A. Pengkajian Keperawatan Tanggal masuk Ruangan/Kelas No.

Kamar Diagnosa Masuk : 2 April 2012 : Melati I/III : 5c : Chronic Kidney Disease

Tanggal Pengkajian : 3 April 2012 1. Data Demografi Identitas Pasien           Nama : Ny. E

Usia/Tanggal Lahir : 38 thn / 27 Oktober 1973 Jenis Kelamin Alamat Suku/Bangsa Status Pernikahan Agama Pekerjaan : Perempuan : Jl. Cakra rt 03 rw 06 Ps. Kliwon, Surakarta : Jawa : Kawin : Islam :Buruh

No. Medikal Record : 952392 Therapy medic Bedrest total HD rutin O2 2 lpm Diet tktp 3200 gr HFD D5% 16 tpm mikro Inj. Ceftriaxon 2 gr/ 24 h Inj. Furosemid 3 amp/ 8 h CaCO3 3x1 tab As. Folat 3x1 tab Vit B plex 3x1 tab Clonidin 2x0.15 mg Tranfusi PRC 2 kolf sampai Hb ≥ 6 :

BAB 1 x sehari. jimpe-jimpe/sakit pada persendian. pusing. c. Opname 3 tahun yang lalu (2009) karena hipertiroid. Pengobatan Dini : Sejak 1 tahun tidak control rutin. Pasien juga mengeluh pusing/berkunang-kunang setelah bangun tidur.  Awal Munculnya Penyakit : Tiba-tiba  Berangsur-angsur  Keadaan penyakit : Sudah membaik Parah Tetap sama dengan sebelumnya   Usaha yang dilakukan untuk mengurangi keluhan: pergi ke Puskesmas dan minum jamu keju kemeng. Riwayat Kesehatan Sekarang  Waktu Timbulnya Penyakit : lemas dirasakan sejak ± 1 minggu yang lalu dan dirasakan semakin memberat sejak 1 hari sebelum masuk RS. Opname dari 1 bulan yang lalu karena gagal ginjal. lunak dan berwarna kuning. Riwayat Kesehatan a. tidak berkurang dengan makan. Sakit tidak bertambah dengan aktivitas dan tidak berkurang dengan istirahat. Keluhan Utama tangan sakit. BAK 4-5 x sehari sebanyak ¼ gelas belimbing dan berwarna kuning jernih. lutut sakit. Lemas dirasakan terus menerus. perut terasa panas b.2. Sakit pada persendian dirasanakn ± 2 bulan sebelum masuk RS. Riwayat Kesehatan Lalu  Penyakit yang pernah dialami : : lemas. persendian . Sudah 5 tahun minum obat keju kemeng.

BAB lancer 1 hari sekali. Pengkajian Berdasarkan Handerson a.± 1 minggu yang lalu pasien mengeluh badan lemas. pegal linu dirasakan terutama pada sendi tangan dan kaki terutama akan kaku pada pagi hari. warna kuning jernih. Kemudian pasien pergi ke RS. Tidak ada nyeri tekan. Pasien juga tidak control rutin. kemudian lama-kelamaan membesar sebesar telur bebek. Kebutuhan oksigenasi . dikatakan menderita gagal ginjal kemudian disarankan cuci darah. Lemas disertai rasa nggliyer terutama bila perubahan posisi dari duduk ke berdiri atau tidur ke duduk. Pasien juga mengeluh nyeri pada pinggang kanan. Pasien juga mengeluh cepat lelah atau mudah lupa juga tidak tahan dengan udara dingin. Benjolan sebesar telur puyuh awalnya. 3. Kemudian pasien berobat ke Puskesmas dan didapatkan tensinya tinggi yaitu 160/100 mmHg. Lemas berkurang dengan beristirahat. ± 1 bulan yang lalu pasien mempunyai keluhan yang sama. ± 1 tahun yang lalu pasien sering mengeluh pusing juga leher terasa cengeng. Pasien dibawa ke RSDM kemudian opname. ± 2 bulan yang lalu pasien mengeluh seluruh persendian keju kemeng. warna mringkil dan terdapat darah. sehingga bila berjalan agak jauh pasien tidak mampu karena terasa ingin pingsan. ± 3 tahun yang lalu pasien mengeluh ada benjolan di leher. Lemah dirasakan bila beraktivitas. pusing berkurang dengan istirahat thorax. Pasien diberi obat tekanan darah tinggi. Nyeri terutama dirasakan bila pasien kelelahan dan beraktivitas terlalu berat. ¼-½ gelas belimbing. lemas yang dirasakan terus menerus. terasa pegal linu terutama bila digerakkan. Hal ini terjadi selama beberapa menit. BAK tidak ada keluhan 3-4 kali sehari. Keluhan keju kemeng ini hilang timbul dan dirasakan ± selama 3 tahun terakhhir. lemas dirasakan terus menerus. Pasien lupa nama obatnya.

¼- ½ gelas belimbing. warna mringkil dan terdapat darah d.50C Respiratory rate : 20 RPM Suhu c. sianosis.a. Pemeriksaan kepala dan leher Kepala    Bentuk Mata Telinga : mesochepal : CP +/+ SL -/: t. Kebutuhan eliminasi : BAK tidak ada keluhan 3-4 kali sehari. Kebutuhan nutrisi-cairan : pasien mengatakan mual dan tidak nafsu makan. BAB lancer 1 hari sekali. Keadaan umum : Compos Mentis b. Pemeriksaan kulit Kulit : t. ikterus d.k tuli.k eropsi. Pemeriksaan tanda-tanda vital Tekanan darah : 140/80 mmHg Nadi : 76 BPM : 37. c.a. warna kuning jernih. keluar nanah.70C : 20 RPM sianosis : ronkhi batuk Irama: reguler Ekstremitas dingin: ≠ tampak b. Aktivitas selama sakit : bedrest di rumah sakit 4.Tekanan darah Nadi Suhu Pernapasan Sesak napas Asukultasi wheezing :140/80 mmHg : 76 BPM : 36. Pemeriksaan Fisik Head toToe a. tinnitus . Kebutuhan aktivitas-latihan   Aktivitas sebelum masuk RS : bekerja sebagai buruh dan mengurus anak.

tidak terdapat oedem di ekstremitas bawah kanan dan kiri. 5. permukaan berbenjol-benjol e.  Hidung Mulut : NCH (-) : papilla lidah atrofi (+) : JVP ≠ T. Pemeriksaan ekstremitas Ekstremitas atas  Kiri dan kanan: terdapat nyeri sendi di ekstremitas atas kanan dan kiri. Pemeriksaan laboratorium Hematologi . teraba struma. PA (-) PS (-) : NT (-). Pemeriksaan dada Paru-paru         Inspeksi Palpasi Perkusi : Pengembangan dada ka=ki : Fremitus Raba ka=ki : SDV (+/+). ukuran Leher 7x5x5 cm. tidak terdapat oedem di ekstremitas atas kanan dan kiri. ST (-/-) Auskultasi : sonor/sonor : IC ≠ tampak : IC ≠ : Batas jantung kesan ≠ melebar Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Batas Jantung I-II int (N). reguler f. Pemeriksaan abdomen Inspeksi Auskultasi Palpasi Perkusi : DP // BD : BV (+) (N) : Tympany. H/L ≠ teraba g. konsistensi lunak. Ekstremitas bawah  Kiri dan kanan: terdapat nyeri sendi di ekstremitas bawah kanan dan kiri. Pemeriksaan Penunjang a.

.0 150-450 4. dan perubahan membrane mukosa mulut.2 mmol/L (kurang dari normal 3.35.6 mg/dl 138 mg/dl 60-140 0.1 98-106 Nonreaktif B.1 < 50 138 mmol/L 5.1) Resiko ketidak seimbangan elektrolit berhubungan dengan gangguan filtrasi ginjal.berhubungan dengan anoreksia. Data Fokus DO: 1 BMI: 18.1 g/dl 14% 5. Darah Kimia klinik Glukosa darah sewaktu Kreatinin Ureum Elekrtolit Natrium Kalium Klorida Serologi Hepatitis HBsAg Hasil 5.3-5. Analisa Data No.5-11. mual dan muntah.Rutin Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit Gol. pembatasan diet. 2 DO: Kalium: 5.6-1.2 ribu/ul 186 ribu/ul 1.6 33-45 4.18 (kurang) DS: pasien mengatakan tidak memiliki nafsu makan.10-5.10 86 mg/dl 6.60 juta/ul AB Nilai Normal 12.2 mmol/L 116 mmol/L 136-145 3. Diagnosa Keperawatan Ketidakseimbangan Nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh.0-15.

1 g/dl (kurang dari normal 12. keletihan.Klorida: 116 mmol/L (kurang dari normal 98106) DS: 3 DO: Kreatinin: 6. 5 DO: DS: Pasien mengatakan tubuhnya terlalu lemah untuk beraktivitas serperti mandi. Defisit perawatan diri: Mandi berhubungan dengan kelemahan. retensi produk sampah dan prosedur dialysis. gampang capek ketika beraktivitas. Prioritas Diagnosa Keperawatan D. anemia.d.6 mg/dl (kurang dari normal 0.61. C.1) Ureum: 138 mg/dl (kurang dari normal < 50) DS: 4 DO: Hemoglobin: 5. Intervensi . Resiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan asites.6) Hematokrit: 14% (kurang dari normal 3345) DS: Pasien mengeluh mengatakan lemah dan lemas. Intoleransi aktivitas b.0-15.

Implementasi F. Evaluasi (SOAP) .E.