MAKALAH MATERNITAS KEBUTUHAN IBU PADA MASA NIFAS (Dihubungkan dengan adaptasi fisiologis dan psikologis pada ibu

)

KELOMPOK II MUZIBURRAHMAN ARIEJ WASHILAH AYU OKFITASARI SUPRI YANTO ICUK YUDIONO (201010300511085) (201010300511074) (201010300511077) (201010300511060) (09010097)

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2011-2012 KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kebutuhan Ibu Pada Masa Nifas” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah keperawatan maternitas. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Kebutuhan Ibu Pada Masa Nifas, serta infomasi dari media massa yang berhubungan dengan asuhan keperawatan Kebutuhan Ibu Pada Masa Nifas, tak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah keperawatan maternitas atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini. Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai keperawatan maternitas tentang Kebutuhan Ibu Pada Masa Nifas khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

malang,

Mei 2012

penulis,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Hakikat indonesia pembangunan seutuhnya nasional serta adalah menciptakan seluruh manusia

yang

pembangunan

masyarakat

indonesia menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 Oleh karna itu pembangunan di bidang kesehatan harus dilaksanakan sebagai bagia integral dari pembangunan nasional, karena pada dasarnya pembangunan nasional di bidang kesehatan berkaitan erat dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang merupakan modal dasar dalam melaksanakan pembangunan. Salah satu indikator untuk menentukan derajat kesehatan suatu bangsa ditandai dengan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan bayi. Hal ini merupakan suatu fenomena yang mempunyai pengaruh besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Masa nifas merupakan hal penting untuk diperhatikan guna

menurunkan angka kematian ibu dan bayi indonesia. Dari berbagai pengalaman dalam menanggulangi kematian ibu dan bayi dibanyak negara, para pakar kesahatan menganjurkan upaya pertolongan difokuskan pada periode intrapartum. Upaya ini telah terbukti telah menyelamatkan lebih dari separuh ibu bersalin dan bayi baru lahir yang disertai dengan penyulit proses persalinan atau komplikasi yang mengancam keselamatan jiwa. Namun, tidak semua intervensi yang sesuai bagi suatu negara dapat dengan serta merta dijalankan dan memberi dampak menguntungkan bila diterapkan di negara lain.

B.

RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan masa nifas?

2. Bagimanakah perubahan fisiologis ibu pada masa nifas? 3. Bagaimanakah perubahan psikologis ibu pada masa nifas? 4. Bagaimana asuhan keperawatan pada ibu masa nifas?

C.

TUJUAN 1. 2. Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan masa nifas? Untuk mengetahui dan memahami bagimanakah perubahan fisiologis ibu pada masa nifas? 3. Untuk mengetahui dan memahami bagaimanakah perubahan psikologis ibu pada masa nifas? 4. Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada ibu masa nifas?

sel-sel nekrosis atau sel mati dan sel endometrium sisa. Akan tetapi. dalam waktu 3 bulan setelah bersalin.BAB II PEMBAHASAN KEBUTUHAN IBU PADA MASA NIFAS A. Selama masa nifas. (sitti saleha. plasenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi.com) Beberapa pengertian dari masa nifas antara lain : . Masa nifas merupakan masa pembersihan rahim. seluruh organ kandungan baru pulih kembali seperti sebelum hamil. 2009) Masa nifas merupakan masa yang diawali sejak beberapa jam setelah plasenta lahir dan berakhir setelah 6 minggu setelah melahirkan.blogspot. PENGERTIAN Masa nifas adalah masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari atau beberapa jam setelah lahirnya plasenta dan mencakup 6 minggu berikutnya. sel-sel generatif. (http://bahankuliahkesehatan. sama seperti halnya masa haid. karena pada saat ini organ-organ reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses kehamilan dan persalinan. tubuh mengeluarkan darah nifas yang mengandung trombosit. Masa nifas tidak kalah penting dengan masa-masa ketika hamil.

Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta 2003:003) sampai 6 minggu setelah melahirkan.Mac Donald. (Mochtar.Gary cunningham. pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat. mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. mulai dari persalinan selesai sampai alat – alat kandung kembali seperti pra hamil. (F. Masa nifas (puerperium) adalah pulih kembali. nutrisi.2000:122) 3. menyusui. 2002) B. baik fisik maupun psikologiknya. keluarga berencana. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri. Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandung kembali seperti semula sebelum hamil. 2. Lamanya masa nifas ini yaitu 6 – 8 minggu. Melaksanakan skrining yang komprehensip. Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal. (Abdul Bari. (Pusdiknakes.1995:281) 4. mendeteksi masalah.1. 3. (Prawirohardjo. 1998) 6. 1998) 5. Tujuan Masa Nifas Tujuan dari pemberian asuhan kebidanan pada masa nifas adalah sebagai berikut : 1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya. .12 minggu. ( Ibrahim C. Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6. Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. 2. yang berlangsung selama 6 40 hari.

Kolostrum (ASI yang pertama kali keluar) yang muncul pada awal masa nifas. jangan sampai terlewatkan untuk diberikan pada bayi. misalnya rahim yang tadinya membesar karena pertumbuhan janin. Masa nifas ini bersamaan dengan mulainya masa menyusui. yaitu pasca nifas. Meningkatkan kelancaran peredarahan darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. membantu ibu untuk dapat . Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkamihan. Klasifikasi Masa Nifas Masa nifas dapat dibagi menjadi 3 bagian. mulai kembali ke ukuran sebelum hamil. 7. mengurangi infeksi puerperium. sehingga masa ini sangat penting bagi keberhasilan ibu memberikan ASI eksklusif.4. Melancarkan pengeluaran lochea. Pasca nifas adalah masa setelah persalinan sampai 24 jam sesudahnya (0-24 jam sesudah melahirkan). Perawatan masa nifas adalah perawatan terhadap ibu yang baru melahirkan sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Memberikan pelayanan KB. Mempercepat involusi alat kandung. terjadi banyak perubahan pada tubuh sang ibu. mengamati proses kembalinya rahim ke ukuran normal. yang kaya akan nutrisi penting bagi sistem kekebalan dan kecerdasan bayi. Pada masa nifas ini. 5. 8. yaitu 1 hari sesudah melahirkan sampai 7 hari lamanya (1 minggu pertama). Fungsi perawatan masa nifas yakni memberikan fasilitas agar proses penyembuhan fisik dan psikis berlangsung dengan normal. C. Dinding perut yang tadinya longgar kini mulai mengencang kembali. 6. Masa nifas dini adalah masa permulaan nifas. dan payudara semakin membesar karena adanya produksi ASI. masa nifas dini dan masa nifas lanjut. jalan lahir yang tadinya melebar karena dilewati oleh bayi pada proses persalinan. kini mulai mengecil dan kembali seperti sebelum hamil. yang masing-masing memiliki ciri khas tertentu. Masa nifas lanjut adalah 1 minggu sesudah melahirkan sampai dengan 6 minggu setelah melahirkan. Selain itu.

dilakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-baiknya. 1 Penolong jam persalinan harus tetap waspada untuk sekurang-kurangnya sesudah melahirkan. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman. c. . Adapun peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain : 1. Tahap Masa Nifas Nifas dapat dibagi kedalam 3 periode : a. 3. berbulan – bulan atau tahunan. khususnya mengatasi kemungkinan terjadinya perdarahan. Membuat berkaitan kebijakan. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan – jalan.memberikan ASI dan memberi petunjuk kepada ibu dalam merawat bayinya. E. dengan menghindarkan adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan setelah melahirkan dan infeksi. 2. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat – alat genetalia yang lamanya 6 – 8 minggu. b. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga. Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Perawatan masa nifas sebenarnya dimulai sejak plasenta lahir. Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih kembali dan sehat sempurnah baik selama hamil atau sempurna berminggu – minggu. 4. ibu dan perencana anak dan program mampu kesehatan yang melakukan kegiatan administrasi. D. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas. Bila ada luka robek pada jalan lahir atau luka bekas guntingan episiotomi.

Mendeteksi dan perawatan penyebab lain Waktu Asuhan . menjaga gizi yang baik.5. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan. Memberikan asuhan secara professional. Menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi. mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi 8. mempercepat pemulihan. menetapkan diagnosa untuk dan rencana tindakan proses serta melaksanakannya selama priode nifas. mendeteksi. serta menangani masalah-masalah yang terjadi. 7. Menangani komplikasi atau masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu nifas maupun bayinya. 2. serta mempraktekkan kebersihan yang aman. F. dengan tujuan untuk : 1. Kunjungan ini bertujuan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah. 3. mengenali tanda-tanda bahaya. Melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan kesehatan ibu nifas dan bayinya. Kunjungan masa nifas dilakukan paling sedikit empat kali. Mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas. 6. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas Kebijakan program nasional pada masa nifas yaitu paling sedikit empat kali melakukan kunjungan pada masa nifas. 4. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah perdarahan. Asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas: Kunjung an I 6-8 jam post Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri.

II 6 hari post partum Memastikan fundus uteri involusi di uterus barjalan dengan ada normal. Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan. Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir. III 2 minggu post partum IV 6 Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum. Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup.partum perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut. Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri. tinggi bawah umbilikus. tidak perdarahan abnormal. Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan. maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam baik. uterus berkontraksi dengan baik. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui. infeksi dan perdarahan. Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi. Pemberian ASI awal. pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan . Menilai adanya tanda-tanda demam.

Lokia Lokia adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas.5 mm dengan permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin. Hari I : Endometrium setebal 2. dan lokia alba. 2009) Tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa infolusi Involusi Bayi lahir 1 Minggu 2 Minggu 4 Minggu 8 Minggu TFU Setinggi pusat. Lokia terbagi 3 yaitu : lokia rubrasangulenta. a. G. c.minggu post partum selama masa nifas. . uterus berangsur – angsur menjadi kecil sampai akhirnya kembali seperti sebelum hamil. Perubahan–Perubahan Fisiologis Yang Terjadi Pada Masa Nifas Pada masa nifas. (sitti saleha. 2 jbpst * Pertengahan pusat simfisis Tidak teraba diatas simfisis Normal Noermal tapi sebelum hamil Berat Uterus 1. Dua hari kemudian. sehingga dalam 2 minggu telah turun masuk ke dalam rongga pelvis dan tidak dapa di raba lagi dari luar. kurang lebih sama atau kemudian mengerut. Corpus uterus Setelah plasenta lahir. alat genetalia external dan internal akan berangsur– angsur pulih seperti keadaan sebelum hamil.000 gr 750 gr 500 gr 50 gr 30 r * Jbpst = jari di bawah pusat b. Memberikan konseling KB secara dini. lokia serosa. Endometrium Perubahan–perubahan endometrium ialah timbulnya trombosis degenerasi dan nekrosis di tempat inplantasi plasenta.

h. pembuluh – pembuluh darah pada uterus akan terjepit. Warna servix merah kehitam – hitaman karena pembuluh darah. Sedangkan servix tidak berkontraksi. Pada minggu ke – 3 post partum. e. g. Segera setelah plasenta lahir. penonjolan tersebut dengan diameter 7. Vagina dan pintu keluar panggul Vagina dan pintu keluar panggul membentuk lorong berdinding lunak dan luas yang ukurannya secara perlahan mengecil. hymen muncul beberapa jaringan kecil dan menjadi corunculac mirtiformis. sehingga perbatasan antara corpus dan servix uteri berbentuk seperti cincin. proses ini akan menghentikan darah setelah plasenta lahir. setelah janin lahir berangsur-angsur ciut . sesudah 2 minggu diameternya menjadi 3. Involusi tempat plasenta. d.Segera setelah bayi dilahirkan. Perubahan pada pembuluh darah uterus. Uterus pada bekas inplantasi plasenta merupakan luka yang kasar dan menonjol ke dalam cavum uteri. Perubahan serviks Segera setelah post partum.5 cm. tangan pemeriksa masih dapat dimasukan 2 – 3 jari saja dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukan 1 jari ke dalam cavum uteri. servix agak menganga seperti corong. Pada saat hamil arteri dan vena yang mengantar darah dari dan ke uterus khususnya ditempat implantasi plasenta menjadi besar setelah post partum otot – otot berkontraksi. f. Perubahan di peritoneum dan dinding abdomen Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus. karena corpus uteri yang mengadakan kontraksi.5 cm dan 6 minggu telah mencapai 24 mm.Hari II : Permukaan mulai rata akibat lepasnya sel – sel dibagian yang mengalami degenerasi.

j. 4). (Mochtar. karena mengalami kompresi antara kepala dan tulang pubis selama persalinan. lanugo. Urine dalam jumlah besar akan dihasilkan dalam waktu 12 – 36 jam sesudah melahirkan. Lochea rubra : hari ke 1 – 2. Terdiri dari darah segar bercampur sisa-sisa ketuban. kencang dan lebih nyeri tekan sebagai reaksi terhadap perubahan status hormonal serta dimulainya laktasi. Pengeluaran lochea terdiri dari : 1). yang sebagian besar globulin dan lebih banyak mineral tapi gula dan lemak sedikit. dan mekonium. Hari kedua post partum sejumlah colostrums cairan yang disekresi oleh payudara selama lima hari pertama setelah kelahiran bayi dapat diperas dari puting susu. Colostrums banyak mengandung protein. Berwarna kekuningan. sisa-sisa vernix kaseosa. Payudara Pada payudara terjadi perubahan atropik yang terjadi pada organ pelvix. i. Traktus Urinarius Buang air sering sulit selama 24 jam pertama. Setelah plasenta dilahirkan. payudara mencapai maturitas yang penuh selama masa nifas kecuali jika laktasi supresi payudara akan lebih menjadi besar. kadar hormone esktrogen yang .kembali. Lochea alba : hari ke 14 – selesai nifas Hanya merupakan cairan putih lochea yang berbau busuk dan terinfeksi disebut lochea purulent. 2). 1998). Ligamentum latum dan rotundum lebih kendor dari pada kondisi sebelum hamil. 3). sel-sel desidua. Lochea serosa : hari ke 7 – 14. warna kecoklatan. Lochea sanguinolenta : hari ke 3 – 7 Terdiri dari : darah bercampur lendir.

Diperkirakan antidiuretik yang meningkatkan volume darah. terutama bayi yang di kandungannya untuk proses pertumbuhan janin juga ibu dalam masa laktasi. Sistem pencernaan Seorang wanita dapat merasakan lapar dan siap menyantap makanan dua jam setelah persalinan. Sistem endokrin Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan- perubahan pada sistem endokrin. k. hormon oksitosin berperan dalam pelepasan plasenta dan mempertahankan kontraksi sehingga mencegah perdarahan. Oksitosin Oksitosin direaksikan dari kelenjar otak bagian belakang. Kalsium amat penting untuk gigi pada kehamilan dan masa nifas. l. Isapan bayi dapat merangsang produksi ASI dan sekresi oksitosin. Esterogen dan progesteron Selama bahwa hamil tingkat volume estrogen darah yang normal tinggi meningkat memperbesar walaupun hormon mekanismennya secara penuh belum dimengerti. 2. terutama hormon-hormon yang berperan dalam proses kehamilan antara lain : 1. hormon ini berberan dalam pembesaran payudara untuk merangsang produksi susu. keadaan ini menyebabkan diuresis. .bersifat menahan air akan mengalani penurunan yang mencolok. 3. di mana pada masa ini terjadi penurunan konsentrasi ion kalsium karena meningkatnya kebutuhan kalsium pada ibu. selama tahap ketiga persalinan. Prolaktin Menurunnya kadar esterogen menimbulkan terangsangnya kelenjar pituitari bagian belakang untuk mengeluarkan prolaktin. Hal tersebut membantu uterus kembali ke bentuk normal.

Setelah 2 minggu perubahan ini kembali normal seperti keadaan tidak hamil. System Kardiovarkuler Normalnya selama beberapa hari pertama setelah kelahiran. n. . Perubahan–Perubahan Psikologis Yang Terjadi Pada Masa Nifas Periode masa nifas merupakan waktu dimana ibu mengalami stres pascapersalinan. sehingga uterus jatuh ke belakang fasia jaringan penunjang alat genetalia yang mengendur dapat diatasi dengan latihan-latihan tertentu. Tekanan darah o. Hb. H. Hematokrit dan hitungan eritrosit berfruktuasi sedang. terutama pada ibu primipara. Hal-hal yang dapat membantu ibu dalam beradaptasi pada masa nifas adalah sebagai berikut: 1. Akan tetapi umumnya. Fungsi yang mempengaruhi untuk sukses dan lancarnya masa transisi menjadi orang tua. volume darah kembali mendekati seperti jumlah darah waktu tidak hamil yang biasa. Perubahan tanda-tanda vital Tanda-tanda vitalyang harus di kaji pada masa nifas adalah sebagai berikut : 1. Suhu 2. dan diagfragma pelfis yang meregang sewaktu kehamilan dan persalinan berangsur-angsur kembali seperti sediakala. Pada minggu pertama setelah kelahiran . Tidak jarang ligamen rotundum mengendur. fasia. jika kadar ini turun jauh di bawah tingkat yang ada tepat sebelum atau selama persalinan awal wanita tersebut kehilangan darah yang cukup banyak.m. Sistem muskulo skeletal Ligamen-ligamen. Nadi dan pernapasan 3.

2. dan aspirasi ibu saat hamil juga melahirkan. Persiapkan diri dengan baik 8. Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan 7. 3. sering menghirup udara segar. Harapan. Psikologi. Stres setelah persalinan dapat segera distabilkan dengan dukungan dari keluarga yang menunjukan rasa simpati.2. Menemani ibu bila terlihat kesepian. Beritahukan perasaan anda 6. Tidur dan makan yang cukup 3. dan lingkungan yang bersih. Hal-hal yang harus dapat di penuhi selama masa nifas adalah sebgai berikut : 1. Beberapa intervensi berikut dapat membantu seorang wanita terbebas dari ancaman depresi setelah melahirkan. 4. Olahraga 4. Pelajari diri sendiri 2. baik fisik maupun psikososialnya. Psikososial Menjaga kesehatan ibu dan bayinya. keinginan. 4. 1. Fisik. Sosial. ikut menyayangi anaknya. Riwayat pengalaman hamil dan melahirkan sebelumnya. menanggapi dan memerhatikan kebahagiaan ibu serta menghibur bila ibu terlihat sedih. Lakukan pekerjaan rumah tangga 9. mengakui. Respon dan dukungan dari keluarga dan teman dekat. 3. memakan makanan bergizi. Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan 5. Istirahat. Berikan dukungan emosional . dan menghargai ibu.

bergizi seimbang. sirkulasi dan paru-paru. Berikan dukungan kelompok depresi postpartum I. Kebutuhan nutrisi dan cairan Ibu nifas membutuhkan nutrisi yang cukup. untuk menambah zat gizi setidaknya selama 40 hari pasca bersalin Minum kapsul vitamin A (200. Kebutuhan Dasar Ibu Pada Masa Nifas Periode post partum adalah waktu penyembuhan dan perubahan. membutuhkan istirahat yang cukup dsb. alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil. memberikan jarak antara aktivitas dan istirahat. Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan pada masa nifas.000 unit) agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASInya.    2. 3. Kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan ibu nifas antara lain: 1. Hal tersebut juga membantu mencegah trombosis pada pembuluh tungkai dan membantu kemajuan ibu dari ketergantungan peran sakit menjadi sehat. Aktifitas tersebut amat berguna bagi semua sistem tubuh. waktu kembali ke keadaan tidak hamil. Kebutuhan Eliminasi : BAB/BAK . Dalam masa nifas.10. terutama kebutuhan protein dan karbohidrat. Kebutuhan Ambulasi Sebagian besar pasien dapat melakukan ambulasi segera setelah persalinan usai. kandung kemih. terutama fungsi usus.  Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari. Aktivitas dapat dilakukan secara bertahap. maka ibu nifas membutuhkan diet yang cukup kalori dan protein. (ibu harus mengkonsumsi 3 sampai 4 porsi setiap hari) Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui) Pil zat besi harus diminum.

Umumnya pada partus lama yang kemudian diakhiri dengan ektraksi vakum atau cunam. dapat mengakibatkan retensio urine. Memberikan asupan cairan yang cukup. baru kenudian daerah anus. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci. diit cairan. Bila perlu. Selama kehamilan terjadi peningkatan ektraseluler 50%. . Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan. dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika. mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal. 4. Kebersihan diri/perineum Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman pada ibu. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai. jika ada kerusakan-kerusakan pada otot-otot kandung kencing. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Setelah melahirkan cairan ini dieliminasi sebagai urine. otot-otot cepat pulih kembali sehingga fungsinya cepat pula kembali. meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. obatobatan analgesik selama persalinan dan perineum yang sakit. Dengan demikian. diet yang tinggi serat serta ambulasi secara teratur dapat membantu untuk mencapai regulasi BAB. Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi. sebaiknya dipasang dower catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot kandung kencing. Buang air besar (BAB) biasanya tertunda selama 2 sampai 3 hari setelah melahirkan karena enema prapersalinan.Kebanyakan pasien dapat melakukan BAK secara spontan dalam 8 jam setelah melahirkan.

kemudian kendorkan selama 3 detik. Ibu mengalami ovulasi dan mungkin mengalami kehamilan sebelum haid yang pertama timbul setelah persalinan. Hendaknya pula hubungan seksual dapat ditunda sedapat mungkin sampai 40 hari setelah persalinan. 7. Latihan senam nifas dilakukan untuk membantu mengencangkan otot-otot tersebut. karena pada waktu itu diharapkan organorgan tubuh telah pulih kembali.5. Kebutuhan Istirahat Ibu nifas memerlukan istirahat yang cukup. suami/istri perlu melakukan usaha untuk mencegah kehamilan. istirahat tidur yang dibutuhkan ibu nifas sekitar 8 jam pada malam hari dan 1 jam pada siang hari. Latihan senam nifas Pada saat hamil otot perut dan sekitar rahim serta vagina telah teregang dan melemah. mengakibatkan tidak Latihan senam nifas yang dapat dilakukan antara lain :  Senam otot dasar panggul (dapat dilakukan setelah 3 hari pasca Langkah-langkah senam otot dasar panggul: Kerutkan/ kencangkan otot sekitar vagina. Hal ini untuk mencegah terjadinya nyeri punggung dikemudian hari dan terjadinya kelemahan ibu pada otot panggul bisa sehingga menahan dapat BAK. seperti kita menahan BAK selama 5 detik. 6. selanjutnya kencangkan lagi. Untuk itu bila senggama tidak mungkin menunggu sampai hari ke-40. Hubungan Seksual Hubungan seksual dapat dilakukan dengan aman ketika luka episiotomi telah sembuh dan lokea telah berhenti. Mulailah dengan 10 kali 5 detik pengencangan otot 3 kali sehari persalinan) . Pada saat inilah waktu yang tepat untuk memberikan konseling tentang pelayanan KB.

Perut dan tangan diatasnya akan tertarik keatas.Secara bertahap lakukan senam ini sampai mencapai 30-50 kali 5 detik dalam sehari. Menggerakkan panggul Ratakan hitungan. Keraskan otot perut/panggul. c. maka dekatkan tumit ke pantat sebisanya. letakkan tumit ke pantat. Bila hal ini tak dapat dilakukan. tahan sampai 5 Otot kembali relaksasi. maka pada akhir masa nifas setiap jenis senam ini dilakukan 30 kali. Keluarkan nafas dan angkat kedua bahu untuk mencapai kedua lutut. Mulailah dengan melakukan 5 kali per hari untuk setiap jenis senam di bawah ini. Langkah-langkah senam otot perut : a. Bernafas dalam Tariklah nafas dalam-dalam dengan tangan diatas perut. Setiap minggu tambahkan frekuensinya dengan 5 kali lagi. Tahan selama 5 detik. Menekukkan tubuh Lakukan posisi seperti langkah A Tarik nafas dengan menarik dagu dan mengangkat kepala. posisi semula. Perut dan tangan diatasnya akan terdorong kebawah. b. Keluarkan nafas panjang. Kencangkan otot perut dan tahan selama 5 detik. pertahankan bagian bawah punggung tetap rata. Tahan selama 5 bagian bawah punggung bernafas dengan alas tempat biasa. Tahan selama 5 detik. Menyilangkan tungkai Lakukan posisi seperti pada langkah A Pada posisi tersebut. berbaring. bagian bawah ounggung kembali ke . d.  Senam otot perut ( dilakukan setelah 1 minggu nifas) Senam ini dilakukan dengan posisi berbaring dan lutut ttertekuk pada alas yang datar dan keras.

Ingatlah untuk tetap mengencangkan otot perut. Bagian bawah punggung tetap menempel pada alas tempat berbaring. Bila kekuatan tubuh semakin baik. lakukan sit-up yang lebih sulit. ASUHAN KEPERAWATAN PADA MASA NIFAS PENGKAJIAN I. Tariklah nafas sambil kembali ke posisi dalam 5 hitungan. e. Selanjutnya tangan di belakang kepala. DATA DEMOGRAFI : : : : : : Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Diagnosa medik Tgl masuk RS No RM Tgl pengkajian : : : : : : : : Nama klien Umur klien Jenis kelamin Nama suami Umur suami Alamat .detik. Dengan kedua lengan diatas dada.

DATA BAYI SAAT INI Jenis kelamin : : Berat badan lahir Lingkar kepala : Lingkar dada Lingkar perut : : : : : : : . KELUHAN UTAMA SAAT INI III. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU RIWAYAT PERSALINAN DAN KELAHIRAN SAAT INI IV. Bayi lahir tgl jam WIB. Lama persalinan : Kala I Kala II Kala III Jumlah : : : : Jumlah perdarahan : Kala I Kala II Kala III Kala IV Jumlah Posisi fetus : Type persalinan : Penggunaan analgesik dan anestesi : Masalah selama persalinan : V.Status perkawinan : II.

- Panjang badan : Lingkar lengan atas : 1 Menit 5 menit APGAR SCORE Denyut jantung Pernafasan Tonus otot Peka rangsang Warna kulit Jumlah VI. VII. RIWAYAT GINEKOLOGI RIWAYAT OBSTETRI : : : : Usia menarche Siklus menstruasi Lamanya menstruasi G1 PO A0 Umur kehamilan Riwayat pemakaian kontrasepsi : X. rambut. KEADAAN PSIKOLOGIS IBU RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA VIII. Pemeriksaan fisik . REVIEW OF SYSTEM DAN PEMERIKSAAN FISIK Penampilan umum : Kesadaran : Tinggi badan : Berat badan : Vital sign : TD : mmHg N: x/menit S: o C RR : x/menit Komponen Review of sistem Kulit. IX.

Pola nutrisi dan metabolik Pola eliminasi Pola aktivitas latihan Pola istirahat dan tidur Pola persepsiHasil . mata.kuku Kepala. tenggorokan dan hidung Thoraks dan paru Payudara Jantung Abdomen Genetalia Anus dan rektum Muskuloskelet al XI. RIWAYAT KESEHATAN Komponen Pola persepsi kesehatan. dan leher Telinga Mulut.

TERAPI MEDIS Tgl Jenis terapi Rute dosis XIV. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG LAINNYA XIII.peran Pola seksualitas reproduksi Pola stress koping Pola kepercayaan dan nilai-nilai XII.kognitif Pola persepsi diri Pola hubungan . N o ANALISA DATA Data Masalah Etiologi .

: Episiotomi. Perdarahan. Trauma perineum. Melaporkan rasa tidak Code : 00214 merasa Kelas 1 :Kenyamanan Pembengkakan fisik payudara gejala Aksis 1 : Kenyamanan Aksis 2 : Individu Aksis 3: Gangguan Aksis 4 : Sistem neurologi Aksis 5 : Dewasa Aksis 6 : Akut Aksis 7 : Aktual Melaporkan rasa lapar Melaporkan rasa gatal Melaporkan tersebut kurang senang daengan situasi DO: • • • • • • • Ansietas Menangis Gangguan pola tidur Takut Gejala terkait penyakit Ketidakmampuan untuk relaks Sumber adekuat sosial) • • • • • Iritabilitas Kurang pengendalian lingkungan Kurang privasi gelisah kurang situsional control yang tidak & (financial .1 DS: • • • • • • • nyaman Melaporkan dingin Melaporkan panas Melaporkan distress Nyeri akut 00132 merasa Domain Kenyamanan 12 Involusi uterus.

Code: 00198 Proses persalinan lemah. Domain 4 : aktivitas / yang Merawat bayi istirahat Gangguan pola tidur Kelas 1 : tidur / istirahat Aksis 1 : pola tidur Aksis 2 : Individu Aksis 3 : gangguan Aksis 4 : Aksis 5 : dewasa beristirahat dengan baik .• • merengek stimuli lingkungan yang tidak menyenangkan/mengg anggu 2 DS : o haus DO : o Perubahan status mental o Penurunan darah o Penurunan tekanan nadi o Membran mukosa kering o Frekuensi meningkat o Suhu tubuh meningkat nadi volume tekanan kekurangan cairan Code: 00027 volume Perdarahan post partum Domain 2 : Nutrisi Kelas 5 : Hidrasi Aksis 1 : volume cairan / Aksis 2 : Individu Aksis 3 : penurunan Aksis 4 : perifer Aksis 5 : dewasa Aksis 6 : Akut Aksis 7 : Aktual 3 Ds : o Ketidakpuasan tidur o Bangun lebih awal o Keluhan verbal tentang kesulitan untuk tidur o Keluhan perasaan Do : o Insomnia dini hari verbal tidak tetang dapat Kenyamanan postpartum.

Perubahan dalam .o Insomnia pada saat tidur Aksis 6 : Akut o Bangun 3 ali atau lebih Aksis 7 : Aktual di malam hari o Penurunan berfungsi Ds : o Mengatakan takut o insomnia Do : o cemas o marah o gelisah o khawatir o kelelahan o kelemahan o diare o mudah lupa konvusi 5 DS: Perubahan kepuasan keluarga DO : • • Kesiapan untuk kurangnya menjadi keluarga dalam pengetahuan terhadap Kesiapan untuk dalam merawat menjadi keluarga bayi Code :00164 00104 00064 Domain 7: Hubungan peran Kelas 1: keluarga Aksis 1 : Hubungan Hubungan kemampuan 4 Cemas/ansietas Code: 00198 istirahat Kelas istirahat Aksis 1 : ansietas Aksis 2 : Individu Aksis 3 : gangguan Aksis 4 : Aksis 5 : dewasa Aksis 6 : Akut 2 : tidur kurangnya pengetahuan perawatan / mandiri Domain 9 : aktivitas / tentang • • • Perubahan dalam tugas yang telah ditetapkan Perubahan ketersediaan untuk menunjukkan respon kasih sayang Perubahan dalam ketersediaan untuk dukungan emosi Perubahan dalam pola komunikasi.

toileting Code: 00102 Domain 4 : aktivitas / istirahat Kelas 5 : perawatan diri Aksis 1 : perawatan diri Aksis 2 : Individu Aksis 3 : impaired Aksis 4 : membran 6 DS: DO: o Ketidakmampuan makanan dengan aman o Ketidakmampuan mengunyah makanan o Ketidakmampuan menggunakan alat bantu Ketidakmampuan menghabiskan makanan mukosa Aksis 5 : dewasa Aksis 6 : Akut Aksis 7 : Aktual 7 DS : ketidakseimbangan Kurangnya nutrisi: kurang dari pegetahuan . peran Aksis 2 : Individu Aksis 3 : Gangguan Aksis 4 : Aksis 5 : Dewasa Aksis 6: Akut Aksis 7 : Aktual Defisit perawatan diri: Kelelahan Mandi/Kebersihan diri.• • • • keefektifan dalam menyelesaikan tugas yg diemban Perubahan dalan ekspresi konflik di dalam keluarga Perubahan dalam keintiman Perubahan dalam dukungan Perubahan dalam keluhan somatic Perubahan dalam ritual. postpartum. makan.

o Kram abdomen o Nyeri abdomen o Merasakan ketidakmampuan mengingesti makanan o Indigesti kebutuhan Code: 00002 Domain 2 : Nutrisi Kelas 1 : pencernaaan Aksis 1 : Nutrisi Aksis 2 : Individu tentang kebutuhan nutrisi postpartum. toileting b/d Kelelahan postpartum 7. DO : o Tidak makan o Tonus otot buruk o Kelemahan otot o Diare o Adanya o Kurang informasi bukti kekurangan makanan tertarik untuk Aksis 3 : ketidakseimbangan Aksis 4 : gastrointestinal Aksis 5 : dewasa Aksis 6 : Akut Aksis 7 : Aktual XV. ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan b/d Kurangnya pegetahuan tentang kebutuhan nutrisi postpartum. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Kekurangan volume cairan b/d perdarahan postpartum 3. makan. Merawat bayi 4. Kesiapan untuk menjadi keluarga b/d kurangnya pengetahuan dalam merawat bayi 6. Trauma perineum. Cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang perawatan mandiri 5. Episiotomi. . Proses persalinan yang lemah. Pembengkakan payudara 2. Gangguan tidur b/d Kenyamanan postpartum. Defisit perawatan diri: Mandi/Kebersihan diri. Perdarahan. Nyeri akut b/d Involusi uterus.

denyut atau tekanan darah. 4. teratasi dengan indicator: dibuktikan dengan indikator menghilangkan nyeri.budaya. Gunakan sebagai utama informasi pengkajian. Aktivitas keperawatan: Pengkajian: laporan pilihan untuk jantung 1. Gunakan alur nyeri memantau pengurangan kemungkinan sampingnya. NO 1 INTERVENSI Diagnosa Nyeri Involusi Episiotomi.XVI. selama 2x24 jam nyeri dapat penggunaan Tingkat tergantung nyerinya. dari pasien sendiri mengumpulkan 2. nyeri dari dapat mengurangi tingkat Trauma perineum. Perdarahan. Kaji dampak nyeri efek dari analgesik dan lembar untyk agama.kepe . Perubahan dalam kecepatan pernafasan. Minta pasien untuk menilai nyeri/ketidaknyama nan pada skala 0-10 3. Pembengkakan payudara akut b/d Setelah NIC dilakukan NOC tindakan Pemberian famakologi analgesik untuk atau uterus.

rcayaan nyeri pasien. Informasikan pasien pada tentang pasien prosedur yang dapat meningkatkan nyeri dan tawarkan secara koping. 8. Kelola pascaoperasi dengan nyeri awal peberian obat yang terjadwal. Pendidikan dan dan respon lingkungan terhdapa untuk pasien dan keluarga: 5. 6. Laporkan kepada dokter jika tindakan tidak berhasil atau jika keluhan saat ini merupakan perubahan bermakna yang dari . Aktivitas kolaboratif: 7. Instruksikan untuk menginformasikan kepada perawat jika pengurang nyeri tidak dapat dicapai.

10.dan frekuensi kehilangan cairan 2.radio kunjungan. Banu pasien untuk lebih berfokus pada aktivitas dari pada nyeri/ketidaknyama nan melakukan pengalihan tv. 2 Kekurangan perdarahan postpartum Setelah dilakukan tindakan cairan dapat teratasi dengan indicator: N o 1 NOC Ketidakseimban gan dan basa. Pantau warna.jumlah. Aktifitas keperawatan: Pengkajian: volume cairan b/d selama 2x24 jam volume . Tidak memilki haus yang tidak normal 5 5 elektrolit asam 1.pengalaman nyeri pasien dimasa lalu. Observasi khususnya terhadap kehilangan yang cairan tinggi Scor e 5 Peningkatan ketidakseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat dari kadar volume cairan . Aktivitas lain: 9. 2 tidak memiliki konsentrasi urien yang 3 berlebihan. Libatkan pasien melalui dan tape dengan dalam modalitas pengurangan nyeri.

Pantau perdarahan semua dan (mis.tempat waktu. Tunjau sekresi dari adanya nyata ulang elektrolit. Kaji adanya vertigo atau postural.terutama natrium. Pendidikan untuk dan orientasi hipotensi keluarga dan pasien: Anjurka pasien untuk menginformasikan perawat bila haus. 4.klorida dan kreatin.periksa darah samar). 6.4 Memiliki asupan dan haluan yang dapat dicapai dalam 2x24jam 5 elektrolit. Laporkan abnormalitas . 3. 8. Laporkan dan catat haluaran kurang dari ml. Kaji terhadap orang. 5. Aktifitas kolaborasi: 7.

Proses persalinan yang lemah. Jelaskan tidur saat sakit 3. Pastikan bahwa baik pasien dengan terhidrasi sebelum dioperasi. Bersihkan mulut secara teratur 12. Berikan terapi IV Aktifitas lain: 11.elektrolit 9. Tentukan efek pola tidur dapat teratasi samping pengobatan dengan indicator: pada pola tidur pasien N o 1. NOC Perasaan fisik dan psikologi yang nyaman 2 Tingkat dan pola tidur untuk pemulihan fisik dan 3 mental Meunjukan kesejahteraan fisik dan 5 5 Scor e 5 2. Diskusikan dokter peninjauan pengobatan mempengaruhi tidur 4. Hindari dan lampu malam suara saat keras tidur dengan tentang kembali jika pola pentingnya adekuat yang penggunaan . 10. Atur ketersediaan produk darah untuk tranfusi bila perlu. 3 Gangguan tidur b/d Kenyamanan postpartum. Merawat bayi Setelah dilakukan tindakan Aktivitas keperawatan selama 2x24 jam gangguan 1.

indicator: NOC Ansietas berkurang 2 Meneruskan aktivitas yang dibutuhkan meskipun ada 3 kecemasan Mengidentivik 5 5 2. berikan jawaban pertanyaan dari pasien kejujuran atas langsung . selama biologis dapat Ancaman N o 1. Cari teman sekamar yang pasien memungkinkan.psikologi Batasan karakteristik: Ds : o Ketidakpuasan tidur o Bangun lebih awal o Keluhan o Keluhan perasaan verbal verbal tidak tentang tetang kesulitan untuk tidur 5. kematian. b/d Setelah fisiologis. 2x24 jam ansietas 1. pantau tanda teratasi dengan gejala ansietas Scor e 5 (hipertiroid). pantau ekspresi tidak ada harapan dan tidak berdaya 3. Kelompokkan aktivitas beristirahat dengan baik perawatan untuk Do : meminimalkan o Insomnia dini hari o Insomnia pada saat tidur o Bangun 3 ali atau lebih di malam hari o Penurunan berfungsi 4 Ansietas faktor faktor stres. dilakukan tindakan Aktivitas keperawatan dan kemampuan tindakan yang dapat membangunkan pasien. 6. berikan informasi tentang penyakit dan prognosis penyakit 4. Berikan tidur siang cocok untuk jika jika diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tidur dapat 7.

berikan kenyamanan fisik dan keamanan. -Identifikasi prioritas konflik di antara anggota keluarga. -Pantau hubungan keluarga saat ini. dukung kebutuhan spiritual dari pasien 6. 8. -Tentukan gangguan dalam jenis proses keluarga. Aktivitas Kolaboratif 3. Rujuk untuk terapi keluarga. Peningkat 5 an terhadap keakraban 2 Keutuhan 5 keluarga • Mempertahankan proses keluarga : Peningkatan terhadap keakraban dan keutuhan keluarga Batasan Krakteristik DS: Perubahan dalam kepuasan terhadap keluarga 5. . 2.asi area kontrol pribadi Batasan karakteristik: Ds : o Mengatakan takut o insomnia Do : o cemas o marah o gelisah o khawatir o kelelahan o kelemahan o diare o mudah lupa 5 Kesiapan menjadi b/d dalam bayi untuk keluarga kurangnya merawat konvusi Setelah dilakukan tindakan selama 1x24 jam gangguan Proses keluarga dapat teratasi ditandai dengan: • Peningkatan integritas keluarga yang dibuktikan dengan indicator : N NOC Score o 1. -Tentukan jenis hubungan keluarga. Ajari keterampilan merawat pasien yang diperlukan oleh keluarga. membangun bina hubungan saling pengetahuan Aktivitas Keperawatan 1. sesuai dengan indikasi. Peningkatan integritas keluarga: -Tentukan perasaan bersalah keluarga. dengarkan penuh dengan harapan harapan dari pasien 7. Gunakan keterampilan komunikasi teraupetik untuk percaya.

Kaji kekuatan ktivitas. 6 Diskusikan dengan anggota keluarga tentang tambahan keterampilan koping yang digunakannya. makan. 2 pasien mampu untuk makan secara 5 1.DO : • • • • • Perubahan dalam tugas yang telah ditetapkan Perubahan ketersediaan untuk menunjukkan respon kasih sayang Perubahan dalam ketersediaan untuk dukungan emosi Perubahan dalam pola komunikasi. 2. tingkat dan toleransi terhadapa . Kaji indicator: sendiri. 5 Fasilitasi komunikasi terbuka diantara angggota keluarga. Aktivitas keperawatan: Pengkajian: kemampuan alat menggunakan bantu. 7 Bantu keluarga menyelesaikan konflik • • • • 6 Defisit perawatan diri: Mandi/Kebersihan diri. tindakan Memberi asupan nutisi pasien mampu yang makan dengan tidak Scor e 5 selama 2x24 jam perawatan untuk dapat NOC Kemampuan untuk menyiapkan dan memakan makanan. toileting b/d Kelelahan postpartum Setelah diri N o 1. Perubahan dalam keefektifan dalam menyelesaikan tugas yg diemban Perubahan dalan ekspresi konflik di dalam keluarga Perubahan dalam keintiman Perubahan dalam dukungan Perubahan dalam keluhan somatic dilakukan teratasi Aktivitas lain: 4 Berikan privasi untuk keluarga .

Pendidikan untuk pasien dan keluarga: 7. Rujuk pasien dan pada alternatif makan dan pasien alat bantu dan aktivitas keluarga layanan sosial untuk . Aktivitas kolaboratif: 9. 6. Tunjukkan penggunaan yang adatif. 8. Kaji 5 atau untuk sendiri. 3.3 mandiri. mengungkapk an kemampuan makan dengan sendirinya. 5. Kaji unguk dan makanan. Kaji fisik peningkatan penurunan makan defisit yang dapat sensori. Ajarkan mengunakan metode untuk minum.atau menyulitkan pasien. 4.kognitif. Kaji keadekuatan kemampuan mengunyah mwnwlan asupan nutisi.

Periksa makanan dipipi pasien. 7 ketidakseimbanga dari b/d tentang kebutuhan nutrisi postpartum Setelah dilakukan 2x24 teratasi tindakan Aktivitas keperawatan jam 1. 10. 12. Aktivitas lain: 11. Sediakan dalam makanan porsi kecil. 14. NOC kebutuhan Ketidakseimbangan mengubah kebiasaan pegetahuan kesukaan pasien 3. Dukung pencapaian pasien.mendapatkan pertolongan kesehatan dirumah. Tentukan nutisi pasien dengan Scor e Menunjukan status gizi : 5 makan 2. 13. Hindari makan penggunaan peralatan yang tajam. Gunakan dan terapi okupasi sumber fisik sebagai dalam perencanaan aktivitas perawatan pasien. Pantau kandungan . Ketahui makanan motivasi untuk n nutrisi: kurang selama Kurangnya dapat indicator: N o 1.

IMPLEMENTASI Sesuai rencana intervensi XVIII. Dukung keluarga membawa kesukaan pasien 7. zat gizi. Ciptakan yang lingkungan anggota untuk makanan pada dokter menentukan penyebab perubahan menyenagkan untuk makan. EVALUASI Sesuai dengan respon masing-masing klien terhadap intervensi keperawatan yang diberikan dihubungkan dengan tujuan intervensi dan kriteria evaluasi. . Rujuk untuk nutrisi 6. 2 Meminta informasi yang dibutuhkan tentang 3 nutrisi Mempertahan kan berat badan 5 5 nutrisi dan kalori pada catatan asupan 4. Ajarkan pasien untuk makan yang bergizi namun tidak mahal 5.Asupan makanan. XVII. cairan.

plasenta serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu. Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke keadaan tidak hamil yang normal.BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi. .

puerperium intermedial.Perawatan masa nifas sebenarnya dimulai sejak plasenta lahir. Dibutuhkan asuhan keperawatan untuk menangani masalah masa nifas ini sehingga pada saat kelahiran bayi bisa berjalan dengan lancar dan ibu melahirkan dengan selamat sehingga bisa menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi baru lahir. DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. 2010. dengan menghindarkan adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan setelah melahirkan dan infeksi. remote puerperium. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3. 2000. judith. Jakarta : EGC Monica Ester. Diagnosis keperawatan NANDA Internasional. 2006. Bila ada luka robek pada jalan lahir atau luka bekas guntingan episiotomi. E marlyn. Tahap masa nifas dibagi dalam 3 periode yaitu : Puerperium dini. Asuhan Kebidanan Nifas. 2008. Yogyakarta: Mitra Cendikia Doengoes. wilkinson. dilakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-baiknya. Buku Saku diagnosa keperawatan dengan intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Jakarta : EGC M. Jakarta : EGC .

Jakarta. 1990. Jakarta: Pusdiknakes.Mochtar. 2003. 2009. Asuhan Kebidanan Post Partum. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Ilmu Kebidanan. EGC.Yayasan Bina Pustaka. . Obstetri Fisiologi (kin Obstetri Patologi. Saleha. Jilid I. Pusdiknakes. S (1992). Jakarta. Prawiroharjo. Jakarta: Salemba Medika. Edisi 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful