Pemeriksaaan Methemoglobin (MetHb

)

Oleh : Nama NIM Kelompok: 1 Rombongan Asisten : Asna Hikmaturrosyadah : B1J009175 :B : Dayu Aridiyuda

LAPORAN PRAKTIKUM TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI 2012

B. Dapat mengukur kadar MetHb secara spektrofotometri. 2. Tujuan 1. Gangguan kesehatan dapat diketahui dari pemeriksaan hemoglobin. A. Latar Belakang Oksigen merupakan salah satu komponen penting dalam menjalankan fungsi metabolisme. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen yang beredar keseluruh tubuh. Senyawa yang dapat berikatan dengan hemoglobin salahsatunya adalah nitrit yang membentuk suatu kompleks yakni Methemoglobin dengan mengoksidasi ferro menjadi ferri. Oleh karena itu perlu adanya pemeriksaan hemoglobin karena dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada hemoglobin dengan cara memeriksa kadar Methemoglobin yang terkandung dalam darah kita. Hemoglobin ini berfungsi mengikat oksigen dan akan diedarkan keseluruh tubuh lewat pembuluh darah. Manfaat . Kadar hemoglobin ini dapat dijadikan indikasi tingkat kesehatan manusia karena semakin banyak hemoglobin yang mengikat oksigen maka akan semakin banyak pula bahan pembangun tubuh dan energy yang terbentuk dalam proses metabolism tubuh. PENDAHULUAN A. Mengetahui ada tidaknya methemoglobin dalam darah sebagai akibat pencemaran lingkungan. Oksigen dibutuhkan sebagai bahan bakar untuk memecah zat-zat makanan menjadi bahan pembangun tubuh dan energi. Pada kondisi tertentu hemoglobin ditemukan dalam jumlah yang sedikit atau berikatan dengan senyawa lain yang membentuk komplek tertentu. Pengankutan oksigen ke seluruh tubuh perlu adanya komponen penting yang membantu yakni hemoglobin.I.

Mahasiswa dapat memiliki kentrampilan dalam melakukan pemeriksaan hematologi khususnya kadar MetHb sebagai akibat senyawa beracun. .

Beberapa hewan dapat toleransi pada kandungan MetHb sebesar 50%. Hewan lebih toleran terhadap MetHb daripada manusia. Kadar MetHb pada orang dewasa yang normal kurang dari 2% total hemoglobin. 2001). 2008). Manusia dapat mentoleransi kadar MetHb sebesar 4%. Kadar ini di pertahankan oleh transfer electron dari NADH menjadi NADH b5 sitokrom reduktase (Kwok et all. Kadar MetHb dapat berkurang dengan adanya NADH-sitokrom b5 methemoglobin reduktase yang dapat menubah ferri menjadi ferro dan dapat berfungsi kembali untuk mengangkut oksigen. Ferri merupakan besi yang tidak dapat berikatan dengan oksigen sehingga mengakibatkan oksigen tidak dapat diangkut ke seluruh tubuh. Pada setiap ferro dapat mengikat satu oksigen jadi dalam satu hemoglobin dapat mengikat atom oksigen (Sherwood. Menurut Yuningsih (2007) kandungan MetHb dalam darah 30-40% dapat menimbulkan gejala klinis dan apabila kandungannya mencapai 80-90% akan menyebabkan kematian contohnya pada ternak. Struktur hemoglobin terdiri dari satu globin yang tersusun atas empat rantai polipeptida yang masing-masing terikat dengan satu gugus heme. Methemoglobin merupakan bentuk hemoglobin yang teroksidasi oleh zat oksidator yang merubah ferro menjadi ferri (Fe3+). TINJAUAN PUSTAKA Hemoglobin adalah protein pengangkut oksigen yang merupakan komponen utama pada eritrosit. . 2005). Konsentrasi inimerupakan batas maksimal dari mekanisme pembentukan hemoglobin.II. Heme merupakan derivate porfirin yang mengandung besi ferro (Fe2+). Hal ini membuktikan bahwa toleransi MetHb pada hewan dan manusia berbeda. Apabila pembentukan hemoglobin di dalam sumsum tulang berkurang maka presentase hemoglobin darah menurun (Wijayanti. Eritosit mampu mengkonsentrasikan hemoglobin dalam cairan sel sampai sekitar 34gr/dl sel.

Erlenmeyer 25 ml. Ditambahkan Natrium nitrit ke dalam tabung sampai larutan berwarna coklat. mikropipet seukuran 10µl dan kuvet spektrofotometri. tabung reaksi.III. Na Nitrit dan aquades. Darah EDTA ditambahkan sebanyak 10 µl. Dituangkan kedalam kuvet sebanyak 5 ml dan dibaca absorbansinya pada spektrofotometri dengan panjang gelombang 540 nm (abs deoksi). 3. 2. Erlenmeyer 25 ml disiapkan dan diberi aquades sebanyak 20 ml 2. B. Bahan Bahan yang digunakan dalam acara praktikum antara lain adalah sampel darah. Cara Kerja a. tourniquet. Alat Alat yang digunakan dalam acara praktikum antara lain yakni spuit. EDTA. B. . Dituangkan sebanyak 5 ml ke dalam tabung reaksi darah EDTA dengan aquades yang terdapat pada Erlenmeyer. Oksihemoglobin 1. MATERI DAN METODE A. Dituangkan kedalam kuvet sebanyak 5 ml dan dibaca absorbansinya pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm (abs oksi) b. 3. Deoksihemoglobin 1.

Hasil Tabel 1. Secara spontan hemoglobin . sedangkan Dhita dan Tri menunjukkan kadar MetHb yang kurang dari 4%. proses fagositosis.054 0. Pembahasan Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar MetHb pada empat propandus wanita yang menunjukkan bahwa Asna dan Ghina mempunyai kadar MetHb lebih dari 4%. 2008). H2O2 yang berikatan dengan Fe dan Cu menghasilkan radikal hidroksil.058 0.116 0. asap rokok) dan dari dalam tubuh yakni reaksi redoks enzimatis yang melibatkan oksigen pada metabolism normal. polutan udara. oksi 0. Radikal bebas secara terus menerus diproduksi dalam eritrosit yang diakibatkan karena tingginya tekanan O2 dan besi heme. Kadar MetHb normal pada manusia adalah 2% tetapi bias toleransi sampai 4% jadi apabila lebih dari 4% menunjukkan adanya keracunan MetHb (Kwok et all.100 0. Deoksi 0.042 0.III. Radikal bebas dapat dihasilkan dari luar tubuh ( radiasi UV. MetHb dapat terbentuk dengan adanya senyawa radikal bebas.077 0.6 % 3.8 % 3. hasil pengamatan pemeriksaan Methemoglobin Kelompok 1 2 3 4 Jenis kelamin Asna (Cewek) Dhita (Cewek) Ghina (Cewek) Tri (Cewek) Abs.111 Abs. HASIL DAN PEMBAHASAN A.5 % 4.073 Kadar MetHb 5.8 % Kadar MetHb = (abs oksi.abs deoksi) x 100% B.

Ion nitrit yang diserap tubuh dalam darah dan akan berkontak dengan eritrosit menyebabkan terjadinya oksidasi ferro menjadi ferri membentuk methemoglobin. Perubahan nitrat menjadi nitrit ini tidak hanya . Methemoglobinemia adalah anemia yang. 2010) Kandungan nitrat dalam hijauan yang dikonsumsi oleh hewan dalam konsentrasi tinggi. Hal ini diakibatkan karena adanya bakteri rumen yang akan mereduksi nitrat menjadi nitrit yang bersifat toksik sebesar 10 kali lipat dari nitrat. 2007). Senyawa ini terdapat dalam tiga bentuk yakni ion nitrat. MetHb tidak dapat mengangkut molekul oksigen oleh karena itu apabila MetHb terbentuk pada tingkat yang lebih tinggi dari persen maksimal maka akan mengakibatkan methemoglobinemia. Proses reduksi tersebut diikuti proses oksidasi hemoglobin menjadi methemoglobin.akan menghasilkan superoksida. Ketiga senyawa ini tidak toksik terhadap hewan. Methemoglobin tersebut tidak mampu mengangkut oksigen karena besi ferro teroksidasi dalam bentuk ferri. Tetapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dengan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan keracunan. Sianosis adalah peristiwa berubahnya warna kulit dan mukosa menjadi kebiruan karena pengaruh terjadi peningkatan methemoglobin pada eritrosit. kalium nitrat dan nitrogen nitrat. maka nitrat dalam rumen akan direduksi menjadi nitrit oleh bakteri rumen dan dapat mematikan hewan. sianosia dan hipoksia. Dengan reaksi sebagai berikut : HbFe++ + O2 HbFe+++ O2HbFe+++ + O2- Nitrat merupakan salah satu jenis senyawa kimia yang sering ditemukan dialam. Semua penyakit ini dapat menyebabkan kematian (Manassaram et al. karena tidak bias berikatan dengan oksigen kembali (Yuningsih. Hipoksia adalah kekurangan jumlah oksigen pada tubuh. MetHb yang terbentuk menyebabkan pengankutan oksigen terganggu.

tetapi dapat juga terjadi pada waktu proses pencincangan/perlakuan fisik pada hijauan sebelum diberikan pada hewan ternak. kadar amonia yang tinggi diikat oleh air yang berasal dari reaksi kondensasi yang biasa terjadi pada musim dingin. Adanya banyak kematian unggas akibat keracunan nitrit yang disebabkan oleh ventilasi kandang yang kurang memenuhi syarat. kemudian pada perlakuan pencincangan akan ada reaksi panas (gesekan) yang akan membantu terjadinya reaksi reduksi nitrat menjadi nitrit dalam hijauan tersebut. Begitu juga. Amonia dalam air tersebut diubah menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri air. Pengobatan penyakit yang diakibatkan oleh MetHb masih belum ada yang sempurna. maka terjadi kematian pada anak ayam broiler tersebut dengan ciri-ciri pasca mati adalah perubahan warna darah. diantaranya pola makan. Akibat adanya nitrit ini. 2000). terutama apabila penyimpanannya dalam suatu tempat yang tertutup. 2007). Kadar MetHb dalam darah dapat dipengaruhi oleh beberapa factor. Pada hijauan yang mengandung nitrat cukup tinggi. sebagai ciri yang spesifik dari keracunan nitrat-nitrit (Yuningsih. zat-zat yang memicu dan menghambat absorbs besi. yaitu kecoklatan (gelap). Selain itu dengan mengurangi kontak langsung dengan radikal bebas dan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. . Cara pengobatan yang paling aman adalah dengan pencegahan atau menghindari bahan-bahan yang menimbulkan pembentukan MetHb agar kandungan MetHb dalam tubuh tidak bertambah. misalnya gudang (Yuningsih.terjadi dalam rumen. kondisi panas dalam penyimpanan harus dihindarkan dengan cara ventilasi udara harus cukup. dan meningkatkan NADH b5 sitokrom reduktase. asupan zat besi. sehingga udara di sekitar kandang mengandung amonia cukup tinggi yang berasal dari kotoran ayam tersebut. 2000). Cara pencegahan yang dapat dilakukan dengan memantau kandungan nitrat dalam pakan ternak dalam hijauan (Yuningsih.

konsumsi obat-obatan. luka bakar. pendarahan. diare. 2006). Na nitrit yang berfungsi sebagai pengikat Hb dari darah sampel agar diketahui jumlah Hb yang berikatan dengan oksigen. . Pemeriksaan kadar MetHb menggunakan beberapa larutan antara lain adalah EDTA yang berfungsi sebagai antikoagulan pada darah. kebiasaan merokok. gangguan fungsi ginjal dan durasi bekerja (Sukenty. Aquades yang berfungsi sebagai pelarut.

2. Hasil yang didapatkan dari sampel darah pada uji kadar methemoglobin adalah asna 5. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. .8%.8%. ghina 4.IV. dhita 3.6% dan tri 3.5%. Pencemaran lingkungan sangat berpengarung dengan adanya methemoglobin dalam darah.

S. . Kwok. Keracunan Nitrat-Nitrit pada Hewan serta Kejadiannya di Indonesia. 2007. Backer. Fischer dan J. Sukenty. Hubungan antara Kadar Hemoglobin dengan Prestasi Belajar Siswi SMP N 25 Semarang. B. 2000. Skripsi Universitas Negeri Semarang. Skripsi. R..2001. Jurnal Litbang Pertanian. T. C. L. Yuningsih. Wijayanti. Semarang. 2008. 10 No. 2006. Monteilh. 2005. P. E. Fisiologi Manusia : dari Sel ke Sistem Edisi 2. Fleming. D. Semarang. . Journal of Medical Case Reports 2:16. C. Environmental Health 9:60. Nitrate in drinking water and methemoglobin levels in pregnancy : a longitudinal study. Luke. L. A. Jakarta. M. Messing. Manassaram. EGC. 2010. 1. Universitas Negeri Semarang. Benzocaine and Lidocaine Induced Methemoglobinemia After Bronchoscopy : A Case Report. J. D. Rogers. Wartazoa Vol. L. Gambaran Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Hemoglobin Darah (Studi pada Anggota Paguyuban Tukang Becak Peterongan Kota Semarang) Tahun 2005.DAFTAR REFERENSI Sherwood. N. S.. 26(4). L. Keracunan Nitrat_Nitrit pada Ternak Rumansia dan Upaya Pencegahannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful