Profil dan Struktur Lembaga Negara Menurut UUD 1945 Negara Republik Indonesia

Februari 22, 2011 42 Komentar Lembaga-Lembaga Negara Menurut Undang-Undang Dasar 1945

Lembaga Negara Yang dimaksud dengan Lembaga-Lembaga Negara adalah alat perlengkapan Negara sebagaimana dimaksudkan oleh Undang-undang Dasar 1945, yaitu:

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

Majelis Permusyawaratan Rakyat adalah salah satu lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, yang terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dahulu sebelum Reformasi MPR merupakan Lembaga Negara Tertinggi, yang terdiri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan. Jumlah anggota MPR periode 2009–2014 adalah 692 orang, terdiri atas 560 Anggota DPR dan 132 anggota DPD. Masa jabatan anggota MPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota MPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Tugas dan wewenang MPR antara lain: 1. Mengubah dan menetapkan (Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945), (Undang-Undang Dasar) 2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan hasil pemilihan umum. 3. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan (Mahkamah Konstitusi) untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden dalam masa jabatannya.

4. Melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya. 5. Memilih Wakil Presiden dari 2 calon yang diajukan Presiden apabila terjadi kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatannya. 6. Memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara bersamaan dalam masa jabatannya. Anggota MPR memiliki hak mengajukan usul perubahan pasal-pasal UUD, menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan putusan, hak imunitas, dan hak protokoler. Setelah Sidang MPR 2003, Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat tidak lagi oleh MPR. MPR bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibukota negara. Sidang MPR sah apabila dihadiri: 1. sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah Anggota MPR untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR untuk mengubah dan menetapkan UUD 3. sekurang-kurangnya 50%+1 dari jumlah Anggota MPR sidang-sidang lainnya Putusan MPR sah apabila disetujui: 1. sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Anggota MPR yang hadir untuk memutus usul DPR untuk memberhentikan Presiden/Wakil Presiden 2. sekurang-kurangnya 50%+1 dari seluruh jumlah Anggota MPR untuk memutus perkara lainnya. Sebelum mengambil putusan dengan suara yang terbanyak, terlebih dahulu diupayakan pengambilan putusan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Alat kelengkapan MPR terdiri atas: 1. Pimpinan, Panitia Ad Hoc, dan Badan Kehormatan.

Pimpinan MPR terdiri atas seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota MPR dalam Sidang Paripurna MPR. Pimpinan MPR periode 2009–2014 adalah: 1. 2. 3. 4. 5. Ketua: Taufiq Kiemas (F-PDIP) Wakil Ketua: Hajriyanto Y. Thohari (F-PG) Wakil Ketua: Melani Leimena Suharli (F-PD) Wakil Ketua: Lukman Hakim Saifudin (F-PPP) Wakil Ketua: Ahmad Farhan Hamid (Kelompok DPD)

Berdasarkan UUD 1945 (sebelum perubahan), MPR merupakan lembaga tertinggi negara sebagai pemegang dan pelaksana sepenuhnya kedaulatan rakyat. Perubahan UUD 1945 membawa implikasi terhadap kedudukan, tugas, dan wewenang MPR. Kini MPR berkedudukan sebagai lembaga tinggi negara yang setara dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti Lembaga Kepresidenan, DPR, DPD, BPK, MA, dan MK.

Saat ini Ketetapan MPR (TAP MPR) tidak lagi menjadi bagian dari hierarki Peraturan Perundang-undangan. terutama yang menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi Negara (Pasal 11). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Memilih dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden. memilih Wapres apabila terjadi kekosongan Wapres. 3. Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota-anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat. tanda jasa. MPR dapat memberhentikan Presiden sebelum habis masa jabatannya. 5. dan memberikan amnesty dan abolisi dengan pertimbangan DPR (Pasal 14). 7. 4. Mengangkat dan menerima duta dan konsul dengan memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 13). 2. 6. 2. ditambah dengan utusan-utusan dari daerah-daerah dan golongangolongan menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-Undang. Presiden juga berhak mengangkat menteri-menteri sebagai pembantu Presiden (Pasal 17).MPR juga tidak lagi memiliki kewenangan untuk menetapkan GBHN. AL dan AU (Pasal 10). dan menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan UU (Pasal 5). Menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara. (Pasal 4) Presiden berhak mengajukan RUU. 5 Tahun 1975. Presiden membentuk dewan pertimbangan yang bertugas memberi nasehat dan pertimbangan kepada Presiden (Pasal 16). 8. Presiden dan Wakil Presiden Presiden memegang kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Dewan Perwakilan Rakyat. . Hal ini berimplikasi pada materi dan status hukum Ketetapan MPRS/MPR yang telah dihasilkan sejak tahun 1960 sampai dengan tahun 2002. Menyatakan perang. Presiden memberi gelar. atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersama-sama. Selain itu. yang syarat dan akibatnya ditetapkan dengan UU (Pasal 12). dan dalam melakukan kewajibannya dibantu oleh Wakil Presiden. tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Undang-undang yang mengatur susunan Majelis Permusyawaratan Rakyat. atau memilih Presiden dan Wakil Presiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat. 3. MPR tidak lagi mengeluarkan Ketetapan MPR (TAP MPR). Memegang kekuasaan tertinggi atas AD. 16 tahun 1969 jo. adalah : 1. dewasa ini ialah Undang-Undang No. diberhentikan. 4. dan lain-lain tanda kehormatan menurut UU (Pasal 15). Presiden memberikan grasi dengan pertimbangan MA. Menyatakan keadaan bahaya. Tugas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). kecuali yang berkenaan dengan menetapkan Wapres menjadi Presiden. berhenti. Tugas dan wewenang Presiden antara lain: 1.  Menetapkan Undang-Undang Dasar. membuat perdamaian dan perjanjian dengan Negara lain dengan persetujuan DPR. UU No.

Ketua : Mr. DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum. 2. Kasman Singodimedjo Wakil Ketua I : Mr. Lc. Anis Matta. Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun. SE. Sejarah DPR RI dimulai sejak dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) oleh Presiden pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Kesenian. H. Taufik Kurniawan. J. DPR RI saat (2010) ini adalah dewan yang ketujuhbelas. Dewan Kedelapan: DPR Gotong Royong – DPR Orde Baru (19 November 1966 – 28 Oktober 1971) . 4. DPR memiliki fungsi legislasi. H. yang dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. Dewan Keempat: DPR Pemilu 1955 (26 Maret 1956 – 22 Juli 1959) 5. Dewan Kelima: DPR Peralihan (22 Juli 1959 – 26 Juni 1960) 6. dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji. Sutardjo Kartohadikusumo Wakil Ketua II : Mr. Dewan Ketujuh: DPR Gotong-Royong tanpa PKI (15 November 1965 – 19 November 1966) 8. Ketua: H. Dewan Pertama: Komite Nasional Indonesia Pusat (29 Agustus 1945 – 15 Agustus 1950) 2. dan pengawasan. (Fraksi Partai Amanat Nasional) Wakil Ketua: Drs. Pasar Baru Jakarta yang kemudian dijadikan sebagai hari lahir DPR RI. Dewan-dewan selengkapnya sebagai berikut: 1. Dewan Ketiga: DPR Sementara (16 Agustus 1950 – 26 Maret 1956) 4. (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera) Jika dihitung sejak Proklamasi 17 Agustus 1945. 2. Anggota DPR periode 2009–2014 berjumlah 560 orang. 4. 3. (Fraksi Partai Demokrat) Wakil Ketua: Ir.Dewan Perwakilan Rakyat(DPR) Dewan Perwakilan Rakyat adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan lembaga perwakilan rakyat dan memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. MM. Dewan Kedua: DPR Republik Indonesia Serikat (15 Februari 1950 – 15 Agustus 1950) 3. (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) 5. MM. anggaran. Dewan Keenam: DPR Gotong Royong (26 Juni 1960 – 15 November 1965) 7. Marzuki Alie. Wakil Ketua: H.M. Priyo Budi Santoso (Fraksi Partai Golongan Karya) Wakil Ketua: Ir. 3.. Pramono Anung Wibowo. Dalam Sidang KNIP yang pertama dipilih pimpinan sebagai berikut: 1. MM. Latuharhary Wakil Ketua III : Adam Malik Adapun pimpinan saat ini (2010) sebagai berikut: 1.

dan perjanjian dengan negara lain 13. pembentukan. Memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan undang-undang yang berkaitan dengan pajak. Dewan Kesebelas: DPR Pemilu 1982 (1 Oktober 1982 – 1 Oktober 1987) 12. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Dewan Ketigabelas: DPR Pemilu 1992 (1 Oktober 1992 – 1 Oktober 1997) 14. pendidikan. dan agama. Dewan Keenambelas: DPR Pemilu 2004 (1 Oktober 2004 – 1 Oktober 2009) 17. hak angket. Dewan Keempatbelas: DPR Pemilu 1997 (1 Oktober 1997 – 1 Oktober 1999) 15. menyampaikan usul dan pendapat. 15. dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi 12. hubungan pusat dan daerah. Memberikan persetujuan kepada Presiden untuk menyatakan perang. dan agama. membuat perdamaian. . Dewan Kesembilan: DPR Pemilu 1971 (28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977) 10. Memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden 10. Memberikan pertimbangan kepada Presiden untuk mengangkat duta. pajak. 11. pendidikan. menerima penempatan duta negara lain. Dewan Kesepuluh: DPR Pemilu 1977 (1 Oktober 1977 – 1 Oktober 1982} 11. pelaksanaan APBN. mengajukan pertanyaan. Memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada Presiden untuk ditetapkan. pemekaran dan penggabungan daerah. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat 14. Menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD 5. Menerima dan membahas usulan RUU yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan 4. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD 7. sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. hak imunitas. Membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama 2. membela diri. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Memberikan persetujuan kepada Presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota Komisi Yudisial 9. menghimpun. Membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah. Membahas dan memberikan persetujuan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang 3. serta kebijakan pemerintah 6. serta hak protokoler. Dewan Kelimabelas: DPR Pemilu 1999 (1 Oktober 1999 – 1 Oktober 2004) 16. Anggota DPR juga memiliki hak mengajukan RUU. APBN. Dewan Keduabelas: DPR Pemilu 1987 (1 Oktober 1987 – 1 Oktober 1992) 13. dan hak menyatakan pendapat. Pada anggota DPR melekat hak ajudikasi dan legislasi yakni berupa hak interpelasi. Dewan Ketujuhbelas: DPR Pemilu 2009 (mulai 1 Oktober 2009) Tugas dan wewenang DPR antara lain: 1. 8.9. Menyerap.

membidangi pemerintahan dalam negeri. Pada umumnya. Hampir seluruh aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi DPR. dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya. pengisian keanggotan komisi terkait erat dengan latar belakang keilmuan atau penguasaan anggota terhadap masalah dan substansi pokok yang digeluti oleh komisi. telekomunikasi. perencanaan pembangunan nasional. dan badan usaha milik negara. dan lembaga-lembaga internasional. 3. kelautan. dan DPRD. 7. Komisi VI. koperasi. luar negeri. dan lingkungan. 9. hak asasi manusia. membidangi pendidikan. DPR berhak meminta pejabat negara. membidangi perdagangan.Menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR. dan pangan. Pada periode 2009-2014. dan keamanan. DPD. olahraga. Setiap anggota DPR (kecuali pimpinan) harus menjadi anggota salah satu komisi. yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). pekerjaan umum. Komisi III. DPR mempunyai 11 komisi dengan ruang lingkup tugas dan pasangan kerja masing-masing: 1. terdiri dari seorang ketua dan 4 orang wakil ketua yang dipilih dari dan oleh Anggota DPR dalam Sidang Paripurna DPR. perumahan rakyat. sosial dan pemberdayaan perempuan. aparatur negara. riset dan teknologi. Pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. investasi. perkebunan. DPR. kehutanan. Komisi II. termasuk memimpin rapat-rapat paripurna dan menetapkan sanksi atau rehabilitasi. membidangi hukum dan perundang-undangan. maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Komisi V. 6. 5. 2. membidangi kependudukan. pemuda. membidangi agama. serta memimpin jalannya administratif kelembagaan secara umum. Komisi I. pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal. membidangi pertanian. 11. pariwisata. atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. membidangi keuangan. 10. dan lembaga keuangan bukan bank. Komisi IV. Komisi Komisi adalah unit kerja utama di dalam DPR. perikanan. Komisi IX. sumber daya mineral. kesehatan. substansinya dikerjakan di dalam komisi. Fungsi pokoknya secara umum adalah mewakili DPR secara simbolis dalam berhubungan dengan lembaga eksekutif. usaha kecil dan menengah). perbankan. Komisi X. dan informasi. Komisi VII. pejabat pemerintah. membidangi perhubungan. Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah. membidangi energi. badan hukum. 4. membidangi pertahanan. Komisi VIII. Jika permintaan ini tidak dipatuhi. lembaga-lembaga tinggi negara lain. perindustrian. Alat kelengkapan DPR terdiri atas: Pimpinan Kedudukan Pimpinan dalam DPR dapat dikatakan sebagai Juru Bicara Parlemen. kesenian. otonomi daerah. . Komisi XI. dan kebudayaan. tenaga kerja dan transmigrasi. dan agraria. 8.

dan pada akhirnya memberikan laporan akhir berupa rekomendasi kepada Pimpinan DPR sebagai bahan pertimbangan untuk menjatuhkan sanksi atau merehabilitasi nama baik Anggota. Badan Kehormatan Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan alat kelengkapan paling muda saat ini di DPR. Pembentukan DK di DPR merupakan respon atas sorotan publik terhadap kinerja sebagian anggota dewan yang buruk. Susunan keanggotaan Badan Anggaran terdiri atas anggota-anggota seluruh unsur Komisi dengan memperhatikan perimbangan jumlah anggota Fraksi. dan susunan keanggotaannya ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. misalnya dalam hal rendahnya tingkat kehadiran dan konflik kepentingan. Badan Legislasi dibentuk DPR dalam Rapat paripurna. Bamus antara lain memiliki tugas menetapkan acara DPR. dan keanggotaan Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). keanggotaan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). dan dibentuk pada tahun 2000. Pimpinan Bamus langsung dipegang oleh Pimpinan DPR. Tugas Dewan Kehormatan dianggap selesai setelah menyampaikan rekomendasi kepada Pimpinan DPR. Rapat-rapat Dewan Kehormatan bersifat tertutup. Sebagian besar keputusan penting DPR digodok terlebih dahulu di Bamus. Keanggotaan Badan Legislasi tidak dapat dirangkap dengan keanggotaan Pimpinan Komisi. BK DPR melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR. berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap Fraksi. Badan Urusan Rumah Tangga .Badan Musyawarah Bamus merupakan miniatur DPR. BK merupakan salah satu alat kelengkapan yang bersifat sementara. Badan Anggaran Badan Anggaran DPR dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap yang memiliki tugas pokok melakukan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tugas pokok Baleg antara lain: merencanakan dan menyusun program serta urutan prioritas pembahasan RUU untuk satu masa keanggotaan DPR dan setiap tahun anggaran. serta jangka waktu penyelesaian dan prioritas RUU). Baleg juga melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata tertib DPR dan kode etik anggota DPR. Pembentukan Bamus sendiri dilakukan oleh DPR melalui Rapat Paripurna pada permulaan masa keanggotaan DPR. Badan Legislasi Badan Legislasi (Baleg) merupakan alat kelengkapan DPR yang lahir pasca Perubahan Pertama UUD 1945. Anggota Bamus berjumlah sebanyak-banyaknya sepersepuluh dari anggota DPR. termasuk mengenai perkiraan waktu penyelesaian suatu masalah. sebelum dibahas dalam Rapat Paripurna sebagai forum tertinggi di DPR yang dapat mengubah putusan Bamus. Susunan keanggotaan Badan Anggaran ditetapkan pada permulaan masa keanggotaan DPR.

Panitia Khusus Jika dipandang perlu. 4. DPR menetapkan susunan dan keanggotaan BKSAP pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. Mengoordinasikan kunjungan kerja alat kelengkapan DPR ke luar negeri. Pansus mempertanggungjawabkan kinerjanya untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna. Pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu yang ditetapkan oleh rapat paripurna. Badan Kerja Sama Antar-Parlemen Badan Kerja Sama Antar-Parlemen. dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain. Jumlah anggota BKSAP ditetapkan dalam rapat paripurna menurut perimbangan dan pemerataan jumlah anggota tiap-tiap fraksi pada permulaan masa keanggotaan DPR dan pada permulaan tahun sidang. baik secara bilateral maupun multilateral. dan dibubarkan setelah jangka waktu penugasannya berakhir atau karena tugasnya dinyatakan selesai. Salah satu tugasnya yang berkaitan bidang keuangan/administratif anggota dewan adalah membantu pimpinan DPR dalam menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. Membina. Memberikan saran atau usul kepada pimpinan DPR tentang masalah kerja sama antarparlemen. Pimpinan BKSAP merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif dan kolegial. yang selanjutnya disingkat BKSAP. yang dipilih dari dan oleh anggota BKSAP berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat dan proporsional dengan memperhatikan keterwakilan perempuan menurut perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. dibentuk oleh DPR dan merupakan alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap. Komposisi keanggotaan Pansus ditetapkan oleh rapat paripurna berdasarkan perimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi. termasuk kesejahteraan Anggota dan Pegawai Sekretariat Jenderal DPR berdasarkan hasil rapat Badan Musyawarah. DPR (atau alat kelengkapan DPR) dapat membentuk panitia yang bersifat sementara yang disebut Panitia Khusus (Pansus). mengembangkan.Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR bertugas menentukan kebijakan kerumahtanggaan DPR. 2. termasuk organisasi internasional yang menghimpun parlemen dan/atau anggota parlemen negara lain. 3. Menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain yang menjadi tamu DPR. BKSAP bertugas: 1. DPR dalam permulaan masa keanggotaan dan permulaan tahun sidang DPR membuat susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) yang beranggotakan paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul dari fraksi-fraksi DPR yang selanjutnya akan ditetapkan dalam rapat paripurna dengan tugas untuk penelaahan setiap temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) . yang terdiri atas 1 (satu) orang ketua dan paling banyak 3 (tiga) orang wakil ketua.

Anggota DPR juga tidak boleh melakukan pekerjaan sebagai pejabat struktural pada lembaga pendidikan swasta. anggota TNI/Polri. pegawai pada BUMN/BUMD atau badan lain yang anggarannya bersumber dari APBN/APBD. advokat/pengacara. hakim pada badan peradilan. akuntan publik. dan hak sebagai anggota DPR. pemanggilan. sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Tata Tertib dan kode etik masing-masing lembaga.Struktur Lembaga Negara RI Anggota DPR tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan. dokter praktek dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan tugas. wewenang. notaris. konsultan. permintaan keterangan. Anggota DPR tidak boleh merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya. . Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara. Jika anggota DPR diduga melakukan perbuatan pidana. dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Presiden. Ketentuan ini tidak berlaku apabila anggota DPR melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan. pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPR. pegawai negeri sipil.

menyatakan pendapat. 3. 2. antara lain: 1. hak DPR untuk tidak dituntut dalam pengadilan. dan personelnya terdiri atas Pegawai Negeri Sipil. Dan untuk itu DPR diberikan hakhak interpelasi. Hak menyampaikan pendapat. 6. Fraksi Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Jumlah Anggota 148 Ketua Anas Urbaningrum Setya Novanto Tjahjo Kumolo Mustafa Kamal Asman Abnur Hasrul Azwar Marwan Ja‟far Mujiyono Haryanto Ahmad Fauzi Fraksi Partai Golongan Karya (F-PG) 107 Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F94 PDIP) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) 57 Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) 46 Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) 37 Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) 28 Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (F26 Gerindra) Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (F-Hanura) 17 Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPR. 3. DPR memiliki fungsi legislasi. Fungsi pengawasan. dan pendapat serta imunitas (Pasal 20). 2. berwenang menyusun dan menetapkan RAPBN bersama presiden. DPR bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 19). Hak interpelasi. Hak mengajukan usul RUU . Fungsi DPR adalah sebagai berikut: 1. Hak angket. melakukan pengawasan terhadap pemerintah. dibentuk Sekretariat Jenderal DPR yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden. dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal DPR. Fungsi anggaran. Sekretariat Jenderal DPR dipimpin seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat dan diberhentikan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan DPR. 4.Komposisi DPR saat ini adalah komposisi yang berdasarkan Pemilu 2009. 5. Fungsi legislasi berkaitan dengan wewenang DPR dalam pembentukan undangundang. menyampaikan usul. Hak mengajukan pertanyaan. DPR memegang kekuasaan membentuk UU. angket. Anggota-anggota DPR yang terpilih berdasarkan Pemilu tersebut mengelompokkan diri kedalam fraksi-fraksi. Keanggotaan DPR dipilih melalui pemilu. dan setiap RUU dibahas oleh DPR dan Presiden secara bersama-sama dan selanjutnya disahkan oleh Presiden. anggaran dan pengawasan. Hak Imunitas. hak DPR untuk mengadakan penyelidikan atas suatu kebijakan Presiden/ Pemerintah. mengajukan pertanyaan. hak DPR untuk meminta keterangan pada presiden. Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPR secara profesional. DPR diberikan hak-hak yang diatur dalam pasal-pasal UUD 1945.

yakni: 1. Gagasan dasar pembentukan sebagai suatu lembaga pengimbang (check and balance) kekuasaan. setaradan efektif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah menuju masyarakat Indonesia yang bermartabat. Memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan kesejahteraan rakyat dalam rangka memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara berkesinambungan. yakni keberadaannya yang nisbi dan „serba-tanggung‟ sebagai suatu lembaga legislatif. rumusan visi tersebut menjadi pedoman dasar semua arah kebijakan. Lembaga Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) saat ini masih terbentur pada satu masalah utama. keputusan. Secara normatif. dan berkeadilan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Visi Visi suatu organisasi atau lembaga pada dasarnya adalah pernyataan cita-cita yang hendak dicapai atau dituju oleh lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Karena itu. disepakati sebagai berikut: 1. Presiden berhak menetapkan Perpu. Berdasarkan masalah pokok dan mendasar itulah. 2. Batasan fungsi dan kewenangan yang ada belum memiliki kekuatan penuh dalam proses legislasi. rumusan visi DPD RI yang disepakati pada Lokakarya Perencanaan Strategis DPD RI. Anggota DPR dapat diberhentikan dari jabatannya. Apabila DPR tidak menyetujuinya maka Perpu harus dicabut(Pasal 22). . dengan syarat-syarat dan tata cara yang diatur dengan undang-undang (Pasal 22B). Sebagian besar anggotanya adalah orang-orang baru dalam dunia politik yang belum memiliki pengalaman nyata dalam praktik-praktik sistem politik Indonesia selama ini. dan tindakan yang akan dilakukan. 30 Agustus-1 September 2005 adalah sebagai berikut : Terwujudnya Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sebagai lembaga legislatif yang kuat. Ada beberapa penyebab utama yang dapat diidentifikasi. rumusan misi DPD RI masa bakti 2004–2009. 3.Anggota DPR berhak mengajukan usul RUU (Pasal 21). Misi Berdasarkan visi tersebut. Dalam hal kegentingan yang memaksa. dan pada masa persidangan DPR berikutnya Perpu tersebut harus dimintakan persetujuan DPR. sejahtera. belum sepenuhnya berfungsi secara optimal dan efektif. visi juga merupakan pernyataan pikiran dan kehendak untuk berubah dari keadaan yang ada saat ini (das sein) ke suatu keadaan yang diinginkan (das sollen). Keberadaannya sebagai suatu lembaga baru belum menemukan format kerja dan struktur kelembagaan yang memadai. baik di lingkungan lembaga legislatif sendiri (DPR dan MPR RI) maupun di lembaga-lembaga eksekutif (pemerintah). setidaknya sampai saat ini.

dan DPRD bahwa Anggota DPD mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut: Hak 1. serta memberi pertimbangan atas RUU APBN yang berkaitan dengan pajak. dan golongan. Memperjuangkan penguatan status DPD RI sebagai salah satu badan legislatif dengan fungsi dan kewenangan penuh untuk mengajukan usul. Melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menaati segala peraturan perundang-undangan. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. 10. 15. Melaksanakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. 3. pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah. 8. Protokoler. DPD berhak mengajukan RUU kepada DPR dan ikut membahasnya yang berkaitan dengan otonomi daerah. Meningkatkan fungsi dan wewenang DPD RI untuk memperkuat sistem check and balance melalui amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 5. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. DPD bersidang sedikitnya sekali dalam setahun (Pasal 22C). dan 16. setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh anggta DPD tidak lebih dari 1/3 jumlah anggota DPR. 14. kelompok. 6. terutama yang menyangkut kepentingan daerah. pengelolaan SDA dan SDE serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat-daerah. dan melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. hubungan pusat-daerah. 7. menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan daerah. Mempertahankan dan memelihara kerukunan nasional dan keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. 11. 2. ikut membahas. Imunitas. Menaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPD. Keuangan dan administratif. Mengembangkan pola hubungan dan kerja sama yang sinergis dan strategis dengan pemilik kepentingan utama di daerah dan di pusat. Membela diri. Menyampaikan usul dan pendapat. Mengamalkan Pancasila. . Anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu. DPD. Memilih dan dipilih. Mendorong perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat terhadap isu-isu penting di daerah. 3. 12. memberikan pertimbangan. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihannya. 4. 5. DPD dapat melakukan pengawasan terhadap UU yang usulan dan pembahasannya dimiliki oleh DPD. DPR. Menyerap. 9. 4. Menjaga etika dan norma adat daerah yang diwakilinya. 13. pendidikan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 49 dan 50 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR.2. dan agama (Pasal 22D). menghimpun.

Untuk memulai tugasnya. Berdasarkan amanat UUD Tahun 1945 tersebut telah dikeluarkan Surat Penetapan Pemerintah No.Kewajiban Berkenaan dengan kewajiban tersebut.6/1948 tanggal 6 Nopember 1948 tempat kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan dipindahkan dari Magelang ke Yogyakarta. Negara Republik Indonesia yang ibukotanya di Yogyakarta tetap mempunyai Badan Pemeriksa Keuangan sesuai pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945. kewenangan. Soerasno mulai tanggal 31 Desember 1949. legislasi dan pengawasan yang dicirikan oleh sifat kekuatan mandatnya dari rakyat pemilih yaitu sifat “otoritatif” atau mandat rakyat kepada Anggota. hal itu mempertegas fungsi politik legislatif Anggota DPD RI yang meliputi representasi.94-1 telah mengumumkan kepada semua instansi di Wilayah Republik Indonesia mengenai tugas dan kewajibannya dalam memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara.  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dalam rangka pelaksanaan Pemilu agar terselenggara sesuai asas (Iuberjudil). yang sebelumnya menjabat . Kasirman yang diangkat berdasarkan SK Presiden RI tanggal 31 Januari 1950 No. KPU selain ada ditingkat pusat.  Badan Pengawas Keuangan (BPK) Pasal 23 ayat (5) UUD Tahun 1945 menetapkan bahwa untuk memeriksa tanggung jawab tentang Keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang. Dalam Penetapan Pemerintah No. untuk sementara masih menggunakan peraturan perundang-undangan yang dulu berlaku bagi pelaksanaan tugas Algemene Rekenkamer (Badan Pemeriksa Keuangan Hindia Belanda). maka dibentuk Dewan Pengawas Keuangan (berkedudukan di Bogor) yang merupakan salah satu alat perlengkapan negara RIS. Pada waktu itu Badan Pemeriksa Keuangan hanya mempunyai 9 orang pegawai dan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan pertama adalah R. dan independensinya diatur dengan UU (Pasal 23D). yaitu ICW dan IAR.13/A/1950 terhitung mulai 1 Agustus 1949. maka dibentuklah sebuah komisi pemilihan umum yang bersifat nasional. jawab. pada tanggal 1 Januari 1947 yang berkedudukan sementara dikota Magelang. juga terdapat KPU daerah baik di provinsi maupun kabupaten/kota. sebagai Ketua diangkat R. Ketuanya diwakili oleh R. Badan Pemeriksa Keuangan dengan suratnya tanggal 12 April 1947 No. dan mandiri (Pasal 22E). Hasil pemeriksaan itu disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan dibentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia Serikat (RIS) berdasarkan Piagam Konstitusi RIS tanggal 14 Desember 1949. di samping itu ciri sifat ikatan atau “binding” yaitu ciri melekatnya pemikiran dan langkah kerja Anggota DPD RI yang semata-mata didasarkan pada kepentingan dan keberpihakan pada rakyat daerah. Soerasno. kedudukan. tetap.  Bank Sentral tanggung Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan.11/OEM tanggal 28 Desember 1946 tentang pembentukan Badan Pemeriksa Keuangan.

Merah Putih Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950. Meskipun Badan Pemeriksa Keuangan berubah-ubah menjadi Dewan Pengawas Keuangan RIS berdasarkan konstitusi RIS Dewan Pengawas Keuangan RI (UUDS 1950). Dengan demikian Dewan Pengawas Keuangan berdasarkan UUD 1950 kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan Pasal 23 (5) UUD Tahun 1945. . maka Dewan Pengawas Keuangan RIS yang berada di Bogor sejak tanggal 1 Oktober 1950 digabung dengan Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUDS 1950 dan berkedudukan di Bogor menempati bekas kantor Dewan Pengawas Keuangan RIS. Dewan Pengawas Keuangan RIS berkantor di Bogor menempati bekas kantor Algemene Rekenkamer pada masa pemerintah Netherland Indies Civil Administration (NICA). Personalia Dewan Pengawas Keuangan RIS diambil dari unsur Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta dan dari Algemene Rekenkamer di Bogor. kemudian kembali menjadi Badan Pemeriksa Keuangan berdasarkan UUD Tahun 1945.sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan di Yogyakarta. Pada Tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkan Dekrit Presiden RI yang menyatakan berlakunya kembali UUD Tahun 1945. namun landasan pelaksanaan kegiatannya masih tetap menggunakan ICW dan IAR.

   UU No.Dalam amanat-amanat Presiden yaitu Deklarasi Ekonomi dan Ambeg Parama Arta. Misi . Untuk menunjang tugasnya. Akhirnya oleh MPRS dengan Ketetapan No. Untuk lebih memantapkan tugas BPK RI. dan 23G) dan tujuh ayat. yaitu dengan dikeluarkannya TAP MPR No. 23F. dan profesional serta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan. 7 Tahun 1963 (LN No.17 Tahun 2003 Tentang keuangan Negara UU No. Dalam era Reformasi sekarang ini. Sebelum amandemen BPK RI hanya diatur dalam satu ayat (pasal 23 ayat 5) kemudian dalam Perubahan Ketiga UUD 1945 dikembangkan menjadi satu bab tersendiri (Bab VIII A) dengan tiga pasal (23E. yaitu. 6 Tahun 1964 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Gaya Baru. Untuk mengganti PERPU tersebut. BPK RI didukung dengan seperangkat Undang-Undang di bidang Keuangan Negara. Ketua dan Wakil Ketua BPK RI berkedudukan masing-masing sebagai Menteri Koordinator dan Menteri. Sehingga UU yang mendasari tugas BPK RI perlu diubah dan akhirnya baru direalisasikan pada Tahun 1973 dengan UU No. ketentuan yang mengatur BPK RI dalam UUD Tahun 1945 telah diamandemen. mandiri. 17 Tahun 1965 yang antara lain menetapkan bahwa Presiden.X/MPRS/1966 Kedudukan BPK RI dikembalikan pada posisi dan fungsi semula sebagai Lembaga Tinggi Negara. 195 Tahun 1963) yang kemudian diganti dengan Undang-Undang (PERPU) No. dan di dalam Ketetapan MPRS No. 11/MPRS/1960 serta resolusi MPRS No. 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara Visi Menjadi lembaga pemeriksa keuangan negara yang bebas. Badan Pemeriksa Keuangan telah mendapatkan dukungan konstitusional dari MPR RI dalam Sidang Tahunan Tahun 2002 yang memperkuat kedudukan BPK RI sebagai lembaga pemeriksa eksternal di bidang Keuangan Negara. 5 Tahun 1973 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan.VI/MPR/2002 yang antara lain menegaskan kembali kedudukan Badan Pemeriksa Keuangan sebagai satu-satunya lembaga pemeriksa eksternal keuangan negara dan peranannya perlu lebih dimantapkan sebagai lembaga yang independen dan profesional. dikeluarkanlah UU No.1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara UU No. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. sebagai Pemimpin Besar Revolusi pemegang kekuasaan pemeriksaan dan penelitian tertinggi atas penyusunan dan pengurusan Keuangan Negara. 1/Res/MPRS/1963 telah dikemukakan keinginan-keinginan untuk menyempurnakan Badan Pemeriksa Keuangan. Untuk mencapai tujuan itu maka pada tanggal 12 Oktober 1963. sehingga dapat menjadi alat kontrol yang efektif.

Integritas BPK RI menjunjung tinggi integritas dengan mewajibkan setiap pemeriksa dalam melaksanakan tugasnya. kode etik. BPK mengedepankan nilai-nilai independensi dan profesionalisme dalam semua aspek tugasnya menuju terwujudnya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara. menjunjung tinggi Kode Etik Pemeriksa dan Standar Perilaku Profesional. Mendorong terwujudnya tata kelola yang baik atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. dan nilai-nilai kelembagaan organisasi. Tujuan Strategis 1. dan masyarakat pada umumnya dengan menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada pemilik kepentingan atas penggunaan.  Mahkamah Agung . Memenuhi semua kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan 4. dan transparan. 5. 7. wewenang dan fungsi BPK sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Nilai-Nilai Dasar Independensi BPK RI adalah lembaga negara yang independen di bidang organisasi. pengelolaan. Dewan Perwakilan Daerah (DPD). serta berperan aktif dalam mewujudkan pemerintah yang baik. Mewujudkan BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan negara yang independen dan professional. dan anggaran serta bebas dari pengaruh lembaga negara lainnya. BPK bertujuan untuk mendorong peningkatan pengelolaan keuangan negara dengan menetapkan standar yang efektif. yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). menyampaikan temuan dan rekomendasi kepada pemilik kepentingan. BPK bertujuan memenuhi kebutuhan dan harapan pemilik kepentingan. dan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara. BPK bertujuan menjadi pusat pengaturan di bidang pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang berkekuatan hukum mengikat. legislasi. 3. bersih. dan menilai efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan. mengidentifikasi penyimpangan. keefektifan. 6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). 8. 2. Mewujudkan BPK sebagai pusat regulator di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas. meningkatkan sistem pengendalian intern. Profesionalisme BPK RI melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesionalisme pemeriksaan keuangan negara.Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dalam rangka mendorong terwujudnya akuntabilitas dan transparansi keuangan negara.

pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 2.Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Konstitusi. Calon hakim agung diusulkan oleh Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Peradilan Agama pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Agama. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Agama dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 3. dan sebuah Mahkamah Konstitusi (Pasal 24). kewajiban dan wewenang MA adalah: 1. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. Ketua dan Wakil MA dipilih dari dan oleh Hakim Agung (Pasal 24A). agama. dan dilakukan oleh sebuah MA dan badan peradilan yang ada dibawahnya dalam lingkungan peradilan umum. untuk kemudian mendapat persetujuan dan ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. atau tidak berdasarkan sistem karier dari kalangan profesi atau akademisi. Tumpa. menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang. Peradilan Militer pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Militer. dan berpengalaman di bidang hukum. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Peradilan Umum pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Negeri. Ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden member grasi dan rehabilitasi Mahkamah Agung dipimpin oleh seorang ketua.  Komisi Yudisial . militer. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung Menurut Undang-Undang Dasar 1945. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi 3. Hakim agung dapat berasal dari sistem karier (hakim). tata usaha Negara. dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang 2. menguji peraturan perundang-undangan dibawah UU terhadap UU. professional. MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Peradilan Tata Usaha negara pada tingkat pertama dilakukan oleh Pengadilan Tata Usaha negara. Mahkamah Agung membawahi badan peradilan dalam lingkungan : 1. Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. adil. Calon Hakim Agung diusulkan komisi yudisial kepada DPR untuk mendapat persetujuan dan ditetapkan oleh Presiden. dan diangkat oleh Presiden. Pada Mahkamah Agung terdapat hakim agung sebanyak maksimal 60 orang. Ketuanya sejak 15 Januari 2009 adalah Harifin A. pada tingkat banding dilakukan oleh Pengadilan Tinggi Militer dan pada tingkat kasasi dilakukan oleh Mahkamah Agung 4.

M. Dua hari kemudian. dan memutus perselisihan tentang hasil Pemilihan Umum 2. maka dalam rangka menunggu pembentukan Mahkamah Konstitusi. Ketua MK yang pertama adalah Prof. Menurut Undang-Undang Dasar 1945. Di akhir masa jabatan Prof. serta perilaku hakim. karena masa jabatan Hakim Konstitusi sendiri adalah 5 tahun. Laica Maerzuki. Dr. Pasal 24C. S. MPR menetapkan Mahkamah Agung menjalankan fungsi MK untuk sementara sebagaimana diatur dalam Pasal III Aturan Peralihan UUD 1945 hasil Perubahan Keempat. Jimly sebagai Ketua. Anggota komisi yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR (Pasal 24B). Dr. dan Pasal 7B yang disahkan pada 9 November 2001. Presiden mengambil sumpah jabatan para hakim konstitusi di Istana Negara pada tanggal 16 Agustus 2003.H.  Mahkamah Konstitusi(MK) Mahkamah Konstitusi adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. Jimly terpilih lagi sebagai ketua untuk masa bakti 2006-2009 pada 18 Agustus 2006 dan disumpah pada 22 Agustus 2006 dengan Wakil Ketua Prof. Dr. Setelah disahkannya Perubahan Ketiga UUD 1945. Bersama tujuh anggota hakim pendiri lainnya dari generasi pertama MK. memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945. DPR dan Pemerintah menyetujui secara bersama Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi pada 13 Agustus 2003 dan disahkan oleh Presiden pada hari itu. Masa jabatan Ketua MK selama 3 tahun yang diatur dalam UU 24/2003 ini sedikit aneh.Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. memutus pembubaran partai politik.. Jimly Asshiddiqie. SH dan Prof. Guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia kelahiran 17 April 1956 ini terpilih pada rapat internal antar anggota hakim Mahkamah Konstitusi tanggal 19 Agustus 2003. Dr. Sejarah berdirinya MK diawali dengan Perubahan Ketiga UUD 1945 dalam Pasal 24 ayat (2). Berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar. MK berhasil dipandang sebagai salah satu icon keberhasilan . keluhuran martabat. SH. DPR dan Pemerintah kemudian membuat Rancangan Undang-Undang tentang Mahkamah Konstitusi. kewajiban dan wewenang MK adalah: 1. Laica Marzuki berhasil memimpin lembaga baru ini sehingga dengan cepat berkembang menjadi model bagi pengadilan modern dan terpercaya di Indonesia. pada tanggal 15 Agustus 2003. Wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut UUD 1945. Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh Hakim Konstitusi untuk masa jabatan 3 tahun. sehingga berarti untuk masa jabatan kedua Ketua MK dalam satu masa jabatan Hakim Konstitusi berakhir sebelum waktunya (hanya 2 tahun). Setelah melalui pembahasan mendalam. Jimly Asshiddiqie. M. Anggota komisi yudisial harus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Prof.

Natabaya Harjono I Dewa Gede Palguna Maruarar Siahaan Soedarsono Hakim Konstitusi periode 2008-2013 adalah: 1. 8. 6. 3. dan Presiden. Hakim Konstitusi diajukan masing-masing 3 orang oleh Mahkamah Agung.reformasi Indonesia. dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Mereka kemudian digantikan oleh 2 hakim baru. 5. SH mengunduran diri dari anggota MK dan kembali menjadi guru besar tetap hukum tata negara Universitas Indonesia. Jimly Asshiddiqie Mohammad Laica Marzuki Abdul Mukthie Fadjar Achmad Roestandi H. 3. DPR. Maruarar Siahaan dan Abdul Mukthie Fajar memasuki masa pensiun. kemudian mengundurkan diri dan digantikan oleh Harjono Maria Farida Indrati Maruarar Siahaan Abdul Mukthie Fajar Mohammad Mahfud MD Muhammad Alim Achmad Sodiki Arsyad Sanusi Akil Mochtar Namun. pada akhir 2009. Sesudah beberapa waktu sesudah itu. 4. memutus pembubaran parpol dan perselisihan hasil pemilu. yaitu 2008-2011 dan menghasilkan Mohammad Mahfud MD sebagai ketua serta Abdul Mukthie Fadjar sebagai wakil ketua. 7. Mahkamah Konstitusi mempunyai 9 Hakim Konstitusi yang ditetapkan oleh Presiden. MK mempunyai 9 anggota hakim konstitusi yang ditetapkan Presiden masing-masing 3 orang diajukan oleh MA. 6. MK wajib memberi putusan atas pendapat DPR mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan atau Wakil menurut UUD. 7. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD. 9. sistem kelembagaan mahkamah ini terbentuk dengan sangat baik dan bahkan gedungnya juga berhasil dibangun dengan megah dan oleh banyak sekolah dan perguruan tinggi dijadikan gedung kebanggaan tempat mengadakan studi tour. Prof. yakni Hamdan Zoelva yang menggantikan Abdul Mukthie Fajar dan Fadlil Sumadi yang menggantikan Maruarar Siahaan. Jimly Asshiddiqie. S. pada bulan Oktober 2009. Jimly Asshiddiqie. Masa jabatan Hakim Konstitusi adalah 5 tahun. Pada 19 Agustus 2008. Hakim Konstitusi periode 2003-2008 adalah: 1. melakukan voting untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua MK masa bakti 3 tahun berikutnya. MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji UU terhadap UUD. 3 orang oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Ketua . 5. 2. 2. Selama 5 tahun sejak berdirinya. 9. 4. 8. A. dan 3 orang oleh Presiden. Hakim Konstitusi yang baru diangkat untuk periode (2008-2013).

Saat ini masih banyak pihak belum memahami secara utuh tatanan kelembagaan negara dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sehingga sering timbul perdebatan publik dan masalah hubungan antarlembaga negara.kedaulatan rakyat dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR.BPK sebagai pelaksana kekuasaan auditif serta DPD yang walaupun tidak memegang kekuasaan legislatif memiliki peran dalam proses legislasi (co-legislator). lembaga-lembaga utama yang melaksanakan cabang kekuasaan tertentu. 4. Sebelum perubahan. terdapat lembaga negara lain yang diperlukan dalam penyelenggaraan negara dan kedudukannya sederajat. Jika penataan lembaga negara melalui ketentuan peraturan perundang undangan telah dilakukan.masing. lembaga-lembaga yang berada di bawah presiden untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu. Perubahan tersebut mengakibatkan : 1. lembaga. dan yudikatif dalam UUD 1945. Lembaga yang ditentukan secara umum dan menyerahkan pengaturan lebih lanjut kepada undang-undang. Selain lembaga-lembaga negara tersebut. Kedua. Lembaga-lembaga yang ditentukan untuk melaksanakan kekuasaan tertentu tanpa mengatur nama dan pembentukan lembaganya.Keenam. Hal itu akan mewujudkan kerja sama dan hubungan yang harmonis demi . Lemmbaga-lembaga negara yang diatur dalam UUD 1945 merupakan pelaksana kedaulatan rakyat sesuai dengan kedudukan. Lembaga negara lain tersebut adalah MPR yang memegang kekuasaan mengubah dan menetapkan UUD.tugas.dan wakil ketua MK dipilih dari dan oleh hakim konstitusi. legislatif. adil.dan fungsi masing. setiap lembaga negara dapat menjalankan wewenang sesuai dengan kedudukan masing-masing. lembaga-lembaga negara yang bukan pelaksana salah satu cabang kekuasaan.Kelima.lembaga negara telah mengalami perubahan mendasar hasil UUD 1945 Perubahan yang tentu tidak dapat dipahami berdasarkan paradigma UUD 1945 sebelum perubahan.Hal tersebut mengakibatkan Ketetapan MPR Nomor III/MPR/ 1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi dengan/ atau antar-Lembaga-Lembaga Tinggi Negara tidak berlaku lagi.dapat diketahui lembaga-lembaga negara yang melaksanakan tiap kekuasaan tersebut. Apalagi. Kelembagaan negara berdasarkan UUD 1945 dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori. MK dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh MA (Pasal III AP). 2. negarawan. lembaga. tetapi keberadaannya diperlukan untuk mendukung salah satu lembaga pelaksana cabang kekuasaan tertentu. Sebagai pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi adalah presiden.Pertama.lembaga di tingkat daerah.Untuk kekuasaan yudikatif ditentukan pelakunya adalah MA dan MK. Berdasarkan pembagian fungsi kekuasaan eksekutif. Hakim konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan. Dengan demikian lembaga-lembaga itu sesungguhnya adalah bagian dari organisasi pemerintahan secara nasional walaupun ada yang menjalankan fungsi legislasi di tingkat daerah. Pemegang kekuasaan legislatif adalah DPR. 3. Perubahan mendasar yang memengaruhi tatanan kelembagaan negara adalah perubahan Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. serta tidak merangkap sebagai pejabat Negara (Pasal 24C0). MPR tidak lagi menjadi lembaga negara tertinggi.

pencapaian tujuan nasional dengan tetap saling mengawasi dan mengimbangi agar tidak terjadi penyalahgunaan dan konsentrasi kekuasaan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful