CASE REPORT : VARICELLA

Oleh : Indria Febriani 0718011062 Ratu Reni Setia Resmiati 071011076

Pembimbing : dr. M. Syafei Hamzah, Sp.KK dr. Arif Effendi, Sp.KK

SMF ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUD DR. Hi. Abdul Moeloek PROVINSI LAMPUNG 2012

STATUS PASIEN

I.

IDENTITAS PASIEN

Nama Umur

: Tn. Rm : 37 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat Pekerjaan Suku Bangsa Agama Status : Kp. Seka Indah I Rt 08, Kelurahan Pidada : Buruh : Sunda : Islam : Menikah

II. AUTOANAMNESIS

Keluhan Utama

:

timbul gelembung berisi air disertai rasa gatal pada wajah dan seluruh tubuh ± 3 hari yang lalu

Keluhan Tambahan

: demam, mual

Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke RSAM dengan keluhan muncul gelembung berisi cairan disertai pada wajah dan seluruh tubuh. Gelembung tersebut pertama kali muncul pada daerah pipi sebelah kanan pasien pada kamis pagi hari, lalu menyebar ke seluruh wajah, tubuh, kedua tangan dan kaki. Pasien mengaku demam ± 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Kedua anak pasien pun menderita hal yang serupa yaitu timbul gelembung berisi air disertai gatal, tetangga di sekitar rumah pasien pun menderita hal yang serupa. Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya.

1

Pengobatan yang pernah didapat : pasien pernah mendapat penngobatan dari puskesmas obat tablet kotrimoxazol. Pada ekstremitas bawah tampak pustula soliter berukuran berukuran lentikuer di atas kulit yang eritomatosa. dan ranitidin Penyakit yang pernah diderita : tidak ada III. 2 . thorakoabdominalis. dan ekstremitas atas dan bawah tampak vesikel dan papula multipel tersebar berukuran miliar sampai lentikuler di atas kulit yang ertematosa. paracetamol. regio thorakoabdominal. ekstremitas superior dan inferior Inspeksi : pada regio facialis. STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Keadaan Gizi TD Nadi Respirasi Suhu Thoraks Abdomen KGB : Tampak sakit sedang : Compos mentis : Cukup : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 37ºC : Cor dan Pulmo Dalam Batas Normal : Hepar dan lien tidak teraba : Tidak ada pembesaran IV. STATUS DERMATOVENEROLOGIS Lokasi : Regio facialis.

Rm bekerja sebagai buruh. tetangga di sekitar rumah pasien pun menderita hal yang serupa. Tn. Gelembung tersebut pertama kali muncul pada daerah pipi sebelah kanan pasien pada kamis pagi hari. dan ekstremitas atas dan bawah tampak vesikel dan papula multipel tersebar berukuran miliar sampai 3 . Kedua anak pasien pun menderita hal yang serupa yaitu timbul gelembung berisi air disertai gatal. kedua tangan dan kaki. LABORATORIUM 12 Mei 2012 Hb : 14. RESUME Seorang pasien laki-laki. thorakoabdominalis.2 gr/dl Leukosit : 6400 Trombosit : 111. Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya.Tes manipulasi : tidak dilakukan V. Status generalis : dalam batas normal Status dermatovenerologis : pada regio facialis.000 14 Mei 2012 Tes Widal : 1/80 parathypi b-o antigen VI. 37 tahun. tubuh. Pasien mengaku demam ± 4 hari sebelum masuk rumah sakit. sudah menikah datang ke RSAM dengan keluhan muncul gelembung berisi cairan disertai pada wajah dan seluruh tubuh. lalu menyebar ke seluruh wajah.

Anti viral .Anti emetik : asiklovir 5 x 800 mg/ hari selama 7 hari : paracetamol 3 x 500 mg : ranitidin 3 x 150 mg Topikal . Pada ekstremitas bawah tampak pustula soliter berukuran lentikuer di atas kulit yang eritematosa (lesi polimorfik). PENATALAKSANAAN .Fuson krim 2% dioleskan 4 .Varicella .Khusus : Sistemik . DIAGNOSIS KERJA Varicella IX. Hasil laboratorium : dalam batas normal VII.variola VIII.Analgetik .DIAGNOSIS BANDING .Umum : Memperhatikan kebersihan badan Hindari menggaruk di tempat lesi .Herpes Zoster .Bedak salicyl 2% dioleskan 2 kali sehari setelah mandi .lentikuler di atas kulit yang eritematosa.

PROGNOSIS Quo ad vitam : ad bonam Quo ad fungtionam : ad bonam Quo ad sanationam : ad bonam XII.Tzanck smear XI. FOLLOW UP 12 Mei 2012 STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Keadaan Gizi TD Nadi Respirasi Suhu Thoraks Abdomen KGB : Tampak sakit sedang : Compos mentis : Cukup : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 37ºC : Cor dan Pulmo Dalam Batas Normal : Hepar dan lien tidak teraba : Tidak ada pembesaran 5 .X. PEMERIKSAAN ANJURAN .

6 . dan ekstremitas atas dan bawah tampak vesikel dan papula multipel tersebar berukuran miliar sampai lentikuler di atas kulit yang eritematosa. thorakoabdominalis.STATUS DERMATOVENEROLOGIS Inspeksi : Pada regio facialis. Pada ekstremitas bawah tampak pustula soliter berukuran lentikuer di atas kulit yang eritematosa (lesi polimorfik).

dan ekstremitas atas dan bawah tampak vesikel dan papula multipel tersebar berukuran miliar sampai 7 .13 Mei 2012 STATUS GENERALIS Keadaan umum Kesadaran Keadaan Gizi TD Nadi Respirasi Suhu Thoraks Abdomen KGB : Tampak sakit sedang : Compos mentis : Cukup : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 20 x/menit : 36.5ºC : Cor dan Pulmo Dalam Batas Normal : Hepar dan lien tidak teraba : Tidak ada pembesaran STATUS DERMATOVENEROLOGIS Inspeksi : Pada regio facialis. thorakoabdominalis.

14 Mei 2012 Pulang 8 . Pada ekstremitas bawah tampak pustula soliter berukuran lentikuer di atas kulit yang eritomatosa disertai krusta (lesi polimorfik).lentikuler di atas kulit yang eritematosa.

gejala sistemik biasanya ringan. varisella merupakan penyakit infeksi paling sering pada anak-anak di USA. crusta. erupsi sangat luas. Terdapat kemungkinan fatal jika tidak ada terapi antivirus yang diberikan. EPIDEMIOLOGI Sebelum pengenalan vaksin pada tahun 1995. tercatat lebih dari 4 juta kasus.Normalnya pada anak. pustula. mempunyai tanda yang khas berupa masa prodromal yang pendek bahkan tidak ada dan dengan adanya bercak gatal disertai dengan papul.VARICELLA A. dan dengan orang imun yang terkompromi.000 rawat inap. dimana penyakit dapat bermanifestasi klinis berupa. vesikel. DEFINISI Varicella (Cacar Air) adalah penyakit infeksi yang umum yang biasanya terjadi pada anak-anak dan merupakan akibat dari infeksi primer Virus Varicella Zoster. Varicella pada anak. walaupun banyak juga lesi kult yang tidak berkembang sampai vesikel. Epidemik Varicella terjadi pada musim dingin dan musim semi. persentasi penularan dari virus ini berkisar 65%-86% 9 . dan pada akhirnya. gejala konstitusional berat. dan pneumonia. 11. B. Pada rumah tangga. Kebanyakan anak terinfeksi pada umur 15 tahun. dengan persentasi dibawah 5% pada orang dewasa. dan 100 kematian tiap tahunnya. Varicella merupakan penyakit serius dengan persentasi komplikasi dan kematian tinggi pada balita. dewasa. Komplikasi yang serius biasanya terjadi pada dewasa dan pada anak dengan defisiensi imunitas seluler.

dimana dikaitkan dengan dua bentuk kesakitan. Serangan sekunder meningkat pada kontak rumah yang rentan melebihi 85%. ETIOLOGI Varicella disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV) yang termasuk kelompok Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150 – 200 nm. oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut primer.Manusia merupakan host alami yang diketahui untuk VZV. Lapisan ini bersifat infeksius. beberapa orang pada iklim temperatur dapat menenai orang dewasa tanpa adanya paparan : sebuah studi rekrut militer di United States pada era prevaksin menunjukkan bahwa 8% tentara yang direkrut adalah seronegatif.yang bentuk primer sebagai varisela (chickenpox) dan bentuk sekunder sebagai herpes zoster. Kontak pertama dengan virus ini akan menyebabkan varicella. Varicella Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. terdiri dari protein dan DNA yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek (S) dan rantai panjang (L) dan merupakan suatu garis dengan berat molekul 100 juta dan disusun dari 162 capsomer. sedangkan bila penderita varicella sembuh atau 10 . Jarangnya. Meskipun infeksi primer asimptomatik adalah jarang. Inti virus disebut capsid yang berbentuk icosahedral. Disamping prevalensi varisela pada anak-anak. pasien dengan imunokompeten dapat mengalami episode kedua dari varicella. dengan peningkatn angka seronegative pada non kulit putih dan lebih tinggi angka seronegative pada tentara yang asalnya di luar United States. VZV merupakan infeksi yang sangat menular dan menyebar biasanya dari oral udara atau sekresi respirasi atau terkadang melalui transfer langsung dari lesi kulit melalui transmisi fetomaternal. studi serologis mendukung bahwa reinfeksi subklinis adalah sering. C. Varicella dalam iklim temperatur lebih sering timbul pada usia sebelum sekolah dan anak usia sekolah kurang dari usia 10 tahun dengan insidensi tertinggi pada kelompok usia 3-6 tahun.

PATOGENESIS Virus Varicella Zooster masuk dalam mukosa nafas atau orofaring. penderita akan merasa sedikit demam.dalam bentuk laten dan kemudian terjadi serangan kembali maka yang akan muncul adalah Herpes Zoster. sakit kepala dan pusing. Lesi pertama ditandai dengan adanya makula yang berkembang cepat menjadi papula. Lalu dapat terjadi reaktivitas maka dapat terjadi herpes Zooster. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan 11 . lesu. gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih musa.Degenarasi sel akan diikuti dengan terbentuknya sel raksasa berinti banyak. gejala awalnya berupa sakit kepala demam sedang dan rasa tidak enak badan. Pada kasus yang lebih berat. sedangkan dasarnya adalah lapisan yang lebih dalam. E. kemudian replikasi virus menyebar melalui pembuluh darah dan limfe ( viremia pertama ) kemudian berkembang biak di sel retikulo endhotellial setelah itu menyebar melalui pembuluh darah (viremia ke dua) maka timbullah demam dan malaise. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada permulaannya. dan lemah. GEJALA KLINIS Gejala mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun. dimana kebanyakan dari sel tersebut mengandung inclusion body intranuclear type A. Dan membentuk atap pada stratum korneum dan lusidum. cepat merasa lelah.Permulaan bentuk lesi pada kulit mungkin infeksi dari kapiler endothelial pada lapisan papil dermis menyebar ke sel epitel pada epidermis. Penularan secara airborne droplet. Jarang lesi yang menetap dalam bentuk makula dan papula saja. pilek. Virus dapat menetap dan laten pada sel syaraf. folikel kulit dan glandula sebacea dan terjadi pembengkakan. Vesikel ini akan berada pada lapisan sel dibawah kulit. D. bisa didapatkan nyeri sendi. vesikel da akhirnya menjadi crusta.

saluran pernapasan bagian atas. yang sering menyebabkan gangguan menelan. bekas cacar air akan lebih sulit menghilang. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ulkus juga dapat ditemukan di kelopak mata. Papula pada pita suara dan saluran pernapasan atas kadang menyebabkan gangguan pada pernapasan.Anakanak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. rectum dan vagina. Pada anak sehat yang sebelumnya nirmal. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. dengan komplikasi yang paling sering adalah infesi sekunder bakteri dari lesi kult. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam.pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda. 12 . infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Jaringan parut merupakan komplikasi lain yang sering. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening dileher bagian samping. kalaupun ada hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. penyakit ini secara umum dan biasanya jinak. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh staphylococcus. Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan.

nephritis. dengan resolusi dalam 2 hingga 4 minggu. erysipelas. Orang dewasa tampak mempunyai penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan anak-anak. dan atau tremor. Kasus ini dikarakteristikan dengan penyebaran.1% secara umum tampak mengalami nyeri kepala. miokarditis. Orang dari area tropis yang pindah ke area temperatur berada dalam resiko untuk varisela onset dewasa. dengan pneumonia. gangrene. vertigo. dan muntah. pembicaraan yang terganggu. angka kematian berkisar antara 15 hingga 18%. atau sepsis. pola pemikiran yang terganggu. Varisela ibu pada gestasi awal menimbulkan secara jarang ke sindrom varisela kongenital yang ditandai dengan defek kulit. anak kekurangan gizi dapat berkomplikasi menjadi diare berat.Komplikasi neurologis meliputi encephalitis dan ataxia cerebellar akut. dan ensefalopaty (ataxia serebelar lebih sering). kejang. Maternal varisela pada gestasi akhir dapat menimbulkan varisela neonatus.025% insidensi) dibandingkan ensefalitis dan secara umum tampak dalam 1 minggu ruam dengan ataxia. varisella pada anak usia muda. Varisela encephalitis dengan insiden 0. muntah. Pada anak defisiensi imun atau kurang gizi yang tidak ditangani dengan asiklovir intravena. sebuah penyakit yang biasanya terlihat pada orang dewasa dengan usia lebih dari 50 tahun. Super infeksi lesi kulit dengan Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes dapat menyebabkan pioderma. Infeksi VZV rekuren bermanifestasi sebagai herpes zoster (shingles). Data menunukkan perbedaan rasial dalam resiko timbulnya zoster. Dengan peningkatan 15 kali lipat pada mortalitasnya. impetigo. dengan orang tua kulit putih lebih sering berada dalam resiko dibandingkan 13 . dan disfungsi sistem otonom. perdarahan. artritis. Ataxia serebelar akut sedikit lebih jarang (0. Varisella onset dewasa lebih sering berkomplikasi dengan pneumonitis dan ensefalitis. terutama jika kontak dengan anak usia muda. hepatitis. dengan secara klinis pneumonitis lebih dari 15 % kasus. dengan angka mortalitas sama tingginya dengan 30% pada bayi yang tidak diterapi. atrofi ekstremitas. Pada tropis Amerika. dengan angka mortalitas sebear 5 hingga 20%.

hilangnya rasa pada lidah dan palsy fasialis ipsilateral. Setelah infeksi primer. Ruam biasanya unilateral dan sepanjang hanya satu dermatom. Herpes zoster ophthalmicusmerupakan kondisi yang serius karena dapat menyebabkan kebutaan. Keterlibatan dari medula spinalis dapat menyebabkan kelumpuhan atau palsy saraf kranial. imunodefisiensi atau malignansi dapat mengaktivasi virus laten dengan keterlibatan distribusi saraf yang disalurkan melalui ganglion yang terkena. F. Postherpetic neuralgia. lesu.dengan orang tua berkulit hitam. Stimuli non spesifik seperti stress. Resiko dari ensefalitis meningkat pada orang tua dengan keterlibatan saraf kranial dan pada pasien AIDS. erupsi dapat menjadi lebih umum dan variseliform. Sindroma Ramsay Hunt didefinisikan sebagai keterlibatan trias dari meatus auditorius eksternal. VZV (seperti HSV) timbul pada keadaan latent dengan ganglia saraf kranial dan spinal. Postzoster ensefalitis dapat timbul dalam 3 bentuk : infark yang dikarenakan vaskulitis pembuluh darah besar. DIAGNOSIS 14 . leukoensefalopati multifokal dan ventrikulitis. terlihat pada lebih dari 50% pasien diatas 50 tahun. tertama dengan menambah respon imunnya. Herpes zoster timbul setelah 3. tetapi postherpetic neuralgia dapat saja ada. Zoster pada pasien imunnocompromise dapat menjadi lebih berat. Peningkatan insidensi zoster pada usia sama halnya dengan pasien imunocompromised dikarenakan penurunan anti-VZV cell-mediated immunity. dan gangguan gastrointestinal dan erupsi vesikular kutaneus yang nyerei pada distribusi dermatomal.to 4-day gejala prodromal demam. Infeksi dari mata. ada bukti bahwa paparan pada orang yang seropositive terhadap varisela terlindungi dari perkembangan zoster. Vesikel sembuh dalam 5 hari. Pada kasus yang berat. Menariknya. Zoster juga dapat timbul jarang pada anakanak. didefinisikan sebagai nyeri konstan atau intermiten lebih dari durasi satu bulan pada area yang melibatkan dermatom.

saat ini variola (smallpox) telah dieradikasi. dimana hasilnya diberikan dalam waktu 1-3 hari. seperti infeksi herpes secara umum. biasanya tidaklah sulit. Dahulu. dan spedifik dapat membentu sistem dasar kultur dimasa depan sebagaimana pewarnaan PCR multiple menjadi lebih sering untuk digunakan. Diagnosis dengan kultur dari cairan vesikel kurang sensitif untuk HSV atau CMV dan dapat membutuhkan waktu 7 hari. jika perlu. HSV-2.Diagnosis klinik varisela pada anak-anak. dermatitis kontak dan penyebaran infeksi HSV-1. dan VZV. Diagnosis klinis herpes zoster virus pada orang dewasa juga biasanya tidak sulit dalam memberikan karakteristik pola dermatom. Herpes simpleks dapat dibedakan dari pengelompokan vesikelnya. immunofluorescence pada kultur atau mengambil dengan menggunakan antibodi spesifik dapat membedakan antara HSV-1. Bagaimanapun. Metode ini telah diganti dengan metode shellvial sensitive dan ebih cepat. infeksi S. lokasi. Bagaimanapun. DIAGNOSIS BANDING Differensial diagnosis dari infeksi varicella sendiri termasuk infeksi yang dapat menimbulkan vesikular exanthema. Mengambil dasar vesikel mungkin dapat menunjukkan sel raksasa multinukleasi. G. dimana baik tinggi titernya atau empat kali peningkatan igG mengindikasikan rekurensi. dimana tidak dapat jelas dibedakan dari HSV. dan tes immunoflorescent atau kultur. rekasi obat. Deteksi yang lebih cepat. Deteksi serologis IgM dan tingginya titer atau empatkali peningkatan IgG anti VZV antibodi dapat berguna dalam beberapa kasus. Ruam mempunyai karakteristik dan jarangkali dibutuhkan untuk dibedakan dari eksantem enterovral. sensitif. peningkatan IgM juga dapat terlihat pada rekurensi. aureus. handfoot-mouth infection dan exanthema enteroviral lainnya. variola dan vaccinia merupakan differensial diagnosis yang penting namun infeksi ini sudah sangat jarang ditemukan. Tes Tzanck dapat membantu membedakan varicella dengan enteroviral 15 . Deteksi dari IgM dapat meunjukkan infeksi primer (chicken pox).

dan ELISA. Gabapentin. Bahan diambil dari kerokan dasar vesikel. analog struktural neurotransmitter gamma16 . Antibodi terhadap varicella dapat didet Fixation Test. Pengobatan Meskipun vidarabine dan interferon-α telah digunakan pada terapi infeksi VZV yang berat. FAMA. asiklovir tetaplah merupakan obat pilihan.Isolasi virus dapat dilakukan dengan menggunakan fibroblast pada embrio manusia. Neurailization Test. obat pilihan adalah famciclovir dan valacyclovir. terutama pada remaja dan kontak dengan orang rumah secara sekunder. Steorid topikal juga dapat berguna pada uveitis herpetik dan keratitis. I. Dikarenakan strain resisten asiklovor pada pasiein dengan AIDS.penyebab exanthem lainnya dengan memperlihatkan multinucleated giant cell pada infeksi Herpes zoster. foscaranet harus dipertimbangkan untuk infeksi berat dalam keadaan ini. kadang-kadang ada darah. Terapi asiklovir oral dari anak sehat dengan chickenpox sebaiknya dipertimbangkan . sehingga terlihat antigen virus intrasel. maka akan terlihat sel-sel raksasa (giant cell) yang mempunyai inti banyak dan epitel sel berisi Acidophilic Inclusion Bodies atau dapat juga dilakukan pengecatan dengan pewarnaan imunofluoresen. Zoster yang sangat nyeri dapat diterapi dengan kompres basah dan analgesik yang menganduk kodein. meskipun keuntunggannya tetap ada. Untuk herpes zoster. Pemeriksaan Laboratorium Pada pemeriksaan darah tidak memberikan gambaran yang spesifik. Terapi awal dari zoster telah menunjukkan untuk memperpendek perjalan penyakit kutaneus dan menurunkan durasi serta keparahan post herpetil neuralgia. H. Asiklovir lebih efektif pada infeksi VZV yang berat jika diberikan secara intravena dalam 24 jam setelah timbul ruam. IAHA. Untuk pemeriksaan varicella bahan diambil dari dasar vesikel dengan cara kerokan atau apusan dan dicat dengan Giemsa dan Hematoksilin Eosin.

Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja. Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri. berguna dalam mengatasi postherpetic neuralgia. asiklovir dan pensiklovir memiliki mekanisme antivirus yang sama dalam melawan HSV. pakaian tetap kering dan bersih. Untuk menurunkan demam. bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. sebaiknya gunakan asetaminofen. Meski demikian. jangan aspirin. Posforilasi lebih lanjut oleh enzim seluler mengacu pada produksi asiklovir atau pensiklovir triposfat.aminobutyric acid. Jika terjadi infeksi bakteri. Pensiklovir ternyata memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap HSV TK ketimbang asiklovir. Keduanya. Penggabungan analog triposfat pada rantai DNA tadi. antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol. Jika kasusnya berat. menjaga kebersihan tangan. Bisa juga dioleskan losyen kalamin. kuku dipotong pendek. Secara garis besar. Antihistamin dapat berguna untuk menyingkirkan rasa gatal varisella pada anak-anak. karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan. secara selektif diposforilasi oleh thymidine kinase (TK) hanya dalam sel yang terinfeksi virus. akan mencegah perpanjangan rantai DNA lebih lanjut. makanya kadar pensiklovir triposfat pada sel terinfeksi lebih tinggi dibandingkan asiklovir triposfat. diberikan antibiotik. sebaiknya kulit dikompres dingin. sebaiknya: kulit dicuci sesering mungkin dengan ait dan sabun. Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Setelah itu keduanya berkompetisi dengan natural nucleotide (dGTP). Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. Pensiklovir triposfat juga lebih stabil ketimbang asiklovir triposfat pada sel terinfeksi. Karena aspirin dapat memberikan efek samping yang buruk pada anak-anak Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. sehingga bisa menghambat DNA polymerase virus. beberapa studi telah mengamati ada perbedaan pada kerja kedua obat tersebut. 17 .

sehingga waktu paruh intraselulernya lebih lama sekitar 10-20 kali lipat. Penggunaan Klinis Pemberian oral asiklovir. dan prodrug keduanya. dan sebagai terapi supresif mencegah kekambuhan HSV genital. diindikasikan untuk tatalaksana awal infeksi genital dan infeksi mucocutaneous HSV tertentu pada immunocompromised patient. Hal ini merefleksikan bagaimana selektifnya aksi dari asiklovir. asiklovir triposfat lebih bertindak sebagai suatu obligate DNA chain terminator. Ketiganya juga biasa diresepkan untuk mengobati mucocutaneous herpesvirus infection pada immunocompromised patient. termasuk ensefalitis dan herpes neonatus. Semua mekanisme tersebut terjadi terutama pada sel terinfeksi dan terbatas pada sel normal. Formulasi topikal pensiklovir dan asiklovir efektif pada pasien herpes labialis berulang. Belakangan ini juga telah ada formulasi okular dari asiklovir. Salep asiklovir yang telah disahkan FDA sejak 15 tahun silam. 18 . Posforilasi asiklovir atau pensiklovir ditemukan minimal pada sel yang tidak terinfeksi. Sedangkan formulasi intravena asiklovir diberikan pada pasien HSV atau varicella-zoster virus (VZV) parah. valasiklovir. Selain secara oral dan intravena. pensiklovir. Alhasil profil keamanan obat ini cukup baik. HSV DNA polymerase tampak memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap asiklovir triposfat. Selain itu. dan famsiklovir ditujukan untuk pengobatan episode pertama infeksi HSV genital. Tak hanya itu. Dalam beraksi. Sedangkan pensiklovir triposfat bertindak membatasi perpanjangan rantai DNA (short-chain terminator) dengan memperbaiki gugus 3-hidroksil pada sisi rantai asikliknya. infeksi HSV genital berulang. pemberian topikal ternyata juga cukup membantu. afinitas celluler DNA polymerase juga jauh lebih rendah terhadap antivirus triposfat ketimbang HSV DNA polymerase. herpes zoster.

famciclovir 500 mg dua atau tiga kali sehari. Asiklovir. karena dikenal aman dan efektif mengobati infeksi virus herpes pada populasi immunocompetent dan immunocompromised. termasuk semua infeksi sistemik. KOMPLIKASI Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah: 19 . Untuk pasien dengan infeksi HSV ringan sampai sedang. Untuk pasien yang sakit parah. J. Dan. Pemberian profilaksi antivirus sangat efektif menurunkan risiko infeksi HSV pada pasien dengan immunosuppression parah. Biasanya insiden infeksi HSV simptomatik berkurang dari 70% hingga 5-20%. asiklovir 400 mg tiga kali sehari. pensiklovir. Khusus untuk famsiklovir. Pengobatan harus diteruskan sampai terbukti infeksi telah sembuh. Terapi oral tambahan bisa dipertimbangkan sampai terjadi penyembuhan komplit. Risiko infeksi juga berkurang sangat baik pada pemberian oral. Meski demikian harganya lebih mahal dan asiklovir adalah pilihan termurah. semisal pasien yang menjalani transplantasi sumsum tulang dan kemoterapi yang intensif.Penggunaan klinis asiklovir secara luas tersebut tak lepas dari profil keamanannya yang cukup baik. meski pengalaman klinisnya lebih pendek. Terapi profilaksis ini tidak disahkan oleh FDA untuk pasien immunocompromised. dan prodrug-nya juga digunakan secara luas. namun profil keamanannya sama dengan plasebo. Asiklovir intravena (5 [atau 10] mg/kg [atau 250 mg/m2] tiga kali sehari) diindikasikan untuk pasien dengan penyakit yang ekstensif. pemberian asiklovir intravena efektifdengan dosis 5 mg/kg setiap 12 jam. valasiklovir 500 mg dua kali sehari. Alhasil terapi profilaksis antivirus memiliki potensi lebih rendah berkembang menjadi resisten ketimbang terapi akut. pemberian terapi oral saja cukup efektif. pemberian oral prodrug valasiklovir dan famsiklovir lebih menguntungkan karena profil farmakokinetiknya lebih baik.

Peradangan sendi 4. K. PROGNOSIS Dengan perawatan teliti dan memperhatikan higiene akan memberikan prognosis yang baik dan jaringan parut yang timbul akan menjadi sedikit. impetigo bulosa) 6. Peradangan jantung 3.Pada neonatus dan anak yang menderita leukimia.5 dari 10. Infeksi bakteri (erisipelas. bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Immunodefisiensi. Peradangan hati 5.4 – 7. 20 . Angka kematian pada anak normal di Amerika 5. sering menimbulkan komplikasi dan angka kematian yang meningkat. Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan sistem kekebalan). Pneumonia karena virus 2. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan. pioderma. L. Angka kematian pada penderita yang mendapatkan pengobatan immunosupresif tanpa mendapatkan vaksinasi dan pengobatan antivirus antar 7 – 27% dan sebagian besar penyebab kematian adalah akibat komplikasi pneumonitis dan ensefalitis.000 kasus varicella. Ensefalitis (infeksi otak). Sebagian besar akan sembuh spontan pada usia akil balik.1. PENCEGAHAN Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.

Pasien juga merasa gatal pada gelembung berisi air tersebut dan pasien tidak menggaruknya. pemeriksa menegakkan diagnosa kerja varicella berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis yang didapat yaitu berupa keluhan gelembung berisi air pada wajah dan seluruh tubuh. Awalnya pasien menemukan gelembung tersebut di daerah wajah tepatnya di pipi sebelah kanan. Pada ekstremitas bawah tampak pustula soliter berukuran lentikuer di atas kulit yang eritomatosa. maka pengobatan dengan memberikan anti viral yang pemberiannya tidak lebih dari 48-72 jam setelah timbulnya lesi. thorakoabdominalis. selain itu untuk membedakan dengan varisella biasanya penyebaran lesi pada variolla dimulai dari bagian akral tubuh yakni telapak tangan dan telapak kaki. Bila ada rasa gatal dapat diberikan obat topikal berupa bedak 21 . karena pada herpes zoster terdapat gambaran vesikel di atas kulit yang eritomatosa. hanya saja pada herpes zoster didapatkan gejala klinis berupa nyeri. kemudian menyebar ke seluruh wajah dan tubuh beberapa jam setelahnya. Kasus ini didiagnosis banding dengan herpes zoster. Karena penyebab varicella adalah virus varicella-zoster. Didiagnosis dengan variola karena pada stadium prodromal menunjukkan gejala yang sama yaitu berupa demam yang disertai mual.DISKUSI Pada kasus ini. biasanya lesi monomorfik dan unilateral. dan ekstremitas atas dan bawah tampak vesikel dan papul multipel tersebar berukuran miliar sampai lentikuler di atas kulit yang eritematosa. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pada regio facialis. kemudian terdapat gambaran makulo-papular maupun vesikulo-pustulosa hanya saja timbul secara monomorfik. Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit ini sebelumnya. Gelembung-gelembung ini timbul setelah pasien merasakan demam sebelumnya. Diduga penyebabnya yaitu virus varicella yang kemungkinan didapatkan dari kedua putranya yang menderita hal serupa.

salicyl 2% atau menthol 2%. Pemberian antibiotik dapat dilakukan bila ada infeksi sekunder. untuk menurunkan demam dapat diberikan antipiretik berupa paracetamol tablet. 22 . menjaga kebersihan tangan. Penatalaksanaan umum adalah istirahat secukupnya. kuku dipotong pendek. mandi dengan air hangat untuk mengurangi rasa gatal. pemberian calamine lotion untuk mengurangi rasa gatal.

S. http://emedicine. Palembang : Unsri Press. Edisi Ketiga. 1994.pdii. 10 Besar kelompok penyakit Kulit.lipi. 2005. 23 . Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Siregar R. S. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit Edisi 2. Adhi dkk.DAFTAR PUSTAKA Djuanda.medscape. http://isjd.id/admin/jurnal/ 9309489100.com/article/231927-overview (Diunduh pada tanggal 14 Mei 2012) Junarti K. 2011. Jakarta : EGC. 1999.pdf (diunduh pada tanggal 14 Mei 2012) Kartowigno. Magdalena M. Jakarta : BP FKUI.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful