BAB I PENDAHULUAN Silaturahmi merupakan ibadah yang sangat agung, mudah dan membawa berkah.

Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia? Karena dapat menyempurnakan rasa cinta dan interaksi sosial antar umat manusia. Silaturahmi juga merupakan dalil dan tanda kedermawanan serta ketinggian akhlak seseorang. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya,

‫فهلْ عسيتم إن توليتم أن تفسدوا في ا َرض وتقطعوا أرحامكم أولئك الذين لعنهم ال فأصمهم وأعمى‬ َ ْ ََ ْ ُ ّ َ ََ ُ ُ ُ َ َ َ َ ِ ّ َ ِ َْ ُ ْ ُ َ َ ْ َ ُ ّ َ ُ َ ِ ْ ‫َ َ َ َ ْ ُ ْ ِ َ َّ ْ ُ ْ َ ُ ْ ِ ُ ِ ْل‬ ْ ُ َ َ َْ ‫أبصارهم‬
Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad 47:22-23).

‫واتقوا ال الذي تسآ َلون به والرحام إن ال كان عليكم رقيبا‬ ً ِ َ ْ ُ ْ ََ َ َ َ ّ ِ َ َ ْ َ ْ َ ِ ِ َ ُ‫َ ّ ِ َ َ ء‬ ُّ َ
Artinya: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’ 4:1).

terdapat satu permasalahan. dengan lafadz. karena dia ikuti kepada kehidupan dalam jejak-jejaknya. bab Man Busitha Lahu Minar Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429). bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/330).BAB II PEMBAHASAN 1. no. Muslim dalam Shahihnya. Hadist ‫من أحب أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ّ َ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya). dikatakan pula bermakna berkah di ِ ِْ ِ ُ ْ َ dalamnya (yakni diberkahi rizkinya). Yaitu dipanjangkan umur pelakunya dan dilapangkan rizkinya. 1693. Makna Kosa Kata Hadits .‫ بسط رزقه‬bermakna dilapangkan dan diperbanyak.” 2. kitab Az Zakat. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat. maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim. yaitu bagaimana .” At Tirmidzi dalam Jami’nya. Abu Daud dalam Sunannya. 4. Bab Fi Shilaturrahmi no. Kitabul Birri Wal Shilah Wal Adab. Ibnu Majah dalam Sunannya no. dan َ َ . 3. Takhrij Hadits Hadits ini di riwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya. maka sambunglah silaturahim. Kitabul Adab. 1865. Adapun penundaan ajal atau perpanjangan umur.‫ الث‬bermakna ajal. ‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya. Faidah Hadits Hadits yang agung ini memberikan salah satu gambaran tentang keutamaan silaturahmi.

Demikian ini ditinjau dari ilmu Allah. Yang dimaksud. Akan tetapi jika dia menyambung silaturahim. . Kedua. Umpama usia si fulan tertulis dalam Lauh Mahfuzh berumur 60 tahun. maka akan tergambar adanya perpanjangan (usia). Di antaranya. maka akan mendapatkan tambahan 40 tahun. Sehingga seolah-olah ia tidak pernah mati.” (QS Al A’raf: 34). Inilah makna firman Allah Ta’ala . dan riwayat ini dha’if (lemah) atau bathil. Bahkan tambahan tersebut adalah mustahil. Kemudahan melakukan ketaatan dan menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat baginya di akhirat. dan tidak pula dikurangi umurnya…… ” (QS Fathir:11).mungkin ajal diakhirkan? Bukankah ajal telah ditetapkan dan tidak dapat bertambah dan berkurang sebagaimana firmanNya. َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. bahwa namanya tetap diingat dan dipuji.. Apa yang telah ditakdirkan. ِ ِ ُ ُ ْ ِ ُ َ ُ ‫َ َ ُ َ ّ ُ ِ ّ َ ّ ٍ َل‬ ‫. Yang dimaksud dengan tambahan di sini. Wallahu a’lam. Demikianlah yang diceritakan oleh Al Qadli. maka tidak akan ada tambahannya.… ومايعمر من معمر و َينقص من عمره‬ Arinya: “Dan sekali-kali tidak diperpanjang umur seorang yang berumur panjang. dan Allah telah mengetahui apa yang akan terjadi padanya (apakah ia akan menyambung silaturahim ataukah tidak). Berkaitan dengan ilmu yang ada pada malaikat yang terdapat di Lauh Mahfudz dan semisalnya. Dan yang ketiga. bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/114)] Demikian pula Syaikhul Islam berkomentar tentang permasalahan ini dengan pernyataan beliau : Adapun firman Allah Ta’ala . serta terjaga dari kesia-siaan. Jawaban para ulama tentang masalah ini sangatlah banyak. Pertama. yaitu tambahan berkah dalam umur. Sedangkan ditinjau dari ilmu makhluk.” (QS Ar Ra’d:39). [Shahih Muslim dengan Syarah Nawawi. ُ ِْ َُ ُ َ َ َ ُ ُ ْ َ ‫يمحو ال مايشآء ويثبت‬ Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki).

Jawaban yang benar ialah : Bahwa Allah telah menetapkan ajal hamba dalam catatan malaikat. maka Allah pun memperlihatkannya. Kemudian dia melihat seorang laki-laki yang memiliki cahaya. َ َ َ ٌ ْ ِ َ ُ َ ً ُ َ ْ ِ ْ ِ ََ َ ْ ُ َ ِ ُ َ َ َ ِ ِ َ ّ ُ ْ ِ ِ َ ِ ْ َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ُ ْ َ ِ َ ِ َ ََ ّ َ ّ َ ‫أن آدم لما طلب من ال أن يريه صورة النبياء من ذريته فأراه إياهم فرأى فيهم رجل له بصيص فقال‬ ْ‫من هذا يا رب؟ فقال ابنك داود فقال فكم عمره؟ قال أربعون سنة قال وكم عمري ؟ قال ألف سنة قال فقد‬ َ َ َ َ ٍ ََ ُ َْ َ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ ً ََ َ ْ ِ َْ َ َ َ ُ ُ ْ ُ ْ َ َ َ َ َ ُ َ َ ُْ َ َ َ ّ َ َ َ َ ْ َ َ ِ َ ْ ‫َ َ ْ ُ َ ُ ِ ْ ُ ْ ِ ِ ّ َ َ َ ً َ َ َ َ ََ ْ ِ ِ َ ٌ َ َ ِ َ ْ ََ ْ ِ ْ َ َ ِ َ ُ ََ ّ َ َ َ ِ ْ َ َ ُ َ َ ق‬ ‫وهبت له من عمري ستين سنة فكتب عليه كتاب وشهدت عليه الملئكة فلما حضرت الوفاة قال َد بقي‬ ْ‫من عمري ستون سنة قالوا قد وهبتها لبنك داود فأنكر ذلك فأخرجوا الكتاب قال النبي : فنسي آدم فنسيت‬ َ ّ ُ َ ُ َ َ ّ ُ ّ ِ ّ َ َ َ َ ِ ْ ْ ُ َ ْ ََ َ َِ َ َ ْ ََ َ ُ َ َ ِ ْ ِ َ َ ْ َ َ ْ َ ْ ُ َ ً َ َ َ ْ ِّ ِ ْ ُ ْ ِ ُ ُ ُ ّ ّ ُ ْ َ َ َ َ ُ َ َ َ َ َ َ ُ ّ ‫ُر‬ ‫ذ ّيتهوجحد آدم فجحدت ذريته‬ ُ Artinya: “Sesungguhnya Adam ketika meminta kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya wajah-wajah para nabi dari keturunannya. yang dimaksud adalah barakah dalam umurnya dengan beramal dengan waktu yang singkat sesuatu yang diamalkan oleh orang lain dalam waktu yang lama. Bahkan ketentuan tersebut meliputi semua hal. Pandangan ini berdasarkan apa yang ada dalam Sunan Tirmidzi dan lainnya dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam . Kedua. Daud. maka akan dikurangkan dari apa yang telah tertulis tersebut. Adam bertanya. sebagaimana yang dimaksud dengan tambahan adalah tambahan dari umur yang telah ditentukan. beliau bersabda.”Ya Rabbi. maka sambunglah silaturahim. karena rizki dan ajal telah ditakdirkan dan ditentukan. yaitu : Pertama.”Umurnya 40 . Maka pengurangan umur di sini merupakan kekurangannya dibanding yang lainnya. Padahal hal tersebut juga telah ditakdirkan. maka akan ditambahkan pada apa yang tertulis dalam catatan malaikat tersebut. bahwa barakah tadi bermakna tambahan dalam amal dan manfaat. ‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya.” Lalu beliau bertanya lagi. bermakna dua hal. Jika ia melakukan amalan yang menyebabkan umurnya berkurang. dan tidak pula akan dikurangi. Adapun maksud diperpanjangan dan pengurangan disini. sebagaimana orang yang panjang umurnya berumur panjang dan yang lain berumur pendek. sedangkan lainnya berumur pendek. Sebagaimana dalam Shahihain dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Apabila ia menyambung silaturahim. Si fulan berumur panjang.” Sebagian orang berkata.”Berapa umurnya?” Dijawab. Maka pengurangan umurnya menunjukkan dia lebih pendek dibandingkan yang pertama sebagaimana perpanjangan merupakan tambahan dibanding yang lainnya. siapakah ini?” Allah menjawab. Maka dikatakan kepada mereka. beliau bersabda.”Anakmu.Bermakna umur manusia tidak akan diperpanjang. Bisa jadi makna kurang disini ialah kurang dari umur yang telah ditentukan. Mereka beralasan.

Dan Adam telah mengingkari. “Adam telah lupa.” Malaikat menjawab. maka tidak akan berbeda dan tidak ada yang baru yang belum diketahuinya. kecuali apa yang telah Allah beritahukan kepada mereka.[Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah (14/490)] Barangkali yang benar adalah. Allah mengetahui segala sesuatu sebelum dan sesudah terjadinya.” . maka anak keturunannya pun (punya sifat) mengingkari. karena Engkau menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan (apa yang Engkau kehendaki).“ditambah baginya” sebagai ganti dari “dijadikannya”. Adam berkata. Demikian juga umur Daud telah ditetapkan empat puluh tahun. Nabi Shallallahu’Alaihi Wasallam bersabda.” Maka ditulis atasnya suatu kitab yang disaksikan oleh malaikat.”Hadits ini hasan gharib dari jalan ini (11/196). Diriwayatkan oleh Al Hakim. kemudian ditambah*) enam puluh tahun.” Allah telah mengetahui apa yang sudah terjadi. Allah mengetahui apa yang telah ditulis bagi seorang hamba. 5209] Dan telah diriwayatkan.”Kamu telah memberikannya kepada anakmu Daud. maka hapuslah dan tulis saya sebagai orang yang berbahagia. bahwa penghapusan dan penetapan itu terjadi pada catatan malaikat. Sehingga tidak ada penghapusan dan penetapan. maka sambunglah silaturrahim. sehingga umur Daud menjadi 100 tahun bukan 60 tahun] Berkata di tempat lain : Ajal itu ada dua. Sehingga ketika akan meninggal dia berkata.”Seribu tahun”. dan seandainya terjadi bagaimana cara terjadinya.tahun” .”Berapa umur saya?” Dijawab.” ” [Riwayat Tirmidzi dalam tafsir Surat Al A’raf dan dia berkata.” Lalu Adam mengingkarinya dan dikeluarkanlah kitab tadi. Ajal mutlak dan ajal muqayyad. Inilah makna perkataan Umar. Oleh karena itu para ulama mengatakan.”Saya berikan enam puluh tahun umur saya kepadanya. karena Adam as telah memberikan kepada Daud 60 tahun dari umurnya. dan apa yang akan ditambahkan kepadanya. bahwa saya termasuk orang yang sengsara. bahwa umur Adam disempurnakan. Sedangkan para malaikat tidak mengetahui.”Ya Allah jika Engkau telah menulis. dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz Dzahabi. yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Syeikh Al Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami' No.”Umur saya masih tersisa enam puluh tahun. maka anak keturunannya pun (punya sifat) lupa. Dengan ini maka jelaslah makna sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam . ‫من سره أن يبسط له في رزقه وأن ينسأ له في أثره فليصل رحمه‬ ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ َ َ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ََ ِ ِ ْ ِ ِ ُ َ َ َ ْ ُ ْ َ ُ ّ َ ْ َ Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya. Adapun ilmu Allah. Berkata Al Arnauth dalam Jami’ul Ushul (2/141). beliau bertanya lagi.

dan 60 tahun jika ia memutuskannya. maka tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan. mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. tambahan (umur) yang dimaksud yaitu kinayah dari usia yang diberi berkah. silaturahim dapat menjadi sebab mendapatkan taufiq (kemudahan) menjalankan ketaatan dan menjaga dari kemaksiatan. Adapun yang ditunjukkan oleh ayat pertama di atas. hadits ini bertentangan dengan firman Allah. Untuk mancari titik temu kedua dalil tersebut dapat ditempuh melalui dua jalan. Sedangkan Allah mengetahui apa yang akan terjadi.” (QS Ar Ra’d:39). Dalam ilmu Allah telah diketahui.” (QS Al A’raf:34). Sehingga namanya akan tetap dikenang.[Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah (8/517)] Ibnu Hajar Rahimahullah menjawab permasalahan ini. Kedua. umur si fulan 100 tahun jika ia menyambung silaturahmi.” Dan malaikat tidak mengetahui. َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang ajal mereka. Pertama. Seolah-olah seseorang itu tidak pernah mati. ‘Secara lahiriah. Dan di antara hal yang bisa mendatangkan taufiq. maka tambah sekian dan sekian. karena mendapat taufiq (kemudahan) menjalankan ketaatan. yaitu ilmu yang bermanfaat bagi orang setelahnya. apakah akan ditambahkan ataukah tidak.Karena Allah memerintahkan malaikat untuk menulis ajal seseorang. Umpamanya dikatakan kepada malaikat. Kesimpulannya. ”Berkata Ibnu Tin. kemudian berfirman (yang artinya). serta menjaga waktunya dari kesia-siaan. maka yang ada dalam ilmu Allah tidak akan maju atau mundur. bahwa fulan tersebut akan menyambung atau memutuskan silaturahim. shadaqah jariyah dan anak keturunan yang shalih. Hal itu berkaitan dengan ilmu malaikat yang diberi tugas mengenai umur manusia. menyibukkan waktunya dengan hal yang bermanfaat di akhirat. tambahan itu secara hakikat atau sesungguhnya. Tetapi kemudian Allah menganugerahi lailatul qadar (malam qadar). sedangkan yang ada dalam ilmu malaikat itulah yang mungkin bisa bertambah atau berkurang. bahwa umur umat ini lebih pendek dibandingkan umur umat-umat yang terdahulu. Hal ini seperti sabda Nabi Shallallahu’Alaihi Wasallam . Demikianlah yang diisyaratkan oleh firman Allah. ِ َِ ْ ّ ُ ُ َ ْ ِ َ ُ ِْ َُ ُ َ َ ُ ُ ْ َ ‫يمحو ال مايشآء ويثبت وعنده أم الكتاب‬ Artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki). Sehingga apabila datang waktunya.“Apabila dia menyambungkan silaturahmi. maka hal itu berkaitan dengan ilmu Allah Ta’ala . dan di sisiNya-lah tedapat Ummul Kitab (Lauh Mahfudz). .

perpanjangan hakiki atau sesungguhnya. Adapun seseorang yang panjang umurnya tetapi jelek amalannya. Pendapat ketiga. Yang pertama tampak lebih cocok dengan lafadz hadits di atas. yang dimaksud dengan menghapuskan dan menetapkan dalam ayat itu ialah yang ada dalam ilmu malaikat. Sedangkan yang pertama (ilmu malaikat) disebut al qadha al mu’allaq (takdir atau putusan yang masih menggantung). yang berbunyi. ”Jalan yang pertama lebih jelas…” [Fathul Bari. beliau bersabda.” [Dikeluarkan oleh Al Qadha’i dalam Musnad Asy Syihab dan dihasankan oleh Al Munawi dalam Faidhul Qadir (4/192) dan Al Albani menshahihkannya dalam Shahihul Jami' no. Itulah yang disebut dengan al qadha al mubram (takdir atau putusan yang pasti). sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Bakrah Radhiyallahu’anhu. Kitabul Adab. barakah. ُ َ ِ َ ْ ِ َ ْ َ ِ ِ ِ ْ َ ْ َ ّ ِ ُ ِ ْ ُ َ َ ْ ‫َم‬ ‫و َن كان يؤمن بال واليوم الْخر فليصل رحمه‬ ِ Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam banyak hadits. َ ُ ُ ْ ُ ْ ِ َ ِ ِ ّ ُ َِ ‫صلة الرحم تزيد العمر‬ Artinya: “Silaturahim bisa menambah umur.” (Mutafaqun ‘alaihi). Adapun yang ada di Lauh Mahfuzh itu. Pendapat kedua. Karena al atsar ialah sesuatu yang mengikuti yang lain. jelaslah. bab Man Busitha Lahu Fir Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429)] Berdasarkan nukilan ini. Ath Thibbi berkata. keharuman nama setelah meninggalnya. . Apabila diakhirkan. yaitu memperpanjang umur tersebut dengan menggunakan dan menghabiskannya untuk mendapatkan tambahan kebaikan. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits Abu Hurairh. Keutamaan inipun dikuatkan dengan hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Silaturahmi merupakan salah satu tanda dan kewajiban iman.Jadi. inti yang wajib kita jadikan jalan keluar dari perselisihan makna memanjangkan umur baik bermakna hakikat ataupun majaz (kiasan). Akhirnya. Diantaranya ialah : Pertama. maka ia termasuk sejelek-jelek orang. 3776] Keutamaan silaturahmi yang lainnya. bahwa para ulama Rahimahumullah mempunyai tiga pendapat dalam menafsirkan penambahan umur. maka menjadi baik untuk membawanya kepada keharuman nama setelah meninggalnya. Pendapat pertama. merupakan ilmu Allah yang tidak akan ada penghapusan (perubahan) selama-lamanya. hendaklah bersilaturahmi.

Artinya: “Dari Abu Ayub Al Anshari. orangorang shalih dari pendahulu umat ini membiasakan diri menyambung silaturahim. ‘hakikat shilah adalah kasih-sayang dan rahmat. Kemudahan yang Allah Ta’ala berikan kepada kita tersebut.” Allah menjawab. Demikianlah sebagian keutamaan silaturahim. beritahulah saya satu amalan yang dapat memasukkan saya ke dalam syurga.“Menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya. Apalagi bila melihat akibat buruk dan adzab pedih yang Allah Ta’ala siapkan bagi orang yang memutus tali silaturahim. “Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan. hendaknya dipergunakan untuk silaturahim. semestinya membuat kita lebih aktif melakukan silaturahim. Ibnu Abi Jamrah berkata. menegakkan shalat. walaupun sulit sarana komunikasi pada jaman mereka. bangkitlah rahim dan berkata. Silaturahmi adalah ketaatan dan amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah Ta’ala. dengan tercukupinya sarana transportasi dan komunikasi. Aku sambung orang yang menyambungmu dan memutus orang yang memutusmu?” Dia menjawab. Karenanya. makna kata ‘Allah menyambung’ adalah ungkapan dari kasih-sayang dan rahmat Allah. menunaikan zakat dan bersilaturahmi.Kedua. Silaturahmi adalah salah satu sebab penting masuk syurga dan dijauhkan dari api neraka.” (QS Arra’d 13:21).” [Lihat syarah beliau atas Shahih Muslim 16/328-329] Ketiga.padahal paling tidak hubungan tersebut dapat dilakukan .”” (Diriwayatkan oleh Jama’ah).” Sedangkan Imam Nawawi menyampaikan perkataan ulama dalam uraian beliau. “Tidakkah engkau ridha.”” (Mutafaqun ‘alaihi). wahai Rabb. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam . seorang berkata. Mungkin salah seorang dari kita melakukan perjalanan ke negeri yang jauh untuk wisata. ْ َ ‫ََ َ ّ ْ َ ْ َ ََ ّ َ َغ ِ ْ ُ َ َ ْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ُ ْ َ ِ ِ ِ َ ِ ْ ْ َ ِ َ ِ َ َ َ َ َ ْ َ ْ َ َ ْ َ ِل‬ ‫خلق ال الخلق فلما فر َ منه قامت فقالت هذا مقام العائذ بك من القطيعة قال أل ترضين أن أص َ من‬ ُ ّ َ َ ََ ْ َ َ ِ َ َ َ ْ َ َ َ ْ ََ ِ ََ َ ‫وصلك وأقطع من قطعك قالت بلى يا رب‬ Artinya: “Allah menciptakan makhlukNya. Sehingga. dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.”Ini tempat orang yang berlindung kepada Engkau dari pemutus rahim. Mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah Ta’ala .“Ya. akan tetapi dia merasa berat untuk mengunjungi salah seorang kerabatnya yang masih satu kota dengannya -kalau tidak saya katakan satu daerah dengannya. Sebagaimana sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam.“Para ulama berkata.”Wahai Rasulullah. ketika selesai menyempurnakannya.” Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab. serta tanda takutnya seorang hamba kepada Allah. beliau berkata. Sedangkan pada zaman sekarang ini.“Kata ‘Allah menyambung’. adalah ungkapan dari besarnya karunia kebaikan dari Allah kepadanya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya). Tentunya tidak seorangpun dari kita yang ingin melewatkan keutamaan ini.

Apa beratnya mempergunakan telepon untuk menghubungi salah satu kerabat kita dan mengucapkan salam kepadanya? Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu meriwayatkan. meskipun satu kali dalam sebulan. 2838 Mungkin ada yang mengatakan. Sedangkan diri kita sering mengunjugi dan bercengkrama dengan sahabat-sahabat. Padahal sudah berkecukupan dalam hal rizki. Pada masa pemerintahannya. ِ َ ّ ِ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ْ َُ ‫بلوا أرحامكم ولو بالسلم‬ Artinya: “Sambunglah keluargamu meskipun dengan salam. Lantas. “Berkata Al-Bukhari.. akan tetapi mereka tetap memiliki waktu untuk mengunjungi kerabatnya dan membantu tetangganya.” [Riwayat Al Bazzar. Hendaklah bersemangat memanjangkan umurmu dengan bersilaturahim. tetapi tidak pernah memasukkan ke dalam agenda kegiatan untuk berkunjung ke salah satu kerabat. Kemudian dengan kesibukan yang berlebihan dalam kehidupan dunia.’Semua jalannya dha’if. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda. Tampaknya sebab utama yang menghalangi kita bersilaturahim. wahai saudaraku muslim.” Al Albani menghasankannya dalam Shahihul Jami' no. akan tetapi saling menguatkan (3/207)’. niscaya Allah Ta’ala akan berhubungan dengannya. Ath Thabrani dan Al Baihaqi. Setelah itu menyibukkan diri dengan pekerjaan lain pada sisa harinya.dengan hanya mengucapkan salam. Dan barangsiapa memutuskannya. BAB III . meskipun banyak beban yang harus dipikul di pundak mereka dan belum lengkapnya sarana transformasi dan komunikasi modern. hingga kita mendapati seseorang bekerja pada pagi hari. barangsiapa yang menyambungnya. karena buruknya pengaturan dan manajemen waktu. kedua orang tua dan kerabatnya. Atau karena kita kurang begitu mengerti besarnya dosa memutus silaturahim. maka Allah pun akan memutuskan hubungan dengannya. anak-anak. Tetapi orang yang memperhatikan keadaan semisal Abu Bakar dan Umar Al Faruq Radhiyallahu’anhuma . Berkata Al Munawi dalam Faidhul Qadir. Maka sepatutnyalah engkau. mengabaikan hak-hak keluarga. Ketahuilah. di antara penyebab terputusnya silaturahmi ialah banyaknya kesibukan manusia pada hari ini dan keluasan wilayah.

Yaitu dipanjangkan umur pelakunya dan dilapangkan rizkinya. terdapat satu permasalahan. yaitu bagaimana mungkin ajal diakhirkan? Bukankah ajal telah ditetapkan dan tidak dapat bertambah dan berkurang sebagaimana firmanNya.” (QS Al A’raf: 34). DAFTAR PUSTAKA . Adapun penundaan ajal atau perpanjangan umur.PENUTUP A. َ ُ ِ ْ َ ْ َ ‫َِك ّ ُ ّ ٍ َ َ ٌ َِ َ َ َ َ َُ ُ ْ َ َ ْ َ ْ ِ ُ َ َ َ ً َل‬ ‫ول ُل أمة أجل فإذا جآء أجلهم ليستأخرون ساعة و َيستقدمون‬ Artinya: “Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. Kesimpulan Hadits yang agung ini memberikan salah satu gambaran tentang keutamaan silaturahmi.

Al Adab Asy Syar’iyyah Wal Minah Al Mur’iyyah. oleh Syaikh Muhammad Thabl dan Ibrahim Muhammad] Penulis: Kholid Syamhudi. oleh Ibnu Muflih. Lc. UstadzKholid.com . Juz 1 dan kitab Shilaturrahim Fadluha Ahkamuha Itsmu Qathi’iha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful