A.

Pulp
Pulp adalah hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai proses pembuatannya (mekanis, semikimia, kimia). Pulp terdiri dari serat-serat (selulosa dan hemiselulosa) sebagai bahan baku kertas. Proses pembuatan pulp diantaranya dilakukan dengan proses mekanis, kimia, dan semikimia. Prinsip pembuatan pulp secara mekanis yakni dengan pengikisan dengan menggunakan alat seperti gerinda. Proses mekanis yang biasa dikenal diantaranya PGW (Pine Groundwood), SGW (Semi Groundwood). Proses semi kimia merupakan kombinasi antara mekanis dan kimia. Yang termasuk ke dalam proses ini diantaranya CTMP (Chemi Thermo Mechanical Pulping) dengan memanfaatkan suhu untuk mendegradasi lignin sehingga diperoleh pulp yang memiliki rendemen yang lebih rendah dengan kualitas yang lebih baik daripada pulp dengan proses mekanis. Proses pembuatan pulp dengan proses kimia dikenal dengan sebutan proses kraft. Disebut kraft karena pulp yang dihasilkan dari proses ini memiliki kekuatan lebih tinggi daripada proses mekanis dan semikimia, akan tetapi rendemen yang dihasilkan lebih kecil diantara keduanya karena komponen yang terdegradasi lebih banyak (lignin, ekstraktif, dan mineral) Dalam proses kraft pulping, larutan campuran antara sodium hidroksida dan sodium sulfida digunakan untuk melarutkan bahan tidak berserat. Pulp kemudian diputihkan untuk menghasilkan kertas yang putih. Beberapa zat kimia digunakan dalam proses pemutihan (bleaching) antara lain gas klorin, sodium hidroksida, kalsium hipoklorit, klorin dioksida, hidrogen peroksida dan sodium peroksida. Setelah penambahan filter dan pewarna, bubur kertas dibuat menjadi kertas. Dalam proses produksinya industri pulp and paper membutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini dapat mengancam kelestarian habitat di sekitarnya karena mengurangi tingkat ketersediaan air bagi kehidupan hewan air dan merubah suhu air.

1. Bahan Dasar Pembuatan Pulp
Selulosa adalah bahan dasar yang terpenting dalam pembentukan pulp dan kertas. Selulosa ini terdapat dalam kayu, kapas, serta nenas, jerami, lelang, bambu, dan lain-lain. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon pinus.

2. Proses Pembuatan Pulp a. Pembuatan Secara Mekanik
Disini pulp dibuat dengan tidak memakai zat-zat kimia, cukup dengan mesin saja tanpa pereaksipereaksi kimia. Sedangkan untuk proses-proses yang lain memakai pereaksi-pereaksi kimia. Pembuatan pulp secara mekanik ini memerlukan biaya yang sangat besar, disebabkan disini tidak dipakai pereaksipereaksi kimia untuk menghancurkan potongan-potongan kayu, yang akan dijadikan pulp atau kertas. Maka pembuatan pulp secara ini jarang di pakai. Secara garis besar, proses pembuatan pulp dengan cara mekanik dijelaskan sebagai berikut: 1. Kayu diambil dari hutan produksi kemudian dipotong-potong atau lebih dikenal dengan log. Log disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk melunakan log dan menjaga kesinambungan bahan baku 2. Kayu dibuang kulitnya dengan mesin atau dikenal dengan istilah De- Barker 3. Kayu dipotong-potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang. 4. Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang diunakan untuk membuat kertas) dengan lignin. Proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

i.

b. Pembuatan Secara Kimia Proses Sulfat (Kraft)
1. Pemilihan Jenis Kayu Jenis kayu yang banyak digunakan dalam pembuatan kertas - Kayu lunak (softwood), adalah kayu dari tumbuhan konifer contohnya pohon pinus. adalah:

pulp (brownstock) diambil dari dasar digester tabung untuk dilanjutkan dengan pencucian. adalah kayu dari tumbuhan yang menggugurkan daunnya setiap tahun. Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil yang di sebut dengan chip. Karakter Kandungan selulosa Kandungan Lignin Kandungan Ekstraktif Panjang serat Kekasaran KayuLunak KayuKeras 42%+/-2%45%+/-2% 28%+/-3%20%+/-4% 3%+/-2%5%+/-3% 0. meliputi hormon tumbuhan. asam lemak dan unsur lain. resin. Dalam batch digester.Lignin. tersusun atas molekul glukosa. Kertas umumnya tersusun atas campuran kayu keras dan kayu lunak untuk mencapai kekuatan dan permukaan cetak yang diinginkan pembeli.Ekstraktif. Pertama di kukus (presteamed).. Komponen ini sangat beracun bagi kehidupan perairan dan mencapai jumlah toksik akut dalam efluen industri kertas. kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log). Karakteristik dari kedua jenis kayu disajikan berikut ini. setelah itu log dicuci. 2. Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp. Pulp atau disebut brownstock pada tahap ini siap untuk diputihkan. yaitu larutan campuran sodium hidroksida dan sodium sulfida yang secara selektif akan melarutkan lignin dan membuatnya lebih larut dalam cairan pengolah. pulp kemudian dicuci untuk memisahkannya dari cairan hitam (sisa zat kimia dan limbah). rantai pendek dan bercabang. Pada digester berkesinambungan. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut Drum barker. Kayu keras juga lebih mudah diputihkan hingga warnanya lebih terang karena memiliki lebih sedikit lignin. Setelah 2-4 jam. Kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan chip yang bisa dipakai dengan yang tidak.5mm mm 5-10 mg/100m 2-6mm 15-35 mg/100m Kayu sebagai bahan dasar dalam industri kertas mengandung beberapa komponen antara lain : . Pada serpihan kayu yang dimasukkan ke dalam tabung bertekanan yang disebut digester. rantai lurus dan panjang yang merupakan komponen yang paling disukai dalam pembuatan kertas karena panjang dan kuat . Kraft pulping adalah proses dengan hasil rendah yaitu hanya 45% dari kayu akan menjadi pulp yang dapat digunakan. Pulping kimia dan proses pemutihan akan menghilangkan lignin tanpa mengurangi serat selusosa secara signifikan . . Chip yang standar disimpan ditempat penampungan. pencucian dilakukan di dalam digester untuk menghilangkan larutan lain dan mendinginkan pulp.Selulosa. Na2CO3). adalah jaringan polimer fenolik tiga dimensi yang berfungsi merekatkan serat selulosa sehingga menjadi kaku.Hemiselulosa. Pencucian (Washing) Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Kayu keras lebih halus dan kompak sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus.6-1. Na2S. Dalam proses pulping secara kimiawi ditambahkan panas dan zat kimia (NaOH. Larutan yang mengandung serat kayu terlarut kemudian masuk ke digester dan dipanaskan. tersusun atas glukosa. Steam dimasak dengan beberapa tahap. Proses penyaringan ini ada dua tahap. 3. Hemiselulosa lebih mudah larut dalam air dan biasanya dihilangkan dalam proses pulping . Pembuburan Kayu (Pulping) Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester). Persiapan Kayu Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku. Chip di masak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor. Kayu lunak yang memiliki panjang dan kekasaran lebih besar digunakan untuk memberi kekuatan pada kertas. dengan cara mengambil dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan persediaan bahan baku. yaitu penyaringan kasar dan 4. sisa zat kimia dan limbah kayu dikeluarkan dari digester. Pembuatan pulp dengan proses kraft menggunakan larutan putih (white liquor). campuran antara pulp. Larutan hasil pemanasan yang berwarna hitam (black liquor) dipisahkan dari pulp (brownstock) setelah proses pemanasan.Kayu keras (hard wood).

serta memutihkan pulp. debu. tebu dan lain-lain. ii. Oksigen dan larutan putih ditambahkan ke dalam brownstock dalam reaktor pemanas. 7. NaOH ditambahkan pada aliran pulp dalam menara E dan diikuti dengan pencucian. Pencucian pulp secara efisien sangat penting dilakukan untuk memastikan kebutuhan maksimal zat kimia dalam proses pulping dan mengurangi jumlah limbah organik yang terbawa oleh pulp dalam proses pemutihan. Hasil samping berupa black liquor. Digester yang dipakai dibuat dari steel. dan pemutih dihilangkan setelah tiap tahapan proses selesai. NaOH yang dihasilkan dapat digunakan pada tahap E. Ekstraksi berfungsi untuk menetralisasi pulp dan memperbaiki proses pencucian sebelumnya. Proses Soda Pembuatan pulp dari proses ini lebih sederhana dari pada proses sulfat. Refining Pulp melewati slot dalam piringan yang berputar untuk memisahkan gumpalan selulosa menjadi serat dan mempersiapkan pulp untuk proses pembuatan kertas. Oksigen delignification akan mengurangi jumlah klorin yang dibutuhkan dalam proses pemutihan (bleaching). Produk lainnya adalah Na2SO4 yang dapat digunakan dalam proses kraft pulping. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleacing). Menara D2 adalah tahap akhir dari proses bleaching dimana ClO2 memberikan pemutihan terakhir pada pulp. maka prosesnya disingkat menjadi ODED. mengurangi kandungan lignin. Pencucian pulp dilakukan mengikuti masing-masing proses untuk menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp.Bleaching Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kimia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. serat nenas. lalang. lignin. waktu memasak 2 atau 3 jam dengan memakai uap (tekanan 118 lb/in2) dan temperatur 344 o F. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp. Tahapan dalam bleaching disimbolkan dengan DED dimana D melambangkan chlorine dioxide (ClO2) dan E melambangkan ekstraksi alkali. Klorin biasanya diperoleh melalui proses elektrolisis dari NaCl yang menghasilkan Cl2 dan NaOH. brownstock dicampur dengan ClO2 dalam reaktor D1 yang akan bereaksi dengan lignin. Dalam tahap ini. NaClO3 + SO2 ===> 2ClO2 + Na2SO4 6. Jika proses bleaching didahului dengan oksigen delignification. Bisa juga dipakai bahan baku seperti jerami. Serat dipotong dengan panjang yang seragam dan diperlakukan untuk memperbaiki ikatan dan kekuatan produk akhir kertas. dimana keduanya memakai NaOH. Pulp yang sudah jadi dikeluarkan dan dicuci dengan air dalam tanki pencuci sehingga liquornya akan terpisah. Pulp yang sudah jadi dikeluarkan dari digester . 5. Oksigen Delignification Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Liquor yang dihasilkan dimasukkan dalam tanki penampung untuk direcovery. Reaksinya diuarikan berikut ini. Pencucian mengikuti tahap ini untuk menghilangkan senyawa lignin yang beikatan dengan klor dari bubur kayu. Kayu yang digunakan biasanya bisa dari bermacam-macam jenis kayu. Pulp yang kurang tercuci membutuhkan dosis zat pemutih yang lebih besar. Pulp yang sudah dicuci disaring lagi dengan saringan rotary drum filter. Penghilangan lignin (delignifikasi) menggunakan oksigen diperlukan untuk menghilangkan sisa lignin dari brownstock yang merupakan tahap prebleaching. Senyawa lignin akan lepas dan dihilangkan dengan pencucian dan ekstraksi. Dengan mengurangi lignin akan dihasilkan bubur kayu yang lebih putih. Efisiensi pencucian diukur berdasarkan tingkat kebersihan bubur kertas dan jumlah air yang digunakan untuk mencapai tingkat kebersihan tersebut.penyaringan halus. Reaksi kimia elektrolisis dari NaCl diuraikan berikut ini : 2 NaCl + e====> 2NaOH + Cl2 + H2 Klorin dioksida diperoleh dari sodium klorat dengan katalis asam sulfit. sama seperti pada proses sulfat.

yaitu: 1. dimana tekanan dari uap ini 70 sampai 160 lb/in2 tergantung dari jenis kayu yang di pakai. Dari Blowpit ini pulp. S + O2 SO2 2SO2 + H2O + CaCO3 Ca(HSO3)2 + CO2 2SO2 + H2O + MgCO3 Mg (HSO3)2 + CO2 Menara absorpsi ini dibuat minimal 2 buah. Pengaliran udara ini sambil dikontrol supaya jangan sampai terbentuk SO2. Proses Sulfit Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau pelebur. Akhirnya liquor dimasukkan dalam digester sebagai larutan Calsium dan Magnesium bi sulfit. yaitu: 1. Selesai pemutihan dimasukkan dalam mesin-chest dan akhirnya dikeringkan dan dibuat rol-rol pulp. Proses selanjutnya adalah absorpsi gas oleh air dengan menambahkan senyawa Calsium dan Magnesium Carbonat. Pulp. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya kertas pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. sutra. Flow diagram dan proses selanjutnya sama seperti pada proses sulfat. sedangkan penguliran air dari atas kebawah dengan spray. bambu. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau. Sebelum ditemukan kertas. Prasasti dari batu. Pembuatan kertas dari bahan baku dapat dibagi menjadi dua tahap. Proses kimia Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. Sesudah pemanasan dalam digester selesai dan sudah masak. dapat juga digunakan untuk membuat rayon (rayon adalah selulosa dalam bentuk serat-serat). berlawanan dengan aliran SO2 yang masukan menara absorpsi. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. Digester ini diisi penuh dengan potonganpotongan kayu halus dan asam pemasak dengan kapasitas dari 1 ton sampai 35 ton serabut kayu dan 3000 sampai 51000 galon asam-asam tadi. α-selulosa → untuk pembuatan kertas . kebersihan ataupun toilet. yang dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Dalam pemanasan ini sulfur diuapkan dan selanjutnya dimasukkan dalam ruang pembakaran dengan dialiri udara. Black liqour yang dihasilkan dalam proses ini mengandung solid 18 % dan total alkali 4. dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. iii.5 % SO2 bebas. di samping dapat digunakan untuk membuat kertas. kemudian dipanaskan dalam pemanas yang berputar sambil dialiri udara untuk mengoksidasi. Pembuatan pulp 2. Proses semi-kimia 3. kayu. dimasukkan ayakan dan seterusnya disaring dengan rotary drum filter untuk di padatkan dengan jalan membuang airnya dengan mesin ayakan 80. Dari Rotary drum Filter ini selanjutnya pulp dimasukkan dalam tanki pemutih dan diputihkan dengan Chlorine dengan penambahan cairan kapur sebagai penetralnya. Pembuatan kertas dari pulp Bahan baku dari pembuatan kertas Selulosa (terdapat dalam tumbuhan berupa serat) Jenis-jenis selulosa : 1. kulit atau tulang binatang.5 % total SO2 dan 3. Serat yang digunakan biasanya adalah alami. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria. kalau di analisa kira-kira 4. Digester dipanaskan secara langsung dengan steam (uap).5 %. lalu pulp dikeluarkan dan masuk dalam Blowpit dengan diberi air jernih. SO2 yang terjadi didinginkan dengan cepat dalam suatu pipa yang melingkar-lingkar yang dikelilingi air. Waktu yang diperlukan 10 sampai 11 jam dengan temperatur 105o C sampai 155 o C. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Liquor yang keluar dari menara berisi sejumlah SO2 yang bebas dan lalu dimasukkan dalam reclain tank. Ada 3 macam proses pembuatan pulp.melalui lubang dibawah digester. Proses mekanis 2.

klorin dan lain-lain (e) Limbah panas (f) Mikroorganisme seperti golongan bakteri coliform (ii) Partikulat: (a) Abu dari pembakaran kayu bakar dan sumber energi lain (b) Partikulat zat kimia terutama yang mengandung Na dan Ca (iii) Gas: (a) Gas sulfur yang berbau busuk seperti merkaptan dan H2S yang dilepaskan dari berbagai tahap dalam proses kraft pulping dan proses pemulihan bahan kimia (b) Oksida sulfur dari pembakaran bahan bakar fosil. γ-selulosa —→ menjadi pengotor Sifat selulosa Sifat penting pada selulosa yang penting untuk pembuatan kertas : 1. gula. terpentin. Dalam proses kraft pulping. (c) Limbah cair berwarna pekat yang berasal dari lignin dan pewarna kertas (d) Bahan anorganik terlarut seperti NaOH. kertas makin kuat dan tahan terhadap degradasi (panas. lignin. gugus aktif alkohol (dapat mengalami oksidasi) 2. Menimbulkan risiko terpaparnya masyarakat oleh buangan zat kimia berbahaya dari limbah industri yang mencemari lingkungan. kerang dan invertebrata akuatik lainnya b. kraft recovery furnace dan lime Kiln (c) Uap yang akan membahayakan karena mengganggu jarak pandangan (iv) Solid Wastes: (a) Sludge dari pengolahan limbah primer dan sekunder (b) Limbah padat seperti potongan kayu dan limbah pabrik lainnya MINIMISASI LIMBAH DALAM INDUSTRI KERTAS cara untuk mencapai minimisasi limbah mencakup tiga bagian utama yaitu : a. Setelah penambahan filter dan pewarna. pigmen. larutan campuran antara sodium hidroksida dan sodium sulfida digunakan untuk melarutkan bahan tidak berserat. perekat pati dan zat sintetis yang menghasilkan BOD tinggi. sodium hidroksida. Pengurangan dari sumbernya. kimia dan biologi) Limbah Yang Dihasilkan dari Proses Produksi Kertas Dalam proses produksinya industri pulp and paper membutuhkan air dalam jumlah yang sangat besar. Membunuh ikan. alkohol. bubur kertas dibuat menjadi kertas. Beberapa zat kimia digunakan dalam proses pemutihan (bleaching) antara lain gas klorin. Hal ini dapat mengancam kelestarian habitat di sekitarnya karena mengurangi tingkat ketersediaan air bagi kehidupan hewan air dan merubah suhu air. Beberapa jenis pelapis juga digunakan dalam tahap penyelesaian. kalsium hipoklorit. Pulp dibuat secara mekanis maupun kimia dengan memisahkan serat kayu atau selulosa dari bahan lain. zat pengurai serat. derajat polimerisasi (serat menjadi panjang) Makin panjang serat. hidrogen peroksida dan sodium peroksida. Zat pencemar dari proses pembuatan kertas yang berpotensi mencemari lingkungan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu : (i) Efluen limbah cair (a) Padatan tersuspensi yang terdiri dari partikel kayu. debu dan sejenisnya (b) Senyawa organik koloid terlarut serat hemisellulosa. serat. β-selulosa disebut dengan hemi selulosa 3. Pulp kemudian diputihkan untuk menghasilkan kertas yang putih. Menghabiskan jutaan liter air tawar d. klorin dioksida. Pencemaran lingkungan yang disebabkan industri kertas antara lain : a. Memasukkan zat kimia karsinogen dan zat pengganggu aktivitas hormon ke dalam lingkungan c. mencakup pemeliharan dan perawatan yang baik (good house keeping) dengan menerapkan kebiasaan baru dalam pengoperasian dan pemeliharan alat . Na2SO4.2.

yang dikirim keproses nomor 6 yaitu chemical recovery process. 2. Ibaratnya saat anda masak nasi. 7. apa mau sedikit asin. Daur ulang. sebagai berikut. 3. 8. untuk memasak kembali. Digester – prinsipnya seperti panci masak didapur tempat ibu atau istri anda masak. Chemical Recovery and Regeneration – proses sampingan kimia inorganik yang diolah ulang dari proses "memasak" sebelumnya. Pemeliharaan peralatan dan lingkungan pabrik. Chipper – mesin pemotong gelondongan kayu menjadi ukuran kecil yaitu kurang dari 2 cm dan setipis 1/2 cm. untuk meningkatkan usia produk (tahan lama). secara resmi mereka sudah disebut pulp atau bubur kertas.industri antara lain dengan mencegah terjadinya ceceran dan tumpahan bahan. Larutan dan proses masak ini akan melembutkan dan akhirnya memisahkan serat kayu yang diinginkan dari "lignin" yaitu unsur kayu semacam lem yang menahan serat kayu bersatu. Blow Tank – ibaratnya setelah selesai dimasak maka makanan disimpan dalam panci penyimpan untuk disajikan kemudian sesuai selera masing-masing individu. pemilihan peralatan yang sesuai dengan proses produksi kertas yang diinginkan dan pengoperasian peralatan dengan benar juga ikut mengurangi limbah dari sumbernya. b. modifikasi peralatan dan perubahan teknologi. Bahan kimia buangan dari proses memasak sebelumnya masih dapat diproses ulang. Washing – "mesin cuci" ini akan membersihkan sisa-sisa larutan kimia dan ligin yang masih tertinggal. 6. untuk mempermudah daur ulang dan minimisasi dampak lingkungan dari pembuangan produk tersebut. Screen – diperlukan filter penyaring untuk memisahkan potongan kayu yang lebih besar dari target ukuran diatas. 1. dengan melakukan recovery bahan dan energi bekas pakai untuk digunakan kembali dalam proses berikutnya. Perubahan dalam proses produksi juga dapat dilakukan yang mencakup perubahan input bahan. indah didekorasi dan lain sebagainya. Potongan kayu yang disebut chips dimasak dengan suhu dan tekanan yang tinggi dalam suatu larutan kimia penghancur. pengawasan proses yang lebih ketat. gelondongan silinder berputar mengakibatkan gelondongan kayu ikut berputar dan bergesekan satu dengan yang lain melucuti kulit kayunya. c. Disini serat kayu sudah terpisah satu sama lain. maka beberapa kali anda mentiriskan air beras yang anda cuci sebelum dimasak supaya kotoran hilang. Harap diingat disini anda bukan bertujuan membuatnya menjadi putih bersih! Pada tahap ini bubur kertas secara alami berwarna coklat dan umunya digunakan untuk membuat kertas kantong dan corrugated box yang coklat. tidak dibuang begitu saja. Modifikasi produk. manis. Woodyard – Dimana sebuah lapangan luas umumnya terbuka tempat menerima dan menyimpan kayu gelondongan yang selanjutnya proses pengkulitan. . 5. dan menghilangkan debu mesin potong yang tidak perlu. pemotongan kecilkecil & penyaringan potongan kayu. 4. Barker – dalam proses penghilangan kulit kayu ini gelondongan kayu dimasukkan dalam "debarking drums". Proses pembuatan plup and paper 1) Process Pulping Proses pulping atau pembuatan bubur kertas dapat diuraikan menjadi 9 bagian atau tahapan.

menambahkan filler (untuk mengisi pori . merang. seperti bambu. Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %. karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30 %). Paper roll ini yang dipotong . jerami. kayu. 2) Process papering Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock preparation. Pembuatan pulp 2. kertas llilin • Kertas tisu : sigaret. Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Cara kerja press part ini adalah. Pembuatan kertas dari bahan baku dapat dibagi menjadi dua tahap. dlln. dan lain-lain.9. Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. tisu muka • Kertas cetak : untuk buku cetak • Kertas tulis : HVS • Kertas koran • Kertas karton Kertas Bahan baku yang digunakan untuk membuat kertas ialah bahan-bahan yang mengandung banyak selulosa. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bleaching – proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach. headbox berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier table. Pembuatan kertas dari pulp . karbon. Kadar padatnya sekitar 20 %. bahan kimia dan air) Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang disebut cleaner. Flow Chart plup and paper making process Kegunaan kertas • Kertas bungkus : untuk semen.pori diantara serat kayu). yang tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya. Bagian ini dapat menghemat energi. yaitu: 1. Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Jadi proses pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan dibuat. bagian ini berfungsi untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye). Dari cleaner stock masuk ke headbox. Bahan yang keluar dari bagian ini di sebut stock 9campuran pulp. Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). menambahkan zat retensi.potong sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.

Kemudian campuran yang selesai dimasak tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah pulp dan disaring. Na2S dan Na2CO3 untuk proses sulfat Pemasakan ini berguna untuk memisahkan selulosa dari zat-zat yang lain.NaOH 7%. tetapi diolah kembali untuk dipakai lagi. proses sulfit dilakukan melalui tahap-tahap yang sama dengan proses basa. Metoda proses asam Yang termasuk proses asam adalah proses sulfit Proses Basa Bahan baku yang telah dipotong kecil-kecil dengan mesin pemotong. Hal ini berarti menghemat biaya dan mencegah pencemaran lingkungan Reaksi kimia yang penting dalam pengolahan kembali sisa larutan tersebut adalah : Na2SO4 + 2 C ———————————> Na2S + 2 CO2 Na2CO3 + Ca(OH)2 ———————————> 2 NaOH + CaCO3 Proses Asam Secara garis besar. tetapi dibantu dengan bahan kimia untuk lebih melunakkan. Proses kimia 1.Pulp. Metoda proses basa Termasuk di sini adalah: . Ada 3 macam proses pembuatan pulp.proses sulfat b.Pada proses mekanis tidak digunakan bahan-bahan kimia.Pada proses semi-kimia dilakukan seperti proses mekanis. bahan-bahan kimia yang sudah terpakai tidak dibuang. Proses mekanis 2. Pulp kasar dapat digunakan untuk membuat karton dan pulp halus yang warnanya masih coklat harus dikelantang (diputihkan/dipucatkan). Ca(HSO3)2 dan Mg(HS03)2 . yaitu: 1. Dengan proses ini. Ada 2 metoda pembuatan pulp dengan proses kimia.Pada proses kimia bahan baku dimasak dengan bahan kimia tertentu untuk mengllilangkan zat lain yang tidak perlu dari serat-serat selulosa. di samping dapat digunakan untuk membuat kertas. tetapi secara sederhana dapat ditulis: Larutan pemasak Kayu ———————————> pulp (selulosa) + senyawa-senyawa alkohol + senyawa-senyawa asam + merkaptan + zat-zat pengotor lainnya. tetapi larutan yang digunakan adalah: SO2. untuk proses soda . dimasukkan dalam sebuah bejana yang disebut "digester. Perlu diperhatikan bahwa.NaOH. yaitu: a. Bahan baku digiling dengan mesin sehingga selulosa terpisah dari zat-zat lain. dapat juga digunakan untuk membuat rayon (rayon adalah selulosa dalam bentuk serat-serat). Pemucatan dilakukan dengan menggunakan Kaporit atau Natrium hipoklorit.proses soda . sehingga serat-serat selulosa mudah terpisah dan tidak rusak. 3. dapat diperoleh selulosa yang murni dan tidak rusak." Dalam larutan tersebut dimasukkan larutan pemasak: . Proses semi-kimia 3. Reaksi sebenarnya rumit sekali. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful