9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teori 1. Persalinan a. Pengertian Persalinan adalah rangkaian peristiwa mulai dari kencengkenceng teratur sampai dikeluarkannya produk konsepsi (janin, plesenta, ketuban, dan cairan ketuban) dari uterus ke dunia luar melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau dengan kekuatan sendiri (Sumarah, 2009, p.1). Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Wiknjosatro, 2005, p.180). Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir (Saifuddin, 2006, p.100). Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu (Asuhan Persalinan Normal (APN), 2008, p.37).

10

Persalinan normal adalah jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit (APN, 2008, p.37). Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin (Saifuddin, 2006, p.100). Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam waktu 18-24 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Persalinan spontan adalah persalinan yang terjadi karena dorongan kontraksi uterus dan kekuatan mengejan ibu (Sumarah, 2009, p.2). b. Sebab-sebab mulainya persalinan Menurut Sumarah (2009, pp.2-4), bagaimana terjadinya persalinan belum diketahui dengan pasti, sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulainya kekuatan his. Hormon-hormon yang dominan pada saat kehamilan yaitu : 1) Estrogen Berfungsi untuk meningkatkan sensivitas otot rahim dan memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti

11

rangsangan oksitosin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis. 2) Progesteron Berfungsi menurunkan sensivitas otot rahim, menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti oksitosin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis, dan menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi. Pada kehamilan kedua hormon tersebut berada dalam keadaan yang seimbang, Perubahan sehingga keseimbangan kehamilan kedua bisa

dipertahankan.

hormon

tersebut menyebabkan oksitosin yang dikeluarkan oleh hipofise parst posterior dapat menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxton Hicks. Kontraksi ini akan menjadi kekuatan yang dominan pada saat persalinan dimulai, oleh karena itu makin tua kehamilan maka frekuensi kontraksi semakin sering. Oksitosin diduga bekerja bersama atau melalui prostaglandin yang makin meningkat mulai umur kehamilan minggu ke-15 sampai aterm lebih-lebih sewaktu partus atau persalinan. Disamping faktor gizi ibu hamil dan keregangan otot rahim dapat memberikan pengaruh penting untuk mulainya kontraksi rahim.

. b) Teori penurunan progesteron Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur kehamilan 28 minggu. Villi koriales mengalami perubahan-perubahan dan produksi progesteron mengalami penurunan. sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin. dimana terjadi penimbunan jaringan ikat. pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu. Hal ini mungkin merupakan faktor yang dapat mengganggu sirkulasi uteroplasenter sehingga plasenta mengalami degenerasi. Pada kehamilan ganda seringkali terjadi kontraksi setelah keregangan persalinan. Keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan iskemia otot-otot uterus. Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat tertentu. Setelah melewati batas waktu tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai.12 Dengan demikian dapat dikemukakan beberapa teori yang memungkinkan terjadinya proses persalinan : a) Teori Keregangan Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. sehingga menimbulkan proses penurunan progesteron tertentu.

Malpar tahun 1933 mengangkat otak kelinci percobaan. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim. sehingga sering terjadi kontraksi progesteron braxton akibat hicks. Dari . hasilnya kehamilan kelinci menjadi lebih lama. sehingga persalinan dimulai. Teori ini dikemukakan oleh Linggin (1973).13 c) Teori oksitosin internal Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofise parst posterior. e) Teori hipotalamus-pituitari dan glandula suprarenalis Teori ini menunjukkan pada kehamilan dengan anensefalus sering terjadi keterlambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Pemberian prostaglandin pada saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga terjadi persalinan. tuanya Menurunnya konsentrasi kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktivitas. Prostaglandin dianggap dapat memicu terjadinya persalinan. Pemberian kortikosteroid yang dapat menyebabkan maturitas janin. induksi persalinan. yang dikeluarkan oleh desidua. d) Teori prostaglandin Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur kehamilan 15 minggu.

passage. besar kemungkinan semua faktor bekerja bersama-sama. Glandula persalinan. f) Teori berkurangnya nutrisi Berkurangnya nutrisi pada janin dikemukakan oleh Hippokrates untuk pertama kalinya. passanger. psycian. pp. Bila ganglion ini tertekan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan Menurut Sumarah (2009. suprarenal merupakan pemicu terjadinya . Bila nutrisi pada janin berkurang maka hasil konsepsi akan segera dikeluarkan. pp. faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu power. passage. Bagaimana terjadinya persalinan masih tetap belum dapat dipastikan.23-45).81-83). faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan adalah power. Menurut Bandiyah. c. maka kontraksi uterus dapat dibangkitkan. passanger. (2009. posisi ibu dan psikologis. psikologis. sehingga pemicu persalinan menjadi multifaktor. g) Faktor lain Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus frankenhauser yang terletak dibelakang serviks.14 beberapa percobaan tersebut disimpulkan ada hubungan antara hipotalamus-pituitari dengan mulainya persalinan.

Apabila serviks berdilatasi. Kekuatan ini penting untuk mendorong bayi keluar dari uterus dan vagina. 2009. . Kekuatan sekunder terjadi segera setelah bagian presentasi mencapai dasar panggul. sifat kontraksi berubah yakni bersifat mendorong keluar. yang disebut kekuatan sekunder.15 (1) Power (kekuatan) Kekuatan terdiri dari kemampuan ibu melakukan kontraksi involunter dan volunteer secara bersamaan untuk mengeluarkan janin dan plasenta dari uterus. dimana kekuatan ini memperbesar kekuatan kontraksi involunter. dilatasi serviks akan terhambat. Kekuatan sekunder tidak mempengaruhi dilatasi serviks. tatapi setelah dilatasi serviks lengkap. Kontraksi involunter disebut juga kekuatan primer. Kekuatan primer berasal dari titik pemicu tertentu yang terdapat pada penebalan lapisan otot di segmen uterus bagian atas. Usaha mendorong ke bawah ini yang disebut kekuatan sekunder. Jika dalam persalinan seorang wanita melakukan usaha volunteer (mengedan) terlalu dini. Dari titik pemicu. kontraksi dihantarkan ke uterus bagian bawah dalam bentuk gelombang.42-43). usaha volunteer dimulai untuk mendorong. Mengedan akan melelahkan ibu dan menimbulkan trauma pada serviks (Sumarah. menandai dimulainya persalinan. pp. Sehingga wanita merasa ingin mengedan. diselingi periode istirahat singkat.

dasar panggul. tetapi panggul ibu jauh lebih berperan dalam proses persalinan. dengan bagian yang paling bulat (yaitu occiput) di depan. Oleh karena itu ukuran dan bentuk panggul harus ditentukan sebelum persalinan dimulai. Empat jenis panggul dasar. dan introitus (lubang luar vagina). Panggul Ginekoid adalah nama lain dari atau panggul wanita normal. dan pada presentasi ini merupakan letak yang paling menguntungkan pada permulaan persalinan. vagina. dengan Pintu lengkung masuk yang pelvis bulat. menurut Verralls. pp.45-48). Arcus pubis mempunyai sudut yang membulat. . Janin harus berhasil menyesuaikan dirinya terhadap jalan lahir yang relatif kaku. maka fetus akan memberikan presentasi kepala. Karena pelvis bulat di depan. yakni bagian tulang padat. tidak tajam dan tidak menonjol. Meskipun jaringan lunak. khususnya lapisan-lapisan otot dasar panggul ikut menunjang keluarnya bayi. mempunyai sakrum mempunyai spina ischiadika yang tumpul (bulat). baik. dikelompokkan sebagai berikut : (a) Ginekoid (tipe wanita klasik).16 (2) Passage (Jalan Lahir) Jalan lahir terdiri dari panggul ibu. (2003.

walaupun persalinan cenderung berlangsung lama. Diameter tranversa yang diukur antara dua titik terjauh pada pintu masuk pelvis tidak akan menyilang pusat diameter anteroposterior (AP). maka fetus akan terletak dengan occiput berada pada kuadran posterior kanan atau kiri. Panggul Android adalah pelvis jenis laki-laki.17 (b) Android (mirip panggul pria). spina ischiadica yang menonjol akan menghalangi turunnya fetus. menyebabkan pelvis bagian depan sangat sempit. Karena pelvis belakang lebih bulat bentuknya dan terdapat ruang yang lebih luas. Beberapa persalinan normal tersebut akan terjadi dengan posisi occiput posterior yang menetap (artinya lahir dengan muka menghadap pubis). Walaupun demikian. tetapi jauh lebih dekat sacrum. tulang-tulangnya lebih berat dibanding pelvis wanita. sedangkan sebagian kecil akan memberiakan presentasi muka. dan arcus pubis yang . Pada 90% posisi posterior ini. tetapi persalinan berlangsung normal. dan terdapat beberapa ciri-ciri khusus. sacrum yang luas akan menyebabkan terhalangnya rotasi (putaran) kepala janin. Pintu masuk berbentuk jantung. dengan demikian perlu ditekankan adanya faktor bahwa terdapat ruang yang lebih luas pada bagian belakang pelvis dibandingkan bagian depan.

Pintu masuk berbentuk oval. Pada keadaan demikian akan diperlukan rotasi kepala secara manual (dengan tangan penolong) dan kelahiran dengan alat atau seksio caesarea.18 sempit tidak memungkinkan kelahiran occiput. dan pelvis demikian juga umumnya terdapat pada wanita Afrika Selatan. pintu masuk ini paling mudah dilalui kepala fetus. dan lahir dengan posisi oksipitoposterior yang tidak mengalami reduksi. mempunyai diameter anteroposterior yang panjang. dan bukannya muka yang menghadap perineum. dengan arcus pubis yang agak lebar. Panggul Antropoid. Lebih sering occiput terletak pada cekung sacrum dan bukannya mengarah ke anterior. biasanya dipunyai oleh wanita Kaukasia. Pintu keluar adekuat pada semua diameternya. tetapi diameter tranversa lebih pendek. Kemudian fetus mewakili pelvis dengan posisi yang tetap sama. Fetus umumnya memperlihatkan presentasi dengan panjang kepala berada pada diameter anteroposterior pintu masuk pelvis. yang perawakannya sangat tinggi dengan tungkai yang panjang. . (c) Antropoid (mirip panggul kera anthopoid).

kemudian akan diikuti oleh kelahiran kepala dengan cepat. tetapi juga karena kebiasaan membawa beban berat di kepala pada masa perkembangan. Dengan kontraksi uterus yang baik.19 (d) Platipeloid (panggul pipih). maka membrana amnii mungkin pecah awal dan ada kemungkinan terjadinya prolaps fenikuli umbilicalis. Kepala fetus mengalami kesulitan dalam memasuki pintu masuk pelvis. atau faktor herediter. Apabila pintu masuk pelvis sangat . Karena kepala letaknya tinggi. dan proses ini disebut asinklinasi. kepala akan terdorong maju antara promontorium dengan symphysis pubis. sehingga memberikan pintu masuk yang berbentuk ginjal atau kacang kara. Keadaan demikian sering ditemukan pada wanita-wanita Afrika. mungkin tidak hanya karena faktor diet yang buruk. Pintu masuk mempunyai diameter anteroposterior yang pendek. tetapi diameter transversa lebih panjang. Pelvis jenis ini dapat disebabkan oleh faktor perkembangan. dan biasanya mengalami presentasi dengan diameter panjang kepala menyilang diameter transversa dari pintu masuk pelvis yang ruangannya lebih luas. Tulang-tulang tengkorak akan bertumpang tindih satu sama lain dengan adanya tekanan ini. rakhitis.

Wanita bersalin biasanya akan mengutarakan kekhawatirannya jika ditanyai. Dari semua bagian janin. presentasi. kepala janin merupakan bagian yang paling kecil mendapat tekanan. maka kepala fetus tetap mengambang jauh diatas pintu masuk pelvis ini. p. sikap. Namun. janin dapat masuk melalui jalan lahir asalkan tidak terlalu besar dan kontraksi uterus cukup kuat (Llewellyn. Namun plasenta jarang menghambat proses persalinan pada kehamilan normal (Sumarah. (3) Passenger (Janin dan Plasenta) Janin dapat mempengaruhi jalannya kelahiran karena ukuran dan presentasinya. 35). (4) Psycology (Psikologi Ibu) Tingkat kecemasan wanita selama bersalin akan meningkat jika ia tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya atau yang disampaikan kepadanya. dan posisi janin. Karena plasenta juga harus melewati jalan lahir. bergerak sepanjang jalan lahir merupakan akibat interaksi beberapa faktor. letak. p. 2009. 2002. Passanger atau janin. 57). karena kemampuan tulang kepala untuk molase satu sama lain.20 sempit. dan diperlukan seksio caesarea. maka ia dianggap juga sebagai bagian dari passenger yang menyertai janin. Perilaku dan penampilan wanita serta pasangannya merupakan . yakni ukuran kepala janin.

133). ini harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Dengan kondisi psikologis yang positif proses persalinan akan berjalan lebih mudah (Sumarah. 2009. memberi sentuhan. . p. tiap campur tangan bukan saja membawa keuntungan potensial. menyatakan bahwa peran dari penolong persalinan adalah mengantisipasi dan menangani komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu atau janin. tetapi juga risiko potensial. Pada sebagian besar kasus. Membantu wanita berpartisipasi sejauh yang diinginkan dalam melahirkan. Bila diambil keputusan untuk melakukan campur tangan.21 petunjuk berharga tentang jenis dukungan yang akan diperlukannya. (5) Psycian (Penolong) Menurut Christina (2001. 45). Dukungan psikologis dari orang-orang terdekat akan membantu memperlancar proses persalinan yang sedang berlangsung. memenuhi harapan wanita akan hasil akhir mengendalikan rasa nyeri merupakan suatu upaya dukungan dalam mengurangi kecemasan pasien. memberi analgesia jika diperlukan dan yang paling penting berada disisi pasien adalah bentuk-bentuk dukungan psikologis. penanganan yang terbaik dapat berupa “observasi yang cermat”. p. memberi penenangan nyari non farmakologi. Tindakan mengupayakan rasa nyaman dengan menciptakan suasana yang nyaman dalam kamar bersalin.

sebaiknya setiap kemajuan diterangkan sehingga semangat dan kemampuannya untuk mengkoordinasikan kekuatan persalinan dapat dilakukan. dokter spesialis obstetric dan ginekologi. Pemindahan penderita keruangan dimana anaknya telah menunggu. Pembinaan hubungan antara penolong dan ibu saling mendukung dengan penuh kesabaran sehingga persalinan dapat berjalan dengan lancar. menciptakan hubungan saling mengenal antar calon ibu dengan bidan atau sudah dokter yang akan menolongnya. Untuk menambah kepercayaan ibu. Keberadaan bidan atau dokter sangat penting untuk memberikan semangat sehingga persalinan dapat berjalan baik. Pertemuan konsultasi dan menyampaikan keluhan. perlu dijelaskan dengan baik bahwa persalinan akan berjalan aman. bahkan pembukaan telah maju dengan baik. masih merupakan tanggung . dokter umum. “informed Kedatangannya mencerminkan adanya consent” artinya telah menerima informasi dan dapat menyetujui bahwa bidan atau dokter itulah yang akan menolong persalinannya.22 Dalam menghadapi persalinan seorang calon ibu dapat mempercayakan dirinya pada bidan. oleh karena kepala masuk pintu atas panggul. Kala I. bahkan melakukan pengawasan hamil 12-14 kali sampai pada persalinan.

88-98). Jika kapala masuk ke dalam pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang di jalan lahir. ekspulsi. Mekanisme persalinan normal Menurut Christina. d.134-142). ada enam gerakan bayi memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan pelvis ibu : penurunan. Kepala pada saat melewati pintu atas panggul dapat juga dalam keadaan dimana sutura sagitalis lebih .81-82). rotasi dalam. ekstensi. tulang parietal kanan dan kiri sama tinggi. fleksi. rotasi luar. pp. 2009. maka keadaan ini disebut sinklitismus. dan pengeluaran. fleksi.23 jawab bidan atau dokter paling sedikit selama 2 jam pertama (Bandiyah. rotasi dalam. penurunan. pp. Gerakan ini dibahas untuk posisi oksipitoanterior dan oksipitoposterior pada engagement yaitu peristiwa ketika diameter biparetal melewati pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang atau oblik didalam jalan lahir dan sedikit fleksi. 1) Engangement Engangement pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan. rotasi luar. sedangkan pada multigravida dapat terjadi pada awal persalinan. (2009. pp. ekstensi. Menurut Sumarah. Masuknya kepala akan mengalami kesulitan bila saat masuk ke dalam panggul dengan sutura sagitalis dalam anteroposterior. (2001. ada tujuh gerakan-gerakan janin dalam persalinan atau gerakan kardinal yaitu engagement.

a) Asinklitismus Posterior Yaitu keadaan bila sutura sagitalis mendekati symfisis dan tulang parietal belakang lebih rendah dari pada tulang parietal depan. Ada dua macam asinklitismus. Penurunan semakin berlanjut sampai janin dilahirkan. Berbagai tingkat penurunan janin terjadi sebelum permulaan persalinan pada primigravida dan selama Kala I pada primigravida dan multigravida. dan gaya berat kalau pasien dalam posisi tegak. Terjadi karena tulang parietal depan tertahan oleh simfisis pubis sedangkan tulang parietal belakang dapat turun dengan mudah karena adanya lengkung sakrum yang luas. Asinklitismus posterior dan asinklitismus anterior.24 dekat ke promontorium atau ke sympisis maka hal ini di sebut Asinklitismus. gerakan yang lain akan membantunya. 2) Penurunan Penurunan diakibatkan oleh kekuatan kontraksi rahim. b) Asinklitismus Anterior Yaitu keadaan bila sutura sagitalis mendekati promontorium dan tulang parietal depan lebih rendah dari pada tulang parietal belakang. kekuatan mengejan dari ibu. .

4) Putaran Paksi Dalam Pada posisi oksipitoanterior. yang memasuki pelvis dalam diameter melintang atau miring. dinding pelvis. Pilihan lainnya. mengakibatkan presentasi diameter yang lebih besar. kepala janin dapat memutar lebih dari 90 derajat . dan lantai pelvis menyebabkan fleksi lebih jauh pada tulang leher bayi sehingga dagu bayi mendekati dadanya. Pada posisi oksipitoposterior. kapala janin. Ini sering tidak tercapai sebelum bagian yang berpresentasi telah tercapai sebelum bagian yang berpresentasi telah mencapai tingkat spina iskhiadika sehingga terjadilah engagement. Putaran paksi dalam mungkin terjadi karena kepala janin bertemu penyangga otot pada dasar pelvis. Pada posisi oksipitoposterior. berputar. Pada posisi oksipitoanterior. sehingga oksipito kembali ke anterior ke arah simfisis pubis.25 3) Fleksi Fleksi sebagian terjadi sebelum persalinan sebagai akibat tonus otot alami janin. Selama penurunan. efek fleksi adalah untuk mengubah presentasi diameter dari oksipitofrontal menjadi suboksipitoposterior yang lebih kecil. kepala janin dapat memutar ke posterior sehingga oksiput berbalik ke arah lubang sakrum. fleksi lengkap mengkin tidak terjadi. tahanan dari serviks. yang dapat menimbulkan persalinan yang lebih lama.

Puncak kepala terjadi bila diameter terbesar dari kepala janin dikelilingi oleh cincin vulva. sinsiput. dan oksiput dilahirkan . dan dagu melewati perineum. Sementara kepala melanjutkan penurunannya. pelvis tulang posterior dan penyangga otot diusahakan berfleksi lebih jauh. Pada posisi oksipitoposterior. Sekitar 75% dari janin yang memulai persalinan pada posisi oksipitoposterior memutar ke posisi oksipitoanterior selama fleksi dan penurunan. mulut. sinsiput. Karena pintu bawah vagina mengarah ke atas dan ke depan. kepala dilahirkan oleh kombinasi ekstensi dan fleksi.26 menempatkan oksiput di bawah simfisis pelvis sehingga berubah ke posisi oksipitoanterior. hidung. 5) Ekstensi Kepala yang difleksikan pada posisi oksipitoanterior terus menurun di dalam pelvis. Bagaimanapun. Dahi. sutura sagital biasanya berorientasi pada poros anteriorposterior dari pelvis. Suatu insisi pada perineum (episotomi) dapat membantu mengurangi tegangan perineum disamping untuk mencegah perebakan dan perentangan jaringan perineum. ekstensi harus terjadi sebelum kepala dapat melintasinya. Kepala dilahirkan dengan ekstensi yang cepat sambil oksiput. Pada saat munculnya puncak kepala. terdapat penonjolan pada perineum yang diikuti dengan keluarnya puncak kepala.

27 semantara janin mendekati dada. Tahaptahap ini sebenarnya adalah definisi kemajuan selama persalinan. (2005. 6) Putaran Paksi Luar Pada posisi oksipitoanterior dan oksipitoposterior.182-200). terdapat empat tahap persalinan. kepala yang dilahirkan sekarang kembali ke posisi semula pada saat engagement untuk menyebariskan dengan punggung dan bahu janin. dan masa nifas. pp. mulut. bahu anterior lahir dibawah simfisis pubis. diikuti oleh bahu posterior di atas tubuh perineum. Sesudah itu. Putaran paksi kepala lebih jauh dapat terjadi sementara bahu menjalani putaran paksi dalam untuk menyebariskan bahu itu di bagian anteriorposterior di dalam pelvis. dan dagu dilahirkan. yang masing-masing dianggap terpisah. sementara hidung. oksiput jatuh kembali saat kepala berekstensi. 7) Ekspulsi (Pengeluaran) Setelah putaran paksi luar dari kepala. kemudian seluruh tubuh anak. Tahap Persalinan Menurut Wiknjosastro. 1) Tahap pertama (Kala I) Kala I persalinan terdiri atas dua fase : . kelahiran. e.

28 a) Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pada kala II his menjadi lebih kuat dan lebih cepat. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm. b) Fase Aktif : dibagi dalam 3 fase yaitu : (1) Fase Akselerasi. maka pada his dirasakan tekanan pada . Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm. dari 4 cm menjadi 9 cm. Penurunan diukur dari segi kemajuan pada bagian yang berpresentasi melalui jalan lahir. Karena biasanya dalam hal ini kepala janin sudah masuk di ruang panggul. Dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. turunnya janin harus dipantau dengan cermat untuk mengevaluasi kemajuan persalinan. 2) Tahap kedua (Kala II) Pada permulaan Kala II. Gabungan tekanan abdomen ini bersama-sama dengan kekuatan kontraksi rahim akan mengeluarkan janin. ibu biasanya berkeinginan untuk mengejan pada tiap kontraksi. Selama Kala II persalinan. (2) Fase Dilatasi Maksimal. Pembukaan menjadi lambat kembali. Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat capat. (3) Fase Deselerasi. kira-kira 2 sampai 3 menit sekali.

kepala janin tidak masuk lagi di luar his. dan perineum dapat diperiksa lebih mudah sebelum pelepasan plasenta.5 jam dan multipara rata-rata 0. Serviks. Pada primipara kala II berlangsung rata-rata 1.29 otot-otot dasar panggul. dan dagu melewati perineum. yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. serviks dan vagina harus diperiksa secara menyeluruh untuk mencari ada tidaknya laserasi dan dilakukan perbaikan lewat pembedahan kalau perlu. Wanita merasa pula tekanan kepada rektum dan hendak buang air besar. his mulai lagi untuk mengeluarkan badan. dan dengan his dan kekuatan mengedan maksimal kepala janin dikeluarkan dengan suboksiput di bawah simfisis dan dahi. muka. karena tidak ada perdarahan rahim yang mengaburkan pandangan ketika itu. Setelah istirahat sebentar. 3) Tahap ketiga (Kala III) Segera sesudah kelahiran bayi. vagina.5 jam. Pelepasan plasenta biasanya terjadi dalam 5 sampai 10 menit pada akhir Kala II. Labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala tampak dalam vulva pada waktu his. Bila dasar panggul lebih berelaksasi. dan anggota bayi. Memijat fundus seperti memeras untuk mempercepat pelepasan plasenta tidak dianjurkan karena dapat . Kemudian perineum mulai menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka.

4) Tahap keempat (Kala IV) Satu jam segera setelah kelahiran membutuhkan observasi yang cermat pada pasien. kecepatan denyut nadi. Tekanan darah. atau hidramnion). setelah bayi dilahirkan. yang mengurangi perdarahan ini dapat dipercepat dengan pijat rahim dan penggunaan oksitosin. Selama waktu inilah biasanya terjadi . atau keduanya. (d) Rahim menjadi keras dan berbentuk bola. karena anemia. Plasenta harus diperiksa untuk memastikan kelengkapannya. dapat diperlukan pembuangan plasenta secara manual. Kalau pasien menghadapi risiko perdarahan masa nifas (misalnya. Setelah kelahiran plasenta.30 meningkatkan kemungkinan masuknya sel janin ke dalam sirkulasi ibu. kehamilan kembar. perhatian harus ditujukan pada setiap perdarahan rahim yang dapat berasal dari tempat implantasi plasenta. (b) Tali pusat di luar vagina bertambah panjang. (c) Fundus rahim naik. dan kehilangan darah pada rahim harus dipantau dengan cermat. Tanda-tanda pelepasan plasenta adalah sebagai berikut : (a) Munculnya darah segar dari vagina. Penambahan oksitosin 20 unit pada infus intravena. eksplorasi rahim secara manual. Kontraksi rahim.

(2006. p. biasanya karena relaksasi rahim. 2002. fase laten (8 jam) serviks membuka sampai 3 cm dan fase aktif (7 jam) servik membuka dari 3 sampai 10 cm. Kala III . p.31 perdarahan masa nifas. Dalam studi terhadap wanita. Kontraksi lebih kuat dan sering selama fase aktif. Lama Persalinan Lama adalah tempo waktu atau panjang waktu (Ali. bertahannya fragmen plasenta. Proses ini terbagi dalam 2 fase. 363). Mungkin terdapat peningkatan kecepatan denyut nadi. Menurut Saifuddin. Lama persalinan tidak mudah ditentukan secara tepat karena permulaan persalinan sering tidak jelas dan bersifat subyektif. ketuban dan plasenta. 100). terdapat variasi yang luas untuk lama persalinan (Llewellyn. Kala I dimulai dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10 cm). 2. sering tidak sesuai dengan setiap pengurangan tekanan darah. atau laserasi yang tidak terdiagnosis. Lama persalinan adalah tempo waktu yang di perlukan untuk bersalin yaitu dari pembukaan servik sampai lengkap yaitu 10 cm kemudian pengeluaran hasil konsepsi. yang persalinannya mulai secara spontan. 2009. Perdarahan yang samar (misalnya pembentukan hematoma vagina) dapat muncul sebagai keluhan nyeri pelvis. 68). p. Proses ini biasanya berlangsung 2 jam pada primipara dan 1 jam pada multipara. Kala II dimulai dari pembukaan lengkap (10 cm) sampai bayi lahir.

127). Menurut Llewellyn (2002. . Haid pada masa ini paling teratur dan siklus pada alat genetalia bermakna untuk memungkinkan kehamilan. Usia Masa reproduksi merupakan masa yang terpenting bagi wanita dan berlangsung kira-kira 33 tahun. Biarpun pada umur 40 tahun keatas perempuan masih dapat hamil. Pada masa ini terjadi ovulasi kurang lebih 450 kali. p. yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. 2005. antara lain : a. Kala IV dimuali dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama postpartum. 69). maka dipakai umur kehamilan lebih dari 24 minggu (Sumarah. Paritas. bila berat badan tidak diketahui. ada beberapa faktor yang mempengaruhi lama persalinan. hidup maupun mati. dan selama ini wanita berdarah selama 1800 hari. p. b.32 dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta. fertilitas menurun cepat sesudah umur tersebut (Wiknjosastro. 2009. Tujuan asuhan persalinan ialah memberikan asuhan yang memadahi selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan aman.1-2). pp. 1) Pengertian Paritas adalah jumlah janin dengan berat badan lebih dari 500 gram yang pernah dilahirkan.

p. Paritas mempengaruhi durasi persalinan dan insiden komplikasi. p. 212). Kalau pada persalinan sebelumnya serviks mengalami pembukaan lengkap. 212). 2005. . 2007. janin yang mencapai viable (Manuaba. p. 180). p. 2) Pembagian Paritas terdiri dari : a) Primipara Adalah perempuan yang pernah melahirkan bayi satu kali. Primigravida. 2007. sebelum persalinan dimulai (Verralls. p. 147). naiknya cervix ini secara normal terjadi selama dua minggu terakhir kehamilan. c) Grandemultipara Adalah perempuan yang pernah hamil lebih dari 5 kali (Manuaba. 2008.33 Para adalah seorang wanita pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable) (Wiknjosastro. Naiknya cervix pada multigravida baru terjadi bila kepala fetus mulai turun (Verralls. pembukaan kali ini tidak akan sulit sehingga memperpendek lama persalinan (Varney. p. 212). 2003. p. 147). 2007. b) Multipara Adalah perempuan yang pernah melahirkan beberapa kali. janin viable (Manuaba. 2003. 691).

Pengetahuan mengenai proses melahirkan. p. diikuti penurunan lebar bidang horisontal. 2008. Kontraksi mempunyai efek tambahan. Besarnya janin dalam uterus. atau wanita berpendidikan tidak menunjukkan kehilangan kendali atau menangis bahkan pada kontraksi yang hebat sekalipun. Sebaliknya. sementara kutub bagian bawah menuju ke bawah dan terdorong masuk ke dalam pelvis. Ukuran bayi terbesar yang dilahirkan per vaginam memastikan keadekuatan panggul wanita untuk ukuran bayi saat ini. d. yakni memanjangkan uterus yang berbentuk telur ini sekitar 5 sampai 10 cm. 675). Akibatnya. Dikenal sebagai tekanan aksis janin. wanita yang telah dipersiapkan dalam menghadapi pengalaman pelahiran ini dan mendapat dukungan dari orang terdekatnya atau tenaga profesional yang terlatih memimpin persalinan. kolumna vertebralis janin menjadi lurus sehingga menarik kutub atas janin bersentuhan langsung dengan fundus uteri yang berkontraksi. Informasi ini juga menjadi dasar untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi . Wanita yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya serta tidak dipersiapkan dengan teknik relaksasi dan pernafasan untuk mengatasi kontraksinya akan menangis dan bergerak tak terkendali di tempat tidur hanya karena kontraksi ringan.34 c. hal ini juga menyebabkan serviks dn segmen bawah uterus mendapat tekanan sehingga mempengaruhi penipisan serta dilatasi serviks (Varney.

hipertensi atau diabetes (Varney. e. 2008. sacrum. yang dihubungkan dengan sisi kiri atau kanan panggul ibu (Varney. Namun. mentum/ dagu. Oksipito posterior kiri (OPKi). 2005. oksipito tranversa kiri (OTKi). p. oksipito anterior kiri (OAKi). oksipito tranversa kanan (OTKa). 2008. sinsiput/ puncak kepala yang defleksi/ menengadah) terhadap empat kuadran panggul ibu. Jalannya persalinan pada posisi oksiput posterior sulit diramalkan. Posisi adalah hubungan antara bagian presentasi (oksiput. .595-598). kemungkinan kerusakan jalan lahir lebih besar. Wanita yang mempunyai riwayat melahirkan bayi kecil dari ayah yang sama cenderung memiliki bayi yang kecil juga kali ini. Persalinan pada umumnya berlangsung lebih lama. sedangkan kematian perinatal lebih tinggi bila dibandingkan dengan keadaan di mana ubun-ubun kecil berada di depan (Wiknjosastro. Posisi janin dalam uterus. yaitu posisi oksipito anterior kanan (OAKa). pp. p. 692). oksipito posterior kanan (OPKa).35 jika dibanding dengan perkiraan berat janin dan penting untuk pengambilan keputusan berkenaan dengan rute pelahiran pada presentasi bokong. hal ini dipengaruhi oleh gizi. Posisi adalah titik yang dipilih secara acak pada janin untuk setiap presentasi. 682). hal ini disebabkan karena kemungkinan timbulnya kesulitan selalu ada.

g. vagina. Janin harus berhasil menyesuaikan dirinya terhadap jalan lahir yang relatif kaku. tergantung pada persiapan dan bimbingan antisipasi yang ia terima selama persiapan menghadapi persalinan. dan apakah bayi yang dikandungnya merupakan bayi yang diinginkan. dasar panggul. p. Jalan lahir terdiri dari panggul ibu. p. Apabila kehadiran bayi diharapkan. Meskipun jaringan lunak. tetapi sebagian besar bayi pada akhirnya diinginkan menjelang akhir kehamilan. . tetapi panggul ibu jauh lebih berperan dalam proses persalinan.36 f. bagaimanapun. dukungan yang diterima wanita dari pasangannya. Rasa takut. yakni bagian tulang padat. 562). Oleh karena itu ukuran dan bentuk panggul harus ditentukan sebelum persalinan dimulai (Saifuddin. lingkungan tempat wanita tersebut berada. Ukuran dan bentuk panggul ibu. 2008. 2005. 3. tegang (psikologis). keluarga dan pemberian perawatan. khususnya bayi. dan introitus (lubang luar vagina). aspek psikologis akan mempengaruhi perjalanan persalinan (Yuningsih. orang terdekat lain. 51). p. cemas. Kondisi psikologis keseluruhan seorang wanita yang sedang menjalani persalinan sangat bervariasi. Usia Usia adalah lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan dalam satuan tahun) (Hoetomo. 2005. Banyak bayi tidak direncanakan. 574).

Usia ibu merupakan salah satu faktor resiko yang berhubungan dengan kualitas kehamilan atau berkaitan dengan kesiapan ibu dalam reproduksi. Umur lebih dari 35 tahun berhubungan dengan mulainya terjadi regresi sel-sel tubuh berhubungan terutama dalam hal ini adalah endometrium. anomali kromosom. hipertensi kronis (yang menyebabkan peningkatan insiden pre-eklamsia dan abrupsio plasenta). 2008. . p. rasa tidak tenang karena khawatir. 112). (Cuningham. Usia kurang dari 20 tahun. 87). p. 691). 4. 2009. takut. Usia dibawah 16 tahun atau diatas 35 tahun mempredisposisi wanita terhadap sejumlah komplikasi. IUGR. 2009. p. 482). persalinan yang lama pada nullipara. seksio sesaria. 2001. sehingga sering timbul komplikasi persalinan. alat-alat reproduksi belum matang. p. dan kematian janin (Varney. Kecemasan a.37 Usia adalah interval antara tanggal sekarang dengan awal kehidupan semenjak itu (Harriman. p. Usia di atas 35 tahun meningkatkan insiden diabetes tipe II (yang menyebabkan peningkatan insiden diabetes kehamilan juga diagnosis diabetes Tipe II). Pengertian Cemas adalah perasaan was-was. 124). Usia adalah masa perjalanan hidup (sejak dilahirkan) (Ali. gelisah (Ali. Usia di dawah 16 tahun meningkatkan insiden preeklamsia. 1995. kelahiran preterm.

ada empat tingkatan kecemasan yaitu: 1) Kecemasan Ringan Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. p. Individu cenderung berfokus pada sesuatu yang rinci dan . 3) Kecemasan Berat Kecemasan ini sangat mengurangi lapang persepsi individu. pp. Kecemasan berbeda dengan rasa takut. Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut (Stuart. 144). kecemasan ini menyababkan individu menjadi waspada dan meningkatkan lapang persepsinya. 2) Kecemasan Sedang Kecemasan ini mempersempit lapang persepsi individu.38 Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar. 2007.144-145. yang merupakan penilaian intelektual terhadap bahaya. Dengan demikian. individu mengalami tidak perhatian yang selektif namun dapat berfokus pada lebih banyak area jika diarahkan untuk melakukannya. b. Tingkat kecemasan Menurut Stuart. Keadaan emosi ini tidak memiliki obyek yang spesifik. 2007. Kecemasan ini dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan serta kreativitas. yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya.

pp. denyut nadi menurun. gelisah. Tingkat kecemasan ini tidak sejalan dengan kehidupan. tekanan darah meningkat. Individu tersebut memerlukan banyak arahan untuk berfokus pada area lain. wajah . jantung berdebar-debar. dan kehilangan pemikiran yang rasional. rasa ingin pingsan. nafas dangkal. pingsan. terengah-engah. dan teror. 4) Kecemasan Panik Berhubungan dengan terperangah. persepsi yang menyimpang. Karena mengalami kehilangan kendali. dapat terjadi kelelahan dan kematian. Respon fisilogis terhadap kecemasan Menurut Stuart. tekanan darah menurun. mata berkedip-kedip. sesak nafas. Hal yang rinci terpecah dari proporsinya. 2007.39 spesifik serta tidak berpikir tentang hal lain. jika berlangsung terus dalam waktu yang lama. 2) Sistem pernafasan terdapat nafas cepat. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. tremor. sensasi tercekik. individu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan arahan. c. tekanan pada dada. ketakutan. insomnia. reaksi terkejut.148-149. 3) Sistem neuromuskular terdapat reflek meningkat. Panik mencakup disorganisasi kepribadian dan menimbulkan peningkatan aktivitas motorik. menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. menyebutkan bahwa: 1) Sistem kardiovaskuler terdapat respon palpitasi.

menolak makan. inhibisi. pp. lapang persepsi menurun. hiperventilasi. rasa panas dan dingin pada kulit. 2) Kognitif didapatkan respon perhatian terganggu. 4) Sistem gastrointestinal terdapat kehilangan nafsu makan. sering berkamih. reaksi terkejut. sangat waspada. kognitif. kreativitas menurun. menghindar. nyeri abdomen. salah dalam memberikan penilaian. konsentrasi buruk. nyeri ulu hati. 5) Sistem saluran perkemihan responnya adalah tidak dapat menahan kencing. bicara cepat. tungkai lemah. menarik diri dari hubungan interpersonal. takut kehilangan . diare.40 tegang. Respon perilaku. hambatan berpikir. wajah pucat. pelupa. mual. melarikan diri dari masalah. gerakan yang janggal. rasa tidak nyaman pada abdomen. cenderung mengalami cedera. ketegangan fisik. kurang koordinasi. kesadaran diri. gatal. berkeringat seluruh tubuh. produktivitas menurun. sangat waspada. tremor. kehilangan obyektivitas. 6) Kulit terdapat wajah kemerahan. d. bingung. dan afektif terhadap kecemasan Menurut Stuart. berkeringat setempat. preokupasi.149-150. 2007. kelemahan umum. menyebutkan bahwa: 1) Perilaku didapatkan respon gelisah.

2003. kecemasan. rasa bersalah. p. kekhawatiran. takut pada gambaran visual. e. kilas balik. alat ukur kecemasan ibu bersalin menggunakan T-MAS (Tailor Manifest Anxiety Scale). tegang. gugup. dengan penilaian sebagai berikut : Skor: <6 7-12 13-18 19-24 Kategori: Cemas ringan Cemas sedang Cemas berat Panik . mimpi buruk. malu. yang terdiri dari 24 pertanyaan. tidak sabar. ketakutan. gelisah.41 kendali. takut cedera atau kematian. kengerian. 35. Alat ukur kecemasan Menurut Alimul. waspada. 3) Afektif didapatkan respon mudah terganggu. mati rasa.

Psikologi Rasa takut. 2009). (Llewellyn. 2008). (Verrall. (Christina. 2009). tegang (5). (Saifuddin. Posisi janin dalam uterus (4). Besar janin (b). Kerangka Teori Faktor-faktor yang mempengaruhi lama persalinan antara lain : (1). Passenger(Janin dan plasenta) (a). cemas. 2008).1 Skema kerangka teori penelitian . (Yuningsih. 2002). (Varney. Bagan 2. Passege (Jalan lahir) Bentuk dan ukuran panggul ibu Lama waktu Persalinan kala II (3).42 B. Power (kekuatan) (a) Usia (b) Paritas (c) Pengetahuan proses melahirkan (2). 2005). 2001). (Sumarah. (Wiknjosastro. Psycian (Penolong) Sumber : Modifikasi (Bandiyah. 2005). 2003).

p. . Kerangka Konsep Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep yang satu terhadap konsep yang lainnya dari masalah yang ingin diteliti (Notoatmojo. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel Independent: Usia Lama waktu persalinan kala II Tingkat kecemasan Variabel Dependent : Bagan 2.43 C. 2. 69).2 Skema kerangka konsep penelitian D. Ada hubungan tingkat kecemasan ibu bersalin multipara dengan lama waktu persalinan kala II di Bps Ny Sw Kota Semarang Tahun 2010. Ada hubungan usia ibu bersalin multipara dengan lama waktu persalinan kala II di Bps Ny Sw Kota Semarang Tahun 2010. 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful