FUNGSI SERIKAT PEKERJA DALAM PENINGKATAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Oleh : ASRI WIJAYANTI, S.H., MH.

*) ABSTRAK

Serikat Pekerja atau Serikat Buruh merupakan bentuk pelaksanaan dari hak seseorang untuk berserikat dan berkumpul. Adanya serikat Pekerja / Buruh sangat penting bagi kelangsungan hubungan industrial. Serikat Pekerja diharapkan dapat melaksanakan fungsinya secara maksimal dalam rangka meningkatkan hubungan industrial di tingkat perusahaan. Kata Kunci : serikat pekerja, fungsi, hubungan industrial. I PENDAHULUAN

Setiap manusia selalu membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mendapatkan biaya hidup seseorang perlu bekerja, secara mandiri atau bekerja kepada orang lain. Pekerja atau buruh adalah seseorang yang bekerja kepada orang lain dengan mendapatkan upah1. Sedangkan tenaga kerja berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 2 UU no. 13 tahun 2003 adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Jumlah tenaga kerja yang tersedia di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Terlebih lagi dari sebagian besar tenaga kerja yang tersedia adalah yang berpendidikan rendah atau tidak berpendidikan sama sekali. Mereka kebanyakan adalah unskillabour, sehingga posisi tawar mereka adalah rendah. Keadaan ini menimbulkan adanya kecenderungan majikan untuk berbuat sewenangwenang kepada pekerja / buruhnya. Buruh dipandang sebagai obyek. Buruh dianggap sebagai faktor ektern yang berkedudukan sama dengan pelanggan pemasok atau pelanggan pembeli yang berfungsi menunjang kelangsungan perusahaan dan bukan faktor intern sebagai bagian yang tidak terpisahkan atau sebagai unsur konstitutip yang menjadikan perusahaan2 Majikan dapat dengan leluasa untuk menekan pekerja / buruhnya untuk bekerja secara maksimal, terkadang melebihi kemampuan kerjanya. Misalnya majikan dapat menetapkan

Secara sosiologis kedudukan buruh adalah tidak bebas. keberlakuan evaluatif yaitu secara empiris kaidah tampak diterima. tanpa melihat masa kerja dari pekerja itu. tetapi diukur secara sosiologis dan filosofis . yaitu : Perlindungan hukum dari kekuasaan majikan terlaksana apabila peraturan perundang-undangan dalam bidang perburuhan yang mengharuskan atau memaksa majikan bertindak seperti dalam perundang-undangan tersebut benar-benar dilaksanakan semua pihak karena keberlakuan hukum tidak dapat diukur secara yuridis saja. Disebutkan oleh Zainal Asikin. Ada dua kekuasaan yang selalu menjadi perhatian yakni kekuasaan pemerintah dan kekuasaan ekonomi. Keberlakuan faktual yaitu kaidah dipatuhi oleh para warga masyarakat/ efektif kaidah diterapkan dan ditegakkan oleh pejabat hukum. Seringkali pekerja dengan masa kerja yang lama upahnya hanya selisih sedikit lebih besar dari upah pekerja yang masa kerjanya kurang dari satu tahun. Dengan kata lain serikat pekerja / buruh diharapkan dapat sebagai wadah pekerja dalam memperjuangkan haknya.3 Mengingat kedudukan pekerja yang lebih rendah daripada majikan maka perlu adanya campur tangan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukumnya. Dalam hubungan dengan kekuasaan pemerintah.5 Bruggink membagi keberlakuan hukum menjadi tiga.. sehingga dapat dilakukan upaya peningkatan kesejahteraan pekerja. Dalam hubungan dengan kekuasaan ekonomi. Diharapkan dengan adanya serikat pekerja di perusahaan dapat mewakili dan menyalurkan aspirasi pekerja.4 Perlindungan hukum bagi buruh sangat diperlukan mengingat kedudukannya yang lemah. secara filosofis kaidah memenuhi sifat mewajibkan karena isinya. Majikan enggan untuk meningkatkan atau menaikkan upah pekerja meskipun terjadi peningkatan hasil produksi dengan dalih bahwa takut diprotes oleh perusahaan – perusahaan lain yang sejenis. Sebagai orang yang tidak mempunyai bekal hidup lain daripada itu. Dan majikan inilah yang pada dasarnya menentukan syarat-syarat kerja . ia terpaksa bekerja pada orang lain. keberlakuan normative yaitu kaidah cocok dalam system hukum herarkis.upah hanya maksimal sebanyak upah minimum propinsi yang ada. terhadap pemerintah (yang memerintah). permasalahan perlindungan hukum adalah perlindungan bagi silemah (ekonomi) terhadap si kuat (ekonomi). misalnya perlindungan bagi pekerja terhadap pengusaha. Posisi pekerja yang lemah dapat diantisipasi dengan dibentuknya serikat pekerja / serikat buruh yang ada di perusahaan .6 . keberlakuan normatif dan keberlakuan evaluatif / material. yaitu keberlakuan faktual. permasalahan perlindungan hukum bagi rakyat (yang diperintah). Perlindungan hukum menurut Philipus Selalu berkaitan dengan kekuasaan.

Kedudukan buruh yang lemah ini membutuhkan suatu wadah supaya menjadi kuat. Melalui keterwakilan buruh di dalam serikat buruh maka diharapkan aspirasi buruh dapat sampai kepada majikan. Sayangnya karena ketidak siapan buruh melaksanakan hak berserikat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan bagi kepentingannya sendiri dengan menjual bangsa. Keberadaan serikat pekerja saat ini lebih terjamin dengan diundangkannya UndangUndang No. yang kurang menereskan aspirasi anggotanya. 131. Pada masa Orde Baru itu pulalah muncul suatu serikat buruh tandingan SPSI yaitu serikat buruh seluruh Indonesia (SBSI) di bawah Mochtar Pokpohan. 3898). Hal ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hubungan industrial di tingkat perusahaan. Hal ini menyebabkan keberadaan serikat pekerja/serikat buruh banyak didirikan di satu perusahaan. Hal ini memerlukan suatu kebijaksanaan pemerintah. Hal ini karena pada masa Orde Baru serikat pekerja atau serikat buruh hanya diperbolehkan satu yaitu serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI). Wadah itu adalah adanya pelaksanaan hak berserikat di dalam suatu serikat pekerja atau serikat buruh. Tambahan Lembaran Negara No. Dikatakan demikian karena berdasarkan UU No. Karena tidak dikehendaki oleh pemerintah Soeharto. untukl menjabarkan ketentuan yang ada di dalam UU no. 21 Tahun 2000 diperbolehkan serikat pekerja / buruh itu menerima sumbangan dana dari negara lain. 21 Tahun 2000. 21 Tahun 2000 dalam peraturan pelaksanaannya. Selain itu melalui wadah serikat pekerja / buruh ini diharapkan akan terwujud peran serta buruh dalam proses produksi. 21 Tahun 2000 tentang serikat pekerja / serikat buruh (Lembaran Negara Tahun 2000 No. Ketentuan ini dijabarkan lebih lanjut dalam pasal 27 UUD 1945 yaitu setiap warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan. 21 Tahun 2000 sehingga untuk mengatasi kekosongan hukum diperlukan banyak penafsiran hukum diantaranya penafsiran mengenai fungsi serikat pekerja. Tujuan dibentuknya serikat pekerja/ buruh adalah menyeimbangkan posisi buruh dengan majikan. 21 Thaun 2000 dimungkinkan dibentuk serikat buruh/ pekerja lebih dari satu. akhirnya ia ditahan dan bebas setelah era reformasi. . II KEBEBASAN BERSERIKAT DAN BERKUMPUL BAGI BURUH Alinea ketiga dari Pembukaan UUD 1945 yaitu negara melindungi segenap bangsa dan negara Indonesia. Sebelum adanya UU No. Setiap warga negara berhak atas penghasilan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. kedudukan serikat pekerja secara umum dianggap hanyalah sebagai kepanjangan tangan atau boneka dari majikan. Sampai saat ini belum ada peraturan pelaksana dari UU No. 21 tahun 2000 tersebut. Dari uraian di atas maka muncul permasalahan bagaimana fungsi serikat pekerja atau buruh dalam rangka meningkatkan hubungan industrial di tingkat perusahaan. Pada masa reformasi setelah adanya UU NO. Sering pula keberadaan serikat pekerja/ buruh yang lebih dari satu jumlahnya di satu perusahaan justru memicu terjadinya perselisihan perburuhan yang dapat berakibat mogok kerja yang seharusnya justru bertentangan dengan tujuan disahkannya UU No.

mandiri dan demokratis. Konvensi No. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta menyampaikan pendapat merupakan hak dasar yang dimiliki oleh warga negara dari suatu negara hukum demokratis yang berkedaulatan rakyat. Spoor Bond. Prinsip kesatuan yaitu adanya solidaritas dikalangan buruh bahwa mereka merupakan satu bagian tak terpisahkan dalam organisasi Prinsip kemandirian maksudnya organisasi buruh harus bebas dari dominasi kekuatan dari luar buruh. sehingga berhak pula untuk dilindungi dan mendapatkan penghidupan yang layak. 98) telah diratifikasi dalam UndangUndang No. organisasi agama atau tokoh-tokoh individual. Hak asasi manusia dalam negara hukum tidak dapat dipisahkan dari ketertiban dan keadilan. Prinsip dasar serikat buruh ada tiga yaitu kesatuan. 87) telah diratifikasi dan dituangkan dalam Keputusan Presiden RI No. Prinsip demokratis artinya mendapat dukungan dan partisipasi penuh para anggotanya. berarti hak dan sekaligus kemerdekaan atau kebebasan perorangan diakui. Salah satu bentuk perlindungan hukum yang diberikan oleh pemerintah bagi buruh adalah adanya jaminan atas kebebasan berserikat dan berkumpul dalam suatu wadah serikat buruh / pekerja. Pengakuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia mendapat tempat utama dan dapat dikatakan sebagai tujuan dari negara hukum. 87 dimaksudkan secara keseluruhan untuk melindungi kebebasan berserikat terhadap kemungkinan campur tangan pemerintah. baik itu pemerintah. dan Konvensi ILO tentang hak berorganisasi dan berunding bersama.11 Tiga prinsip dasar serikat buruh itu belum dapat dilaksanakan dengan penuh pada masa Orde Baru karena serikat buruh yang diakui saat itu hanya ada satu yaitu serikat buruh seluruh Indonesia (SPSI). dihormati dan dijunjung tinggi8. Pengakuan atas negara hukum salah satu tujuannya melindungi hak asasi manusia. Pada tahun 1979 lahir Nederland Indische Onderwys Genootschap (NIOG) atau serikat pekerja guru Hindia Belanda.Buruh adalah bagian dari bangsa Indonesia. majikan. Zuiker Bond. 98 ditujukan untuk mendorong pengembangan penuh mekanisme perundingan kolektif sukarela. Selanjutnya disusul lahirnya beberapa serikat pekerja seperti Pos bond. partai politik.1948 (No.9 Kebebasan berserikat dan berkumpul termuat dalam konvensi ILO tentang kebebasan berserikat dan perlindungan hak berorganisasi . 83 Tahun 1998. Hak-hak yang dimiliki manusia berdasrkan martabatnya sebagai manusia dan bukan karena pemberianmasyarakat atau negara disebut hak asasi manusia7. 18 Tahun 1956. . 1949 (No. Konvensi No. Cultuur Bond. Perjuangan untuk mendirikan serikat buruh / pekerja yang mandiri untuk memperjuangkan hak buruh sebenarnya telah ada sejak pemerintahan Hindia Belanda yaitu sejak abad 19 dan berlansung hingga sekarang.10 Keberadaan serikat buruh atau pekerja pada masa Orde Baru belum memenuhi prinsip dasar serikat buruh.

keselamatan dan kesehatan kerja. III FUNGSI SERIKAT PEKERJA DALAM PENINGKATAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Hubungan industrial antara majikan dn buruh atau dengan pemerintah terjadi di tingkat perusahaan atau di tingkat industri. mogok kerja. perselisihan industrial : arbitrase. 3. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja / Buruh (Lembaran Negara tahun 2000 No. 4. artinya something that performs a function : or operation. Hubungan industrial diartikan sebagai suatu system hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang atau jasa yang meliputi pengusaha. pengusaha. Dengan dicabutnya salah satu pilar HIP. meskipun dengan derajat kemajuan yang berbeda.Upaya pemerintah selanjutnya untuk memberikan jaminan kebebasan berserikat dan berkumpul bagi buruh dituangkan dalam Undang. perlindungan dan kesejahteraan buruh serta penyelesaian perselisihan industrial. kesejahteraan: upah. tripartid.12 Pengertian itu memuat semua aspek hubungan kerja yang terdiri dari : 1. maka HIP kemudian disebut sebagai hubungan industrial saja tanpa disertai Pancasila. jaminan social. pemutusan hubungan kerja13 Hubungan industrial di Indonesia dikenal dengan nama hubungan industrial Pancasila yaitu suatu hubungan industrial yang mendasarkan pada nilai-nilai kelima sila dari Pancasila. perundingan bersama : perjanjiankerja. Tambahan Lembaran Negara No. Hubungan industrial ini bersifat universal artinya di semua negara. termasuk persyaratan akan kerjasama bipartid. pemerintah. Fungsi dapat pula diartikan sebagai jabatan (pekerjaan) yang dilakukan : jika ketua tidak ada maka wakil . kepentingan buruh diwakili oleh serikat buruh. koperasi.Undang No. Sejak masa reformasi istilah itu tampaknya kurang dipakai di masyarakat. mengingat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang menjadi salah satu pilar dari HIP telah dicabut. 5.131. Hubungan industrial demikian ini memerlukan persyaratan yang harus dipenuhi oleh unsurunsur atau sarana. 2. 3989). pelatihan kerja. Hubungan industrial yang aman. kesepakatan kerja bersama. harmonis dan dinamis diperlukan untuk menjamin ketenangan kerja dan kelangsungan usaha yang produktif. kebebasan berserikat dijamin. Inti hubungan industrial itu adalah perundingan bersama antara majikan dan serikat buruh untuk mencapai kesepakatan kerja bersama yang kemudian harus dilkasanakan dan dipatuhi oleh semua pihak. mediasi.14. pekerja dan pemerintah. Fungsi berasal dari kata function. Di negara demokratis. Fungsi serikat buruh dituangkan dalam UU No. pensiun. Peraturan perusahaan.sarananya. kerjasama : manajemen-karyawan. penutupan perusahaan. para pelaku : pekerja. 21 Tahun 2000.

15 Fungsi serikat buruh / pekerja dengan demikian dapat diartikan sebagai jabatan. serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja/ buruh dan keluarganya. sebagai wakil pekerja/ buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan. pelaksana dan penanggung jawab pemogokan pekerja/ buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. sebagai perencana. b. Disamping itu mengingat hubungan industrial itu terjadi di dalam masyarakat maka subyek hukum hubungan industrial mendapat perluasan meliputi juga masyarakat dan pemerintah. 2. yaitu : 1. f. sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya. federasi dan konfederasi serikat pekerja/ serikat buruh mempunyai fungsi : a. sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis. 21 Tahun 2000. Subyek hukum dalam hubungan industrial pada dasarnya yang terpenting adalah buruh dan majikan. Sebaliknya akan berdampak negatih apabila hubungan industrial itu gagal mencapai tujuannya. pembelaan hak dan kepentingan. Meningkatkan produktifitas adalah tujuan . menjalankan tugasnya. sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial. dinamis dan berkeadilan sesuai dengabn peraturan perundang-undangan. kegunaan. Pemerintah mempunyai andil pula sebagai subyek hukum dalam hubungan industrial dalam arti perwujudannya dalam tiga fungsi pokok pemerintah yaitu mengatur.ketua melakukan fungsi ketua . Berdasarkan ketentuan pasal 4 Undang-Undang No. fungsi adalah kegunaan suatu hal. d. bertugas sebagai . kedudukan dari serikat buruh/ pekerja. Masyarakat menjadi subyek hukum hubungan industrial sebagai akibat perluasan karena bagaimanapun juga hubungan industrial itu akan berdampak bagi masyarakat sekitar lokasi hubungan industrial itu berlangsung atau masyarakat dalam arti skala nasional. Serikat pekerja/ buruh adalah wakil buruh dalam perusahaan. berfungsi artinya berkedudukan. Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) serikat pekerja/ serikat buruh. sebagai wakil pekerja/buruh dalam lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan seseuai dengan tingkatannya. Serikat pekerja/ serikat buruh. membina dan mengawasi. meningkatkan kesejahteraan. meningkatkan stabilitas nasional yang mantap. Tujuan dari hubungan industrial pada dasarnya terkait dengan subyek hukum dalam hubungan industrial yaitu meningkatkan produktifitas. e. Dampak itu dapat positif atau negatif. federasi and konfederasi serikat pekerja/ serikat buruh bertujuan memberikan perlindungan. Mempunyai dampak positif apabila hubungan industrial itu berjalan dengan baik dan tercapai tujuannya. Sebagai wakil buruh yang sah maka ia mempunyai kedudukan sebagi subyek hukum dalam hubungan industrial yang mandiri.

Adanya keuntungan dari hasil proses produksi diharapkan dapat dikembalikan kepada buruh guna meningkatkan kesejahteraannya. sebagai faktor ekstern yang kurang diperhatikan. yang selalu diharapkan oleh pemerintah bagi suksesnya pembangunan ekonomi. Seringkali SPSI tidak menyuarakan aspirasi atau kehendak buruh dan ironisnya hanya menyuarakan aspirasi majikan. Sisi lainnya akan menimbulkan stabilitas nasional yang baik. Keberadaan serikat buruh/ pekerja setelah masa reformasi dengan telah disahkannnya Undang-Undang No.16 Keberadaan serikat buruh / pekerja dengan adanya Undang-Undang No. Adanya serikat buruh / pekerja yang lebih dari satu dalam satu perusahaan dikatakan merupakan perwujudan dari sikap demokratis . 21 Tahun 2000 ternyata masih banyak menimbulkan masalah. sehingga akan tercipta ketenangan bekerja. Peningkatan kesejahtaraan merupakan tujuan utama semua buruh. Permasalahan bukan terletak pada wadah tunggal serikat buruh / pekerja dalam SPSI tetapi pada kemajemukan serikat buruh/ serikat pekerja yang telah ada. Pada masa Orde Baru masalah yang timbul pada serikat buruh atau serikat pekerja pada umumnya pada ketidak mandirian serikat buruh/ pekerja. Pengurus SPSI kebanyakan telah ditentukan oleh majikan yang merupakan orang-orang yang lebih mendekatkan dirinya pada majikan (mereka yang pro-majikan). Majikan sering menempatkan buruh pada posisi yang rendah. Buruh bekerja tujuannya mendapatkan penghasilan guina pemenuhan kebutuhan hidupnya. Untuk itulah diperlukan adanya suatu wadah bagi buruh sebagi upaya mensejajarkan posisi buruh majikan dalam proses hubungan industrial dalam suatu serikat buruh / serikat pekerja. Undang-Undang No. IV KEBEBASAN BERSERIKAT DAN BERKUMPUL DALAM PRAKTIK HUBUNGAN INDUSTRIAL Kenyataan yang ada dalam proses berlangsungnya suatu hubungan industrial tidak seperti yang diharapkan. 21 Tahun 2000 ternyata juga masih menimbulkan banyak permasalahan.utama dari majikan dalam hal ia mendirikan suatu usaha. Adanya ketenangan usaha memperkecil terjadinya perselisihan perburuhan. Suasana yang tenang dalam proses produksi karena telah terjadi peningkatan produktifitas dan peningkatan kesejahteraan maka akan mengakibatkan dampak yang positif bagi masyarakat sekitarnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Produktifitas yang meningkatkan akan menghasilkan keuntungan. masih adanya keengganan menerima keberadaan serikat pekerja di lingkungan perusahaan sebagai mitra sejajar dan masih banyaknya pengusaha yang berpendirian “Saya yang berkuasa di rumah saya” (Herr im Haus) seperti sikap raja-raja perusahaan baja pada awal lahirnya perjanjian perburuhan (KKB) di Jerman walaupun didesak dengan ketentuan-ketentuan yang disertai sanksi pidana. Dalam praktik. Pemilihan pengurus SPSI seringkali direkayasa untuk menempatkan orang-orang yang lebih berpihak kepada majikan. Apabila terjadi peningkatan kesejahteraan maka secara otomatis pengsilan buruhpun mengalami peningkatan. Serikat buruh pada masa itu hanya ada satu yaitu SPSI dianggap oleh banyak kalangan sebagai corong atau boneka majikan. 21 Tahun 2000 membuka peluang untuk didirikannya serikat buruh/ pekerja lebih dari satu dalam satu perusahaan.

Dengan dalih upaya memperjuangkan kesejahteraan buruh.buruh. Selama berjalannya masa pemogokan ternyata situasi itu diabadikan oleh orang tertentu yang menjadi pengurus serikat buruh atau serikat pekerja untuk mencari dana dari luar negeri. 21 Tahun 2000. buruh dihasut untuk melakukan pemogokan. Sentanoe Kertonegoro. Mereka bebas melakukan perundingan dan membuat perjanjian tanpa campur tangan pihak lain. Hal ini sangat disayangkan karena tindakan itu dapat dikatakan telah menjual negara untuk kepentingan pribadi. Adanya ketentuan bahwa serikat buruh / pekerja dapat menerima dana dari luar negeri ternyata disalah gunakan oleh orang-orang tertentu untuk mengambil keuntungan sepihak. Sayangnya pada umumnya buruh masih belum mempunyai kematangan demokrasi. 21 Tahun 2000. sebagai pihak dalam pembuatan PKB dan penyelesaian perselisihan perburuhan Fungsi pertama dari serikat pekerja adalah sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama atau PKB. a. dimaksudkan untuk menggantikan kedudukan kesepakatan kerja bersama (KKB). bahkan dengan menggunakan senjata mogok dan penutupan perusahaan. penganiayaan dan pengrusakan. Hal ini memicu serikat buruh yang mempunyai anggota minoritas untuk menghasut atau bahkan mengancam buruh yang bukan anggotanya untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengarah pada perselisihan perburuhan. menganggap KKB tidak sama dengan PKB. PKB merupakan terjemahan dari Collective Labour Agreement (CLA). 21 Tahun 2000 tentang fungsi serikat buruh / serikat pekerja mengakibatkan diperlukan adanya interpretasi dari ketentuan pasal 4 Undang-Undang No. . Pembuat undang-undang menganggap penertian dari PKB sama dengan KKB. Banyaknya serikat buruh / pekerja dalam satu perusahaan juga menimbulkan masalah dalam rangka pembuatan perjanjian kerja bersama karena belum ada peraturan pelaksanaannya. Dibuat melalui perundingan yang bersifat tawar-menawar (bargaining) masingmasing pihak akan berusaha memperkuat kekuatan tawar-menawar. Demokrasi sering disalah-artikan dengan pemogokan . 3. Dasar dari individualisme dan liberalisme ( free fight liberalisme ) berpandangan bahwa antara pekerja dan pengusaha adalah dua pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda dalam perusahaan 2. V SOLUSI PEMECAHAN Belum adanya ketentuan pelaksanaan dari Undang-Undang No. Hal ini memerlukan suatu interpretasi bagi upaya kekosongan hukum sebelum adanya peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang No. Istilah perjanjian kerja bersama (PKB) ada setelah diundangkannya Undang-Undang No. 21 Tahun 2000. yaitu : Perjanjian Kerja Bersama adalah : 1.

17 Apabila dicermati pendapat Sentanoe mengenai perbedaan antara PKB dengan KKB. tampak ada peluang yang dapat dipergunakan oleh majikan dalam hal memanfaatkan suatu keadaan dari pengertian KKB untuk menekan buruh dalam hal memperjuangkan haknya. 4. Setelah adanya Undang-Undang No. lebih ditekankan semua pihak tidak hanya mementingkan kepentingannya tetapi harus memperhatikan juga kepentingan bangsa dan negara. Hasilnya adalah perjanjian yang merupakan keseimbangan dari kekuatan tawar menawar Kesepakatan Kerja Bersama 1. bangsa dan negara. kejujuran dan pemahaman terhadap kepentingan semua pihak.4. dimungkinkan terbentuk lebih dari satu . tetapi hal ini tidak dilakukan karemna nati akan diprotes oleh perusahaan yang sejenis yang dapat mengakibatkan mogok kerja pada perusahaan lainnya sehingga mengganggu stabilitas nasional. Dasar adalah hubungan industrial Pancasila berpandangan bahwa antara pekerja dan pengusaha terdapat hubungan yang bersifat kekeluargaan dan gotong royong. 3. Memang ada peningkatan upah berdasarkan lamanya masa kerja atau prestasi tetapi apabila dibandingkan dengan perolehan keuntungan majikan sangat jauh. Sebagi pihak dalam pembuatan PKB saat ini ternyata menimbulkan problema. Ada dalih dari majikan untuk tidak memberikan kenaikan upah bagi buruhnya diatas ketentuan UMP. Ketentuan UMP itu seolah-olah dijadikan dasar bagi majikan sebagai untuk memberikan upah kepada buruhnya selama-lamanya tanpa melihat lama kerja buruh. 21 Tahun 2000. 2. memiliki koleksi mobil mewah sementara buruh pabrik rokok hanya dapat bersyukur apabila dapat mengangsur rumah sangat sederhana melalui KPR-BTN. Sementara pemilik dapat keliling dunia. prestasi atau keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kehadiran serikat pekerja dalam rangka meningkatkan kerjasama dan tanggung jawab bersama. Dibuat melalui musyawarah untuk mufakat. tetapi memeperhatikan kepentingan yang lebih luas yaitu masyarakat. Hasilnya adalah suatu kesepakatan yang merupakan titik optimal yang bisa dicapai menurut kondisi yang ada. Ironis memang antara besarnya upah buruh pabrik rokok dengan kekayaan yang dimiliki oleh majikan pemilik pabrik rokok itu. dengan memperhatikan kepentingan semua pihak. tidak melalui kekuatan tawar menawar tetapi yang diperlukan sifat yang keterbukaan. Mereka bebas melakukan perundingan dan memeuat perjanjian asal saja. Pada pengertian KKB. Dari uraian itu maka sepatutnyalah kita beralih paradigma dari KKB ke PKB yang lebih memberikan posisi madiri bagi serikat buruh untuk berperan aktif dalam pembuatan PKB. Sebagai contoh pemerintah telah menetapkan upah minimum propinsi/ kota . yaitu perusahaan bisa saja memberikan kenaikan upah berdasarkan presentasi keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Serikat Buruh A didukung oleh 30 % dari jumlah buruh yang ada. Hanya saja wakil serikat buruh yang telah ada itu . 3. 4.dan tunduk hanya pada peraturan organisasi yang bersangkutan. 87 tentang kebebasan berserikat dan perlindungan hak berorganisasi yaitu pengusaha dan pekerja mempunyai hak untuk membentuk. Serikat Buruh E didukung oleh 10 % dari jumlah buruh yang ada Semua serikat buruh yang yaitu ABCD dan E mempunyai kedudukan yang sama dalam hal sebagai pihak dalam pembuatan PKB. supaya dapat mecapai angka 50 %. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Misalnya di suatu perusahaan terdapat lima serikat buruh yaitu : 1. Adanya monopoli serikat pekerja pada saat itu dalam wadah SPSI menurut Sentanoe Hanya dapat dibuat dalam hubungannya dengan perwakilan (representative) untuk maksud perundingan kolektif. 21 Tahun 2000 maka ketentuan yang menyatakan bahwa hanya serikat pekerja yang didukung oleh 50 % dari jumlah pekerja yang ada memerlukan penafsiran hukum karena apabila ketentuan itu dipaksakan maka serikat pekerja yang tidak didukung oleh 50 % jumlah buruh yang ada tidak akan dapat berkedudukan sebagai pihak dalam pembuatan PKB. Serikat Buruh C didukung oleh 10 % dari jumlah buruh yang ada. 5. Organisasi-organisasi minoritas setidak-tidaknya harus memiliki hak untuk melakukan perwakilan atas nama para anggotanya dan mewakili anggota dalam hal keluhan-keluhan individual. Serikat Buruh B didukung oleh 20 % dari jumlah buruh yang ada. 2.18 Setelah diundangkannya UU No. Hal ini diatur dalam pasal 130 ayat (2) UU No. konsultasi oleh pemerintar. Serikat Buruh D didukung oleh 30 % dari jumlah buruh yang ada. atau penunjukan wakilwakil pada organisasi internasional. Pada masa itu karena serikat pekerja / buruh hanya diakui satu di seluruh Indonesia yaitu serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) maka hanya SPSI unit kerja PT X saja yang berhak sebagai pihak dalam pembuatan KKB apabila memenuhi ketentuan jumlah anggotanya adalah minimal 50 % dari jumlah pekerja yang ada di perusahaan itu. Kesulitan lain akan timbul apabila ternyata di suatu perusahaan terdapat lebih dari satu serikat buruh sementara dari serikat buruh yang telah ada itu belum mencapai dukungan oleh 50 % jumlah buruh yang ada. Tetapi tidak boleh digunakan untuk mencegah berfungsinya organisasi minoritas.serikat pekerja/ buruh di satu perusahaan. 13 Tahun 2003. bergabung dengan organisasi pilihannya sendiri. Adapun jumlah anggota dari satu serikat buruh yang akan ikut berunding dalam pembentukan PKB ditentukan berdasarkan presentasi. Berdasarkan ketentuan pasal 2 Konvensi ILO No. Semua serikat pekerja/ buruh yang telah ada di perusahaan itu mempunyai kedudukan yang sama dan berhak sebagi pihak dalam pembuatan PKB tanpa memperhatikan presentasi dukungan dari jumlah buruh yang ada. Serikat Buruh tersebut harus berupaya untuk mencari dukungan untuk memperbanyak jumlah anggota. Penafsiran hukum itu diantaranya adalah meniadakan ketentuan banyaknya presentasi dukungan terhadap serikat buruh itu dari jumlah buruh yang ada.

Pengusaha dan pekerja b. Misalnya untuk 5 % dukungan dari buruh yang ada maka dapat diwakili oleh satu orang. hubungan kerja antara pengusaha dan pekerja. dan perselisihan pemutusan hubungan kerja serta perselisihan antar serikat pekerja/ serikat buruh hanya dalam satu perusahaan. Serikat Buruh C berhak menempatkan 2 orang wakilnya. 13 Tahun 2003 dengan menugaskan seluruh serikat pekerja / buruh yang ada di perusahaan itu untuk membentuk tim perunding secara proporsional. sebagai wakil dalam lembaga kerja sama Fungsi serikat pekerja yang kedua adalah sebagai wakil dalam lembaga kerja sama. misalnya lembaga kerja sama bipartid. Perselisihan hubungan industrial berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 22 UU No. b. d.untuk dapat sebagai pihak yang akan melakukan perundingan ditentukan berdasarkan presentasi perolehan dukungan. Hal ini disebut dalam pasal 130 ayat (2) UU No. Serikat buruh D berhak menempatkan 6 orang wakilnya dan Serikat Buruh E berhak menempatkan 2 orang wakilnya. Selanjutnya fungsi serikat pekerja yang lainnya adalah sebagai pihak dalam penyelesaian perselisihan industrial. lembaga kerjasama tripartid dan lembaga-lembaga lain yang bersifat . pelaksanaan norma kerja di perusahaan.Pengusaha atau gabungan pengusaha dan serikat pekerja atau gabungan serikat pekerja Selain itu perselisihan perburuhan itu obyeknya dapat meliputi : a. 13 Tahun 2003 yaitu : perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabungan pengusaha dengan pekerja / buruh atau serikat pekerja/ serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak. Hal ini diuraikan lebih lanjut dalam penjelasan pasal 4 ayat (2) huruf b yaitu : yang dimaksud dengan lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Dari ketentuan itu dapat diketahui bahwa perselisihan pindustrial dapat terjadi antara subyek hukum yaitu : a. Dengan demikian maka serikat Buruh yang mayoritas maupun yang minoritas sama-sama dapat menyalurkan aspirasinya dan dapat turut berperan aktif dalam pembuatan PKB. pelaksanaan syarat-syarat kerja di perusahaan. Maka serikat Buruh A berhak menempatkan 4 orang wakilnya. Serikat Buruh B berhak menempatkan 4 orang wakilnya. dan kondisi kerja di perusahaan19 b. perselisihan kepentingan. c.

Dewan Keselamatan Kerja. pelaksana dan penanggung jawab pemogokan pekerja/buruh sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dinamis dan berkeadilan Berdasarkan ketentuan pasal 4 ayat (2) huruf c bahwa serikat pekerja/ serikat buruh merupakan sarana dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Serikat pekerja harus bijaksana dan adil dalam melakukan pilihan kepentingan pekerja yang akan diperjuangkan denganmemperhatikan kondisi pengusaha. Pemogokan total atau sebagian berakibat penurunan atau bahkan penghentian produktivitas.B memperjuangkan kenaikan Rp 75 dan SP. Kerugian itu dihitung dari perkiraan rata-rata hasilproduksi apabila dilakukan oleh sekian jumlah pekerja dlam waktu sekian jam. saling berlomba memperjuangkan kenaikan tunjangan transport dengan selisih hanya ratusan rupiah. atau Dewan Penelitian pengupahan. Fungsi kelima yaitu sebagai perencana. Fungsi ini di dalam penjelasan pasal demi pasalnya dikatakan cukup jelas. Misalnya dalam satu hari kerja yang terdapat 8 jam kerja akan mengalami kerugian sebesar x rupiah. Pada fungsi yangkedua ini serikat pekerja / buruh diharapkan dapt menempatkan diri sebagai mitra usaha yang baik yang memperhatikan dua kepentingan yang berbeda untuk disatukan. Kenyataan yang ada banyaknya serikat pekerja / buruh yang ada di perusahaan memicuterjadinya pertentangan antar serikat pekerja dengan dalih memperjuangkan hak anggota yang kurang prinsip untuk menarik simpati pekerja menjadi anggotanya. Misal diperusahaan X di wilayah Sidoarjo yang memiliki empat serikat pekerja. satu mayoritas tiga lainnya adalah tidak lebih dari 20 % jumlah pekerja yang ada.tripartid seperti Dewan Pelatihan Kerja Nasional. Padahal ketentuan ini masih membutuhkan penafsiran. (e) sebagai perencana. SP. c. dinamis dan berkeadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mereka bertiga mampu mengancam anggota dari SP-D yang mayoritas untuk wajib berpartisipasi negatif dalam turut mogok kerja. Ada baiknya . jangansampai hak pekerja yang yang kurang penting sangat diperjuangkan dengan mengabaikan kepentingan bersama yang jauh lebih besar. pelaksana danpenanggungjawabpemogokan buruh. Tetap memperjuangkan aspirasi pekerja dengan tanpa mengabaikan kepentingan pengusaha. Perlu adanya batasan mengenai hak dan kepentingan yang bagaimana yang perlu diperjuangkan. Serikat pekerja / buruh yang bijaksana akan berpikir jauh tentang rencana dilaksakannya pemogokan. SP –A memperjuangkan kenaikan transport Rp 50. sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Pemogokan sangat merugikan pihak pihak dalam hubungan industrial. Fungsi ini saling berkaitan satu sama lain. (d)sebagai sarana penyalur aspirasi Fungsi keempat adalah sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggotanya.C memperjuangkan kenaikan transport Rp 100. Hasil dari pemogokan selalu dapat dihitung dengan mudah oleh pengusaha.

supaya tidak dengan mudah memutuskan ayo kita mogok kerja. Tidak ada salahnya apabila kita sitir ajaran Islam tentang hak pekerja atas sebagian keuntungan pengusaha. tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) . Rasanya untuk kondisi Indonesia masih jauh dari harapan. Peran serta pekerja dalam pengelolaan perusahaan (co-determination) adalah cara mewujudkan demokrasi di perusahaan melalui struktur perusahaan yang bersifat monistis yaitu di mana perencanaan dan pelaksanaan dilakukan dalam satu organisasi atau melalui perencanaan dan pelaksanaan yang terpisah organisasinya 20. Setiap pekerja diberi kesempatan untuk mengajukan usul perbaikan system kerja yang bertujuan pada efisiensi danpeningkatanproduktivitas kepada tim khusus yang dibentuk pengusaha. meskipun Indonesia adalah negara yang berkeTuhanan.pengurus serikat pekerja juga dibekali pengetahuan tentang managemen produksi. Alangkah baiknya apabila hasil keringat pekerja mendapat perhatian yang besar dari pengusaha dengan diikutkannya pekerja dalam pengelolaan perusahaan.Negara dan masyarakat harus menjamin hak setiap manusia untuk bekerja dan tidak membedakan hak tersebut antara satu dengan yang lain. Kepentingan utama pengusaha adalah meningkatkan produktivitas dengan menghasilkan keuntungan yang besar. insentif. Kedua system ini hanya dapat dilakukan pada perusahaan yang menerapkan asas keterbukaan. Selain itu untuk upaya meningkatkan kesejahteraan dapat pula dilakukan sitem kotak saran seperti yang dilakukan di Jepang. Sebagai ilustrasi pekerja yang berprestasi akan memperoleh imbalan penghargaan yang berupa bonus. Keduanya saling membutuhkan tanpa salah satupihak tidak tercipta hubungan industrial. (f) sebagai wakil dalam memperjuangkan kepemilikan saham Fungsi terakhir dari serikat pekerja / buruh adalah sebagai wakil pekerja / buruh dalam memperjuangkan kepemilikan saham di perusahaan. Dengan ikut memiliki sahammaka pekerja akan lebih merasa menjadi bagian dari usaha itu. Apabila usul itu setelah diteliti. Tidak dapat dipungkiri hasil keringat pekerja banyak pengusaha mencapai sukses bahkan tidak jarang yang berhasil memperluas usahanya. Bekerja adalah hak setiap manusia dewasa sebagai upaya menjaga derajat kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan hidup. Upaya ikut memiliki saham dapat dilakukan dengan co-determination ini. Di lain pihak kepentingan utama pekerja adalah mendapatkan penghasilan yang meningkat dalam bentuk terwujudnya peningkatan kesejahteraan. Tentunya akan berdampak positif bagi peningkatan kinerjanya.21 Penerapan codetermination atau kotak saran adalah sangat sejalan dengan Firman Allah SWT dalam QS An Nahl ayat 71 yaitu : Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki. Bonus atau insentif itu dapat dikumpulkan dengan tidak diambil oleh pekerja yang selanjutnya digunakan untuk pembelian saham perusahaan yang dijual terbuka. Pekerja adalah mitra usaha pengusaha. diuji coba ternyata terbukti menghasilkan efisiensi atau peningkatan produktifitas maka pekerja pengusul akan memperoleh imbalan yang relatif besar. Fungsi ini merupakan upaya serikat pekerja dalam menyatukan dua kutup kepentingan pengusaha – pekerja yang berbeda.Isalam memandang bekerja adalahibadah.

Gramedia Pustaka Utama. Universitas Airlangga 3 November 1994. 1998. hak asasi dan pembangunan hokum dalam rangka Dies Natalis XL/ Lungsrum VIII. 1994. Jakarta International Union of Food and allied worker’s associations. Kedudukan itu berkaitan dengan pelaksanaan fungsinya yaitu sebagai pihak dalampembuatan PKB dan penyelesaian perselisihan industrial. Mansur Effendi. Jakarta JJ. H Bruggink alih bahasa Arif Sidarta.1989. 1999. Zaenal. makalah disampaikan pada symposium tentang politik. Buku pegangan untuk serikat buruh. Surabaya. -------. 1987. Perlindungan hokum bagi rakyat di Indonesia. Kebebasan Berserikat dan Perlindungan terhadap Hak Berorganisasi dan Hak untuk Berunding Bersama. ILO. Politik. sebagai sarana pencipta hubungan industrial yang harmonis. Balai Pustaka. Jakarta. Raja Grafindo Perkasa. Bina Ilmu.1996. sebagai sarana penyalur aspirasi pekerja. VI KESIMPULAN Serikat pekerja / buruh mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan hubungan industrial di tingkat perusahaan. penanggung jawap mogok dan wakil pekerja dan memperjuangkan kepemilikan saham VIII DAFTAR RUJUKAN Asikin. Departemen P & K. Bandung. 1994 Hak asasi manusia. Jakarta. dinamika dalam hokum nasional dan internasional. prinsip-prinsip moral dasar modern.Refleksi tentang hukum. 2002. Jakarta. Philipus M Hadjon. Citra Aditya Bakti. Etika. Ghalia Indonesia. Maka mengapa mereka mengingkari rahmat Allah.tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama merasakan rezki itu. dimensi. Perlindungan hukum dalam negara hukumPancasila . Dasar-dasar Hukum Perburuhan. . Kamus besar bahasa Indonesia. Akhirnya perlu kita renungkan kembali akan hadist Rasullallah SAW yaitu Berikanlah upah seorang buruh sebelum kering keringatnya dan beritahukanlah upahnya sewaktu dia bekerja. Frans Magins Suseno.

studi kasus Indonesia dan negara-negara industri. hubungan antara pengusaha danpekerja (bipartid) dan pemerintah (tripartid). 1999. Hubungan industrial. Jakarta Al Qur’an Undang-Undang.makalah. Pengantar Hukum Perburuhan. Tahun 2003. -------.Rajagukguk. (LN Tahun 2004 No. 4279). (Trade Unionism). Gerakan Serikat Pekerja. Kebebasan berserikat ( freedom od association). 1999. 39. Yayasan Tenaga Kerja Indonesia.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (LN. Jakarta. Peran serta pekerja dalam pengelolaan perusahaan (codetermination). TLN No. Yayasan tenaga kerjaIndonesia. 1999. Djambatan. TLN.1992. saya : . SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini . HP. No. 2000. -------. 6. Jakarta. Undang-Undang No. 4356). Jakarta. Iman Soepomo. YTKI. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan hubungan Industrial. No. No. Sentanoe Kertonegoro.

S.benar penulis makalah yang berjudul “Fungsi serikat pekerja dalam peningkatan hubungan industrial” Selain itu tulisan tersebut belum pernah saya ajukan ke jurnal apapun. S.Nama Alamat : Asri Wijayanti. Gunung Anyar Jaya I / 8 Surabaya 031 – 8794678 ( 08563086749 ) Alamat kantor : Fakultas Hukum Untag Surabaya. Demikian surat pernyataan ini..H. : Jl.. Surabaya. MH. MH.H.) . kami buat dengan sebenarnya. Jl. (Asri Wijayanti. Semolowaru 45 Surabaya (031 – 5926014) Adalah benar. 24 Oktober 2004 Hormat saya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful