Definisi CSR Menurut Hartman (2008: 149), Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab yang dimiliki

perusahaan terhadap komunitas yang berkaitan dengan operasional bisnis sehingga perusahaan harus mengidentifikasikan kelompok-kelompok stakeholder dan menggabungkan kebutuhan serta kepentingan mereka dalam proses pembuatan keputusan operasional dan strategis. Definisi CSR telah berevolusi selama bertahun-tahun yang mana pada awalnya definisinya masih terlalu umum dan ambigu. Carrol (2007) dalam Visser (2007: 123) mengungkapkan bahwa saat ini, definisi CSR telah mencerminkan beberapa hal, antara lain: 1. Perusahaan mempertimbangkan pengaruh aktivitas perusahaan terhadap berbagai pihak secara serius. 2. Manajer memiliki kewajiban untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 3. Perusahaan telah memenuhi tanggung jawab ekonomi dan hukum. Dalam perkembangannya, konsep CSR memang tidak memiliki definisi tunggal. Hal ini terkait implementasi dan penjabaran CSR yang berbeda-beda. Namun, beberapa definisi yang cukup berpengaruh, yaitu: Versi Bank Dunia: CSR is the commitment of business to contribute to sustainable economic development working with employees and their

representatives, the local community and society at large to improve quality of life, in ways that are both good for business and good for development.

Versi Uni Eropa: CSR is a concept whereby companies integrate social and environmental concerns in their business operations and in their interaction with their stakeholders on voluntary basis.

Di pihak lain, Prince of Wales International Business Forum menyatakan bahwa CSR meliputi lima pilar: 1. Building human; pilar ini mencermin kemampuan perusahaan dalam

menciptakan sumber daya manusia yang handal baik dari sisi internal (karyawan)

Menurut ISO 26000. Protecting the environment. perusahaan menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar agar tidak menimbulkan konflik. Selain itu. labor practices. yakni procedure. mempertimbangkan harapan pemangku kepentingan. pilar ini berkaitan dengan kemampuan perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik. pilar ini berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi komunitas. Assessing social cohesion. CSR adalah: Tanggung jawab sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatannya pada masyarakat dan lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. 2. Encouraging good governance. fair operating practices. CSR adalah kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian keuntungannya (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan lingkungan (planet) secara berkelanjutan berdasarkan prosedur (procedure) yang tepat dan profesional.10. perusahaan harus menjaga kelestarian lingkungan. 5. Strengthening economies. human rights. 3. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut. dapat dikatakan bahwa CSR bukan merupakan sesuatu yang sederhana. Dengan demikian. 4. 2007). sejalan dengan hukum yang ditetapkan dan normanorma perilaku internasional. social development.maupun eksternal (masyarakat). Menurut Suharto (2007a) dalam Suharto (2008). organizational governance. maka perusahaan melakukan pemberdayaan melalui community development. Berdasarkan pedoman tersebut. serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh (draft 3. ISO 26000 mengenai Guidance on Social Responsibility juga memberikan definisi CSR meskipun pedoman CSR standar internasional ini baru akan ditetapkan pada tahun 2010 tetapi draft pedoman ini dapat dijadikan sebagai rujukan. dan consumer issues. pendefinisian CSR yang relatif mudah dipahami dan dapat dioperasionalkan untuk kegiatan audit adalah dengan mengembangkan konsep Triple Bottom Lines dan menambahkannya dengan satu line tambahan. Dalam ISO 26000 CSR meliputi tujuh komponen utama. yaitu: the environment. . Dalam aplikasinya.

Alasan Perusahaan Mengimplementasikan CSR Simon Zadek (2007) dalam buku The A To Z To CSR (Visser. philanthropy. 2007: 127) mengenalkan empat pemikiran mengenai alasan perusahaan melakukan tanggung jawab sosial. tempat kerja. Perusahaan melakukan berbagai aktivitas sosial dengan harapan akan menghasilkan manfaat lebih besar daripada biaya. Pendekatan defensive. Perusahaan melaksanakan CSR sebagai kesempatan untuk memahami pasar sehingga dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap perusahaan. Pendekatan pembelajaran dan inovasi. Dalam proses tersebut. lingkungan. Pendekatan strategis. hak asasi manusia. Apapun definisi yang digunakan. yaitu: 1. kemudahan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan pendididikan. CSR merupakan seluruh aktivitas perusahaan dalam berbagai topik sosial dan lingkungan yang biasanya mencakup isu keberagaman. Sustainability Survey Report tahun 2002 yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers mengidentifikasikan beberapa alasan perusahaan memutuskan untuk lebih bertanggung jawab secara sosial. socially responsible investment (SRI). etika bisnis. 2. Perusahaan menyadari perubahan lingkungan dan menerapkan CSR sebagai bagian dari strategi perusahaan. labor practices. 4. Pendekatan cost-benefit. dan consumer issue. Meningkatkan reputasi .konsep 4P ini dapat dipadukan dengan komponen dalam ISO 26000. antara lain: 1. fair operating practices. Konsep procedure mencakup konsep organizational governance. Konsep planet berkaitan dengan aspek environment. pengembangan masyarakat dan corporate governance. Konsep people berhubungan dengan konsep social development dan human rights yang tidak hanya menyangkut kesejahteraan ekonomi masyarakat (seperti: pemberian modal usaha. sustainability. Pendekatan ini menganggap perusahaan melaksanakan tanggung jawab sosial untuk menghindari tekanan dari pihak luar yang dapat menimbulkan biaya. penguatan kapasitas lembaga-lembaga sosial lokal). pelatihan keterampilan kerja) tetapi juga kesejahteraan sosial (misalnya: pemberian jaminan sosial. 3. diperoleh suatu pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai keuntungan kompetitif.

6. 5. CSR turut menyelesaikan masalah manajemen sehari-hari. 2. 3. Pengungkapan CSR Teori Kecenderungan Pengungkapan CSR Gray et. Pendorong pertama adalah motif ekonomi. Dorongan lain dalam CSR adalah motif managerial. Motif terakhir adalah motif politik yang berpandangan bahwa CSR adalah cara terbaik bagi perusahaan untuk dapat diterima sebagai masyarakat yang baik. 9. Keuntungan kompetitif Penghematan biaya Trend industri Komitmen CEO atau direksi Tuntutan pelanggan Tuntutan Socially Responsible Investment. Economy theory studies: pihak manajemen melakukan pengungkapan sosial sebagai upaya untuk memenuhi tuntutan publik. lingkungan dan atau etika dalam proses analisis dan pemilihan produk keuangan yang dikomunikasikan antara investor dengan penerbit produk keuangan tersebut.2. 7. Tuntutan pemegang saham Akses untuk mendapatkan modal Hennigfeld (2006: 40) mengungkapkan bahwa motivasi perusahaan untuk mengikuti agenda CSR pada dasarnya dapat dibagi menjadi empat golongan atas dasar pendorongnya. Decision usefullness studies: pengungkapan sosial dilakukan karena informasi tersebut dibutuhkan oleh para pemakai laporan keuangan dan ditempatkan pada posisi yang moderatly important. yaitu: 1. 4. Motif etis merupakan pendorong ketiga dengan alasan bahwa CSR adalah sesuatu yang secara moral sudah sepatutnya dilakukan. CSR mendukung profitabilitas jangka panjang. (1995) mengelompokkan teori yang dipergunakan oleh para peneliti untuk menjelaskan kecenderungan pengungkapan sosial ke dalam tiga kelompok. 8. SRI merupakan praktek dalam investasi yang meliputi evaluasi isu sosial. al. .

antara lain: 1. Menurut Gray (2001: 242). 4. Untuk memberikan dorongan bagi perkembangan internal perusahaan.3. Social and political theory studies: pengungkapan sosial dilakukan sebagai reaksi terhadap tekanan-tekanan dari lingkungan agar perusahaan merasa eksistensi dan aktifitasnya terlegitimasi. Menurut Harahap (1993) dalam Novalianto (2006). 2. Perspektif Ekosistem Perusahaan dalam perspektif ini sadar bahwa kegiatan ekonomi yang dilakukan akan menimbulkan dampak bagi ekosistem yang berada di sekitarnya. suatu perusahaan mengungkapkan aktivitas CSRnya secara sukarela dengan bermacammacam alasan. Sebaliknya. . sosialis memfokuskan perhatian terhadap kepentingan sosial dan selalu memperhatikan efek sosial yang ditimbulkan oleh kegiatannya. Jika tidak dilakukan secara sukarela maka pengungkapan tersebut akan menjadi suatu keharusan. antara lain: 1. Kecenderungan Terhadap Kesadaran Lingkungan Kecenderungan ini berdasarkan kenyataan bahwa manusia adalah makhluk di antara berbagai makhluk yang saling berkaitan. 2. 3. Ekonomisasi vs Sosialisasi Ekonomi mengarahkan perhatian hanya kepada kepuasan individual sebagai unit yang selalu mempertimbangkan cost dan benefit tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. terdapat beberapa paradigma yang menimbulkan kecenderungan perusahaan untuk mengungkapkan tanggung jawab sosialnya. Alasan Pengungkapan Aktivitas CSR secara Sukarela Pengungkapan kinerja CSR pada laporan tahunan perusahaan seringkali dilakukan secara sukarela oleh perusahaan. Kecenderungan Terhadap Kesejahteraan Sosial Kecenderungan ini berdasarkan kenyataan bahwa kesejahteraan masyarakat hanya dapat lahir dari sikap kerjasama antar unit-unit masyarakat itu sendiri sehingga timbul kesadaran dan kebutuhan pertanggungjawaban sosial perusahaan terhadap lingkungan sosialnya.

3. Untuk meningkatkan kesan baik perusahaan. dan lain-lain.3. kredibilitas. Pengungkapan akan memberikan pengaruh yang positif terhadap harga saham. GRI membuat GRI Guidelines sebagai sebuah kerangka kerja untuk pelaporan kinerja ekonomi. 11. 2. ketelitian. . dan sosial organisasi. pemegang saham. 5. 8. Guidelines tersebut menyajikan hal-hal sebagai berikut : 1. 4. GRI dibentuk untuk meningkatkan praktek sustainability reporting menuju tingkatan yang setara dengan pelaporan keuangan. Cara menilai organisasi dalam penyajian sebuah gambaran keseimbangan dan kelayakan dari kinerja ekonomi. 10. 7. 12. 6. lingkungan. lingkungan dan sosialnya. GRI didirikan di New York pada tahun 1997 dan saat ini berpusat di Amsterdam. Untuk mencegah pengungkapan yang dilakukan oleh pihak lain. karyawan. Tujuan GRI adalah membuat pedoman bagi perusahaan sebagai dasar pelaporan dampak ekonomi. lingkungan dan sosial dari kegiatan bisnis mereka. Untuk membangun keahlian di bidang CSR sebelum peraturannya menjadi lebih rumit. Hak pemegang saham dan stakeholder untuk mengetahui aktivitas CSR. Untuk mengabsahkan aktivitas CSR yang dilakukan. Keuntungan bersaing. Keuntungan politis yang muncul dari perubahan persepsi pemerintah. Prinsip-prinsip pelaporan dan kandungan spesifik untuk memandu persiapan laporan sustainability tingkat organisasi. Keinginan untuk menyampaikan kepada publik tentang apa yang telah dilakukan oleh perusahaan. 9. Untuk mengalihkan perhatian dari area lain perusahaan. Cara mengembangkan sustainability report yang dapat dibandingkan (comparability). dan dapat diverifikasi dari informasi yang dilaporkan. Pedoman Pelaporan Pengungkapan CSR Pedoman yang paling banyak dijadikan acuan dalam pelaporan CSR saat ini adalah Global Reporting Initiative (GRI). dengan mencapai komparabilitas. batas waktu.

c) pemrosesan limbah pertambangan. b) pengelolaan material. dan inisiatif sukarela. Indikator kinerja ekonomi: a. pengelolaan. f) kesiap-siagaan terhadap situasi darurat.4. f) keanekaragaman hayati. j) Compliance. c) karyawan. dan kegunaan yang lebih tinggi. GRI membuat sustainability reporting guideline yang memberi petunjuk pembuatan laporan dengan memperhatikan aspek ekonomi-sosiallingkungan. e) keberagaman dan kesempatan. d) pelatihan dan pendidikan. g) emisi dan limbah pabrik. Indikator-indikator yang digunakan sebagai pedoman adalah (Global Reporting Initiative. d) penyedia modal. Sebagai sebuah instrumen untuk memfasilitasi perjanjian stakeholder. e) air. c) kesehatan dan keamanan. GRI menyediakan rangkaian indikator kinerja yang dapat digunakan perusahaan sebagai pedoman bagi perusahaan yang ingin mempublikasikan aktivitas CSR (Fisher. k) transportasi. konsistensi. g) nilai tambah b. standar kinerja. Dampak ekonomi tidak langsung. i) produk dan jasa. Penilaian kinerja sustainability dan benchmarking dengan mentaati kode-kode. 2006). 2. f) perolehan. standar kinerja. Perusahaan berhak memilih bentuk pelaporan yang sesuai dengan kebutuhan atau kompleksitas organisasinya. h) pemasok. d) energi. 3. Indikator kinerja sosial: a. . b) hubungan manajemen dengan tenaga kerja. Namun. Meskipun bersifat sukarela tetapi pelaporan CSR ini bermanfaat bagi masa depan karena investor melihat aktivitas CSR sebagai acuan untuk menilai potensi keberlanjutan (going concern) suatu perusahaan. GRI tidak dapat mewajibkan perusahaan membuat laporan tersebut. GRI guidelines bukan merupakan aturan ketat atau rangkaian prinsip-prinsip perilaku. Misi GRI adalah untuk meningkatkan kualitas pelaporan menuju tingkat komparabilitas. 5. b) pemasok. l) keseluruhan. 2005): 1. Praktek tenaga kerja dan pekerjaan yang layak: a) ketenagakerjaan. atau sebuah sistem manajemen. Maksud dari guidelines secara keseluruhan adalah untuk menangkap dan memunculkan persetujuan bersama pada praktek pelaporan. Dampak ekonomi langsung: a) pelanggan. dan distribusi pendapatan. e) sektor publik. Indikator kinerja lingkungan: a) material.

Hak asasi manusia: a) strategi dan manajemen. Kemasyarakatan: a) masyarakat. d) penghargaan terhadap privasi. b) non-diskriminasi. f) praktek kedisiplinan. d. e) tenaga kerja paksa dan wajib. c) kebebasan berserikat dan perundingan bersama. Pasal 15 (b) menyatakan bahwa ”Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan. h) kompetisi dan penetapan harga. Ketentuan lebih lanjut mengenai CSR ini baru akan diatur oleh Peraturan Pemerintah. e) penyuapan dan korupsi. g) praktek-praktek pengamanan.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. yang hingga belum dikeluarkan.40 Tahun 2007 yang belum lama ini disahkan DPR.” Meskipun UU ini telah mengatur sanksi-sanksi secara terperinci terhadap badan usaha atau usaha perseorangan yang mengabaikan CSR (Pasal 34). d) pekerja anak. h) hak masyarakat pribumi. UU ini baru mampu menjangkau investor asing dan belum mengatur secara tegas perihal CSR bagi perusahaan nasional. 3 dan 4 hanya disebutkan bahwa CSR ”dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perseroan yang pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran”. UU PT tidak menyebutkan secara rinci berapa besaran biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk CSR serta sanksi bagi yang melanggar. debut CSR semakin menguat terutama setelah dinyatakan dengan tegas dalam UU PT No. Implementasi CSR di Indonesia Di Tanah Air. PT yang tidak melakukan CSR dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Disebutkan bahwa PT yang menjalankan usaha di bidang dan/atau bersangkutan dengan sumber daya alam wajib menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (Pasal 74 ayat 1). b) produk dan jasa. c) periklanan. Peraturan lain yang menyentuh CSR adalah UU No. c. f) kontribusi politis. b) perpindahan tempat tinggal. Tanggung jawab dari dampak produk: a) kesehatan dan keselamatan konsumen. Pada ayat 2. .b. d) hak atas tanah. c) penutupan operasional.

Corporate Social Responsibility (CSR) (Dalam Rangka Memenuhi Tugas Resume Mata Kuliah Sistem Pengendalian Management) Oleh : KELOMPOK 3 Rima Intantri Winda Ayu S Fitra Devy D.A 0810230133 0810230157 0810233097 JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful