkk. 1. di antaranya seperti Benjamin S. pameran. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. menerapkan.5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja     Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM. menunjukkan. Bloom. asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real).

(5) respon yang kompleks. Membandingkan   . 7. (6) keterampilan menghasilkan keterampilan baru. Meringkas . hubungan dan pola. (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan. (8) keterampilan menilai. (4) mekanisme. kesalahan.Manakah pilihan berikut yang kamu pilih. seperti: membandingkan. merumuskan tujuan. menyajikan. klasifikasi. d. seperti: mengamati. membenarkan pembuktian. memprediksi. (3) perbandingan. Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan. Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. de Maclay adalah: (1) persepsi. (7) keterampilan memadu (integreting skills). menata/mengurutkan. demonstrasi. 2. seperti: menetapkan kriteria. mengapa? . mengembangkan. (2) menjawab. (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan. seperti: menyimpulkan. Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. (4) penyimpulan. Gronlund dan R. Jenis perilaku yang dikembangkan R. seperti: merekam. Hubungan sebab-akibat   . (7) karakterisasi dari nilai. 4. 3. (3) keterampilan mengingat.W. (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi. Mazano dkk. (3) respon terpimpin. b. Domain afektif yang dikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima. Memberi alasan (justifying)   . mengelompokkan. mengorganisasikan. seperti: mendefinisikan. (2) strategi kognitif: menghasilkan suatu pemecahan.menganalisis. (2) analisis. menilai. merumuskan pertanyaan. a. memutuskan.Bandingkan dua cara berikut tentang …. mengingat. seperti: meringkas. (4) keterampilan motorist melaksanakan/menjalankan sesuatu. (2) keterampilan mengumpulkan informasi.Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang …. generalisasi/menghasilkan sesuatu. (3) menilai. seperti mengenali: sifat dari komponen. identifikasi/konsep yang nyata. (5) keterampilan menganalisis.Apa akibat … c. (5) evaluasi. J. ide pokok. (6) organisasi. menyusun kembali. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills).Apa persamaan dan perbedaan antara … dan… . menyusun. 6. mengupas atau mengurai. (4) keterampilan mengorganisasi. (2) kesiapan.Apa penyebab utama … . (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral.

Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data ….Tuliskan pernyataan penting yang termasuk … .Apa reaksi A terhadap … g.Berdasarkan …. Penentuan Perilaku yang Akan Diukur Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan.Tuliskan satu rencana untuk pembuktian … . Menerapkan   .Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah …. . .Tuliskan … dengan menggunakan pedoman…. .Manakah penulisan yang salah pada paragraf …. apa yang akan terjadi bila . i. . maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur. f. .Apakah kelebihan dan kelemahan ….Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila …. tuliskanlah evaluasi tentang… B.   Sintesis .Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama …. j. .Apakah hal berikut memiliki … h. Perilaku yang akan . Evaluasi   .  . Mengelompokkan   . Menciptakan   . k.Tuliskan sebuah laporan … l. Berpendapat (inferring)   .Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang ….Ringkaslah dengan tepat isi … e.Kelompokkan hal berikut berdasarkan ….Berdasarkan kriteria …. Analisis   . Menyimpulkan   .

diukur, pada Kurikulum Berbasis Kompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi, baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Setiap kompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda. Semakin tinggi kemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi, maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya. Dalam Standar Isi, perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat pada rumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi, guru dapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur, mulai dari perilaku yang sangat sederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi, berdasarkan rumusan kompetensinya (baik standar kompetensi maupun kompetensi dasar). Dari susunan perilaku itu, dipilih satu perilaku yang tepat diujikan kepada peserta didik, yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas. C. Penentuan dan Penyebaran Soal

Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini. Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjil
No Kompetensi Materi Jumlah soal tes tulis PG ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. ……….. 6 3 4 5 8 6 – 8 40 Uraian – 1 – 1 1 – 2 – 5 Jumlah soal

Dasar
1 2 3 4 5 6 7 8 1.1 ………… 1.2 ………… 1.3 ………… 2.1 ………… 2.2 ………… 3.1 ………… 3.2 ……….. 3.3 ……….

Praktik
– – 1 – – 1 – – 2

Jumlah soal

D. Penyusunan Kisi-kisi Kisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan

sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini. FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah Jumlah soal : ……………………… : ………………………

Mata pelajaran : ……………………… Bentuk soal/tes Kurikulum Penyusun : ……………… : ……………………… : 1. ………………… 2.

Alokasi waktu : ……………………… …………………
No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ Materi Indikator soal Nomor

smt Keterangan:

pokok

soal

Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6. Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini. 1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat dan proporsional. 2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami. 3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya. E. Perumusan Indikator Soal

Indikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusan indikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guru harus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi. Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik:

1. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat, 2. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian/tes perbuatan, 3. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda). Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) , B = behaviour (perilaku yang harus ditampilkan), C = condition (kondisi yang diberikan), dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). Ada dua model penulisan indikator. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Model pertama ini digunakan untuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus), misalnya berupa sebuah kalimat, paragraf, gambar, denah, grafik, kasus, atau lainnya, sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilaku yang harus ditampilkan di awal kalimat. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasar pertanyaan (stimulus). (1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”, peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7.00., tetapi dia datang pukul 8.00 pagi hari.”) Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut:
   

a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini. b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini, d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini

Kunci: d (2) Contoh model kedua Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. Soal :
  

Penulisan nilai uang yang benar adalah ….
a. Rp 125,b. RP 125,00 c. Rp125

yaitu menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulis dengan menggunakan katakatanya sendiri. (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirik hasil uji coba. (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi. maka harus dilakukan langkah-langkah berikut. dan bentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda. dan tes praktik). Kunci: b F. Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif. (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yang diukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal uraian. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan dan menyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. yaitu: (1) menentukan tujuan tes. Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain. (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan. d. materi. Langkah-langkah Penyusunan Butir Soal Agar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal. Penulisan Soal Bentuk Uraian Menulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis. Hal yang paling sulit dalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. (9) menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal. (6) menulis butir soal. sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akan diukur. sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedoman penskorannya. H. ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif. (3) menentukan materi yang diujikan. Penulis soal harus dapat merumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkat subyektivitas penskorannya. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalam kisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian. Rp125. G. (5) menyusun kisi-kisinya. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah sulit menyusun pengecohnya. . (8) merakit soal menjadi perangkat tes. uraian. Penyusunan Butir Soal Tes Tertulis Penulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahan ulangan/ujian. Ketepatan yang dimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian. dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis.

bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2. Contoh misalnya perilaku yang diukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”. maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Contoh format soal bentuk uraian dan format penskorannya adalah seperti berikut ini. maka penulis soal harus memperhatikan kaidah penulisannya. misalnya dapat disusun skala seperti berikut. KARTU SOAL Jenis Sekolah : ……………………………… …………………… Penyusun : 1. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatan kemampuan peserta didik yang akan diuji. Untuk tingkat SMA. Untuk memudahkan pengelolaan.Berdasarkan metode penskorannya. sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedoman penskorannya ditulis di dalam satu format. Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan Skor     0–3 - Sesuai 3 Cukup/sedang 2 Tidak sesuai 1 Kosong 0 Atau skala seperti berikut: Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan Skor       0 – 5 Skor - Sangat Sesuai 5 Sesuai 4 Cukup/sedang 3 Tidak sesuai 2 Sangat tidak sesuai 1 Kosong 0 Agar soal yang disusun bermutu baik. yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. perbaikan. . Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalam pemberian skor ini. Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik. dan pengembangan soal. Artinya perilaku yang diukur dapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0).

Soal harus sesuai dengan indikator. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. Materi    a. c. FORMAT PEDOMAN PENSKORAN NO KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKOR SOAL Bentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan. 1. …………………… Bahan Kls/Smt : ……………………………… …………………… Bentuk Soal : ……………………………… ……………………….. dan (3) pedoman penskoran. Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut. Aspek yang diukur : ……………………………… KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER: RUMUSAN BUTIR SOAL MATERI NO SOAL: 2.Mata Pelajaran : ……………………………. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. . 3. b. Tahun Ajaran : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK A B C D E OMT KET. (2) pertanyaan.

Aspek yang diukur : ………………………………. Oleh karena itu. d. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. langkah kedua menuliskan kunci jawabannya. 3. terbaca. gambar. langkah ketiga menuliskan pengecohnya. KARTU SOAL Jenis Sekolah Mata Pelajaran Bahan Kls/Smt Bentuk Soal Tahun Ajaran : ………………………………. : ………………………………. H. c. Pengecoh yang baik adalah pengecoh yang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan. atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas. dan perkembangan soal. b. Tabel. 2. d. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. maka soal ditulis di dalam format kartu soal. e. Penyusun : 1. c. perbaikan. Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban. langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya. peta. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). . : ………………………………. Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda Menulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Tidak menimbulkan penafsiran ganda. Untuk memudahkan pengelolaan. : ………………………………. : ………………………………. grafik. Adapun formatnya seperti berikut ini. dan berfungsi. 2. d. Konstruksi     a. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik. maka dalam penulisannya perlu mengikuti langkahlangkah berikut. untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda. 3. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. Hal yang paling sulit dilakukan dalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Bahasa      a. b. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya.

Perhatikan contoh berikut! Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah seperti berikut ini. satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. (2) pokok soal (stem). Materi a. 1. Artinya.KOMPETENSI DASAR BUKU SUMBER RUMUSAN BUTIR SOAL NO SOAL: MATERI KUNCI : INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL NO DIGUNAKAN UNTUK TANGGAL JUMLAH SISWA TK DP PROPORSI PEMILIH KET. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. 2. Soalnya mencakup: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada). Artinya. Konstruksi a. Pengecoh harus bertungsi c. (3) pilihan jawaban yang terdiri atas: kunci jawaban dan pengecoh. A B C D E OMT Soal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. b. Soal harus sesuai dengan indikator. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang . Peserta didik yang mengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran peserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. g. Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu harus disusun secara kronologis. . kelompok kata. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya. h. penggunaan negatif ganda diperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri. apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihat pilihan jawaban. grafik. j. wacana. e. maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkan saja. Artinya. Artinya. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidak homogen.berbeda dari yang dimaksudkan penulis. i. Artinya. grafik. pada pokok soal jangan sampai terdapat kata. grafik. berarti gambar. c. kadang-kadang. atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar. dapat dimengerti oleh peserta didik. Gambar. Untuk keterampilan bahasa. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar. tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal. f. terbaca. tabel. dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi. Artinya apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan. diagram. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka atau kronologis. dan semua pilihan jawaban harus berfungsi. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. pada pokok soal jangan sampai terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Artinya. atau tabel itu tidak berfungsi. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan peserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutan sampai nilai angka yang paling besar. Setiap butir soal hanya mengandung satu persoalan/gagasan b. umumnya. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. penulisannya harus setara. dan sebaliknya. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. d.

menerima informasi verbal. b. 3. b) pemakaian kata: (1) pilihan kata.k. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. menerima penguatan. Kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.1 Konsep Sikap Sikap adalah suatu reaksi atau perbuatan yang ditimbulkan akibat suatu stimulus atau objek yang datang pada dirinya. (3) anak kalimat. Bahasa/budaya a. Bahasa yang digunakan harus komunikatif. Letakkan kata/frase pada pokok soal. (2) penggunaan tanda baca. (2) penulisan kata. Yang mempengaruhi pembentukan sikap dalam proses pembelajaran. dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf. 10. c.2 Penilaian Sikap dalam Proses Pembelajaran di Kelas Pada umumnya penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan objek sikap sebagai berikut :    Sikap terhadap mata pelajaran Sikap terhadap guru mata pelajaran Sikap terhadap proses pembelajaran Sikap terhadap materi pembelajaran Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu Sikap berhubungan dengan kompetensi afektifitas lintas kurikulum. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. menurut Klausmeir (1985) ada tiga model belajar pembentukan sikap yaitu : mengamati dan meniru. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Sikap 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 10. sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/peserta didik. (2) unsur predikat. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Tujuan penilaian sikap adalah : .

sesuai dengan tingkat pencapaian dan kemampuan serta karakteristik anak didik. Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat.3 Sakla Sikap Skala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat dan nilai-nilai yang menjadi tujuan pengajaran dan alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yang dimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku. pemberian laporan kepada orang tua dan penentuan lulus tidaknya anak didik. Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku anak didik. misalnya :      SS S TB TS STS : sangat setuju : setuju : tidak berpendapat : tidak setuju : sangat tidak setuju Skala Thurstone. Nilai yang paling cocok di evaluasi dengan skala sikap adalah yang bersifat rasional social. (Depdikbud. 1 2 3 4 5 D 6 7 E 8 9 10 11 F G H I J Unfavourable K Very Netral Very A B C Favourible . menyenangkan dsb) Memilih kata sifat yang tepat akan digunakan dalam skala Menentukan skala dan penskoran Jenis-jenis skala sikap : Skala Likert. Langkah-langkah pengembangan skala sikap :     Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya “mata pelajaran Sains” kompetensi dasar? Indicator? Memilih dan membuat daftar konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap (menarik. 1983 : 2) 10. skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukan tingkatan.Untuk mendapat umpan balik (feedback) baik bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi anak didiknya. merpakan skala yang mirip skala Likert karena suatu instrument yang jawabannya menunjukkan tingkatan.

2. 9. Pertanyaan sikap Saya merasa untuk mempelajari SS 5 S 4 TB 3 TS 2 STS 1 Matematika perlu banyak latihan ( + ) Konsep-konsep yang ada dalam 1 2 3 4 5 Matematika terlalu abstrak ( – ) Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Portofolio 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 9. dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. .2 Tinjauan Hasil.2. tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu terjadi.1 Tinjauan Proses. Portofolio proses (process oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. adalah bentuk yang digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian.2 Bentuk Portofolio 9.Pertanyaan yang disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir atau tidak kurang dari 5 butir. bagaimana proses awal itu terjadi dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai. Contoh pertanyaan sikap terhadap pelajaran matematika. keterampilan.2.3 Portofolio dokumentasi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan danmerefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten. digunakan guru dan peserta didikmenilai dan memantau perkembangan pengetahuan. Portofolio dokumentasi adalah penilaian terhadap koleksi pilihan dari sekumpulan evidence peserta didik selama kurung waktu tertentu. 9. 9. Pendekatan ini lebih menekankan pada bagaimana peserta didik belajar. Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik. berkreasi.1 Penilaian Portofolio Penilaian portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran. Yang jelas skor untuk pernyataan positif dan pernyataan negative adalah kebalikannya. termasuk mulai dari draft awal.

9. kerahasiaan bersama. kesesuaian. tidak mencakup proses pekerjaan. pekerjaan peserta didik. atau deskriptif. artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence Authentic. Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi Pembelajaran mereka sendiri.4 Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan untuk memilih evidence yang paling banyak yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. kepuasan. Dinamis. semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas Integrasi. portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. 9. Kepemilikan. antara lain saling percaya.6 Analisis Hasil dan Pelaporan Hasil penilaian portofolio umumnya dapat berbentuk skor. milik bersama. grafik. 9. dan indicator pencapaian hasil belajar tetapi juga mengacu ke berbagai tujuan atau beberapa indicator pencapaian hasil belajar.4 Fungsi dan Tujuan Portofolio Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik. portofolio mencakup perkembangan dan perubahan Eksplisit.5 Karakteristik Penilaian Portofolio       Multi sumber. Beragam tujuan. artinya ditinjau dan konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain. dalam penyempurnaan. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalisis dan ditafsirkan . Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk :     Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar Perluasan dimensi belajar Pemahaman kembali proses belajar mengajar Penekanan pada pengembangan peserta didik dalam belajar.3 Pedoman Penerapan Penilaian Portofolio Pedoman penerapan penilaian portofolio disekolah. proses dan hasil. adanya keterkaitan antara evidence dengan kompetensi dasar dan indicator yang telah ditentukan dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu.9. Evidenve peserta didik haruslah autentik. Portofolio penampilan hanya berisi pekerjaan peserta didik yang telah selesai. perbaikan. 9.2. portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada suatu standar kompetensi dasar.

Proyek adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu. produk. evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain. ujian serta data hasil interview dan survey. portofolio. kelompok peserta didik. Hal yang paling mendasar dalam analisis dan pelaporan adalah validitas dan realibilitas dan berbagai metode telah dikembangkan. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan.1 Latar Belakang Penilaian Proyek Penialian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta.fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari program Pembelajaran di kelas. observasi. orang tua. hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber pada primer atau skunder.sehingga kesimpulan akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan niali keseluruhan berbagai aspek. Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Proyek 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 8. Hasil penilaian portofolio dapat dialporkan baik kepada peserta didik. oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan program Pembelajaran. maka kegiatan penialian membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta didik serta guru.2 Perencanaan Penialian Produk Dalam perencanaan penilaian proyek terdapat tiga hal yang harus diperhatikan :    Kemampuan pengelolaan Relevance Keaslian . proyek.7 Merancang Penilaian Portofolio Pada umumnya dalam merancang penilaian portofolio harus memenuhi beberapa tahapan utama diantaranya :     Penentuan tujuan portofolio Penentuan isi portofolio Penentuan criteria penilaian portofolio Penentuan format penilaian format portofolio Penentuan koleksi dan menyelaksi (collection) Refleksi (reflection) Adanya hubungan (conection). Guru dapat melakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan yang diperoleh melalui pertemuan. 8. pengorganisasian. 9. pengevaluasian. maupun komunitas masyarakat.

4 Estimasi dan Pelaporan Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. bukti nilai yang tersedia dapat menunjukan hubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar. 2 . Menyiram tanaman setiap hari. lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapat ditempatkan relative tepat. proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses mapun produknya secara holistic. Skor No. nilai tunggal mencerminkan kesan umum. Pada situasi yang memiliki risiko tinggi. keterbandingan nialai proyek tidaklah begitu penting di kelas. Nilainya dapat dilakukan secara subjektif maupun objektif. akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilai dapat dimengerti siswa. 3. mengamati tetapi tidak mencatatnya. Menyiram jarang. 8. nilai diberikan pada beberapa aspek. Keterbandingan Judgement. Contoh Penilaian Proyek     Materi : Pertumbuhan Tanaman Perencanaan kegiatan : Observasi menanam salah satu jenis tanaman Pembuatan laporan atau makalah Mengadakan kegaitan diskusi panel di dalam kelas dimoderatori oleh guru Penilaian dilakukan terhadap :    Keaktifan saat mengikuti talkshow Makalah yang dibuat Aktifitas dalam diskusi panel Format Asesmen Proyek dalam Proses    Kelas : II Mata Pelajaran : Sains Materi : Pertumbuhan tanaman Nama Siswa : …………………….8. Deskripsi 1. maka standar penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispersikasikan. mengamati pertumbuhan tanaman tetapi tidak mencatatnya 3 2.3 Judging Proyek Metode Judging. mengamati pertumbuhan 4 tanaman dan mencatatnya Menyiram tanaman setiap hari. nilai diberikan oleh penilai yang berbeda. Secara objektif.. sedangkan secara analitik. Secara subjektif bila hal ini dilakukan.

3 Tujuan dan Peran Asesmen Kinerja Menurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah :    Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru. merupakan bagian dari asesmen alternative. 7. Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18). tes baku banyak mendominasi di persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses Pembelajaran secara keseluruhan. Tes baku didasarkan pada prinsip-prinsip validitas.4. keadilan dan kemanfaatan (usebilitas).2 Pengertian Asesmen Kinerja Asesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentuk kinerja. yaitu:  Sikap dan persepsi tentang belajar . Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompok setelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normal pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan variablevariabel Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru” Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan. sebagai kritikan terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif. realibilitas. nilai guna dan keunggulannya”.1 Latar Belakang Penilaian Kinerja Penialain kinerja (Performance Asesment). Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. asesmen ini muncul sekitar tahun 1980-an. 7. Tidak menyiram dan tidak mencatat hasil pengamatan 1 Disimpan dalam Evaluasi Pembelajaran Penilaian Kinerja 22 Februari 2011 Tinggalkan Komentar 7.

terjemahan baik Pengorganisasian topic baik Penggunaan struktur kalimat bagus Sebagian kecil isi kurang menarik Alur pikiran lancer. Ada kesalahan kecil secara mekanis Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic Kesalahan mekanis sangat serius Focus tidak jelas Kalimat terputus-putus dan bertele-tele Pengorganisasian sangat jelek Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah. Skor 4 Deskripsi         Isi seluruh tulisan menarik Alur pikiran lancer. kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria.4 Karakteristik Penialian Kinerja    Multi kriteria. tetapi beberapa terjemahan jelek Ada pengorganisasian topic. Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes. 3 2    1     Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis : 7. bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku). masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian. . dan (2) Metode Analitic. asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real). Standar kualitas yang spesifik. tetapi masih ada kelemahankelemahan.    Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatif Pada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic.

Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut : Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. juga untuk memperbaiki PBM. pameran. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran 7.7. bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan. yang merupakan panduan untuk memberikan skor.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian Kinerja Wujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu :          Tugas (task).wordpress. http://ayahalby. atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric). Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. portofolio.com/category/evaluasi-pembelajaran/ .5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja     Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful