macam-macam model pembelajaran MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar

mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran, untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kondisi yang dihadapi. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip, modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian, penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. 1. Koperatif (CL, Cooperative Learning). Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain, mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama, pembagian tugas, dan rasa senasib. Dengan memanfaatkan kenyatan itu, belajar berkelompok secara koperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, tanggung jawab. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat, dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksi konsep, menyelesaikan persoalan, atau inkuiri. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif), tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang, siswa heterogen (kemampuan, gender, karekter), ada control dan fasilitasi, dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi, pengarahan-strategi, membentuk kelompok heterogen, kerja kelompok, presentasi hasil kelompok, dan pelaporan. 2. Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka, negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana menjadi kondusif - nyaman dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Ada tujuh indikator pembelajaran kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya, yaitu modeling (pemusatan perhatian, motivasi, penyampaian kompetensi-tujuan, pengarahan-petunjuk, rambu-rambu, contoh), questioning (eksplorasi, membimbing, menuntun, mengarahkan, mengembangkan, evaluasi, inkuiri, generalisasi), learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan), inquiry (identifikasi, investigasi, hipotesis, konjektur, generalisasi, menemukan), constructivism (membangun pemahaman sendiri, mengkonstruksi konsep-aturan, analisis-sintesis), reflection (reviu, rangkuman, tindak lanjut), authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran, penilaian terhadap setiap

aktvitas-usaha siswa, penilaian portofolio, penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara). 3. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan untuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengembangan matematika). Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis, realitas (kebermaknaan proses-aplikasi), pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi, informal ke formal), inter-twinment (keterkaitanintekoneksi antar konsep), interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial, sharing), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). 4. Pembelajaran Langsung (DL, Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada keterampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. Sintaknya adalah menyiapkan siswa, sajian informasi dan prosedur, latihan terbimbing, refleksi, latihan mandiri, dan evaluasi. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). 5. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis), interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur, sintesis, generalisasi, dan inkuiri 6. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin, belum dikenal cara penyelesaiannya. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola, aturan, .atau algoritma). Sintaknya adalah: sajikan permasalahan yang memenuhi kriteria di atas, siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau aturan yang disajikan, siswa mengidentifkasi, mengeksplorasi,menginvestigasi, menduga, dan akhirnya menemukan solusi. 7. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adalah problem posing, yaitu pemecahan masalah dengan melalui elaborasi, yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. Sintaknya adalah: pemahaman, jalan keluar, identifikasi kekeliruan, menimalisasi tulisanhitungan, cari alternative, menyusun soal-pertanyaan. 8. Problem Terbuka (OE, Open Ended)

Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis, komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntut untuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutnya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Dengan demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar, diagram, table), kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa, kaitkan dengan materi selanjutnya, siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran, perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat kesimpulan. 9. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru, dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif, siswa tidak bisa menghindar dari proses pembelajaran, setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. Kemungkinan akan terjadi suasana tegang, namun demikian bisa dibiasakan. Untuk mengurangi kondisi tersebut, guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah, suara menyejukkan, nada lembut. Ada canda, senyum, dan tertawa, sehingga suasana menjadi nyaman, menyenangkan, dan ceria. Jangan lupa, bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar, ia telah berpartisipasi 10. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus, mulai dari eksplorasi (deskripsi), kemudian eksplanasi (empiric), dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). Eksplorasi berarti menggali pengetahuan prasyarat, eksplanasi berarti mengenalkan konsep baru dan alternative pemecahan, dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. 11. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal, yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir, dan memotivasi diri. Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna, merangkum, bertanya, representasi, hipotesis. Untuk mewujudkan belajar efektif, Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal, yaitu: informasi, pengarahan, berkelompok mengerjakan LKSD-modul, membaca-merangkum. 12. SAVI

Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan penndepat, dan menanggapi; Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga; dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan. 13. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamika kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskusi nyaman dan menyenangkan seperti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai berikut a. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. Siapkan meja turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesepakatan kelompok. c. Selanjutnya adalah pelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Siswa bisa mengerjakan lebih dari satu soal dan hasilnya diperiksa dan dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja turnamen sesuai dengan skor yang diperolehnya diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium. d. Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.), dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. e. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan penghargaan kelompok dan individual. 14. VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic) Model pembelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas, dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan

melatih, mengembangkannya. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI, dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. 15. AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK, bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalaman, perluasan, pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. 16. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver, 1980) tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul, (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi, (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. 17. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah satu model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen (4-5 orang), diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif, sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok, umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. 18. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan, buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu, berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa, tiap siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok, presentasi kelompok dengan nomor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas, kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa, umumkan hasil kuis dan beri reward. 19. Jigsaw Model pembelajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks seperti berikut ini. Pengarahan, informasi bahan ajar, buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok, tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, tiap kelompok bahan belajar sama, buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi, kembali ke kelompok asal, pelaksanaan tutorial pada kelompok asal oleh anggota kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi. 20. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal, berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-

pilih strategi solusi. (0) organisasi ide untuk memahami materi. mendalami. 24. identifikasi perbedaan. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). 22. (E) mengembangkan. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. kerja kelompok. Sintaknya adalah: informasi. misal mengukur tinggi pohon. melaporkan. Question. 21. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. diskusi. 25. 27. Sintaknya adalah kerja kelompok. Recite. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. CORE (Connecting. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. banyak guru dan staf sekolah). 26. buat skor perkembangan tiap siswa. presentasi dan diskusi. kuis individual. pengolahan data penyajian data hasil investigasi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. rencanakan pelaksanaan investigasi. kembali ke kelompok asal. susun sub-sub masalah sehingga terjadi koneksivitas. buat skor perkembangan siswa. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. mengkritisi. presentasi. Organizing. dan kemudian buat laporan hasil presentasi. dan menemukan. (R) memikirkan kembali. dan alternative solusi). buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. memperluas. presentasi kelompok (share).sebangku (think-pairs). diskusi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. presentasi. SQ3R (Survey. menggunakan. kuis individual. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. kerja kelompok. Refleting. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. Read. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. 23. dengan sintaks: . dan menggali. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. laporan kelompok.

yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. 32. dan implementasi solusi utama. 3 untuk sure. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaman belajar.Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakanmemaknai). Recite. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Read. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. menemukan pilihan solusi utama. dan konsepide. Ajukan pengujian pemahaman. dan penutup. dn 5 untuk certain. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. pendahuluan. . Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. mengelompokkan gejala. penggunaan. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Kerangka pikir untuk sukses. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. Sintaknya adalah: identifkasi. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (catat-bahas bersama). analisis kausal. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. deteksi kausal. pertimbangan solusi. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 28. pengembangan. Question. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap yang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. 2 untuk not sure. Sintaksnya adalah: persiapan. analisis pengalaman. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. mengidentifikasi kausal. SQ4R (Survey. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. implementasi solusi. dan rencana solusi yang terpilih. identifikasi kausal utama. Reflect. 4 untuk almost certain. 31. Langkah penyelesaian masalah sebagai berikut: menuliskan pernyataan masalah awal. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. 1 untuk amost guest. penerapan. 33. solusi tentative. deteksi kausal lain. 29.

menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario tersebut. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. siswa bekerja sama (membaca bergantian. bentuk kelompok berpasangan sebangku. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa pertama.34. refleksi 35. siswa yang berhadapan berbagi pengalaman dan pengetahuan. sajian materi. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan skenario pembelajaran. presentasi hasil kelompok. siswa yang berada di lingkaran luar berputar kemudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. Reading. presentasi hasil kelompok. dan kembali berbagai informasi. siswa yang berdiri di ujung salah satu jajaran pindah ke ujung lainnya pada jajarannya. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. dan seterusnya. Integrated. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. menemukan kata kunci. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. CIRC (Cooperative. 38. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. menunjuk siswa untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya. 36. 39. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Sintaksnya adalah: Separuh dari jumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. Talking Stick . 37. Debate Debat adalah model pembalajaran dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu seterusnya secara bergantian. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah model pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. penyampaian kompetensi. 40. pembentukan kelompok siswa. presentasi di depan hasil diskusinya. bimbingan kesimpulan dan refleksi. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Artikulasi Artikulasi adlah model pembelajaran dengan sintaks: penyampaian kompetensi. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar.

Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. siswa membaca materi lengkap pada wacana. Make-A Match .Sintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. refleksi. refleksi. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan prosedural. refleksi. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. 41. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. 44. tongkat diberikan kepada siswa lain dan guru memberikan pertanyaan lagi dan seterusnya. penyimpulan dan evaluasi. 43. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. bertukar peran. penyimpulan dan evaluasi. sajian gambaran umum materi bahan ajar. 48. 46. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. kelompok lain menjawab secara bergantian. penyimpulan. 45. mengecek pemahaman dan balikan. sajian materi pokok. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. pemberian reward. pengecekan kebenaran jawaban. langkah demi langkah bertahap. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. refleksi. 47. 42. bekerja kelompok. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. sajian materi. refleksi. Demostration Pembelajaran ini khusus untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. penyimpulan dan evaluasi. kesimpulan dan evaluasi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. membentuk kelompok. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. refleksi dan evaluasi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. membimbing pelatihan-penerapan. tanya jawab untuk pemantapan. dikusi kelas. sajian materi. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. sajikan materi. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru.

53. apakah solusinya. evaluasi. adakah alternative. rencana. penyimpulan. siswa latihan dan bertanya. aplikasi. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. Obtaining mastery. Sintaks: pemahaman masalah. evaluasi dan refleksi. dan pengecekan. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. balikan-perbaikan-pengayaan-interaksi. Verivication. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. presentasi hasil diskusi kelompok. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. 50. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. penyimpulan dan evaluasi. penyimpulan. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. Circuit Learning . Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. sajian materi. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. presentasi hasil kelompok. rangkuman. solusi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. untuk babak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatif jawaban. Practicing. Reviewing and reducing difficulty. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. sajian permasalahan terbuka. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. Metakognitive questioning. 55. Generatif Basis generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. bagikan wacana materi bahan ajar. bertukar peran. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. Enrichment. 51. bimbingan penyimpulan. dan refleksi 56. evaluasi dan refleksi. 54. diagram. evaluasi dan refleksi. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. apakah bermanfaat. kartu dikumpul lagi dan dikocok. pengungkapan ide-konsep awal. Examples Non Examples Persiapkan gambar. 49. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. evaluasi dan refleksi. refleksi. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian.Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. 52. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangka solusi masalah. tantangan dan restrukturisasi sajian konsep.

proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan .dan nama yang diberi. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. sajian materi. siswa berkelompok melengkapi. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. 58. berupa pemecahan masalah. siswa ditugaskan membaca wacana. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. informasikan kompetensi. sampaikan kompetensi. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori.bahan belajar . Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. Tanya jawab dan refleksi 57. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. setelah selesai kupon dikembalikan. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). Time Token Model ini digunakan (Arebds. guru membentuk kelompok. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan fokus. 1998) untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. koperatif-inkuiri-solusi-workshop. berikan soal tes bentuk super item. membentuk kelompok heterogen. berikan latihan soal bertingkat. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. evaluasi dan refleksi 61. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. dan hipotesis. 59. Sintaks: keterbukaan-urutan idepenguatan. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . sajian materi. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. virtual workshop menggunakan computer-internet. presentasi. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. 62. 63. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. 60. siswa berbicara (pidatotidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. presentasi. tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci. integrasi. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintaks: sisapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang.

tiap usaha siswa diberi reward. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya. Membuat siswa pasif b. dan saling menghargai. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. kebebasanterbuka. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. Beberapa metode mengajar : 1. partisipatif. semua mempunyai tujuan. kelompok-kerjasama. Mengandung unsur paksaan kepada siswa c. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. latihan.(muhfida. dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. mempelajari beberapa metode mengajar. (2000). 1985) d. serta dipraktekkan pada saat mengajar. Metode Ceramah (Preaching Method) Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Guru harus menciptakan suasana kondusif. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. 65. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan.com) macam-macam metode pembelajaran Mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. lima kali salah guru membimbing. Sintaksnya adalah: sajian konsep. e. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : a. konsep harus dialami. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. namai-buat generalisasi sampai konsep. ketrampilan. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Muhibbin Syah. . interaktif. maka perlu mengetahui. alami-dengan dunia realitas siswa. kohesif. 64. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. reward. dinamis. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. kerja individual. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik.masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya.

g. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.f. b. c. Mendorong siswa berpikir kritis. d. siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah. 2000) Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. 3. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata). Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode diskusi ( Discussion method ) Muhibbin Syah ( 2000 ). 2000) Beberapa kelebihan metode ceramah adalah : a) Guru mudah menguasai kelas. mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). . Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. d) Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. c. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan.(Syaiful Bahri Djamarah. b) Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c) Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. Metode tanya jawab Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Bila terlalu lama membosankan. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk : a. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. (Syaiful Bahri Djamarah. 2000) 2. b.

2.b. Syaiful Bahri Djamarah. yang kemudian dibukukan. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. 1985) Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut : 1. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat. Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah : a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda. Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut : 1. . d. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan . Metode demontrasi ( Demonstration method ) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret. Memudahkan berbagai jenis penjelasan . Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah. 2000). aturan. c. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. c. 5. Muhibbin Syah ( 2000). 2000). Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut : a. Metode Karya Wisata Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik. dan urutan melakukan suatu kegiatan. kejadian. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. 2. 3. b. Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.(2000). 2000) 4. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan 3.

meneliti dan mencoba apa yang dihadapinya. Juga mereka bisa melihat. Karena itu dikatakan teknik karya wisata. terutama karyawisata jangka panjang dan jauh. memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama. dan sebagainya. suatu bengkel mobil. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak. pembagian siswa dalam kelompok. mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak. mempertimbangkan pemilihan teknik. Menurut Roestiyah (2001:85) . dimana pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya.teknik karya wisata ini digunakan karena memiliki tujuan sebagai berikut: Dengan melaksanakan karya wisata diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari obyek yang dilihatnya. ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu. Biayanya cukup mahal. gambar. model-model. serta mengirim utusan. agar nantinya dapat mengambil kesimpulan. dan sekaligus dalam waktu yang sama ia bisa mempelajari beberapa mata pelajaran. menindaklanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik. Kadang-kadang dalam proses belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah.b. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama. (b) Pelaksanaan karya wisata. ataupun pengetahuan umum. menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh. maka pelaksanaannya perlu memeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: (a) Persiapan. d. b. Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut : a. karya wisata bukan sekedar rekreasi. c. tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. Karena itulah teknik karya wisata dapat disimpulkan memiliki keunggulan sebagai berikut: (a) Siswa dapat berpartisispasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas pada obyek karya . Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat. untuk meninjautempat tertentu atau obyek yang lain. toko serba ada. demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggungjawabnya. dimana guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas. menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya. e. membagi tugastugas. mempersiapkan sarana. Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif. dapat turut menghayati tugas pekerjaan milik seseorang serta dapat bertanya jawab mungkin dengan jalan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapinya dalam pelajaran. (c) Akhir karya wisata. Menurut Roestiyah (2001:85) . serta memberi petunjuk bila perlu. diagram. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang. serta alat-alat lain dan sebagainya. pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasil karya wisata. mendengar. f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik. c. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan. sedangkan unsur studinya terabaikan. penyusunan rencana yang masak.

(c) Memberikan kesempatan untuk lebih menghayati apa yang dipelajari sehingga lebih berhasil.wisata itu. (b) Memberikan kesempatan untuk melihat kegiatan dan praktik dalam kenyataan atau pelaksanaan yang sebenarnya. (b) Kadang-kadang sulit untuk mendapat ijin dari pimpinan kerja atau kantor yang akan dikunjungi. kemampuan pihak siswa untuk menempuh jarak tersebut. (c) Pengajaran serupa ini dapat lebih merangsang kreativitas siswa. Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah. yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. ialah sebagai berikut: Karya wisata biasanya dilakukan di luar sekolah. Hal itu bukan sekedar rekreasi tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannya dengan melihat kenyataannya. sehingga mungkin jarak tempat itu sangat jauh di luar sekolah. (c) Biaya transportasi dan akomodasi mahal. Penggunaan teknik karya wisata ini masih juga ada keterbatasan yang perlu diperhatikan atau diatasi agar pelaksanaan teknik ini dapat berhasil guna dan berdaya guna. Kekurangan metode karya wisata adalah: (a) Fasilitas yang diperlukan dan biaya yang diperlukan sulit untuk disediakan oleh siswa atau sekolah. (c) dalam kesempatan ini siswa dapat bertanya jawab. seperti widya wisata. menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi. Bila tempatnya jauh. dan sebagainya. sehingga mungkin mereka menemukan bukti kebenaran teorinya. dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini. maka jangan sampai mengganggu kelancaran rencana pelajaran yang lain. yang tidak terpisah-pisah dan terpadu. (d) Dengan obyek yang ditinjau itu siswa dapat memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi. (b) Siswa dapat melihat berbagai kegiatan para petugas secara individu maupun secara kelompok dan dihayati secara langsung yang akan memperdalam dan memperluas pengalaman mereka. Suhardjono (2004:85) mengungkapkan bahwa metode karya wisata (field-trip) memiliki keuntungan: (a) Memberikan informasi teknis. pada saat belajar mengajar siswa perlu diajak ke luar sekolah. Hal mana tidak mungkin diperoleh disekolah. study tour. atau mencobakan teorinya ke dalam praktek. maka perlu mempergunakan transportasi. Sedangkan kekurangan metode Field Trip menurut Suhardjono (2004:85) adalah: (a) Memakan waktu bila lokasi yang dikunjungi jauh dari pusat latihan. Metode karya wisata mempunyai beberapa kelebihan yaitu: (a) Karya wisata memiliki prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran. Juga pasti menggunakan waktu yang lebih panjang daripada jam sekolah. serta mengalami dan menghayati langsung apa pekerjaan mereka. (b) Membuat apa yang dipelajari di sekolah lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat. maka guru perlu memikirkan segi keamanan. Karena itu. dan hal itu pasti memerlukan biaya yang besar. untuk meninjau tempat tertentu atau obyek yang lain. perlu dijelaskan adanya aturan yang berlaku khusus di proyek ataupun hal-hal yang berbahaya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat. (c) memerlukan koordinasi dengan guru-guru bidang studi lain agar tidak terjadi tumpang tindih . Menurut Djamarah (2002:105). (d) Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual. (d) membei kesempatan kepada peserta untuk melihat dimana peserta ditunjukkan kepada perkembangan teknologi mutakhir. sehingga kesempatan tersebut dapat mengembangkan bakat khusus atau ketrampilan mereka. (b) Sangat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. dikatakan teknik karya wisata. kepada peserta secara langsung.

apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan. 3. Metode penugasan Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku. dapat memperkaya pengalaman. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri. meransang untuk belajar lebih banyak. dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Dengan melakukan eksperimen. dan sistematis. Metode field trip atau karya wisata menurut Mulyasa (2005:112) merupakan suatu perjalanan atau pesiar yang dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku. Meskipun karya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis. jika ya. membina disiplin dan tanggung jawab siswa. 7. (e) Sulit mengatur siswa yang banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yang menjadi permasalahan. (d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum. materi pelajaran. . apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum. (g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak. sedang unsure studinya menjadi terabaikan. tujuan umum pendidikan dapat segera dicapai. (c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis. 6. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa. Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.waktu dan kegiatan selama karya wisata. terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. serta iklim yang kondusif. membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahankarya wisata yang akan datang. mengembangkan sikap ilmiah. Metode eksperimen Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. hal-hal yang perlu diperhatikan menurut Mulyasa (2005:112) adalah: (a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar. (e) membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis. karya wisata dapat dilaksanakan. terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalaman tentang dunia luar. (b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah. . Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan. memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membantu. dengan memperhatikan tujuan pembelajaran. 2. Kelebihan metode percobaan sebagai berikut : 1. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia. (d) dalam karya wisata sering unsure rekreasi menjadi lebih prioritas daripada tujuan utama. efek pembelajaran. (f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya. Struktur tujuan. dsb. yaitu: 1) struktur tujuan individualistik. yaitu sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai oleh siswa dan guru pada akhir pembelajaran atau saat siswa menyelesaikan pekerjaannya. Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar-benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan). dalam sebuah pelatihan fasilitasi. dan struktur penghargaan (Arends. di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal. seorang peserta melakukan simulasi suatu metode belajar seakan-akan tengah melakukannya bersama kelompok dampingannya. 1997: 110-111).). Metode ini lebih menekankan terhadap masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’. . 3.Kekurangan metode percobaan sebagai berikut : 1. Ada tiga macam struktur tujuan. struktur tujuan. kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru. Misalnya: sebelum melakukan praktek penerbangan. Pendamping lainnya berperan sebagai kelompok dampingan yang benar-benar akan ditemui dalam keseharian peserta (ibu tani. Misalnya: menilai keunggulan maupun kelemahan masing-masing peran tersebut. metode ini memang mirip dengan bermain peran. 8.yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu ‘pertunjukan peran’ di dalam kelas/pertemuan. dan kemudian memberikan saran/ alternatif pendapat bagi pengembangan peran-peran tersebut. seorang siswa sekolah penerbangan melakukan simulasi penerbangan terlebih dahulu (belum benar-benar terbang). peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan dilakukannya. 2. ). pengurus kelompok. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.Contoh lainnya. Tetapi dalam simulasi. yang kemudian dijadikan sebagai bahan refleksi agar peserta memberikan penilaian terhadap . Struktur tugas mengacu pada cara pengaturan pembelajaran dan jenis kegiatan siswa dalam kelas b. bapak tani. dan bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan permainan peran. mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya. Dalam contoh yang kedua. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama. anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran. yaitu tujuan yang dicapai oleh seorang siswa secara individual tidak memiliki konsekuensi terhadap pencapaian tujuan siswa lainnya. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar. a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen. Metode Bermain Peran Pengertian Bermain peran pada prinsipnya merupakan metode untuk ‘menghadirkan’ peran. Model Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif ditandai dengan adanya struktur tugas.

.2) struktur tujuan kompetitif. Struktur penghargaan kooperatif. sedang dan rendah. yaitu siswa secara bersama-sama mencapai tujuan. yaitu penghargaan yang diberikan pada kelompok jika keberhasilan kelompok sebagai akibat keberhasilan bersama anggota kelompok. Pembelajaran kooperatif atau cooperative learning mengacu pada metode pengajaran. pembelajaran kooperatif. pembelajaran yang menggunakan model kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menyelesaikan materi belajar. c. setiap individu mempunyai andil dalam pencapaian tujuan. jenis kelamin yang berbeda-beda. b) kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. 3) Langkah-langkah Pembelajaran kooperatif Pembelajaran kooperatif dilaksanakan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut (Ibrahim.. 2) Ciri-ciri Pembelajaran kooperatif Menurut Arends (1997: 111). siswa bekerja bersama dalam kelompok kecil saling membantu dalam belajar (Nur dan Wikandari. Belajar secara kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif‑konstruktivis dan teori belajar sosial (Kardi dan Nur.” Menurut Slavin (1997). dan pengembangan keterampilan sosial (Ibrahim. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting pembelajaran. dan 3) struktur tujuan kooperatif.. membantu mencapai tujuan pembelajaran yang berdimensi sosial. dkk. merupakan metode pembelajaran dengan siswa bekerja dalam kelompok yang memiliki kemampuan heterogen. 2000:25). M. d) penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu. 1) Pengertian Pembelajaran Kooperatif Eggen dan Kauchak (1993: 319) mendefinisikan pembelajaran kooperatif sebagai sekumpulan strategi mengajar yang digunakan guru agar siswa saling -membantu dalam mempelajari sesuatu. yaitu seorang siswa dapat mencapai tujuan sedangkan siswa lain tidak mencapai tujuan tersebut. yaitu hasil belajar akademik. budaya. dan hubungan antara manusia. 2000: 10) a) Menyampaikan tujuan pembelajaran dan perlengkapan pembelajaran. Pendapat setara menyebutkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk mengajarkan materi yang agak kompleks. dkk. b) Menyampaikan informasi. 2000:7). c) jika mungkin. suku. anggota kelompok berasal dari ras. penerimaan terhadap keragaman. Oleh karena itu belajar kooperatif ini juga dinamakan “belajar teman sebaya. 2000:15). c) Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.

dkk. Untuk membuat keterampilan kooperatif dapat bekerja. Fungsi keterampilan kooperatif adalah untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas. Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep‑konsep yang sulit. dan melalui penggunaan struktur penghargaan kooperatif. Pembelajaran kooperatif memberikan peluang kepada siswa yang berbeda latarbelakang dan kondisi untuk bekerja saling bergantung satu sama lain atas tugas--tugas bersama. dkk (2000:7‑8) sebagai berikut: a. c. Siswa yang tersisih adalah jenis lain siswa yang mengalami kesulitan berperan serta dalam kegiatan kelompok. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif adalah mengajarkan kepada siswa keterampilan kerjasama dan kolaborasi. Penerimaan yang luas terhadap orang yang berbeda menurut ras. Keterampilan‑keterampilanSosial Keterampilan sosial melibatkan perilaku yang menjadikan hubungan sosial berhasil dan memungkinkan seseorang bekerja secara efektif dengan orang lain.d) Membantu siswa belajar dan bekerja dalam kelompok. c. tetapi siswa atau peserta didik juga harus mempelajari keterampilan‑keterampilan khusus yang disebut keterampilan kooperatif. siswa lain tidak mau atau tidak dapat berperan serta. 4) Tujuan Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran yang disarikan dalam Ibrahim. Meskipun pembelajaran kooperatif meliputi berbagai macam tujuan sosial. guru harus mengajarkan keterampilan--keterampilan kelompok dan sosial yang dibutuhkan. belajar untuk menghargai satu sama lain. budaya. b. Keterampilan ini penting karena banyak anak muda dan orang dewasa masih kurang dalam keterampilan sosial. kelas sosial. Terkadang siswa yang menghindari kerja kelompok karena malu. Keterampilan‑keterampilan itu menurut Ibrahim. . f) Memberikan penghargaan. antara lain: a. Komplikasi ini dapat mendatangkan masalah pengelolaan yang serius selama pelajaran pembelajaran kooperatif. maupun ketidakmampuan. Keterampilan Berperan Serta Sementara ada sejumlah siswa mendominasi kegiatan kelompok. e) Evaluasi atau memberikan umpan balik. Model struktur penghargaan kooperatif juga telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar. 5) Keterampilan Kooperatif Pembelajaran kooperatif bukan hanya mempelajari materi saja. Siswa‑siswa yang mendominasi sering dilakukan secara sadar dan tidak memahami akibat perilaku mereka terhadap siswa lain atau terhadap kelompok mereka. kemampuan. b. Keterampilan Berbagi Banyak siswa mengalami kesulitan berbagi waktu dan bahan. tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas‑tugas akademik. (2000:47‑55).

Sebelum siswa dapat belajar secara efektif di dalam kelompok pembelajaran kooperatif. memberikan perilaku. 3) Guru memberi tugas untuk dikerjakan.baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.d. Keterampilan‑keterampilan Kelompok Kebanyakan orang telah mengalami bekerja dalam kelompok di mana anggota‑anggota secara individu merupakan orang yang baik dan memiliki keterampilan sosial. mengulang dengan kalimat sendiri. Keterampilan‑keterampilan Komunikasi Kelompok pembelajaran kooperatif tidak dapat berfungsi secara efektif apabila kerja kelompok itu ditandai dengan miskomunikasi. Tugas‑tugas sederhana meliputi memastikan setiap orang saling mengetahui nama teman di dalam kelompoknya dan meminta para anggota menentukan nama tim. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student teams achievement division (STAD). dan mengecek kesan adalah penting dan seharusnya diajarkan kepada siswa untuk memudahkan komunikasi di dalam seting kelompok. memberikan perasaan. 6) Pembangunan Tim Membantu membangun identitas tim dan kesetiakawanan anggota merupakan tugas penting bagi guru yang menggunakan kelompok--kelompok pembelajaran kooperatif. mereka harus belajar tentang memahami satu sama lain dan satu sama lain menghormati perbedaan mereka. 4) Guru memberikan pertanyaan/kuis dan siswa menjawab pertanyaan/kuis dengan tidak saling membantu. 2) Guru menyajikan materi pelajaran. Metode Jigsaw Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan dari universitas Texas. . 5) Pembahasan kuis 6) Kesimpulan b. Langkah-langkah: 1) Membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang. anggota kelompok yang mengetahui jawabannya memberikan penjelasan kepada anggota kelompok.Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu. Metode STAD Metode STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari universitas John Hopkins. Beberapa teknik pembelajaran kooperatif: a. Langkah-langkah metode jigsaw: 1) Kelas dibagi menjadi beberapa tim yang anggotanya ± 4 orang. e. Empat keterampilan komunikasi.

yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokrasi dan proses ilmiah. dkk.2) Penyajian materi dan setiap siswa diberi waktu untuk mempelajarinya. dan kelompok merumuskan penyelidikan dan menyepakati pembagian kerja untuk menangani konsep-konsep penyelidikan yang telah dirumuskan. (2000:23) menyatakan dalam kooperatif tipe GI guru membagi kelas menjadi kelompokkelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa heterogen dengan mempertimbangkan keakraban dan minat yang sama dalam topik tertentu. 3) Para anggota dari beberapa tim bergabung menjadi satu untuk mengkaji bagian yang sama. Menurut Winataputra (1992:63) sifat demokrasi dalam kooperatif tipe GI ditandai oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diperkuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi titik sentral kegiatan belajar. 3) guru membatasi jumlah . 5) Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam “home teams” para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang telah dipelajari. Jadi tanggung jawab utama guru adalah memotivasi siswa untuk bekerja secara kooperatif dan memikirkan masalah sosial yang berlangsung dalam pembelajaran serta membantu siswa mempersiapkan sarana pendukung. dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang. Ibrahim. mengembangkan dan mengetes hipotesis. Menurut Depdiknas (2005:18) pada pembelajaran ini guru seyogyanya mengarahkan. mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu. Pada tahap ini: 1) siswa mengamati sumber. Sarana pendukung yang dipergunakan untuk melaksanakan model ini adalah segala sesuatu yang menyentuh kebutuhan para pelajar untuk dapat menggali berbagai informasi yang sesuai dan diperlukan untuk melakukan proses pemecahan masalah kelompok. 2005:24) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut: 1) Tahap Pengelompokan (Grouping) Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta mebentuk kelompok investigasi. dan berperan sebagai salah satu sumber belajar. Guru dan murid memiliki status yang sama dihadapan masalah yang dipecahkan dengan peranan yang berbeda. Metode GI (Group Investigation) Santyasa mengungkapkan pembelajaran kooperatif tipe GI didasari oleh gagasan John dewey tentang pendidikan. Slavin (dalam Asthika. mengumpulkan data yang relevan. Dalam diskusi kelas ini diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa. memilih topik. membantu para siswa menemukan informasi. bahwa kelas merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan di dunia nyata yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. 2) siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki. Pada dasarnya model ini dirancang untuk membimbing para siswa mendefinisikan masalah. 4) Selanjutnya para siswa bergabung dengan kelompknya kembali untuk mengajar anggota lain tentang materi yang diperoleh. Siswa memilih sendiri topik yang akan dipelajari. c. Menurut Winataputra (1992:39) model GI atau investigasi kelompok telah digunakan dalam berbagai situasi dan dalam berbagai bidang studi dan berbagai tingkat usia. dan menentukan kategori-kategori topik permasalahan.

anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan. 3) Tahap Penyelidikan (Investigation) Tahap Investigation. 2) siswa belajar dengan menggali informasi. Pada tahap ini siswa bersama-sama merencanakan tentang: (1) Apa yang mereka pelajari? (2) Bagaimana mereka belajar? (3) Siapa dan melakukan apa? (4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut? Misalnya pada topik Bahasan. Misalnya: a) Dalam sub pokok bahasan turunan fungsi aljabar. (b) Guru membatasi anggota kelompok 4 sampai 5 orang dengan cara mengarahkan siswa dan memberikan suatu motivasi kepada siswa supaya bersedia membentuk kelompok baru dan memilih topik. notulis dalam presentasi investigasi. (b) Bila y = ax maka y’ = a (a konstanta). 3) siswa membagi tugas sebagai pemimpin. yaitu tahap pelaksanaan proyek investigasi siswa. 2) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 yang dibuktikan dengan definisi turunan dan limit fungsi. pada tahap ini: 1) siswa belajar tentang turunan fungsi yang nilainya konstan. 2) Tahap Perencanaan (Planning) Tahap Planning atau tahap perencanaan tugas-tugas pembelajaran. 3) siswa saling bertukar. siswa melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) siswa mengumpulkan informasi. 2) anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya. menganalisis data dan membuat simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki.n. menyimpulkan hasil investigasi dan mempresentasikan di kelas. bekerjasama dan berdiskusi. dan (4) siswa belajar untuk mengetahui sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan. mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat.xn-1 (a dan n konstanta) b) Setelah penyampaian topik bahasan yang akan diinvestigasi: (a) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik yang menarik untuk dipilih dan membentuk kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki. dan 3) siswa berdiskusi. 2) siswa mecoba cara-cara yang ditemukan dari hasil pengumuplan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki. mengumpulkan informasi. 3) siswa membagi tugas untuk memecahkan masalah topik tersebut. moderator. guru menyampikan topik yang akan diinvestigasi seperti: (a) Bila y = c maka y’= 0 (c konstanta). Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut: 1) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proteknya masing-masing. Bila y = c maka y’= 0 dimana c konstanta. Misalnya: 1) siswa menemukan cara-cara pembuktian sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan. 3) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi. berdiskusi. 4) Tahap Pengorganisasian (Organizing) Yaitu tahap persiapan laporan akhir. mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan masalah tentang topik bahasan yang diselidiki. dan (c) Bila y = axn maka y’ = a. sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. . Misalnya: 1) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 jadi rumus yang diberikan terbukti. Pada tahap ini. 2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok.

mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pada tahap ini. mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan.5) Tahap Presentasi (Presenting) Tahap presenting yaitu tahap penyajian laporan akhir. 2) siswa yang tidak sebagai penyaji. Misalnya: 1) siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan.Strukturstruktur Kagan menghendaki agar para siswa bekerja sama saling bergantung dalam kelompok kecil secara kooperatif. f) Presentasi hasil kelompok atau kuis. e) Dalam setiap siswa mendiskusikan menyelesaikan tugas secara bersama-sama. Metode Struktural Metode ini dikembangkan oleh Spencer Kagan dan kawan-kawan. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: (1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian. mengajukan pertanyaan. 3) siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji. 3) penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa. dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya. (2) kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai pendengar. 2) Bertukar Pasangan . Beberapa teknik dari metode structural antara lain: 1) Mencari Pasangan Teknik belajar ini dikembangkan oleh Larana Curran (1994). Langkah teknik pembelajaran mencari pasangan a) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep yang mungkin cocok untuk sesi review. d. Misalnya: 1) siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan. kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: 1) siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya. 2) siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain. (3) pendengar mengevaluasi. 2) guru dan siswa mengkolaborasi. Ada struktur yang memiliki tujuan umum untuk meningkatkan penguasaan isi akademik dan ada pula struktur tujuannya untuk mengajarkan ketrampilan social. saran tentang topik yang disajikan. d) Siswa bisa juga bergabung dengan dua / tiga siswa lain yang memegang kartu yang cocok. 3) guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus. b) Setiap siswa mendapat satu buah kartu c) Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. pekerjaan yang telah mereka lakukan. 6) Tahap evaluasi (evaluating) Pada tahap evaluating atau penilaian proses kerja dan hasil proyek siswa.Metode structural menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa.Salah satu keunggulan teknik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep dalam suasana yang menyenangkan.

b) Kemudian salah satu anggota mengirimkan salam dan soal dari kelompoknya. dua orang dari masing-masing kelompok bertamu ke dua kelompok lain . 5) Dua Tinggal Dua Tamu Teknik belajar dua tinggal dua tamu dan bisa digunakan bersama dengan teknik kepala nomor. 3) Berkirim soal dan salam Teknik belajar ini mengajar berkirim soal dan salam memberi siswa kesempatan untuk melatih pengetahuan dan ketrampilan mereka. Langkah teknisnya: a) Guru membagi siswa dalam kelompok dan setiap kelompok ditugaskan untuk menuliskan beberapa pertanyaan yang akan dikirim ke kelompok lain. Bahan mata pelajaran yang paling cocok digunakan dengan teknik ini adalah bahan yang bersifat naratif dan deskriptif. Langkah-langkahnya : a) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berempat b) Siswa bekerja sama dalam kelompok tersebut c) Setelah selesai. Buah pemikiran mereka akan dihargai sehingga siswa merasa makin terdorong untuk belajar. guru memperhatikan skemata atau latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan skemata ini agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Kegiatan berkirim soal dan salam cocok untuk persiapan menjelang tes dan ujian. 4) Bercerita Berpasangan Teknik ini bisa digunakan dalam pengajaran membaca. ataupun berbicara . c) Setiap kelompok mengerjakan soal kiriman dari kelompok lain. menulis. Langkah-langkahnya: a) Setiap siswa mendapatkan satu pasangan b) Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakannya c) Setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan lain d) Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan e) Temuan baru yang didapatkan dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan pada pasangan semula. d) Setelah selesai. mendengarkan.Teknik belajar ini memberi siswa kesempatan untuk bekerja sama dengan orang lain. jawaban masing-masing kelompok dicocokan dengan jawaban yang membuat soal. Dalam kegiatan ini siswa dirangsang untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berimajinatif. Struktur dua tinggal dua tamu memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain. Pada teknik ini .

7) Kancing Gemerincing Dalam kegiatan kancing gemerincing . b) Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya. Pelaksanaan inkuiri di dalam pembelajaran Pengetahuan Sosial dirasionalisasi pada pandangan dasar bahwa dalam model pembelajaran tersebut. dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua rekannya juga menghabiskan 1) Model Inkuiri a) Makna Pembelajaran Inkuiri Model inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang memfokuskan kepada pengembangan kemampuan siswa dalam berpikir reflektif kritis. Langkah-langkahnya: a) Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok memulai dengan memberikan kontribusi mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan. Keunggulan lain dari teknik ini adalah untuk mengatasi hambatan pemerataan kesempatan yang sering mewarnai kerja kelompok. c) Demikian seterusnya. masing-masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi pada mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lain. Inkuiri adalah salah satu model pembelajaran yang dipandang modern yang dapat dipergunakan pada berbagai jenjang pendidikan. masing-masing anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lain. siswa didorong untuk mencari dan mendapatkan informasi melalui kegiatan belajar mandiri.d) Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu e) Tamu kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain f) Kelompok mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja mereka 6) Keliling Kelompok Dalam kegiatan keliling kelompok . Model inkuiri pada hakekatnya merupakan penerapan metode ilmiah khususnya di lapangan Sains. Langkah-langkahnya: a) Guru menyiapkan satu kotak kecil yang berisi kancing-kancing b) Sebelum kelompok memulai tugasnya . mulai tingkat pendidikan dasar hingga menengah. setiap siswa dalam masing-masing kelompok mendapakatkan dua/ tiga buah kancing c) Setiap kali seorang siswa berbicara. dan kreatif. namun . dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkan di tengah-tengah d) Jika kancing yang dimiliki seseorang habis.

· Langkah keenam generalization. Dengan kata lain. yaitu mengklarifikasi hipotesis yang telah diajukan dalam forum diskusi kelas untuk mendapat tanggapan. yakni kegiatan menyusun sebuah hipotesis yang dirumuskan sejelas mungkin sebagai antiseden dan konsekuensi dari penjelasan yang telah diajukan. pada prosesnya VCT berfungsi untuk: a) mengukur atau mengetahui tingkat kesadaran siswa tentang suatu nilai.dapat dilakukan terhadap berbagai pemecahan problem sosial. b) membina kesadaran siswa tentang nilai-nilai yang dimilikinya baik yang positif maupun yang negatif untuk kemudian dibina kearah peningkatan atau pembetulannya. c) menanamkan suatu nilai kepada siswa melalui cara yang rasional dan diterima siswa sebagai milik pribadinya. dengan pengarahan dari guru terutama yang berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Pengembangan strategi pembelajaran dengan model inkuiri dipandang sanagt sesuai dengan karakteristik materil pendidikan Pengetahuan Sosial yang bertujuan mengembangkan tanggungjawab individu dan kemampuan berpartisipasi aktif baik sebagai anggota masyarakat dan warganegara. adalah orientation. · Langkah ketiga definition. siswa mengidentifikasi masalah. Djahiri (1979: 115) mengemukakan bahwa Value Clarification Technique. b) Langkah-langkah Inkuiri Langkah-langkah yang harus ditempuh di dalam model inkuiri pada hakekatnya tidak berbeda jauh dengan langkah-langkah pemecahan masalah yang dikembangkan oleh John Dewey dalam bukunya “How We Think”. pada tahap ini kegiatan inkuiri sudah sampai pada tahap mengambil kesimpulan pemecahan masalah (Joyce dan Weil. · Langkah kedua hypothesis. pada tahap ini hipotesis dipeluas kajiannya dalam pengertian implikasinya dengan asumsi yang dikembangkan dari hipotesis tersebut. b) Langkah Pembelajaran Model VCT Berkenaan dengan teknik pembelajaran nilai Jarolimek merekomendasikan beberapa cara. Karena itu. antara lain: a. merupakan sebuah cara bagaimana menanamkan dan menggali/ mengungkapkan nilai-nilai tertentu dari diri peserta didik. 1996). · Langkah kelima evidencing. Teknik evaluasi diri (self evaluation) dan evaluasi kelompok (group evaluation) . 2) Model Pembelajaran VCT a) Makna Pembelajaran VCT VCT adalah salah satu teknik pembelajaran yang dapat memenuhi tujuan pancapaian pendidikan nilai. Savage Amstrong mengemukakan bahwa model tersebut secara luas dapat digunakan dalam proses pembelajaran Social Studies (Savage and Amstrong. Langkah-langkah tersebut antara lain: · Langkah pertama. fakta dan bukti dikumpulkan untuk mencari dukungan atau pengujian bagi hipotesa tersebut. · Langkah keempat exploration. Djahiri (1979: 116) menyimpulkan bahwa VCT dimaksudkan untuk “melatih dan membina siswa tentang bagaimana cara menilai. mengambil keputusan terhadap suatu nilai umum untuk kemudian dilaksanakannya sebagai warga masyarakat”. 1980).

dilalukan guru gengan bercerita dan mengangkat apa yang menjadi topik bahasannya. Teknik indoktrinasi dan pembakuan kebiasan Teknik indoktrinasi dan pembakuan kebiasan.buruk. g. 2) Siswa dipersilahkan memberikan tanda-tanda penilaiannya dengan menggunakan kode. dinilai dan didiskusikan. Teknik Lecturing Teknik lecturing. dsb. Dalam hal ini peserta didik diminta memberikan tanda-tanda penilaiannya dengan kode (misal: baik . Selanjutnya hasil kerja itu dibahas bersama atau kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap penilaian. dalam teknik ini peserta didik dituntut untuk menerima atau melakukan sesuatu yang oleh guru dinyatakan baik. Teknik mengungkapkan nilai melalui permainan (games). Dalam pilihan ini guru dapat menggunakan model yang sudah ada maupun ciptaan sendiri. adil tidak adil. b. Teknik menilai suatu bahan tulisan Teknik menila suatu bahan tulisan. Langkah-langkahnya antara lain: 1) Memilih satu masalah / kasus / kejadian yang diambil dari buku atau yang dibuat guru. Cara ini dapat dibalik. e. dan sebagainya. Teknik menarik dan memberikan percontohan Dalam teknik menarik dan memberi percontohan (example of axamplary behavior). lalu mengemukakan pertanyaan-pertanyaan sedangkan peserta didik aktif menjawab atau mengemukakan pendapat pikirannya. baik dari buku atau khusus dibuat guru.Dalam teknik evaluasi diri dan evaluasi kelompok pesertadidik diajak berdiskusi atau tanya-jawab tentang apa yang dilakukannya serta diarakan kepada keinginan untuk perbaikan dan penyempurnaan oleh dirinya sendiri: 1) Menentukan tema. harus. c. d. f. dari persoalan yang ada atau yang ditemukan peserta didik 2) Guru bertanya berkenaan yang dialami peserta didik 3) Peserta didik merespon pernyataan guru 4) Tanya jawab guru dengan peserta didik berlangsung terus hingga sampai pada tujuan yang diharapkan untuk menanamkan niai-nilai yang terkandung dalam materi tersebut. 3) Hasil kerja kemudian dibahas bersama-sama atau kelompok kalau dibagi kelompok untuk memberikan kesempatan alasan dan argumentasi terhadap penilaian tersebut. salah benar. guru membarikan dan meminta contoh-contoh baik dari diri peserta didik ataupun kehidupan masyarakat luas. misalnya: baik-buruk. . adil – tidak-adil dll). Teknik tanya-jawab Teknik tanya-jawab guru mengangkat suatu masalah. dilarang. siswa membuat tulisan sedangkan guru membuat catatan kode penilaiannya. kemudian dianalisis. benar – tidak-benar.

batas-batas suatu daerah. khusus dalam mempersiapkan warga negara agar memiliki kemampuan: a) memahami ilmu pengetahuan di masyarakat. Teknologi. permasalahan tentang kemasyarakatan sebagaimana adanya tidak terlepas dari perkembangan ilmu dan teknologi. bahwa setiap individu peserta didik.3) Model Bermain Peta Keterampilan menggunakan dan menafsirkan peta dan globe merupakan salah satu tujuan penting dalam pembelajaran Pengetahuan Sosial. samudera. dan Masyarakat) atau juga disebut STS (Science-Technology-Society) muncul menjadi sebuah pilihan jawaban atas kritik terhadap pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang bersifat tradisional (texbook). Peserta didik dituntut untuk belajar dalam memecahkan permasalahan dan dapat menggunakan sumber-sumber setempat (nara sumber dan bahan-bahan lainnya) untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. b) memperoleh pengertian yang lebih jelas mengenai istilah-istilah geografi seperti: pulau. telah memiliki sejumlah pengetahuan dari pengalamannya sendiri dalam kehidupan faktual di lingkungan keluarga dan masyarakat. b) Langkah Pendekatan ITM Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran pendekatan ITM antara lain: 1. beda tinggi daratan. melakukan survey observasi. seperti. semnanjung. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut peserta didik menjadi lebih aktif dalam menggali permasalahan berdasarkan pada pengalaman sendiri hingga mampu melahirkan kerangka pemecahan masalah dan tindakan yang dapat dilakukan secara nyata. c) memahami peta dan globe. dapat dijawab melalui inkuiri. dan d) mengingat sejarah perjuangan dan peradaban luhur bangsanya. daerah. Karena itu. . merupakan simbo-simbol yang mudah dibaca tanpa ada keterangan lain. benua dan sebagainya. Oleh karena itu. 4) Pendekatan ITM (Ilmu-Teknologi dan Masyarakat) a) Kebermaknaan Model Pendekatan ITM Pendekatan ITM (Ilmu. siswa mengerti tentang cara menentukan tempat di bumi seperti arah mata angin. belahan timur dan barat. menganalisis data. Peta dan globe memberikan manfaat. (b) skala. (d) warna. yakni berkisar masih pada pengajaran tentang fakta-fakta dan teori-teori tanpa menghubungkannya dengan dunia nyata yang integral. negara tertentu dsb. Menekankan pada paham kontruktivisme. ITM dikembangkan kemudian sebagai sebuah pendekatan guna mencapai tujuan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan lingkungan nyata dengan cara melibatkan peran aktif peserta didik dalam mencari informasi untuk meemcahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan kesehariannya. merupakan model atau gambar yang lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. meridian. c) membuat hubungan antar pengetahuan. b) mengambil keputusan sebagai warga negara. wawancara dengan masyarakat bahkan kegiatan di laboratorium dsb. melakukan kegiatan pengumpulan data. (c) lambang-lambang. yaitu: a) siswa dapat memperoleh gambaran mengenai bentuk. diperlukan beberapa syarat yaitu : (a) arah. menggunakan berbagai warna untuk menyatakan hal-hal tertentu misalnya: laut. 2. selat. Keterampilan menginterpretasi peta maupun globe perlu dilakukan peserta didik secara fungsional. besar. paralel. pendekatan ITM dipandang dapat memberi kontribusi langsung terhadap misi pokok pembelajaran pengetahuan sosial. Pendekatan ITM menekankan pad aktivitas peserta didik melalui penggunaan keterampilanproses dan mendorong berpikir tingkat tinggi.

7. Peserta didik didorong untuk menyampaikan gagasan. Tema pengorganisasian pokok dari sejumlah unit ITM adalah isu dan masalah sosial yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. menggambar. c) Tahapan Metode Pendekatan ITM (1) Tahap Eksplorasi Kegiatan eksplorasi merupakan tahap pengumpulan data lapangan dan data yang berkaitan dengan nilai. 4. Pola pembelajaran bersifat kooperatif (kerja sama) dalam setiap kegiatan pembelajaran serta menekankan pada keterampilan proses dalam rangka melatih peserta didik berfikir tingkat tinggi. (4) Diskusi dan Penjelasan Berikutnya guru dan peserta didik melakukan diskusi kelas dan penjelasan konsep melalui tahapan sebagai berikut: · Masing-masing kelompok melaporkan hasil temuan pengamatan lingkungannya. menyimpulkan. · Guru memberikan kesempatan kepada anggota kelas lainnya untuk memberikan tanggapan atau informasi yang relevan terhadap laporan kelompok temannya. Eksplorasi dilakukan guna membuktikan konsep awal yang mereka miliki dengan konsep ilmiah. dibahas bersama guru dan peserta didik guna menghindari terjadi kesalahan konsep. . membuat puisi. 5. memberikan argumen dengan tepat.3. Berdasar pengenalan masalah dan pengembangan gagasan pemecahannya. Peserta didik menggali konsep-konsep melalui proses pembelajaran yang ditempuh dengan cara pengamatan (observasi) terhadap objek-objek yang dipelajarinya. Masalah-masalah aktual sebagai objek kajian. diharapkan peserta didik mampu memberikan solusi sebagai alternatif jawaban tentang persoalan lingkungan. Peserta didik dengan bantuan LKS secara berkelompok melakukan pengamatan langsung. membuat model. · Guru bersama peserta didik menyimpulkan konsep baru yang diperoleh kemudian mereka diminta melihat kembali jawaban yang telah disampaikan sebelum kegiatan eksplorasi. (3) Tahap Pengambilan Tindakan Peserta didik dapat membuat keputusan atau mempertimbangkan alternatif tindakan dan akibatakibatnya dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperolehnya. membuat poster yang berkenaan dengan pesan lingkungan. Pemilihan tema-tema didasarakan urutan integratif. (2) Tahap Penjelasan dan Solusi Dari data yang telah terkumpul berdasarkan hasil pengamatan. serta membuat karya seni lainnya. 6. mereka dapat bermain peran (Role Playing) membuat kebijakan strategis yang diperlukan untuk mempengaruhi publik dalam mengatasi permasalahan lingkungan tersebut. membuat karangan.

Sebagai langkah teknis.Urutan Langkah Kegiatan dan Pelakunya . seperti inkuiri. dan lainnya. · Guru dan peserta didik mendiskusikan sikap dan kepedulian yang dapat mereka tumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari berkaitan dengan konsep baru yang telah ditemukan. Djahiri (1978: 109) mengangkat urutan teknis yang dikembangkan Shaftel yang terdiri dari 9 langkah dalam tabel berikut. Sebagai bagian penutup. 5) sebagai alat diagnosa keadaan. No. 2) agar memahami apa yang menjadi sebab dari sesuatu serta bagaimana akibatnya. 10) membina siswa dalam kemampuan memecahakan masalah. 8) menggali dan meneliti nilai-nilai (norma) dan peranan budaya dalam kehidupan. role playing sendiri tidak jarang menjadi pelengkap kegiatan pembelajaran yang dikembangkan dengan stressing model pendekatan lainnya. Secara komprehensif makna penggunaan role playing dikemukakan George Shaftel (Djahiri. 6) ke arah pembentukan konsep secara mandiri. guru menyampaikan pesan moral. Kemudian menggunakan pertanyaan pancingan pada peserta didik sehingga mampu memberikan penilaian sendiri tentang keadaan kedua lingkungan tersebut. b) Langkah-langkah Role Playing Adapun langkah-langkahnya. ITM. Portofolio. 7) menggali peran-peran dari pada dalam suatu kehidupan/kejadian/keadaan. 1978: 109) antara lain: 1) untuk menghayati sesuatu/hal/kejadian sebenarnya dalam realitas kehidupan. terutama dalam konteks pembelajaran Pengetahuan Sosial dan Kewarganegaraan didalamnya. 3) untuk mempertajam indera dan perasaan siswa terhadap sesuatu. guru memperlihatkan gambar suasana lingkungan yang berbeda yaitu lingkungan yang terpelihara dan yang tidak terpelihara. berbuat dan keterampilannya dalam membuat/ mengambil keputusan menurut caranya sendiri. (7) Kegiatan Penutup Kegiatan penutup merupakan kegiatan penyimpulan yang dilakukan guru dan peserta didik dari seluruh rangkaian pembelajaran. (5) Tahap Pengembangan dan Aplikasi Konsep · Guru bertanya pada peserta didik tentang hal-hal yang diliahat dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan aplikasi konsep baru yang telah ditemukan. (6) Tahap Evaluasi Pada tahapan evaluasi.· Guru membimbing peserta didik merkonstruksi kembali pengetahuan langsung dari objek yang dipelajari tentang alam lingkungannya. 5) Model Role Playing a) Kebermaknaan Penggunaan Model Role Playing Role Playing adalah salah satu model pembelajaran yang perlu menjadi pengalaman belajar peserta didik. 4) sebagai penyaluran/pelepasan tensi (kelebihan energi psykhis) dan perasaan-perasaan. 9) membantu siswa dalam mengklarifikasikan (memperinci) pola berpikir.

4. Siapkan permainan ulangan 7.1.Penjelasan umum 1.Urutan Langkah Kegiatan dan Pelakunya 6. 1. makna dari role playing. 6.1. Menjaga agar setiap peran berjalan.2. Memperjelas masalah/ topik tersebut (guru).Pelaksanaan (bermain) 5.2. Mulai melakonkan permainan tersebut 5. Menjelaskan tujuan.2. Mencari atau mengemukakan permasalahan (oleh guru atau bersama siswa). Telaah setiap peran. dengan menunjukan sumbernya (guru & siswa). 3. Seperti sub 5 dan sub 6 8.Permainan ulang dan diskusi serta penelaahan 7.3.Menentukan Observer 3.2. keterangan atau penjelasan lebih lanjut. gariskan jalan ceritanya.1. 4. posisi. dan permainan. 2.Memilih para pelaku 2. 1. 5.Mempertukarkan pikiran.2. Memilih para pelakunya (dibantu guru).1.3. tegaskan peran-peran yang ada didalamnya. 6. 5.1.1. 4. pengalaman dan membuat kesimpulan .1. 2.4. Menganalisis peran yang harus dimainkan (guru bersama siswa). Menentukan observer dan menjelaskan tugas dan peranannya (guru & siswa).Menentukan jalan cerita 4. Jagalah agar babakan-babakan terlihat jelas.Diskusi dan permainan 6. berikut gambaran situasi keadaan cerita tersebut (guru + siswa). 1.3. diskusikan hal tersebut berikut saran perbaikannya.1.3. No. Mencari bahan-bahan.

dalam tugasnya kelompokini bertanggung jawab untuk menjelaskan masalah yang telah mereka pilih untuk dikaji dalam kelas. dalam tugasnya kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat satu kebijakan publik tertentu yang disepakati untuk didukung oleh mayoritas kelas serta memberikan pembenaran terhadap kebijakan tersebut. Menjelaskan masalah. (4) Kelompok portofolio-empat. Makna pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran Pengetahuan Sosial adalah memperkenalkan kepada peserta didik dan membelajarkan mereka “pada metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik” kewarganegaraan/kemasyarakatan. Dalam prakteknya. Membuat satu kebijakan publik yang didukung oleh kelas. (3) Kelompok portofolio-tiga.8. kemudian dihimpun dalam sebuah ‘map jepit’ (portofolio) untuk dijadikan bahan pertimbangan guru dalam memberikan asesmen otentik terhadap kinerja peserta didik. kita (guru) harus . dalam tugasnya kelompok ini bertanggung jawab untuk menjelaskan kebijakan saat ini dan atau kebijakan yang dirancang untuk memecahkan masalah. 2002: 1.2. (2) Kelompok portofolio-dua. b) Langkah-langkah Penbelajaran Portofolio Secara teknis pendekatan portofolio dimulai dengan membagi peserta didik dalam kelas ke dalam beberapa kelompok. Siswa dan guru membuat kesimpulan dan merangkainya dengan topik / konsep yang sedang dipelajarinya. Sapriya (Winataputra. Observer mengemukakan penilaian pendapatnya. Membuat satu rencana tindakan agar pemerintah (setempat) dalam masyarakat mau menerima kebijakan kelas.1.3. 6) Model Portofolio a) Makna Pembelajaran Portofolio Protofolio dalam pendidikan mulai dipergunakan sebagai salah satu jenis model penilaian (Assesment) yang berbasis produk. antara lain: (1) Kelompok portofolio-satu. lajimnya dilakukan menjadi 4 atau sesuai menurut keadaan dan keperluannya. setiap kelompok membidangi tugas dan tanggungjawab masing-masing. Berdasarkan urutannya.16) menegaskan bahwa: “portofolio merupakan karya terpilih kelas/siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif membuat kebijakan publik untuk membahas pemecahan terhadap suatu masalah kemasyarakatan”. 8. Dalam tugasnya kelompok ini bertanggung jawab untuk membuat suatu rencana tindakan yang menujukkan bagaimana warganegara dapat mempengaruhi pemerintah (setempat) untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Macam-macam Model Pembelajaran Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. yakni penilaian yang didasarkan pada segala hasil yang dapat dibuat atau ditunjukan peserta didik. 8. Setiap pelaku mengemukakan pengalaman. perasaan dan pendapatnya. Menilai kebijakan alternatif yang diusulkan untuk memecahkan masalah.

tindak lanjut). generalisasi. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. Koperatif (CL. Kontekstual (CTL. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. dan suasana menjadi kondusif . sifat materi bahan ajar. mengerjakan). learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. pengarahan-strategi. analisis-sintesis). constructivism (membangun pemahaman sendiri. membimbing. menyelesaikan persoalan. pembegian tugas. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. dan pelaporan. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. dunia pikiran siswa menjadi konkret. investigasi. mengarahkan. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. motivasi belajar muncul. rambu-rambu. tanggung jawab. motivasi. atau inkuiri. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). pengarahan-petunjuk. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. mengembangkan.nyaman dan menyenangkan. Realistic Mathematics Education) . gender. rangkuman. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. penyampaian kompetensi-tujuan. presentasi hasil kelompok. pengalaman. konjektur. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. tugas. belajar berkelompok secara koperatif. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. dan kondisi guru itu sendiri. membentuk kelompok heterogen. Oleh karena itu. siawa heterogen (kemampuan. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). 1. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. terbuka. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. ada control dan fasilitasi. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. menuntun. tidak hanya menonton dan mencatat. siswa melakukan dan mengalami. 3. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Realistik (RME. questioning (eksplorasi. yaitu modeling (pemusatan perhatian. minds-on. 2. menemukan). dan rasa senasib.ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. inquiry (identifikasi. generalisasi). reflection (reviu. contoh). hipotesis. kerja kelompok. hands-on. evaluasi. fasilitas-media yang tersedia. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). mencoba. penilaian portofolio. mengkonstruksi konsep-aturan. Cooperative Learning). karekter). inkuiri. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing.

dan sosialisasi. sharing. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. dan inkuiri 6. generalisasi. yaitu matematika horizontal (tools. identifikasi kekeliruan. informal ke formal). pengemabngan mateastika). Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. eksplorasi. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. demokratis. cari alternative.atau algoritma). Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. investigasi. sharing). fakta. menimalisasi tulisanhitungan. identifikasi. prinsip. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). komunikasi-interaksi. keterbukaan. sajian informasi dan prosedur. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). 5. algoritma. 4. menyusun soal-pertanyaan. kreativitas. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. Problem Terbuka (OE. jalan keluar. konsep. negosiasi. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. interpretasi. sintesis. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. Sintaknya adalah: pemahaman. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. siswa mengidentifkasi. mengeksplorasi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. menduga. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adaslah problem posing. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. refleksi. latihan terbimbing. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. 7. dan akhirnya menemukan solusi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. fluency). jawaban .Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization.menginvestigasi. kognitif tinggi. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. latihan mandiri. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. aturan. konjektur. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. 8. kritis. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. belum dikenal cara penyelesaiannya. cara. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. elaborasi (analisis). terbuka. Pembelajaran Langsung (DL. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. dan evaluasi. inter-twinment (keterkaitanintekoneksi antar konsep). induksi. .

berbicara. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. nada lembut. dan ragam berpikir. 11. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). bertanya. berpikir. yaitu: informasi. senyum. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. kemudian eksplanasi (empiric). Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. keterpasuan. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. Ada canda. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. perhatikan dan catat reson siswa. keterbukaan. representasi. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. pengorganisasian pembelajaran. 12. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. Untuk mewujudkan belajar efektif. membaca-merangkum. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. dan ceria. suara menyejukkan. kaitakkan dengan materi selanjutnya. Jangan lupa. dan tertawa. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. namun demikian bisa dibiasakan. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. ia telah berpartisipasi 10. dan memotivasi diri. table). pengarahan. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. Sintaknya adlaha menyajikan masalah. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. Untuk mngurang kondisi tersebut. membuat kesimpulan. . dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. mulai dari eksplorasi (deskripsi). menyimak. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. bimbingan dan pengarahan. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. mengingat. sehingga suasana menjadi nyaman. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. merangkum. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan.siswa beragam. menyenangkan. hipotesis. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. 9. yaitu bagaimana siswa belajar. diagram.

menggunbakan media dan alat peraga. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. mengidentifikasi.presentasi. Repetition) . Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.). Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. dan mennaggapi. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. mengembangkannya. d. dan ada sajian bodoran. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. AIR (Auditory. 15. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. menemukan. VAK (Visualization. menggambar. berikan penghargaan kelompok dan individual. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. menyelidiki. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. mengkonstruksi. argumentasi. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. Siapkan meja turnamen secukupnya. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Bumping. mencipta. membaca. 14. SDetelah memperoleh tugas. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. good. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. Auditory. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. dan menerapkan. 13. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. c. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. very good. santun. memecahkan masalah. medium. ramah . lembut. mendemonstrasikan. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Intellectualy. mengemukakan penndepat. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. e.

umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. GI (Group Investigation) . refleksi. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. penyimpulan dan evaluasi. buat skor perkembangan tiap siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. perluasan. 16. Pengarahan. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. saling tukar jawaban.Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. iformasi bahan ajar. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. Jigsaw Model p[embeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. 21. presentasi kelompok (share). Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. 18. kembali ke kelompok aasal. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. kuis individual. buat kelompok heterogen. umumkan hasil kuis dan beri reward. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangkusebangku (think-pairs). saling berbagi sehingga terjadi diskusi. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. 17. 20. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. tuiap kelompok bahan belajar sama. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. umumkan hasil kuis dan berikan reward. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. 19. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. buat kelompok heterogen (4-5 orang). presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli.

memperluas. hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. (R) memikirkan kembali. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. dan alternative solusi). kuis individual. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. umumkan hasil kuis dan berikan reward. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. diskusi. CORE (Connecting. pilih strategi solusi 23. CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Question. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. kerja kelompok. Read. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. presentasi. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. kembali ke kelompok asal. Refleting. SQ3R (Survey. 27. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. kerja kelompok. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. Recite. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh . Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Organizing. buat skor perkem\angan siswa. presentasi dan diskusi. (E) mengembangkan. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). mendalami. Sintaknya adalah kerja kelompok. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. menggunakan. Sinatknya adalah: informasi. 22. rencanakan pelaksanaan investigasi. dan menggali. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. presentasi. dan menemukan. melaporkan 25. diskusi. misal mengukur tinggi pohon.Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. 24. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. identifikasi perbedaan. mengkritisi. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. (0) organisasi ide untuk memahami materi. banyak guru dan staf sekolah). laporan kelompok 26. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana.

dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. Sintaknya adalah: identifkasi. imoplementasi solusi. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. 1 untuk amost guest. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakanmemaknai). analisis kausal. dan implementasi solusi utama. Reading. Ajukan pengujian pemahaman. deteksi kausal. mengelompokkan gejala. analisi pengalaman. deteksi kausal lain. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. pengemabangan. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. pendahuluan. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif – kelompok. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. menemukan pilihan solusi utama. guru memberikan wacana . solusi tentative. dan rencana solusi yang terpilih. identifikasi kausal utama. 33. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. dn 5 untuk certain. 3 untuk sure. 32. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. mengidentifikasui kausal. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Recite. Sintaksnya adalah: persiapan. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. 31. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. penerapan. 4 untuk almost certain. CIRC (Cooperative. SQ4R (Survey. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. dan penutup. 2 untuk not sure. Reflect. 29. dan konsepide. Read. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. pertimbangan solusi. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Integrated. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. 34.28. Question. Kerangka pikir untuk sukses. penggunaan. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan.

dan seterusnya 36. Talking Stick Suintak pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan tongkat. presentasi di depan hasil diskusinya. 37. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. 38. 35. presentasi hasil kelompok. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. pembentukan kelompok siswa. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. Artikulasi Artikulasi adlah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. bimbingan penimpoulan dan refleksi. dan kembali berbagai informasi. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. penyampaian kompetensi. sajian materi pokok. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. refleksi. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan.bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukaran pengalaman dan pengetahuan antar siswa. presentasi hasil kelompok. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. 40. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. bentuk kelompok berpasangan sebangku. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang . siswa bekerja sama (membaca bergantian. 39. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. menemukan kata kunci. sajian materi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon.

Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. sajikan materi. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. 43. refleksi dan evaluasi 42. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural. penyimpulan dan evaluasi. bekerja kelompok. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. 45. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. refleksi. 46. penyimpulan dan evaluasi. kesimpulan dan evaluasi. 47. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. tanya jawab untuk pemantapan. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. dikusi kelas. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. penyimpulan dan evaluasi. Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. mengecek pemahaman dan balikan. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. Demostration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. sajian gambaran umum materi bahan ajar. 41. penyuimpulan. sajian materi. 44. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. sajian materi. membimbing pelatihan-penerapan. penyimpulan dan evaluasi. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. bertukar peran. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. 48. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban.kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. langkah demi langkah bertahap. refleksi. pemberian reward. setiap siswa mencari . tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. refleksi. kelompok lain menjawab secara bergantian. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. membentuk kelompok. refleksi. refleksi. pengecekan kebenaran jawaban. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya.

50. Sintaks: pemahaman masalah. Metakognitive questioning. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. penyimpulan. 49. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. pengungkapan ide-konsep awal. 51. sajian permasalahan terbuka. Examples Non Examples Persiapkan gambar. siswa latian dan bertanya.kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. adakah alternative. 54. sajian materi. penyimpulan. Enrichment. Practicing. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. dan refleksi 56. aplikasi. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. apakah bermanfaat. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. Verivication. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. Reviewing and reducing difficulty. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. apakah solusinya. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. 53. untuk badak berikutnya pembelaarn seperti babak pertama. rencana. evaluasi. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. refleksi. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. presentasi hasuil diskusi kelompok. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. kartu dikumpul lagi dan dikocok. solusi. evaluasi dan refleksi. bimbingan penyimpulan. siswa membuat ksimpulan dari hasil setiap klompok. Obtaining mastery. valuasi dan refleksi. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. 55. ranguman. bertukar peran. diagram. presentasi hasil kelompok. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. siswa . evaluasi dan refleksi. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. dan pengecekan. bagikan wacana materi bahan ajar. penyimpulan dan evaluasi. evaluasi dan refleksi. 52.

Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. membentuk kelompok heterogen. berikan latihan soal bertingkat. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Tanya jawab dan refleksi 57. berupa opemecahan masalah.membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. sajian materi. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill.bahan belajar . 58. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. virtual workshop menggunakan computer-internet. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. dan hipotesis. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. Concept Sentence Proseduirnya adalah poenyampaian kompetensi. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). koperatif-inkuiri-solusi-workshop. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. presentasi. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. guru membentuk kelompok. Sintaks: keterbukaan-urun idepenguatan. evaluasi dan refleksi 61. Kumon . presentasi. Time Token Model ini digunakan (Arebds.dan nama yang diberi. integrasi. siswa ditugaskan membaca wacana. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. sampaikan kompetensi. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. siswa berkelompok melengkapi. 64. kelompok-kerjasama. sajian materi. informasikan kompetensi. Complette Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. 63. setelah selesai kupon dikembalikan. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . berikan sal tes bentuk super item. reward. kebebasanterbuka. 60. 62. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. 59. siswa berbicara (pidatotidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori.

Picture And Picture Langkah-langkah : 1. Kesimpulan B. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 5. dinamis. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran 2. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. 65. guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Guru harus menciptakan suasana kondusif. A. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. semua mempunyai tujuan. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Model Examples Non Examples Contoh dapat dari Kasus/Gambar yang Relevan dengan Kompetensi Dasar Langkah-langkah : 1. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 4. kerja individual. konsep harus dialami. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis 5. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa. tiap usaha siswa diberi reward. latihan. ketrampilan. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. dan saling menghargai. partisipatif. kohesif. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. lima kali salah guru membimbing. Menyajikan materi sebagai pengantar 3. namai-buat generalisasi sampai konsep. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. alami-dengan dunia realitas siswa. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 4. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut . Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus 3.Pembelajarn dengan mengaitkan antar konsep. interaktif. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna.

Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 3. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 3. Sementara pendengar : (a) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. bagianbagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah : 1. Tanggapan dari teman yang lain. 6. dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.6. Serta lakukan seperti diatas. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. Cooperative Script Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan. kemudian guru menunjuk nomor yang lain 6. Kesimpulan D. >Numbered Heads Together Langkah-langkah : 1. Bertukar peran. (b) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya 5. Guru membagi siswa untuk berpasangan 2. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 4. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Kepala Bernomor Struktur Langkah-langkah : . Siswa dibagi dalam kelompok. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai 7. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka 5. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar 4. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Kesimpulan/rangkuman C. Penutup E. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan guru 7.

Guru memberi evaluasi . Guru menyajikan pelajaran 3. 1995) Langkah-langkah : 1. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 5. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 2. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 6. Stephen. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka 4. Kesimpulan G. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka 5. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 7. Memberi evaluasi 6. 197 8) Langkah-langkah : 1. jenis kelamin. ->Jika perlu. And Snapp. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya 3.1. Student Teams-Achievement Divisions (Stad)/Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin. Kesimpulan F. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 5. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 4. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. suku. dll) 2. Siswa dibagi dalam kelompok. guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai. 4. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 anggota tim 2. Blaney. Jigsaw (Model Tim Ahli)/(Aronson. Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Sikes.

Kesimpulan/penutup J.8. Untuk mengetahui daya serap siswa. 2. jadwal. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan I. dll. Artikulasi Langkah-langkah : 1.) 3. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban . Mind Mapping Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 1. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. Begitu juga kelompok lainnya 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai 2. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2. kemudian berganti peran. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa 7. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. pemecahan masalah. Problem Based Introductuon (PBI)/(Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 1. Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. hipotesis. Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. Penutup H. pengumpulan data. tugas. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 5. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 3. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 6. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 4. bentuklah kelompok berpasangan dua orang 4.

Make . Guru memimpin pleno kecil diskusi. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa 6. Debat Langkah-langkah : . Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru K. 1985) Langkah-langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review. sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 4. 1994) Langkah-langkah : 1. Penutup M. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai 2. Kesimpulan/penutup L. tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya 5. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 5. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Think Pair And Share (Frank Lyman. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing 4.A Match (Mencari Pasangan) (Lorna Curran. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya 7. Guru memberi kesimpulan 7. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6.3. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru 3. Demikian seterusnya 8.

potongan sedotan. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi 5. 4. dia harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakannya di tengah-tengah kelompoknya. sedangkan tugas belum selesai. biji kenari. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra 2. langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. o Siswa mampu menulis melengkapi cerita rumpang dengan kalimat yang tepat. c) Setiap kali seorang siswa berbicara atau mengeluarkan pendpat. Berdasarkan model kooperatif tipe kancing gemerincing. dia tidak boleh berbicara lagi sampai semua rekannya juga menghabiskan kancing mereka. yaitu cerita yang sebagian dihilangkan atau dikosongkan yang akan dilengkapi oleh siswa. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. e) Jika semua kancing sedah habis. 2. batang-batang lidi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya. sendok eskrim dan sebagainya. 3. . Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap 6. Dari data-data di papan tersebut. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas 3. guru menyiapkan media berupa satu buah kotak kecil yang berisi kancing-kancing (biji kacang merah. guru menyiapkan cerita rumpang. Pelaksanaan KBM Menurut Lie (2002: 64). potongan sedotan minuman). Setelah selesai membaca materi. b) Sebelum kelompok memulai tugasnya. guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai. b.1. model pembelajaran kooperatif dengan tipe kancing gemerincing. adalah: a) guru menyiapkan kotak kecil yang berisi kancing-kancing atau bisa juga benda-benda kecil lainnya seperti kacang merah. guru merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai. a. o Siswa mampu menulis melengkapi cerita rumpang dengan kalimat-kalimat yang runtut sehingga menjadi cerita yang padu. kelompok boleh mengambil kesepakatan untuk membagikan kancing lagi dan mengulangi prosedurnya kembali. setiap siswa dalam masing-masing kelompok mendapat dua atau tiga buah kancing (jumlah kancing bergantung pada sukar tidaknya tugas yang diberikan). Pra KBM 1. d) Jika kancing yang dimiliki seorang siswa habis.

c. b.Jika kancing yang dimiliki oleh siswa dalam satu kelompok sudah habis. l.Berdasarkan cara yang dikemukakan oleh (Lie.Jika kancing yang dimiliki seorang siswa telah habis. dia tidak boleh berpendapat lagi sampai rekanrekannya juga menghabiskan kancing mereka. Siswa melengkapi cerita rumpang dengan bimbingan guru. Setelah semua kelompok mengoreksi. kemudian siswa menelaah dan membaca teks tersebut dengan maksud mengetahui maksud cerita asalnya. e. sedangkan tugas belum selesai. Cerita yang rumpang dibagikan kepada masing-masing siswa. i. Setelah siswa dalam kelompoknya menyelesaikan tugas melengkapi cerita rumpang.Semua anggota kelompok harus mengemukakan pendapatnya yaitu kalimat yang tepat untuk melengkapi cerita rumpang sehingga cerita menjadi padu. k. 2002: 64). bahan pelajaran dan tujuan pembelajaran untuk hari itu. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok. . Kancing-kancing dalam kotak dibagikan pada siswa masing-masing mendapat dua buah kancing. maka kelompok tersebut harus mengoreksi hasil tulisannya. masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. g. maka siswa yang lain harus mendengarkan pendapat teman tersebut dan yang telah berbicara mengemukakan pendapatnya harus menyerahkan salah satu kancingnya dan meletakkannya di tengah-tengan kelompok.Jika salah satu temanmu sedang berbicara mengemukakan pendapatnya. Evaluasi . penerapan model kooperatif tipe kancing gemerincing dalam pembelajaran menulis melengkapi cerita rumpang di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Tanjungsiang dapat peneliti kembangkan sebagai berikut: a. . Guru memberikan penjelasan teknik melengkapi cerita rumpang dengan berdiskusi menggunakan media kancing sebagai berikut: . kelompok boleh mengambil kesempatan untuk membagikan kancing lagi dan prosedur atau caranya diulangi lagi. j. Guru memberikan kesempatan untuk bertanya. f. guru menyampaikan atau mengenalkan topik. Setiap siswa dalam kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama untuk memikirkan kalimat-kalimat yang tepat dan memadukan kalimat dengan kalimat sehingga cerita tersebut menjadi runtut. h. hal ini dimaksudkan agar dapat mengapresiasi hasil karya orang lain. yaitu menulis melengkapi cerita rumpang. . maka setiap kelompok mandapat kesempatan untuk memamerkan hasil kerja pada kelompok lain dengan teknik keliling kelompok. d. Setiap kelompok berkesempatan membaca hasil menulis cerita dari tiap-tiap kelompok. Sebelum pembelajaran dimulai. Guru menugaskan siswa untuk melengkapi cerita rumpang dengan teknik kancing gemerincing yang telah dijelaskan.

c. c. setiap siswa aktif tidak didominasi oleh seseorang.a. 2. menanamkan sifat kerjasama. . b. c. Bagi guru Memberikan informasi kepada guru tentang keunggulan penerapan proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing. Guru melakukan penilaian terhadap hasil menulis siswa dalam menulis melengkapi cerita rumpang dan menilai kelompok yang kerjanya bagus. adalah: a. belajar menghargai orang lain. antara lain: a. f. metode pembelajaran tidak membosankan dan variatif. b. e. d. Diakhir kegiatan yaitu diskusi untuk memberi tanggapan terhadap hasil karya orang lain. melatih berbicara dan mengeluarkan pendapat. melatih guru untuk menciptakan kesegaran dan variasi bagi pengalaman belajar. MANFAAT HASIL PENELITIAN Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Hasil karya siswa ditempelkan pada papan pajangan yang ada di bagian kelas. Melatih melengkapi pengalaman yang kaya akan konsep-konsep yang bermakna bekerja sama yang baik. e. Mendorong pemanfaatan kemampuan masing-masing siswa yang berdampak pada peningkatan hasil belajar. b. meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati antara guru dan siswa. memberikan umpan balik yang diperlukan. mengaktifkan seluruh siswa untuk mengeluarkan pendapatnya. Bagi Siswa Adapun manfaat yang diperoleh siswa dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kancing gemerincing. d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful