A.

Pengertian Program Semester dan Program Tahunan
1. Program Tahunan
Program tahunan adalah rencana penetapan alokasi waktu satu tahun untuk mencapai tujuan (SK dan KD) yang telah ditetapkan. Penetapan alokasi waktu diperlukan agar seluruh kompetensi dasar yang ada dalam kurikulum seluruhnya dapat dicapai oleh siswa. Penentuan alokasi waktu ditentukan pada jumlah jam pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku serta keluasan materi yang harus dikuasai oleh siswa. Program Tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, berisi tentang garis-garis besar yang hendak dicapai dalam satu tahun dan dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun pelajaran dimulai, karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-progran berikutnya, yakni program semester, mingguan dan harian serta pembuatan silabus dan sistem penilaian komponen-komponen program tahunan meliputi identifikasi (satuan pendidikan,mata pelajaran, tahun pelajaran) standar kompetensi , kompetensi dasar , alokasi waktu dan keterangan.

2. Program Semester
Semester adalah satuan waktu yang digunakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk penyelenggaraan program pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan dalam semester itu ialah kegiatan tatap muka, pratikum, keraja lapangan, mid semester, ujian semester dan berbagai kegiatan lainya yang diberi penilaian keberhasilan. Satu semester terdiri dari 19 minggu kerja termasuk penyelenggaraan tatap muka, mid semester dan ujian semester. Dalam program pendidikan semester dipakai satuan waktu terkecil, yaitu satuan semester untuk menyatakan lamanya satu program pendidikan. Masing-masing program semester sifatnya lengkap dan merupakan satu kebulatan dan berdiri sendiri. Pada setiap akhir semester segenap bahan kegiatan program semester yang disajikan harus sudah selesai dilaksanakan. Program semester adalah program yang berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, dan keterangan-keterangan.

B. Teknik Menyusun Program Semester dan Program Tahunan
1. Konsep Dasar Program Tahunan
Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru (Mulyasa, 2003:183). Dipertegas Muslich (2007:44) program tahunan adalah rencana umum pembelajaran mata pelajaran setelah diketahui kepastian jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain:

Model ini dikembangkan Gagne (1965) dengan prosedur tujuan khusus utama dianalisis. Skope dan sekuensi setiap kompetensi. dan dicari suatu hierakhi urutan bahan ajaran untuk . Daftar standar kompetensi sebagai konsensus nasional. Skope adalah ruang lingkup dan batasan-batasan keluasan setiap pokok dan sub pokok bahasan. Sebagai pedoman berikut dikemukakan pendapat Sukmadinata (1988) tentang cara menyusun sekuensi bahan ajar: 1) Sekuens kronologis. Untuk menyususn bahan ajar yang mengandung urutan waktu. Dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). 7) Sekuens berdasarkan hierakhi belajar. Dalam mengajar mulai dengan langkah (e). Sekuens kausal berhubungan dengan kronologis. dan peserta didik diminta untuk mengadakan pengetesan hipotesis (d). tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dari keseluruhan kepada bagian. Peristiwa-peristiwa sejarah. b. Dalam fisika tidak mungkin mengajarkan alat-alat optik. (d) pengetesan hipotesis. dari benda-benda kepada teori. Materi pembelajaran tersebut disusun dalam pokok-pokok bahasan dan sub pokok bahasan. yang dikembangkan dalam buku garisgaris besar program pengajaran (GBPP) setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan. perkembangan historis suatu instusi. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dari bagian kepada keseluruhan. dan (e) intreprestasi hasil tes. dari yang sederhana kepada yang kompleks. (b) penyusun hipotesis. Bahan ajaran dipusatkan pada topik atau pokok bahasan tertentu. (c) pengumpulan data. tanpa terlebih dahulu diajarkan pemantulan dan pembiasan cahaya. Topik atau pokok bahan ajaran tersebut adalah sesuatu yang populer dan sederhana. penemuan-penemuan ilmiah dan sebagainya dapat disusun berdasarkan sekuens kronologis. Dari yopik atau pokok bahasan tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan tersebut harus jelas skope dan sekeuensinya. 2003: 96) sekuens kausal cocok untuk menyusun bahan ajar ddalam bidang meteorologi dan geomorfologi. 6) Rangkaian ke belakang (backward chaining). Contoh pemecahan masalah yang bersifat ilmiah meliputi: (a) pembatasan masalah. pemantulan-pembiasan. dan seterusnya. Menurut sekuens logis bahan ajar disusuun dari yang nyata kepada yang abstrak. dari masalah bagaimana kepada masalah mengapa. 2) Sekuens kausal. Dikembangkan oleh Bruner (1960). tetapi kemudian diperluas dan diperdalam dengan bahan yang lebih kompleks dan sophisticated. Bagian-bagian bahan ajar sesuatu bidang studi telah mempunyai strukturnya. 3) Sekuens struktural. Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengan langkah terakhir dan mundur ke belakang. sedangkan sekuensi adalah urutan logis dari setiap pokok dan sub pokok bahasan. dapat digunnakan kronologis. Masalah cahaya. dan alat-alat optik tersusun secara struktural. dari yang kompleks kepada sederhana. Pengembangan skope dan sekuensi ini bisa dilakukan oleh guru. dan bisa dikembangkan dalam kelompok kerja guru (KKG). Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. 4) Sekuens logis dan psikologis. Peserta didik dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu daripada sesuatu peristiwa atau situasi yang menjadi sebab atau pendahulu para peserta didik akan menemukan akibatnya Menurut Rowntree (dalam Mulyasa. pada kesempatan lain guru menyajikan data tentang masalah lain dari langkah (a) sampai (c). dan peserta didik diminta untuk membuat intreprestasi hasilnya (e). kemudian guru menyajikan data tentang sesuatu masalah dari langkah (a) sampai (d). dari fungsi kepada struktur. yang mengandung ide-ide pokok sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran. 5) Sekuens spiral. Bahan ajar juga dapat disusun berdasarkan urutan logis.a.

NIP. Hari belajar efektif dalam satu tahun pelajaran dilaksanakan dengan menggunakan sistem semester (satu tahun pelajaran terdiri atas dua kelompok penyelenggara pendidikan) yang terdiri atas 34-38 minggu. diadopsi dari berbagai contoh format yang pernah ada: PROGRAM TAHUNAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Tahun Pelajaran Semester Standar Kompetensi : ……………. kompetensi dasar. verbal association. multiple discrimination. Identitas (mata pelajaran. ……………………… Mengetahui. dan lain-lain. concept learning. dalam menyusun program tahunan perlu memperhatikan kalender pendidikan. Berdasarkan sumber-sumber tersebut. materi pokok. Kompetensi Dasar Materi Pokok Alokasi Banjarmasin. standar kompetensi. dan hak-hak peserta didik.. motor-chain leraning.. efektifitas. c.mencapai tujuan-tujuan tersebut. jumlah ulangan. Gagne (1970) mengemukakan delapan tipe belajar yang tersusun secara hierakhis mulai dari yang paling sederhana: ”signial learning. berturut-turut sampai pokok-pokok bahasan tertentu hierakhi juga dapat mengikuti hierakhi tipe-tipe belajar dari Gagne. stimulus respos learning. . baik ulangan umum maupun ulangan harian. Kalender pendidikan. Dengan demikian guru memiliki kebebasan dalam menentukan format Prota. Hierakhi tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yang mula-mula harus dikuasai peserta didik. dan problem solving learning ”. Penyusun kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi. principle learning. Setidaknya dalam menyusun Prota. termasuk waktu libur. : ……………. Kepala Sekolah Guru Kelas NIP.. Format berikut ini. dapat ditetapkan dan dikembangkan jumlah kompetensi. : ……………. komponen yang harus ada sebagai berikut: a. dan jumlah waktu cadangan. pokok bahasan dan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pokok dan sub pokok bahasan.. kelas. tahun pelajaran). dan alokasi waktu). Format isian (semester. Dalam perkembangan dan pengkajian penyusunan Prota. Dengan demikian. terdapat beragam alternatif format program tahunan. b. Dalam kalender pembelajaran. : …………….

Format isian (standar kompetensi. Hal ini lantaran dalam KTSP tidak terdapat materi pokok (layaknya KBK). Berikut disajikan format program semester yang disarikan dari berbagai model yang ada: PROGRAM SEMESTER Satuan Pendidikan : ……………………. kelas/semester. Yang terjadi di lapangan.Secara sederhana teknik pengisian format di atas dapat dilakukan dengan melihat kurikulum utuh yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang di dalamnya terdapat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tiap mata pelajaran. Seperti dikatakan Trimo (2001) bahwa guru bukan tukang mengajar. kompetensi dasar. Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. 2. jumlah jam pertemuan (JJP). Tetapi. program tahunan yang didesain akan memberi nuansa dan aura positif bagi pengembangan visi dan misi sekolah. dan bulan). Identitas (satuan pendidikan. Konsep Dasar Program Semester Program semester merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum tersusun program tahunan. guru adalah ’koki’ dalam pembelajaran sehingga mutlak untuk meramu dan mendesain pembelajaran bermakna. proses penentuan materi pokok dilakukan menggunakan alur balik. Guru diberi kesempatan yang luas untuk mengapresiasi materi pokok dengan mengacu pada kompetensi dasar. Pada umumnya program semester ini berisikan: a. guru juga bukan pawang. tahun pelajaran) b. program semester juga banyak alternatifnya. . Langkah ini sebenarnya kurang efektif manakala guru akan belajar menjadi ’koki’ dalam pembelajaran. mata pelajaran. Hal tersebut kita lakukan untuk menentukan alokasi waktu. indikator.. Diskusi dengan teman sejawat dan pembahasan dalam kegiatan KKG akan membantu guru-guru dalam merumuskan materi pokok sehingga program tahunan yang dirumuskan tiap sekolah merupakan refleksi dari kebutuhan siswa. Dari alokasi waktu tersebut bisa dilihat bahwa dalam satu tahun pelajaran jumlah minggu efektif berkisar 34-38 minggu. Yang tidak kalah pentingnya adalah mencermati alokasi waktu tiap mata pelajaran yang sudah diatur dalam Standar Isi khususnya dalam bab II tentang struktur kurikulum. Setelah mengetahui jumlah minggu efektif. Ada berapa kompetensi dasar dalam satu semester kemudian kita kaji kompetensi dasar mana yang memiliki substansi materi yang lebih berat. Seperti program tahunan. Yang memerlukan pemikiran serius dalam penyusunan program tahunan adalah menentukan materi pokok. baru menuliskannya dalam program tahunan. Selebihnya. Seperti mencari materi pokok dalam buku atau melihat materi pokok di KBK. langkah berikutnya adalah memetakan kompetensi dasar.

menyebutkan.Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran : ……………………. seperti menjelaskan. . Secara sederhana teknik pengisian program semester di atas juga sama seperti program tahunan. Beberapa komponen yang sudah ada dalam program tahunan tinggal memindah saja (SK. dan sejenisnya. mengidentifikasi. mengevaluasi. Kepala Sekolah Guru Kelas NIP. Materi Pokok). Indikator dalam program semester harus dirumuskan guru sesuai dengan karakteristik siswa. Indikator ibarat tujuan instruksional khusus (TIK) dalam pembelajaran sehingga perumusannya akan lebih efektif apabila menggunakan kata kerja operasional (KKO). menganalisis. ……………………… Mengetahui. : ……………………. Yang perlu pencermatan adalah perumusan indikator dan pemerian materi ke dalam bulan selama satu semester. NIP. Jumlah Jam Pelajaran 1 2 Standar Kompetensi Materi Indikator Kompetensi Dasar Pokok Bulan 3 4 5 6 Banjarmasin.... : ……………………. KD.

com/2010/12/20/pengertian-prosem-dan-prota/ .wordpress.http://wajahdara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful