Askep Retinoblastoma

diposting oleh nuzulul-fkp09 pada 12 October 2011 di Kep Sensori dan Persepsi - 2 komentar

ASUHAN KEPERAWATAN (ASKEP) RETINOBLASTOMA
BAB 1 PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Retinoblastoma adalah salah satu penyakit kanker primer pada mata yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak. Penyakit ini tidak hanya dapat mengakibatkan kebutaan, melainkan juga kematian. Di negara berkembang, upaya pencegahan dan deteksi dini belum banyak dilakukan oleh para orang tua. Salah satu sebabnya adalah pengetahuan yang masih minim mengenai penyakit kanker tersebut. Dalam penelitian menyebutkan bahwa 5-10% anak usia prasekolah dan 10% anak usia sekolah memiliki masalah penglihatan. Namun seringkali anak-anak sulit menceritakan masalah penglihatan yang mereka alami. Karena itu, skrining mata pada anak sangat diperlukan untuk mendeteksi masalah penglihatan sedini mungkin. Skrining dan pemeriksaan mata anak sebaiknya dilakukan pada saat baru lahir, usia 6 bulan, usia 3-4 tahun, dan dilanjutkan pemeriksaan rutin pada usia 5 tahun ke atas. Setidaknya anak diperiksakan ke dokter mata setiap 2 tahun dan harus lebih sering apabila telah ditemukan masalah spesifik atau terdapat faktor risiko. Untuk itu kami menyusun makalah ini dengan tujuan berbagi pengetahuan tentang penyakit retina blastoma ke masyarakat luas yang mana di negara Indonesia masih kurang di perhatikan. Dan kami sebagai perawat perlu memahami dan mengetahui mengenai asuhan keperawatan terhadap pasien dengan retino blastoma.

1.

Rumusan Masalalah 1. Bagaimanakah konsep teori retino blastoma? 1. 2. Bagaimana asuhan keperawatan pada anak dengan retinoblastoma? Tujuan

Tujuan Umum: Mengetahui secara umum mengenai penyakit retini blastoma serta asuhan keperawatan yang tepat terhadap penyakit retino blastoma tersebut. Tujuan khusus : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Mengetahui Pengertian dari penyakit retino blastoma. Mengetahui etiologi dari penyakit retino blastoma. Mengetahui manifestasi klinis dari penyakit retina blastoma. Mengetahui patofisiologi dari penyakit retino blastoma. Mengetahui penatalaksanaan terhadap pasien retino blastoma. Mengetahui asuhan keperawatan yang tepat pada pasien retino blastoma Mengetahui Web Of Caution (WOC) dari penyakit Retinoblastoma Manfaat

hematogen. ini menunjukkan pentingnya untuk memeriksa klien dengan dengan anestesi pada anak anak dengan retinoblastoma unilateral. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. Di permukaan terdapat neovaskularisasi dan perdarahan. tanda-tanda peradangan di vitreus (Vitreous seeding) yang menyerupai endoftalmitis. berair. 2. Gejala yang ditimbulkan retinoblastoma adalah timbulnya bercak putih di bagian tengah mata atau retina. Kasus ini jarang terjadi. dapat terlihat gejala awal strabismus. tanda-tanda peradangan vitreus yang menyerupai endoftalmitis. walaupun sudah diberikan obat mata dan pada kondisi gelap terlihat seolah bersinar seperti kucing jadi \anak tersebut bisa terindikasi penyakit retinoblastoma. akan menyebabkan glaucoma atau tanda-tanda peradangan berupa hipopion atau hifema.4 Patofisiologi Jika letak tumor di macula.3 Manifestasi klinis Gejala retinoblastoma dapat menyerupai penyakit lain dimata. Kasus yang tidak diturunkan selalu unilateral. dapat menonjol kebadan kaca. terutama hati. dan metastasis jauh ke sumsum tulang melalui pembuluh darah. Kemudian kelopak mata menurun dan pupil melebar. ke kelenjar limfe preaurikular dan submandibula dan. penglihatan terganggu atau mata kelihatan juling. dan unilateral sebanyak 10%. 2. Namun dapat juga diklasifikasikan menjadi dua subkelompok yag berbeda. Penyebaran secara limfogen. Kanker bisa menyerang salah satu mata yang bersifat somatic maupun kedua mata yang merupakan kelainan yang diturunkan secara autosom dominant. membuat mata seolah-olah bersinar bila terkena cahaya. sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal. Bila letak tumor dimakula. dapat menonjol ke badan kaca. 13 bulan pada kasus kasus bilateral. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui. Pertumbuhan tumor ini dapat menyebabkan metastasis dengan invasi tumor melalui nervus optikus ke otak. khususnya pada usia dibawah 1 tahun.sehinggga didunia rumah sakit nanti dapat menerapkan asuhan keperawatan ke pasien retino blastoma dengan tepat. Bila sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior mata . yaitu bilateral atau unilateral dan diturunkan atau tidak diturunkan. dan tumor pada bagian mata yang lain terdeteksi pada saat pemeriksaan evaluasi.Kita yang nantinya sebagai tenaga kesehatan dapat mengetahui dan faham akan asuhan keperawatan yang tepat untuk pasien retina blastoma. sedangkan 90 % kasus yang diturunkan adalah bilateral. Beberapa kasus bilateral tampak sebagai kasus unilateral. akan menyebabkan glaucoma atau tanda peradangan berupa hipopion atau hifema. Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat. Dipermukaan terdapat neovaskularisasi . melalui sclera ke jaringan orbita dan sinus paranasal. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria. nervus optikus ke otak. yang sifatnya cenderung diturunkan. Rata rata usia klien saat diagnosis adalah 24 bulan pada kasus unilateral. Tapi apabila stadium berlanjut mata tampak menonjol. Massa tumor yang semakin membesar akan memperlihatkan gejala leukokoria. Gen retinoblastoma (RBI) diisolasi dari kromosom 13q14.1 Definisi Retinoblastoma adalah tumor endo-okular pada anak yang mengenai saraf embrionik retina. ke sumsum tulang dan visera. dapat terlihat gejala awal strabismus. 2006 ). bengkak. Kanker retina ini pemicunya adalag faktor genetik atau pengaruh lingkungan dan infeksi virus. Kanker bisa menyebar ke kantung mata dan ke otak (melalu saraf penglihatan/nervus optikus). Pada fundus terlihat bercak kuning mengkilat. 2. Penyebabnya adalah tidak terdapatnya gen penekan tumor. (Pudjo Hagung Sutaryo. Jadi apabila terihat tanda-tanda berupa mata merah. yang berperan sebagai pengatur pertumbuhan sel pada sel normal. sehingga sulit untuk dideteksi secara awal. dan metastasis jauh kesumsum tulang melalui pembuluh darah. Warna iris tidak normal. Jika sel-sel tumor terlepas dan masuk ke segmen anterior mata.2 Etiologi Retinoblastoma terjadi secara familiar atau sporadik.

dan apabila terapi local tidak dapat dievaluasi karena katarak atau gagal untuk mengikuti pasien secara lengkap atau teratur. membagi penderajatan berdasarkan tempat utama dimana retinoblastoma menyebar sebagai berikut : 1. Jenis terapi 1. karena diagnosis biasanya lebih awal. b. Golongan V a. Tumor orbita : sel sel episklera yang tersebar. Beberapa lesi di depan ekuator b. Beberapa lesi menyebar ke anterior ke ora serrata 5.dan terdapat pada atau dibelakang ekuator 2. Tumor multiple tidak lebih dari 4dd. Tumor masif mengenai lebih dari setengah retina b. c. Sementara 13% pasien dengan retinoblastoma bilateral kedua matanya terambil atau keluar karena penyakit intraocular yang sudah lanjut. Enukleasi adalah terapi yang paling sederhana dan aman untuk retinoblastoma. Golongan IV a. Golongan II a. baik pada waktu masuk atau setelah gagal pengobatan local. Derajat II orbita a. penyebaran ke lamina fibrosa. ke kelenjar limfe preaurikuler dan submandibula serta secara hematogen ke sumsum tulang dan visera . Hanya 17% pasien dengan retinoblastoma bilateral kedua matanya masih terlindungi. Enuklasi . Nervous optikus. Tumor soliter/multiple kurang dari 4 diameter pupil. Bagaimanapun. untuk meminimalkan efek kosmetik. Derajat I intraokular a. jika mata kontralateral juga terlibat cukup parah. terutati. Golongan III a. Tumor multiple sebagian besar > 10 dd b.dan perdarahan. dan kedua adalah pengobatan sistemik untuk jenis ekstrokular. Tumor multiple dengan diameter 4-10 dd pada atau belakang ekuator 3. 2. tumor retina. Golongan I a. Pemasangan bola mata palsu dilakukan beberapa minggu setelha prosedur ini. apabila enukleasi dilakukan pada dua tahun pertama kehidupan. bola mata memebesar menyebabakan eksoftalmus kemudian dapt pecah kedepan sampai keluar dari rongga orbita disertai nekrose diatasnya. 2. regional. invasi ke rongga naterior. Penyebaran ke vitreous Tumor menjadi lebih besar. Gambaran seperti ini lebih banyak pada keluarga yang memiliki riwayat keluarga. pendekatan konservatif mungkin bisa diambil. Menurut Grabowski dan Abrahamson. Bagaimanapun. Enukleasi dianjurkan apabila terjadi glaukoma. Pembedahan biopsi. 2. b. Penyebaran secara limfogen. Warna iris tidak normal. dan metastatic. penyebaran ke ueva. tumor terbukti dengan b.5 Klasifikasi Stadium Menurut Reese-Ellsworth. retino balastoma digolongkan menjadi 1.6 Penatalaksanaan Dua aspek pengobatan retinoblastoma harus diperhatikan. atau terjadi rubeosis iridis. Tumor ada didepan ekuator atau tumor soliter berukuran >10 diameter papil 4. asimetri wajah akan terjadi karena hambatan pertumbuhan orbita. pertama adalah pengobatan local untuk jenis intraocular. Tumor solid dengan diameter 4-10 dd pada atau belakang ekuator b.

tetapi dengan menggunakan obat yang lebih baru dan lebih bisa penetrasi ke mata. Belum ada penelitian yang luas. Seperti enuklease. khususnya kasus yang telah lanjut. Pembedahan intraocular seperti vitrektomi.pai sedang yang tidak setuju dengan kryo atau fotokoagulasi. 1. Sebagian besar penelitian didasarkan pada gambaran factor risiko secara histopatologi. obat ini muncul lagi. yang akhirnya akan meyebabkan ganguan kosmetik. Pendekatan ini digunakan pada kasus-kasus yang tidak dilakukan EBICT atau enukleasi. karena bisa meninggalkan jaringan parut yang nantinya akan menyebabkan ambliopi. tetapi tergantung teknik dan lokasi.dapat ditunda atau ditangguhkan pada saat diagnosis tumor sudah menyebar ke ekstraokular. 106 Ro. Keberhasilan EBRT tidak hanya ukuran tumor. Sementara fotokoagulasi secara umum digunakan untuk tumor bagian belakang baik menggunakan laser argon atau xenon. Kryoterapi biasanya ditujukan unntuk tumorbagian depan dan dilakukan dengan petanda kecil yang diletakkan di konjungtiva. prospektif dan random. Sebagian besar penelitian didasarkan pada sejumlah kecil pasien dengan perbedaan resiko relaps. Kryo atau fotokoagulasi Cara ini digunakan untuk mengobati tumor kecil (kurang dari 5 mm) dan dapat diambil. Fotokoagulasi tidak boleh diberikan pada tumor dekat makula atau diskus optikus. Gambaran regresi setelah radiasi akan terlihat dengan fotokoagulasi. Banyak peneliti memberikan kemoterapi adjuvant untuk pasien-pasien retinoblastoma intraokular dan memiliki faktor risiko . 1. dan harus ada kerjasama yang erat antara dokter ahli mata dan dokter radioterapi untuk memubuat perencanan. Hal yang lebih penting adalah terjadi malignasi skunder. Belum ada bukti bahwa cara ini menimbulkan malignansi sekunder. 125 I sekarang makin sering digunakan untuk mengobati retinoblastoma. 1. Carboplatin baaik sendiri atau dikombinasi dengan vincristine dan VP16 atau VM26 setelah digunakan. 1. Massa orbita harus dihindari. dapat terjadi komplikasi hambatan pertumbuhantulang orbita. Modalitas yang lebih baru Pada beberapa tahun terakhir. Sekarang kemoreduksi dilakukan sebagai terspi awal kasus retinoblastoma bilateral dan mengancam fungsi mata. Pada bayi mudah harus dibawah anestesi dan imobilisasi selama prosedur ini. 1. Selain itu juga karena kurang diterimanya secra luas sistem stadium yang dibandingkan dengan berbagai macam variasi. pada kasus yang residif setelah EBRT. dengan tujuan untuk mengurabgi ukuran tumor dan membuat tumor bisa diterapi secara lokal. EBRT mengunakan eksalator linjar dengan dosis 40-45 Gy dengan pemecahan konvensional yang meliputi seluruh retina. khusunya setelah kemoterapi. Cara ini sudah secara luas digunakan dan dapat diulang beberapa kali sampai kontrol lokal terapi. Cara itu biasanya digunakan untuk tumoryang ukurannya kecil sa. Kemoterapi sudah dibuktikan tidak berguna untuk kasus intraocular. karena akan menaikkan relaps orbita. Kedua cara ini tidak akan atau sedikit menyebabkan komplikasi jangka panjang. Radioterapi plaque Radioaktif episkeral plaque menggunakan 60 Co.banyak kelompok yang menggunakan kemoterapi sebagai terapi awal untuk kasus interaokular. tetapi akhir-akhir ini juga digunakan pada terapi awal. Efek samping jangka panjang dari radioterapi harus diperhatikan. adalah kontraindikasi pada pasien retinoblastoma. Kemoterapi Protocol adjuvant kemoterapi masih kontrovensial. Penentuan stadium secara histopatologi setelah enukleasi sangat penting untuk menentukan risiko relaps. External beam radiotherapy (EBRT) Retinoblastroma merupakan tumor yang radiosensitif dan radioterapi merupakan terapi efektif lokal untuk khasus ini.

Hal ini biasanya dikaitkan dengan ekspresi yang belebihan p 170 glikoprotein pada retinoblastoma. 4. pembedahan. Obat yang digunakan adalah carboplatin.dan terdapat stabismus. Keluhan Utama : Keluhan utama yang di rasakan pasien adanya penurunan fungsi penglihatan 3. Meskipun laporan terakhir menemukan bahwa invasi keluar orbita dan limfonodi preauricular dihubungkan dengan keluaran yang buruk. biasanya mempunyai kehidupan pendek. Terdapat bintik putih pada mata tepatnya pada retina. Matanya menonjol terdapat stabismus. adriamisin. vinkristin. Jenis Kelamin : Laki-laki 2. Identitas pasien a. Kemoterapi ingtratekal dan radiasi intracranial untuk mencegah penyebaran ke otak tidak dianjurkan. tumor undifferentiated. strabismus. DOWNLOAD : WOC ASKEP RETINOBLASTOMA BAB 3 ASUHAN KEPERAWATAN RETINO BLASTOMA Kasus Retino Blastoma Pada Anak Anak T umur 3 tahun di diagnosa retino blastoma pada mata kanannya setahun yang lalu.platin. Anak T mata kirinya visusnya 1/60 dan dari hasil pemriksaan patologi anatomi d temukan metastase ke otak dan mata kiri. atau invasi ke nervus optikus prelaminar. Meskipun remisi bisa dicapai oleh pasien dengan metastasis. Saat ini di mata kiri pasien terdapat retino blastoma. sebagian besar pasien ini akan mencapai harapan hidup yang panjang dengan pendekatan kombinasi kemoterapi. kemoterapi awal dianjurkan. Kemudian dilakukan tindakan operasi pengangkatan mata. Riwayat penyakit masa lalu Pemeriksaan Fisik  Normal § B1 : Breathing (Respiratory System)  § B2 : Blood (Cardiovascular system) Normal   B3 § B4 : Brain (Nervous system)nyeri kepala. Dari keterangan keluarga. Saat ini anak T masuk rumah sakit karena di mata kirinya terdapat bercak putih di mata tengahnya. teniposid. Riwayat Penyakit Sekarang : Satu tahun yang lalu pasien mengalami retino blastoma di mata sebelah kanan. 5. mata kanan anak T di lakukan oprasi pengangkatan tumor . bola mata menonjol : Bladder (Genitourinary system) . cis. Usia : 3 Tahun c. Lima bulan yang lalu. dan radiasi. etoposid. ifosfamid. Nama : T b. Riwayat penyakit keluarga Dari keterangan keluarga di temukan data bahwa nenek dari pasien pernah menderita kanker servix. dan akhir-akhir ini adalah dikombinasi dengan idarubisin. Apabila penyakitnya sudah menyebar ke ekstraokuler. 3.potensial seperti nervus optikus yang pendek (< 5 mm). ternyata nenek pasien pernah menderita kanker servix. visus 1/60. terjadi penonjolan. yang dihubungkan dengan multidrug resistance terhadap kemoterapi. sikofosfamid.1 Pengkajian Anamnesa: 1.

: murung. mudah tersinggung  Gejala Tanda 3.2 Analisis Data No 1. ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas.berbeda dengan teman sebayanya. takut. Data Data Subjektif :  Pasien mengeluh buram saat melihat sesuatu. § Biopsikososial spiritual : Perasaan tidak percaya diri . Data subjektif :   Mengeluh nyeri di bagian mata kiri Keluhan nyeri saat menggerakan mata Data objektif :   Ekspresi meringis Sering menangis .Normal  § B5 Normal : Bowel (Gastrointestinal System)  Gejala § B6 : Bone (Bone-Muscle-Integument) : kelelahan. Data subjektif:  Klien mengeluh pandanganya kabur Keterbatasan lapang pandang ↓ Resiko tinggi cedera Resiko cedera (trauma) Data objektif :  Tajam penglihatan menurun Retinoblastoma ↓ Metastase lewat aliran darah ↓ Ke otak Nyeri Kronis 3. ansietas. malaise. marah. kelemahan. Data objektif :  Etiologi Gangguan penerimaan sensori pada lapisan fotoreseptor ↓ Ketajaman penglihatan menurun Masalah Gangguan persepsi sensori penglihatan Visus mata kiri 1/60 2.

 Orientasikan pasien terhadap  Den penglihatan  Tentukan ketajaman lingkungan. orang lain di men penglihatan.4 Intervensi Keperawatan No Diagnosa Goal Statement (NOC) Intervensi (NIC) Rasional Keperawatan 1. Data subjektif :   Klien mengeluh malu Klien mengeluh takut Data objektif :   Rasa percaya diri berkurang Menutup diri Pembatasan aktivitas ↓ Fungsi motorik terganggu ↓ Kurang percaya diri ↓ Risiko keterlambatan perkembangan Risiko keterlambatan perkembangan 5a . Gangguan persepsi sensorik penglihatan berhubungan dengan gangguan penerimaan sensori dari mata Resiko tinggi cidera. tind  Dorong klien untuk kep mengekspresikan perasaan sela tentang kehilangan/kemungkinan kehilangan penglihatan. 5. 3. 4. berhubungan dengan keterbatasan lapang pandang Nyeri berhubungan dengan metastase ke otak. Gangguan citra diri berhubungan dengan perubahan penampilan pasca operasi Risiko keterlambatan perkembangan berhubungan dengan pembatasan aktivitas. Bola mata menonjuol Perubahan penampilan setelah operasi ↓ Malu ↓ Gangguan citra diri Gangguan citra diri 4. 3. Data objektif :   Kurang percaya diri Suka menyendiri 3. . catat apakah satu areanya. Gangguan  Mempertahankan lapang persepsi ketajaman penglihatan tanpa sensori kehilangan lebih lanjut. penekanan tumor ke arah otak. staf. eks atau kedua mata terlibat. d.  Letakkan barang yang pas dibutuhkan/posisi bel pemanggil mem dalam jangkauan.3 Diagnosa Keperawatan 1. 2.

derajat pengalaman nyeri/timbulnya gejala tiba – tiba dan pengetahuan kondisi saat ini. Berikan informasi yang akurat dan jujur. frekuensi.    Kecemasan dapat segera teratasi. durasi. atur perabot/mainan. Ajarkan tindakan pereda nyeri Beri individu pereda rasa sakit yang optimal dengan analgesik Dengan mengetahui skala nyeri penderita maka dapat ditentukan tindakan yang sesuai untuk menghilangkan rasa nyeri tersebut Tindakan kenyamanan dasar dapat menurunkan rasa nyeri  Per dan mem pela tera Untuk selan dapat mela pereda nye mandiri  3 Cemas berhubungan dengan penyakit yang diderita klien. Bicarakan dengan individu dan keluarga penggunaan terapi distraksi. Diskusikan dengan keluarga bahwa pengawasan dan pengobatan . Kaji tingkat ansietas. dan intensitas (skala 0 – 10) dan tindakan penghilangan yang digunakan       Berikan tindakan kenyamanan dasar (misalnya: reposisi) dan aktifitas hiburan (misalnya: mudik. Lakukan tindakan untuk membantu pasien untuk menangani keterbatasan penglihatan. telefisi). misalnya lokasi nyeri. perbaiki sinar suram dan masalah penglihatan malam o Ketajaman penglihatan dapat digunakan untuk mengetahui gangguan penglihatan yang terjadi o Orientasi akan mempercepat penyesuaian diri pasien di lingkungan baru o Mempermudah pengambilan barang jika dibutuhkan 2. Nyeri akut  Rasa nyeri yang ri rasakan pasien berkurang / hilang o Tentukan riwayat nyeri. serta metode pereda nyeri lainnya. contoh.

staf. Orientasikan pasien klien terhadap lingkungan.    dapat mencegah kehilangan penglihatan tambahan. 4 Resiko cidera trauma. Orientasi akan mempercepat penyesuaian diri pasien di lingkungan baru Proses perkembangan klien berjalan dengan normal. Berikan kesempatan anak mengambil keputusan dan melibatkan orang tua dalam perencanaan kegiatan. Arahkan semua alat mainan yang dibutuhkan klien pada tempat sentral pandangan klien dan mudah untuk dijangkau. dan pertahankan pagar tempat tidur.     Duk kelu dala pen pas    Me pen mai 5 Risiko keterlambatan perkembangan     Ora berp dala kem Car dan ana . Dorong pasien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaan. o Melibatkan orang tua berperan aktif dalam perawatan anak o Lakukan pendekatan melalui metode permainan. Identifikasi sumber/orang yang menolong. Anjurkan keluarga memberikan mainan yang aman (tidak pecah). dan orang lain yang ada di areanya. Untuk mempermudah rencana tindakan keperawatan yang akan diberikan selanjutnya Kolaborasi dengan keluarga pasien akan mempercepat proses penyembuhan. o Buat jadwal untuk prosedur terapi dan latihan. Resiko cedera berkurang.

10:00) Doenges. Voughan. . dkk. 2006. Jakarta :widya medika. Permono. Pasien dengan retinoblastoma harus diberikan perawatan secara intensif dan perlunya pengetahuan dari pihak keluarga agar penyakit tersebut tidak mengalami komplikasi. Dale. Jakarta: EGC. Jakarta:Badan Penerbit IDAI.o Upaya meningkatkan pola pikir klien zv BAB 4 PENUTUP Kesimpulan Retinoblastoma adalah suatu neoplasma yang berasal dari neuroretina (sel kerucut sel batang) atau sel glia yang bersifat ganas. 2000. Rencana asuhan keperawatan. Oftalmologi umum. 1999.com/retinoblastoma/frameset1. terutama pada usia dibawah lima tahun. Sebagian besar kasus bilateral bersifat herediter yang diwariskan melalui kromosom. Dapat terjadi unilateral (70%) dan bilateral (30%). Tumor berasal dari jaringan retina embrional. Buku ajar hematologi-onkologi anak. Dan kita sebagai perawat harus mampu memberikan edukasi tentang gejala dini retinoblastoma agar dapat segera diobati. Daftar Pustaka (Anonim Oktober 2010. Bambang. Merupakan tumor ganas intraokuler yang ditemukan pada anak-anak.09:00) (Anonim) retinoblastoma.htm (07 Oktobebr 2010. Marilynn E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful