97712955.

doc

AutoCAD Land Development
PROJECT BASED
Buat data land lengkap di MS Excel kemudain di simpan dalam bentuk teks (. txt) File → New → Create Project  masukkan nama project yang ingin dibuat serta serta ukuran dibuat kedalam meter. Menyetel format gambar Load setting → m1000.set (metric, 1:1000) Unit → pilih meter, degrees, north azimuth Scale → pilih horizontal 1 : 1000 , vertiikal 1 : 100 Zone → Next Orientasi → Next Text style → pilih mili , 3 mm Border → none Save setting → setelah disimpan, maka setup gambar siap dipakai dan bisa digunakan di project lainnya tanpa harus membuat lagi. Finish

POINT
IMPORT POINT Point → Import/Export Point → Format Manager Add User point file → Format name …. (jika sudah ada yang telah dibuat maka langsung saja ke tahapan selanjutnya) Definisikan → Coloum Name (1) Number, (2) Easting, (3) Northing, (4) Elevation, (5) Description Load Parse Point → Import Point  Cek cross pada situasi apa sudah sesuai dengan data/keadaan dilapangan

1

97712955. Terrain → Terrain Model Explorer TerrainRK → Surface → Breaklines RK → Proximity by polylines (pembatas garis tapi bisa dilewati dan ini cukup baik untuk jembatan) → Buat nama deskripsinya → Block garis pembatas. C. ini digunakan untuk pembatasan kontur Terrain Model Explorer A.doc TERRAIN Cari kesamaan relief tanah pada cross (yang terjal) di gunakan polyline layer baru. point jembatan. Yang perlu diberi breaklines adalah point bahu. Countur Style Manager Digunakan untuk mengatur tampilan kontur Terrain → Create Counturs → (masukkan interval kontur mayor dan minor) Mengedit tampilan Kontur Terrain → Countour style manager → countour appearance → add vertices 2 . Terrain → Terrain Model Explorer TerrainRK → SurfaceRK → Build (tandai  minimize flat triangles resulting from contour data) Tambahan : Boundaries → Jalan. Boundaries Terrain → Terrain Model Explorer TerrainRK → Surface → Boundaries RK → Add Boundaries Definition (Polyline) → pilih garis polyline dan harus menutup Digunakan untuk membatasi kontur yang diinginkan dan lebih baik untuk jalan D. Terrain → Terrain Model Explorer TerrainRK → Surface → Point File RK → Add Point From AutoCad Object → Point Kemudian pilih Entity → Block titik elevasi TerrainRK → Surface → Point File RK → Add Point From AutoCad Object → 3D Faces → Append → Entity → Block titik elevasi point B.

→ klik all line desain Profile → FG Vertical alignment → Import → (untuk memunculkan elevasi) Buat Grid Utilities → Symbol Manager → Detail → Grid Line untuk mengetahui titik koordinat (x.doc Mengedit kontur yang telah jadi Terrain → Edit Surface → Edit Point Terrain → Edit Surface → Import 3D lines → (untuk menggant / melihat interpolasi kontur) Menanpilkan Elevasi kontur Terrain → Countur Labels → Interior ALIGNEMENT Alignement → Define From Polyline (definisikan as) → (klik garis as + klik point Sta awal) → Tulis nama Sta Awal → Enter Reference (ex: 0+000) Alignement → Stations Label Settings → (Tentukan stasiun mau interval berapa) Alignement → Create Stations Label PROFILE Menu Pallete → Civil Design Mengganti skala Project → Drawing setup → scale → 1 : 1000 & 1 : 100 Profile → Profile Settings → Sampling → Ok Alinyement → Surface → Set Current Surface Profil → Surface → Set Current Surface → Surface 1 Profile → Profile Settings → Value (penempatan elevasi pada jarak di long section) Profile → Existing Ground → Sample From Surface → Ok Profile → Create Profile → Full Profile →  Import grid Buat Layer PFGC (untuk Long desain) → jangan polylne (explode) Profile → FG Centerline Tangents → Set Current Layer Profile → FG Vertical Curves (membuat alinyemen vertical) → length (pilih pertemuan dua titik perpotongan alinemen) Profile → Vertical Alignement → Define FG Centerline (definisikan garis desain) Klik line pada awal Sta. Lower left corner (klik posisi penempatan grid) CROSS SECTION Mengganti skala 3 .97712955.y) → ketik ID (Northing Internal (jarak) = 100.

075 (tebal bahu 15 cm) Change in elev → -0.97712955.5 (seperdua lebar perkerasan) Relatif → 0 (tidak mempunyai kemiringan) Change in elev → 0.0 (lebar pelebaran) Relatif → 0 (tidak mempunyai kemiringan) Change in elev → 0.15 (tebal 15 cm) grade → 2 (kemiringan) change in offset → 1.04 (tebal perkerasan 4 cm) Untuk perkerasan berikutnya.075 (Lebar bahu) close LPA (jika ada) Starting point → letakkan pada sisi terluar atas perkerasan jalan Relatif → 0 (tidak mempunyai kemiringan) Change in elev → -0. Cross section → draw template → starting point → (klik point yang diatasnya) Point → (klik point ujung perkerasan diatasnya) Relative → 0 Change in elev → 0.05 (tebal perkerasan 5 cm) grade → 2 (kemiringan) change in offset → 3.15 (tebal 15 cm) Close Pendefinisian Templates Cross section → templates → define templates → klik point pada elevasi as Is templates symmetrical → yes Select objet → all templates → surface type → normal → pilih material perkerasan AC WC dan AC BC → aspalt Bahu → granular Pick connection point out → klik sisi terluar pada bahu bagian atas Pick datum point (left to right) → klik setiap point sampai point as 4 .doc Project → Drawing setup → scale → 1 : 100 & 1 : 100 Cross sections → Surface → Set current surface → Surface → Surface 1 Cross sections → Existing Ground → Sample from surface (mendisain dari kontur) Pengaturan lebar kiri & kanan dari as Jarak cross → 25 m Cross section → section plot → all Membuat desain cross design memakai land Perkerasan Jalan Cross section → draw template → starting point → (sembarang tempat) grade → -2 (kemiringan) change in offset → -3.04 (tebal perkerasan 4 cm) grade → 2 (kemiringan) change in offset → 3.5 (seperdua lebar perkerasan) Relatif → 0 (tidak mempunyai kemiringan) Change in elev → -0.5 (seperdua lebar perkerasan) Bahu Starting point → letakkan pada sisi terluar atas perkerasan jalan grade → -5 (kemiringan) change in offset → -2 (Lebar bahu) Relatif → -0.15 (tebal perkerasan 15 cm) grade → 5 (kemiringan) change in offset → 2.

97712955.4 Slopes → pendefinisian talud.8 menjadi 0. pilih nama templates Ditches → pendefinisian saluran.50 CL Offset → 4. Cross section → templates → edit templates → pilih templates yang telah disimpan Pilih intersection disembarang tempat.doc Save Template name → …….Tangent – Tangent Klik pertemuan 2 garis → untuk memasukkan jari-jari (R) Jika SCS → masukkan juga nilai Ls (L) Jika FC → Radius (jari) Jika Menggunakan geometric hasil hitungan land development Line/curves → Speed tables → edit speed table → pilih aashto-m10 kemudian tentukan kecepatan rencana (Vr) dan jari-jari (R) tiap PI Line/curves → Speed tables → create curves → pilih kedua garis pertemuan PI → two lanes 5 .50 Membuat Tikungan Jika menggunakan geomterik dari hasil hitungan FC = Line/Curves → Curve Between two lines SCS = Line/Curves → Create spirals → Fit .048 Cross section → design control → edit design control → Enter station range → range sta perkerasan jika terdapat lebih dari satu template Template control → untuk pendefinisian perkerasan.6 Base width → lebar dasar = 0. pilih fill dan cut type → simple Typical = 1.00.Tangent – Tangent SS = Line/Curves → Create spirals → Fit . pilih Type → Cut Foreslope → kemiringan = 0. maximum = 0. → SRfcon → Super → buat superelevasi Outer left superelevation point : klik point ujung perkerasan bagian atas Inner superelevation reference point : klik point as perkerasan Outer rollover point → klik point bahu terluar Untuk sisi kanan sama cara dengan sisi kiri Exit Display Super Exit Save Cross section → design control → superelevation parameters → edit data Curve edit information → Method → A E Value → edit nilainya menjadi bilangan desimal → 4.

kantor dll sesuai dengan data dilapangan Plot Cross Sebelum cross diplot. Cross Section----Section Plot---Setting 6 . pilih garis pertemuan dari garis PI.97712955. pilih point awal dan masukkan Sta awal Alignement → Alignement label PC → TC PT → CT Alignement → Create Station labels Mengaktifkan layer yang akan dipilih saja → command line : LAI Mengaktifkan semua layer → LOA Membuat desain Alignement → create offset (masukkan lebar desain jalan dan bahu jalan) Memasang kelengkapan gambar Seperti rumah. terlebih dahulu disetting jarak2nya. sekolah.doc Full circle lengkung normalnya → nc Mendefinisikan Alignement Alignement → Define from object → Pilih garis pertemuan kemudian pilih semua garis PI.

Klik Page Layout untuk pengaturan keluarannya. 7 .doc Klik Section Layout untuk pengaturan selanjutnya.97712955.

(Contoh : Format Long.97712955.Pilih Surface 1 dan Center 8 .dwg) Sheet Manager----Sheet Style----Load Sheet Style kemudian pilih file format yang digunakan.edit Vertical Alinyement --. (Contoh : Format Long.doc Menyetel long section/plan&profile dengan Sheet Manager • • Sheet Manager----Sheet Style----Load Sheet Style kemudian pilih file format yang digunakan.dwg) Increment Long ( Vertical Alinyement ) • Profile --.