Tugas Penyusunan Formula dan Pembuatan : Pasta Zinci dengan Vioform I. Tinjauan Bahan Aktif 1. Zinci Oxydum a.

Tinjauan Kimia Farmasi Rumus Molekul ada di FI III hal.636 Sengoksida mengandung tidak kurang dari 99,0% ZnO, dihitung terhadap zat yang telah dipijarkan. Pemerian : - Bentuk : Serbuk amorf, sangat halus - Warna : Putih atau putih kekuningan - Bau : Tidak berbau - Rasa : Tidak berasa - Sifat kimia : Lambat laun menyerap karbondioksida dari udara - Massa Molekular : 81.4084 g/mol - Berat Jenis : 5.606 g/ml - Titik leleh : 19750C - pH optimum : 5.0-8.0 (dalam bentuk larutan zat 10mg/100ml) - Stabilita : Akan rusak pada suhu ≥ 1050C Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P ; larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali hidroksida. Penetapan Kemurnian Zat : - Keasaman-kebasaan : Campur 1 g zat dengan 10 ml air panas, tambahkan 2 tetes larutan fenolftalein P. Tambahkan asam klorida 0.1 N secukupnya hingga warna merah hilang; diperlukan tidak lebih dari 0.3 ml asam klorida 0.1 N - Kandungan Karbonat dan Warna Larutan Campur 2 g zat dan 10 ml aquadest, tambahkan 20 ml asam sulfat encer P, panaskan di atas tangas air, sambil terus menerus diaduk; zat yang tidak mengandung karbonat tidak akan menimbulkan gelembung gas, larutan jernih dan tidak berwarna. - Kandungan Arsen : Kandungan arsen tidak lebih dari 6 bpj; pengujian kandungan arsen dilakukan dengan mencampurkan 1 g zat dan 35 ml air. - Kandungan Besi dan Logam Berat lain : Dinginkan 5 ml larutan yang diperoleh seperti pada pengujian karbonat dan warna larutan; adanya kandungan besi dan logam berat lainnya ditandai dengan terbentuk endapan putih dengan penambahan larutan kalium heksasianoferat (II) P dan dengan larutan natrium sulfida P. - Kandungan Timbal

. titrasi dengan natrium hidroksida 1 N menggunakan indikator larutan metil jingga P.0 ml asam sulfat 1 N.Warna : putih kekuningan atau kuning kecoklatan .Massa molekular : 305.5g yang telah dipijarkan dan ditimbang saksama dan 2. Vioform (Iodoklorhidroksikuinolina/kliokuinol) a.Bentuk : serbuk ringan . Tinjauan Kimia Farmasi Rumus molekul dan rumus bangun ada di FI III hal 315 Iodoklorhidroksikuinolina mengandung jumlah yang setara dengan tidak kurang dari 97. tambahkan 5 ml asam asetat glasial P. 1 ml natrium hidroksida 1 N setara dengan 40.Khasiat : Antiseptikum lokal . Pemerian : . Jika telah larut sempurna. pulvis (serbuk tabur) 2.0% C9H5ClINO.Penetapan Kualitatif : Panaskan sejumlah zat.Sisa Pemijaran Sisa pemijaran tidak lebih dari 1%.Penetapan Kuantitatif : Larutkan 1. jika perlu dengan pemanasan perlahan-lahan. Penetapan Kualitatif dan Kuantitatif : . terjadi warna kuning yang jika didinginkan akan hilang.Keasaman-kebasaan : .Campurkan 2 g zat dan 20 ml air.Penggunaan : mengatasi miliria. zat yang tidak mengandung timbal tidak akan menimbulkan kekeruhan atau endapan. Tinjauan Farmakologis .499 g/mol Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%)P . tambahkan 5 tetes larutan kalium kromat P.5 g amonium klorida P dalam 50. b. aduk. Penetapan dilakukan dengan pemijaran kuat 2 g zat hingga bobot tetap. terbakar matahari ringan dan ruam popok pada bayi. Penetapan Kemurnian Zat : . .Bau : bau khas dan lemah .0% dan tidak lebih dari 103. .69 mg ZnO. larut dalam dimetilformamida P dan piridina P. urtikaria.Cara Pemakaian : Oleskan secukupnya pada daerah yang mengalami gangguan.Bentuk Pemberian yang biasa digunakan : unguentum. masing-masing dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.Rasa : tidak mempunyai rasa .0% jumlah fenol dan tidak kurang dari 90. . liniment. hangatkan di atas tangas uap hingga larut. pastae.

Kromatogram yang dihasilkan bandingkan antara hasil dari C9H5ClINO dalam larutan intern dan C9H5ClINO dalam larutan kliokuinolin PK. menggunakan 5 ml larutan natrium hidroksida encer P sebagai cairan serap.Sisa pemijaran : Sisa pemijaran tidak lebih dari 0.Kandungan Ion Halogenida : Kocok 500 mg zat dengan 25 ml air selama 1 menit.1 N pada campuran 25 ml air. Tinjauan Farmakologis . larutan menjadi tidak berwarna. saring.2 ml asam klorida 0. 1 ml tetrabutilamonium hidroksida 0. .Kandungan Iodium Bebas : Kocok 1. warna yang terjadi pada lapisan kloroform dengan penambahan 2 tetes natrium tiosulfat 0.Susut Pengeringan : Tidak lebih dari 0. Pada 10 ml filtrate tambahkan 1 ml asam sulfat encer P dan 20 ml kloroform P.05 ml.0 ml. follikulitis .1 N dan diamati setelah 5 menit.5 mg jumlah fenol. diperlukan tidak lebih dari 0. kocok. saring.0 g zat dengan larutan kalium iodide P 5% b/v selama 30 detik. Pada filtrat tambahkan 0. Asamkan filtrat dengan asam nitrat P.1 N setara dengan 30.Bentuk pemberian yang biasa digunakan digunakan : cream II. Tambahkan natrium hidroksida 0. dermatosis karena jamur.5 ml asam nitrat P dan 0.Penggunaan : dermatitis kontak atau atopik. .0 ml larutan tambahkan 1 ml larutan perak nitrat P.005 N. terbentuk endapan kuning. kocok. Pada 5. urtikaris. hilang. .5 ml asam nitrat encer P dan 0. biarkan selama 5 menit. campurkan 600 mg zat yang ditimbang saksama dengan 50 ml piridina P dan dititrasi dengan tetrabutilamonium hidroksida 0. .5%. .1 N secara potensiometrik. Tambahkan 5 ml amonia encer P.Khasiat : Antiamuba .1 N hingga warna merah jambu.Kocok 500 mg zat dengan 10 ml air yang telah dinetralkan terhadap larutan fenolftalein P. pengeringan dilakukan dalam hampa udara di atas fosforpentoksida P selama 24 jam. . saring. terbentuk endapan putih.Cara pemakaian : Dioleskan secukupnya pada bagian kulit yang mengalami gangguan. neurodermatitis. * Penetapan kadar C9H5ClINO : Dengan cara kromatografi gas cair menggunakan larutan baku intern berupa oktadekana P dalam heksana P. 0. pyoderma.Penetapan Kualitatif : Bakar 20 mg zat dengan cara pembakaran dengan oksigen.1 n.2% Penetapan Kualitatif dan Kuantitatif : . opalesensi yang terjadi tidak lebih kuat dari opalesensi larutan pembanding yang dibuat dengan menambahkan 0. acne.5 ml perak nitrat 0. Tinjauan Bahan Tambahan .5 ml perak nitrat 0. Setelah proses pembakaran selesai encerkan dengan air secukupnya hingga 25. biarkan selama 5 menit. b.Penetapan Kuantitatif : • Penetapan jumlah fenol : Dengan cara titrasi bebas air.

bentuk bulat telur. bentuk cakram besar atau seperti ginjal ukuran 10µm sampai 45 µm. . kuning muda sampai kuning - . terjadi warna biru tua yang hilang pada pemanasan dan timbul kembali pada pendinginan. Vulgare Vill.Bahan organik asing Tidak lebih dari sespora sel . memotong pada hilus. menggunakan 1 g zat.6%. diperoleh dari minyak mineral. (T. saring dan titrasi 50 ml filtrat dengan natrium hidroksida 0.Batas Mikroba Tidak boleh mengandung Escherichia coli. Pemerian : Bentuk : massa lunak dan lengket Warna : bening.5 ml larutan fenolftalein P 0.Campur 1 ml larutan kanji yang diperoleh dengan 0.Susut pengeringan Tidak lebih dari 15.05 ml iodium 0.0%.1 N LV. Jarang ditemukan butiran dengan ukuran sedang. .0 ml. Hilus dan lamela terlihat. . terbelah sepanjang poros utama. tampak bentuk silang berwarna hitam.1% dalam etanol 80%.1. diperlukan tidak lebih dari 2.Sisa pemijaran Tidak lebih dari 0. Vaselinum Flavum (Vaselin kuning) Vaselin kuning adalah campuran hidrokarbon setengah padat . dinginkan.Panaskan sampai mendidih selama 1 menit suspensi 1 g zat dalam 50 ml air. lakukan penetapan dengan menggunakan 1 g zat. Amylum Tritici (Pato Gandum) Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari biji Triticum aestivum L. Kegunaan : Sebagai bahan tambahan 2.005 M. . lakukan penetapan menggunakan 1 g. ukuran 2 µm sampai 10 µm. butir bersegi banyak atau bulatan kecil. kocok selama 1 jam. Penetapan Kualitatif : . Amati di bawah cahaya terpolarisasi. Penetapan Kemurnian Zat : . lakukan pengeringan pada suhu 1000-1050C.) (Familia Poaceae). terbentuk larutan kanji encer. Pemerian : Bentuk : serbuk sangat halus Warna : putih Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dingin dan etanol Mikroskopik : Butir.Keasaman : Tambahkan 10 g zat pada 100 ml etanol P 70% yang telah dinetralkan terhadap 0.

Penetapan Kualitatif dan Kuantitatif . uap tidak berbau tajam.3% (MIMS Edisi BAhasa Indonesia Vol.Penetapan Kuantitatif Menggunakan spektrofotometer ultraviolet.Keasaman-kebasaan Didihkan 5 g zat dengan 10 ml etanl (95%) P yang telah dinetralkan terhadap larutan lakmus P.Susunan Formulasi secara umum : Zinci Pasta : Tiap 10 g mengandung : Zincioxydum 2. 271) • Pada sediaan yang akan dibuat.7 g Cara Pembuatan : . 268.3) = 4.5 + 2.1% . vaselinum flavum yang dibutuhkan : 10 – (2.5 g Vaselinum flavum ad 10 g Cum vioform • Vioform dalam sediaan topical (cream) : biasanya terkandung sebanyak 1% . berfluororesensi lemah juga jika dicairkan. menguap.Bentuk sediaan yang akan dibuat : Pasta .3 g Vaselinum flavum ad 10 g. tidak lebih dari 0.9. dengan serapan 1 cm larutan 0.05% b/v dalam trimetilpentana P pada 290 nm. 2008.5 g Amylum tritici 2.5 g Vioform 3% = 3% x 10 g campuran = 0. menggunakan vioform sebanyak 3% Susunan Formulasi pasta zinci dengan vioform : Zincioxydum 2.Kandungan Zat organik asing Jika dipanaskan.- Bau : Tidak berbau Rasa : Hampir tidak berasa Sifat fisik : sifat fisik tetap setelah zat tersebut dileburkan dan dibiarkan hingga mendingin tanpa diaduk.5 + 0.Sisa pemijaran Tidak lebih dari 0. warna tidak berubah . 266.5 g Amylum tritici 2. Penggunaan : Sebagai bahan tambahan III. Tinjauan secara Farmasetika . Penetapan Kemurnian Zat : .75. hal.Penetapan Kualitatif : Memiliki jarak lebur antara 380-560C .

3 g vioform dalam 10 g pasta Indikasi : dermatitis kontak/atopik. follikulitis Etiket dalam kemasan (dus) : Vio-Z Pasta Kandungan : 2. dermatosis karena jamur. pruritis. atropi kulit (untuk pemakaian jangka panjang) Kemasan : Dus Daftar Pustaka Depkes RI.- Ayak zincioxydum terlebih dahulu. infeksi bakteri dan jamur kecuali jika diberikan kemoterapi yang sesuai Peringatan : Penggunaan jangka panjang. dermatitis perioral. bagian belakang tube yang masih terbuka dipress menggunakan alat agar isi tube tersebut tidak keluar Pasta siap untuk dikemas dan diedarkan Etiket dalam wadah (tube) : Nama Dagang : Vio-Z Cara Pakai : Dioleskan terlebih dahulu pada kain kasa. penggunaan. oleskan terlebih dahulu pada kain kasa. 0. Farmakope Indonesia Edisi III. skabies.7 g. gerus halus sampai homogen Uji homogenisitas pasta dengan mengoleskan pasta pada gelas preparat. dermatosis karena jamur. gerus halus sampai homogen Tambahkan zincioxydum. jika zat padat terdistribusi secara merata. berarti pasta sudah homogen Masukkan pasta ke dalam silinder untuk dimasukkan dalam tube Pasta yang berada di dalam silinder. gerus halus sampai homogen Tambahkan vioform sebanyak 0. dapat terjadi sensitisasi jika pemakaian berulang dari vioform Efek samping : kulit kering. kemudian aplikasikan pada kulit Kontra Indikasi : Penyakit virus dan TBC kulit. kerusakan kulit pada wajah dan mata. rasa terbakar. dimasukkan melalui bagian belakang cangkang (tube) Dorong pasta keluar dari silinder serta tarik silinder keluar dari tube agar pasta memenuhi bagian dalam tube Setelah semua pasta dari silinder. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia. urtikaria. kemudian timbang dengan saksama zincioxydum yang telah diayak sebanyak 2. gerus Tambahkan amylum tritici sebanyak 2. iritasi.5 g Timbang vaselinum flavum sebanyak 4. kemudian aplikasikan pada bagian kulit yang mengalami gangguan Indikasi : Dermatitis kontak/atopik. urtikaria. 1979. acne vulgaris.3 g. follikulitis Dosis : 2-4 kali per hari. .5 g Zincioxydum.5 g.

Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Depkes RI. MIMS Edisi Bahasa Indonesia Volume 9 Tahun 2008. 1995. Jakarta : CMP Medica . Farmakope Indonesia Edisi IV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful