MODUL V

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI

PRODI PG-PAUD FIP UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2011

1

BAB I HAKIKAT PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK

TUJUAN 1. Mengetahui tentang arti motorik. 2. Memahami berbagai peristilahan yang sering digunakan dalam belajar motorik. 3. Dapat menyebutkan komponen-komponen pemrosesan informasi. 4. Dapat menjelaskan terjadinya pemrosesan informasi dalam aktivitas motorik. A. PENGERTIAN MOTORIK Istilah motor menyiratkan adanya gerak otot, yang seakan-akan tidak banyak melibatkan aspek-aspek kognitif dan perseptual. Tetapi kenyataannya adalah keterampilan-keterampilan yang dilakukan biasanya merupakan sesuatu yang kompleks dan melibatkan penditeksian terhadap rangsang, evaluasi dan pengambilan keputusan serta respon nyata yang berwujud gerakan. Pengertian motorik dan gerak sering kali menjadi satu karena diantara kedua istilah tersebut sangat sulit ditarik suatu batasan yang konkrit, dan memang terdapat hubungan sebab akibat. Namun demikian perlu diberikan suatu batasan yang minimal dapat memberikan penjelasan terhadap hubungan sebab akibat yang dimaksud. Motorik dapat didefinisikan sebagai suatu peristiwa laten yang meliputi keseluruhan proses-proses pengendalian dan pengaturan fungsi-fungsi organ tubuh, baik secara fisiologis maupun secara psikis yang menyebabkan terjadinya suatu gerakan.Peristiwa-peristiwa laten yang tidak dapat diamati tersebut meliputi : penerimaan informasi, pemberian makna terhadap informasi, pengolahan informasi, proses pengambilan keputusan,dan dorongan untuk melakukan berbagai bentuk aksi-aksi motorik. Setelah itu dilanjutkan dengan peristiwa fisiologis yang meliputi pemberian, pengaturan dan pengendalian impuls kepada organ-organ tubuh yang terlibat dalam melaksanakan akssi-aksi motorik. Gerak diartikan sebagai suatu proses perpindahan suatu benda dari suatu posisi ke 2

posisi lain yang dapat diamati secara obyektif dalam suatu dimensi ruang dan waktu.Untuk memberikan pengertian yang lebih operasional tentang gerak, maka diperlukan suatu batasan yang lebih spesifik. Batasan yang dimaksud adalah pengertian gerak dari gerak manusia melakukan aksi-aksi motorik. misalnya perubahan tempat,posisi dan ketepatan tubuh atau bagian tubuh dalam melompat, berjalan, berlari atau menendang bola. Didalam belajar motorik, gerak juga dilihat atau diartikan sebagai hasil atau penampilan yang nyata dari proses-proses motorik,sebaliknya motorik adalah suatu proses yang tidak dapat diamati dan merupakan penyebab terjadinya gerak. Sedangkan belajar motorik berhubungan dengan keadaan yang berkaitan dengan pengembangan dalam belajar. Belajar dapat didefinisikan sebagai satu perubahan prestasi ataupun perilaku yang relatif permanen akibat dari adanya suatu latihan ataupun pengalaman.Proses belajar akan mempersatukan ciri-ciri yang unik terhadap lingkungan yang ada. Mempelajari keterampilan motorik, sikap ataupun perilaku kognitif memerlukan beberapa tingkat keterbukaan pada kondisi tertentu yang akan menghasilkan perubahan perilaku atau disposisi untuk bertindak. Perubahan ini menjadi relatif permanen, dengan kata lain keadaan-keadaan performance yang bersifat sementara tidak benar mewakili belajar. B. ISTILAH-ISTILAH Ada beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam belajar motorik yaitu : 1. Perkembangan Motorik (Motor Development) Perkembangan motorik terutama dimaksudkan untuk mempelajari perilaku ditinjau dari pandangan perkembangannya. Adapun perilaku yang diperhatikan dalam konteks ini adalah perilaku dalam bentuk motorik. 2. Belajar Motorik (Motor Learning) Belajar motorik terdiri dari dua kata yaitu belajar dan motorik. Belajar dapat dinyatakan sebagai perubahan internal individu yang disimpulkan dari perkembangan prestasinya yang relatif stabil, sebagai hasil latihan.Sedangkan motorik menunjukkan keadaan /sifat proses berlatih. 3. Keterampilan (skill) 3 bentuk apa yang telah dihasilkan dalam

Keterampilan adalah tindakan yang memerlukan aktivitas gerak dan harus dipelajari agar supaya mendapatkan bentuk yang benar. 4. Kemampuan (ability) Edwin Fleishman menyatakan bahwa kemampuan (ability) merupakan suatu kapasitas umum yang berkaitan dengan prestasi berbagai macam keterampilan. 5. Pola gerak (Movement Pattern) Menurut Godfrey dan Kephart movement pattern adalah sebagai rangkaian tindakan motorik ekstensif yang dibentuk dengan tingkatan lebih rendah dibandingkan dengan tindakan yang dikategorikan sebagai keterampilan (skill).

C. PROSES TERJADINYA AKTIVITAS MOTORIK Setiap keputusan yang diperbuat diperlukan sejumlah informasi yang ada dan yang harus dipetimbangkan atau diproses agar supaya mampu memberikan respon yang benar. Harus diingat kembali pengalaman-pengalaman tentang situasi yang mirip dengan keadaan yang dihadapi, sehingga dapat memerintahkan apa yang harus dilakukan. Hal tersebut menekankan bahwa kalau seseorang sedang belajar, pada dasarnya orang tersebut sedang menjadi proses informasi. Bila stimulus diterima oleh subyek belajar, maka respon pun terjadi. Selama latihan berjalan ikatan stimulus dan respon menjadi makin kuat. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa respon diharapkan dapat terjadi , jika rangsangan itu datang secara aktif. Para ahli teori belajar setuju bahwa adanya hubungan antara stimuli dan respon, subyek belajar memperoleh masukan informasi dan berusaha untuk mengolahnya. Pendekatan yang menyatakan tentang apa yang dilakukan oleh subyek belajar bila sedang menerima stimuli disebut teori pemerosesan informasi ( information processing theory). Secara umum hampir semua model pemrosesan informasi memiliki komponen yang pasti, dan komponen ini selanjutnya ditampilkan dalam bentuk model. Ada beberapa komponen yang spesifik yaitu : 1. Rangsangan dari lingkungan (stimuli from environment). 4

2. Organ penginderaan dan mekanisme persepsi (sense organs and perception mechanism). 3. Mekanisme pemrosesan pusat (central processing mechanism). 4. Mekanisme hasil respon(respons generation mechanism). 5. Respon. 6. Umpan balik (feedback). Berikut ini akan dibicarakan setiap komponen tersebut di atas. 1. Rangsangan (Stimuli). Dalam setiap stimuli belajar biasanya terdapat sejumlah stimuli yang dapat diperhatikan oleh subyek belajar sebelum memberikan respon, misalnya seseorang akan melempar bola dapat memperhatikan bola yang dipegang, sasaran yang akan diberikan baik mata dan lengannya. Yang penting disini adalah bahwa stimuli yang dapat dijawab berada disekitar tempat subyek belajar di mana dia harus konsentrasi penuh. Jadi informasi ini sebenarnya merupakan sebuah informasi pertama yang harus diproses. 2. Alat-alat indera dan Mekanisme persepsi. Diantara stimuli yang ada, subyek belajar harus merumuskan tentang apa yang harus dilihat, didengarkan dan dirasakan. Jadi alat penginderaan mulai berperan. Subyek belajar tidak hanya merasakan dan mengerti tentang penting dan benarnya stimuli, namun dia harus mampu mengusahakan atau mempertahankan kewaspadaan atau perhatian pada jangka waktu yang tertentu. Konsentrasi selektif adalah aspek lain yang penting dalam konsentrasi. Konsentrasi selektif merupakan kemampuan untuk memilih dengan tepat salah satu atau beberapa stimuli yang dipandang penting untuk mendukung pelaksanaan tugas. Dengan latihan langsung di lapangan, subyek belajar akan mengenal betul kebiasaan stimuli atau petunjuk yang ada disekeliling agar dapat memberikan respon atau jawaban secepat dan sebaik mungkin. 3. Mekanisme Pemrosesan Pusat.

5

Informasi yang telah dipilih oleh alat indera dan mekanisme persepsi, selanjutnya diteruskan ke arah mekanisme pemrosesan informasi. Subyek belajar menerima informasi tersebut dan menentukan rencana untuk menentukan strategi untuk merespon. Elemen utama dalam komponen ini adalah daya ingat (memory).Subyek belajar telah menyimpan berbagai macam respon dalam usahanya menjawab berbagai stimuli.Selama dalam kegiatan dia mengingat pengalaman yang diperoleh dan mempertimbangkian apakah ada relevansinya dengan situasi yang dihadapi sekarang ini. Disini jelas bahwa daya ingat yang dimaksudkan meliputi kemampuan penyimpanan informasi serta kemampuan dalam pengungkapannya. Daya ingat selain digunakan dalam pusat pemrosesan, juga dilibatkan dalam pembuatan strategi. Strategi apa yang digunakan, harus diingat kembali dari pengalaman yang didapat sebelumnya, kemudian digunakan untuk mengembangkan strategi untuk menghadapi situasi sekarang. Misalnya dalam hal melempar bola, apakah dilempar dengan keras, melambung, atau dari atas. Pada tingkat pemula mereka baru pada taraf mencoba menemukan informasi yang akan digunakan. 4. Mekanisme Menghasilkan Respon. Apabila suatu keputusan sudah dibuat, maka subyek belajar harus mengorganisasi komponen-komponen yang ada dalam jawaban dan mengirimkannya ke otot untuk membuat respon yang memadai. 5. Respon. Respon atau jawaban yang telah dibuat karena adanya informasi yang diproses sejak si pelaku mengirimkan rangsangan. Sementara respon tersebut dapat benar ataupun salah, tetapi harus dipilih dan untuk dilaksanakan. 6. Umpan balik. Kebenaran atau kesalahan respon adalah suatu "umpan balik" untuk pusat pemrosesan yang dikirimkan oleh sistem panca indera dan disimpan dalam ingatan, yang akan digunakan pada saat informasi yang diperlukan untuk membuat respon yang 6

baru. Apabila respon yang dibuat berhasil, maka informasi yang dimiliki akan dijadikan umpan balik untuk menentukan respon di lain waktu terhadap stimulus yang dijumpai dengan cara yang sama. Tetapi apabila respon yang diberikan tidak benar, maka informasi tentang kesalahan atau ketidak berhasilan tersebut disimpan. Perkembangan kemampuan menggunakan imformasi sebagai umpan balik merupakan suatu pertimbangan penting dalam proses belajar, dan perlu diingat bahwa umpan balik yang berasal dari jawaban kemudian muncul sebagai informasi bagi subyek. D. MODEL PEMROSESAN INFORMASI

INDERA & STIMULUS MEKANISME PERSEPSI

MEKANISME PEMROSESAN INFORMASI

MEKANISME PENGHASIL RESPON RESPON

UMPAN BALIK Latihan : 1. Pelajari materi pada Bab I, dan uraikan apa yang dimaksud dengan motorik. 2. Dapatkah anda menyebutkan beberapa istilah yang sering digunakan dalam mempelajari teori belajar motorik,dan bagaimana penjelasan mengenai arti peristilahan tersebut ? 3. Sebutkan 6 komponen penting dalam model teori pemrosesan informasi ! 4. Bagaimana terjadinya mekanisme pemrosesan kerja dalam teori pemrosesan informasi tersebut ? 5. Apakah respon yang dihasilkan dari proses tersebut selalu berhasil dengan benar ? Bagaimana pendapat anda ? Rangkuman :

7

Motorik adalah peristiwa laten yang meliputi keseluruhan proses pengendalian dan pengaturan fungsi organ tubuh secara fisiologis maupun psikis yang menyebabkan terjadinya gerak. Secara umum hampir semua model pemrosesan informasi memiliki komponenkomponen yang spesifik yaitu : rangsangan, organ penginderaan dan mekanisme persepsi, mekanisme pemrosesan pusat, mekanisme hasil respon, respon, dan umpan balik. Rangsangan yang dapat dijawab berada di sekitar subyek belajar. Subyek harus merumuskan informasi dengan alat indra, kemudian menentukan rencana untuk menentukan strategi dalam merespon, dimana elemen utamanya adalah memory. Apabila keputusan sudah dibuat, maka subyek belajar harus mengorganisasikan komponen-komponen yang ada dalam jawaban lalu mengirimkannya ke otot untuk membuat respon. Kebenaran atau kesalahan respon adalah umpan balik bagi pusat pemrosesan untuk membuat respon yang baru

BAB II KLASIVIKASI DAN PERKEMBANGAN AKTIVITAS MOTORIK 8

TUJUAN : 1. Mengklasifikasikan aktifitas motorik 2. Memahami perkembangan aktivitas motorik. A. KLASIFIKASI AKTIVITAS MOTORIK Aktivitas motorik untuk anak TK dikatagorikan menjadi dua yaitu : 1. Motorik halus (fine). Kata halus menyatakan suatu kualitas kepekaan atau suatu yang rumit. Bagianbagian tubuh tertentu bergerak dalam daerah yang terbatas untuk menghasilkan tanggapan / reaksi / respons yang tepat. Koordinasi neuromusculer yang terlibat dalam keterampilan gerak halus biasanya bewawasan ketepatan dan sering berhubungan dengan koordinasi tangan - mata. Meronce, mewarna, melipat, menulis termasuk keterampilan motorik halus. 2. Motorik kasar (gross) : mengacu kepada suatu kualitas yang berlawanan dengan halus. Suatu keterampilan gerak kasar melibatkan konstruksi dan pemakaian otototot tubuh yang besar, Seluruh tubuh biasanya ikut dalam gerakan, seperti melompat, berlari, menendang dan sebagainya.

B. PERKEMBANGAN AKTIVITAS MOTORIK Perkembangan motorik akan terus berkembang sejalan dengan usia anak. Jaringan saraf mereka berkembang sesuai pertumbuhan otak dan mereka akan mampu mengembangkan berbagai gerakan dan mengembangkannya dengan baik. Kecepatan perkembangan motorik dipengaruhi oleh gizi, kesehatan, dan lingkungan fisik lain misalnya tersedianya alat permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk melatih berbagai gerakan. Disamping mengembangkan kemampuan motoriknya, anak juga mengembangkan kemampuan mengamati, mengingat hasil pengamatannya dan pengalamannya. Anak mengamati gerakan-gerakan yang dilakukan teman-temannya atau yang telah dilatihkan kepadanya, kemudian mengingat gerakan-gerakan motorik yang 9

telah dilakukannya untuk melakukan perbaikan dan penghalusan gerak.Sebelum mampu memadukan aktivitas motorik yang lebih kompleks anak juga harus memiliki keterampilan dasar terlebih dahulu. Seperti telah disebutkan di atas bahwa secara umum aktivitas motorik ada dua macam yaitu : 1. Aktivitas motorik halus (Fine motor activity) Kontrol motorik halus telah didefinisikan sebagai kemampuan untuk

mengkoordinasi atau mengatur penggunaan bentuk gerakan mata

dan tangan secara

efisien, tepat dan adatif. Bentuk-bentuk gerak ini dapat dimanifestasikan mereka sendiri dalam berbagai variasi yang mencakup semua aktivitas seperti menulis, menggambar, memberi warna, memotong dan sebagainya. Pola-pola gerakan ini ditunjukkan sebagai keterampilan koordinasi mata-tangan. Perkembangan kontrol motorik halus atau keterampilan koordinasi mata tangan mewakili bagian yang penting dan integral perkembangan motorik secara total dan secara jelas mencerminkan perkembangan kapasitas sistem saraf pusat (Central Nervous System) untuk mengangkat dan memproses input visual dan menterjemahkan input tersebut ke dalam bentuk keterampilan. Untuk melakukan keterampilan dengan baik, maka perilaku yang perlu dilakukan anak harus dapat berinteraksi dengan praktek, dan melakukan komunikasi terhadap obyek sekolah dan lingkungan rumah. Gerakan ini tidak terlalu membutuhkan tenaga, dibandingkan dengan aktivvitas motorik kasar. Gerakan motorik halus yang terlihat saat anak usia dini; antara lain adalah anak mulai dapat menyikat giginya, menyisir rambutnya, membuka dan menutup retsluiting, memakai sepatu sendiri, makan sendiri dengan mengggunakan sendok dan garpu, mengancingkan baju. Jika gerakan motorik halus anak semakin baik, maka anak akan dapat berkreasi, seperti menggambar gambar sederhana dan mewarnai, menggunting kertas dengan hasil yang lebih halus, menajamkan pensil dengan rautan pensil, menjahit dan menganyam kertas. Dalam melakukan gerakan motorik halus diperlukan dukungan keterampilan lain serta kematangan mental, misalnya keterampilan membuat gambar. Dalam membuat gambar selain anak memerlukan keterampilan menggerakkan pergelangan tangan, anak 10

juga memerlukan keterampilan kognitif yang memungkinkan terbentuknya sebuah gambar. Misalnya untuk menggambar lingkaran, anak perlu memahami bentuk lingkaran terlebih dahulu. Kemampuan seorang anak untuk melakukan gerak motorik tertentu tidak akan sama dengan anak lain walaupun usia mereka sama.. Misalnya Anik anak yang berusia empat tahun sudah dapat membuka bajunya sendiri, sedangkan Didi yang usianya juga sama masih memerlukan bantuan untuk membuka bajunya sewaktu pulang sekolah. Jenis kelamin juga berpengaruh terhadap motorik anak TK. Anak perempuan lebih sering melakukan keterampilan yang membutuhkan keseimbangan tubuh, seperti permainan lompat tali sedangkan anak laki-laki lebih senang melakukan keterampilan lempar tangkap bola atau menendang bola atau berperilaku yang mementingkan kecepatan dan kekuatan. 2. Aktivitas motorik kasar (Gross motor activity) Aktivitas motorik kasar terbentuk saat anak mulai memiliki koordinasi dan keseimbangan hampir seperti orang dewasa. Aktivitas motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak.Oleh sebab itu memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot-otot yang lebih besar. Perkembangan motorik kasar difokuskan pada keterampilan yang biasa disebut dengan keterampilan motorik dasar (fundamental motor skills). Keterampilan dasar yang akan dibicarakan adalah merupakan sifat khas perkembangan motorik anak usia 3 sampai 6-7 tahun yang meliputi : a. Gerak lokomotor (gerakan berpindah tempat) di mana bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat. Gerakan yang termasuk gerak lokomotor adalah : 1). Berjalan, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat yang lain dengan melangkahkan kaki berulang-ulang dan bergantian, dimana sati kaki pasti menginjak tanah atau lantai. 2). Berlari, yaitu mirip berjalan namun ada waktu di mana kedua kaki tidak menginjak lantai. 3). Melompat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan bertumpu pada sastu kaki dan mendarat dengan kedua kaki. 4) Meloncat, yaitu memindahkan tubuh ke depan atau ke atas dengan bertumpu pada 11

kedua kaki dan mendarat dengan kedua kaki. 5). Merangkak, yaitu menggerakkan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung kaki. 6) Merayap, yaitu menggeakkan tubuh dengan bertumpu pada telapak tangan sampai siku dan badan bagian depan mulai dari dada sampai ujung kaki. 7). Berguling, yaitu memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain dengan cara merebahkan diri lalu menggulingkan seluruh badan ke kanan atau ke kiri. 8). Berjingkat, yaitu memindahkan tubuh ke depan dengan cara bertumpu pada salah satu kaki baik kiri maupun kanan dan mendarat pada kaki yang sama. b. Gerak non-lokomotor (gerakan tidak berpindah tempat) di mana sebagian anggota tubuh tertentu saja yang digerakkan, namun tidak berpindah tempat.Gerakan yang termasuk gerak non-lokomotor adalah : 1). Gerakan-gerakan memutar tubuh atau bagian-bagian tubuh (kepala, pinggang, lutut, lengan, pergelangan kaki dan pergelangan tangan. 2). Menekuk atau membungkukkan tubuh, seperti gerakan bngun tidur (sit up), duduk dan membungkuk sambil memeluk dua kaki, menelungkup dan menarik ke atas kedua kaki, dada sampai kepala. 3). Latihan keseimbangan , seperti sikap lilin ( berbaring telentang dan kedua kaki dinaikkan lurus ke atas ), gerak pesawat terbang ( salah satu kaki diangkat, kedua tangan direntangkan lalu perlahan badan dibungkukkan ). c. Gerak manipulatif, adalah aktivitas yang dilakukan di mana ada sesuatu yang digerakkan. Misalnya melempar, menyepak, memukul, menangkap, memantulmantulkan bola atau benda lainnya. Gerak lokomotor, non lokomootor dan manipulatif bisa saling dikombinasikan, misalnya lari sambil menyepak bola. Dengan demikian pola gerak adalah gerak dasar yang berhubungan dengan pelaksanaan suatu tugas tertentu. Oleh karena itu banyak anak yang bisa melaksanakan pola gerak dasar dengan kecakapan yang berbeda-beda. Keterampilan motorik dasar dikembangkan pada masa anak pra sekolah dan pada masa sekolah awal, dan ini akan menjadi bekal awal untuk mendapatkan keterampilan gerak yang efisien bersifat umum dan selanjutnya akan dipergunakan sebagai dasar untuk perkembangan keterampilan motorik yang lebih khusus. 12

Perkembangan motorik dasar adalah merupakan fungsi kematangan (maturity) dan pengalaman. Kematangan merupakan suatu keadaan dimana keterampilan motorik dasar berkembang, tetapi sebaliknya keterampilan dasar tidak akan dapat berkembang tanpa latihan yang sesuai (pengalaman). Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan keterampilan motorik dasar anak usia Sekolah Taman Kanak-Kanak secara jelas dikatakan bahwa satu diantara 5 anak mengalami ketinggalan dalam perkembangan keterampilan motorik dasar (Temple,1979). Motorik kasar lebih dahulu berkembang dari pada motorik halus. Hal ini dapat dilihat saat anak dapat mengontrol tangan dan jari-jarinya untuk menulis dan melipat, terlebih dahulu ia sudah menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan. Latihan : 1. Sebutkan dua macam aktivitas motorik untuk anak TK. 2. Motorik kasar untuk anak TK difokuskan pada keterampilan dasar yang dibagi tiga macam gerakan.Sebutkan dan berikan masing-masing satu contoh!

Rangkuman : Aktivitas motorik untuk anak taman kanak-kanak secara umum ada dua macam yaitu motorik halus dan motorik kasar. Gerakan motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan oleh otot-otot kecil seperti ketrampilan menggunakan jari-jemari tangan dan gerakan pergelangan tangan. Sedangkan gerakan motorik kasar adalah gerakan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak. Gerakan motorik kasar difokuskan kepada keterampilan dasar, meliputi gerak lokomotor, non lokomotor dan manipulasi. Perkembangan motorik sejalan dengan usia anak dan dipengaruhi pula oleh gizi, kesehatan dan lingkungan fisik, sehingga kemampuan seorang anak untuk melakukan gerakan motorik tertentu tidak sama walaupun usia mereka sama. BAB III PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI

13

A. PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DINI Masa lima sampai enam tahun pertama dari kehidupan anak merupakan masa dimana perkembangan motorik, intelektual, emosional, bahasa serta sosiall berlangsung dengan sangat cepatnya sehingga menentukan masa depan anak.Dimasa inilah semua perkembangan anak mulai terbentuk dan cenderung menetap sampai usia dewasa. Dengan demikian betapa pentingnya pendidikan awal bagi anak usia dini ini agar anak mempunyai persiapan diri untuk menerima pengajaran bagi kehidupan selanjutnya. Perkembangan kemampuannya, terutama perkembangan motoriknya sangat pesat. Perbedaannya sangat terlihat dalam waktu satu dua bulan saja, begitu juga perbedaan untuk perkembangan yang lain.Perkembangan anak usia 3 - 5 tahun ditandai dengan usaha untuk mencapai kemandirian dan sosialisasi. Pada masa awal kehidupan kira-kira usia 3 tahun anak mulai mampu untuk menerima keterampilan dan pelajaran sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan proses berfikir. Untuk itu perlu diberikan rangsanganrangsangan, dorongan-dorongan dan dukungan berupa program yang terencana yang dapat dilakukan oleh orang tua, masyarakat atau pemerintah. Itulah sebabnya perlu dikembangkan program kegiatan belajar yang dipersiapkan untuk anak taman kanakkanak. Perkembangan motorik ini erat hubungannya dengan perkembangan pusat motorik di otak. oleh sebab itu setiap gerakan yang dilakukan sebenarnya merupakan hasil interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol otak. Otaklah yang berfungsi sebagai bagian dari susunan syaraf yang mengatur dan mengontrol semua aktivitas fisik dan mental seseorang. Secara berkesinambungan otak terus mengolah informasi yang ia terima. Bersamaan dengan itu, otak bersama jaringan syaraf yang membentuk sistem syaraf pusat akan mendiktekan setiap gerak anak. Perkembangan motorik anak berhubungan dengan perkembangan kemampuan gerak anak. Gerak merupakan unsur utama dalam perkembangan motorik anak. Oleh karena itu perkembangan kemampuan motorik anak akan dapat dilihat secara jelas melalui berbagai gerakan dan permainan yang dapat mereka lakukan. Jika anak banyak bergerak maka akan semakin banyak manfaat yang dapat diperoleh anak ketika ia makin terampil menguasai gerakan motoriknya. Ia juga akan menjadi lebih percaya diri dan mandiri, semakin yakin dalam mengerjakan segala kegiatan karena ia tahu akan kemampuan fisiknya.Anak yang kemampuan motoriknya baik, biasanya juga mempunyai keterampilan 14

sosial yang positif. Mereka senang bermain bersama teman-temannya karena dapat mengimbangi gerak teman-teman sebayanya seperti menangkap dan melempar bola, melompat dan sebagainya. Dengan berkembangnya kemampuan motorik anak, anak akan semakin tangkas bergerak, reaksi akan semakin cepat, koordinasi mata dan tangan semakin baik dan akan timbul rasa bangga jika ia dapat melakukan kegiatan bersama teman-temannya. B. TUJUAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK TK. Didalam Standard Kompetensi Kurikulum TK tercantum bahwa tujuan pendidikan di Taman Kanak-kanak adalah membantu mengembangkan berbagai potensi anak baik psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian, dan seni. Untuk pengembangan kemampuan dasar anak, dilihat dari kemampuan fisik/ motoriknya maka guru-guru PAUD akan membantu meningkatkan keterampilan fisik/motorik anak dalam hal mengenalkan dan melatih gerakan motorik kasar dan motorik halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi, serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat, sehingga dapat menunjang pertumbuhan jasmani yang kuat dan sehat serta terampil. Adapun kompetensi dasar motorik anak usia dini yang diharapkan dapat dikembangkan guru adalah agar anak mampu : 1. Melakukan aktivitas motorik/fisik secara terkoordinasi dalam rangka kelenturan, kebe ranian, keseimbangan, kelincahan dan persiapan untuk menulis. 2. Mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai media menjadi suatu karya seni. Di sekolah, gurulah yang menentukan apa aktivitas motorik anak yang dapat dilakukan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan anak. Guru juga berperan dalam menumbuhkan minat anak terhadap berbagai kegiatan motorik anak seperti berbagai jenis olahraga, menggambar, melipat kertas, membuat kalung dari berbagai bahan. Minat anak terhadap suatu jenis kegiatan motorik sangat beragam.Disini guru dapat mengarahkan dan menumbuhkan minat anak untuk mengikuti semua kegiatan motorik tersebut, dengan tujuan agar gerakan motorik anak dapat dikembangkan dengan baik. C. MANFAAT PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI. 15

Pada saat anak mencapai usia 3-6 tahun (prasekolah) ada ciri yang jelas berbeda dengan anak bayi. Perbedaannya terletak pada penampilan, proporsi tubuh, berat badan, tinggi badan,dan keterampilan yang mereka miliki. Seperti halnya otot-otot tubuh anak prasekolah nampak berkembang dan memungkinkan bagi mereka untuk melakukan berbagai keterampilan. Otot dan sistem tulang akan terus berkembang sejalan dengan usia mereka. Kepala dan otak mereka telah mencapai ukuran orang dewasa, Jaringan syaraf mereka juga berkembang sesuai pertumbuhan otak dan mereka akan mampu mengrembangkan berbagai gerakan dan mengendalikannya lebih baik. Bila ia mengalami hambatan tertentu, misalnya tubuhnya terlalu gemuk atau malas dan lemas bergerak, anak akan sulit mengikuti permainan yang dilakukan oleh temanteman sebayanya. Disamping itu secara tidak langsung pertumbuhan dan perkembangan motorik anak akan mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri dari orang lain. Sebagai contoh : anak yang kurang terampil dalam menangkap bola akan cepat menyadari bahwa dirinya tidak dapat mengikuti permainan yang menggunakan bola. Hal ini menyebabkan ia menarik diri dari lingkungan teman sebayanya. Berdasarkan hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa keterampilan motorik sangat diperlukan untuk anak. Kemampuan motorik juga bermanfaat bagi : 1. Perkembangan fisiologis anak. Melalui bermain anak akan melakukan gerakan-gerakan. Kegiatan tersebut akan menstimulasi proses fisiologis anak seperti pernafasan dan peningkatan peredaran darah. Kegiatan motorik kasar anak merupakan pengenalan awal kegiatan berolahraga. Jika sejak kecil anak sudah terbiasa melakukan kegiatan motorik maka akan berakibat baik untuk pembentukan postur tubuhnya. Disamping itu kegiatan motorik juga akan membuat tulang dan otot anak bertambah kuat. Bertambah kuatnya tulang membuat kekuatan anak juga bertambah, sebaliknya kekurang-aktifan anak dalam bergerak akan membuat tulangnya menjadi rapuh dan sering terkena penyakit. Banyaknya aktivitas bergerak juga akan mengontrol berat badan anak, yang berat badannya berlebih akan bergerak lebih sedikit dibandingkan dengan anak yang berat badannya normal. Sejak kecil anak harus diberikan kegiatan motorik yang bervariasi yang 16

memungkinkan mereka untuk begerak. Jika ia berhasil melakukan suatu aktivitas motorik, maka selanjutnya ia mau berpartisipasi dalam kegiatan tersebut kembali.

2. Perkembangan kognitif anak. Apabila anak berinteraksi dengan lingkungannya, berarti sekaligus anak dipengaruhi lingkungan dan anak mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian hubungan anak dengan lingkungan bersifat timbal balik, baik bersifat perkembangan psikologis maupun pertumbuhan dan perkembangan motorik.Keterampilan motorik anak akan menumbuhkan kreativitas dan imajinasi anak yang merupakan bagian dari perkembangan mental anak. Dengan demikian para ahli menekankan bahwa kegiatan motorik, dan keterampilan motorik anak akan dapat meningkatkan kemampuan intelektual anak. Gerakan yang mereka lakukan saat mereka bermain bermanfaat untuk membuat fungsi belahan otak kanan dan otak kiri anak seimbang belahan otak kiri akan mengatur cara berfikir logis dan rasional, menganalisis, bicara serta berorientasi. Sedangkan belahan otak kanan berperan mengatur hal-hal yang intuitif, bermusik, menari, dan kreativitas. Berbagai permainan yang dilakukan anak akan membuat otak kiri dan otak kanan berfungsi dengan baik. Perkembangan kemampuan motoriknya akan dapat mengembangkan kognitif anak dalam berimajinasi dan berkreativitas. 3. Perkembangan Sosial dan Perkembangan Anak. Anak-anak usia dini pada umumnya sangat aktif. Mereka telah memiliki penguasaan terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. Gerakan-gerakan motorik membuat otot-otot besar pada anak lebih berkembang dari pada kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil untuk melakukan kegiatan yang rumit seperti mengikat tali sepatu. Umumnya anak usia dini mempunyai satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti. Mereka dengan cepat dapat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang yaitu mau bersahabat dengan lawan jenisnya. Anak laki-laki lebih banyak bermain fungsional-soliter dan asosiatif dramatis dari anak perempuan. Sedangkan anak perempuan lebih banyak bermain soliter, konstruktif-paralel dan dramatik dibandingkan dengan anak laki-laki. 17

Perselisihan sering terjadi, tetapi sebentar kemudian mereka telah berbaik kembali. Anak laki-laki lebih banyak melakukan tingkah laku agresif dan perselisihan, mereka umumnya menyukai bermain diluar, bermain kasar. Anak usia dini pada umumnya telah mampu melakukan gerakan motorik dengan mantap, seperti berlari dan melempar. Baik orang tua maupun guru perlu memberikan kesempatan berbagai kegiatan yang aman bagi mereka, tetapi jangan terlalu mengharapkan suatu penguasaan gerakan diluar kemampuan anak. Meskipun mereka sudah mampu duduk diam untuk waktu yang singkat, mereka tetap masih membutuhkan latihan gerakan sehingga anak-anak tidak terlalu banyak duduk. Untuk melakukan gerakan motorik halus, misalnya mewarnai gambar, masih banyak coretan-coretan yang keluar dari pola yang harus diwarnai. Demikian pula bila mereka melakukan kegiatan jasmani yang disertai aturan-aturan, anak-anak masih sering mengalami kesulitan. Anak sangat membutuhkan latihan kegiatan jasmani yang disertai kebugaran dan aktivitas yang tinggi, tetapi saat ini justru ada kecendrungan anak lebih banyak melakukan kegiatan pasif seperti menonton televisi atau duduk diam dikursi. Anak yang mempunyai kemampuan motorik yang baik akan mempunyai rasa percaya diri yang besar. Lingkungan teman-temannya pun akan menerima anak yang memiliki kemampuan motorik yang lebih baik, sedangkan anak yang tidak memiliki kemampuan gerak tertentu akan kurang diterima teman-temannya.Penerimaan temanteman dan lingkungannya akan menyebabkan anak mempunyai rasa percaya diri yang baik. Contohnya, seorang anak yang mempunyai kemampuan lempar tangkap bola yang lebih baik dari teman-temannya, ia akan diterima dengan baik oleh teman-teman sebayanya. Ia akan mempunyai teman lebih banyak, dan kegiatannya pun akan bertambah banyak karena ia akan diajak oleh teman-temannya mengikuti berbagai kegiatan lainnya. Sebaiknya sejak dini anak-anak diberikan kegiatan motorik secara bebas sesuai dengan kemampuan mereka sendiri dan dilakukan dengan senang hati. C. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MOTORIK Karakteristik perkembangan motorik halus maupun motorik kasar menurut Walkey (1996) pada anak usia dini adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Usia > 3 - 4 Tahun a. Meremas kertas. b. Memakai dan membuka pakaian dan sepatu sendiri. 18

c. Menggambar garis lingkaran dan garis silang(garis datar dan tegak). d. Menyusun menara empat sampai tujuh balok. e. Mengekspresikan gerak tari dengan irama sederhana. f. Melempar bola. g. Berjalan dengan baik (keseimbangan tubuh mkin baik). h. Berlari dengan baik (keseimbangan tubuh makin baik). i. Berlari di tempat. j. Naik turun tangga tanpa berpegangan. k. Melompat dengan satu kaki bergantian. l. Merayap dan merangkak lurus ke depan. m. Senam mengikuti contoh. 2. Karakteristik Perkembangan Motorik Anak Usia > 4 - 5 Tahun a. Menempel. b. Mengerjakan puzzle (menyusun potongan-potongan gambar). c. Mencoblos kertas dengan pensil atau spidol. d. Makin trampil menggunakan jari tangan (mewarnai dengan rapi). e. Mengancingkan kancing baju. f. Menggambar dengan gerakan naaik turun bersambung(seperti gunung / bukit). g. Menarik garis lurus, lengkung dan miring. h. Mengekspresikan gerakan dengan irama bervariasi. i. Melempar dan menangkap bola. j. Melipat kertas. k. Berjalan diatas papan titian. l. Berjalan dengan berbagai variasi (maju mundur di atas satu garis). m. Memenjat dan bergelantungan (berayun). n. Melompati parit atau guling. o. Senam dengan gerakan kreativitas sendiri. D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN MOTORIK. Pengembangan kemampuan motorik dari mulai kemampuan motorik dasar, 19

kemampuan motorik tertentu sampai kemampuan motorik khusus yang dipengaruhi oleh faktor tampilan dan faktor lingkungan. Faktor tampilan paling sering berpengaruh pada kemampuan motorik tertentu, faktor tampilan dapat berupa ukuran tubuh, pertumbuhan fisik, sistem syaraf, kekuatan dan berat tubuh. Beberapa akhli menganggap bahwa sistem syaraf merupakan faktor utama dalam efektivitas penggunaan kemampuan motorik anak. Kesulitan terbesar untuk mengembangkan siatem saraf adalah cara mengontrol banyaknya kegiatan sendi gerak tubuh per unit.Pada satu lengan saja kira- kira ada 2600 unit gerak, 26 otot, dan 4 sendi. Namun melalui latihan, masing-masing unit gerak akan terkoordinasi. Faktor lingkungan juga mempengaruhi pengembangan kemampuan motorik, motivasi untuk bergerak mungkin karena adanya stimulasi dari lingkungan, misalnya melihat mainan yang menarik maka seseorang akan menuju ke arah mainan itu. Sebaliknya kurang gerak untuk melakukan gerakan secara aktif akan memperlambat perkembangan motorik anak. F. METODE PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK Metode merupakan bagian dari strategi kegiatan pembelajaran. Maka dari itu metode dipilih guru berdasarkan strategi kegiatan yang sudah dipilih dan ditentukan. Metode juga merupakan cara untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Seorang guru akan menggunakan metode sesuai dengan gaya melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Namun harus diingat bahwa pendidikan pada anak usia dini mempunyai ciri khas sendiri. Oleh karena itu ada metode-metode yang lebih sesuai untuk digunakan di PAUD dibandingkan dengan metode-metode lainnya. Misalnya guru PAUD jarang sekali menggunakan metode ceramah. Pemilihan metode juga ditentukan oleh karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang akan diajar. Karakteristik tujuan kegiatan pengembangan motork anak PAUD adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, melatih motorik kasar dan motorik halus,mengontrol gerakan-gerakan tubuh dan koordinasi serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat. Untuk mengembangkan kemampuan motorik anak, guru dapat menerapkan metode-metode yang menjamin anak tidak mengalami cedera. Oleh karena itu guru hendaknya dapat menciptakan lingkungan yang aman, bahan dan alat yang dipergunakan dalam keadaan baik dan bersih, tidak menimbulkan rasa takut dan cemas dalam menggunakannya. Disamping itu guru perlu menyesuaikannya dengan karakteristik anak 20

PAUD yang selalu ingin bergerak, mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, senang bereksperimen dan menguji, mampu mengekspresikan diri secara kreatif, mempunyai imajinasi dan senang berbicara. Ada beberapa metode pembelajaran yang sesuai untuk mengembangkan motorik anak, misalnya metode bermain, karya wisata, demonstrasi, proyek atau pemberian tugas. Dari begitu banyak metode yang ada, hendaknya metode yang digunakan adalah metode yang memungkinkan anak bergerak dan bermain, karena gerak dan bermain adalah unsur utama pengembangan motorik anak dan dengan bermain anak PAUD dapat belajar dengan gembira. Dalam menentukan metode untuk mengembangkan keterampilan motorik anak sebaiknya guru memperhatikan tempat kegiatan, apakah di dalam atau di luar kelas, keterampilan apa yang hendak dikembangkan melalui beberapa kegiatan serta tema yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran itu. Penentuan tempat menentukan peralatan yang akan dipergunakan guru. Contohnya untuk pengembangan motorik halus anak yang bertujuan agar anak berlatih menggerakkan pergelangan tangan dengan mewarnai dan menggunting,maka guru dapat memilih kegiatan yang dilakukan di dalam kelas.Guru juga menyediakan semua peralatan yang diperlukan seperti buku-buku atau pola, gunting, pensil warna, sesuai dengan jumlah anak sehingga anak dapat berlatih sendiri-sendiri. Perkembangan motorik merupakan proses memperoleh keterampilan dan pola gerakan yang dapat dilakukan anak, misalnya dalam kemampuan motorik kasar anak belajar menggerakkan sebagian atau seluruh anggota tubuhnya, sedangkan dalam kemampuan motorik halus anak belajar koordinasi ketepatan mata dan tangan dan belajar berimajinasi dan berkreasi. Untuk kegiatan motorik yang dikembangkan, perlu metode yang dapat memacu semua kegiatan, misalnya untuk kegiatan motorik halus dapat diberikan kegiatan menggambar, melipat, menggunting dan sebagainya. Sedangkan untuk kegiatan motorik kasar anak dapat belajar berlari, menangkap bola, menendang bola, melompat dan sebagainya. Dan pada saat anak melakukan kegiatan pengembangan motorik guru perlu memperhatikan keamanan anak, misalnya saat anak menggunakan gunting guru harus mengawasinya agar tidak dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan. Dalam menerapkan metode untuk pengembangan motorik anak, guru perlu merencanakan : 1. Tema / topik kegiatan. 21

2. Tujuan kegiatan. 3. Metode. 4. Tempat kegiatan. 5. Bahan atau peralatan yang akan digunakan. 6. Urutan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan. Selanjutnya guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yaitu : 1. Kegiatan awal / pembukaan. 2. Kegiatan inti. 3. Kegiatan penutup.dan evaluasi hasil belajar anak. Contoh perencanaan dan pelaksanaan pengembangan motorik anak : Guru merencanakan akan melakukan kegiatan untuk motorik halus.Topik yang dipilih adalah menggambar rumah atau mobil atau hewan yang ada dirumah. Tujuan kegiatan adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak dengan menggambar. Dari kegiatan ini anak berlatih menggerakkan pergelangan tangan saat memegang pensil dan juga agar anak dapat menyalurkan perasaannya. Metode yang digunakan adalah metode demonstrasi dan metode pemberian tugas. Kegiatan akan dilaksanakan di kelas, Peralatan dan bahan berupa kertas gambar dan pensil berwarna telah disiapkan. Guru juga telah merencanakan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan bersama dengan anak-anak. Dalam pelaksanaan kegiatan, diawali dengan pemberian informasi tentang tujuan dan arahan apa yang akan dilakukan anak-anak. Kemudian anak-anak diberikan kertas dan pensil berwarna dan ditugaskan untuk menggambar rumah atau mobil atau hewan. mereka diarahkan untuk membuat garis lurus, garis lengkung dengan bermacam pola yang diinginkan anak. Disamping itu anak juga diarahkan untuk mewarnai gambarnya sesuai dengan imajinasi masing-masing anak. Anak yang belum menguasai hendaknya diberikan bimbingan misalnya bagaimana membuat garis lengkung atau garis lurus untuk dapat menyelesaikan tugasnya. Pada akhir kegiatan guru mengumpulkan hasil kerja mereka, memuji hasil karyanya, dan mencatat hasil kerja di lembar evaluasi untuk menindak lanjuti kegiatan tersebut.

22

G. PROGRAM KEGIATAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK Program kegiatan pengembangan motorik anak baik motorik halus maupun motorik kasar berdasarkan kronologis usia 3-5 tahun menurut Walkey (1996) adalah sebagai berikut : 1. Program Kegiatan Pengembangan Gerak Anak Usia > 3-4 tahun a. Disediakan kertas bekas dan tempat sampah, diharapkan anak akan meremas-remas kertas dan membuangnya ketempat sampah. b. Disediakan nenerapa pakaian dan sepatu, diharapkan anak akan mencoba pakaian dan sepatu, kemudian membuka kembali tanpa bantuan. c. Disediakan kertass yang berisi gambar titik-titik berupa lingkaran dan garis silang dan pensil, diharapkan anak akan menghubungkan titik-titik tersebut sehingga terbentuk garis berupa lingkaran dan garis silang. d. Disediakan balok kayu berbagai ukuran yang jumlahnya 7 buah, diharapkan anak akan membentuk menara dengan menyusun balok sebanyak 4 - 7 balok. e. Diperdengarkan suara yang berirama (tepuk tangan atau musik). diharapkan anak akan melakukan gerak tari yang sederhana (tepuk tangan, mengangkat tangan, merentangkan tangan, dan mengikuti irama suara. f. Disediakan beberapa bola yang daya pantulnya rendah dan keranjang atau kotak sebagai sasaran, diharapkan ank akan melempar bola ke sasaran secara berulang. g. Dibuat garis pada lantai (lurus dan berbelok-belok), atau balok titian yang lurus. Anak ditugaskan untuk berjalan melintasi garis atau balok titian secara berulang. h. Disediakan area bermain yang luasnya minimal 7 m dan diperkenalkan permainan yang merangsang anak untuk berkejar-kejaran di area tersebut. i. Disediakan tali karet sepanjang kurang lebih 3 m, diharapkan anak akan bermain lompat tali beregu ( minimal 3 orang anak ). j. Anak diajak menaiki dan menuruni tangga yang tinggi anak tangganya 10 - 20 cm, diharapkan anak akan menaiki dan menuruni tangga tanpa berpegangan dengan kaki kiri dan kaki kanan secara bergantian. k. Dibuat beberapa rintangan dari tali yang tingginya 20 cm pada suatu area dan diharapkan anak akan melompati tali dengan satu kaki bergantian. l. Disediakan lorong yang panjangnya kurang lebih 4 m dan tingginya hanya bisa 23

dimasuki secara merangkak atau merayap. Diharapkan anak akan merangkak dan merayap melalui lorong secara berulang- ulang. m. Guru atau orang tua memperagakan beberapa gerakan senam, diharapkan anak akan menirukan gerakan tersebut. 2. Program Kegiatan Pengembangan Motorik anak Usia > 4 - 5 tahun a. Disediakan beberapa pola gambar dan kertas yang dipotong kecil-kecil, diharapkan anak akan menempelkan potongan-potongan kertas tersebut mengikuti pola. b. Disediakan puzzle (potongan-potongan gambar), diharapkan anak akan menyusun potongan-potongan tersebut menjadi gambar yang utuh. c. Menyediakan jarum tangan, benang, dan kain. Diharapkan anak akan menjahitkan benang ke kain secara sederhana. d. Disediakan pensil berwarna (spidol, crayon, dan sebagainya) , ketas yang sudah diberi gambar, diharapkan anak akan mewarnai gambar itu dengan rapi. e. Disediakan kertas warna, kertas bergambar, dan lem. Diharapkan anak akan mengisi gambar atau pola sederhana dengan robekan kertas warna tersebut. f. Anak disuruh membuka kancing baju dan mengancingkannya kembali sehingga semua kancing baju menjadi rapi. g. Anak dibawa ke lapangan yang memiliki gundukan tanah menyerupai bukit. Diharapkan anak akan menaiki dan menuruninya secara berkesinambungan. h. Disediakan kertas yang terdiri dari titik-titik, diharapkan anak akan menarik garis secara lurus, lengkung dan miring. i. Membunyikan musik atau irama baik yang berasal dari tape recorder atau alat sederhana lainnya, diharapkan anak akan mengekspresikan gerakan mengikuti irama tersebut. j. Anak berdiri sambil memegang bola, bola dilemparkan ke atas dan anak itu berusaha menangkap kembali. k. Dibuatkan sebuah garis diatas tanah atau lantai berukuran lebar 20 cm panjang 4 m diharapkan anak akan berjalan maju dan mundur di atas garis itu. Atau dapat juga dibuat dalam bentuk papan titian. l. Disediakan tambang berukuran 2 m. menggantung pada sebuah penyangga. Diharapkan anak memanjat dan bergelantungan beberapa saat pada tali tersebut. m. Membuat dua garis yang lebarnya 50 cm ibarat sebuah parit, diharapkan anak 24

melintasi garis itu dengan cara melompatinya. n. Membunyikan musik atau tape recorder, anak tanpa harus meniru gerakan orang lain dapat berkreasi dengan menggerkkannya sendiri. Rangkuman : Masa 5 sampai 6 tahun pertama perkembangan motorik anak sangat pesat, kira-kira usia 3 tahun anak mulai menerima keterampilan dan pelajaran sebagai dasar pembentukan pengetahuan. Untuk itu perlu diberikan dorongan, rangsangan, dan dukungan berupa program yang terencana. Perkembangan motorik anak dapat dilihat secara jelas melalui berbagai gerakan yang dilakukannya. Semakin banyak anak bergerak semakin banyak manfaat yang diperoleh anak, mereka akan lebih percaya diri,lebih mandiri dan bangga dapat melakuikan kegiatan dengan teman-temannya. Tujuan pendidikan di PAUD adalah membantu mengembangkan fisik / motorik anak, untuk itu guru harus dapat meningkatkan keterampilan motorik anak dengan mengenalkan, melatih dan memotivasinya. Pengembangan motorik akan memperkuat otot dan tulang, jaringan syaraf, pertumbuhan otak, perkembangan fisiologis, kognitif dan sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motorik adalah tampilan dan lingkungan. Metode pembelajaran untuk mengembangkan motorik anak sebaiknya yang memungkinkan anak bergerak dan bermain, serta memperhatikan keamanan anak. Dalam menerapkan metode perlu direncanakan terlebih dahulu. BAB IV BAHAN PENGEMBANGAN MOTORIK KASAR Tujuan : 1. Dapat menjelaskan berbagai ragam gerak dasar dan variasinya. 2. Dapat memperagakan bentuk gerak dasar dan variasinya. 3.Dapat melakukan permainan untuk pengembangan motorik kasar. A.Gerak dasar Beberapa gerak dasar dan variasinya makin dikuasai atau mulai bisa dilakukan 25

anak, seperti berbaring, berjalan, berlari, mendaki, melempar, dan menangkap bola. Di bawah ini akan diuraikan beberapa gerak dasar sebagai berikut : 1. Berbaring. Sikap berbaring perlu diperkenalkan kepada anak usia dini, adapun variasi gerakannya ada beberapa macam yaitu : a. Berbaring telentang. Sikap badan dan kedua kaki lurus, kedua tangan disamping badan, muka menghadap ke atas, tubuh tidak kaku (rileks). b. Berbaring miring ke kiri. Sikap bahu miring, sisi badan bagian samping kiri dan kiri bagian luar rapat di lantai. tangan kiri lurus ke depan, tangan kanan rapat di atas sisi badan bagian atas lurus ke belakang dan kaki kanan lurus berada di atas kaki kiri. Kepala berada di atas bahu tangan kiri miring ke samping kiri, muka menghadap ke kiri. c. Berbaring miring ke kanan. Sama seperti miring kekiri, hanya sekarang sisi badan sebelah kanan yang merapat ke lantai. d. Berbaring telungkup. Sikap badan dan kedua kaki lurus, perut, dada, paha bagian depan, punggung kaki rapat ke lantai, kedua tangan di samping badan, kepala dimiringkan ke samping kiri / kanan, tubuh tidak rileks. 2. Berjalan. Berjalan adalah suatu gerakan melangkah ke segala arah di mana salah satu kaki menapak di tanah / lantai. Namun demikian bila gerakan berjalan tidak diperhatikan pada masa usia dini dikawatirkan akan terjadi kelainan dalam berjalan di kemudian hari. Untuk itu gerak berjalan maupun latihan-latihan berjalan harus disosialisasikan sejak kecil dengan cara bermain. Perkembangan kemampuan gerak berjalan berhubungan denga kekuatan kaki, keseimbangan dan koordinasi bagian-bagian tubuh yang mendukung mekanisme keseimbangan. Kekuatan kaki diperlukan untuk mendukung beban berat tubuh, dan keseimbangan diperlukan untuk menjaga tubuh agar tidak roboh. Untuk menjaga keseimbangan pada saat memindahkan titik berat badan ke kaki depan yang melangkah 26

maka koordinasi antara kaki dengan anggota tubuh bagian atas terutama tangan sangat diperlukan. 3. Berlari. Berlari tidak banyak berbeda dengan berjalan hanya ada perbedaan yaitu jika berlari ada saat melayang di udara atau agak melompat. Gerakan berlari merupakan perkembangan dari gerakan berjalan, gerakan dasar anggota tubuh pada saat berlari menyerupai gerakan berjalan. Untuk dapat melakukan gerakan berlari maka diperlukan peningkatan kekuatan kaki dan koordinasi yang lebih baik antara otot-otot penggerak dengan otot-otot yang berlawanan pada saat kaki melangkah. Kekuatan kaki yang lebih besar diperlukan untuk menjejakkan kaki tumpu agar terjadi gerakan melayang dan untuk menahan berat badan pada saat kaki lainnya mendarat dan dilanjutkan menjejak untuk gerakan langkah selanjutnya. 4..Lompat. Lompat adalah gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain dengan menumpu satu kaki dan mendarat dengan dua kaki. 5. Loncat. Loncat adalah gerakan mengangkat tubuh dari satu titik ke titik yang lain dengan menumpu dengan dua kaki dan mendarat dengan satu / dua kaki. 6. Berjingkat. Berjingkat adalah gerakan melompat di mana lompatan dilakukan dengan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan menggunakan satu kaki yang sama. Gerakan berjingkat lebih sukar dibandingkan dengan gerakan melompat, dan memerlukan kekuatan otot kaki yang lebih besar, perlu koordinasi dan keseimbangan yang lebih baik. 7. Menyepak. Gerakan menyepak sudah bisa diberikan kepada anak usia dini karena mereka sudah mampu mempertahankan keseimbangan tubuhnya dalam posisi berdiri pada satu kaki sementara satu kaki yang lainnya diangkat dan diayun ke depan

27

8. Melempar. Melempar adalah gerakan mengarahkan satu benda yang dipegang dengan cara mengayunkan tangan ke arah tertentu. Gerakan ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan tangan dan lengan serta memerlukan koordinasi beberapa unsur gerakan, seperti lengan dan jari-jari yang harus melepaskan benda yang dipegang pada saat yang tepat. 9. Menangkap. Awal dari usaha anak untuk menangkap, yang dilakukan adalah berupa gerakan tangan untuk menghentikan suatu benda yang ada didekatnya. Anak yang bermain-main bola akan berusaha menangkap bola yang bergulir didekatnya. Apabila gerakan seperti itu dilakukan secara berulang-ulang akan terjadi sinkronisasi gerakan tangan dengan kecepatan bola yang datang atau bergulir. Menangkap bola yang bergulir lebih mudah dilakukan dibandingkan menangkap bola yang melambung. Untuk menangkap bola yang melambung mebutuhkan latihan yang berulang-ulang, karena perlu penyesuaian posisi tubuh, tangan, dan bola itu berada. 10. Memantul-mantulkan bola. Gerakan ini mula-mula terbentuk dari gerakan menjatuhkan bola yang dipegang. Bila bola itu memantul ke atas maka ia akan berusaha menangkapnya. Dengan gerakan yang berulang-ulang dia akan berhasil melakukannya, dan ia akan makin senang mengulangnya. Kemampuan memantul-mantulkan bola tanpa memegangnya sejalan dengan kemampuan mengontrol kekuatan tangan dan arah tegaknya bola. 11. Memukul. Gerakan anak untuk memukul bola dilakukan sebagai berikut :mula-mula anak akan mengayunkan tangannya dengan lengan lurus kearah depan atas, selanjutnya gerakan memukul akan berkembang dan mampu melakukan gerakan memukul dari samping dan juga dari atas kepala. Kemampuan memukul akan berkembang apabila anak memperoleh kesempatan yang berulang-ulang. B. Variasi gerakan. Berikut beberapa gerakan dasar dan variasinya baik tanpa alat maupun dengan 28

menggunakan alat. 1. Berjalan dan berlari secara perorangan. Kompetensi : Anak dapat melakukan berbagai cara berjalan dan berlari secara perorangan dalam ruang/di halaman tanpa mengganggu anak lain melalui pengamatan dan latihan. Bahan pengembangan : Berjalan secara perorangan menjelajahi ruang tanpa mengganggu anak lain, seperti : a. Berjalan langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. b. Berjalan lurus : kaki kanan ditempatkan persis di depan kaki kiri, selanjutnya kaki kiri diletakkan di depan kaki kanan, dilakukan bergantian. c. Berjalan angkat tumit : dengan langkah biasa,langkah pendek, langkah panjang. d. Berjalan angkat paha : dengan langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. e. Berjalan cepat. Berlari secara perorangan menjelajahi ruang tanpa mengganggu anak lain : a. Berlari langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. b. Berlari angkat paha c. Berlari angkat tumit. 2. Berjalan dan berlari secara bersama Kompetensi : Anak dapat melakukan berbagai cara berjalan dan berlari secara bersama dalam ruang/di halaman tanpa mengganggu anak lain melalui pengamatan dan latihan. Bahan pengembangan : Berjalan secara bersama menjelajahi ruang tanpa mengganggu anak lain, seperti : a. Berjalan langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. b. Berjalan lurus : kaki kanan ditempatkan persis di depan kaki kiri, selanjutnya kaki kiri diletakkan di depan kaki kanan, dilakukan bergantian. c. Berjalan angkat tumit : dengan langkah biasa,langkah pendek, langkah panjang. 29

d. Berjalan angkat paha : dengan langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. e. Berjalan cepat. Berlari secara bersama menjelajahi ruang tanpa mengganggu anak lain : a. Berlari langkah biasa, langkah pendek, langkah panjang. b. Berlari angkat paha c. Berlari angkat tumit. d. Kombinasi antara langkah biasa dengan langkah pendek, langkah panjang, angkat tumit, angkat paha. 3. Melompat / meloncat secara perorangan. Kompetensi Anak dapat melakukan berbagai cara lompat / loncat ke berbagai arah secara perorangan dalam ruang/di halaman tanpa mengganggu anak lain melalui pengamatan dan latihan. Bahan pengembangan : Lompat / loncat kedepan secara perorangan : a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendarat dengan dua kaki. Lompat/loncat ke belakang secara perorangan : a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendarat dengan dua kaki. Lompat / loncat ke atas secara perorangan : 30

a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendrat dengan dua kaki. 4. Melompat / meloncat secara bersama Kompetensi : Anak dapat melakukan berbagai cara lompat/loncat ke berbagai arah secara bersama dengan menjelajahi ruang/ halaman tanpa mengganggu anak lain melalui pengamatan dan latihan. Bahan pengembangan : Lompat / loncat kedepan bergandengan tangan : a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendarat dengan dua kaki.

Lompat / loncat ke belakang bergandengan tangan : a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendarat dengan dua kaki. Lompat / loncat ke atas bergandengan tangan : a. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kanan. b. Bertolak dengan kaki kanan, mendrat dengan kaki kiri. c. Bertolak dengan kaki kiri, mendarat dengan kaki kiri. 31

d. Bertolak dengan kaki kanan, mendarat dengan kaki kanan. e. Bertolak dengan kedua kaki, mendarat dengan dua kaki. 5. Gerakan-gerakan tubuh dengan alat bantu simpai. Kompetensi : Anak mengenal dan dapat melakukan berbagai gerakan tubuh dengan alat bantu simpai melalui pengamatan, peragaan dan latihan. Bahan pengembangan : Latihan perorangan : a. Menggelindingkan simpai dengan berjalan,berlari, atau mengelilingi ruangan. b. Simpai dipegang dengan kedua tangan di atas kepala, kemudian direndahkan, tubuh masuk ke dalam simpai, kemudian keluar lagi. c. Merangkak masuk dan keluar simpai-simpai didirikan. d. Melompat-lompat keluar masuk simpai dengan berbagai lompatan. Latihan beregu. a. merangkak dalam simpai b. jenis-jenis latihan dan perlombaan lainnya sesuai dengan keadaan ruang. 6. Gerakan-gerakan tubuh dengan alat bantu tongkat. Kompetensi : Anak mengenal dan dapat melakukan gerakan tubuh dengan alat bantu tongkat melalui pengamatan, peragaan, dan latihan. Bahan pengembangan : Latihan perorangan. a. Melangkahi tongkat, anak berdiri memegang tongkat pada kedua ujung di depan tubuh, lalu kembali kesikap semula. b. Melompati tongkat. Tongkat diletakkan melintang di lantai. c. Seperti latihan di atas tetapi waktu kembali melompat ke belakang.

32

Latihan beregu. a. Melangkahi tongkat. Anak dibagi dalam beberapa regu. b. Merangkak di bawah tongkat, dari tongkat pertama sampai akhir. c. Berbagai bentuk lomba. 7. Berbagai gerakan dengan bola. Kompetensi : Anak mengenal dan dapat melakukan berbagai gerakan maupun keterampilan bermain dengan bola melalui pengamatan, peragaan dan latihan. Bahan pengembangan : Latihan perorangan: a.Memantulkan dan menangkap bola. Anak berdiri di tempat, bola dipantulkan di lantai, lalu ditangkap dua tangan. b. Memantulkan dan menangkap bola sambil berjalan/bergerak. c. Melambungkan dan menangkap bola di tempat. Anak berdiri di tempat, bola dilambungkan setinggi kira-kira 1 meter,lalu ditangkap. Kalau sudah bisa bola dilambungkan lebih tinggi. d. Bola digelindingkan ke depan, dengan berjalan atau lari dipegang lagi.

Latihan beregu/berteman : a.Menggelindingkan dan menangkap bola, dua anak berdiri berhadapan dengan jarak 23 meter. Seorang anak menggelindingkan, anak yang lain menangkap. b. Melambungkan dan menangkap bola.Dua anak berhadapan dengan jarak 2-3 meter. Seorang anak melambungkan bola (ayunan bawah) anak yang lain menangkap. c. Lempar bawah dan menangkap bola. Dua anak berdiri berhadapan dengan jarak 2-3 meter, seorang anak melempar bola dengan lemparan bawah anak yang lain menangkap. d.Menendang /menyepak dan menghentikan. Seperti di atas seorang anak menendang ,anak yang lain menghentikan. e. Permainan-permainan dengan bola.

33

8. Gerakan-gerakan tubuh dengan alat bantu kantong biji. Kompetensi : Anak mengenal dan dapat melakukan berbagai sikap dan gerakan tubuh dengan alat bantu kantong biji-bijian melalui pengamatan, peragaan dan latihan. Bahan Pengembangan : Latihan perorangan : a.Melambungkan dan menangkap kantong biji,dua anak berdiri berhadapan dengan jarak 2-3 meter. Seorang anak melambungkan anak tang lain menangkap. b. Melambungkan dan menangkap kantong biji. Dua anak berhadapan dengan jarak 2-3 meter. Seorang anak melambungkan kantong biji (sambil bergerak) anak yang lain menangkap. c. Melambungkan dan menangkap kantong biji dengan tubuh berputar 360 derajat dan kantong biji ditangkap sebelum jatuh. Latihan bersama teman / beregu : a. Melambungkan dan menangkap kantong, dua anak saling berhadapan atau beregu, pelaksnaannya seperti di atas. Dapat dilakukan dalam bentuk latihan atau perlombaan. b. Kantong biji diletakkan di atas kepala. Anak dibagi dalam regu-regu susunan berbanjar. Setiap satu regu berhadapan dengan satu regu yang lain. Anak pertama menempatkan kantong di atas kepala, dengan jalan atau lari memindahkan kantong tersebut kepada anak berikutnya sampai selesai. c. Kantong biji ditempatkan di atas jari/ujung kaki, pelaksanaannya sama dengan di atas. 9. Menirukan gerakan-gerakan binatang. Kompetensi : Anak dapat membayangkan dan menirukan gerakan jasmani seperti gerakan yang dilakukan oleh binatang-binatang melalui pengamatan, peragaan dan latihan. Bahan Pengembangan : a. Menirukan berbagai gerakan seperti yang dilakukan oleh binatang berkaki dua : 34

burung bangau berdiri, berjalan, terbang,melayang-layang, itik/bebek berjalan, berlari. b. Menirukan berbagai gerakan seperti gerakan yang dilakukan oleh binatang berkaki empat : gajah berjalan, anjing berjalan, kelinci melompat, katak melompat. 10. Gerakan-gerakan tubuh berdasarkan nyanyian. Kompetensi : Anak dapat memperagakan berbagai gerakan tubuh berdasarkan irama/bunyi nyanyian melalui pengamatan, peragaan dan latihan. Bahan pengembangan : a. Bentuk gerakan terikat. Gerakan ini dilakukan berdasarkan bunyi / maksud nyanyian, misalnya mengikuti nyanyian dengan gerakan sebagai berikut : Kepala-pundak-lutut kaki-lutut- kaki (2X) mari berlari bersama-sama, kepala-pundak-lutut - kaki-lutut-kaki. b. Bentuk gerakan bebas. Anak-anak bebas melakukan gerakan berdasarkan nyanyian yang berlaku. Misalnya dengan nyanyian " Burung kakak tua".

C. Permainan. Bagi anak bermain merupakan seluruh aktivitas anak termasuk bekerja dan kesenangannya,dan juga merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bermain merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan dan kasih sayang. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk perkembangan fisik, mental dan emosinya. Anak akan bermain sepanjang aktivitas tersebut menghiburnya, bila merasa bosan mereka akan berhenti bermain. Ketika mereka semakin matang, mereka mulai lebih menyadari kebutuhan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuannya dalam permainan. Permainan yang cukup rumit akan menuntut anak menggunakan kemampuan kognitif dalam mengembangkan strateginya pada waktu melakukan permainan. 1. Hal-hal yang perlu diperhatikan. Agar anak bisa bermain diperlukan hal-hal seperti berikut : a. Ekstra energi. 35

Untuk bermain diperlukan ekstra energi. Anak yang sakit, kecil keinginannya untuk bermain. b. Waktu. Anak harus mempunyai cukup waktu untuk bermain. c. Alat permainan. Untuk bermain diperlukan alat permainan yang sesuai dengan umur dan taraf perkembangannya. d. Ruangan untuk bermain. Ruangan tidak usah terlalu lebar dan tidak perlu ruangan khusus untuk bermain. Anak bisa bermain di halaman atau di ruang kelas e. Pengetahuan cara bermain. Anak belajar bermain melalui mencoba-coba sendiri, meniru teman-temannya, atau diberitahu caranya oleh orang lain. f. Teman bermain. Anak harus yakin bahwa ia mempunyai teman bermain kalau ia memerlukan. Karena kalau anak bermain sendiri, maka ia akan kehilangan kesempatan belajar dari temantemannya. Sebaliknya kalau temannya terlalu banyak, maka dapat mengakibatkan anak tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk menghibur diri sendiri dan menemukan kebutuhannya sendiri. 2. Keuntungan Bermain. Banyak keuntungan yang diperoleh dari bermain yaitu : a. Membuang ekstra energi b. Pertumbuhan organ tubuh, tulang dan otot. c. Meningkatkan nafsu makan. d. Anak belajar mengontrol diri. e. Berkembangnya berbagai keterampilan. f. Meningkatkan daya kreativitas. g. Menemukan arti dari benda-benda yang ada di sekitar anak. h. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan kedukaan. i. Belajar bergaul dengan anak lainnya. j. Kesempatn unntukk mengikuti aturan-aturan. k. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya

36

3. Contoh Permainan Tanpa Alat. a. Mari Berjalan Menjelajahi Ruang. Tujuan permainan ini adalah anak berjalan ke berbagai arah dengan berbagai cara. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Anak-anak berdiri bebas di dalam ruangan, menghadap ke arah guru. " Mari berjalan mengelilingi ruangan tanpa mengganggu anak-anak lain". " Coba anak-anak berjalan dengan angkat tumit,.....yaaa....berjalan langkah biasa". Anak-anak berjalan ....., belok ke kanan........., belok ke kiri......., langkah panjang .........., berhenti. Anak-anak berkumpul lagi dalam susunan bebas. b. Permainan Kucing dan Tikus. Anak-anak dijadikan dua kelompok, salah satu kelompok membuat lingkaran sambil bergandengan tangan, sedangkan kelompok yang lainnya menjadi tikus.Tunjuklah seorang untuk menjadi kucingnya. Anak-anak yang menjadi tikus berada di dalam lingkaran. Apabila ada tanda mulai atau bunyi pluit, maka segera kucing mengejar tikus, dan tikus lari menyelamatkan diri agar tidak tertangkap oleh kucing. Apabila ada tikus yang tertangkap, maka tikus tersebut menjadi kucing dan yang tadinya menjadi kucing ganti menjadi tikus. Setelah 3-5 menit anak-anak berganti kelompok, yang tadinya menjadi tikus ganti menjadi lingkaran. 4. Contoh Permainan dengan Alat. a. Bola Gilir. Tujuan permainan ini adalah untuk melatih kerja sama dan keterampilan memegang bola. 1). Bentuklah barisan. 2). Berikan bola pada anak terdepan. 3). Anak-anak diperintahkan memindahkan bola kepada teman di belakangnya melalui selangkangan kaki. 4). Ketika bola sampai pada anak yang paling belakang, bola tersebut dioper ke depan 37

melaluai kepala. 5). Setiap kali permainan ini diulang anak-anak akan mencoba mengoperkan bola tersebut secepat mungkin. b. Tali Sirkus. Tujuan permainan ini adalah untuk melatih keseimbangan. Pelaksanaannya adalah sebagai berikut : Berceritalah tentang sirkus.Tanyakan kepada anak-anak apakah mereka pernah melihat tali yang biasa dipakai pemain sirkus untuk berjalan di atas. 1) Tempelkan pita panjang di lantai. 2). Anggaplah pita tersebut tali sirkus. 3). Berilah contoh bagaimana berjalan sangat hati-hati di atas tali tersebut dengan menempatkan satu kaki di depan kaki lainnya. 4) Putarlah musk dan biarkanlah anak-anak berpura-pura berjalan di atas tali sirkus. 5) Pada waktu mereka berjalan, anjurkan gerakan-gerakan lain seperti berdiri dengan satu kaki sambil menjaga keseimbangan, atau berjalan mundur.

Latihan 1. Peragakan gerakan-gerakan yang terdapat pada Bab ini secara berkelompok. 2. Adakan diskusi dengan regunya dan buat bentuk-bentuk perlombaan Rangkuman : Gerak dasar perlu dikenalkan dan dilatihkan agar anak-anak dapat melakukan gerakan-gerakan dengan benar. Ada beberapa gerak dasar yaitu berbaring, merangkak, berjalan, berlari, melompat, meloncat, berjingkat, melempar, menangkap, menyepak, memantul-mantulkan bola. Berjalan adalah suatu gerakan melangkah ke segala arah di mana salah satu kaki harus menapak di tanah/lantai. Berlari tidak jauh berbeda dengan berjalan, hanya ada perbedaan yaitu jika berlari ada saat melayang di udara (kedua kaki lepas dari lantai). Untuk dapat berlari diperlukan peningkatan kekuatan otot kaki dan 38

koordinasi antara otot-otot. Perbedaan melompat dan meloncat terletak pada tumpuannya apakah satu kaki atau dua kaki. Gerakan-gerakan dapat dilakukan dengan tanpa alat atau dengan bermacam-macam bantuan alat, baik secara perorangan maupun bersama.

BAB V PENILAIAN PENGEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA DINI TUJUAN : 1. Mengetahui hasil dari pelaksanaan kegiatan. 2. Mengetahui fungsi penilaian. 3. Mengetahui bagaimana cara menilai pengembangan motorik anak. 4. Dapat menyebutkan beberapa prinsip penilaian. Setelah merancang dan melaksanakan program kegiatan pengembangan motorik, selanjutnya perlu mengetahui bagaimana hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut, yaitu penilaian atau evaluasi. Penilaian adalah suatu usaha untuk mendapatkan informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses, dan hasil dari perkembangan yang dicapai. Penilaian mencakup proses dan hasil kegiatan anak didik yang berkaitan dengan 39

pengetahuan, sikap dan perilaku, serta keterampilan yang telah direncanakan dalam program kegiatan belajar. Kesemuanya ini tidak dapat dipisahkan melainkan berkaiatan satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan krativitas anak. Penilaian ditujukan terhadap kemajuan-kemajuan yang dicapai dan juga hambatan-hambatan yang mungkin menghalangi kemajuan anak didik. Penilaian juga dilakukan terhadap program yang dilakukan, apakah kegiatan telah berjalan sesuai dengan tujuan, atau apakah perlu diperbaiki karena tujuan tidak tercapai. Selain itu apakah metode, alat-alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan anak sehingga dapat mencapai tujuan secara optimal. A. FUNGSI PENILAIAN 1. Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan anak didik. 2. Untuk mengukur sejauh mana keberhasilan sistem pengajaran yang digunakan. 3. Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dan perubahan kurikulum. 4. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar. 5. Sebagai bahan pertimbangan guru dalam menyesuaikan minat dengan kemampuan anak didik agar dapat mencapai kemajuan dengan optimal. 6. Sebagai informasi untuk orang tua murid tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar orang tua meningkatkan bimbingan dan memberikan motivasi. 7. Sebagai bahan masukan bagi pihak lain yang memerlukan dalam memberikan pembinaan selanjutnya. B. ALAT PENILAIAN Beberapa cara dapat dipergunakan untuk menilai perkembangan motorik anak usia dini yaitu : 1. Pengamatan / observasi. Pengamatan adalah suatu cara untuk mengumpulkan informasi dengan mengamati, mendengar dan mencatatnya dengan benar apa saja yang dilakukan oleh anak dalam proses pembelajaran dan perkembangannya. Ini sangat cocok dilakukan karena anak usia dini belum mampu membaca dan menulis dengan lancar dan belum dapat mengungkapkan perasaannya dengan baik. 40

Melalui pengamatan peilaku anak dapat dipertimbangkan untuk melihat perkembangan anak dan melakukan langkah-langkah berikutnya. 2. Catatan anekdot. Catatan-catatan ini merupakan kumpulan perilaku anak dalam situasi tertentu atau peristiwa penting yang dilakukan. Catatan ini dapat dilakukan setiap saat berupa katakata singkat tentang apa yang dilihat dan didengar. Adapun ciri-ciri catatan anekdot adalah : a. Hasil observasi langsung. b. Singkat, tepat dan akurat. c. Spesifik. d. Meliputi konteks perilaku. e. Berfokus pada yang tipikal / tidak biasa bagi anak yang diamati. 3. Portofolio. Portofolio adalah kumpulan karya anak baik yang dikembangkan oleh anak dan guru, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menelaah usaha, perbaikan, proses dan pencapaian pada suatu bagian atau lebih. C. PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN. Ada beberapa prinsip penilaian yang perlu diperhatikan dalam menilai perkembangan motorik yaitu : 1. Menyeluruh. Penilaian baru bersifat menyeluruh apabila penilaian yang digunakan mencakup aspek proses dan hasil pengembangan yang secara bertahap menggambarkan perubahan perilaku yang ditetapkan dalam tujuan pembelajaran yaitu menyangkut pengetahuan, sikap, perilaku, nilai serta keterampilan. 2. Berkesinambungan. Penilaian dilakukan secara berencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan hasil belajar anak didik. 3. Mendidik. Hasil penilaian harus dapat digunakan untuk membina dan memberikan dorongan kepada anak dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. 41

4. Bermakna. Hasil penilaian harus memiliki makna bagi guru, orang tua, anak dan pihak lain yang memerlukan. 5. Sesuai. Dalam penilaian harus ada kesesuaian antara apa yang diajarkan dengan laporan yang dibuat. 6. Obyektif. Dalam penilaian diusahakan seobyektif mungkin. Perasaan-perasaan, prasangkaprasangka dan keinginan-keinginan sedapat mungkin harus dikesampingkan. Juga harus diperhatikan perbedaan-perbedaan perkembangan anak, sehingga tidak memberikan penafsiran yang sama terhadap gejala yang sama. Latihan : 1. Apa yang dimaksud dengan penilaian ? 2. Sebutkan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menilai pengembangan motorik anak usia dini.! 3. Sebutkan prinsi-prinsip penilaian yang harus diperhatikan oleh guru PAUD ! Rangkuman : Penilaian adalah suatu usaha untuk mendapatkan informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai anak melalui program kegiatan belajar. Adapun fungsi penilaian adalah : 1. Mmengukur kemajuan dan perkembangan anak didik. 2. Mengukur keberhasilan sistem pengajaran. 3. Bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan proses pembelajaran dan perubahan kurikulum. 4. Bahan pertimbangan guru dalam menyesuaikan minat dengan kemampuan anak didik 6. Menginformasikan kepada orang tua murid tentang pertumbuhan dan perkembangan anaknya . 7. Bahan masukan bagi kemajuan dan perkembangan anak didik. Ada beberapa cara penilaian yaitu observasi, anekdot, portofolio, dengan prinsip 42

menyeluruh, berkesinambungan, mendidik, bermakna, sesuai dan obyektif.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional (2003), Metodik khusus Pengembangan Keterampilan di TK. Jakarta : Depdiknas. Kurikulum TK dan RA (2004). Standar Kompetensi. Jakarta : Direktorat Pendidikan TK dan SD, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Moeslichatoen R. (1999). Metode Pengajaran di Taman Kanak-kanak. Jakarta : Rineka Cipta. Padmonodewo,Soemiarti.(1995). Pendidikan Pra Sekolah.Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti. 43

Silberg,Jackie. (2002). The Values Book for Children. Jakarta : PT Gramedia. Soetjiningsih. (2002). Tumbuh Kembang Anak. Surabaya : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sujiono, Bambang dkk. (2005). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta :Universitas Terbuka. Tangyong, Agus F. dkk.(1990). Pengembangan Anak Usia TK. Jakarta : PT. Gramedia

44

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful