BUDAYA ORGANISASI

Senin, 19 Januari 2009
BUDAYA ORGANISASI
pekerjaan mempunyai makna yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga setiap orang membutuhkan pekerjaan. Pekerjaan dapat dimaknai sebagai sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Dapat juga dimaknai sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri sehingga seseorang merasa hidupnya menjadi lebih berharga baik bagi dirinya keluarganya maupun lingkungannya, oleh karena itu hak atas pekerjaan merupakan hak asasi yang melekat pada diri seseorang yang wajib dijungjung tinggi dan dihormati. Makna dan arti pentingnya pekerjaan bagi setiap orang tercermin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 27 ayat (2) menyatakan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak atas pekerjaan yang layak bagi kemanusian.Namun, pada kenyataannya,keterbatasan lowongan pekerjaan didlam negeri menyebabkan banyaknya warga Negara Indonesia/TKI mencari pekerjaan ke luar negeri. Dari tahun ke tahun jumlah mereka yang bekerja di luar negeri semakin meningkat. Besarnya animo tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri dan besarnya jumlah TKI yang sedang bekerja di luar negeridi satu segi mempunyai sisi positif, yaitu mengatasi sebagian pengangguran di dalam negeri namun mempunyai pula sisi negatifnya berupa berisiko kemungkinan terjadinya perlakuan yang tidak manusia terhadap TKI. Resiko tersebut dapat di alami oleh TKI baik selama proses keberangkatan,selama bekerja di luar negeri maupun setelah pulang ke Indonesia. Dengan demikian perlu dilakukan pengaturan agar resiko perlakuan yang tidak manusiawi trhadap TKI sebagaimana disebutkan diatas dapat dihindari atau minimal dikurangi. Pada hakikatnya ketentuan-ketentuan hukum yang dibutuhkan dalam maslah ini adalah ketentuan-ketentuan yang mampu mengatur pemberian pelayanan penempatan bagi tenaga kerja secara baik. Pemberian pelayanan penempatan secara baik didalamnya mengandung prinsip murah, cepat, tidak berbelit-belit dan aman, pengaturan yang bertentangan dengan prinsip tersebut memicu terjadinya penempatan tenaga kerja illegal yang tentunya berdampak pada perlindungan bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Sejalan dengan semakin meningkatnya tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri dan besarnya jumlah TKI yang sekarang ini bekerja di luar negeri,meningkat kasus perlakuan yang tidak manusiawi terhadap TKI baik didalam maupun di luar negeri. Kasus yang berkaitan dengan nasib TKI semakin beragam bahkan berkembang kearah perdagangan manusia yang dapat dikatagorikan sebagai kejahatan kemanusian. Selama ini, secara yuridis peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar acuan dan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri adalah ordonansi tentang pengerahan orang Indonesia untuk melakukan pekerjaannya di luar Indonesia (staatblad Tahun 1887 Nomor 8) dan keputusan Menteri serta peraturan pelaksanaannya.ketentuan dalam ordonansi sangat sederhana/sumir sehingga secara praktis tidak memenuhi kebutuhan yang berkembang. Kelemahan ordonansi itu tidak adanya undang-undang yang mengatur penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri selama ini diatasi melalui pengaturan dalam Keputusan Menteri serta peraturan pelaksanaannya. Dengan diundangkannya Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,Ordonansi tentang pengerahan Orang Indonesia untuk melakukan Pekerjaan di luar Negeri dinyatakan tidak berlaku lagi dan diamanatkan penempatan tenaga kerja

dengan tetap melindungi hak-ha TKI.minat dan kemampuannya. Undang-undang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri dirumuskan dengan semangat untuk menempatkan TKI pada jabatan yang tepat sesuai dengan bakat. I Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi Wina 1961 mengenai Hubungan diplomatic dan Konvensi wina 1963 mengenai Hubungan Konsuler.namun pemerintah tidak dapat bertindak sendiri. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.profesionalisme maupun secara ekonomis. Pembataan yang utama adalah keterampilan atau pendidikan dan usia minimum yang boleh bekerja di luar negeri. Dilain pihak karena masalah penempatan dan perlindungan tenaga Kerja Indonesia langsung berhubungan dengan masalah nyawa dan kehormatan yang sangat asasi bagi manusia. Undang-undang ini diharapkan disamping menjadi instrumen Perlindungan bagi TKI baik selama masa pra penempatan. Dengan mempertimbangkan kondisi yang ada serta peraturan perundang-undangan. Sementara bagi mereka yang mempunyai keterampilan yang relative rendah yang dampaknya mereka biasanya dipekerjakan pada jabatan atau pekerjaan-pekerjaan ―kasar‖ tentunya memerlukan pengaturan berbeda daripada mereka yang mempunyai keterampilan yang relative tinggi. agar mereka dapat memperoleh pelayanan penempatan tenaga kerja secara cepat dan mudah dengan tetap mengutamakan keselamatan tenaga kerja baik fisik. Pengaaturan melalui Undang-Undang sendiri diharapkan mampu merumuskan norma-norma hukum yng melindungi TKI dari berbagai upaya dan perlakuan eksploitatif dari siapapun. shingga kita tidak dapat menghindari perlunya diberikkan batasan-batasan tertentu bagi tenaga kerja yang akan bekerja di luar negeri. Kelompok masyarakat yang dapat memanfaatkan teknologi informasi tentunya mereka yang mempunyai pendidikan atau keterampilan yang relatitif tinggi.selama masa bekerja di luar negeri maupun selama masa pemulangan ke daerah asal di Indonesia dan juga menjadi instrument peningkatan kesejahteraan TKI beserta keluarganya.menyangkut juga hubungan antarnegara.Indonesia ke luar negeri diatur dalam undang-undang tersendiri. Dikaitkan dengan praktek penyelenggaraan pemerintah di Indonesia masalah penempatan dan perlindungan TKI ke luar negeri.khususnya di luar negeri. termasuk didalamnya Undang-Undang No.bagi mereka lebih diperlukan campur tangan pemerintah untuk memberikan pelayanan dan perlindungan yang maksimal.maka sudah sewajarnya apabila kewenangan penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri merupakan kewenangan Pemerintah.karena itu perlu melibatkan Pemerintah Provinsi.Kabupaten/Kota dan Institusi Swasta. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Pengesahan Konvensi mengenai Misi Khusus (special Missions) Tahun 1969. dapat dilakukan oleh setiap warga negara secara perseorangan. Terlebih dengan mudahnya memperoleh informasi yang berkaitan dengan kesempatan kerja di luar negeri. Berdasarkan pemahaman tersebut kita harus mengakui bahwa pada kesempatan pertama perlindungan yang terbaik harus muncul dari diri tenaga kerja itu sendiri. Pemenuhan hak warga negara untuk memperoleh pekerjaan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. pada kondisi yang mungkin di luar dugaan atau harapan ketika mereka masih berada ditanah airnya. Dengan mengacu kepada Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. maka Undang-undang ini intinya harus memberi perlindungan warga negara yang akan menggunakan haknya untuk mendapat pekerjaan. dapat menjamin hak-hak asasi warga negara yang bekerja di luar negeri agar tetap terlindungi. . Meraka dapat dipekerjakan diwilayah manapun di negara tersebut. Setiap tenaga kerja yang bekerja di luar wilayah negaranya merupakan orang pendatang atau orang asing di negara tempat ia bekerja.moral maupun martabatnya. dan Undang-undang No. maka institusi swasta yang terkait tentunya haruslah mereka yang mampu baik dari aspek komitmen. Dengan adanya pembatasan tersebut diharapkan dapat diminimalisasikan kemungkinan eksploitasi terhadap TKI.

Seorang mengjadi anggota organisasi melalui kontrak social dimana anggota organisasi dan organisasi saling memberi dan menerima. Interaksi tersebut terkoordinasi secara sadar. Fungsi daripada ikatan sinergi pertama mengikat semua subsistem lainnya agar menjadi satu kesatuan yang harmonis dan bergerak untuk mencapai tujuan organisasi secara bersama-sama. Setiap subsistem diikat oleh ikatan sinergi dengan subsistem lainnya. Bahan-bahan input diproses dalam lingkungan internalnya. Indikator system terbuka terlihat dari garis batas sistemnya yang tidak solid. Menurut Robbins. organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan bersama. sumberdaya manusia dan lainnya. Organisasi mendapatkan input dari lingkungan ekstenalnya berupa bahan mentah. Penciptaan nilai tambah dalam bentuk : a. Fungsi proses produksi mencakup: Transformasi input menjadi barang dan jasa baru Penciptaan sinergi dan. Kegunaan output untuk lingkungan eksternal yang berbeda dari kegunaan input. Sinergi input menjadi barang atau jasa baru. Fungsi dari batas organisasi adalah membedakan antara anggota organisasi dengan bukan anggota organisasi. b. peralatan dan sebagainya. organisasi merupakan system terbuka. modal. Batas ini dapat berubah makin meluas atau sebaliknya makin menyempit. Tujuan tersebut merupakan tujuan organisasi yang disusun agar setiap anggotanya dapat mencapai tujuannya. Melalui celah tersebut apa . Robbins (1990) bahwa organisasi yaitu merupakan social entity unit-unit dari organisasi terdiri dari atas orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi. keuangan. Anatomi Organisasi Wirawan (2004) memformulasikan organisasi sebagai system social yang berisi manusia. mesin. Ia melukiskan anatomi organisasi sebagai sisitem social. Beberapa pakar menaruh perhatian khusus mengenai esensi organisasi misalnya Stephen P. artinya dikelola dalam upaya mencapai tujuannya. Kemungkinan mendapatkan profit margin. Menurut Robbins.Organisasi sebagai sistem sosial Manusia merupakan mahluk yang sepanjang sejarahnya selalu hidup berkelompok kehidupan berkelompok ini di dasari karena setiap orang sebagai mahluk mempunyai kebutuhan untuk hidup bersama atau kebutuhan sosial. Organisasi dan Pencapaian Nilai Organisasi merupakan resposns terhadap dan alat penciptaan nilai untuk memuaskan kebutuhan manusia. tetapi bercelah. pemasaran. Proses Penciptaan Nilai Organisasi Sebagai suatu system sosial. orgnisasi mempunyai batas yang secara relatif teridentifikasi. c. tenaga kerja. Organisasi sebagai suatu system terutama organisasi formal terdiri atas subsistem produksi.

. dan cara-cara berprilaku yang memberikan karakteristik cara kelompok atau individu bekerjasama untuk menyelesaikan tugasnya. Isi budaya organisasi diperkenalkan dan diajarkan serta diterapkan dalam kegiatan organisasi. menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan berintegrasi dengan lingkungan internal. Menurut Eldride dan Crombie (1974) budaya organisasi adalah menunjukan konfigurasi unik dari norma.yang ada dan terjadi dalam lingkungan eksternal organisasi dapat memperngaruhi lingkungan internalnya. kepercayaan. Pengaruh budaya organisasi dapat dirasakan orang. misalnya jika berada dimarkas besar TNI berbeda apabila ia berada atau masuk dalam Pondok Pesantren. Schein mendefinisikan (1995) sebagai berikut pola asumsi dasar yang ditemukan atau dikembangkan oleh suatu kelompok orang selagi mereka belajar untuk menyelesaikan problem-problem. nilai. Edgar H. Demikian juga peraturan dan kebijakan KONSEP BUDAYA ORGANISASI Pengertian Setiap organisasi mempunyai budaya organisasi yang mempengaruhi semua aspek organisasi dan prilaku anggotanya secara individual atau kelompok. Definisi budaya organisasi diatas berisi sejumlah kata kunci yang memerlukan penjelasan yaitu : · Isi Budaya Oganisasi Isi budaya organisasi terdiri atas beragam jenis sebagai berikut : Artefak Simbol-simbol / lambing / bendera Bahasa / jargon Kepercayaan Filsafat Organisasi Norma Nilai – nilai Pola prilaku Cara Melakukan sesuatu Adat istiadat Kebiasaan Harapan Etos kerja Kode etik dan lain – lain · Sosialisasi Budaya Organisasi disosialisasikan atau difusikan dan diajarkan kepada setiap anggota anggota organisasi baru. Kepercayaan dan harapan tersebut menghasilkan nilai-nilai yang dengan kuat membentuk prilaku para individu dan kelompokkelompok anggta organisasi. Mereka yang ingin menjadi anggota organisasi wajib memahami. Menurut Schwartz dan Davis (1981) mendifinisikan merupakan pola kepercayaan dan harapan yang dianut oleh anggota organisasi.

· Mempengaruhi pola pikir. solusinya adalah nilai-nilai. merupakan lingkungan fisik dan social organisasi. Schein (1985) melukiskan budaya organisasi dalam 3 level. nilai-nilai. budaya. Budaya organisasi menunjukan identitas organisasi kepada orang diluar organisasi. Menyatukan Organisasi Budaya organisasi merupakan lem normatif yang merekatkan unsur-unsur organisasi menjadi satu. sikap. perasaan mereka mengenai apa yang seharusnya berbeda dengan apa yang adanya. Level 3 Asusmsi Dasar Asusmsi Dasar yaitu : Hubungan dengan lingkungan. Level 2 Nilai – nilai Semua pembelajaran organisasi merefleksikan nilai-nilai anggota organisasi. sikap dan prilaku tertentu. anggota organisasi dan mereka yang berhubungan dengan organisasi yaitu : 1. pola pikir. orang yang memasuki suatu organisasi dapat melihat dengan jelas bangunan. Ketika akan masuk menjadi menjadi anggota organisasi. Isi budaya mengembangkan kohesi social anggota organisasi yang mempunyai latar belang yang berbeda. waktu dan ruang. bahasa tulisan dan lisan. Peran Budaya Organisasi Dibawah ini adalah peran Budaya Organisasi terhadap organisasi. Jika anggota organisasi menghadapi persoalan atau tugas baru. Reduksi Konflik Budaya organisasi sering dilukiskan sebagai segmen atau lem yang menyatukan organisasi. Identitas Organisasi Budaya organisasi berisi satu set karakteristik yang melukiskan organisasi dan membedakannya dengan organisasi lain. Sifat realitas. misalnya Hotel Sahid Jaya dipengaruhi oleh norma. 3. anggota organisaisi mempunya pola pikir. nilai-nilai dan pola pikir pendirinya berasal dari Solo. Nilai-nilai tersebut dapat dites dalam lingkungan fisik dan dapat dites melalui consensus. Norma. Norma. Level ini merupakan dimensi yang paling terlihat dari budaya organisasi.merasa memiliki dan menerapkannya dalam prilakunya. sifat aktivitas manusia. Ketiga level tersebut adalah : Level 1 Artefak. output. hotel ini kental dengan budaya solo. 2. produk seni dan prilaku anggota organisasi. Model – Model Budaya Organisasi Edgar H. karakteristik sifat manusia. dan agama dari pendiri organisasi mempengaruhi budaya organisasi yang dikembangkannya. dan prilaku anggota organisasi Ketika melaksanakan tugasnya. para calon organisasi mempunyai latar belakang budaya dan karakteristik yang berbeda. sifat dari hubungan antar manusia. Pada level ini. . · Dikembangkan dalam waktu yang lama Budaya Organisasi dikembangkan pertama kalinya oleh pendiri organisasi ketika mendirikan organsasi. teknologi. nilai-nilai dank ode etik budaya organisasi menyatukan dan mengkoordinasi anggota organisasi.

berprlaku dan merespon lingkungan organisasi. tantangan. kecepatan. Motivasi Budaya organisasi merupakan kekuatan tidak terlihat atau invisible force dibelakang factorfaktor organisasi yang kelihatan dan dapat diobservasi 8. intelektual. wajah lingkungan kerja. kerjasama. 7. kinerja mengukur persepsi individual karyawan apakah mereka bekerja secara efektif dengan kepastian yang penuh. variasi. serta partisipasi dalam mengambil keputusan. kompleksitas. atasan dengan bawahan. Komitmen organisasi mengindikasikan kepuasan karyawan dengan profil kariernya dalam organisasi dan keinginan untuk tetap bekerja bagi organisasi. otonomi dan tujuan yang didefinisikan secara jelas. a. sampai seberapa luas individu-individu karyawan menyediakan dukungan dan menghambat teman sekerja. Reduksi ketidakpastian Budaya organisasi mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepastian 6. Tuntutan kerja. dan kesulitan mempertahankan standar-standar kerja b. alat ruang fisik. c. dan mempertahankan kinerja yang tinggi 9. merupakan dukungan kerja secara luas. Gardner (1999) dalam penelitiannya menunjukan bahwa factor-faktor penyebab kecelakaan industri adalah budaya organisasi perusahaan 10. meningkatkan. Komitmen kepada organisasi dan kelompok Budaya organisasi bukan saja menyatukan. dan kesulitan dengan pendelegasian. Budaya organisasi yang kuat mendorong motivasi kerja yang konsistensi. Lingkungan kerja fisik. Audit budaya organisasi adalah mengukur aplikasi dimensi-dimensi budaya organisasi dalam aktivitas anggota organisasi dan mengukur apakah tujuan organisasi tercapai. merupakan persepsi karyawan mengenai hubungan interpersonal dengan teman sekerja. Hubungan interpersonal ditempat kerja. efektivitas dan efisiensi serta menurunkan ketidakpastian yang memungkinkan kesuksesan organisasi dalam pasar dan persaingan. Hasil akhir (outcome) meliputi indicator-indikator sebagai berikut : a. Sebab-sebab dari problem-problem merupakan indicator-indikator untuk mengukur permasalahan yang sedang dialami organisasi. resiko fisik.4. cahaya ruangan buruk. misalnya memberikan balikan. b. Keselamatan kerja Budaya organisasi mempunyai pengaruh terhadap keselamatan kerja. 5. konflik. tetapi juga memfasilitasi komitmen organisasi kepada organisasi dan kelompok kerjanya. d. Menciptakan konsistensi Budaya organisasi menciptakan konsistensi berpikir. Komitmen Organisasi. kondisi lin gkungan yang gaduh dan atmosfir buruk. Richard L. ketidakpuasan harus mengukur kepuasan menyeluruh mengenai . isolasi. Kinerja Organisasi Budaya organisasi yang kondusif menciptakan. meliputi presepsi karyawan mengenai beban kerja. Audit Budaya Organisasi Audit budaya organisasi dapat mencegah malfungsi budaya organisasi. Dukungan dan hambatan kerja. 2. Kinerja. Sumber keunggulan kompetitif Budaya organisasi merupakan salah satu sumber keunggulan kompetitif. c. Elemen-elemen budaya organsasi yang diukur dalam budaya organisasi yaitu : 1. meliputi persepsi karyawan mengenai ergonomis. Ketidakpuasan kerja.

Strategi menentukan perilaku organisasi yang merupakan hasil dari perilaku anggota organisasi dalam merealisasi tujuan organisasi.menetralisasi ancaman dan menghindari kelemahan serta mencapai keunggulan kompetitif secara terus menerus. Menentukan Prilaku Organisasi. Jangka panjang strategi mencakup kurun waktu jangka panjang 5 – 20 tahun Komfrehensif. norma. Budaya organisasi mempengaruhi proses penyususnan dan pelaksanaan strategi. Dalam formulasi strategi organisasi. dan persepsi untuk menilai ide yang merupakan hasil dari kreativitas dan produk yang merupakan hasil dari inovasi mereka. Mencakup semua aspek aktifitas organisasi dari level organisasi unit bisnis sampai semua level fungsional. dan filsafat organisasi yang merupakan budaya organisasi. Formal. inovasi. asumsi. Menentukan perilaku organisasi. Henry Mintzberg (1987) dalam artikelnya yang berjudul ‖ Crafting strategy‖ menyatkan bahwa menyusun strategi sama sama dengan membuat kendi dan piring (craft) dari tanah liat. Strategi mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : 1. strategi merupakan dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen puncak dan disosialisasikan kepada seluruh anggota organisasi. Ciri dari strategi adalah : Formal. Mempengaruhi interpretasi informasi. Unit bisnis sampai semua level fungsional 4. strategi mencakup kurun waktu jangka panjang 5-20 tahun 3. Komprehensif. mencakup semua aspek aktivitas organisasi dari level organisasi. Para manajer puncak adalah craftsment dan strategi adalah tanah liat yang dibentuk dengan menggunakan : nilai-nilai. 2.mengekploitasi peluang dan kekuatan. penyusunan strategi memerlukan sangat banyak . Dalam menyusun strategi. Stategi adalah rencana komperhensif dan system manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. para pembuat strategi mereka yang menyusun strategi banyak mempergunakan kreativitas. Strategi merupakan dokumen tertulis yang disusun oleh manajemen puncak dan disosialisasikan kepada seluruh anggota organisasi. Strategi menentukan prilaku organisasi yang merupakan hasil dari prilaku anggota organisasi dalam merealisasikan tujuan organisasi. Ciri strategi yang baik adalah mampu mndukung misi organisasi. Jangka Panjang.STRATEGI DAN BUDAYA ORGANISASI Penyusunan strategi Istilah strategi pertama kali di formulasikan secara ilmiah oleh Jendral Clausewichz pada abad ke 19 sebagai cara untuk memenangkan peperangan ia merupakan Jenderal pertama yang memformulasikan teori strategi militer Strategi adalah rencana komprehensif dan system manajemen untuk mencapai tujuan Organisasi. budaya organisasi mempunyai lima peran sebagai berikut : 1. 2. Budaya organisasi mempengaruhi proses penyusunan dan pelaksanaan strategi. Strategi tehadap persepsi mengenai strategi yang disusun.

budaya organisasi mempunyai dua level yang berbeda dalam hal keterlihatan dan eksistensinya untuk berubah. bahkan ketika anggota kelompok berganti. nilai-nilai. 3. asumsi. Menyediakan Norma. Norma. Kotter dan James L Heskett (1992) menyatakan bahwa norma-norma budaya organisasi lebih sulit dirubah daripada norma-norma perilaku kelompok.informasi yang disuplai melalui penelitian. 4. dan filsafat organisasi merupakan inti dari budaya organisasi. Menentukan Standar Moral. Berikut model-model perubahan budaya organisasi sebagai berikut : Model Lundberg . Audit budya organisasi. Peraturan. Perubahan budya organisasi dimulai dengan terjadinya kejadian pemicu. budaya organisasi menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam hubungan penentuan tujuan strategi dan rencana tindakan yang akan dilakukan 4. Perubahan Budaya Organisasi Perubahan budaya organisasi didefinisikan sebagai perubahan norma. John P. Proses perubahan organisasi secara umum mempunyai pola yaitu : 1. Informasi hasil audit budaya organisasi dipergunakan untuk menyusun strategi perubahan budya organisasi. dan Prosedur Untuk kegiatan 5. Apakah masalahnya menyangkut norma. Proses Perubahan Proses perubahan budaya organisasi yang terjadi dalam suatu organisasi berbeda dengan yang terjadi pada organisasi lainnya. Audit budaya organisasi adalah proses mengumpulkan informasi mengenai masalah yang dihadapi organisasi mengenai budaya organisasinya. Kejadian pemicu. Pelaksanaan dan evaluasi strategi. nilai-nilai. dan asusmi yang tidak cocok dengan perkembangan lingkungan. Strategi perubahan budaya organisasi sebaiknya merupakan bagian dari strategi organisasi. Strategi budya organisasi. sehingga perubahan budya organisasi harus menyatuh perubahan inti budya organisasi ini. 3. asumsi. Model – model Perubahan Perubahan budya organisasi yang terjadi dalam suatu organisasi memiliki proses yang berbeda dengan yang terjadi di organisasi lain. 2. dan filsafat organisasi atau perubahan penafsiran keempat esensi budya organisasi tersebut kemudian diterapkan dalam perubahan pola pikir dan prilaku anggota organisasi. yaitu kejadian yang menunjukkan tidak kondusifnya budya organisasi dalam mendukung aktivitas pencapaian tujuan organisasi. Rencana tindakan strategi perubahan budaya organisasi dilaksanakan dalam kaitannya dengan pelaksanaan rencana strategi organisasi. Mengatur penggunaan kekuasaan untuk pengambilan keputusan mengenai tindakan yang harus diambil. Pada level yang paling dalam dan kurang terlihat adalah nilai-nilai bersama yang dianut oleh anggota kelompok cenderung berlangsung terus.

Organisasi mengalami tekanan yang mempercepat terjadinya perubahan budaya orgnisasi. Peraturan bisnis dan industri baru. Perubahan teknologi. Kondisi lingkungan eksternal yang mempengaruhi terjadinya perubahan budaya organisasi. Misalnya susahnya menemukan sumber daya yang diperlukan. pemerintah. Sumber perubahan yang mencakup anggaran. manajemen. dan pelayanan konsumen Perkembangan sains dan teknologi Ditemukannya produk baru yang membuat produksi lama ketinggalan zaman Perubahan demografi yang mempengaruhi jenis produk dan teknik layanan konsumen kehidupan kerja baru atau kualitas kehidupan kerja. Mengolah Resistensi Perubahan Para pemimpin organisasi harus mengolah resistensi terhadap perubahan secara sistematis. yaitu tuntutan kinerja kerja lebih produktif. Visi budaya baru Strategi perubahan budaya Rencana strategi Rencana tindakan dilaksanakan dalam bentuk intervensi-intervensi yang dilaksanakan secara sistimatis Manajemen Perubahan Budaya Organisasi Budaya organisasi sangat penting bagi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Diposkan oleh Biodata di 21:18 0 komentar .Muara dari ketiga komponjen perubahan tersebut adalah perubahan sumber daya manusia. Struktur organisasi merupakan pola interaksi dan koordinasi yang dirancang oleh manajemen untuk menghubungkan tugas-tugas individu dan kelompok karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. waktu dan energi manajerial. Perubahan budaya organisasi. tekanan dari pertumbuhan atau penyusutan organisasi dan persepsi terjadinya krisis. sehingga perlu dikelolah secara serius. Terjadinya kejadian pemicu yaitu stimulus yang melepaskan tensi yang dipicu oleh tekanan. Resistensi Terhadap Perubahan Banyak factor yang mempengaruhi perlu dilakukan perubahan budaya organisasi antara lain : Berkembangnya teknologi yang dipergunakan dalam produksi. Jika budaya organisasi kondusif terhadap pelaksanaan strategi organisasi dan terbukti merupakan factor penentu keberhasilan pencapaian tujuan organisasi. Setiap organisasi memerlukan teknologi yang meliputi pengetahuan. Perubahan organisasi mempunyai paling tidak empat komponen yang saling berhubungan yaitu : Perubahan struktur organisasi. Perubahan budaya organisasi merupakan perubahan yang sangat kompleks. alat dan proses produksi serta teknik yang dipakai oleh organisasi. Tujuan manajemen budaya organisasi adalah untuk mempertahankan budaya organisasi. maka perlu dipertahankan. sehingga harus dilaksanakan secara sistimatis dan penuh hati-hati. tekanan pemangku kepentingan yang mungkin datang dari masyarakat. Perubahan sumber daya manusia.Budaya organisasi meliputi subbudaya unit-unit yang merupakan diferensi dalam budaya organisasi.

1 Agama Samawi 4. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.6. yaitu mengolah atau mengerjakan. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain.Sabtu.3 Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi 8 Kebudayaan di antara masyarakat 9 Kebudayaan menurut wilayah 10 Referensi 11 Daftar pustaka 12 Lihat pula 13 Pranala luar Pengertian Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.7 Sistem ilmu dan pengetahuan 5 Perubahan sosial budaya 6 Penetrasi kebudayaan 7 Cara pandang terhadap kebudayaan 7.1 Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) 4. Dalam bahasa Inggris.2 Sistem mata pencaharian hidup 4.6. yang berasal dari kata Latin Colere. kebudayaan disebut culture. yang kemudian .3 Agama tradisional 4. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.1 Wujud 3.4 "American Dream" 4.2 Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" 7. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.2 Filosofi dan Agama dari Timur 4.3 Sistem kekerabatan dan organisasi sosial 4. Melville J. Daftar isi 1 Pengertian 2 Unsur-unsur 3 Wujud dan komponen 3.1 Kebudayaan sebagai peradaban 7.6 Sistem kepercayaan 4.6. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.4 Bahasa 4. 20 Desember 2008 BUDAYA Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah.6.5 Kesenian 4.5 Pernikahan 4.6.2 Komponen 4 Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan 4. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

dan sebagainya yang sifatnya abstrak. antara lain sebagai berikut: Melville J. organisasi sosial. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. norma-norma. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan. hukum. peraturan. maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. Menurut Edward B. religius. berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata. Tylor. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. misalnya pola-pola perilaku. Dari berbagai definisi tersebut. Gagasan (Wujud ideal)Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide. seni. rasa. Aktivitas (tindakan)Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. aktivitas. dan lain-lain. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. Unsur-unsur Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan. kesenian. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. norma. nilai. yaitu: alat-alat teknologi sistem ekonomi keluarga kekuasaan politik Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya organisasi ekonomi alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) organisasi kekuatan (politik) Wujud dan komponen Wujud Menurut J. adat istiadat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. nilai-nilai. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. kebudayaan adalah sarana hasil karya.J. dan artefak.disebut sebagai superorganic. bahasa. religi. dan lain-lain. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. kepercayaan. kebudayaan itu bersifat abstrak. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. gagasan. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi. Menurut Andreas Eppink. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok. Hoenigman. Afrika. tidak dapat diraba atau disentuh. dan cipta masyarakat. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. moral. wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi. mengadakan kontak. serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata . dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. peralatan hidup.

perhisalan. pakaian. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat. dan didokumentasikan. senjata. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.kelakuan. terjadi dalam kehidupan sehari-hari. di antaranya: berburu dan meramu beternak . Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik). memakai. cerita rakyat. Sifatnya konkret. konkret. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi. dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan. Kebudayaan nonmaterialKebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi. dan mesin cuci. misalnya berupa dongeng. antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. perbuatan. stadion olahraga. gedung pencakar langit. dilihat. Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. dan lagu atau tarian tradisional. atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian. seperti televisi. dan dapat diamati dan didokumentasikan. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat.  Komponen Berdasarkan wujudnya tersebut. kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: Kebudayaan materialKebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. yaitu: alat-alat produktif senjata wadah alat-alat menyalakan api makanan pakaian tempat berlindung dan perumahan alat-alat transportasi Sistem mata pencaharian hidup Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalahmasalah mata pencaharian tradisional saja. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat. pesawat terbang. Artefak (karya)Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas. dan seterusnya.

paman. Sementara itu. Sistem kepercayaan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama Ada kalanya pengetahuan. pemahaman. ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal. fatri. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. berkomunikasi. mempelajari naskah-naskah kuno. . kakek. tingkah laku. menantu. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. kakak. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.bercocok tanam di ladang menangkap ikan Sistem kekerabatan dan organisasi sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. dan paroh masyarakat. adik. keluarga bilateral. keluarga luas. ibu. mewujudkan seni (sastra). baik lewat tulisan. Melalui bahasa. Kesenian Karya seni dari peradaban Mesir kuno. lisan. ataupun gerakan (bahasa isyarat). manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah. anak. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. dan keluarga unilateral. klan. Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. tata krama masyarakat. Dalam kajian sosiologi-antropologi. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Secara bersamaan. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti. nenek dan seterusnya. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. cucu. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama. bibi. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus.

Thomas Aquinas dan Erasmus.muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. Agama Samawi Agama Samawi atau agama Abrahamik meliputi Islam. Agama Yahudi Yahudi adalah salah satu agama yang —jika tidak disebut sebagai yang pertama— tercatat sebagai agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. Sehubungan dengan itu. Kristen (Protestan dan Katolik) dan Yahudi. kimia dan lain-lain[rujukan?] oleh para fislsuf barat yang kemudian hal itu diubah dan diakui oleh orang-orang eropa bahwa hal itu merupakan hasil karya orang eropa asli. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya.700 tahun terakhir. biologi. seperti misalnya dalam sistem teokrasi. dan Thailand. adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China dan menyebar disepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi. dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati. Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet. Agama lain merupakan modifikasi manusia dari agama islam[rujukan?]. seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. dewa api agama Hindu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Filosofi Timur dan Agama dari timur Filosopi dan Agama seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia... Terutama oleh kalangan para filsafat. sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara. bagian barat laut China. China. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan. Agama Islam telah berhasil merubah cara pandang orang-orang eropa terhadap kebudayaan. Myanmar. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Filosofi dan Agama dari Timur Agni. dan juga sebagian wilayah Asia Tenggara. Agama (bahasa Inggris: Religion. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St.[1] Agama biasanya memiliki suatu prinsip. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: . termasuk Sri Lanka. seperti ilmu-ilmu fisika. Kamboja. Agama Kristen Kristen adalah salah satu agama penting yang berhasil mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1. Mongolia. kita bisa lihat dari perkembangan agama dari nabi-nabi terdahulu. seperti Kristen dan Islam. yang berarti "menambatkan"). Agama Hindu dari India. mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah . matematika. Laos.[rujukan?] Sementara itu. yang berasar dari bahasa Latin religare. Agama Islam Agama Islam merupakan agama monotheime/atau monotheistik pertama dan tertua[rujukan?]. Agama juga mempengaruhi kesenian. Nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi adalah bagian utama dari agama Ibrahim lainnya. Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme. nilai dan norma agama Islam banyak mempengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara.

mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara. dua filosofi yang berasal dari China. pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda. atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia. maupun tradisi filosofi di seluruh Asia. "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"). Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah. namun memperbolehkannya. pengorbanan. agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah. sifat. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa. Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban.[3] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya.pemikiran India lainnya. Seperti kebanyakan agama lainnya. "American Dream" American Dream. inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina. Sistem ilmu dan pengetahuan Secara sederhana. dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. mempengaruhi baik religi. yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. wahyu. dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia. pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia pengetahuan tentang ruang dan waktu . atau terkadang disebut sebagai "agama nenek moyang". tertimpa musibah. Konghucu dan Taoisme. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Pengaruh bereka cukup besar. seni. intuisi. Pada abad ke-20. seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah. adalah sebuah kepercayaan. Afrika. di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia. Pernikahan Agama sering kali mempengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi: pengetahuan tentang alam pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya pengetahuan tentang tubuh manusia. Carvaka. atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error). menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia. dan Amerika. keadaan. seperti misalnya agama Shinto. dua aliran filosofi politik tercipta. dan harapan-harapan. Agama tradisional Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional Agama tradisional. tanpa memedulikan status sosial. politik. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian. filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China. dan kebulatan tekad. dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. [2] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"). gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu. Pada periode yang sama. dan berpikir menurut logika. melalui kerja keras. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. Mereka percaya. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.

berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Sebagai contoh. . dan kontak dengan kebudayaan lain. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Menurut cara pikir ini. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial: tekanan kerja dalam masyarakat keefektifan komunikasi perubahan lingkungan alam. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Contohnya. dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan. atau Sintesis. Misalnya. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik. salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?]. Contohnya. Cara pandang terhadap kebudayaan [sunting] Kebudayaan sebagai peradaban Saat ini. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19.Perubahan sosial budaya Artikel utama untuk bagian ini adalah: Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing.Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi.[4] Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat. penemuan baru. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Asimilasi. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.

Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masingmasing. khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme — seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman. Pada abad ini pula. Karenanya. subkebudayaan — kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya — mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria — mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum"." Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam. fine art. musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life). Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk . yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang. mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama. Dalam hal ini. Menurut cara pandang ini. Pada tahun 50-an. sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui. Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" Selama Era Romantis. elit. beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan.Artefak tentang "kebudayaan tingkat tinggi" (High Culture) oleh Edgar Degas. jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas". Pada prakteknya. gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif. Sebagai contoh. budaya tidak dapat diperbandingkan." dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature) Sejak abad ke-18. dan bercita rasa seni. dan mengambil bagian.perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja. maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan". sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman. mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan". Meskipun begitu. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama — masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan . tetapi perbandingan itu —berkebudayaan dan tidak berkebudayaan— dapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. atau mendengarkan musik klasik. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur. kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas. dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan. para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi. para cendekiawan di Jerman. bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain. dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan. dari aktivitas-aktivitas di atas." Pada akhir abad ke-19.

hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. seperti kebudayaan Sub-Sahara.dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat. Kebudayaan menurut wilayah Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kebudayaan menurut wilayah Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. ras. meskipun begitu. dan tipe pemerintahan yang berkuasa. Kebudayaan di antara masyarakat Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur). beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain. Asia Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain. dan para imigran Eropa terutama Spanyol. atau biasa disebut dengan tribalisme. Korea. Portugis. etnisitas. Inggris. agama. Dalam Leitkultur. Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama. dan Vietnam. dan agama. orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat). agama Budha dan Taoisme Diposkan oleh Biodata di 06:08 0 komentar Beranda Langganan: Entri (Atom) . aesthetik. wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Jerman. dan Belanda. Afrika Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa. Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. Perancis. Selain kemajuan teknologi dan informasi. yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Amerika Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika. seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang. seberapa banyak imigran yang datang. tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli. Dalam bidang agama. migrasi. watak dari penduduk asli. Orang Hopi yang sedang menenun dengan alat tradisional di Amerika Serikat. Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. pandangan politik dan gender. diantaranya karena perbedaan umur. kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. Sementara itu. kelas. Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk. keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. pekerjaan.

Diberdayakan oleh Blogger. .Pengikut Mengenai SayaArsip Blog  ▼ 2009 (1) o ▼ Januari (1)  BUDAYA ORGANISASI  ► 2008 (1) Biodata Lihat profil lengkapku Template Picture Window.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful