PENURUNAN NILAI ASET

I.

Defenisi Aset
Aset adalah Produk bernilai yang dikuasai atau dimiliki suatu perusahaan, baik berupa harta benda (properti), hak atau suatu tuntutan terhadap aktiva maupun jasa yang dimiliki. Aset dalam bisnis dan akuntansi merupakan sumber ekonomi yang dimiliki oleh seseorang individu atau sebuah bisnis atau perusahaan. Apapun properti atau barang berharga yang dimiliki, yang biasanya dianggap bisa berguna sebagai pembayaran utang seseorang, biasanya dianggap sebagai satu aset. Aset merupakan benda yang mudah diubah menjadi tunai. Aset merupakan kunci sebuah perusahaan mencatat nilai keuangan aset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Aset merupakan uang dan barang berharga lain milik individu atau bisnis. Dua kelas aset utama adalah aset aset nyata dan aset tidak berwujud. Aset nyata terdiri dari beberapa subkelas, termasuk aset saat dan aset tetap. Aset saat termasuk inventori, sedangkan aset tetap adalah seperti bangunan dan peralatan.

II.

Ciri-Ciri Aset
Aset memiliki tiga fitur utama: 1. Kemungkinan keuntungan di masa depan yang melibatkan kapasitas, secara tunggal atau kombinasi dengan aset lain, dalam kasus pengusaha berorentasi mencari keuntungan sebesar-besarnya, untuk berkontribusi secara langsung, atau tidak langsung kepada dana tunai, dan, dalam kasus organisasi bukan laba, untuk memberikan layanan; 2. Entitas dapat mengontrol akses ke kebaikan itu; 3. Transaksi atau peristiwa memberi hak kepada entity, atau kontrol, keuntungan yang telah terjadi.

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/accounting/2213437-pengertianaset/#ixzz1nE91RFyA Ini tidak perlu, dari segi istilah akuntansi, untuk mengontrol aset untuk keuntungan sebagai bisa dilakukan menurut hukum sebelum sesuatu sumber didefinisikan sebagai aset, asalkan entity itu dapat mengontrol penggunaannya melalui cara lain.Adalah penting untuk memahami bahwa dari segi akuntansi aset tidak sama dengan hak milik. Aset adalah sama dengan "equity" tambah "tanggungan / laibiliti". Persamaan Aset Assets akuntansi = = mengaitkan aset, + + kewajiban, Modal Capital dan ekuitas pemilik: Pemilik) Equity)

Tanggungan liabilities

(Ekuitas (Kepemilikan

Persamaan akuntansi adalah struktur methematik untuk neraca ("balance sheet").

dalam ekonomi aset merupakan bentuk kekayaan yang bisa diblokir. Kronologis   Pada bulan Maret 2005. teknik pemeriksaan. Tim Audit BPK juga memeriksa Yayasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (YLPPI) yang berdiri pada tahun 1977. diketahui adanya penurunan nilai asset sebesar Rp 93 miliar. Sama juga. Pada bulan Maret 2005. karena afiliasi lembaganya dengan BI. metode. Tim tersebutlah yang menentukan rencana kerja. Akuntansi Penurunan Nilai Aktiva Identifikasi Aktiva yang secara Potensial turun nilainya: Suatu aktiva turun nilainya jika nilai tercatatnya melenbihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai tersebut diakui sebagai kerugian dalam laporan keuangan. Berkaitan dengan dibuatnya peraturan tahun 1993 tentang penggunana asset/tanah oleh YLPPI serta hubungan terafiliasi antara YLPPI dengan BI. perusahaan harus mereview ada tau tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva.shvoong. Perintah pemeriksaan BI dan YPPI ini dikeluarkan oleh Anggota Pembina Keuangan Negara II (Angbintama II) dan Kepala Auditorat Keuangan Negara II (Tortama II) yang membawahi pemeriksaan BI. memberikan bantuan biaya operasionalnya serta mengawasi manajemennya. perusahaan harus menaksir jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aktiva tersebut. IV. Selama periode bulan Februari hingga Mei 2005. BI juga menyediakan modal awal YLPPI. Kasus Penurunan Nilai Aset Deskripsi Singkat Kasus audit BI atas aliran dana YPPI merupakan salah satu kasus keuangan paling controversial pada tahun 2008. Jika terdapat indikasi penurunan nilai aktiva. analisis maupun penetapan opini pemeriksaan kasus tersebut sesuai dngan standar pemeriksaan yang berlaku. kasus aliran dana YPPI kini telah terangkat ke meja hijau. Sumber: http://id. maka Tim Audit BPK meminta laporan keuangannya agar dapat diungkapkan dalam Laporan Keuangan BI . Sebagai hasil dari laporan BPK. Tim Audit BPK melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan BI Tahun 2004. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut oleh Kantor Akuntan Publik Muhammad Thoha atas perbandingan kekayaan YLPPI per 31 Desember 2003 dengan posisi keuangannya per Juni 2003. Tim Audit BPK di BI menemukan adanya asset/tanah BI yang digunakan oleh YLPPI. Tim Audit BPK menemukan bahwa terdapat aset/ tanah yang digunakan oleh YLPPI. Kasus Aliran dana YPPI atau YLPPI adalah murni temuan tim audit BPK. Pada setiap tanggal neraca.com/business-management/accounting/2213437-pengertianaset/#ixzz1nE9JYl6x III. terutama karena melibatkan serentetan nama anggota dewan gubernur BI dan anggota DPR terkemuka.Aset terdaftar dalam neraca.

5 miliar disalurkan langsung kepada individu mantan pejabat BI. Penarikan dan penggunaan dana YPPI untuk tujuan berbeda dengan tujuan pendirian yayasan semula. 4. Mei 2005: Tim Audit BPK melaporkan kasus Aliran Dana YPPI kepada Ketua BPK.5 miliar yang diduga untuk menyuap oknum anggota DPR. Rp 68. Bantuan hukum secara resmi itu disalurkan kepada para pengacara masing-masing. Pada saat perubahan status YPPI dari UU Yayasan Lama ke UU No 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Penggunaan dana Rp 31. Sebaliknya. Diduga. Padahal.PPSK dibentuk untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka membina hubungan social kemayarakatan. Menghindari Peraturan Pengenalan Nasabah Bank serta UU tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Anwar Nasution. baik buku YPPI maupun buku Bank Indonesia. RDG yang kedua dilakukan pada tanggal 22 Juli 2003 menetapkan agar BI mengganti atau mengembalikan dana Rp 100 miliar yang diambilnya dari YPPI. dana ini digunakan untuk menyuap oknum penegak hukum untuk menangani masalah hukum atas lima orang mantan Anggota Dewan Direksi/ Dewan Gubernur BI. Sisanya. 3. diketahui adanya penurunan nilai aset sebesar Rp 93 miliar (Informasi mengenai kekayaan YPPI per 31 Desember 2003 ini diperoleh dari Laporan Keuangannya yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mohammad Toha) Juni 2005-Oktober 2006: Tim Audit BPK melakukan pendalaman dengan kasus dengan menetapkan sendiri metode. serta penetapan opini pemeriksaan. . Jumlah Rp 100 miliar ini lebih besar dari penurunan nilai aset YPPI yang diduga semula sebesar Rp 93 miliar. penggunaan dan penatausahaan” dana yang diambil dari YPPi tersebut.5 miliar Dasar Pengambilan Dana YPPI    Keputusan Rapat Dewan Gubernur BI (RDG) tanggal 3 Juni 2003menetapkan agar Dewan Pengawas YLPPI menyediakan dana sebesar Rp 100 milar untuk keperluan insidentil dan mendesak di BI Salah satu dari dua RDG yang dilakukan tanggal 22 Juli 2003 adalah menetapkan pembentukan Panitia Pengembangan Sosial kemasyarakatan (PPSK) untuk melakukan “penarikan. Temuan Penyimpangan 1. teknik. ke rekening yang terdapat BI. analisis. Dan dana Rp 68. atau melalui perantaranya. kelimanya sudah mendapat bantuan hukum dari sumber resmi anggaran BI sendiri sebesar Rp 27.7 miliar. objek pengungkapan kasus. Ini bertentangan dengan UU Yayasan. 2. dan putusan RDG tanggal 22 Juli 2003 yang menyebutkan bahwa dana YPPI digunakan untuk pembiayaan kegiatan sosial kemsyarakatan. kekayaan dalam pembukuan YPPI berkurang Rp 100 miliar. pengeluaran dana YPPI sebesar Rp 100 miliar tersebut tidak tercatat pada pembukuan BI sebagai penerimaan atau utang. baru kemudian ditarik keseluruhan secara tunai.   Dari perbandingan kekayaan YLPPI per 31 Desember 2003 dengan posisi keuangannya per Juni 2003. Dimana dana tersebut dipindahkan dulu dari rekening YPPI di berbagai bank komersil. Manipulasi pembukuan.

21 Juli 2005: Ketua BPK memberikan himbauan yang sama pada Paskah Suzetta (PS). o Bila uang YPPI dikembalikan dan pembukuannya dikoreksi. AN meminta yang bersangkutan untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan baik agar tidak menimbulkan gejolak politik maupun mengganggu karirnya sendiri atau karir semua pihak yang terkait. Saran AN secara spesifik adalah: o agar seluruh uang YPPI dapat dikembalikan o agar pembukuan YPPI dapat dikoreksi kembali Toleransi yang diberikan AN: o Memberikan jangka waktu penyelesaian oleh BI yang sama dengan tenggang waktu yang diperlukan Tim Audit BPK untuk mendalami kasus YPPI. AN. AN akan menulis surat kepada penegak hukum bahwa tidak ada lagi kerugian negara. Ketua BPK. o Toleransi AN ini tidak dpenuhi oleh para pihak tergugat. termasuk melengkapi data dan bukti. Kala itu. . Anwar Nasution (AN) memanggil Gubernur BI. PS menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI dan kemudian diangkat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Indonesia Bersatu. menyarankan untuk dapat menyelesaikan kasus Aliran Dana YPPI sesuai dengan aturan hukum. Burhanuddin Abdullah (BA). termasuk UU tentang Yayasan dan sistem pembukuan BI sendiri.Penanganan Kasus YPPI     5 Juli 2005: Ketua BPK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful