makalah fisdas1

MAKALAH POSTER FISIKA DASAR 1 PESAWAT TERBANG

Disusun Oleh : Aisyah Ina Gustiana Karunika Diwyacitta Maulidya Falah Niki Fadhliyah 1106001776 1106020301 1106016166 1106012823 1106023240

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA

Pesawat terbang sudah menjadi alat transportasi udara yang umum digunakan sekarang ini.Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah dengan tema Pesawat Terbang ini yaitu :    Mempelajari pengaplikasian ilmu fisika dasar dalam kehidupan sehari-hari Mengembangkan pengetahuan mengenai fluida Mengembangkan konsep pemikiran berdasarkan ilmu fisika dasar 1. Salah satu alat transportasi udara adalah pesawat terbang. 2. Cara kerja pesawat terbang yang dibahas di dalam makalah ini merupakan aplikasi dari materi fluida yang dipelajari dalam mata kuliah fisika dasar 1. 3. Tema pesawat terbang 4. Oleh karena itulah. Kebutuhan akan alat transportasi inilah yang membuat keberadaan transportasi darat dan laut dirasa kurang dan harus didukung dengan transportasi udara. Namun. Perumusan Masalah    Perkembangan bentuk pesawat dari dulu hingga sekarang Pengaruh perbedaan bentuk pesawat dari dulu hingga sekarang Cara kerja pesawat terbang o Cara kerja pesawat terbang saat take off o Cara kerja pesawat terbang saat di udara / terbang konstan o Cara kerja pesawat terbang saat landing .BAB I Pendahuluan A. Untuk mengembangkan pemahaman dan pengetahuan terkait ilmu fisika dasar yang dipelajari di kelas itulah maka makalah ini disusun. Aktivitas manusia dan kebutuhan akan mobilitas yang semakin bertambah ini membuat kebutuhan akan alat transportasi juga semakin meningkat. kami memilih tema pesawat terbang untuk menjadi bahasan utama dalam makalah ini. Latar Belakang Kehidupan manusia saat ini telah didominasi oleh mobilitas yang sangat tinggi. Setiap kegiatan maupun aktivitas manusia sekarang ini pasti dilakukan dengan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Makalah ini sendiri kelak akan menjadi acuan pembuatan poster mata kuliah fisika dasar. masih banyak orang yang belum memahami bagaimana sebenarnya sebuah pesawa itu dapat terbang dan mengudara di langit.

5. b. c. Pengumpulan materi Diskusi kelompok Pembagian tugas pengerjaan Penulisan makalah Pembuatan materi poster Pembuatan poster Presentasi poster . Metode Penulisan dan Pembuatan Poster a. g. f. d. e.

Bab II Isi A. Pesawat-pesawat komersil tertentu bahkan mampu terbang sampai sekitar 18 jam. Wright bersaudara membuat ekor pesawat dan sirip pada sayap untuk mengontrol arah dan ketinggian pesawat. 500. Wright bersaudara sukses menerbangkan pesawat dengan penumpang.30 January 1948) dan Wilbur (16 April 1867 30 May 1912) adalah dua orang Amerika yang dicatat sebagai penemu pesawat terbang karena mereka berhasil membangun pesawat terbang yang pertama kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17 Desember 1903. Walaupun mereka bukan orang yang pertama membuat pesawat percobaan atau experiment. Pesawat tersebut mengudara setinggi 36 m selama 12 detik. Pada 1899 mereka merangkai layang-layang dengan dua sayap besar. . bersayap tetap atau disebut juga sebagai fixed wing. terbuat dari kayu yang dilapisi kain katun. 300. 400. 320 dan 330. Pada akhirnya mereka menemukan cara untuk mengontrol kemudi pesawat. Wright bersaudara adalah orang yang pertama menemukan kendali pesawat sehingga pesawat terbang dengan sayap yang terpasang kaku bisa dikendalikan. Pilot pesawat tersebut berbaring di bawah sayap. kedua bersaudara tersebut mengembangkan 'mesin terbang' mereka ke bentuk pesawat terbang yang memakai sayap yang seperti sekarang kita kenal. 800 dan 900. Wright bersaudara tertarik pada penerbangan. kemudian disusul dengan pesawat Airbus buatan beberapa negara di Eropah dari seri 319. Mereka mempelajari mekanisme sepeda yang bisa diterapkan untuk pesawat. Pesawat terbang layang meluncur dari bukit-bukit tinggi dan melayang di udara hingga sampai ke tanah. Sayapnya membentang selebar 12 m. Pesawat ini tidak memiliki mesin dan sulit dikontrol. Orville (19 Agustus 1871 . Pada 1890 Orville dan Wilbur Wright bekerja di toko sepeda. Pesawat pertama yang berhasil terbang adalah pesawat terbang layang. Pesawat Terbang Pesawat Terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara. Dua tahun setelah penemuan mereka. Pada 1903. Selanjutnya Wright bersaudara berhasil membuat pesawat yang dapat terbang lebih dari satu setengah jam pada 1908. Pesawat terbang layang dirakit oleh Sir George Meyel. Pada tahun yang sama Wright bersaudara menciptakan pesawat dengan 12 mesin tenaga kuda buatan sendiri. Wright bersaudara (Wright brothers). dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Mereka lalu membuat pesawat terbang layang yang dimodifikasi. diantaranya seri 200. Pesawat terbang merupakan moda yang sangat populer dalam melakukan perjalanan jarak menengah maupun panjang. Pesawat komersil yang populer digunakan saat ini adalah dari Boing 737 buatan Amerika Serikat dari berbagai seri.

Bentuk sayap sangat erat hubungannya dengan sifat-sifat aerodinamis dari pesawat terbang yang bersangkutan. Jenis Pesawat Berdasarkan Bentuk Sayap Pesawat terbang dapat juga ditinjau dari bentuk sayap. Reverse tapered. Compound tapered ataupun Trapezoidal. Variasinya dapat berupa Tapered. M-wing dan W-wing .termasuk kemampuan (performance) pesawat terbang tersebut. . Bentuk ini dikembangkan dengan berbagai variasinya seperti Cressent. Swept Variable sweep (swing-wing) Crescent Cranked arrow M-wing W-wing  Sayap tirus (Tapered wing) Sayap ini merupakan sayap yang tirus. Bentuk sayap yang paling banyak kita kenal adalah:  Sayap lurus (Straight wing/rectangular wing) banyak digunakan pada pesawat pada awal industri penerbangan. Cranked arrow. Constant chord  Box wing Sayap condong ke belakang (Swept back wing) Sayap ini merupakan bentuk sayap yang banyak digunakan saat ini didalam industri penerbangan. didesain demikian untuk mengoptimalkan fungsi sayap pesawat.B.

Tailed delta .merupakan pesawat sayap delta yang dilengkapi sayap belakang. Dengan bentuk sayap seperti ini akan meningkatkan lift.Tapered  Reverse tapered Compound tapered Trapezoidal Sayap segi tiga (Delta wing)* Sayap ini menggunakan sayap berbentuk segitiga melebar kebelakang. Bentuk-bentuk tersebut adalah:    Sayap condong ke depan (Swep forward wing) Sayap bentuk gabungan tirus dan condong ke belakang (Tapered and swept back wing) Sayap bentuk geometri .ujung sayap delta dipotong yang berfungsi untuk mengurangi drag pada ujung sayap. Digunakaa pada pesawat supersonik Concorde.bersayap yang delta dengan peralihan seperti gelas anggur. Banyak digunakan pada pesawat Rusia seperti Mikoyan-Gurevich MiG-21. masih terdapat beberapa macam bentuk sayap yang akhir-akhir ini sudah mulai diperkenalkan. Cropped delta . Tailless delta Tailed delta Cropped delta Compound delta Ogival delta Selain bentuk-bentuk yang telah diterangkan di atas. Ogival delta . Beberapa variasi diantaranya: o o o o o Tailless delta .merupakan gabungan dari dua delta digunakan pada Saab 35 Draken. Compound delta atau double delta .desain klasik yang banyak digunakan pada pesawat seperti Dassault Mirage III.

Sebagian besar pesawat komersial saat ini menggunakan mesin “Turbofan”. Cara Kerja Pesawat Terbang Saat Take Off Pada prinsipnya. yakni “Gaya Dorong/Thrust” (T). Turbofan Turbofan berasal dari dua kata. Sedangkan pada saat pesawat take off dan landing. Gagal Take Off bisa disebabkan karena kurangnya daya mesin (karena berbagai hal: kerusakan mekanik. Selanjutnya udara bertekanan tinggi . gangguan eksternal. L harus lebih besar dari W. terdapat “4 Gaya Utama” yang bekerja pada pesawat. ataupun gangguan pada sistem kontrol pesawat. Pada saat ini.C. dan “Berat Pesawat/Weight” (W). Pada saat Take Off. Dengan demikian diperlukan daya mesin yang besar pada saat Take Off. yakni “Turbin” dan “Fan”. udara luar dikompresi oleh Kompresor hingga mencapai tekanan tinggi. demikian juga T lebih besar dari D. Pada saat pesawat sedang menjelajah pada kecepatan dan ketinggian konstan (Straight And Level Flight). pada saat pesawat mengudara. Pada mesin turbojet. human error. “Gaya Angkat/Lift” (L). pesawat mengalami akselerasi dalam arah horizontal dan vertikal. “Hambatan/Drag (D). dsb). ke-4 gaya tersebut berada dalam kesetimbangan: T = D dan L = W. Komponan fan merupakan pembeda antara mesin ini dengan Turbojet. Cara Kerja Pesawat Terbang 1. terjadi akselerasi dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan Hukum II Newton (Total gaya adalah sama dengan massa dikalikan dengan percepatan).

Sayap pesawat memiliki kontur potongan melintang yang unik: “Airfoil”. Pada airfoil. Hingga saat ini. Hal inilah yang mencipakan gaya angkat L. Pembakaran udara bahan bakar tersebut akan meningkatkan temperatur dan tekanan fluida kerja. Penjelasan dengan prinsip Bernoulli ini masih menuai pro kontra. Hukum III Newton. Masuknya FOD (seperti burung) ke dalam mesin bisa menyebabkan kejadian fatal pada pesawat. maka mesin jenis ini sangat rentan terhadap gangguan FOD (Foreign Object Damage) dan pembentukan es di dalam mesin. . Fluida bertekanan tinggi ini selanjutnya dilewatkan melalui turbin dan keluar pada “Nozzle” dengan kecepatan yang sangat tinggi. Udara segar ini akan bertemu dengan campuran udara bahan bakar yang telah terbakar di ujung luar mesin. maka tekanannya akan mengecil”. Fan pada mesin Turbofan berfungsi memberikan tambahan laju udara yang memasuki mesin melalui “Bypass Air”. namun penjelasan ini pulalah yang digunakan Boeing untuk menjelaskan prinsip gaya angkat. Prinsip Bernoulli menyatakan bahwa “Semakin tinggi kecepatan fluida (untuk ketinggian yang relatif sama). Gaya dorong T ini dimanfaatkan untuk bergerak dalam arah horizontal dan sebagian diubah oleh sayap pesawat menjadi gaya angkat L. Bila sekelompok udara mengenai kontur airfoil ini. maka ada kemungkinan bahwa udara bagian atas akan memiliki kecepatan lebih tinggi dari bagian bawah: hal ini disebabkan karena udara bagian atas harus melewati jarak yang lebih panjang (permukaan atas airfoil adalah cembung) dibandingkan udara bagian bawah. Salah satu keuntungan penggunaan turbofan adalah dia mampu meredam kebisingan suara pada turbojet. setidaknya ada 3 penjelasan yang diterima untuk fenomena munculnya gaya angkat pada sayap: Prinsip Bernoulli. permukaan atas sedikit melengkung membentuk kurva cembung. Dengan demikian akan terjadi perbedaan tekanan antara udara bagian bawah dan atas sayap. sedangkan permukaan bawah relatif datar. Namun karena turbofan memiliki susunan komponen yang relatif kompleks. Perbedaan kecepatan udara masuk dan fluida keluar dari mesin menciptakan gaya dorong T (Hukum III Newton: Aksi dan Reaksi). dan Efek Coanda.tersebut masuk ke dalam ruang bakar (Combustion Chamber) untuk dicampurkan dengan bahan bakar (Fuel) yaitu Avtur.

Penjelasan menggunakan Hukum III Newton menekankan pada prinsip perubahan momentum manakala udara dibelokkan oleh bagian bawah sayap pesawat. yang jelas sayap pesawat berhasil mengubah sebagian gaya dorong T mesin menjadi gaya angkat L. terlihat bahwa di dalam pipa di atas titik B dengan kecepatan yang lebih rendah maka tekanannya akan lebih tinggi. karena pipa yang dilewati fluida lebih sempit maka kecepatan menjadi lebih tinggi dan ternyata tekanannya menjadi lebih rendah. Sedangkan penjelasan menggunakan efek Coanda menekankan pada beloknya kontur udara yang mengalir di bagian atas sayap. Pembelokan kontur udara tersebut dimungkinkan karena adanya daerah tekanan rendah pada bagian atas sayap pesawat (atau dengan penjelasan lain: pembelokan kontur udara tersebut menciptakan daerah tekanan rendah). muncul gaya pada bagian bawah sayap yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan sayap untuk membelokkan udara. Dari prinsip aksi = reaksi. Meski belum ada konsensus resmi mengenai mekanisme yang paling akurat untuk menjelaskan munculnya fenomena gaya angkat.Jadi dalam gambar kedua. Bagian atas sayap pesawat yang cembung memaksa udara untuk mengikuti kontur tersebut. Jika anda membutuhkan rumus teori ini dapat dicari di Internet dengan mudah dengan kata kunci Bernoulli. Perbedaan tekanan tersebut menciptakan perbedaan gaya yang menimbulkan gaya angkat L. Sedangkan di atas titik A. .

menarik mundur. Tapi sebenarnya hal ini tidak selalu terjadi. Drag = gaya ke belakang. ROLL. Selain itu. Karena kecepatan udara yang lebih cepat di atas sayap. gerak naik turunnya sayap pesawat dikontrol oleh AILERON. Tapi kita akan mengasumsikan aliran ini dengan gambar sayap yang diam. Dengan bentuk yang melengkung di atas. Tekanan di bawah sayap yang lebih besar akan “mengangkat” sayap pesawat dan disebut GAYA ANGKAT / LIFT. Cara Kerja Pesawat Terbang Saat Sedang di Udara Saat pesawat sedang berada di atas udara (bukan saat akan terbang ataupun saat sebelum mendarat). Berikut ini hal-hal yang mendefinisikan gaya-gaya dalam sebuah penerbangan tersebut : 1. Gaya ini kebalikan dari gaya tahan (drag). dan beraksi kebelakang paralel dengan arah angin relatif (relative wind). dan disebabkan oleh gangguan aliran udara oleh sayap. datar. yang dihasilkan oleh mesin (powerplant)/baling-baling. Pada saat menjelajah (cruise) flap ini akan masuk ke dalam sayap untuk mengurangi gaya hambat D pesawat. Drag kebalikan dari thrust. .Udara akan mengalir melewati bagian atas sayap dan bagian bawah sayap. Sebagai aturan umum. maka tekanannya akan lebih rendah dibandingkan dengan tekanan udara yang “mengalir” di bawah sayap. Gerak naik turunnya hidung pesawat dikontrol oleh ELEVATOR. 2. dibagian belakang sayap juga terdapat FLAP yang berfungsi membantu meningkatkan gaya angkat pada saat take off maupun mengurangi gaya angkat pada saat landing (Air Brake). sedangkan gerak berbelok dalam bidang horizontal dikontrol oleh RUDDER yang berada di sirip (FIN) pesawat. dan tidak mengalami akselerasi. pesawat mengalami penerbangan yang lurus. maka aliran udara di atas sayap membutuhkan jarak yang lebih panjang dan membuatnya “mengalir” lebih cepat dibandingkan dengan aliran udara di bawah sayap pesawat. dan objek-objek lain. Sebenarnya bukan udara yang mengalir melewati sayap pesawat. fuselage. dan YAW. seperti yang akan dijelaskan kemudian. tapi sayap pesawatlah yang maju “menembus” udara. thrust beraksi paralel dengan sumbu longitudinal. yakni PITCH. 2. Thrust = gaya dorong. Pesawat terbang memiliki kemampuan bergerak dalam tiga sumbu.

Dalam penerbangan yang lurus. mendatar. tapi kedua gaya itu juga lebih besar dari gaya berlawanan thrust/drag yang juga sama nilainya diantara keduanya. nilai dari semua vektor gaya terlihat sama. jumlah dari gaya yang saling berlawanan adalah sama dengan nol. Hal ini berlaku pada penerbangan yang mendatar. 4. dan beraksi tegak lurus pada arah penerbangan melalui center of lift dari sayap. bukan dibandingkan dengan lift/weight. Pada penerbangan yang stabil. Jumlah gaya ke atas (tidak hanya lift) sama dengan jumlah gaya ke bawah (tidak hanya weight) . awak pesawat. Weight = gaya berat ataupun merupakan kombinasi berat dari muatan pesawat itu sendiri. Weight menarik pesawat ke bawah karena gaya gravitasi. hal ini tidak sama dengan mengatakan seluruh keempat gaya adalah sama. Tidak akan ada ketidakseimbangan dalam penerbangan yang stabil dan lurus. Akan tetapi. harus dikatakan bahwa dalam keadaan stabil (steady) : 1.3. dan tidak berakselerasi adalah benar gaya lift/weight yang saling berlawanan adalah sama. dan kargo atau bagasi. Keterangan biasa pada umumnya akan mengatakan (tanpa menyatakan bahwa thrust dan drag tidak sama nilainya dengan weight dan lift) bahwa thrust sama dengan drag dan lift sama dengan weight seperti yang diperlihatkan di ilustrasi di bawah. bahan bakar. Lift = gaya angkat melawan gaya dari weight dan dihasilkan oleh efek dinamis dari udara yang beraksi di sayap. Pada ilustrasi di bagian atas. Secara sederhana semua gaya yang berlawanan adalah sama besar dan membatalkan efek dari masing-masing gaya. Untuk kebenarannya. Perhatikan gambar di samping sebagai contoh (hubungan yang benar). Weight melawan lift (gaya angkat) dan beraksi secara vertikal ke bawah melalui center of gravity dari pesawat.

maka pesawat akan terus melambat sampai kecepatan pesawat (airspeed) tidak sanggup lagi menahan pesawat di udara. Sebaliknya jika tenaga mesin ditambah. Penerbangan yang datar (level flight) dengan sudut angle of attack yang sedikit negatif adalah mungkin dalam kecepatan yang sangat tinggi. Ini buktinya. thrust akan menjadi lebih besar dari drag. pesawat akan terbang dengan kecepatan yang tetap. Selama thrust lebih kecil dari drag. membuatnya sama dengan weight. bahwa level flight dapat dilakukan dengan berapa pun angle of attack di antara sudut stall dan sudut yang relatif negatif pada kecepatan yang sangat tinggi. Tapi dengan mengurangi angle of attack. dan waktu pesawat mulai terbang lebih lambat pesawat akan mempertahankan ketinggiannya jika penerbang memberikan thrust dan angle of attack yang sesuai. maka pesawat akan melambat.  Drag .2. lift berubah. Untuk menjaga ketinggian penerbang dapat menambah angle of attack sebesar yang diperlukan untuk menghasilkan gaya angkat yang sama dengan berat/weight dari pesawat. Jika thrust dikurangi dan kecepatan berkurang maka gaya angkat akan lebih kecil dari berat/weight dan pesawat akan mulai turun dari ketinggiannya. Jumlah gaya dorong (tidak hanya thrust) sama dengan jumlah gaya ke belakang (tidak hanya drag) Penjelasan Mengenai Gaya-gaya yang dikenai :  Thrust Jika dalam penerbangan yang datar. dan jika dikerjakan dengan benar maka pesawat akan tetap dalam level flight (tidak mengubah ketinggian). Angle Attack saat kecepatan yang berbeda Jika angle of attack tidak disesuaikan (dikurangi) dengan pertambahan thrust maka pesawat akan mendaki (climb). gaya thrust dikurangi. pesawat terus menambah kecepatannya. Ketika drag sama dengan thrust.

Yang pertama disebut parasite drag karena tidak ada fungsinya sama sekali untuk membantu pesawat untuk dapat terbang. relatif terhadap aliran udara yang diberikan. Drag pada sebuah objek yang berdiri pada posisi yang tetap. Gaya berat (weight) ini beraksi ke bawah melalui center of gravity pesawat. yang disebabkan oleh gaya tarik bumi yang beraksi pada massa pesawat). . yaitu parasite drag dan induced drag. Dalam keadaan sebenarnya. Hubungan ini hanya berlaku pada kecepatan subsonik. Lift diperlukan untuk meniadakan berat pesawat (weight. sedangkan yang kedua disebut induced drag karena dihasilkan atau terbuat dari hasil kerja sayap yang membuat gaya angkat (lift). Jika angle of attack bertambah maka lift akan bertambah (jika faktor lain tetap konstan). Penerbang dapat mengendalikan lift. pesawat tidak dapat terus menerus bergerak secara datar di sebuah ketinggian dan menjaga angle of attack yang sama jika kecepatan ditambah. Pada penerbangan yang datar dan stabil.  Lift Lift adalah gaya ke atas pada sayap yang beraksi tegak lurus pada arah angin relatif (relatif wind). Pada kecepatan yang sangat tinggi. di bawah kecepatan suara. maka pesawat dalam keadaan equilibrium dan tidak mendapatkan atau kehilangan ketinggian.Drag atau hambatan dalam penerbangan terdiri dari dua jenis. Menambah kecepatan dua kali akan menambah drag empat kali. Jika penerbang menggerakkan roda kemudi ke depan atau belakang. Jadi jika lift berkurang dibandingkan dengan weight maka pesawat akan kehilangan ketinggian. Ketika lift lebih besar dari weight maka ketinggian pesawat akan bertambah. Ketika pesawat mencapai angle of attack yang maksimum. ternyata akan bertambah dengan lebih cepat lagi. rasio profil drag yang biasanya bertambah sejalan dengan pertambahan kecepatan. Ini yang disebut dengan stalling angle of attack atau burble point.  Weight Weight mempunyai hubungan yang tetap dengan lift. ketika gaya angkat sama dengan weight. akan bertambah secara kuadrat dari kecepatan udaranya. menambah kecepatan tiga kali akan menambah drag sembilan kali. maka angle of attack akan berubah. maka lift akan hilang dengan cepat. Lift akan bertambah dan pesawat akan menanjak sebagai hasil dari pertambahan gaya angkat.

Tekanan di atas sayap Tekanan dibawah sayap Untuk membuat pesawat mendarat secara perlahan. . dan menjaga pesawat dalam keadaan lurus dan datar (straight and level) dalam keadaan equilibrium maka lift harus dikurangi pada saat kecepatannya ditambah. gaya angkat yang tadinya ke atas saat terbang akan berubah menjadi gaya dorong ke bawah. sehingga tekanan udara di atas sayap lebih besar dari tekanan udara di bawah sayap. Dalam kerja pesawat ada dua hal penting yang harus diperhatikan. kecepatan udara di atas sayap harus lebih kecil dari kecepatan udara di atas sayap. cara kerjanya berbanding terbalik dengan pesawat saat terbang. Proses mendaratnya pesawat dilakukan secara perlahan. oleh karena itu penurunan kecepatannya harus dijaga agar pesawat tidak jatuh atau dalam ilmu penerbangan di sebut stall. kita harus memperhatikan kedua hal itu. Cara Kerja Pesawat Terbang Saat Mendarat Saat pesawat mendarat. diantaranya kecepatan udara dan tekanan di atas dan di bawah pesawat.Untuk menjaga agar lift dan weight menjadi sama. Normalnya hal ini dilakukan dengan mengurangi angle of attack. Agar bisa mendarat. yaitu menurunkan hidung pesawat. 3. Dengan begitu.

terdapat beberapa perbedaan ketika pesawat sedang melakukan take off. dan landing. terdapat berbagai macam bentuk pesawat sesuai dengan kebutuhan muatan dan kecepatannya masing-masing. pesawat terbang dapat terbang dan mengudara di langit. Pesawat terbang merupakan salah satu aplikasi dari ilmu fisika dasar. di udara. bentuk sayap dan bentuk body pesawat juga mempengaruhi kecepatan dan gaya angkat pesawat ketika berada di udara. . Dengan menggunakan prinsip gaya angkat pesawat dalam fluida.BAB III Penutup Kebutuhan mobilitas manusia yang tinggi kini bisa diatasi oleh keberadaan alat transportasi udara. yaitu fluida. Karena itulah. Selain itu. yaitu pesawat terbang. Namun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful