Dari rumus analisis regresi linier Y = α + β X , di mana = Y : variabel terikat yaitu jarak inferior orbital margin ke infraorbital foramen

. X : variabel bebas yaitu jarak inferior orbital margin ke garis khayal yang ditarik secara horizontal dari alae hidung. α : nilai konstanta / intersep β : koefisien regresi dari variabel bebas = β = 0, tidak terdapat perbedaan antara variabel bebas dan terikat. H1 = β ≠ 0, terdapat perbedaan antara variabel bebas dan terikat.

Ho

total sampling, yaitu mengambil semua subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi dan tidak memililki kriteria eksklusi. analisis regresi linier dan disajikan dalam bentuk persamaan regresi atau model regresi. 1. Memasukkan data hasil pengukuran ke dalam SPSS.34, 35 2. Uji normalitas data dengan tes Kolmogorov-Smirnov untuk sampel yang jumlahnya besar (>50 subjek) / Shapiro-Wilk untuk sampel yang jumlahnya sedikit (≤ 50 subjek). Distribusi data normal jika p > 0,05.35 3. Analisis regresi linier dengan menggunakan SPSS. Langkah-langkahnya = a. Analyze  Regression  Linier35 b. Variabel bebas (X), dimasukkan ke kotak Dependent.35 c. Variabel terikat (Y), dimasukkan ke kotak Independent.35 d. Lalu pilih OK. e. Lihat hasil di output pada bagian Coefficient, tentukan persamaan regresinya, di mana kita tentukan nilai konstanta / intersep (α) dan nilai koefisien regresinya (β).34, 35 Y=α+βX

X = variabel bebas yaitu jarak inferior orbital margin ke garis khayal yang ditarik secara horizontal ke puncak alae hidung. h. Melihat nilai tx nya serta signifikansinya (p value). Nilai antara 0 – 1 (0-100%). semakin mendekati 1 (100%) berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat.34 g. Menunjukkan seberapa besar kontribusi yang diberikan variabel X terhadap Y. Jika nilai t > t tabel dan p value nya < 0. Merupakan nilai rata-rata Y jika X nya 0. Melihat nilai koefisien determinasi (Adjusted R square) menujukkan seberapa besar persentase hasil persamaan regresi atau kemampuan variabel X dalam menebak serta menjelaskan variabel Y. di mana titik potong antara garis regresi dengan sumbu Y pada diagram kartesius saat nilai X nya 0. α = konstanta. β = suatu koefisien regresi X. Melihat nilai F.05 berarti penelitian ini menunjukkan pengaruh signifikan variabel X terhadap Y. f.Y = variabel terikat yaitu jarak inferior orbital margin ke infraorbital foramen.35 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful