BAB I PENDAHULUAN

Assalamu alaikum wr wb.

Menurut Quraish Shibab, masyarakat Muslim awal disebut umat terbaik karena sifat-sifat yang menghiasi diri mereka, yaitu tidak bosan-bosan menyeru kepada hal-hal yang dianggap baik oleh masyarakat selama sejalan dengan nilai-nilai Allah (al-ma’ruf) dan mencegah kemunkaran. Selanjutnya Shihab menjelaskan, kaum Muslim awal menjadi “khairu ummah” karena mereka menjalankan amar ma’ruf sejalan dengan tuntunan Allah dan rasul-Nya. (Quraish Shihab, 2000, vol.2: 185). Perujukan terhadap masyarakat Madinah sebagai tipikal masyarakat ideal bukan pada peniruan struktur masyarakatnya, tapi pada sifat-sifat yang menghiasi masyarakat ideal ini. Seperti, pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar yang sejalan dengan petunjuk Ilahi, maupun persatuan yang kesatuan yang ditunjuk oleh ayat sebelumnya (lihat, QS. Ali Imran [3]: 105). Adapun cara pelaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar yang direstui Ilahi adalah dengan hikmah, nasehat, dan tutur kata yang baik sebagaimana yang tercermin dalam QS an-Nahl [16]: 125. Dalam rangka membangun “masyarakat madani modern”, meneladani Nabi bukan hanya penampilan fisik belaka, tapi sikap yang beliau peragakan saat berhubungan dengan sesama umat Islam ataupun dengan umat lain, seperti menjaga persatuan umat Islam, menghormati dan tidak meremehkan kelompok lain, berlaku adil kepada siapa saja, tidak melakukan pemaksaan agama, dan sifat-sifat luhur lainnya. Kita juga harus meneladani sikap kaum Muslim awal yang tidak mendikotomikan antara kehidupan dunia dan akhirat. Mereka tidak meninggalkan dunia untuk akhiratnya dan tidak meninggalkan akhirat untuk dunianya. Mereka bersikap seimbang (tawassuth) dalam mengejar kebahagiaan dunia dan akhirat. Jika sikap yang melekat pada masyarakat Madinah mampu diteladani umat Islam saat ini, maka kebangkitan Islam hanya menunggu waktu saja. Konsep masyarakat madani adalah sebuah gagasan yang menggambarkan masyarakat beradab yang mengacup pada nilai-nilai kebajikan dengan mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip interaksi sosial yang kondusif bagi penciptaan tatanan demokratis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

BAB II MASYARAKAT MADANI DAN KESEJAHTERAAN UMAT
1. Konsep Masyarakat Madani Konsep “masyarakat madani” merupakan penerjemahan atau pengislaman konsep “civil society”. Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Anwar Ibrahim dan dikembangkan di Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan civil society sebagai masyarakat madani merujuk pada konsep dan bentuk masyarakat Madinah yang dibangun Nabi Muhammad. Masyarakat Madinah dianggap sebagai legitimasi historis

ketidakbersalahan pembentukan civil society dalam masyarakat muslim modern. Makna Civil Society “Masyarakat sipil” adalah terjemahan dari civil society. Konsep civil society lahir dan berkembang dari sejarah pergumulan masyarakat. Cicero adalah orang Barat yang pertama kali menggunakan kata “societies civilis” dalam filsafat politiknya. Konsep civil society pertama kali dipahami sebagai negara (state). Secara historis, istilah civil society berakar dari pemikir Montesque, JJ. Rousseau, John Locke, dan Hubbes. Ketiga orang ini mulai menata suatu bangunan masyarakat sipil yang mampu mencairkan otoritarian kekuasaan monarchi-absolut dan ortodoksi gereja (Larry Diamond, 2003: 278). Antara Masyarakat Madani dan Civil Society sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, masyarakat madani adalah istilah yang dilahirkan untuk menerjemahkan konsep di luar menjadi “Islami”. Menilik dari subtansi civil society lalu membandingkannya dengan tatanan masyarakat Madinah yang dijadikan pembenaran atas pembentukan civil society di masyarakat Muslim modern akan ditemukan persamaan sekaligus perbedaan di antara keduanya. Perbedaan lain antara civil society dan masyarakat madani adalah civil society merupakan buah modernitas, sedangkan modernitas adalah buah dari gerakan Renaisansi gerakan masyarakat sekuler yang meminggirkan Tuhan. Sehingga civil society mempunyai moral-transendental yang rapuh karena meninggalkan Tuhan. Sedangkan masyarakat madani lahir dari dalam buaian dan asuhan petunjuk Tuhan. Dari alas an ini Maarif mendefinisikan masyarakat madani sebagai sebuah masyarakat yang terbuka, egalitar dan toleranatas landasan nilai-nilai etik-moral transendental yang bersumber dari wahyu Allah (A. Syafii Maarif, 2004: 84).

dan teknologi. b. menciptakan kedamaian dalam kehidupan sosial. ia berasal dari kata civil society atau masyarakat sipil. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. sebuah kontraposisi dari masyarakat militer. Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”. yaitu masyarakat di masa Nabi Sulaiman. Bila merujuk kepada Bahasa Inggris. Menurut Blakeley dan Suggate (1997).” Merujuk pada Bahmueller (1997). masyarakat madani sering digunakan untuk menjelaskan “the sphere of voluntary activity which takes place outside of government and the market. a. menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. yaitu: 1) Masyarakat Saba’. 2) Masyarakat Madinah setelah terjadi traktat. . yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan.Masyarakat madani merupakan konsep yang memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang beda-beda. Masyarakat Madani Dalam Sejarah Ada dua masyarakat madani dalam sejarah yang terdokumentasi sebagai masyarakat madani. menjadikan Al-Qur’an sebagai konstitusi.S. dan memberikan kebebasan bagi penduduknya untuk memeluk agama serta beribadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya. Allah SWT memberikan gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q. Perjanjian Madinah berisi kesepakatan ketiga unsur masyarakat untuk saling menolong. perjanjjian Madinah antara Rasullullah SAW beserta umat Islam dengan penduduk Madinah yang beragama Yahudi dan beragama Watsani dari kaum Aus dan Khazraj. Saba’ ayat 15: Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. menjadikan Rasullullah SAW sebagai pemimpin dengan ketaatan penuh terhadap keputusankeputusannya.

artinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia dan tidak merasa terganggu oleh aktivitas pihak lain yang berbeda tersebut. diantaranya: 1) Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif kedalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial. 2) Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif. 9) Damai. baik secara individu maupun secara kelompok menghormati pihak lain secara adil. . 12) Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial. artinya bahwa masyarakat tersebut memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk umat manusia.c. 11) Toleran. 13) Berperadaban tinggi. 10) Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya. 8) Bertuhan. 6) Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. 4) Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah. yang mengakui adanya Tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial. Karakteristik Masyarakat Madani Ada beberapa karakteristik masyarakat madani. 7) Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif. artinya masing-masing elemen masyarakat. 3) Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat. artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama. 5) Tumbuhkembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rejim-rejim totaliter.

keluarga. masyarakat di negara-negara maju yang sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat madani. Bila kita kaji. yakni adanya democratic governance (pemerintahan demokratis) yang dipilih dan berkuasa secara demokratis dan democratic civilian (masyarakat sipil yang sanggup menjunjung nilai-nilai civil security. 5) Adanya kohesifitas antar kelompok dalam masyarakat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antar budaya dan kepercayaan. hukum. Namun demikian.14) Berakhlak mulia. maka ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi untuk menjadi masyarakat madani. 4) Adanya hak. dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial. dengan kata lain terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial. kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dan lembaga-lembaga swadayauntuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kebijakan publik dapat dikembangkan. civil responsibility dan civil resilience). kiranya dapat dikatakan bahwa masyarakat madani adalah sebuah masyarakat demokratis dimana para anggotanya menyadari akan hak-hak dan kewajibannya dalam menyuarakan pendapat dan mewujudkan kepentingan- kepentingannya. masyarakat madani bukanlah masyarakat yang sekali jadi. kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur. taken for granted. dimana pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. 2) Berkembangnya modal manusia (human capital) dan modal sosial (socail capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinya kepercayaan dan relasi sosial antar kelompok. dua kriteria tersebut menjadi tujuh prasyarat masyarakat madani sbb: 1) Terpenuhinya kebutuhan dasar individu. yang hampa udara. terbuka dan terpercaya. 3) Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan. . Apabila diurai. Dari beberapa ciri tersebut. Masyarakat madani adalah onsep yang cair yang dibentuk dari poses sejarah yang panjang dan perjuangan yang terus menerus. 7) Adanya jaminan. 6) Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi. dan kelompok dalam masyarakat.

” Sebaliknya. Karena. pemerkosaan terhadap bakat dan terhadap potensi manusia. organisasional. Pluralisme menunjuk pada saling penghormatan antara berbagai kelompok dalam masyarakat dan penghormatan kaum mayoritas terhadap minoritas dan sebaliknya. Dengan kata lain. ada beberapa rambu-rambu yang perlu diwaspadai dalam proses mewujudkan masyarakat madani (lihat DuBois dan Milley.Tanpa prasyarat tesebut maka masyarakat madani hanya akan berhenti pada jargon. Ketimbang berupaya untuk mengeliminasi karakter etnis. diskriminasi ras berwujud sikap dan perilaku prasangka. rasisme merupakan sebuah ideologi yang membenarkan dominasi satu kelompok ras tertentu terhadap kelompok lainnya. 2) Pluralisme versus rasisme. dan struktural. meritokrasi dan keadilan sosial. Rambu-rambu tersebut dapat menjadi jebakan yang menggiring masyarakat menjadi sebuah entitas yang bertolak belakang dengan semangat negara-bangsa: 1) Sentralisme versus lokalisme. 1992). Masyarakat madani akan terjerumus pada masyarakat “sipilisme” yang sempit yang tidak ubahnya dengan faham militerisme yang anti demokrasi dan sering melanggar hak azasi manusia. pluralisme budaya berjuang untuk memelihara integritas budaya. Masyarakat pada mulanya ingin mengganti prototipe pemerintahan yang sentralisme dengan desentralisme. Pada tingkat individu. Pada tingkat organisasi. Namun yang terjadi kemudian malah terjebak ke dalam faham lokalisme yang mengagungkan mitos-mitos kedaerahan tanpa memperhatikan prinsip nasionalisme. Secara struktural. . seperti kata Kleden (2000:5). diskriminasi ras terlihat manakala kebijakan. aturan dan perundang-undangan hanya menguntungkan kelompok tertentu saja. “…penyeragaman adalah kekerasan terhadap perbedaan. Pluralisme menghindari penyeragaman. yang memungkinkan mereka mengekspresikan kebudayaan mereka tanpa prasangka dan permusuhan. Rasisme sering diberi legitimasi oleh suatu klaim bahwa suatu ras minoritas secara genetik dan budaya lebih inferior dari ras yang dominan. Diskriminasi ras memiliki tiga tingkatan: individual. diskriminasi ras dapat dilacak manakala satu lembaga sosial memberikan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan terhadap lembaga lainnya.

Masyarakat sipil. Konsep Masyarakat Madani semula dimunculkan sebagai jawaban atas usulan untuk meletakkan peran agama ke dalam suatu masyarakat Multikultural. perbincangan seputar Masyarakat Madani sudah ada sejak tahun 1990-an. memiliki dua bidang yang berlainan yaitu bidang politik (juga moral) dan bidang sosial ekonomi yang secara moral netral dan instumental (lih. yang kemudian diterjemahkan sebagai masyarakat Madani. kita perlu menganalisa secara historis kemunculan masyarakat Madani dan kemunculan istilah masyarakat Sipil. Elitisme merujuk pada pemujaan yang berlebihan terhadap strata atau kelas sosial berdasarkan kekayaan. . masyarakat Madani lebih diterjemahkan sebagai masyarakat sipil oleh beberapa pakar Sosiologi. agar lebih akurat membahas tentang peran agama dalam membangun masyarakat bangsa. Seseorang atau sekelompok orang yang memiliki kelas sosial tinggi kemudian dianggap berhak menentukan potensi-potensi orang lain dalam menjangkau sumbersumber atau mencapai kesempatan-kesempatan yang ada dalam masyarakat. Secara historis karya Adam Ferguson merupakan salah satu titik asal penggunaan ungkapan masyarakat sipil (civil society). kekuasaan dan prestise. Gellner:1996). Multikultural merupakan produk dari proses demokratisasi di negeri ini yang sedang berlangsung terus menerus yang kemudian memunculkan ide pluralistik dan implikasinya kesetaraan hak individual. Perlu kita pahami. Masyarakat Sipil adalah terjemahan dari istilah Inggris Civil Society yang mengambil dari bahasa Latin civilas societas.3) Elitisme dan communalisme. akan tetapi sampai saat ini. Gagasan masyarakat sipil merupakan tujuan utama dalam membongkar masyarakat Marxis. Masyarakat sipil menampilkan dirinya sebagai daerah kepentingan diri individual dan pemenuhan maksud-maksud pribadi secara bebas. dan merupakan bagian dari masyarakat yang menentang struktur politik (dalam konteks tatanan sosial) atau berbeda dari negara. Untuk lebih jelasnya.

pusat perhatian Ferguson adalah pembagian kerja dalam masyarakat. dia melihat bahwa konsekuensi sosio-politis dari pembagian kerja jauh lebih penting dibanding konsekuensi ekonominya. Dia juga tidak mempertimbangkan peranan agama ketika menguraikan saling mempengaruhi antara dua partisipan tersebut (masyarakat komersial dan masyarakat perang). dimana perbandingan di antara keduanya adalah.Seperti Durkheim. Di dalam masyarakat Ibnu Khaldun militer masih memiliki peran dan berfungsi sebagai penjaga keamanan negara. sedangkan masyarakat sipil merujuk kepada komponen di luar negara. apabila kita konsekuen dengan menggunakan masyarakat Madani sebagai padanan dari Masyarakat Sipil. pada masyarakat feodal strata politik dan ekonomi jelas terlihat bahkan dijamin secara hukum dan ritual. Masyarakat sipil dalam pengertian yang lebih sempit ialah bagian dari masyarakat yang menentang struktur politik dalam konteks tatanan sosial di mana pemisahan seperti ini telah terjadi dan mungkin. maka tidak pernah ada dan tidak mungkin ada bagi dunianya. Pada kenyataannya masyarakat sipil tidak sama dengan masyarakat Madani. tidak ada pemisahan hanya ada satu tatanan sosial. politik dan ekonomi yang saling memperkuat satu sama lain. Selanjutnya sebagai pembanding. Secara tidak disadari Ferguson menggemakan ahli teori peradaban. Pada kenyataannya. maka secara historis kita lebih mudah secara langsung me-refer kepada “masyarakat”nya Ibnu Khaldun. maka negara menjadi lemah dari serangan musuh. Ferguson melupakan kemakmuran sebagai landasan berpartisipasi. Kekhawatiran Ferguson selanjutnya adalah apabila masyarakat perang digantikan dengan masyarakat komersial. Posisi seperti ini tidak mungkin lagi terjadi pada masyarakat komersial. Ferguson mengambil masyarakat feodal. padahal dia memasukan kebajikan di dalam konsep masyarakatnya. . yaitu Ibnu Khaldun yang mengemukakan spesialisme mengatomisasi mereka dan menghalangi kesatupaduan yang merupakan syarat bagi efektifnya politik dan militer. Deskripsi masyarakatnya justru banyak mengandung muatan-muatan moral-spiritual dan mengunakan agama sebagai landasan analisisnya. Masyarakat Madani merujuk kepada sebuah masyarakat dan negara yang diatur oleh hukum agama. masyarakat sipil.

Secara historispun masyarakat Sipil dan masyarakat Madani tidak memiliki hubungan sama sekali. ras. 2001:7). beserta para pengikutnya dari Makah ke Yatsrib. beliau kemudian melakukan beberapa perubahan sosial. Salah satu di antaranya adalah mengikat perjanjian solidaritas untuk membangun dan mempertahankan sistem sosial yang baru. Masyarakat Madani bermula dari perjuangan Nabi Muhammad SAW menghadapi kondisi jahiliyyah masyarakat Arab Quraisy di Mekkah. menyatakan bahwa faham masyarakat Madani tidak sama dengan faham masyarakat Sipil. Sebuah ikatan perjanjian antara berbagai suku. . Alatas.Syed Farid Alatas seorang sosiolog sepakat dengan Syed M. dan etnis seperti Bani Qainuqa. Istilah Madani. Kenyataan bahwa nama kota Yathrib berubah menjadi Medinah bermakna di sanalah din berlaku (lih. Meski Alquran tidak menyebutkan secara langsung bentuk masyarakat yang ideal namun tetap memberikan arahan atau petunjuk mengenai prinsip-prinsip dasar dan pilarpilar yang terkandung dalam sebuah masyarakat yang baik. Ia merupakan konsep yang senantiasa hidup dan dapat berkembang dalam setiap ruang dan waktu. Mengingat landasan dan motivasi utama dalam masyarakat madani adalah Alquran. juga termasuk Yahudi dan Nasrani. Secara faktual. agar ummatnya leluasa menjalankan syari’at agama di bawah suatu perlindungan hukum. Selang dua tahun pascahijrah atau tepatnya 624 M. setelah Rasulullah mempelajari karakteristik dan struktur masyarakat di Madinah yang cukup plural. Bani al-Najjar dan lainnya yang beragam saat itu. Masyarakat madani sejatinya bukanlah konsep yang ekslusif dan dipandang sebagai dokumen usang. Beliau memperjuangkan kedaulatan. sebagai cerminan masyarakat yang ideal kita dapat meneladani perjuangan rasulullah mendirikan dan menumbuhkembangkan konsep masyarakat madani di Madinah. Madinah (kota) dan din (diterjemahkan sebagai agama) semuanya didasarkan dari akar kata dyn. Al Naquib Al Attas (berbeda dengan para sosiolog umumnya). Prinsip terciptanya masyarakat madani bermula sejak hijrahnya Nabi Muhammad Saw. Bani Auf. Hal tersebut terlihat dari tujuan hijrah sebagai sebuah refleksi gerakan penyelamatan akidah dan sebuah sikap optimisme dalam mewujudkan cita-cita membentuk yang madaniyyah (beradab).

saya memandang dalam arti membatasi hanya pada wilayah terminologi saja. adalah tingginya sikap toleransi (tasamuh). pluralitas telah menjadi suatu kaidah yang abadi dalam pandangan Alquran. surat Al-Mujadilah:11). berdampingan seiring dan saling menghormati satu sama lain. pluralisme merupakan karunia Allah yang bertujuan mencerdaskan umat melalui perbedaan konstruktif dan dinamis. Pluralitas juga pada dasarnya merupakan ketentuan Allah SWT (sunnatullah). . Dalam ajaran Islam. Namun. Sebagaimana hal itu pernah dicontohkan Rasulullah Saw. dengan catatan identitas sejati atas parameter-parameter autentik agama tetap terjaga. di Madinah. pluralitas telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan sehingga mau tidak mau. Terlepas dari perdebatan mengenai perbedaan konsep demokrasi dengan musyawarah. Ketiga. adalah tegaknya prinsip demokrasi atau dalam dunia Islam lebih dikenal dengan istilahmusyawarah.Dalam pandangan saya. setidaknya ada tiga karakteristik dasar dalam masyarakat madani. pluralitas merupakan sesuatu yang kodrati (given) dalam kehidupan. tidak lebih. sebagaimana tertuang dalam Alquran surat Al-Hujurat (49) ayat 13. Baik terhadap saudara sesama Muslim maupun terhadap saudara non-Muslim. Dengan kata lain. Pertama. Quraish Shihab (2000) menyatakan bahwa tujuan Islam tidak semata-mata mempertahankan kelestariannya sebagai sebuah agama. Mengingat di dalam Alquran juga terdapat nilainilai demokrasi (surat As-Syura:38. Secara sederhana toleransi dapat diartikan sebagai sikap suka mendengar dan menghargai pendapat dan pendirian orang lain. Senada dengan hal itu. diakuinya semangat pluralisme. Ia (pluralitas) juga merupakan sumber dan motivator terwujudnya vividitas kreativitas (penggambaran yang hidup) yang terancam keberadaannya jika tidak terdapat perbedaan (Muhammad Imarah:1999). Kedua. Satu hal yang menjadi catatan penting bagi kita adalah sebuah peradaban yang kosmopolit akan tercipta manakala umat Islam memiliki sikap inklusif dan mempunyai kemampuan (ability) menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar. Artinya. Setidaknya landasan normatif dari sikap toleransi dapat kita tilik dalam firman Allah yang termaktub dalam surat Al-An’am ayat 108. Namun juga mengakui eksistensi agama lain dengan memberinya hak hidup.

Ubnu Rusyd. bukan riil. Pada masa itu umat Islam menunjukkan kemajuan di bidang kehidupan seperti ilmu pengetahuan dan teknologi. Paling tidak hal tersebut menjadi modal dasar untuk mewujudkan masyarakat yang dicitacitakan. Di antara aspek kebaikan umat Islam itu adalah keunggulan kualitas SDMnyadibanding umat non Islam. a. 2. Ali Imran ayat 110 Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. di antara mereka ada yang beriman. dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. dan mencegah dari yang munkar. . dan beriman kepada Allah. Dari ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah menyatakan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik dari semua kelompok manusia yang Allah ciptakan. realisasi keunggulan normatif atau potensial umat Islam terjadi pada masa Abbassiyah. Umat Islam menjadi kelompok umat terdepan dan terunggul. Peran Umat Islam Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani Dalam sejarah Islam. sekiranya ahli Kitab beriman. potensial. tentulah itu lebih baik bagi mereka.S. seperti Ibnu Sina. dan yang lain. politik dan kemajuan bidang-bidang lainnya. Imam alGhazali. al-Farabi. Keunggulan kualitas umat Islam yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu sifatnya normatif. Kualitas SDM Umat Islam Dalam Q. ekonomi.Ketiga prinsip dasar setidaknya menjadi refleksi bagi kita yang menginginkan terwujudnya sebuah tatanan sosial masyarakat madani dalam konteks hari ini. menyuruh kepada yang ma’ruf. Namanama ilmuwan besar dunia lahir pada masa itu. militer.

maka setiap manusia adalah sama derajatnya di mata Allah dan di depan hukum yang diwahyukannya. semua kegiatan manusia termasuk kegiatan sosial dan ekonomi haruslah berlandaskan tauhid (keesaan Allah). Islam memandang umat manusia sebagai satu keluarga. Hukum positif yang berlaku di negeri ini bukan hukum Islam.b. Sistem Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Umat Menurut ajaran Islam. Konsep persaudaraan dan perlakuan yang sama terhadap seluruh anggota masyarakat di muka hukum tidaklah ada artinya kalau tidak disertai dengan . militer. juga belum mampu memberikan peran yang proporsional. Dengan demikian realitas dari adanya hak milik mutlak tidak dapat diterima dalam Islam. yaitu dengan sistem keadilan dan sesuai dengan hak-hak semua pihak yang terlibat di dalamnya. yakni pertama. Di Indonesia. dan manusia berhak untuk mempertukarkan haknya itu dalam batas-batas yang telah ditentukan secara khusus dalam hukum Islam. Islam mengakui setiap individu sebagai pemilik apa yang diperolehnya melalui bekerja dalam pengertian yang seluas-luasnya. dan kedua. Pernyataan-pernyataan dan batas-batas hak milik dalam Islam sesuai dengan kodrat manusia itu sendiri. belum mampu menunjukkan perannya yang signifikan. tetapi karena kualitas SDM nya masih rendah. 3. dan ilmu pengetahuan dan teknologi. sebab hal ini berarti mengingkari tauhid. tidak seorangpun atau sekelompok orangpun yang berhak mengeksploitasi orang lain. Sistem sosial politik dan ekonomi juga belum dijiwai oleh nilai-nilai Islam. Karena itu dalam percaturan global. Hal ini berarti hak milik yang ada pada manusia hanyalah hak milik nisbi atau relatif. bahkan tokoh-tokoh Islam belum mencerminkan akhlak Islam. tidak ada sekelompok orangpun boleh memisahkan diri dari orang lain dengan tujuan untuk membatasi kegiatan sosial ekonomi di kalangan mereka saja. ekonomi. Posisi Umat Islam SDM umat Islam saat ini belum mampu menunjukkan kualitas yang unggul. jumlah umat Islam lebih dari 85%. Manurut ajaran Islam hak milik mutlak hanya ada pada Allah saja. Di dalam ajaran Islam terdapat dua prinsip utama. Setiap ikatan atau hubungan antara seseorang dengan orang lain dan penghasilannya yang tidak sesuai dengan ajaran tauhid adalah ikatan atau hubungan yang tidak Islami. baik dalam bidang politik.

maka ketidakadilan dalam pendapatan dan kekayaan bertentangan dengan Islam. atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dalam Q. al-Syu’ara ayat 183: Artinya: Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan. kemampuan. Maka Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah. . agar mereka sama (merasakan) rezki itu. keadilan ekonomi dan sosial. Allah melarang hak orang lain.S. konsep Islam dalam distribusi pendapatan dan kekayaan serta konsepsinya tentang keadilan sosial tidaklah menuntut bahwa semua orang harus mendapat upah yang sama tanpa memandang kontribusinya kepada masyarakat. An-Nahl ayat 71 disebutkan: Artinya: Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki.S. dan pelayanannya dalam masyarakat. sebagaimana dijelaskan dalam Q. Banyak ayat-ayat Allah yang mendorong manusia untuk mengamalkan sedekah. atau berbuat ma’ruf. Kelebihan penghasilan atau kekayaannya harus dibelanjakan sebagai sedekah karena Alah. akrena setiap orang tidaklah sama sifat. dan barangsiapa yang berbuat demikian Karena mencari keredhaan Allah. tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki. Islam mentoleransi ketidaksamaan pendapatan sampai tingkat tertentu. Dalam ukuran tauhid.keadilan ekonomi yang memungkinkan setiap orang memperoleh hak atas sumbangan terhadap masyarakat. kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah. Dalam komitmen Islam yang khas dan mendalam terhadap persaudaraan. antara lain Q. An-nisa ayat 114: Artinya: Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka.S. Kelebihan penghasilan atau kekayaannya. Akan tetapi. seseorang boleh menikmati penghasilannya sesuai dengan kebutuhannya. Maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar.

yaitu hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan manusia dalam masyarakat. Melihat sinyal semakin menipisnya pasokan sumber daya hutan tersebut. Denganditerapkanya system regulasi . Kedua hubungan itu harus berjalan dengan serentak. disamping upaya pengentasan kemiskinan. Inilah yang menjadi awal terjadinya kasus illegal logging di Indonesia. Dengan melaksanakan kedua hungan itu hidup manusia akan sejahtrera baik di dunia maupun di akhirat kelak. pengelolaan. Dalam mewujudkan cita-cita tersebut. membuat para ahli dan pejabat pemerintahan pada masa itu menetapkan regulasi-regulasi yang mengatur pemafaatan. diluar kemampuan sumber daya hutan tersebut untuk tumbuh dan berkembang kembali. 4. peningkatan daya saing.Dalam ajaran Islam ada dua dimensi utama hubungan yang harus dipelihara. Masyarakat Madani dan Lingkungan Hidup dalam Illegal Logging Masyarakat Madani merupakan cita-cita bersama bangsa dan negara yang sadarakan pentingnya suatu keterikatan antar komponen pendukungnya dalam terciptanya bangsa dan negara yang maju dan mandiri. dan kesiapan menghadapi kecenderungan globalisasi. baik dari kalangan dalam negeri maupun dari luar negeri. Awal mulai terjadinya kasus illegal logging adalah ketika pada masa penjajahan colonial dimana kayu dijadikan komoditas penting dalam mencukupi segala kebutuhan pihak-pihak tertentu yang terkait pada masa itu untuk menjadikan kayu sebagai salah satu produk pemenuh kebutuhan yang berharga. beberapa kalangan yang belum mempunyai kesadaran lingkungan yang tinggi kemudian mulai memanfaatkan keadaan atas kebutuhan akan tersedianya kayu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok dengan cara-cara melakukan penebangan yang tidak terkendali dan tidak sesuai standar baku. Dalam contoh kasus yang kami angkat adalah mengenai kasus illegal logging di Indonesia yang semakin marak dieksploitasi oleh berbagai kalangan. Sebenarnya kasus illegal logging bukan kasus baru dalam sejarah kelam rusaknya lingkungan di negeri ini. distribusi dan pelestarian sumber daya hutan khususnya kayu di Indonesia demi menjaga agar pasokan kayu tetap terkontrol dan dapat memenuhi kebutuhankebutuhan mereka akan sumber daya hutan tersebut. Melihat kondisi tersebut. masyarakat madani sejatinya sadar dan peduli terhadap lingkungan hidup sebagai tonggak pembangunan yang berkelanjutan (yang berwawasan lingkungan) yang menyejahterakan kehidupan antar generasi.

Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah dalam usahanya menaikan devisa negara yang baru saja merdeka tersebut. demi memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri serta permintaan akan kayu hutan dan produk-produk turunan. Dan hal ini makin menjadi dilemma ketika pemerintah kesulitan dalam mengawasi dan menerapkan peraturan dan perundang-undangan yang tegas dalam rangka menciptakan suatu management hutan lestari (sustainable forest management) pada pihak-pihak yang terkait khususnya bagi para pelaku illegal lodging. terlihat betapa lemahnya mekanisme peraturan serta kesadaran semua pihak akan isu lingkungan hidup khususnya mengenai illegal logging di Indonesia. akademisi. Kasus-kasus yang terjadi sering kali bagaikan lingkaran setan yang saling berputar-putar dalam konteks keterkaitan yang saling berhubungan.yang ketat pada masa tersebut. Tetapi selepas masa penjajahan tersebut. Permintaan akan kebutuhan kayu yang besar menimbulkan keinginan beberapa pihak memanfaatkan dan menggunakan cara-cara illegal yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam usaha mendapatkan keuntungan-keuntungan semata dan melupakan dampak ekologis yang terjadi akibat penebangan dan pemanfaatan hasil hutan khususnya kayu yang tidak terkendali dan tidak sesuai aturan yang berlaku. Dan diluar komponen pemerintahan pun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan pun juga masih rendah. pemerintah pada masa itu (hingga saat ini) masih berupaya membuat dan menerapkan peraturan-peraturan pengganti yang sifatnya dirasakan oleh beberapa kalangan baik masyarakat. Dari gambaran dan contoh kasus yang telah dipaparkan. pemanfaatan sumber daya kayu hutan di Indonesia mulai berangsur-angsur naik kembali akibat tidak diterapkannya lagi regulasiregulasi yang bersifat ketat warisan masa penjajahan tersebut. Dan pada akhirnya kasus yang sama kembali menimpa bangsa ini. para ahli dan pengamat kebijakan tidak tegas dan tidak mampu member efek jera bagi para pelaku kejahatan lingkungan tersebut. tetapi di lain sisi pemerintah harus memenuhi permintaan akan ketersediaan kayu dalam usaha menaikan pendapatan negara. Tetapi meskipun demikian. Di satu sisi pemerintah sebagai pengambil kebijakan menginginkan terciptanya suatu kondisi lingkungan hutan yang lestari (sustainable forest). mengakibatkan jumlah penebangan hutan untuk diambil komoditas kayunya semakin terkontrol dan kasus illegal lodging cenderung menurun meskipun tetap terjadi kasus penebangan liar dalam skala kecil. yang memperparah kondisi bangsa ini .

Dalam hal inilah peran masyarakat madani sangat dibutuhkan. . Maka untuk itu. yang dalam hal ini difokuskan mengenai lingkungan hidup. beberapa diantaranya adalah komitmen dalam menaati peraturanperaturan yang telah ditetapkan tanpa pandang bulu. Dan kita bias melihat usaha-usaha menujuke arah tersebut semakin terbuka lebar. Kita menyadari bahwa masyarakat madani identik dengan masyarakat yang sadar dan peduli akan suatu hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama dan dalam cakupan antar generasi. turut berperan aktif dalam mengkritisi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang dirasa perlu untuk dikritisi tanpa ada suatu niatan buruk. masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya artikel lestarian lingkungan diharapkan mampu menjadi salah satu factor penggerak dan turut berpartisipasi mewujudkan transformasi bangsa menuju masyarakat yang kita dambakan tersebut. serta selalu mendorong berbagai pihak untuk turut berperan serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan kita semua. Tapi itu semua harus dilandasi juga dengan kesadaran semua komponen bangsa.

Potensi yang ada di dalam diri manusia sangat mendukung kita untuk mewujudkan masyarakat madani. Selain itu.BAB III KESIMPULAN Untuk mewujudkan masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka kita sebagai generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. marilah kita berlombalomba dalam meningkatkan potensi diri melalui latihan-latihan spiritual dan praktek-praktek di masyarakat. kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat sekarang ini. Karena semakin besar potensi yang dimiliki oleh seseorang dalam membangun agama Islam maka akan semakin baik pula hasilnya. Wakaf selain untuk beribadah kepada Allah juga dapat berfungsi sebagai pengikat jalinan antara seorang muslim dengan muslim lainnya. Dengan zakat ini kita dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat higga mencapai derajat yang disebut masyarakat madani. Selain memahami apa itu masyarakat madani kita juga harus melihat pada potensi manusia yang ada di masyarakat. zakat memiliki dua fungsi baik untuk yang menunaikan zakat maupun yang menerimanya. Begitu pula sebaliknya. Agar di dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak ketinggalan berita. khususnya di Indonesia. serta ciri-ciri apa saja yang terdapat pada masyarakat madani sebelum kita yakni pada zaman Rasullullah. Selain zakat. . Jadi wakaf mempunyai dua fungsi yakni fungsi ibadah dan fungsi sosial. ada pula yang namanya wakaf. apabila seseorang memiliki potensi yang kurang di dalam membangun agamanya maka hasilnya pun tidak akan memuaskan. Adapun di dalam Islam mengenal yang namanya zakat. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat saya ambil dari pembahasan materi yang ada di bab II ialah bahwa di dalam mewujudkan masyarakat madani dan kesejahteraan umat haruslah berpacu pada AlQur’an dan As-Sunnah yang diamanatkan oleh Rasullullah kepada kita sebagai umat akhir zaman. Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan masyarakat madani itu dan bagaimana cara menciptakan suasana pada masyarakat madani tersebut. Oleh karena itu.

perbaikan sistem ekonomi. dan sedekah. . potensi. Insya Allah dengan menjalankan syariat Islam dengan baik dan teratur kita dapat memperbaiki kehidupan bangsa ini secara perlahan.wb.Maka diharapkan kepada kita semua baik yang tua maupun yang muda agar dapat mewujudkan masyarakat madani di negeri kita yang tercinta ini yaitu Indonesia. Demikianlah makalah rangkuman materi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini semoga di dalam penulisan ini dapat dimengerti kata-katanya sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masa yang akan datang. infak. serta menerapkan budaya zakat. Wassalamu alaikum wr. Yakni melalui peningkatan kualiatas sumber daya manusia.

Dari Civil Society Ke Civil Religion. Suharto. Depag RI: Jakarta. Rineka Cipta: Jakarta. Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani. Endang Rudiatin. Membangun Masyarakat Madani. Anen. Pokok-pokok Hukum Islam. Asumsidan statement yang terdapat dalam contoh kasus ini berdasarkan referensi-refensi dan telah ilmiah dari materi perkuliahan “Dasar-Dasar Manajemen Hutan” disampaikan oleh Ir. Reaktualisasi Masyarakat Madani Dalam Kehidupan. 2002. 2004. 2006. 1992. Masyarakat Madani: Aktualisasi Profesionalisme Community Workers Dalam Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadilan. Hamdan. Toto. Suryana. MUI: Jakarta. 2007. Centre For Moderate Muslim Indonesia: Jakarta. Pikiran Rakyat: Bandung. STKS Bandung: Bandung. M. 1996.DAFTAR PUSTAKA Suito.Djoko Suharno Radite. dkk. Pendidikan Agama Islam. 2004. A. Sutianto. 2000. Tiga Mutiara: Bandung Sudarsono. Sosrosoediro. Mansur. Tim Icce UIN Jakarta. Prenada Media: Jakarta. Materi Instrusional Pendidikan Agama Islam. Demokrasi.S . Deny. Edi.

M. S.PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MASYARAKAT MADANI Pengajar: Zeni Lutfiah.Ag.Ag Disusun Oleh: Mulia Rifky Kharisma Nanda Rosyid Al Hanan Nindy Violita Putri Nisa Ihsana Novia Listiana (F0311081) (F0311082) (F0311083) (F0311084) (F0311085) FACULTY OF ECONOMICS SEBELAS MARET UNIVERSITY SURAKARTA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful