Askep Plasenta Previa

A. Konsep Dasar Medis

1. Anatomi Fisiologi

a. Perubahan anatomi fisiologi pada wanita hamil

Terjadinya kehamilan

Peristiwa prinsip pada peristiwa terjadinya kehamilan:

1) Pembuahan/ fertilisasi: bertamunya sel telur/ ovum wanita dengan spermatozoa pria

2) Pembelahan sel (zigot), hasil pembuahan tersebut

3) Nidasi/ implantasi zigot tersebut pada dinding selama reproduksi (pada keadaan normal: implantasi pada lapisan endometrium dinding kavum uteri)

4) Pertumbuhan dan perkembangan zigot-embrio-janin-menjadi bakal individu baru

Kehamilan dipengaruhi berbagai hormone: estrogen, progesterone, human chorionic gonadotropin (HCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktualisasi kadarnya selama kehamilan. Terjadi perubahan juga pada anatomi dan fisiologi organ-organ sistem reproduksi dan organ-organ tubuh lainya, yang dipengaruhi terutama oleh perubahan keseimbangan hormonal tersebut.

Adapun perubahan pada organ-organ sistem reproduksi sebagai berikut:

a. Uterus

Uterus membesar primer maupun sekunder akibat pertumbuhan isi konsepsi intra uterin. Esterogen menyebabkan hyperplasia jaringan, progesterone berperan untuk elastisitas/ kelenturan uterus. Tafsiran kasar pembesaran uterus pada perabaan tinggi fundus:

1) Tidak hamil/ normal sebesar telur ayam (±30 gram)

2) Kehamilan 8 minggu sebesar telur bebek

3) Kehamilan 12 minggu sebesar telur angsa

4) Kehamilan 16 minggu: pertengahan simfisis pusat

5) Kehamilan 20 minggu: pinggir bawah pusat

6) Kehamilan 24 minggu: pinggir atas pusat

7) Kehamilan 28 minggu: sepertiga pusat-xypoid

8) Kehamilan 32 minggu: pertengahan pusat xypoid

9) Kehamilan 36-42 minggu sekitar 3 sampai 1 jari dibawah xypoid

Ismus uteri bagian dari servik batas anatomic, menjadi sulit ditentukan pada kehamilan terisemester I memanjang dan lebih kuat. Pada kehamilan 16 minggu menjadi satu bagian dengan korpus dan pada kehamilan diatas 32 minggu menjadi segmen bawah uterus. Vaskularisasi sedikit lapis muscular tipis, mudah rupture, kontraksi minimal lebih berbahaya jika lemah, dapat rupture, mengancam nyawa janin dan nyawa ibu.

laktoglobulin sel-sel lemak. warna menjadi livide/ kebiruan. Payudara Akibat pengaruh esterogen terjadi hyperplasia system duktus dan jaringan intertisial payudara. sekresi lender serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan. Mamae membesar dan tegang terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar montmogeri.Servik uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesterone (> tanda hegar). Putting susu membesar dan menonjol (beberapa kepustakaan tidak memasuki payudara dalam system reproduksi wanita yang dipelajari dalam ginekologi). c. Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu fungsi diambil oleh plasenta terutama fungsi reproduksi dan esterogen. Vagina/ vulva Terjadi hipervaskularisasi akibat pengaruh oksigen dan progesterone. warna merah kebiruan (tanda Chadwick). tidak terjadi ovulasi. b. tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru. kolostrum. . terutama daerah aerola dan papilla akibat pengaruh melanopor. Hormone laktogenik dan plasenta (diantaranya sel-sel asinus somatommotropin payudara. tidak terjadi siklus hormonal menstruasi d. serta menyebabkan hipertropi pertambahan mengingkatkan produksi zat-zat kasein laktoalbumin. Selama kehamilan ovarium tenang/ beristirahat.

001.0 kilogram.5 kilogram.5 kilogram. berat palsenta + 0. terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ/ cairan intra uterin.Peningkatan berat badan selama hamil normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kilogram.0 kilogram.5-3. Gejala dan tanda yang dapat mengarah diagnosis adanya kehamilan: 1) Amenorea (sebenarnya bermakna jiak 3 bulan atau lebih) 2) Pembesaran uterus (tampak disertai pembesaran perut atau pada kehamilan muda diperiksa dengan palpasi) 3) Adanya kontraksi uterus pada palpasi (Braxton-Hicks) 4) Teraba atau terasa gerakan janin pada palpasi atau tampak pada imaging 5) Terdengar jantung janin (dengan alat Laennec/ dopller) atau visual tampak jantung pada imaging (Fetal ultrasound choscopy). Berat janin + 2. penumpukan cairan intertisial di pelvis dan ekstremitas + 1. cairan amnion + 1. 6) Teraba bagian tubuh janin pada palpasi/ Leopold atau tampak pada imaging (ultrasonografi) 7) Perubahan serviks uterus (chad wick/ hegar sign) . penambahan volume sirkulasi maternal 1. berat uterus + 1.5 kilogram.5 kilogram. pertumbuhan mamae + 1 kilogram.

http://www.com) 2.indoskripsi. Pengertian Plasenta previa adalah plasenta dengan implantasi di sekitar segmen bawah rahim. sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh osteum uteri internum.com/search/plasenta-previa/ .1998 hal 253).wordpress. Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum).com Placenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim yaitu di atas dan dekat tulang cerviks dalam dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum.dr. morning sickness 12) Perubahan payudara 13) Poliuria (www. (Prof. Ida Bagus Gde Manuaba. secara harfiah berarti plasenta yang implantasinya (nempelnya) tidak pada tempat yang seharusnya. SpOG. yaitu dibagian atas rahim dan menajuhi jalan lahir.8) Kurva suhu tubuh meningkat 9) Tes urine B-HCG (pack’s test/ gallimianini) positif 10) Titer B-HCG meningkat pada kehamilan sekitar 90 hari kemudian menurun seperti awal kehamilan bahkan dapat sampai tidak terdeteksi 11) Perasaan mual dan muntah berulang. http://www.google.

Tetapi berkurangnya vaskularisasi pada segmen bawah rahim karena bekas luka operasi uterus. kehamilan molar.com/askep_sectio_panggul_sempit.dimana letak/posisi plasenta berada dibawah rahim yang menutupi sebagian atau keseluruhan dari jalan lahir. 2005) Plasenta Previa ada sebuah komplikasi kehamilan. atau tumor yang menyebabkan implantasi placenta jadi lebih rendah merupakan sebuah teori tentang penyebab plasenta previa. Sectio caesarea adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus atau vagina atau suatu histerotomi untuk melahirkan janin dari dalam rahim.Plasenta Previa adalah Plasenta yang letaknya abnormal. kehamilan multiple / lebih dari satu yang memerlukan permukaan yang lebih besar untuk implantasi placenta mungkin juga menjadi salah satu penyebab terjadinya placenta previa. yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir.html 3. tidak bisa melahirkan normal. http://rusari.html Seksio sesarea adalah pembedahan untuk mengeluarkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding rahim (Mansjoer. http://infoibuhamil. Ditandai dengan adanya pendarahan dan apabila menutup jalan lahir.com/sehat/kehamilan-dengan-plasenta-previa. Dan juga pembuluh darah yang sebelumnya mengalami perubahan yang . Etiologi Penyebab pasti dari plasenta previa belum diketahui sampai saat ini. Selain itu. (Wiknjosostro. 2001).

sehingga tidak akan berakibat fatal. Sumber perdarahan ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus perdarahan tidak dapat dihindari karena ketidak mampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan. apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. . Patofisiologi Pendarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. 1999 : 368 ) 1. b. c. 4. Pada saat ini dimulai terjadi perdarahan darah berwarna merah segar. oleh karena itu perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih dini dari pada plasenta letak rendah. Perdarahan berikutnya hampir selalu banyak dari pada sebelumnya. yang mungkin baru berdarah setelah persalinan mulai. tidak sebagai serabut otot uterus untuk menghentikan perdarahan kala III dengan plasenta yang letaknya normal makin rendah letak plasenta makin dini perdarahan terjadi. Perdarahan tanpa nyeri. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. Perdarahan berulang. Sejak kehamilan 20 minggu segmen bawah uterus. perdarahan pertama biasanya tidak banyak. faktor predisposisi itu untuk implantasi rendah pada kehamilan berikutnya. Warna perdarahan merah segar. pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat dari dinding uterus. Manifestasi Klinis a.mungkin mengurangi suplai darah pada daerah itu. ( Wiknjosostro.

USG (Ultrasonographi) Dapat mengungkapkan posisi rendah berbaring placnta tapi apakah placenta melapisi cervik tidak biasa diungkapkan b. 2. DJJ terdengar i. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah. d. Presentase abnormal. c. Rasa tidak tegang saat palpasi h. f. Teraba jaringan plasenta dalam vagina. Pemeriksaan laboratorium Hemoglobin dan hematokrit menurun. Faktor pembekuan pada umumnya di dalam batas normal. g. Pengkajian vaginal . e. Sinar X Menampakkan kepadatan jaringan lembut untuk menampakkan bagian-bagian tubuh janin. Waktu terjadinya saat hamil. His biasanya tidak ada. j. k. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul. Pemeriksaan penunjang a.d.

3. e. b) Memberikan hematilik dan spasmolitik untuk mengatasi anemia. Penatalaksanaan Penatalaksanaan pada kasus plasenta previa terbagi menjadi dua bagian yakni: a. Penatalaksanaan Konservatif. . Amniocentesis Jika 35 – 36 minggu kehamilan tercapai. Isotop Scanning Atau lokasi penempatan placenta. c) Memberikan anti biotik bila ada indikasi. bila: 1) Kehamilan kurang dari 37 minggu 2) Perdarahan tidak ada atau tidak banyak (Hb dalam batas normal) 3) Tempat tinggal pasien dekat dengan rumah sakit (menempu perjalanan tidak lebih dari 15 menit) Perawatan konservatif dapat berupa: a) Istirahat. panduan ultrasound pada amniocentesis untuk menaksir kematangan paru-paru (rasio lecithin / spingomyelin [LS] atau kehadiran phosphatidygliserol) yang dijamin. Double setup adalah pemeriksaan steril pada vagina yang dilakukan di ruang operasi dengan kesiapan staf dan alat untuk efek kelahiran secara cesar. f.Pengkajian ini akan mendiagnosa placenta previa tapi seharusnya ditunda jika memungkinkan hingga kelangsungan hidup tercapai (lebih baik sesudah 34 minggu). Pemeriksaan ini disebut pula prosedur susunan ganda (double setup procedure). Kelahiran segera dengan operasi direkomendasikan jika paru-paru fetal sudah mature.

Hb. Bila timbul perdarahan segera bawa ke rumah sakit dan tidak boleh melakukan senggama. 4. Bila selama tiga hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan pengawasan konserpatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Penanganan aktif. 3) Anak mati. Bila pemeriksaan dalam didapatkan: 1. 2) Umur kehamilan 37 minggu atau lebih. Pencegahan .d) Pemeriksaan USG. lakukan sectio caesarea. Penanganan aktif dapat berupa: a) Persalinan per vaginam b) Persalinan per abdominal Penderita disiapkan untuk pemeriksaan dalam di atas meja operasi (double set up) yakni dalam keadaan siap operasi. dan hematokrit. bila: 1) Perdarahan banyak tanpa memandang usia kehamilan. 2. Pasien dipulangkan bila tetap tidak ada perdarahan. Plasenta previa marginalis. kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan dan hanya sedikit perdarahan maka lakukan amniotomi dan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). 3. Plasenta previa letak rendah. Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan servik sudah matang. b. Bila terjadi perdarahan banyak.

tanda-tanda vital. kontraksi. presentase bokong dan letak lintang . Hal tersebut meliputi evaluasi.Tidak ada cara untuk mencegah plasenta previa karena penyebab pasti dari plasenta previa belum ditemukan. pemeriksaan. Pemeriksaan fisik mungkin akan dilakukan oleh salah satu orang atau lebih dan harus disesuaikan kemajuan persalinan. Yang harus dilakukan adalah mencoba menghindari faktor risiko seperti merokok. Pengkajian Pengkajian fisik memberikan data yang sangat bernilai sebagai dasar asuhan keperawatan. auskultasi dan palpasi. A. 1998) b) Riwayat persalinan: kegagalan untuk melanjutkan persalinan. Konsep Dasar Keperawatan 1. peningkatan kebutuhan istirahat. Pemeriksaan tersebut meliputi inspeksi. Pengkajian dilakukan meliputi: a) Data dasar 1) Identifikasi klien 2) Riwayat kehamilan dan persalinan lalu klien tidak pernah mengalami operasi seksio 3) Riwayat kesehatan sekarang: a) Keluhan utama: keluhan nyeri karena masa pembedahan. tidur dan penyembuhan (sedjo Winarso Marjono.

Gangguan rasa nyaman. respon keluarga terhadap kelahiran (Doenges. 1994) 2. 1999) b) Pemeriksaan fisik Tanda-tanda vital. abdomen (keadaan luka insisi). kandung kencing. gembira. nyeri berhubungan dengan trauma jaringan sekunder terhadap insisi bedah b. Gangguan perubahan kebutuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik c. payudara. 2001) 2) Pelvimetri rontgen (Wiknjosastro. 2001) a. Ansietas berhubungan dengan krisis situasi. ancaman konsep diri dan ancaman/ actual dari kesejahteraan maternal dan janin . Diagnosa keperawatan Berdasarkan data pengkajian diagnosa keperawatan klien yang utama yang berhubungan dengan plasenta previa post seksio adalah meliputi: (Doenges. Kurang pengetahuan mengenai proses bersalin berhubungan dengan kurang informasi d. karakter lochea.c) Riwayat psikologis: tingkat kesehatan. kebersihan diri dan genital c) Pemeriksaan penunjang 1) Test laboratorium: Jumlah darah lengkap terutama hemoglobin dan hematokrit (Doenges. fundus uteri.

e. nyeri berhubungan dengan trauma jaringan sekunder terhadap insisi bedah Tujuan: Klien tidak nyeri dan mampu menggunakan teknik relaksasi setelah pencapaian kesembuhan luka Kriteria hasil: Klien mengatakan nyeri berkurang. Gangguan rasa nyaman. ekspresi wajah rileks dank lien mampu mendemonstrasikan teknik dengan tarik napas dalam Intervensi: 1) Kaji tingkat nyeri. Rencana keperawatan Adapun rencana keparawatan pada klien dengan seksio sesarea adalah: a. perhatikan lokasi dan intensitas dengan menggunakan skala (0-10) Rasional: Membantu mengidentifikasi derajat ketidaknyamanan dan kebutuhan untuk keefektipan analgesic . Resti infeksi berhubungan pasca pembedahan 3. skala intenstias nyeri berkurang sampai hilang.

memberikasn relaksasi mental dan fisik b. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik Tujuan: . berika posisi nyaman.2) Berikan informasi mengenai sifat ketidaknyamanan sesuai kebutuhan Rasional: Meningkatkan kemampuan koping terhadap nyeri yang timbul 3) Dorong mengendalikan sifat nyeri dan teknik imajinasi Rasional: Meningkatkan kemampuan koping terhadap nyeri yang timbul 4) Dorong dan ajar penggunaan teknik relaksasi. latihan napas dalam saat batuk Rasioanal: Kurang memahami keadaan dan penyebab nyeri membuat kecemasan sehingga koping tidak efektif untuk meredakan nyeri 5) Kolaborasi dengan dokter member obat paracetamol 2 tablet PO Rasional: Diberikan untuk menghilangkan nyeri berat.

Kebutuhan ADL tanpa terbatas oleh nyeri Kriteria hasil: Nyeri saat bergerak tidak ada. makan. klien bisa melakukan mandi. eliminasi secara mandiri dan proses penyembuhan luka tercapai Intervensi: 1) Tentukan kemampuan saat ini skala (0-4) dan hambatan untuk partisipasi dalam perawatan Rasional: Mengidentifikasi kebutuhan intervensi yang dibutuhkan 2) Gunakan kelengkapan khusus kebutuhan korset Rasional: Meningkatkan kemampuan bergerak dan membantu persepsi yang benar 3) Bantu dalam memindahkan dan ambulasi jika dibutuhkan ingatkan keluarga dalam hal ini Rasional: Mencegah terjadinya kecelakaan seperti jatuh atau cedera atau menambah nyeri .

meningkatkan rasa control dan kemandirian c.4) Berikan bantuan memenuhi ADL yang dibutuhkan oleh klien dengan keterbatasab aktivitas mandi. Kurang pengetahuan mengenai cara perawatan luka post operasi berhubungan dengan kurang informasi Tujuan: Meminta informasi Kriteria hasil: Mengungkapkan pemahaman tentang indikasi kelahiran sesarea dan mengenali ini sebagai metode alternative kelahiran bayi Intervensi: 1) Kaji kebutuhan belajar Rasioanal: . ganti baju Rasional: Memberikan keamanan dan perlindungan terhadap ketidakmampuan mobiliasai 5) Dorong pasien melakukan aktivitas atau latihan pasif yang dapat ditoleransi Rasional: Meningkatkan harga diri.

latihan. tetapi banyak klien gagal untuk menyerap informasi 2) Catat tingkat stress dan apakah prosedur ini direncanakan atau tidak Rasional: Mengidentifikasi kesiapan klien/ pasangan untuk menerima informasi 3) Berikan informasi akurat dengan istilah-istilah sederhana. batuk dan nafas dalam dan teknik/ latihan pengetatan abdomen Rasional: . kaki. Anjurkan pasangan untuk mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan pertanyaan mereka Rasional: Memberikan informasi dan mengklasifikasikan kesalahan konsep.Metode kelahiran alternative ini diduskusikan pada kelas persiapan anak. Memberikan kemampuan untuk mengevaluasi pemahaman klien/ pasangan terhadap situasi 4) Tinjau ulang indikasi-indikasi terhadap pilihan alternative kelahiran Rasional: Perkiraan 5 atau 6 kelahiran melalui sesarea seharusnya dilihat sebagai alternative bukan cara yang abnormal untuk meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan meternal/ janin 5) Berikan penyuluhan pasca operasi. termasuk instruksi.

Ansietas berhubungan dengan krisis situasi. distress. klien tampak benar-benar rileks Intervensi: 1) Kaji respon psikologis pada kejadian dan kesediaan system pendukung Rasioanal: Makin klien merasaknan ancaman makin besar tingkat ansietas 2) Pastikan apakah prosedur direncanakan atau tidak direncanakan Rasional: .Memberikan teknik untuk mencegah komplikasi yang berhubungan dengan statis vena dan pneumonia hipostatistik dan menurunkan stress pada sisi operasi d. kegelisahan dan ketakutan akan sesuatu yang akan terjadi dapat diatasi Kriteria hasil: Klien mengungkapkan rasa takut pada keselamatan diri dan janin. klien/suami/keluarga mendiskusikan kelahiran sesarea. ancaman konsep diri dan ancaman yang dirasakan/ actual dari kesejahteraan maternal dan janin Tujuan: Ketergantungan klien menurun.

ini dapat menjadi berat pada periode pra operasi.Pada kelahiran sesarea yang tidak direncanakan klien/ pasangan biasanya tidak mempunyai persiapan secara psikologis atau fisiologis 3) Anjurkan pengungkapan perasaan Rasional: Mengidentifikasikan area untuk diatasi reaksi klien bervariasi dan dapat menyulitkan diagnosa pada periode operasi 4) Berikan komunikasi verbal dari pengkajian dan intervensi informasi tertulis dapat diberikan pada waktu selanjutnya Rasional: Bila masalah harga diri timbul pada klien. 2001) . klien difokuskan pada saat ini dan ini tidak siap untuk membaca atau menerima informasi tambahan 5) Anjurkan klien/ pasangan dalam aktivitas ikatan diruang melahirkan (misalnya: menyusui dan menggendong bayi) Rasional: Memberikan penguatan pengalaman dan menghilangkan suasanan perbedahan terhadap kelahiran (Doenges.

a. Implementasi Implementasi adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik (Nursalam. pencegahan penyakit dan perencanaan tindakan keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik. 2001). Tujuan dari pelaksanaan adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yang mencakup peningkatan kesehatan. perawat terus melakukan pengumpulan data memiliki tindakan keperawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan klien (Nursalam. 2001). Jika ada keinginan klien untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan tindakan dan selama tahap pelaksanaan.4. Fase persiapan 1) Preview antisipasi tindakan keperawatan 2) Menganalisa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan 3) Mengetahui komplikasi yang mungkin timbul 4) Persiapan alat 5) Persiapan lingkungan yang kondusif b. Fase intervensi terdiri dari: 1) Independent .

Ada empat yang dapat terjadi pada tahap evaluasi. Masalah tidak teratasi . Masalah teratasi sebagian c. yaitu: a. Masalah teratasi b. laboratorium dan lain-lain 3) Dependent Tindakan keperawatan yang berhubungan dengan tindakan medis atau menandakan dimana medis dilaksanakan oleh perawat 5. fisioterapi. Evaluasi Adapun evaluasi menurut Nursalam (2001) yaitu: Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan dalam asuhan keperawatan dan proses ini berlangsung terus menerus yang diarahkan pada pencapaian tujuan.Tindakan yang dilakukan oleh perawat tanpa tergantung pada program medis atau tim kesehatan lain 2) Interdependent Tindakan keperawatan yang memerlukan kerjasama dengan tim kesehatan lainnya: ahli gizi.

Evaluasi ini dilakukan pada akhir tindakan keperawatan paripurna dan menjadi suatu metode dalam memonitori kualitas dan efisiensi tindakan yang diberikan. Timbul masalah baru Evaluasi terdiri dari 2 jenis yaitu: evaluasi formatif dsn evaluasi sumatif. Perencanaan pulang Penyuluhan dan perencanaan diperlukan ketika pasien mengalami perawatan dirumah sakit Sebelum pulang klien atau keluarga akan: a) Menunjukan niat untuk berbagi beban dengan orang yang dipercaya b) Mengidentifikasi tanda-tanda. Sedangkan evaluasim sumatif disebut juga evaluasi akhir atau hasil atau jangka panjang. Evaluasi formatif disebut juga proses evaluasi jangka pendek atau evaluasi sedang berjalan dimana evaluasi dilakukan secepatnya setelah tindakan keperawatan dilakukan sampai tujuan tercapai. 2000) DAFTAR PUSTAKA . 6. (Carpenito Lynda Juall.d. Bentuk evaluasi ini lazimnya menggunakan format SOAP. gejala-gejala yang harus dilakukan pada tenaga kesehatan c) Mengidentifikasikan ketersediaan sumber komunikasi.

FKUI. Tersedia dalam: www. Mansjoer Arief et al. Jakarta : Media Aeskulapius. Gulardi Hanifa Wiknojosastro Djoko Waspodo Ed. Terjemahan dari: Nursing Care Plans Guidelines for Planning and Dokumenting Patient Care. Made Sumar Wati. Jakarta: EGC. George Adriansz. Jakarta.com (diakses 17 januari 2009). 3. Diposkan oleh Pterchie di 06:22 Label: plasenta previa 0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Pterchie Blog Keperawatan. Kapita Selekta Kedokteran. (2001). Jakarta: EGC.tempat mencari dan bertukar informasi. Pedoman Utuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Klien. Ida Bagus Gde (1998). Ellen Pangabean-Ed.wordpress. Manuraba. Marilynn (2000). Alih Bahasa I Made Harias. Rencana Keperawatan Maternitas/ Bayi: pedoman Untuk Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien. Yasmin Asih. Doenges. Marilynn E (1999).Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal (2001)/ Editor. Editor Edisi Bahasa Indonesia. Ed. Jilid 2).I. Anatomi Fisiologi Pada Wanita Hamil (internet). (Edisi 3. Cet 2. 2. Doenges. Abdul Bari Saifuddin. Jakarta: Yauasan Bina Pustaka Prawiharjo. Monica Ester. Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk pendidikan Bidan. Ni. Recent Comments . Perubahan Pada Wanita Hamil. Ilmu Kebidanan. Alih Bahasa. Monica Ester. Rencana Asuhan Keperawatan. Editor Edisi Bahasa Idonesia.

.Lencana Facebook Profil | Buat Lencana Anda Cari Sekarang Apple Google Microsoft Apple vs.. "What we're talking about in terms of a surrounding .based company had been at the top thanks to strong .Apple and Samsung Electronics have until Monday to further boil down the number of claims to be considered in the sweeping intellectual-property lawsuit concerning their smartphone and tablet products. according to NPD Group.. Samsung: Who's the king of the smartphones? CNET Apple is still the top smartphone maker in the US.. a top Apple Inc. by Lance Whitney May 2.. the firm said. 2012 7:35 AM PDT Follow @lancewhit In this corner Apple... Related Articles » Apple executive's dream home touches off battle in Bonny Doon San Jose Mercury News On an abandoned quarry just beyond Back Ranch Road. The Cuperino. Samsung to streamline claims in iPad patent case Computerworld By Stephen Lawson IDG News Service . Hewlett-Packard retook its lead in the client PC market. in that corner Samsung. outshining Samsung during the first quarter. Related Articles » powered by Pengikut Mengenai Saya . executive plans a dream home that some say is too expansive and too far out of place for Santa Cruz County's North Coast. Who's the smartphone champ? Related Articles » Judge again orders Apple. Related Articles » Apple loses top spot in computer shipments Washington Post Apple has lost its top spot in research firm Canalys's rankings of the biggest computer makers. Calif.

Pterchie Perawat ICU RSUB Serukam.lulusan Akper Bethesda Serukam tahun 2010 Lihat profil lengkapku Tampilan slide .

.

.

Arsip Blog  ▼ 2010 (2) o ▼ Februari (2)  Askep Ca Gaster  Askep Plasenta Previa ► 2009 (17)  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful