30

BAB II STRUKTUR FONDASI

PENDAHULUAN

Pada bab ini, materi yang akan dibahas meliputi jenis-jenis fondasi telapak, momen lentur, dan kuat geser yang bekerja pada telapak fondasi. Fondasi umumnya berlaku sebagai komponen struktur pendukung bangunan yang terbawah, dan telapak fondasi berfungsi sebagai elemen terakhir yang meneruskan beban ke tanah. Materi yang akan dipelajari pada bab ini sangat terkait dengan materi yang telah dibahas pada bab sebelumnya, seperti momen lentur pelat satu arah maupun pelat dua arah. Selain mata kuliah Strutur Beton Dasar, yang mendukung bagian ini adalah mata kuliah Analisa Struktur, Rekayasa Fondasi, dan Mekanika Tanah. Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu

menjelaskan jenis-jenis fondasi telapak, merencanakan, dan menggambar hasil perhitungan fondasi telapak.

31

PENYAJIAN

2.1 Pendahuluan Fondasi didefinisikan sebagai bagian dari struktur yang berhubungan langsung dengan tanah, dan berfungsi untuk menyalurkan beban-beban pada struktur atas ke tanah. Fondasi suatu bagunan berfungsi untuk memindahkan beban – beban pada struktur atas ke tanah. Fondasi harus direncanakan sedemikian rupa agar dapat mendukung beban –beban struktur, baik berat sendiri, beban hidup, beban angin, gempa, dll. Fondasi bertujuan untuk meratakan beban kedalam bidang yang cukup luas, sehingga tanah yang ada bisa mendukung beban diatasnya dengan aman tanpa penurunan yang berlebihan. Fungsi ini dapat berlaku secara baik bila kestabilan fondasi terhadap efek guling, geser, punurunan, dan daya dukung tanah terpenuhi. Umumnya pondasi terbuat dari beton bertulang, meskipun kadang – kadang juga digunakan beton tanpa tulangan atau pasangan batu.

2.2. Jenis-Jenis Fondasi Pemilihan jenis fondasi yang cocok untuk bangunan bergantung pada : Kedalaman tanah dari dasar pondasi Daya dukung tanah dan keseragaman dari tanah Jenis dari bangunan atas yang didukungnya.

32

-

Ukuran dari fondasi yang berkaitan langsung dengan beban yang bekerja diatasnya.

Pondasi beton bertulang pada umumnya berupa fondasi telapak (spread footing) seperti tampak pada Gambar 2.1. Pembahasan pada buku ini dibatasi hanya mengenai fondasi langsung yang berupa fondasi telapak setempat, gabungan, atau menerus. Fondasi telapak dikombinasikan dengan pasangan batu atau fondasi telapak di atas tiang pancang (pile cap), misalnya, tidak bahas didalam buku ini. Secara umum fondasi telapak beton dapat digolongkan sebagai berikut: 1. Fondasi telapak kolom setempat seperti Gambar 2.1.a, sering disebut juga sebagai fondasi telapak terpisah. Untuk menjamin keseimbangan dan efisiensi umumnya berbentuk telapak bujur sangkar, tetapi apabila ruangnya terbatas dapat juga berbentuk empat persegi panjang. 2. Fondasi telapak dinding seperti Gambar 2.1.b bertugas mendukung dinding, baik yang menumpu secara konsentris ataupun tidak. 3. Fondasi telapak gabungan, mendukung dua kolom atau lebih dan telapaknya dapat berbentuk empat persegi panjang seperti Gambar 2.1.c, atau trapesium seperti Gambat 2.1.d. Apabila dua fondasi telapak terpisah digabungkan melalui balok pengikat, sering dinamakan sebagai fondasi telapak kantilever seperti Gambar 2.1.e. 4. Fondasi plat seperti Gambar 2.1.f, merupakan fondasi telapak menyeluruh dengan telapak sangat luas dan mendukung semua kolom dan dinding struktur bangunan, umumnya digunakan apabila bangunan harus didirikan diatas tanah dasar lembek.

33

2.1 Jenis-jenis Fondasi Telapak 5. Fondasi telapak tiang pancang (pile cap), melayani pelimpahan beban kolom dari atas kepada sekelompok tiang pancang di bawahnya, yang kemudian diteruskan ke tanah pendukung melalui gesekan permukaan atau tumpuan ujung tiang.

Tegangan tarik terjadi pada kedua arah di bagian bawah fondasi telapak. Fondasi ditulangi dengan dua lapis batang . karena paling sederhana dan ekonomis dibandingkan berbagai jenis fondasi lainnya. maka balok – balok pengikat harus direncanakan terhadap gaya aksial. Pada dasarnya fondasi tersebut berupa satu plat yang langsung menyangga sebuah kolom. Apabila momen yang terjadi pada kolom disalurkan kepada struktur fondasi. di mana tinjauan bekerjanya beban gravitasi dan beban lateral gempa dilakukan untuk dua arah sumbu utama bangunan secara bersamaan.3 Fondasi Telapak Setempat Jenis fondasi ini yang juga dinamakan fondasi telapak terpisah mungkin merupakan jenis fondasi yang sering dipakai. Dalam menyangga beban konsentris. Fondasi telapak terpisah atau setempat pada umumnya berbentuk telapak bujur sangkar. dihubungkan dengan balok – balok pengikat. dalam pelaksanaan fondasi telapak setempat harus saling berhubungan dalam dua arah sumbu yang pada umumnya saling tegaklurus. balok – balok pengikat tersebut dapat direncanakan berdasarkan gaya longitudinal tarik atau tekan sebesar 10 % dari beban vertikal kolom yang bekerja pada pertemuan balok–balok pengikat. dan momen lentur yang didapat dari analisis struktur portal. Apabila analisis struktur dinamis tidak dilakukan untuk bagian bawah permukaan tanah bangunan gedung. 2. fondasi telapak berlaku dan diperhitungkan sebagai struktur kantilever dua arah (x dan y) dengan beban tekanan tanah arah ke atas pada telapak fondasi.34 Dalam rangka membentuk satu kesatuan struktur. atau empat persegi panjang apabila terdapat pembatasan ruang. gaya geser.

Pada umumnya tebal fondasi yang diperlukan ditentukan oleh berdasarkan pada syarat kuat geser yang harus dipenuhi. Gaya geser dua arah sumbu disebut juga sebagai geser pons. Kuat Geser Karena fondasi bekerja ke arah x dan y. Dari ketentuan SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Luas bidang singgung antara fondasi dan tanah yang diperlukan ditentukan dan merupakan fungsi dari tekanan tanah ijin dan beban dari kolom.4. mengelilingi kolom atau umpak pedestal dengan panjang keliling minimum bo.11 ayat 2. yaitu kuat geser pons (geser dua sumbu) dan kuat geser balok (geser satu sumbu). Sesuai dengan SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. perhitungan gesernya harus mempertimbangkan dua jenis yang berbeda. penampang kritis geser dua arah ditentukan sebagai bidang vertikal terhadap telapak fondasi. karena kolom atau umpak pedestal cenderung untuk mendesak melobangi plat telapak fondasi yang mengakibatkan timbulnya tegangan disepanjang keliling kolom atau umpak pedestal. Perencanaan fondasi yang bekerja pada dua arah didasarkan pada nilai kuat geser Vn yang ditentukan tidak boleh lebih besar dari Vc kecuali apabila dipasang penulangan geser. Vc ditentukan dari nilai terkecil dari persamaan – persamaan berikut: .2.35 baja yang saling tegak lurus dan arahnya sejajar dengan tepi fondasi.4.11 ayat 1. Beberapa percobaan membuktikan bentuk kegagalan kuat geser pons berupa retakan membentuk piramida terpancung melebar ke bawah. pada jarak tidak kurang dari setengah tinggi efektif fondasi dari muka kolom atau umpak pedestal.

SK SNI T – 15 – 1991 – 03 (3. fc’ dan d seperti yang telah ditentukan terdahulu. . SK SNI T – 15 – 1991 – 03(3.4 – 36c) ( ) Di mana. Perilaku fondasi telapak yang bekerja satu arah dapat disamakan dengan balok atau plat penulangan satu arah. SK SNI T – 15 – 1991 – 03 (3. terutama berkaitan dengan kesulitan pemasangan di samping lebih praktis untuk menambah ketebalan fondasi sedikit saja. Sesuai dengan SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. umumnya perencanaan kuat geser fondasi telapak didasarkan sepenuhnya pada kuat geser beton saja.36  2   2 f c' bo d Vc = 1 +  βc    α d  1 Vc =  s + 2    b   12  o  Vc = 4 f c' bo d ( ) Pers. dan 20 untuk kolom sudut.11 ayat 1.1 ditentukan bahwa penampang kritis geser satu arah pada fondasi adalah pada bidang vertikal memotong lebar di tempat yang berjarak sama dengan tinggi efektif dari muka beban terpusat atau bidang reaksi. Oleh karena itu. sedangkan nilai α s adalah 40 untuk kolom interior.4-36b)  Pers. 30 untuk kolom eksterior. Penggunaan penulangan geser di dalam fondasi tidak disarankan karena tidak praktis. Vc.4.4 -36a)  f c'  bo d Pers. β c = rasio sisi panjang terhadap sisi pendek dari beban terpusat yang bekerja atau bidang reaksi bo = panjang keliling penampang kritis geser dua arah yang bekerja pada fondasi telapak.

4 ayat 2. .6. sesuai dengan ketentuan dalam SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Plat fondasi telapak berlaku sebagai balok kentilever pada dua arah dengan beban tekanan tanah arah ke atas.b.). sebagai dasar perencanaan kuat geser adalah Vu ≤ φ Vn dimana Vn = Vn Momen dan penyaluran batang tulangan Penulangan ukuran dan jarak spasi tulangan baja yang terutama merupakan fungsi momen lentur yang timbul akibat tekanan tanah ke atas (setelah dikurangi dengan berat plat fondasi.6 ayat 3 menentukan bahwa letak penampang kritis untuk panjang penyaluran batang tulangan baja pada fondasi dianggap sama (berimpit) dengan penampang kritis momen lentur. Untuk menentukan letak pangkal jepit kantilever atau penampang kritis momen lentur.8.2. 2) Untuk fondasi yang menopang kolom dengan menggunakan umpak plat baja adalah pada separoh dari jarak antara muka kolom dengan tepi plat baja (lihat Gambar 10.8. ditetapkan sebagai berikut: 1) Untuk fondasi yang menopang kolom atau umpak pedestal adalah pada muka kolom atau umpak pedestal (lihat Gambar 2.37 Sama seperti halnya pada balok atau plat dengan penulangan satu arah. apabila untuk keduanya tanpa penulangan geser. SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. kuat geser beton pada fondasi telapak diperhitungkan sebagai berikut : 1 Vc =  6  f c'  b w d  Untuk kedua jenis kuat geser pada fondasi tersebut.a).

Pelimpahan beban dari kolom ke fondasi Semua beban yang disangga oleh kolom (termasuk berat sendiri kolom) dilimpahkan ke fondasi melalui umpak pedestal (bila ada) berupa desakan dari beton dan tulangan baja.2 Penampang kritis untuk perencanaan fondasi beton bertulang yang mendukung kolom.38 Gambar 2. Seperti yang diarahkan oleh SK SNI T – 15 – 1991 – 03 .

Apabila kolom beton bertulang tidak dapat melimpahkan seluruh beban hanya melalui bidang singgung tumpuan beton. A2 ≤ 2. kuat tumpuan bidang singgung antara beton yang menumpu dan yang ditumpu tidak boleh lebih besar dari φ (0. didalam keadaan bagaimanapun rencana kuat tumpuan untuk bidang yang bertumpu tidak boleh lebih dari : φ (0.1. umumnya dipakai kuat beton fondasi lebih rendah dari kuat beton kolom yang ditumpu. perencanaan kuat tumpuan untuk bidang yang bertumpu dikalikan dengan : A2 A1 Di mana : A2 = luas maksimum bagian bidang tumpuan yang secara geometris serupa dan konsentris terhadap bidang yang tertumpu. kelebihannya dilimpahkan melalui .3. sesuai SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Apabila bidang tumpuan lebih luas atau lebih panjang baik ke arah panjang maupun lebarnya terhadap bidang yang tertumpu.85fc’A1).39 pasal 3.15 ayat 1. Disebabkan oleh situasi dan kondisi teknis pelaksanaan. sehingga dalam menentukan pelimpahan beban yang berlangsung di antara keduanya harus benat – benar mempertimbangkan keadaan bahan dua komponen struktur.85 f c' A1 )(2) Di mana untuk tumpuan beton digunakan nilai φ = 0.0 A1 Oleh karena itu. A1 = bidang yang bertumpu Selanjutnya.70.3.15.

harap diperhatikan bahwa tinggi efektif beton untuk masing – masing arah tideak sama. dapat dipasang psak tambahan atau menggunakan tulangan pasak dengan diameter yang lebih besar dari batang tulangan pokok kolom. Karena besarnya momen lentur sama untuk kedua arah. Apabila cara tersebut belum juga mencukupi. Akan tetapi. bilamana perlu untuk setiap batang tulangan memanjang kolom dipasang satu batang pasak.8 ayat 2. . Apabila pasak diperhitungkan menyalurkan beban lebih ke dalam fondasi.4/fy. dan diterapkan untuk masing – masing arah kerja. pada fondasi telapak dengan dua arah kerja juga berlaku syarat rasio penulangan minimum 1. hubungan antara pasak dengan tulangan pokok kolom harus disambung dengan sambungan lewatan desak. penulangan dipasang tersebar merata ke seluruh lebar fondasi untuk kedua arah. karena seperti diketahui batang tulangan baja saling bertumpangan untuk kedua arah. perhitungan perencanaan di dalam praktek kadang – kadang menggunakan tinggi efektif rata – rata yang ditentukan sama untuk kedua arah. Panjang penyaluran tulangan pasak (dowel) harus cukup memenuhi panjang penyaluran batang tulangan desak yang diperlukan untuk kedua belah pihak bidang tumpuan. maka baik ukuran maupun jarak spasi batang tulangan baja untuk kedua arah juga sama.8.40 penulangan dengan memperhitungkan kemampuan penyaluran tegangan batang tulangan baja. Pelaksanaannya dengan cara memasang tulangan pasak (dowel). Meskipun demikian. asalkan tidak lebih dari D36 (SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Di samping itu.3 ). Fondasi Bujur Sangkar Fndasi telapak bujur sangkar setempat (terpisah).

61 m 2 206. adalah : 240 – 33. Tekanan tanah yang timbul di bawah fondasi akibat beban tersebut di atas.7(19. adalah: 1. berarti lebih kecil ± 2.90 m x 2. Penyelesaian: Karena tebal fondasi telapak belum diketahui.32 kN/m2 Dengan demikian maka tekanan tanah ijin efektif untuk mendukung beban total. untuk memperhitungkan berat fondasi dan tanah diatasnya digunakan nilai berat rata – rata 19. tekanan tanah ijin = 240 kPa pada kedalaman 1. Karena penetapan dimensi banyak . Data perencanaan : beban kerja mati = 1000 kN. A perlu = 1000 + 780 = 8. fc’ kolom = 30 MPa.7 kN/m2 Luas bidang telapak fondasi yang diperlukan dapat ditentukan baik dengan menggunakan nilai awal beban kerja dan tekanan tanah ijin maupun nilai beban kerja dan tekanan tanah ijin terfaktor sesuai SK SNI T – 15 – 1991 – 03.3% dari yang diperlukan.70 m dari permukaan tanah. tulangan memanjang kolom terdiri dari batang tulangan baja D25.90 m = 8. fc’ fondasi = 20 Mpa.32 = 206. beban kerja hidup = 780 kN.6) = 33.41 m2. Dengan menggunakan nilai awal beban kerja.6 kN/m3 untuk kedalaman 1.7 Gunakan ukuran bidang telapak fondasi bujur sangkar 2. fy = 300 Mpa.7 m dari permukaan tanah sampai ke dasar fondasi.41 Contoh 1: Rencanakan suatu fondasi beton bertulang bujur sangkar yang mendukung kolom beton 500x500 mm2 dengan pengikat tulangan sengkang.

42 mengandung anggapan –anggapan dan ketidakpastian. untuk kemudian diperiksa kuat gesernya. ukuran bujur sangkar tersebut akan dicoba dengan harapan dapat memenuhi syarat. Selanjutnya dihitung tekanan tanah terfaktor yan diakibatkan oleh beban yang bekerja: Pu = Pu 1. .41 Tebal fondasi telapak biasanya ditentukan berdasarkan persyaratan kuat geser. Kuat geser fondasi telapak kolom setempat dibedakan menjadi dua keadaan : (1) bekerja pada dua arah sumbu: geser pons. maka tinggi efektif adalah : d = 700 – 75 – 25 = 600 mm. Merupakan nilai rata –rata tinggi efektif yang akan digunakan untuk perhitungan perencanaan pada kedua arah kerja struktur kantilever. Apabila tebal fondasi ditentukan 700 mm. Dalam kasus ini akan diambil langkah memperkirakan terlebih dahulu tebal fondasi. dengan tebal selimut beton 75 mm.2 (1000) + 1. dan menggunakan batang tulangan D25 untuk masing – masing arah. dan (2) bekerja pada satu arah sumbu : geser balok letak penampang geser kritis untuk masing – masing kondisi seperti pada gambar 2.3.6 (780) = = 291 kN / m 2 A 8.

1002 ) = 2095 kN Kuat geser beton adalah :  2   2 f c' bo d Vc= 1 +  βc    Tetapi nilai tersebut tidak boleh lebih besar dari : Vc = 4 ( ) ( f c' bo d ) Karena β c = 1 . kuat geser maksimum akan menjadi.3 Analisis geser fondasi telapak Untuk arah kerja dua arah. .3.92 – 1. lihat Gambar 2.a : B = lebar kolom + (1/2 d) 2 = 500 + 600 = 1100 mm Gaya geser total terfaktor yang bekerja penampang kritis adalah : Vu = pu (W2 – B2) = 291(2.43 Gambar 2.

3 kN Kuat geser beton adalah : 1 Vc =  6 1  f c'  bw d = 6  ( 20 )(2900)(600) =1297 kN φ Vn = φ Vc = 0.60 (1297) = 778. Selanjutnya diperiksa anggapan yang digunakan pada langkah awal.7(1) = 31. Dengan menggunakan tekanan tanah terfaktor dan . fondasi memenuhi persyaratan geser.44 Vc = 4 f c' bod = 4 ( ( ) 20 )(1100)(4)(600) = 47226 kN Maka. gunakan sebagai nilai berat tanah adalah 15. b: Gaya geser total terfaktor yang bekerja pada penampang kritis adalah : Vu = puWG = 291 (2. lihat Gambar 10.4. berselisih sedikit. letak penampang kritis momen lentur adalah pada bidang kolom. Dengan demikian. φ Vn = φ Vc = 0.9) (0. Seperti tampak pada Gambar 2.8 kN/m2 Sehingga anggapan yang dipakai 33.2 kN Vu < φ Vn Maka. sehingga tidak perlu revisi hitungan.7) + 15.7 kN/m3 23(0. mengenai berat fondasi berikut tanah diatasnya.60(47226) = 28336 kN Vu < φ Vn Untuk arah kerja satu arah.32 kN/m2 adalah agak konservatif (aman).6) = 506.7.

0047 Maka digunakan ρmin As perlu = ρbd = 0. momen rencana dapat dihitung.2)1/2(1. didapat ρ perlu < ρ minimum = 0.9) = 607.4 Analisis momen fondasi telapak .8 (2900) (600) 2 Dengan menggunakan daftar A -15. Mu = puF(1/2F)(W) = 291(1.2)(2.61 kNm Perencanaan batang tulangan baja: Mu 607.45 anggapan bahwa fondasi bekerja sebagai balok kantilever lebar dengan arah kerja pada dua arah.6(10) 6 k perlu = = = 0.7275 MPa φ bd 2 0.0047(2900)(600) = 8120 mm2 Gambar 2.

seperti diperlihatkan pada Gambar 2.85 Fc' A1 )(2) Karena bidang permukaan tumpuan di semua sisi lebih besar daripada bidang yang bertumpu. selanjutnya gunakan . panjang penyaluran yang diperlukan untuk batang tulangan D25 adalah 659 mm. Apabila faktor modifikasi diabaikan. Sedangkan tempat panjang penyaluran yang tersedia 1125 mm. untuk semua kasus kuat tumpuan tidak boleh melebihi. yang dengan demikian kuat tumpuan rencana tidak boleh melebihi.8 A1 0.25 Syarat SK SNI T – 15 – 1991 – 03 tidak boleh melampaui 2.a.85fc’A1) Kecuali apabila bidang permukaan tumpuan di semua sisi lebih besar dari bidang yang bertumpu. φ (0.41 = = 5.85 f c' A1    A2 A1     Akan tetapi. φ  0.46 Dengan bentuk telapak bujur sangkar dan digunakannya tinggi efektif rata –rata. Kuat tumpuan rencana tidak boleh melebihi φ (0. kuat tumpuan fondasi dihitung dengan langkah – langkah sebagai berikut : A2 8. Gunakan untuk masing – masing arah kerja 20 batang tulangan baja D25 (As = 9818 mm2 untuk setiap arah) dan pemasangannya disebar merata melintang fondasi telapak pada masing – masing arah. maka kebutuhan penulangan pada arah kerja yang lain dianggap sama.5.

0) = 5950 kN Gambar 2.70(0.85 f c' A1 (2. Kuat tumpuan fondasi = φ (0.85)(20)(500)2 (2.85)(30)(500)2 = 4462.5 Sketsa perencanaan Kuat tumpuan kolom dihitung sebagai berikut: φ (0. dapat disimpulkan bahwa beban dari kolom dapat dilimpahkan keseluruhannya kepada beton saja. adalah : Pu = 1.5 kN Sedangkan beban tumpuan rencana aktual.2(1000) + 1.47 nilai tersebut.0) = 0. .6(780) = 2448 kN Karena 2448 < 4462.85)fc’A1 = 0.5 <5950.70 (0.

04(25)(300) = 300 mm Panjang penyaluran l d yang diperlukan. maka panjang penyaluran dasar dowel ke dalam fondasi adalah : l db = db f y 4 fc ' = 25(300) 4 20 = 419 mm Dan tidak boleh kurang dari: l db = 0.48 Untuk memperoleh kesempurnaan pelimpahan beban tersebut. Akan tetapi.005(500)2 = 1250 mm2 Perlu dipasang minimum empat batang tulangan pasak. panjang penyaluran dowel baik ke dalam kolom maupun fondasi harus memenuhi persyaratan yang berlaku. sama dengan panjang penyaluran dasar dikalikan faktor modifikasi.04 d b f y = 0. lebih praktis untuk memasang tulangan pasak baja diameter sama dengan tulangan pokok kolom. Karena batang tulangan baja dalam keadaan desak. Meskipun pada kenyataannya pelimpahan beban keseluruhan dapat berlangsung tanpa pasak. dengan demikian gunakan 4 batang tulangan D25 sebagai pasak dan tempatkan masing – masing pada setiap sudut kolom (As = 1964 mm2). Luas tulangan baja yang tersedia lebih besar dari yang diperlukan. sehingga ditentukan faktor modifikasi sebagai berikut: . SK SNI T – 15 – 1991 – 03 mensyaratkan luas penampang pasak (dowel) minimum sebagai berikut : As perlu = 0.005Ag = 0. gunakanlah batang tulangan D20 (As = 1257 mm2).

Karena mutu beton (fc’) kolom lebih tinggi dari kolom beton fondasi. Untuk batang tulangan desak.b. sehingga masing – masing mempunyai kebutuhan luas penampang batang tulangan baja tersendiri. sedang pada fondasi dengan satu arah kerja pemeriksaan hanya dikerjakan melintang sisi pendek saja. batang tulangan pasak dipasang berdampingan dengan tulangan pokok memanjang kolom pada sudut – sudutnya.64) = 268 mm.64 As tersedia 1964 Panjang penyaluran l d perlu = 419(0. Perencanaan fondasi jenis ini sangat mirip dengan yang diterapkan pada bentuk telapak bujur sangkar sebagaimana yang telah dibahas terdahulu. panjang penyaluran l d tidak boleh kurang dari 200 mm. analisis geser dilakukan dengan cara biasa. Pada fondasi telapak dengan dua arah kerja. panjang penyaluran perlu l d batang tulangan yang masuk ke dalam kolom akan kurang daripada yang masuk ke dalam fondasi. .9. Fondasi Empat Persegi Panjang Fondasi empat persegi panjang biasanya digunakan di tempat dengan ruang terbatas. Momen lentur diperhitungkan terpisah untuk masing – masing arah. Batang tulangan baja arah memanjang diletakkan di bawah tulangan baja ke arah lebar sedemikian rupa hingga tinggi efektifnya lebih besar untuk mendukung beban momen lentur yang lebih besar pada arah itu. Pengecualian pokok adalah bahwa perhitungannya dilakukan terpisah pada setiap arah kerja. Penjangkaran batang tulangan dapat dilihat pada Gambar 10.49 As perlu 1250 = = 0.

4 ayat 4).8. pemasangan dan penyebaran penulangan berbeda dengan yang dilaksanakan pada fondasi telapak bujur sangkar (SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Penataan tersbut diperlihatkan pada Gambar 2.50 Pada fondasi telapak empat persegi panjang. Batang tulangan ke arah memanjang disusun dan disebar merata di sepanjang lebar fondasi.6. sedangkan sebagian dari batang tulangan yang diperlukan ke arah lebar ditempatkan pada suatu rentang di bagian tengah yang penjangnya sama dengan lebar fondasi. Denah penulangan fondasi empat persegi panjang . Gambar 2.6. Kemudian sisa tulangan ke arah lebar dipasang merata di daerah luar rentang tersebut di atas. Bagian dari tulangan ke arah lebar yang ditempatkan di dalam rentang tersebut adalah : 2 β +1 Di mana β adalah rasio sisi panjang terhadap sisi lebar.

2(780) + 1. untuk memperhitungkan berat fondasi dan tanah di atasnya digunakan rata – rata 19. fc’ = 20 Mpa.6(780) = = 288 kN / m 2 A 7. beban hidup kerja = 780 kN.6 kN/m3 sedalam 1. tekanan tanah ijin efektif untuk mendukung beban total.65 (19. Beban mati kerja = 780 kN. dihitung tekanan tanah terfaktor yang diakibatkan beban yang bekerja: Pu = Pu 1.59 .34 kPa Dengan demikian.51 m 2 207.65 m dari permukaan tanah. fy = 300 Mpa.59 m2. Tekanan tanah yang timbul tepat di bawah fondasi akibat berat tersebut adalah : 1.6) = 32. Satu sisi fondasi dibatasi tidak dapat lebih besar dari 2.3 m. Aperlu = 780 + 780 = 7. Selanjutnya. tekanan tanah ijin = 240 kN kPa pada kedalaman 1.51 Contoh 2.65 m sejak dari muka tanah sampai dasar fondasi. Penyelesaian: Karena tebal fondasi telapak belum diketahui.3 m x 3.7 Gunakan ukuran telapak fondasi empat persegi panjang 2.7 kPa Dengan menggunakan nilai awal beban kerja. Rencanakan suatu fondasi beton bertulang untuk mendukung kolom beton bujur sangkar 500 mm berpengikat tulangan sengkang. adalah: 240 – 32. tulangan baja memanjang kolom D25.3 m. yang memberikan luas telapak 7.34 = 207.

52 Tebal fondasi telapak biasanya ditentukan berdasarkan persyaratan kuat geser. dalam kasus ini akan diambil langkah memperkirakan terlebih dahulu tebal fondasi. Gambar 2.7. Analisis geser fondasi . untuk kemudian dilakukan pemeriksaan kuat gesernya.

2  Vc = 1 +  2 f c' bo d = 6 1  ( ) ( ) ( f )b d ' c o Tetapi nilai tersebut tidak boleh besar dari: Vc = (4 f )b d ' c o Sehingga kuat geser maksimum adalah : Vc = 4 f c' bo d = 4 20 (1050 )(4)(550) = 41323 kN ( ) ( ) .a: B = lebar kolom + (1/2d)2 = 500 + 550 = 1050 mm Gaya geser total terfaktor yang bekerja pada penampang kritis adalah : Vu = pu(A – B.7. yang digunakan untuk perhitungan perencanaan pada dua arah kerja kantilever. maka kuat geser beton akan menjadi.052) = 1868 kN Kuat geser beton adalah :  2   2 f c' bo d Vc = 1 +  βc    Karena β c = 500 mm/500mm = 1. pemeriksaan terhadap kuat geser: Untuk arah kerja dua arah.59 – 1.) = 288(7.53 Apabila tebal fondasi ditentukan 650 mm. dan menggunakan batang tulangan D25 mm untuk masing – masing arah. maka tinggi efektif adalah: d = 650 – 75 – 25 = 550 mm nilai tersebut adalah rata – rata tinggi efektif. Pertama – tama. lihat gambar 2. tebal selimut beton 75 mm.

Vu < φ Vn Untuk arah kerja satu arah. fondasi dapat dianggap memenuhi syarat. Gaya geser total terfaktor yang bekerja pada penampang kritis adalah : Vu = pu W G = 288(2. Untuk analisis momen lentur dilakukan peninjauan terpisah untuk masing – masing arah dengan letak penampang kritis momen lentur pada bidang muka .85) = 563 kN Kuat geser beton adalah : 1 Vc =  6 1  f c'  bw d = 6  ( 20 )(2300)(550)= 943 kN φ Vn = φ Vc = 0.34 kPa cukup aman dan tidak perlu direvisi.7 kN/m3.b: Dilakukan peninjauan hanya terhadap gaya geser melintang sisi pendek saja.60(41323) = 24794 kN Maka. Namun. Penampang kritis terletak pada jarak yang sama dengan tinggi efektif fondasi telapak terhadap sisi muka kolom. 23(0. gunakan berat tanah 15.3)(0. anggapan awal tekanan tanah 32.65 kPa Maka. Selanjutnya diperiksa anggapan yang digunakan pada langkah awal.54 φ Vn = φ Vc = 0. mengenai berat fondasi berikut tanah diatasnya. Vu > φ Vn Dengan demikian. karena nilai selisih sangat kecil. maka kuat geser fondasi agak kurang sedikit. lihat Gambar 2.7(1) = 30.60 (943) = 566 kN Maka.7.65) + 15.

momen rencana dapat dihitung. dimana Mu = 649 kNm: .4)(2.55 kolom.90)1/2(0. Gambar 2.3) = 649 kNm Sedangkan momen rencana arah lebar adalah sebagai berikut: Mu = puF(1/2F)(L) = 288(0. Dengan menggunakan tekanan tanah terfaktor dan anggapan bahwa fondasi bekerja sebagai balok kantilever lebar pada masing – masing arah kerja.b.4)1/2(1.8.90)(3. momen rencana arah memanjang adalah sebagai berikut: Mu = puF(1/2F) (W) = 288(1.8. Dengan mengacu pada Gambar 2. Analisis momen lentur fondasi Perencanaan batang tulangan baja : Untuk penulangan arah memanjang.3) = 385 kNm.

dipasang dengan arah memanjang fondasi dan disebar merata di sepanjang lebar 2. didapat ρ perlu < ρ minimum = 0. As perlu = ρ bd = 0.0047(3300)(550) = 8531 mm2 Gunakan 18 batang tulangan baja D25 (As = 8836 mm2).0047(2300)(550) = 5946 mm2 Gunakan 13 batang tulangan baja D25 (As = 6382 mm2).4821 MPa φbd 2 0. Untuk penulangan ke arah lebar.3 m. Untuk fondasi empat persegi panjang. serta dipasang pada lapis terbawah sehingga didapat tinggi efektif fondasi yang maksimum. dimana Mu = 385 kNm: Mu 385(10) 6 k perlu = = = 0. tepat di bawah kolom yang didukungnya. dipasang ke arah lebar fondasi tetapi tidak disebar merata di sepanjang sisi panjang 3.3 m. serta dipasang pada lapis kedua di atas penulangan arah memanjang.1660 Mpa φ bd 2 0.0047 sehingga yang digunakan ρ minimum: As perlu = ρ bd = 0.8(2300)(550) 2 Dengan daftar A – 15. didapat ρ perlu < ρ minimum = 0.0047.8(3300)(550) 2 dengan menggunakan daftar A – 15. sebagian dari batang tulangan baja ke arah lebar dipasang pada suatu rentang di tengah yang panjangnya sama dengan lebar fondasi.56 k perlu = Mu 649(10) 6 = = 1. Bagian tulangan ke arah lebar yang ditempatkan di dalam rentang tersebut adalah: . maka digunakan ρ minimum.

823)(18) = 14.8 batang Gambar 2.3 % β + 1 1.43 sisi lebar 2 .43 + 1 Maka.13.3 m dan peralatan selebihnya dapat dilihat pada gambar 10. Apabila faktor modifikasi diabaikan. yaitu 825 mm. 82. (0. .3 2 2 = = 0.9.823 = 82.57 2 β +1 Dimana. β= sisi panjang 3.3 m sedangkan sisanya dipasang merata di bagian luar dari rentang tersebut.3 % dari batang tulangan baja D25 dipasang di dalam rentang 2. panjang penyaluran yang diperlukan untuk batang tulangan baj D25 adalah 659 mm. Sedangkan panjang penyaluran yang tersedia melebihinya (pada arah lebar).3 = = 1. Sketsa perencanaan Gunakan 15 batang tulangan baja D25 dipasang di dalam rentang 2.

85)(20)(500) 2 = 2975 kN Sedangkan beban tumpuan rencana aktual.2(780) + 1.85)(20)(500)2(2.85) f c' A1 = 0.70 (0. 2. gunakan 4 batang tulangan baja sebagai pasak (dowel). Fondasi Telapak Dinding Pelimpahan beban kepada fondasi telapak dinding pada umumnya konsentris.25 Akan tetapi. sehingga: Kuat tumpuan fondasi = φ (0.58 Karena bidang permukaan penumpu di semua sisi lebih besar daripada bidang permukaan tertumpu. dapat disimpulkan bahwa beban dari kolom dapat dilimpahkan keseluruhannya kepada beton saja. Untuk kesempurnaan pelimpahan beban tersebut. adalah : Pu = 1.51 0.4.0) = 5950 kN Kuat tumpuan kolom dihitung sebagai berikut: φ (0.70(0.59 = 5. Fondasi yang demikian .85 f c' A1 )(2 ) = 0. kuat tumpuan fondasi dihitung sebagai berikut :  A2   Kuat tumpuan rencana = φ  0. nilai ( A2 / A1 ) tidak boleh lebih dari 2. dan dipasang sesuai dengan letak tulangan pokok kolom (satu untuk setiap sudut kolom). kecuali fondasi untuk dinding penahan tanah. untuk berbagai hal.85 f c' A1  A1    A2 = A1 7.6(780) = 2184 kN Karena 2184 < 2975 <5950.

perancangannya mirip dengan yang diterapkan pada plat penulangan satu arah. penampang kritis geser dalam fondasi ditetapkan pada tempat yang berjarak sama dengan tinggi efektif fondasi telapak terhadap garis sisi muka dinding.3. fc’ = 20 Mpa. di mana bagian telapak sebelah menyebelah yang dipisahkan oleh dinding berlaku sebagai plat kantilever menyangga tekanan tanah dari bawah ke arah atas. fy . Untuk masing – masing jenis dinding. atau pada pertengahan antara sumbu dinding dan garis sisi muka dinding apabila fondasi mendukung dinding bata. beban kerja terdiri dari beban mati (sudah termasuk berat dinding) 145 kN/m’ dan beban hidup 300 kN/m’ . Lenturan hanya pada satu arah. Batang tulangan baja dipasang di bagian bawah fondasi telapak tegak lurus terhadap arah memanjang dinding. Perlu diperhatikan mengenai efek dan mekanisme kantilever yang berlaku. di mana perilakunya didasarkan atas momen lentur maksimum yang timbul pada garis sisi muka dinding apabila fondasi mendukung dinding beton. fondasi dapat dibuat dari beton tanpa tulangan (beton polos).59 perilakunya mirip dengan balok kantilever. Fondasi telapak dinding dapat berupa beton bertulang atau tanpa bertulang. didasarkan pada setiap lebar lajur 1 meter di sepanjang dinding. Perbedaannya terutama didasarkan pada anggapan bahwa dinding bata relatif kurang kaku dibandingkan dengan dinding beton. menahan tegangan tarik lentur yang timbul. Contoh 3: Rencanakan fondasi beton bertulang untuk dinding blok beton (batako) tebal 300 mm seperti tampak pada gambar 10. Apabila fondasi mendukung beban yang relatif ringan di atas tanah dasar kering tanpa kohesi.

50 m dari permukaan tanah.10 m . digunakan nilai banding beban terfaktor terhadap beban kerja dalam menentukan besarnya tekanan tanah untuk kuat rencana.7 kPa 445 Lebar fondasi yang diperlukan adalah : 654 = 2.2 (145) + 1.8) = 312.7 gunakan 2.5) = 11.09 m 312.7 kN/m2 Tekanan tanah ijin yang akan menopang beban kerja adalah : 240 – 11.6 WLL = 1. di atas fondasi terdapat tanah setebal 1.1 terdahulu. 654(212.0) = 15.6 (300) = 654 kN/m’ Pertama –tama memperkirakan tebal fondasi = 500 mm Maka berat fondasi adalah :23(0.8 kPa Seperti yang dikerjakan pada contoh 10. Dasar fondasi terletak pada kedalaman 1.50 m dari permukaan tanah.7 = 212. tekanan tanah ijin 240 kPa. yang beratnyaadalah : 15.2 WDL + 1.7 kN/m3.5 kN/m2 Dasar fondasi terletak pada kedalaman 1.5 – 15.0 m .7 (1.60 = 300 Mpa. Penyelesaian Menghitung beban rencana terfaktor : Wu = 1. berat tanah 15.

4 kPa 2. Fondasi beton bertulang untuk dinding Apabila digunakan lebar fondasi tersebut.5 = 412. maka terlebih dahulu perlu memeriksa gaya geser tersebut: Dengan mengacu pada gambar 2.10.10. karena cara fondasi dinding dalam menahan gaya geser mirip dengan kejadian pada balok atau plat penulangan satu .10 Tinggi efektif fondasi aktual d didapatkan dengan mengurangkan tebal selimut beton dan setengah kali diameter batang tulangan baja (dianggap menggunakan batang D25) pada tebal fondasi total: d = 500 – 75 -12. maka nilai tekanan tanah rencana yang digunakan untuk perencanaan fondasi adalah : 654 = 311.61 Gambar 2.5 mm karena pada umumnya untuk menentukan tebal perlu fondasi beton bertulang tergantung pada nilai geser yang harus dipakai.

.62 arah.4875(1)(311.11). penampang kritis untuk momen terjadi pada tempat berjarak seperempat tebal dinding dari muka dinding (SK SNI T -15 – 1991 – 03 pasal 3. penampang kritis geser terjadi di tempat dengan jarak sama dengan tinggi efektif fondasi (412. Vu = 0.2). sehingga tidak perlu diubah. Mengacu pada Gambar 2.8. 5 ) f c' b d ) Dengan demikian ma2ka perkiraan tebal fondasi yang ditetapkan cukup memadai untuk menahan geser dan tidak diperlukan tulangan geser. didapat : φ Vn = φ Vc = φ 1 / 6 = 0 .11.5 mm) dari sisi muka dinding (SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3.81 kN/m’ dinding. Karena tidak digunakan tulangan geser.4 ayat 2.4) = 151. Vu < φ Vn ( ( )(1000 )(412 .4. 48 kN Maka. 60 1 / 6 20 = 184 . Kuat nominal geser total Vn merupakan penjumlahan dari kuat geser beton Vc dan kuat geser tulangan geser Vs.

As perlu = ρ bd = 0. dengan d = 412. (As = 1964 mm2).5 mm.k.0872 MPa bd 2 0.0047. momen rencana maksimum: Mu = 311. nilai ρ yang diperlukan lebih kecil dari ρ minimum = 0. Fondasi beton bertulang untuk dinding Dengan menganggap fondasi berlaku sebagai kantilever.4 (1/2) (0. Untuk batang tulangan yang dipilih tersebut.8 (1000) (412. dan b = 1000 mm : Mu 148 (10) 6 k perlu = = = 1. maka untuk perhitungan selanjutnya digunakan nilai ρ minimum tersebut. kemudian diperiksa panjang .5) = 1939 mm2/m’ dinding Gunakan batang D25 dengan jarak spasi 250 mm p.5) 2 Dari daftar A – 15.11.0047 (1000) (412.63 Gambar 2.p.975)2 = 148 kNm Kemudian selanjutnya menentukan luas penampang batang tulangan yang diperlukan dengan menggunakan cara seperti biasa.

panjang penyaluran dasar untuk batang tulangan D25 adalah 659 mm.64 penyalurannya.12 ditentukan bahwa seperti halnya plat penulangan satu arah. (As = 1005 mm2). sehingga panjang penyaluran masih dapat dipasang.80 As perlu 1939 = = 0.99) = 522 mm Ruang tersedia untuk panjang penyaluran adalah 900 mm. Rencana fondasi seperti tampak pada Gambar 2.12. di dalam SK SNI T – 15 – 1991 – 03 pasal 3. Dari daftar A-39. Faktor modifikasi yang digunakan adalah : Untuk jarak spasi lebih besar dari 150 mm = 0.16. diukur dari penampang kritis dengan memperhitungkan tebal selimut beton 75 mm. Meskipun tidak disyaratkan secara khusus.0020 bh = 0.0020(1000)(500) = 1000 mm2/m’ Gunakan tulangan D16 jarak spasi 200 mm p.p.k.99 As tersedia 1964 Maka panjang penyaluran yang diperlukan : l d = 659 (0. .80) (0. pada fondasi diberikan pula penulangan memanjang minimum sebagai berikut: As perlu = 0.

Tebal fondasi di atas tulangan bawah tidak boleh kurang dari 150 mm untuk fondasi di atas tanah. Perencanaannya akan memberikan hasil suatu bentuk struktur fondasi sangat kecil. baik tebalnya maupun lebarnya. 5 Fondasi Gabungan Termasuk dalam kelompok ini adalah fondasi yang bertugas mendukung lebih dari satu kolom atau dinding. atau tidak kurang dari 300 mm untuk fondasi di atas balok ring. Sketsa perencanaan Untuk keadaan di mana dinding dengan beban ringan harus disangga pada tanah biasa. 2. sehingga perlu batasan minimal. Fondasi gabungan setempat yang mendukung .12.65 Gambar 2.

disamping juga keadaan ideal yang ingin dicapai. Apabila fondasi tidak mungkin untuk dibuat empat persegi panjang. Dimensi fisik (kecuali tebal) fondasi gabungan umumnya ditentukan berdasar pada tekanan tanah ijin. yaitu berimpitnya titik berat luasan telapak fondasi dengan garis kerja resultante gaya dari beban kedua kolom atu dinding. Pemilihan bentuk telapak fondasi berdasar pada variasi perbedaan besar beban pada dua kolom yang ditopang. maka bentuk trapesium yang akan dipilih. Ada dua kondisi yang menjadikan alasan digunakannya fondasi jenis ini. .66 dua kolom relatif sering dijumpai. sedemikian rupa sehingga tidak mungkin untuk membuat fondasi kolom setempat (terpisah). dan 2) dua buah kolom berjarak sedemikian dekatnya sehingga memakai fondasi setempat menghasilkan struktur yang tidak ekonomis. disamping juga pembatasan fisik (dimensi panjang dan lebar) yang dihadapi. Penentuan dimensi tersebut biasanya menggunakan beban kerja dalam pasangannya dengan tekanan tanah ijin. dan merupakan contoh yang baik untuk dibahas pada bab ini. atau bahkan terjadi tumpang tindih. ialah: 1) kolom tepi bangunan yang letaknya langsung bersebelahan dengan batas tanah pemilikan orang lain. Pada situasi demikian. biasanya dipilih fondasi gabungan dengan telapaknya berbentuk empat persegi panjang atau trapesium.

6) = 3500(x) X = 3. Gambar 2.74 m (diukur dari z) .13.67 Contoh 4: Tentukan bentuk dan ukuran fondasi gabungan yang mendukung beban dari dua kolom seperti diperlihatkan pada Gambar 2. Sketsa contoh Penyelesaian: Menetukan letak resultante baban kolom dengan menggunakan keseimbangan momen terhadap titik z : ∑ Mz = 1300(0.6) + 2200(5. tekanan tanah ijin 280 kN/m2.13. dari kolom B adalah 2200 kN. data perencanaan: beban kerja yang bekerja dari kolom A adalah 1300 kN.

dan dengan demikian tekanan tanah ijin yang bersedia untuk menahan beban = 280 – 23 =257 kN/m2 (mengakibatkan tanah yang berada di atas fondasi).48) 2.62 = 1.48 maka lebar fondasi adalah: 13. Luas dasar fondasi yang diperlukan adalah: R 3500 = = 13. Jenis fondasi tersebut dipilih apabila jarak batas pemilikan tanah begitu dekat sedemikian rupa sehingga menghalangi atau membatasi penggunaan jenis fondasi yang lain. tentukan panjang L sedemikian rupa sehingga pusat berat luasan telapak berimpit dengan garis kerja resultante gaya beban R. sedangkan kolom lain yang terdekat masih terlalu jauh dan tidak . Sebagai contoh.82 m 7. L yang dibutuhkan = 3. maka berat setiap luasan = 23(1) = 23 kN/m3.82(7.48 Tekanan tanah merata yang timbul akibat beban adalah: 3500 + 23 = 280 kN / m 2 1.48 m Tebal fondasi ditetapkan 1.74(2) = 7. untuk menggunakan fondasi telapak kolom setempat ternyata ruang yang tersedia tidak mencukupi.8 Fondasi Terikat Gabungan Jenis lain fondasi gabungan biasanya disebut sebagai fondasi kantilever atau fondasi terikat gabungan.0 m.68 Dengan bentuk telapak empat persegi panjang.62 m 2 257 257 Dengan panjang L = 7.

diperlukan gaya geser vertikal V. Dengan demikian fondasi terikat adalah dua fondasi kolom setempat yang diikiat dengan balok pengikat. Dengan nilai . yang dapat mengakibatkan terjadinya puntiran dan rotasi fondasi. arah momen yang terjadi berlawanan dengan arah jarum jam.. Seperti yang terlihat pada gambar 10. sebagai batang lentur akan menahan baik momen lentur maupun geser yang diakibatkan oleh gaya-gaya Pθ dan Rθ yang bekerja pada kolom eksterior.14 tampak bahwa deretan fondasi di tepi bangunan terpaksa dibuat eksentris di bawah dinding tepi sehingga tidak melanggar garis batas pemilikan tanah bangunan. tidak terjadi eksentrisitas antara beban kolom P1 dengan resultante gaya tekanan tanah R1.69 ekonomis untuk digabungkan guna membentuk fondasi gabungan empat persegi atau trapesium. Pada Gambar 2. fondasi bagian tepi (eksterior) dihubungkan melalui balok pengikat yang cukup kaku dengan fondasi bagian dalam (interior) yang terdekat letaknya sedemikian rupa sehingga struktur fondasi secara keseluruhan lebih stabil dan tekanan tanah yang terjadi di bawah fondasi merata. Untuk mempertahankan agar balok pengikat tetap dalam keadaan seimbang. Pada kolom bagian dalam (interior). maka gaya geser adalah positif. di tempat hubungan balok pengikat dengan kolom interior tidak terjadi momen akibat eksentrisitas gaya. Keadaan tersebut akan mengakibatkan timbulnya tekanan tanah di bawah fondasi dengan distribusi yang tidak merata. dan karena Rθ > Pθ . Untuk mengimbangi gerakan rotasi tersebut. Dengan demikian. Balok pengikat.16. yang pada gilirannya dapat menyebabkan terjadinya penggulingan.

Gambar 2. yang berarti bahwa V merupakan gaya angkat ke atas terhadap fondasi interior. Maka.14. Rθ dan V dapat dihitung. Fondasi kantilever Keseimbangan momen terhadap garis kerja Rθ adalah sebagai berikut: Pθ θ = V ( L − θ ) v= Pθ θ ( L −θ ) Harap diperhatikan bahwa arah kerja Vke bawah pada balok pengikat. R1 = P1 – V  Pθ  R1 = P1 −  θ   L −θ    .70 Pθ diketahui dan menggunakan prinsip keseimbangan statika.

yaitu memperhitungkan bahwa berat balok disangga oleh tanah di bawahnya dan direncanakan sebagai balok empat persegi panjang yang menyangga beban terfaktor dengan gaya geser konstan serta momen lentur negatif yang bervariasi linier. sementara itu R1 menjadi lebih kecil dari P1 dengan selisih yang sama. . sehingga didapatkan nilai θ cobacoba mencapai sama dengan nilai θ aktual.71 Uraian di atas dapat diringkas bahwa Rθ menjadi lebih besar dari Pθ berselisih sebesar V. Tulangan memanjangnya adalah perpanjangan dari tulangan balok pengikat yang dimasukkan ke fondasi. dan dianggap tidak bersinggungan ataupun tertumpu pada tanah dibawahnya. sama seperti pada fondasi dinding. Penentuan tebal fondasi dan penulangannya didasarkan pada beban terfaktor sesuai dengan perencanaan metode kekuatan. Perencanaan struktur fondasi bagian interior dilakukan dengan merancang fondasi setempat dengan beban R1. Luas dasar fondasi yang diperlukan ditentukan dengan berdasarkan pada nilai reaksi beban kerja Rθ dan R1 dibagi oleh tekanan tanah ijin netto (setelah dikurangi berat sendiri fondasi). sedangkan fondasi eksterior pada umumnya dipertimbangkan sebagai suatu struktur dengan momen lentur melintang satu arah. Dapat pula digunakan anggapan penyederhanaan yang lain. Balok pengikat dapat diberlakukan sebagai batang lentur. Untuk mendapatkan nilai luas tersebut dilakukan dengan cara memasukkan nilai θ coba-coba.

8 kN/m2.2 kN/m2. Berat = 0. dari kolom B ke fondasi 1100 kN.60 m sehingga. Menentukan gaya geser V pada balok pengikat. V= Pθ θ 670(0. 2.15.25 .6(23) = 13. tekanan tanah ijin 192 kN/m2. data perencanaan: beban kerja dari kolom A ke fondasi 670 kN. Tentukan ukuran fondasi gabungan eksterior dan interior dari suatu bangunan dengan situasi seperti tampak pada Gambar 2. Sketsa contoh Penyelesaian: Anggap bahwa θ = 0.72 Contoh 5.75 m dan tekanan tebal fondasi 0.7 kN (L −θ ) 5.8 = 178.15. Tekanan tanah ijin untuk menahan beban = 192 – 13.75) = = 95.

17. tampak bahwa nilai anggapan awal θ ternyata sama dengan nilai θ aktual sehingga tidak diperlukan revisi perhitungan.7 = 1004.64 m 2 178.4 m(A = 5. .2 Tetapkan ukuran fondasi bagian dalam 2.73 Reaksi – reaksi pada fondasi: Rθ = Pθ + V = 670 + 95.76 m2).3 kN Tetapkan ukuran fondasi 2.4 m x 2. Dengan mengacu pada gambar 10.3 = 5.7 kN R1 = P1 – V =1100 – 95.41 m2).1 m x 2.7 = 765. Luas dasar fondasi bagian dalam adalah: 1004.1 m (A = 4.

10 N/mm2. tegangan izin tanah dapat diambil sebesar 0. 1. 2. Anggap bahwa tidak ada beban tanah di atasnya. Rencanakan suatu fondasi telapak untuk dinding bata tebal 300 mm yang manahan beban mati D = 70 kN dan beban hidup L = 100 kN per meter panjang. Sebuah fondasi telapak direncanakan untuk menumpu sebuah kolom ukuran 300 x 300 mm dengan beban mati D = 150 kN dan beban hidup L = 60 kN. Mutu beton dan baja tulangan yang dipakai adalah fc’ = 18 MPa dan fy = 400 MPa. Tegangan tanah izin pada tingkat beban kerja adalah 120 kN/m2.74 PENUTUP Sebagai alat untuk mengukur pemahaman anda tentang materi kuliah yang telah diberikan. . maka berikut ini diberikan dua soal untuk dikerjakan di rumah. Penyelesaian soal tersebut dimasukkan pada minggu kedua dari sekarang. Mutu beton untuk kolom dan fondasi adalah fc’ = 21 MPa dan mutu baja tulangan fy = 320 MPa. Rencanakanlah fondasi ini bila dari hasil penyelidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful