SUMBER SUMBER HUKUM TATA NEGARA

Sumber hukum adalah segala sesuatu yang berupa tulisan, dokumen, naskah,

yang

dipergunakan oleh suatu bangsa sebagai pedoman hidupnya pada masa tertentu. Menurut Tjipto Rahardjo “Sumber yang melahirkan hukum digolongkan dari dua kategori, yaitu sumber-sumber yang bersifat hukum dan yang bersifat sosial. Sumber yang bersifat hukum merupakan sumber yang diakui oleh hukum sendiri sehingga secara langsung bias melahirkan atau menciptakan hukum. Apa yang dimaksud dengan ‘Sumber Hukum’? Menurut para pakar hukum : Satjipto Rahardjo (1991: 81): sumber yang melahirkan hukum digolongkan dari 2 kategori, yaitu sumber-sumber yang bersifat hukum dan yang bersifat sosial. Sumber yang bersifat hukum merupakan sumber yang diakui oleh hukum sendiri sehingga secara langsung bisa melahirkan atau menciptakan hukum. C.S.T. Kansil menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan sumber hukum ialah, segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat memaksa, yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata. Yang dimaksudkan dengan segala apa saja, adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya hukum. Sedang faktor-faktor yang merupakan sumber kekuatan berlakunya hukum secara formal artinya ialah, dari mana hukum itu dapat ditemukan , dari mana asal mulanya hukum, di mana hukum dapat dicari atau di mana hakim dapat menemukan hukum sebagai dasar dari putusannya. Sedangkan sumber hukum menurut Sudikno Mertokusumo yaitu terbagi atas dua hal : 1. Sumber Hukum Materiil Adalah tempat dari mana materi itu diambil. Sumber hukum matriil ini merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum, misalnya hubungan sosial, hubungan kekuatan politik, situasi sosial ekonomis, tradisi (pandangan keagamaan, kesusilaan), hasil penelitian ilmiah, perkembangan internasional, keadaan geografis, dll.

2. arti dari kalimat tersebut adalah bahwa pandangan hidup. Sumber-sumber Hukum Tata Negara Indonesia Pancasila sebagai sumber hukum Indonesia Pancasila dinyatakan sebagai sumber dari segala sumber hukum. perjanjian antarnegara. Namun penelaahan sosiologis juga dapat relevan gagi seorang yang mempelajari sumber-sumber hukum dalam arti formal. Sumber-sumber hukum dalam pengertian sosiologis Sumber-sumber hukum dalam arti sosiologis merupakan lapangan pekerjaan bagi seorang sosiolog hukum. Sumber-sumber tersebut terahir seringkali lebih baik dipahami dibandingkan dengan sumber-sumber sosiologis hukum. B. Sumber hukum dalam pengertian sejarah Dalam arti sejarah istilah sumber hukum punya dua makna : sebagai sumber pengenal dari hukum yang berlaku pada suatu saat tertentu sebagai sumber tempat asal pembuat undang-undang menggalinya dalam penyusunan suatu aturan menurut undang-undang. Bagi para sejarawan hukum hal yang terutama penting adalah sumber pertama. yuris prudensi dan kebiasaan. majalahmajalah dan sebagainya. Sumber Hukum Formal Merupakan tempat atau sumber dari mana suatu peraturan memperoleh kekuatan hukum. keadilan sosial. . cita-cita hukum. perikemanusiaan. serta tujuan hidup bangsa harus sesuai dengan pancasila serta tidak menyimpang dari pancasila. Yang diakui umum sebagai sumber hukum formal ialah UU. buku-buku ilmiah. Hal ini berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan peraturan hukum itu formal berlaku. Yang dimaksud ialah dokumen-dokemen resmi kuno.

Perpu dibuat oleh presiden saja . . 2.Sumber hukum dalam arti formal Artinya adalah tempat digalinya hukum yang dibuat positif oleh pemerintah yang berwenang. Undang-undang dan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang Perlu diketahui bahwa undang-undang merupakan produk bersama dari presiden dan DPR (produk legislatif). namun melalui dekrit presiden tanggal 5 juli tahun 1959. namun Ada beberapa perbedaan yang mendasar antara keduanya. dalam pembentukan undang-undang ini bisa saja presiden yang mengajukan RUU yang akan sah menjadi Undang-undang jika DPR menyetujuinya. ahirnya UUD 1945 berlaku kembali sampai dengan sekarang. Apabila perpu tersebut tidak disetuju maka harus dicabut serta akibat hukum yang timbul harus diatur. garis-garis besar dalam bidang legislatif yang dilaksanakan dengan undang-undang b. garis-garis besar dalam bidang eksekutif yang dilaksanakan dengan keputusan presiden. tanpa adanya keterlibatan DPR b. 3. setelah itu terjadi perubahan dasar negar yang mengakibatkan UUD 1945 tidak berlaku. Ketetapan MPR Ketetapan MPR ini merupakan produk MPR yang secara umum memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Perpu hanya dapat dibuat dalam keadaan genting saja (Negara dalam keadaan darurat) Akan tetapi dalam pelaksanaanya perpu ini harus mendapat persetujuan dari DPR dikemudian hari. Dengan kata lain ketetapan MPR ini juga dilaksanakan dengan keputusan presiden. dan begitu pula sebaliknya. Undang-undang dan peraturan pemerintah pengganti undang-undang pada dasarnya memiliki derajat yang sama. Undang-undang dasar 1945 UUD1945 mulai berlaku sejak 18 agustus 1945 sampai 27 desember 1949. perbedaan tersebut antara lain : a. Dalam penjabaran yang lebih lanjut hierarki sumber-sumber hukum adalah sebagai berikut 1.

4. Dalam pelaksanaannya kepala daerah dengan persetujuan DPRD dapat menetapkan peraturan daerah. guru besar ataupun jabatan administrasi penting lainnya. Peraturan menteri dan surat keputusan menteri Peraturan menteri adalah suatu peraturan yang dikeluarkan ole seorang menteri yang berisi ketentuan-ketentuan tentang bidang tugasnya. SK menteri ini dapat dibuat oleh lebih dari dua menteri sekaligus atau lebih yang disebut SK bersama. Daerah otonom ini dibagi menjadi daerah tingkat I dan daerah tingkat II. kepres juga dikeluarkan oleh presiden. 7. PP ini memuat aturan-aturan yang bersifat umum dan tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan yang lebih tinggi. 5. seperti mengangkat duta besar. 6. Keputusan presiden Seperti hanya peraturan pemerintah. PP bersifat umum sedangkan keppres bersifat khusus. Hukum tidak tertulis Hukum tidak tertulis pada umumnya berisi hukum adat dan atau hukum kebiasaan yang secara nyata tidak dibuat oleh badan legislatif serta tumbuh berkembang dalam masyarakat. Yang menjadi pembeda antara keduanya adalah jika dilihat dari sifatnya. 8. Peraturan daerah ini tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangan diatasnya serta tidak boleh mengatur mengenai urusan rumah tangga daerah tingkat dibawahnya. PP ini dibuat dan dikeluarkan oleh presiden untuk melaksanakan undang-undang. Yurisprudensi Yurisprudensi dapat diartikan sebagai himpunan putusan-putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap dan tersusun secara sistematis dari dan dalam peradilan yang kemudian dijadikan sebagai salah satu landasan hukum. Peraturan pemerintah (PP) Menurut pasal 2 ayat (2) UUD 1945. 9. Peraturan daerah dan keputusan kepala daerah Negara Indonesia adalah Negara yang menganut asas desntralisasi yang berarti wilayah Indonesia dibagi dalam beberapa daerah otonom dan wilayah administrio. .

12. yakni perundingan (negotiation). 13.Traktat Traktat atau perjanjian yaitu perjanjian yang diadakan dua negara atau lebih. Kalau kita amati praktek perjanjian internasional bebrapa negara ada yang dilakukan 3 (tiga) tahapan. antara Negara dengan Negara b. Keputusan Tata usaha Negara (administratieve beschikking) Keputusan tata usaha Negara bertujuan untuk mencapai cita-cita Negara serta untuk menyelenggarakan hubungan dalam lingkup alat-alat perlengkapan Negara yang membuatnya dengan seorang partikelir. oleh karena itulah hokum adat dan hukum kebiasaan seharusnya dipakai oleh para hakim sebagai salah satu landasan hukum dalam pengambilan keputusan. . Doktrin Yang dimaksud dengan doktrin adalah pendapat-pendapat dari para pakar dalam bidangnya masing-masing yang berpengaruh. 10. Hukum Internasional Hukum internasional bisa juga disebut hukum bangsa-bangsa. 11. dan pengesahan (ratification). yang dimaksud hukum internasional adalah keseluruhan kaedah-kaedah dan asas-asas yang mengatur hubungan ataupersoalan yang melintasi batas-batas Negara. antara Negara dengan subjek hukum bukan Negara satu sama lain Biasanya hukum internasional bersumber pada konvensi-konvensi internasional yang mengutamakan kepentingan internasional pula tentunya. yaitu a. penandatanganan (signature). Pendapat yang dikemukakan ini sering digunakan sebagai sumber dalam pengambilan keputusan. yakni perundingan (negotiation) dan penandatanganan (signature).Biasanya hokum tidak tertulis ini merupakan pencerminan dari hokum asli suatu Negara. Disamping itu ada pula yang dilakukan hanya dua tahapan. terutama oleh para hakim. menurut pakar hukum internasional.

masing antara lain. dan untuk negara dimana bertujuan untuk membangun negara itu sendiri . ham .       Menjaga kestabilan atau stabilitas keamanan . Ini menunjukkan sistem pemerintahan yang dipergunakan di Negeri Belanda dalam sistem Parlementer Kabinet. dalam pelaksanaannya Raja / Ratu tidak melaksanakan kekuasaannya sendiri di Hindia Belanda. hukum . Masa penjajahan Belanda Pada masa ini Indonesia ( yang selanjutnya disebut Hindia Belanda ) dikonsturksikan merupakan bagian dari Kerajaan Belanda. dari negara. aman . . dan budaya Menciptakan suatu lingkungan yang kondusif . melainkan dibantu oleh Gubernur Jenderal sebagai pelaksana. antara lain sebagai berikut : a. maupun nepotisme Membantu menjalankan roda pemerintahan negara Selanjutnya akan kita bahas mengenai sumber hukum tata negara periode sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. dan harmonis Menjadi badan penghubung antara negara dan rakyatnya Menjadi sumber insipirator dan aspirator rakyat Memberantas tindak pidana korupsi . Hal ini nampak jelas tertuang dalam Pasal 1 UUD Kerajaan Belanda ( IS 1926 ). Ratu Belanda sebagai pelaksana Pemerintahan kerajaan Belanda harus bertanggung jawab kepada parlemen. Adapun artinya adalah lembaga yang anggotanya terdiri dari beberapa negara dan mempunyai fungsi menjaga kestabilan anggota-anggotanya . politik . Akan tetapi. Dan Menciptakan suatu kerja sama regional antar negara anggota baik bilateral dan multiteral sehingga tercipta hubungan simbiosis mutualisme antar negara anggota. Dengan demikian kekuasaan tertinggi di Hindia Belanda ada di tangan Raja.Mengenai lembaga negara Lembaga negara adalah lembaga pemerintahan atau "Civilizated Organization" Dimana lembaga tersebut dibuat oleh negara . Lembaga negara terbagi dalam beberapa macam dan mempunyai tugas nya masing . kolusi .

dan Gubernur Jenderal atas nama Ratu Belanda menjalankan pemerintahan Umum. tanpa adanya .Adapun peraturan perundang-undangan dan lembaga negara yang ada pada masa Hindia Belanda adalah : a. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut di atas. Undang Undang Dasar Kerajaan Belanda 1938 Pasal 1 : Indonesia merupakan bagian dari Kerajaan Belanda. AMVB ( Algemene Maatregedling Van Bestuur ) Yang dimaksud dengan Algemene Maatregedling Van Bestuur adalah peraturan yang dibuat oleh Mahkota Belanda dalam hal ini adalah Ratu / Raja Kerajaan Belanda saja. soal-soal intern Indonesia diserahkan pengaturannya kepada badan-badan di Indonesia. Pasal 62 : Ratu Belanda memegang kekuasaan pemerintahan tertinggi atas pemerintah Indonesia. kecuali ditentukan lain dengan Undang-Undang. Adapun bentuk-bentuk peraturan perundang-undangan yang dikenal pada masa berlakunya IS adalah : 1. Dengan demikian secara umum. dapat ditarik pemahaman bahwa sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda adalah dengan menggunakan asas dekonsentrasi. 2. WET Yang dimaksud dengan WET adalah peraturan yang dibuat oleh Mahkota Belanda dalam hal ini adalah Ratu / Raja Kerajaan Belanda bersama-sama dengan Parlemen ( DPR di Belanda ). Pasal 63 : Ketatanegaraan Indonesia ditetapkan dengan undang-undang. kedudukan dari Gubernur Jenderal dapat disetarakan sebagai Kepala wilayah atau alat perlengkapan Pusat ( Pemerintah Kerajaan Belanda ). b. Indische Staatsregeling ( IS ) pada hakekatnya adalah Undang-undang. maka secara riil IS dapat dianggap sebagai Undang-Undang Dasar Hindia Belanda. tetapi karena substansinya mengatur tentang pokok-pokok dari Hukum Tata Negara yang berlaku di Hindia Belanda ( Indonesia ). Dengan kata lain WET di dalam pemerintah Indonesia disebut Undang-Undang.

Struktur ketatanegaraan seperti ini berlangsung sampai pada masa pendudukan Jepang dan berakhir pada masa proklamasi kemerdekaan. khususnya dalam mengatur dan mengurus urusan rumah tangganya sendiri. RV ( Regering Verardening ) Regering Verardening adalah semua peraturan yang dibuat oleh Gubernur Hindia Belanda tanpa adanya campur tangan Volksraad. Ordonantie sejajar dengan Peraturan daerah ( perda ) di dalam pemerintahan Indonesia saat ini. Ordonantie Yang dimaksud dengan Ordonantie adalah semua peraturan yang dibuat oleh Gubernur Hindia Belanda bersama-sama dengan Voolksraad ( dewan rakyat Hindia Belanda ). Regering Verardening setara dengan Keputusan Gubernur. maka asas yang dipergunakan adalah dekonsentrasi yang dilaksanakan dengan seluas-luasnya. Keempat peraturan perundang-undangan ini disebut Algemene Verordeningen ( peraturan umum ). Wedana dan Camat. 3. Akan tetapi agar corak sentralistik tidak terlalu mencolok. . Bupati. Sistem ketatanegaraan seperti ini nampak dari hal-hal sebagai berikut : a. Dengan kata lain Algemene Maatregedling Van Bestuur di Indonesia disebut Peraturan Pemerintah ( PP ). Pengawas keuangan dilakukan oleh Algemene Reken Kamer. Kekuasaan kehakiman ada pada Hoge Rechshof ( mahkamah agung ) c. Disamping itu juga dikenal adanya Local Verordeningen ( peraturan lokal ) yang dibentuk oleh pejabat berwenang di tingkat lokal seperti Gubernur. Pada masa Hindia Belanda ini sistem pemerintahan yang dilaksanakan adalah Sentralistik. Hal ini menjadikan Hindia Belanda ( Indonesia ) tidak memiliki kewenangan otonom sama sekali. Kekuasaan eksekutif di Hindia Belanda ada pada Gubernur Jenderal dengan kewenangan yang sangat luas dengan dibantu oleh Raad Van Indie ( Badan penasehat ).campur tangan dari Parlemen. b. 4.

karena kedaulatan Hindia Belanda ada pada Kerajaan Belanda. dan mempunyai pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu. Memang realitasnya ketiga unsur tersebut dapat dikatakan sudah terpenuhi. Hal ini mengingat tidak dipenuhinya unsur-unsur untuk disebut negara. Maksudnya wilayah dan rakyat yang ada di Hindia Belanda sebenarnya sudah ada sejak Belanda belum masuk dan menduduki Indonesia. tidak terkecuali Indonesia yang pada saat itu masih berada di bawah kolonialisme Belanda. bahkan pemerintahan yang berdaulat terpenuhi. Dengan kata ain wilayah Nusantara dan masyarakat yang mendiami nusantara itu sudah ada sejak jaman dahulu. Hindia Belanda belum dapat disebut sebagai negara. Jepang hanya meneruskan kekuasaan Belanda atas Hindia Belanda. Namun dalam hal ini kekuasaan tertinggi tidak lagi ada di tangan pemerintah Belanda. rakyatnya ada. dapat digambarkan bahwa kedudukan Jepang di Indonesia adalah : 1.Memperhatikan susunan ketatanegaraan tersebut di atas. mempunyai rakyat. melainkan didasarkan pada kondisi kolonialisme yang berlangsung pada saat itu. sedangkan Gubernur Jenderal hanya berfungsi sebagai penyelanggara pemerintahan umum di wilayah Hindia Belanda sebagai daerah jajahan Kerajaan Belanda. . maka Jepang tidak dibenarkan untuk mengubah susunan ketatanegaraan / hukum di Hindia Belanda. Dalam sejarah perang asia timur raya. b. Masa penjajahan Jepang Sejarah menunjukkan bahwa dengan adanya Perang Asia Timur Raya atau terkenal denga sebutan Peran Dunia Ke II muncullah kekuatan angkatan perang yang cukup dominan yaitu bala tentara Jepang. Dengan kekuatan inilah hampir seluruh kawasan asia mampu diduduki oleh bala tentara Jepang. sebenarnya Hindia Belanda tidak dapat dikatakan sebagai sebuah permintaan yang berdaulat. Wilayahnya ada. Akan tetapi hakekat keberadaan ketiga unsur tersebut tidak muncul karena dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri. melainkan diganti oleh kekuasaan bala tentara Jepang. Sebagai penguasa pendudukan Sebagai penguasa pendudukan. seperti mempunyai wilayah. Hal ini disebabkan wilayah pendudukan Jepang adalah merupakan wilayah konflik yang menjadi medan perebutan antara bala tentara Jepang dengan Belanda. maka dari segi hukum tata negara. Ditinjau dari unsur pemerintahan yang berdaulat .

2. Salah satu peraturan yang menjadi salah satu sumber hukum tata negara Republik Indonesia sebelum Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah Undang-Undang No.40 Osamu Seirei tahun 1942. Jepang berusaha mengambil simpati dari bangsa-bangsa yang ada di kawasan asia timur raya termasuk Indonesia denga menybut dirinya sebagai Saudara tua. . Dalam sejarah Indonesia. sebutan seperti ini dilanjutkan dengan pemerian Janji kemerdekaan kepada Indonesia dikelak kemudian hari. Osamu Seirei adalah peraturan atau Undang-Undang yang cenderung berbau otoriter / pemaksaan. Janji tersebut direalisir dengan membentuk BPUPK (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan) yang kemudian melaksanakan persidangan sebanyak dua kali. Pengundangan atau pengumuman mengenai undang-undang Osamu Seirei ini dilakukan dengan cara ditempelkan pada papan-papan pengumuman di Kantor-kantor pemerintahan Jepang setempat.

DAFTAR PUSTAKA http://www.com/konsultasi_hukum/ist_hukum/sumber_tatahukum.asiamaya.2008 .KANSIL.htm hukum tata negara indonesia CST.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful