BAB I PENDAHUL UAN A.

L atar Belakang Penyakit hernia, atau yang lebih dikenal dengan turun berok, adalah penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut. Penderita hernia, memang kebanyakan laki-laki, terutama anak-anak. Kebanyakan penderitanya akan merasakan nyeri, jika terjadi infeksi didalamnya, misalnya, jika anak-anak penderitanya terlalu aktif. Berasal dari bahasa Latin, herniae, yaitu menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus. Hernia yang terjadi pada anak-anak, lebih disebabkan karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seiring dengan turunnya testis atau buah zakar. Sementara pada orang dewasa, karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut. Penyakit hernia banyak diderita oleh orang yang tinggal di daerah perkotaan yang notabene yang penuh dengan aktivitas maupun kesibukan dimana aktivitas tersebut membutuhkan stamina yang tinggi. Jika stamina kurang bagus dan terus dipaksakan maka, penyakit hernia akan segera menghinggapinya. Penjelasan mengenai penyakit hernia dan proses keperawatannya akan dibahas pada bab selanjutnya. B. Rumusan Masalah Apa dan bagaimana pengertian, etiologi, klasifikasi, stadium, pathway, patofisiologi, pemeriksaan diagnostik, penatalaksanaan, dan asuhan keperawatan pada klien dengan hernia.

1

penatalaksanaan. pemeriksaan diagnostik. patofisiologi. etiologi. Tujuan Mahasiswa mampu untuk memahami pengertian.C. stadium. dan asuhan keperawatan pada klien dengan hernia. klasifikasi. pathway. 2 .

Pengertian Hernia adalah menonjolnya suatu organ atau struktur organ dan tempatnya yang normal malalui sebuah efek konsenital atau yang didapat. Berikut ini penjelasannya: Macam-macam hernia: a. Hernia inguinalis adalah hernia isi perut yang tampak di daerah sela paha (regio inguinalis). Klasifikasi Banyak sekali penjelasan mengenai klasifikasi hernia menurut macam. Hernia adalah suatu keadaan menonjolnya isi usus suatu rongga melalui lubang (Oswari. Ini umumnya 3 . · Macam-macam hernia ini di dasarkan menurut letaknya. jaringan atau struktur melewati dinding rongga yang secara normal memang berisi bagian-bagian tersebut (Nettina.BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Secara umum Hernia merupakan proskusi atau penonjolan isi suatu rongga dari berbagai organ internal melalui pembukaan abnormal atau kelemahan pada otot yang mengelilinginya dan kelemahan pada jaringan ikat suatu organ tersebut (Griffith.Indirek/lateralis: Hernia ini terjadi melalui cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus melalui kanalis inguinalis. Hernia adalah : tonjolan keluarnya organ atau jaringan melalui dinding rongga dimana organ tersebut seharusnya berada yang didalam keadaan normal tertutup. 2000 : 216). 1996 : 246).seperti : 1. (Oswari. 2001 : 253). 2000 : 216) B. Hernia inguinalis adalah penonjolan hernia yang terjadi pada kanalis inguinal (lipat paha). Hernia inguinal ini dibagi lagi menjadi : . (Long. Operasi hernia adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan isi hernia pada posisi semula dan menutup cincin hernia. Inguinal. Hernia atau usus turun adalah penonjolan abnormal suatu organ/sebagian dari organ melalui lubang pada struktur disekitarnya. Hernia adalah penonjolan sebuah organ. 1994). sifat dan proses terjadinya.

Hernia ini disebut direkta karena langsung menuju anulus inguinalis eksterna sehingga meskipun anulus inguinalis interna ditekan bila pasien berdiri atau mengejan. tidak melalui kanal seperti pada hernia inguinalis dan femoralis indirek. Tipe hernia ini terjadi pada sisi insisi bedah sebelumnya yang telah sembuh secara tidak adekuat karena masalah pasca operasi seperti infeksi. Hernia ini dapat menjadi sangat besar dan sering turun ke skrotum. Pada pasien terlihat adanya massa bundar pada anulus inguinalis eksterna yang mudah mengecil bila pasien tidur. sedangkan testis dan funikulus spermatikus dapat dipisahkan dari masa hernia. Insidennya tinggi pada bayi dan anak kecil. distensi ekstrem atau kegemukan. burut atau kelingsir atau mengatakan adanya benjolan di selangkangan/kemaluan. 3. nutrisi tidak adekuat. Ini biasanya terjadi pada klien gemuk dan wanita multipara. Umbilikal : Hernia umbilikalis pada orang dewasa lebih umum pada wanita dan karena peningkatan tekanan abdominal. · . Umumnya pasien mengatakan turun berok.terjadi pada pria daripada wanita. Ada insiden yang tinggi dari inkarserata dan strangulasi dengan tipe hernia ini. 4 . mengejan atau mengangkat benda berat atau bila posisi pasien berdiri dapat timbul kembali. Karena besarnya defek pada dinding posteriormaka hernia ini jarang sekali menjadi ireponibilis. Femoral : Hernia femoralis terjadi melalui cincin femoral dan lebih umum pada wanita daripada pria. maka hanya akan sampai ke bagianatas skrotum. Benjolan tersebut bisa mengecil atau menghilang pada waktu tidur dan bila menangis. Ini lebih umum pada lansia. 2. tetap akan timbul benjolan. Ini mulai sebagai penyumbat lemak di kanalis femoralis yang membesar dan secara bertahap menarik peritoneum dan hampir tidak dapat dihindari kandung kemih masuk kedalam kantung. Hernia inguinalis direk secara bertahap terjadi pada area yang lemah ini karena defisiensi kongenital.Direk/medialis: Hernia ini melewati dinding abdomendi area kelemahan otot. Bila hernia ini sampai ke skrotum.

Namun karena merupakan lokus minoris resistensie. Berdasarkan terjadinya. yaitu bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga.4. maka kanalis inguinalis kanan lebih sering terbuka. umumnya prosesus ini telah mengalami obliterasi sehingga isi rongga perut tidak dapat melalui kanalis tersebut. Menurut sifatnya. 2. Pada bayi yang sudah lahir. Hernia reponibel/reducible. hernia dapat disebut: 1. Dalam keadaan normal. maka pada keadaanyang menyebabkan tekanan intra-abdominal meningkat. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peri tonium kantonghernia. Hernia dapatan atau akuisita (acquisitus = didapat). Karena testis kiri turun terlebih dahulu.Pada bulan ke-8 kehamilan. c. Incisional : batang usus atau organ lain menonjol melalui jaringan parut yang lemah. Bila kanalis kiri terbuka maka biasanya yang kanan juga terbuka. yaitu bila isi hernia dapat keluar masuk. kanalis yang terbuka ini akan menutup pada usia 2 bulan. 2. Namun dalam beberapa hal. Hernia ireponibel. Pada orang tua kanalis tersebut telah menutup. 5 . Penurunan testis tersebut akan menarik peritonium ke daerah skrotum sehingga terjadi penonjolan peritoneum yang disebut dengan prosesus vaginalis peritonei. hernia dibagi atas: 1. Usus keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk. Hernia ini juga disebut hernia akreta (accretus =perlekatan karena fibrosis). Tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus. Hernia bawaan atau kongenital Patogenesa pada jenis hernia inguinalis lateralis (indirek): Kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus. Bilaprosesus terbuka terus (karena tidak mengalami obliterasi) akan timbul hernia inguinalis lateralis kongenital. tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. b. kanal tersebut dapat terbuka kembali dan timbul herniainguinalis lateralis akuisita. terjadi desensus testis melalui kanal tersebut. kanalis ini tidak menutup.

Hernia strangulata mengakibatkan nekrosis dari isi abdomen di dalamnya karena tidak mendapat darah akibat pembuluh pemasoknya terjepit. Hernia inkarserata terjadi bila usus yang prolaps itu menyebabkan konstriksi suplai darah ke kantong skrotum. Hernia Inguinalis/Congenital Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. konstipasi dan ansietas sering disertai hernia inguinalis. C. carcer = penjara). tidak ada feces.3. kemudian akan mengalami nyeri dan gelala-gejala obstruksi usus (perut kembung. muntah). pekerjaan mengangkat benda berat. Secara klinis “hernia inkarserata” lebih dimaksudkan untuk hernia ireponibel dengan gangguan pasase. Faktor yang dipandang berperan kausal adalah adanya prosesus vaginalis yang terbuka. tidak ada flatus. Tekanan intra abdominal yang meninggi secara kronik seperti batukkronik. 6 . tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai akibatnya yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi. batuk kronis. mengejan pada saat defekasi dan miksi misalnya akibat hipertropi prostat) dan kelemahan otot dinding perut karena usia. nyeri kolikabdomen. peninggian tekanan di dalam rongga perut (karena kehamilan. yaitu bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia. Lebih banyak pada pria ketimbang pada wanita. Secara patofisiologi hernia inguinalis adalah prolaps sebagian usus ke dalam anulus inguinalis di atas kantong skrotum. hipertropi prostat. disebabkan oleh kelemahan atau kegagalan menutup yang bersifat kongenital. sedangkan gangguan vaskularisasi disebut sebagai “herniastrangulata”. Adanya prosesus vaginalis yang paten bukan merupakan penyebab tunggal terjadinya hernia tetapi diperlukan faktorlain seperti anulus inguinalis yang cukup besar. Hernia inkarserata berarti isi kantong terperangkap. Etiologi a. Hernia strangulata atau inkarserata (incarceratio =terperangkap. Hernia jenis ini merupakan keadaan gawat darurat karenanya perlu mendapat pertolongan segera.

Predileksi tempat: sisi kanan karena testis kanan mengalami desensus setelah kiri terlebih dahulu. Pintu masuk hernia femoralis adalah anulus femoralis. veskolitiasis Sering melahirkan: hernia femoralis (karisyogya. · Dapat timbul pada masa bayi atau sesudah dewasa. kejadian pada perempuan kira-kira 4 kali laki-laki. b. sehingga processus tetap terbuka. Secara patofisiologis peninggian tekanan intra abdominal akan mendorong lemak pre peritoneal ke dalam kanalis femoralis yang akan menjadi pembuka jalan terjadinya hernia. obesitas dan degenerasi jaringan ikat karena usia lanjut. D. mis: BPH. Faktor penyebab lainnya adalah kehamilan multipara.iliofemoralis setelah apendiktomi. Ada factor predisposisi : Kelemahan struktur aponeurosis dan fascia tranversa Pada orang tua karena degenerasi/atropi Tekanan intra abdomen meningkat Pekerjaan mengangkat benda-benda berat Batuk kronik Gangguan BAB.blog. Penurunan baru terjadi 1-2 hari sebelum kelahiran.Kelemahan otot dinding perut antara lain terjadi akibat kerusakan n. sehingga processus belum sempat menutup dan pada waktu dilahirkan masih tetap terbuka.m3-access. Processus vaginalis peritoneum persisten · Testis tidak sampai scrotum. Hernia indirect pada bayi berhubungan dengan criptocismus dan hidroceleb.ilioinguinalis dan n.com). Hernia Femoralis Umumnya dijumpai pada wanita tua. pada saat buang 7 . Patofisiologi Hernia berkembang ketika intra abdominal mengalami pertumbuhan tekanan seperti tekanan pada saat mengangkat sesuatu yang berat. feses keras Gangguan BAK. missal struktur ani.

sehingga terjadilah penonjolan dan mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Jika suatu operasi daya putih isi Hernia diragukan. tekanan yang berlebihan pada daerah abdominal itu tentu saja akan menyebabkan suatu kelemahan mungkin disebabkan dinding abdominal yang tipis atau tidak cukup kuatnya pada daerah tersebut dimana kondisi itu ada sejak atau terjadi dari proses perkembangan yang cukup lama. 6. Penatalaksanaan Medis 1. pembedahan abdominal dan kegemukan. 5. . Jika ternyata pada operasi dinding perut kurang kuat sebaiknya digunakan marleks untuk menguatkan dinding perut setempat. 7. diberikan kompres hangat dan setelah 5 menit di evaluasi kembali. misalnya Asetaminofen. 3.Penggunaan alat penyangga bersifat sementara seperti pemakaian sabuk/korset padahernia ventralis. Teknik hernia plastik. Terapi konservatif/non bedah meliputi : . 4. Terapi umum adalah terapi operatif. 2. antibiotic untuk membasmi infeksi. dan obat pelunak tinja untuk mencegah sembelit. sehingga akhirnya menyebabkan kantung yang terdapat dalam perut menjadi atau mengalami kelemahan jika suplai darah terganggu maka berbahaya dan dapat menyebabkan ganggren. kemudian terjadi hernia. Jika usaha reposisi berhasil dapat dilakukan operasi herniografi efektif. Pathway F. Karena organ-organ selalu selalu saja melakukan pekerjaan yang berat dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Pertama-tama terjadi kerusakan yang sangat kecil pada dinding abdominal.air besar atau batuk yang kuat atau bersin dan perpindahan bagian usus kedaerah otot abdominal. Pengobatan dengan pemberian obat penawar nyeri. E.Dilakukan reposisi postural pada pasien dengan Hernia inkaseata yang tidak menunjukkan gejala sistemik. 8 . endoskopik merupakan pendekatan dengan pasien berbaring dalam posisi trendelernberg 40o C.

stimulasi simpatis. Tanda: tidak dapat istirahat. peningkatan ketegangan/peka rangsang. .Makanan/cairan Gejala : insufisiensi pancreas/DM. Hindari aktivitas-aktivitas yang berat. . teh. Komplikasi . marah. takut. hubungan.Sirkulasi Gejala : riwayat masalah jantung.Fostes urin dan feses. testis atau saraf jika pasienlaki-laki. G.Pendarahan yang berlebihan / infeksi lluka bedah. minuman beralkohol yang dapat memperburuk gejala-gejala. hindari kopi kopi. kemudian makan dengan gizi seimbang dan tinggi protein untuk mempercepat sembelit dan mengadan selama BAB. malnutrisi (termasukobesitas) . . Pengkajian Pengkajian pasien Post operatif (Doenges. .Hernia berulang. misalnya financial.Integritas ego Gejala : perasaan cemas. apatis. edemapulmonal. . penyakit vascular perifer. . factor-faktor stress multiple. 9 .Residip. 9. . GJK. gaya hidup. Diet cairan sampai saluran gastrointestinal berfungsi lagi.Komplikasi lama merupakan atropi testis karena lesi G. . coklat.Kerusakan pada pasokan darah. 1999) adalah meliputi : . (predisposisi untuk hipoglikemia/ketoasidosis) . .8. membrane mukosa yang kering (pembatasan pemasukkan/periode puasa pra operasi). Manajemen Keperawatan 1. cola.Luka pada usus (jika tidak hati-hati). atau stasisvascular (peningkatan risiko pembentukan trombus).Setelah herniografi dapat terjadi hematoma.

Defisiensi immune (peningkaan risiko infeksi sitemik dan penundaan penyembuhan). Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengandiskontuinitas jaringan akibat tindakan operasi. atau obat-obatan rekreasional.Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan luka insisi bedah/operasi. antikonvulsan atau tranquilizer dan juga obat yang dijual bebas. .plester. kondisi yang kronis/batuk. kardiotonik glokosid. Tujuan : Nyeri hilang atau berkurang Kriteria Hasil: 10 .Penyuluhan/Pembelajaran Gejala : pengguanaan antikoagulasi. 1999). antidisritmia. dekongestan. bronchodilator. . . Penggunaan alcohol (risiko akan kerusakan ginjal. makanan .Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum.Gangguan rasa nyaman (nyeri) berhubungan dengan diskontuinitas jaringan akibat tindakan operasi. Riwayat keluarga tentang hipertermia malignant/reaksi anestesi. demam. steroid.Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri postoperasi.Pernapasan Gejala : infeksi. yang mempengaruhi koagulasi dan pilihan anastesia. merokok. antibiotic. . dan larutan. Diagnosa perawatan Post Operasi (Doengoes 1999) 1. Riwayat penyakithepatic (efek dari detoksifikasi obat-obatan dan dapat mengubah koagulasi). antihipertensi. analgesic. dan juga potensialbagi penarikan diri pasca operasi). 2. antiinflamasi. Riwayat transfuse darah/reaksi transfuse.. Munculnya kanker/terapi kanker terbaru.Keamanan Gejala : alergi/sensitive terhadap obat. Diagnosa Keperawatan yang sering muncul Periode post-operatif (Doenges. . diuretic. Tanda : menculnya proses infeksi yang melelahkan. .

. . Rasional : posisi yang tepat mengurangi penekanan danmencegah ketegangan otot serta mengurangi nyeri.Atur posisi pasien senyaman mungkin. .. Rasional : analgetik berguna untuk mengurangi nyerisehingga pasien menjadi lebih nyaman. . Rasional : istirahat untuk mengurangi intesitas nyeri. INTERVENSI . .Pasien tampak tenang dan rileks INTERVENSI .Tanda-tanda vital normal.Luka bersih tidak lembab dan kotor. Rasional : Jika ada peningkatan tanda-tanda vital besarkemungkinan adanya gejala infeksi karena tubuhberusaha intuk melawan mikroorganisme asing yangmasuk maka terjadi peningkatan tanda vital.Klien mengungkapkan rasa nyeri berkurang . . 11 .Tidak ada tanda-tanda infeksi seperti pus. Rasional : relaksasi mengurangi ketegangan danmembuat perasaan lebih nyaman. Rasional : Mengenal dan memudahkan dalammelakukan tindakan keperawatan. 2. Tujuan : tidak ada infeksi Kriteria hasil: .Anjurkan klien istirahat ditempat tidur.Pantau tanda-tanda vital.Kolaborasi untuk pemberian analgetik. Rasional : perawatan luka dengan teknik aseptikmencegah risiko infeksi. Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan luka insisi bedah/operasi. .Tanda-tanda vital normal .Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik.Pantau tanda-tanda vital.Ajarkan teknik relaksasi dan napas dalam. intensitas/skala nyeri.

3. turunkan aktivitas mental/fisik pada sore hari. . meningkatkan agitasi dan menghambat waktu istirahat.Kualitas dan kuantitas tidur normal INTERVENSI 1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri postoperasi. Rasional : Peningkatan kebingungan. dll. Berikan kesempatan untuk beristirahat/tidur sejenak. Rasional : Karena aktivitas fisik dan mental yang lama mengakibatkan kelelahan yang dapat mengakibatkan kebingungan. 12 . . Rasional : untuk mengurangi risiko infeksinosokomial. Evaluasi tingkat stres/orientasi sesuai perkembangan hari demi hari. drainase luka.Jika ditemukan tanda infeksi kolaborasi untukpemeriksaan darah. b. . Mandiri a. Rasional : penurunan Hb dan peningkatan jumlah leukosit dari normal membuktikan adanya tanda-tanda infeksi.. c. aktivitas yang terprogram tanpa stimulasi berlebihan yang meningkatkan waktu tidur. Tujuan : pasien dapat tidur dengan nyaman Kriteria hasil : . Hindari penggunaan ”Pengikatan” secara terus menerus.Lakukan perawatan terhadap prosedur inpasif sepertiinfus.Pasien tidak merasa lelah ketika bangun tidur . disorientasi dan tingkah laku yang tidak kooperatif (sindrom sundowner) dapat melanggar pola tidur yang mencapai tidur pulas. kateter.Pasien mengungkapkan kemampuanuntuk tidur. Rasional : antibiotik mencegah perkembangan mikroorganisme patogen. seperti Hb dan leukosit.Kolaborasi untuk pemberian antibiotik. Rasional : Risiko gangguan sensori. anjurkan latihan pada siang hari.

f. Turunkan jumlah minum pada sore hari. Lengkapi jadwal tidur dan ritoal secara teratur. Berikan makanan kecil sore hari. 2. Rasional : Bila digunakan untuk tidur. Koral hidrat. Lakukan berkemih sebelum tidur. triazolam (Halcion). Rasional : Menurunkan kebutuhanakan bangun untuk pergi kekamar mandi/berkemih selama malam hari. Rasional : Menurunkan stimulasisensori dengan menghambat suarasuara lain dari lingkungan sekitar yang akan menghambat tidur nyeyak. susu hangat. obat ini sekarang dikontraindikasikan karena obat ini mempengaruhi produksi asetilkon yang sudahdihambat dalam otak pasien dengan DAT ini. e. Catatan : Penundaan waktu tidur mungkin diindikasikan untukmemungkin pasien membuang kelebihan energi dan memfasilitas tidur. Rasional : Gunakan dengan hemat. Berikan obat sesuai indikasi : Antidepresi. b. Hindari penggunaan difenhidramin (Benadry1). tetapi anti kolinergik dapat mencetuskan dan memperburuk kognitif dalam efek samping tertentu (seperti hipotensi ortostatik) yang membatasi manfaat yang maksimal. seperti amitriptilin (Elavil). g. Katakan pada pasien bahwa saat ini adalah waktu untuk tidur. 13 . Putarkan musik yang lembut atau ”suara yang jernih”. Rasional : Mungkin efektif dalam menangani pseudodimensia atau depresi. oksazepam (Serax). hipnotik dosis rendah mungkin efektif dalam mengatasi insomia atau sindrom sundowner. c. Kolaborasia a.d. mandi dan masase punggung. deksepin (Senequan) dan trasolon (Desyrel). Rasional : Pengatan bahwa saatnya tidur dan mempertahankan kestabilan lingkungan. meningkatkan kemampuan untuk tidur. Rasional : Meningkatkan relaksasi dengan perasan mengantuk.

Rasional : tahapan-tahapan yang diberikan membantu proses aktivitas secara perlahan dengan menghemat tenaga namun tujuan yang tepat. . 14 . Rasional : menjaga kemungkinan adanya respons abnormal dari tubuh sebagai akibat dari latihan. Rasional : mengurangi aktivitas yang tidak diperlukan. tulang dan anggota gerak lainya baik. .Rencanakan periode istirahat yang cukup. . Tujuan : klien dapat melakukan aktivitas ringan atau total. . Rasional : mengurangi pemakaian energi sampai kekuatan pasien pulih kembali. .Perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri.Berikan latihan aktivitas secara bertahap.Bantu pasien dalam memenuhi kebutuhan sesuai kebutuhan.4. INTERVENSI .Pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu.Koordinasi otot. BAB II I PENUTUP A. Kriteria hasil : . Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum. Hernia atau usus turun adalah penonjolan abnormal suatu organ/sebagian dari organ melalui lubang pada struktur disekitarnya. Kes impulan Hernia adalah : tonjolan keluarnya organ atau jaringan melalui dincling rongga dimana organ tersebut seharusnya berada yang didalam keadaan normal tertutup. dan energi terkumpul dapat digunakan untuk aktivitas seperlunya secara optimal. mobilisasi dini.Setelah latihan dan aktivitas kaji respons pasien.

Dosen : kiranya setelah mahasiswa persentase materi makalah ini. Mahasiswa : agar lebih aktif dalam forum diskusi.Hernia inguinalis adalah penonjolan hernia yang terjadi pada kanalis inguinal (lipat paha). 1996 : 246). 15 . Operasi hernia adalahtindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan isihernia pada posisi semula dan menutup cincin hernia. Hernia inguinalis adalah hernia isi perut yang tampak di daerah sela paha (regio inguinalis). Saran 1. B. (Long. 2. (Oswari. Hernia adalah penonjolan sebuah organ. 2000 : 216). sebaiknya kembali dijelaskan agar mahasiswa lebih memahami materinya. 2000 : 216). 2001 : 253). Hernia adalah suatu keadaan menonjolnya isi usus suatu rongga melalui lubang (Oswari. jaringan atau struktur melewati dinding rongga yang secara normal memang berisi bagian-bagian tersebut (Nettina. Pengertian Hernia adalah menonjolnya suatu organ atau struktur organ dan tempatnya yang normal malalui sebuah defek konsenital atau yang didapat.

Com/2009/03/asuhan – keparawatan-pada-klien-dengan-hepatitis.DAFTAR PUSTAKA Marilynn E.com/2008/03/hernia asuhankeperawatan Diambil dari http:// khaidirmuhaj.blogspot. 1999. ed. Jakarta. Blogspot. Doenges. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian pasien. Diambil dari http:// andisetiadi.3.EGC.com/2008/12/askep-hernia Diambil dari http :// perawat psikiatri.html 16 . Blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful