TUMBUHAN PAKU (PTERYDOPHYTA

)
Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom). Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang-cabang, sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun yang khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora. Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora (sporangium). Kumpulan sporangium disebut sorus. Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu paku homospora (isospora), paku heterospora dan paku peralihan. Paku homospora menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). Paku heterospora menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil) (ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). Paku peralihan merupakan peralihan antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pbentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelamin (ex Equisetum debile/paku ekor kuda). Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium betina/arkegonium). Seperti pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. Metagenesis tersebut dibedakan antara paku homospora dan heterospora. Tumbuhan paku dibedakan menjadi empat kelompok yaitu Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta. Psilotophyta mempunyai dua genera (ex Psilotum sp). Psilotum sp tersebar luas di daerah tropik dan subtropik, mempunyai ranting dikotom, tidak memiliki akar dan daun, pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambutrambut yang dikenal rizoid. Lycophyta contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp. Lycopodium sp sporanya dalam sporofit daun khusus untuk reproduksi dan dapat bertahan dalam tanah selama 9 tahun, dapat menghasilkan spora tunggal yang berkembang menjadi gametofit biseksual (memiliki baik organ jantan dan betina), jenis homospora. Selaginella sp merupakan tanaman heterospora, menghasilkan dua jenis spora (megaspora/gamet betina dan mikrospora/gamet jantan). Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda, bersifat homospora, mempunyai akar; batang; daun sejati, batangnya keras karena dinding sel mengandung silika. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda). Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan subtropis. Daunnya besar, daun muda menggulung. Sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). Contohnya: Adiantum cuncatum (paku suplir untuk hiasan), Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran), Asplenium nidus (paku sarang burung), Pletycerium bifurcatum (paku tanduk rusa).

Diskripsi

tersusun rapat di ujung akar rimpang. giant fern. permukaan atas hijau gelap. mule’s-foot fern. sepanjang Asia Tenggara. Mempunyai sinonim Polypodium evectum G. membentuk rumpun sampai tinggi 1 m dan diameter 0. Tangkai anak daun membesar di bagian pangkal. Batang Angiopteris evecta Daun Angiopteras evecta berdaun majemuk ganda 2. Akar Angiopteris evecta berupa akar rimpang pendek. panjang sampai 6 m. Morfologi Akar Pada umumnya akar paku-pakuan adalah serabut yang bercabang-cabang secara dikotom. sepanjang jalan kecil di tempat terbuka di hutan. panjang . Jenis ini sering terdapat di dekat sungai yang ternaung. tetapi ada pula yang bercabang monopodial atau tidak bercabang. Tangkai daun ±1/2 dari panjang daun. sampai Australia dan Polinesia. lebar sampai 2 m. besar.Angiopteris evecta termasuk suku Marattiaceae.200 m dpl. Anak daun jorong-lanset. tersebar luas di daerah tropis mulai Madagaskar dan Asia tropis. Forster dan Angiopteris palmiformis (Cav. tempat miring. berdaging. Gambar 2. Dikenal dengan nama King fern. tegak. permukaan bawah lebih terang. Gambar 2.) C.5-1 m. Daun panjang sampai 6 m. lebar 7 cm. panjang stipula 5 cm. Chr. atau paku gajah. ditemukan mulai 0-1. Akar dan rimpang Angiopteris evecta Batang Angiopteris evecta merupakan tumbuhan paku terestrial yang sangat besar dengan morfologi batang tegak dan kokoh. elephant fern. biasanya majemuk ganda 2.. Habitat Habitat Angiopteris evecta adalah hutan primer-sekunder di daerah tropis dan sub tropis. bagian pangkal membengkak dengan sepasang stipula yang bentuknya membundar.

Dari membukanya selaput tersebut dimungkinkan adalah sori. Gambar 3. sori bergerak dan tumbuh seperti bunga mekar dan akhirnya suatu selaput membuka. Sori pendek. sub marginal. Angiopteris evecta ini dikatakan mempunyai indusium karena pada saat pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Anak-anak daun panjang 20 cm lebar 2.5 cm. berbentuk jantung yaitu agak oval terbalik dan mempunyai indusium yang berbentuk kantung.5-1. Daun Angiopteris evecta Sporangium Sori Angiopteris evecta berupa annulus lateral yang berkelompok rapat membentuk garis memanjang. tepi bergerigi dangkal. ±0. tulang daun tunggal/bercabang.5 mm dari bagian tepi . Jenis Spora Angiopteris evecta adalah homospor yaitu tumbuhan paku yang mempunyai jenis spora yang sama.1 m atau lebih. di garis yang tak teratur. . jorong. sori tersebut berwarna merah kecokelatan.

selain itu juga dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti menghentikan pendarahan setelah melahirkan. . obat bisul. Jadi spora ini merupakan permulaan dasi generasi yang haploid. demam. batuk. Sporofit merupakan individu yang menghasilkan spora melalui pembelahan reduksi. obat beriberi.Gambar 4. Siklus hidup Angiopteris evecta Manfaat Di Ambon daun mudanya dimakan. Sporangium Angiopteris evecta Siklus hidup Dalam siklus hidup Pteridophyta juga terdapat pergantian generasi. sakit maag. Dari spora ini akan dapat terbentuk protalium (protalus) melalui perkecambahan dari spora Gambar 5. Individu yang menghasilkan gamet disebut gametofit dan merupakan generasi yang haploid. Kemudian dari sini lalu terbentuk individu yang diploid dan diberi nama sporofit. Setelah terjadi fertilisasi akan membentuk zigot yang merupakan permulaan dari keturunan (generasi) yang haploid. Selain digunakan sebagai obat penggunaannya sebagai tanaman hias juga telah dilakukan. Prkembangbiakan Angiopteris evecta sama dengan tumbuhan paku lainnya yaitu dengan menggunakan spora.

Sering dijumpai tumbuhan paku mendominasi vegetasi suatu tempat sehingga membentuk belukar yang luas dan menekan tumbuhan yang lain. Pteridophyta atau Filicophyta). selain itu juga dapat digunakan sebagai obat tradisional seperti menghentikan pendarahan setelah melahirkan. Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia. epifit. tetapi biasanya berupa terna dengan rizoma yang menjalar di tanah atau humus dan ental (bahasa Inggris frond) yang menyangga daun dengan ukuran yang bervariasi (sampai 6 m). Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara. sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya. kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). obat bisul. Selain digunakan sebagai obat penggunaannya sebagai tanaman hias juga telah dilakukan. Alih-alih biji. ada yang berupa pohon (paku pohon.daun mudanya dimakan. biasanya tidak bercabang). . Total spesies yang diketahui hampir 10. batuk. Ental yang masih muda selalu menggulung (seperti gagang biola) dan menjadi satu ciri khas tumbuhan paku. Daftar isi [sembunyikan]       1 Morfologi 2 Daur hidup (metagenesis) 3 Klasifikasi 4 Lihat pula 5 Referensi 6 Pranala luar [sunting] Morfologi Bentuk tumbuhan paku bermacam-macam. mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon. obat beriberi. demam. Daun pakis hampir selalu daun majemuk. mengapung di air. sakit maag. hidrofit. yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas. sama seperti lumut dan fungi. Tumbuhan paku (atau paku-pakuan.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia).

yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau. Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium. mirip lumut hati. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru. tidak berdaun. tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya). Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit.[sunting] Daur hidup (metagenesis) Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan. Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium). . organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium. organ penghasil ovum atau sel telur). Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio. tidak berbatang.

paku kawat. lumut tanduk. Lycophyta (rane. termasuk di dalamnya paku ekor kuda (Equisetinae). sementara paku ekor kuda (Equisetum') sama dekatnya dengan paku sejati terhadap Marattia. dan tumbuhan lumut. .[sunting] Klasifikasi Paku laut. Divisio: Pteridophyta dengan empat kelas monofiletik:  Psilotopsida. Pteridophyta mencakup semua kormofita berspora. yang layak dikatakan sebagai anggota divisio tumbuhan paku (Pteridophyta). Secara tradisional. (2006)[1] mengajukan revisi yang cukup kuat berdasarkan data morfologi dan molekular. Psilotum (Psilotinae). Tumbuhan paku adaptif untuk tempat-tempat marginal. rane dan paku kawat (Lycopodiinae). serta Isoetes (Isoetinae). Dengan demikian. Berdasarkan klasifikasi terbaru ini. tumbuhan paku dapat dikelompokkan sebagai berikut. Selain paku sejati (kelas Filicinae). Sampai sekarang pun ilmu yang mempelajari kelompok-kelompok ini disebut pteridologi dan ahlinya disebut pteridolog. Divisio: Lycophyta dengan satu kelas: Lycopsida. dan Isoetes) merupakan tumbuhan berpembuluh yang pertama kali terpisah dari yang lain. mencakup Ophioglossales. berdasarkan klasifikasi baru ini. Dari hasil revisi ini juga terlihat bahwa sejumlah paku-pakuan yang dulu dianggap sebagai paku primitif (seperti Psilotum) ternyata lebih dekat berkerabat dengan paku tunjuk langit (Helminthostachys). sedangkan pakupakuan serta tumbuhan berbiji berada pada kelompok lain. kecuali lumut hati. Selanjutnya terlihat bahwa semua kormofita berspora yang tersisa tergabung dalam satu kelompok besar. Smith et al.

Stromatopteridaceae) Suku Dipteridaceae (termasuk Cheiropleuriaceae) Suku Matoniaceae Bangsa Schizaeales . Pteridopsida] Bangsa Osmundales Suku Osmundaceae Bangsa Hymenophyllales Suku Hymenophyllaceae (termasuk Trichomanaceae) Bangsa Gleicheniales Suku Gleicheniaceae (termasuk Dicranopteridaceae. Filicopsida) Divisi terakhir ini mencakup semua tumbuhan yang biasa dikenal sebagai paku sejati atau paku benar. Helminthostachyaceae) Bangsa Psilotales Suku Psilotaceae (termasuk Tmesipteridaceae) Kelas Equisetopsida [=Sphenopsida] Bangsa Equisetales Suku Equisetaceae Kelas Marattiopsida Bangsa Marattiales Suku Marattiaceae (termasuk Angiopteridaceae.   Equisetopsida Marattiopsida Polypodiopsida (=Pteridopsida. Christenseniaceae. Berikut adalah klasifikasi lengkap menurut Smith et al. (2006): Kelas Psilotopsida Bangsa Ophioglossales Suku Ophioglossaceae (termasuk Botrychiaceae. Danaeaceae. Kaulfussiaceae) Kelas Polypodiopsida [=Filicopsida.

Cheilanthaceae. Hemionitidaceae. Antrophyaceae.Suku Lygodiaceae Suku Anemiaceae (termasuk Mohriaceae) Suku Schizaeaceae Bangsa Salviniales (paku air) Suku Marsileaceae (termasuk Pilulariaceae) Suku Salviniaceae (termasuk Azollaceae) Bangsa Cyatheales (paku pohon) Suku Thyrsopteridaceae Suku Loxomataceae Suku Culcitaceae Suku Plagiogyriaceae Suku Cibotiaceae Suku Cyatheaceae (termasuk Alsophilaceae. Sinopteridaceae. Monachosoraceae. Ceratopteridaceae. Parkeriaceae. Anopteraceae. Taenitidaceae. Cystopteridaceae) Suku Blechnaceae (termasuk Stenochlaenaceae) . Negripteridaceae. Adiantaceae. Lonchitidaceae) Suku Saccolomataceae Suku Dennstaedtiaceae (termasuk Hypolepidaceae. Vittariaceae) Suku Aspleniaceae Suku Thelypteridaceae Suku Woodsiaceae (termasuk Athyriaceae. Actiniopteridaceae. Hymenophyllopsidaceae) Suku Dicksoniaceae (termasuk Lophosoriaceae) Suku Metaxyaceae Bangsa Polypodiales Suku Lindsaeaceae (termasuk Cystodiaceae. Platyzomataceae. Pteridiaceae) Suku Pteridaceae (termasuk Acrostichaceae. Cryptogrammaceae.

yaitu generasi sporofit dan generasi gametofit. Generasi sporofit inilah yang umumnya kita lihat sebagai tumbuhan paku. perdu atau pohon. Peranemataceae) Suku Lomariopsidaceae (termasuk Nephrolepidaceae Suku Tectariaceae Suku Oleandraceae Suku Davalliaceae Suku Polypodiaceae (termasuk Drynariaceae. sampai tumbuhan paku yang hidup di darat yang tingginya mencapai 5 m misalnya paku tiang (Sphaeropteris). Loxogrammaceae. Tumbuhan paku terdiri dari dua generasi. Bentuk tumbuhan paku yang hidup saat ini bervariasi. misalnya pada tumbuhan paku yang hidup mengapung di air. sporofit berukuran lebih besar dan generasi hidupnya lebih lama dibandingkan generasi gametofit. batang. Oleh karena itu. Elaphoglossaceae. bentuk 3. . Hypodematiaceae. dan daun sejati. Tumbuhan paku sering disebut juga dengan kormofita berspora karena berkaitan dengan adanya akar. serta bereproduksi aseksual dengan spora. batang. ukuran 2. generasi sporofit tumbuhan paku disebut generasi dominan. struktur 4. Platyceriaceae. serta memiliki pembuluh pengangkut. A. Generasi sporofit dan generasi gametofit ini tumbuh bergantian dalam siklus tumbuahan paku. Pada tumbuhan paku. dan ada yang seperti tanduk rusa. Gymnogrammitidaceae. Tumbuhan paku purba yang telah menjadi fosil diperkirakan ada yang mencapai tinggi 15 m. Pleurisoriopsidaceae) TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) Tumbuhan paku (Pteridophyta) adalah divisi dari kingdom Plantae yang anggotanya memiliki akar. Bolbitidaceae. daun sejati. Ciri-ciri tumbuhan paku 1. Generasi sporofit adalah tumbuhan yang menghasilkan spora sedangkan generasi gametofit adalah tumbuhan yang menghasilkan sel gamet (sel kelamin).Suku Onocleaceae Suku Dryopteridaceae (termasuk Aspidiaceae. Grammitidaceae. fungsi Ukuran dan bentuk tubuh Tumbuhan paku memiliki ukuran yang bervariasi dari yang tingginya sekitar 2 cm. ada yang berbentuk lembaran. Tumbuhan paku juga disebut sebagai tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) karena memiliki pembuluh pengangkut.

Pada jenis tumbuhan paku sporofit yang tidak berdaun. Protalus hidup bebas tanpa bergantung pada sporofit untuk kebutuhan nutrisinya. Tumbuhan paku ada yang berdaun kecil (mikrofil) dan ada yang berdaun besar (makrofil). Makanan tumbuhan paku tanpa klorofil diperoleh dengan cara bersimbiosis dengan jamur. Sebagian besar tumbuhan paku memiliki gametofit berbentuk hati yang disebut protalus. Gametofit jenis tumbuhan paku tertentu tidak memilki klorofil sehingga tidak dapat berfotosintesis. Sebagian besar tumbuhan paku memiliki pembuluh pengangkut berupa floem dan xilem. Pada tumbuhan paku yang berdaun. Tumbuhan paku sporofit memiliki sporangium yang menghasilkan spora. Cara Hidup dan Habitat Tumbuhan Paku . Protalus berupa lembaran. Tumbuhan paku yang berdaun kecil.Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan paku generasi sporofit Tumbuhan paku sporofit pada umumnya memiliki akar. Floem adalah pembuluh pengangkut nutrien organik hasil fotosintesis. Tumbuhan paku yang tidak memilki akar sejati memilki akar berupa rizoid yang terdapat pada rizom atau pangkal batang. Sorus dilindungi oleh suatu selaput yang disebut indisium. Batang tumbuhan paku ada yang tumbuh di bawah tanah disebut rizom dan ada yang tumbuh di atas permukaan tanah. Gametofit dengan dua jenis alat reproduksi disebut gametofit biseksual. Gametofit biseksual dihasilkan oleh paku heterospora (paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda). dan daun sejati. sporangiumnya terletak di sepanjang batang. memiliki rizoid pada bagian bawahnya. Daun yang tidak mengandung sporangium disebut daun steril (tropofil). sporangium berkelompok membentuk sorus. Anteridium menghasilkan spermatozoid berflagelum. daunnya berupa sisik. Batang yang yang tumbuh di atas tanah ada yang bercabang menggarpu dan ada yang lurus tidak bercabang. Alat reproduksi jantan adalah anteridium. Xilem adalah pembuluh pengangkut senyawa anorganik berupa air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan. Gametofit yang hanya memiliki anteridium saja atau arkegonium saja disebut disebut gametofit uniseksual. Struktur dan fungsi tubuh tumbuhan paku generasi gametofit Gametofit tumbuhan paku hanya berukuran beberapa milimeter. Gametofit memilki alat reproduksi seksual. batang. Strobilus adalah gabungan beberapa sporofil yang membentuk struktur seperti kerucut pada ujung cabang. Namun. Gametofit tumbuhan paku jenis tertentu memiliki dua jenis alat reproduksi pada satu individu. Spora yang menghasilkan sporofit akan tumbuh membentuk struktur gametofit berbentuk hati yang disebut protalus atau protaliaum. ada beberapa jenis yang tidak memiliki akar dan daun sejati. Arkegonium menghasilkan ovum. Sporofil ada yang berupa helaian dan ada yang berbentuk strobilus. Pada sporofil yang berbentuk helaian. B. sporangiumnya terletak pada daun yang fertil (sporofil). Klorofil tumbuhan paku yang tak berdaun atau berdaun kecil terdapat pada batang. Alat reproduksi betina adalah arkegonium. Daun tumbuhan paku memiliki klorofil untuk fotosintesis. serta memiliki klorofil untuk fotosintesis.

generasi sporofit merupakan generasi yang dominan dalam daur hidupnya. pada umumnya tumbuhan paku adalah tumbuhan terestrial (tumbuhan darat). Spermatozoid bergerak dengan perantara air menuju ovum pada arkegonium. Spora haploid (n) yang dihasilkan diterbangkan oleh angin dan jika sampai di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protalus dan selanjutnya menjadi gametofit yang haploid (n). Contohnya adalah paku kawat (Lycopodium) 2. Anteridium menghasilkan banyak spermatozoid berflagelum yang haploid (n). Namun. Tumbuhan paku ada yang hidup mengapung di air ( misalnya Azolla pinnata dan Marsilea crenata). Embrio tumbuh menjadi sporofit yang diploid (2n). Contoh tumbuhan paku peralihan adalah paku ekor kuda (Equisetum) . Paku Peralihan Paku peralihan merupakan jenis tumbuhan paku yang menghasilkan spora dengan bentuk dan ukuran yang sama. Generasi gametofit dihasilkan oleh reproduksi aseksual dengan spora. Pembuahan ovum oleh spermatozoid di arkegonium menghasilkan zigot yang diploid (2n). atau satu jenis alat reproduksi. Paku Homospora. serta diketahui gamet jantan dan betinanya. yaitu : 1. Spora yang besar disebut makrospora (gamet betina) sedangkan spora yang kecil disebut mikrospora (gamet jantan). Paku Heterospora Paku heterospora merupakan jenis tumbuhan paku yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda ukuran. Sporangium terdapat pada sporofit (sporogonium) yang terletak di daun atau di batang. Pada tumbuhan paku. Metagenesis tumbuhan paku dapat dilihat melalui bagan metagenesis tumbuhan paku. yaitu anteridium saja atau arkegonium saja. C. tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga. Spora dihasilkan oleh pembelahan sel induk spora yang terjadi di dalam sporangium. Paku Homospora yaitu jenis tumbuhan paku yang menghasilkan satu jenis spora yang sama besar. Reproduksi tumbuhan paku menunjukkan adanya pergiliran antara generasi gametofit dan generasi sporofit (metagenesis). Zigot membelah dan tumbuh menjadi embrio (2n).Tumbuhan paku merupakan tumbuhan fotoautotrof. Contohnya adalah paku rane (Selaginella) dan Semanggi (Marsilea). Reproduksi aseksual dan seksual pada tumbuhan paku terjadi seperti pada lumut. 3. Arkegonium menghasilkan satu ovum yang haploid (n). sebagai berikut : Berdasarkan jenis spora yang dihasilkan. Gametofit memiliki dua jenis alat reproduksi. Reproduksi Tumbuhan paku berkembang biak secara aseksual dan seksual. yaitu anteridium dan arkegonium. Spermatozoid kemudian membuahi ovum.

Equisetum yang tertinggi hanya mencapai 4. Paku kawat menempel di pohon atau hidup bebas di tanah. yaitu paku purba (Psilopsida). 1. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.000 spesies tumbuhan paku. Paku Purba (Psilopsida) Tumbuhan paku purba yang masih hidup saat ini diperkirakan hanya tinggal 10 spesies sampai 13 spesies dari dua genus. Daun tumbuhan paku kawat berukuran kecil dan tersusun rapat. dan paku sejati (Pteropsida). yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Selaginella merupakan tumbuhan paku heterospora sedangkan gametofit biseksual terdapat pada Lycopodium. terutama dari genus Lycopodium dan Selaginella. yaitu mengandung anteridium saja atau arkegonium saja. Sporofit paku purba ada yang tidak memiliki akar sejati dan tidak memiliki daun sejati. Gametofit paku purba bersimbiosis dengan jamur untuk memperoleh nutrisi. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina. Paku purba yang memilki daun pada umumnya berukuran kecil (mikrofil) dan berbentuk sisik. Anggota paku kawat memiliki akar. tumbuhan paku diklasifikasikan menjadi empat subdivisi.Berdasarkan ciri tubuhnya. yaitu mengandung anteridium dan arkegonium. Sporofil paku purba menghasilkan satu jenis spora (homospora). Gametofit paku kawat juga ada yang biseksual. Cabang batang mengandung mikrofil dan sekumpulan sporangium yang terdapat di sepanjang cabang batang.5 m sedangkan rata-rata tinggi Equisetum kurang dari 1 m. Paku purba juga tidak memiliki pembuluh pengangkut. 3. Contoh tumbuhan paku purba yaitu paku purba tidak berdaun (Rhynia) dan paku purba berdaun kecil (Psilotum). batang. paku kawat (Lycopsida). Batang paku purba bercabang dikotomi dengan tinggi mencapai 30 cm hingga 1 m. Paku Kawat (Lycopsida) Paku kawat mencakup 1. Equisetum terutama hidup pada habitat lembab di daerah subtropis. dan daun sejati. Gametofit uniseksual terdapat pada Selaginella. Equisetum . Strobilus berbentuk kerucut seperti konus pada pinus. Sporangium terdapat pada sporofil yang tersusun membentuk strobilus pada ujung batang. Pada paku rane (Selaginella) sporangium terdiri dari dua jenis. Gametofit memperoleh makanan dari jamur yang bersimbiosis dengannnya. Gametofit paku kawat berukuran kecil dan tidak berklorofil. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Paku ekor kuda saat ini hanya tinggal sekitar 25 spesies dari satu genus. Paku ekor kuda (Sphenopsida). Paku kawat banyak tumbuh di hutan-hutan daerah tropis dan subtropis. Gemetofit paku kawat ada yang uniseksual. Mikrosporangium terdapat pada mikrosporofil (daun yang mengandung mikrosporangium). 2. Gametofitnya tidak memiliki klorofil dan mengandung anteridium dan arkegonium. yaitu Equisetum. Oleh karena itu paku kawat disebut juga pinus tanah. Megasporangium terdapat pada megasporofil (daun yang mengandung megasporangium). Batang paku purba mengandung klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis. Paku purba hidup di daerah tropis dan subtropis.

paku rane (Selaginella plana) sebagai obat untuk menyembuhkan luka. Berdasarkan fosil yang ditemukan. Daun sempit. Diposkan oleh Dian Septia Utari di Tumbuhan Biji Terbuka (Pinophyta atau Gymnospermae) Tumbuhan biji terbuka adalah tumbuhan yang bijinya tidak ditutup oleh bakal buah.memiliki akar. Tidak memiliki bunga sejati . dan Dicksonia antarctica. Jenis tumbuhan paku yang dapat dimanfaatkan yaitu semanggi (Marsilea crenata) dimakan sebagai sayur. Daun mudanya memiliki ciri khas yaitu tumbuh menggulung (circinnatus). Sporangium menghasilkan satu jenis spora. tidak ada yang berupa herba Batang dan akar berkambium sehingga dapat tumbuh membesar 2. sehingga Equisetum digolongkan pada tumbuhan paku peralihan. suplir (Adiantum cuneatum). Batangnya beruas dan pada setiap ruasnya dikelilingi daun kecil seperti sisik. tebal dan kaku 4. Batang dapat berupa batang dalam (rizom) atau batang di atas permukaan tanah. Tulang daun tidak beraneka ragam 5. Tempat tumbuh paku sejati sebagian besar di darat pada daerah tropis dan subtropis. E. Paku sejati diperkirakan berjumlah 12. Gametofit Equisetum hanya berukuran beberapa milimeter tetapi dapat melakukan fotosintesis. Paku sawah (Azolla pinnata). tumbuhan ini sudah ada sejak 345 juta tahun lalu. Paku tanduk rusa (Platycerium bifurcatum). 4. Ciri-ciri tumbuhan biji terbuka adalah: 1. Daun Filicinae umumnya berukuran besar dan memiliki tulang daun bercabang. batang. Sporangium terdapat pada strobilus. Bentuk perakaran tunggang 3. Filicinae memiliki akar. Equisetum disebut paku ekor kuda karena bentuk batangnya seperti ekor kuda. batang. Sebagian besar anggotanya sudah menjadi fosil. Gametofitnya mengandung anteridium dan arkegonium sehingga merupakan gametofit biseksual. paku sarang burung (Asplenium nidus). Batangnya yang keras disebabkan dinding selnya mengandung silika. Paku sawah (Azolla pinnata) sebagai pupuk hijau tanaman padi di sawah. dan daun sejati. Pada umumnya perdu atau pohon. dan daun sejati. Manfaat Tumbuhan Paku Beberapa jenis tumbuhan paku dapat diamanfaatkan bagi kepentingan manusia. Jenis paku yang termasuk paku sejati yaitu Semanggi (Marsilea crenata). Paku Sejati (Pteropsida) Paku sejati mencakup jenis tumbuhan paku yang paling sering kita lihat.000 jenis dari kelas Filicinae. suplir (Adiantum cuneatum) dan paku rusa (Platycerium bifurcatum) sebagai tanaman hias.

.6. Cycas revoluta dan Cycas rumphii (pakis haji) Ginkgoales Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli dari daratan Cina. daun berbentuk kipas dan mudah gugur. Alat perkembangbiakannya berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung. dan Taxus sp. Peranan tumbuhan biji terbuka diantaranya adalah: . Strobilus tidak berbentuk kerucut. 7. karena alat perkembangbiakan jantan dan betina berupa strobilus berbentuk kerucut. cycadales Ciri khas bangsa atau ordo ini adalah batang tidak bercabang. Alat kelamin terpisah. liana (tumbuhan pemanjat) dan pohon. Tumbuhan yang termasuk kelompok ini memiliki ciri selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Serbuk sari dan bakal biji dihasilkan oleh individu yang berlainan. daunnya majemuk. Juniperus sp. Cupressus sp. Tinggi pohon dapat mencapai 30 meter. serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina. tetapi sudah dapat disebut “bunga”. Pada xilem terdapat trakea dan floem tidak memiliki sel pengiring. Merupakan tumbuhan berumah dua. Sequoia sp. Peranan Tumbuhan Biji Terbuka Tumbuhan biji terbuka memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Anggota kelompok ini hanya ada satu species yaitu Ginkgo biloba. Gnetales Anggota kelompok ini berupa perdu. Contoh yang terkenal dari kelompok ini adalah Gnetum gnemon (melinjo). Araucaria sp. Pinus merkusii (pinus).. Contoh: Zamia furfuracea. Contoh: Agathis alba (damar). Daun berbentuk oval/lonjong dan duduk daun berhadapan dengan bentuk urat daun menyirip. tersusun sebagai tajuk di puncak pohon. Coniferales Coniferales berarti tumbuhan pembawa kerucut. artinya memiliki strobilus jantan saja atau strobilus betina saja..

Penghasil minyak cat (terpentin). Sebagai tanaman hias. misalnya pinus/tusam 4. misalnya melinjo 3. misalnya pakis haji 2. yaitu damar 5. Bahan baku industri kertas dan korek api. misalnya kayu pinus dan kayu tumbuhan melinjo 6. Bahan untuk obat dan kosmetik. Cycadales b.1. Bahan baku damar. yaitu Ginkgo biloba a. Sumber makanan. Ginkgoales .

Coniferales Gnetales .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful