BATUAN PIROKLASTIK pyroclast (Pyro artinya “api" dan klastos artinya “pecahan"; jadi pyroclasts memiliki konotasi “pecahan

api”.) Batuan piroklastik merupakan batuan yang dihasilkan oleh erupsi (efusif / eksplosif) gunung api dengan ciri-ciri yang khas. Ada yang menyebut batuan ini sebagai batuan beku, namun karena pembentukan dan teksturnya yang khas, batuan ini dipisahkan menjadi klasifikasi tersendiri. Berdasarkan pengertian tersebut maka istilah vulkaniklastik mencakup bermacam-macam batuan vulkanik, yaitu: a. Material Piroklastik Akumulasi material piroklastik atau sering pula disebut sebagai tephra merupakan hasil banyak proses yang berhubungan dengan erupsi vulkanik tanpa memandang penyebab erupsi dan asal dari materialnya. Fisher, 1984 menyatakan bahwa fragmen piroklastik merupakan fragmen "seketika" yang terbentuk secara langsung dari proses erupsi vulkanik. Material piroklastik saat dierupsikan gunung api memiliki sifat fragmental, dapat berujud cair maupun padat. Dan setelah menjadi massa padat material tersebut disebut sebagai batuan piroklastik. b. Material Hidroklastik Material ini dihasilkan oleb suatu erupsi hidrovulkanik yakni erupsi yang terjadi karena kontak air dengan magma. Berdasarkan cara transportasi sebelum diendapkan, akumulasi material hidroklastik dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

Material Autoklastik Material ini di alam dijumpai sebagai breksi vulkanik autoklastik yaitu bentuk fragmentasi padat karena letusan gas-gas yang ada di dalamnya karena oleh penghancuran lava (Wright. d. Cara transportasi material hidroklastik jatuhan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu transportasi gerak peluru (trajectory) dan turbulensi awan erupsi. 1963 vide Willard.  Endapan Hidroklastik Aliran. Jadi material ini merupakan gesekan oleh penghancuran lava sebagai hasil dari perkembangan lanjut dari pembekuan. Endapan ini terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang terlempar dari pusat erupsi. Breksiasi inl mungkin dihasilkan oleh pengembangan gas atau oleh runtuhnya gunung api yang kemudian terbentuk rongga-rongga dan . Jadi proses breksiasi dari batuan ini terjadi di dalam gunung api baru kemudian ekstrusion sebagai aliran breksi. c. kemudian bergerak sepanjang permukaan bumi menuju tempat pengendapannya. 1968). 1968). Endapan Hidroklastik Jatuhan Endapan hidroklastik jatuhan adalah endapan yang terjadi dari akumulasi material hidroklastik yang dilemparkan dari pusat erupsi ke udara dan kemudian jatuh di tempat pengendapannya. Material Alloklastik Material ini sering disebut sebagai breksi vulkanik alloklastik yaitu breksi yang dibenbuk oleh fragmentasi dari beberapa batuan "preexisting" oleh proses vulkanik bawah permukaan (Wright. 1963 vide Willard.

Proses yang seperti ini mengakibatkan batuan ini sukar dibedakan dengan breksi laharik. e.akhirnya diikuti erupsi. Material ini merupakan hasil dari pelapukan dan erosi dari batuan vulkanlk dan umumnya bukan merupakan hasil vulkanisme yang seumur. dapat terbentuk oleh prosesproses non vulkanik atau proses epigenik sehingga membentuk modifikasi butiran yang agak membulat. TIPE ENDAPAN PIROKLASTIK Endapan piroklastik menurut Mc Phie et al (1993) adalah endapan volkaniklastik primer yang tersusun oleh partikel (piroklas) terbentuk oleh empsi yang eksplosif dan terendapkan oleh proses volkanik primer (jatuhan. Aliran breksi pada tipe ini terjadi pada derajat kemiringan dan bergerak dari gunung api dengan media air menjadi lahar. Material epiklastik di alam sering dijumpai sebagai breksi laharik. aliran. material penyusunnya sangat kasar dan tidak tersortasi. Karena endapan epiklastik ini merupakan hasil proses rework dan telah mengalami transportasi maka pada umumnya fragmen-fragmennya lebih rounded dan material piroklastik maupun hidroklastik. heterolitologi. skoria dan batuan afanitik jarang dijumpai. Ciri dari breksi ini adalah ketebalannya yang besar dan tidak berlapis. surge). Material Epiklastik. Fragmen-fragmen tersebut. Ketiga tipe erupsi ini mampu menghasilkan piroklas yang melimpah yang berkisar dari abu halus (<> . Fragmen mempunyai ukuran beraneka ragam. Fragmen pumis. Proses erupsi ekplosif yang terlibat dalam pembentukan endapan piroklastik meliputi tiga tipe utama yaitu : erupsi letusan magmatik. erupsi freatik dan erupsi freatomagmatik.

Piroklastik Aliran Piroklastik aliran adalah aliran panas dengan konsentrasi tinggi. 1. Piroklastik jatuhan. 1984). vide Mc Phie et al 1993). yang selanjutnya jatuh ke bawah dan terakumulasi membentuk endapan piroklastik jatuhan. Piroklastik surge. Piroklastik Jatuhan Piroklastik yang dilontarkan secara ledakan ke udara sementara akan tersuspensi. Tempat yang dilalui oleh . dekat permukaan. Fisher & Schmincke (1984) menyebutkan bahwa piroklastik aliran adalah aliran densitas partikel-partikel dan gas dalam keadaan panas yang dihasilkan oleh aktifitas volkanik. Aliran piroklastik melibatkan semua aliran pekat yang dihasilkan oleh letusan atau guguran lava baik besar maupun kecil. aliran purticulate yang diangkut secara lateral di dalam gas turbulen (Fisher 1979 vide Mc Phie e/ al 1993). Piroklastik surge dibentuk secara langsung oleh erupsi freatomagmatik maupun freatik (base surge) dan asosiasinya dengan piroklastik aliran {ash cloud surge dan ground surge). 2. 3. mudah bergerak. 3. dilute (rasio partikel gas rendah). Piroklastik Surge Piroklastik surge adalah ground hugging.1. Endapan merupakan produk dari jatuhan baiistik dan konveksi turbulen pada erupsi kolom (Lajoie. Piroklastik aliran. berupa gas dan partikel terdispersi yang dihasilkan oleh erupsi volkanik (Wright et al 1981. 2.

pengendapan lapisan sangat tipis atau laminasi biasanya disebut sebagai bed set. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful