PENGKAJIAN PADA BAYI BARU LAHIR I.

Karakteristik normal dan tanda – tanda vital pada bayi baru lahir. Terminologi : karakteristik janin 6 minggu sampai lahir, neonatus, lahir sampai usia 1 bulan, bayi 1 bulan samapi usia berjalan. A. Karakteristik umum: 1. 2. Bentuk tubuh dan pengukuran : besar kepala dan abdomen Tingkat kesadaran : enam keadaan : menangis, tidur tenang, REM, terjaga aktif, tenang tidur dan transisional 3. 4. Kekenyalan fisiologis : tahanan pasif terhadap stresor . Imunitas : antibodi mengalir dari ibu melalui plasenta, tidak terdapat antibodi untuk pertusis dan cacar 5. Tanda-tanda vital bayi baru lahir: a. Suhu : 97,80F (36,50C) b. Nadi : rata-rata 140x/menit dengan variasi berkisar 120160x/menit, frekuensi saat bayi tidur berbeda dari frekuensi saat bayi bangun. Pada usia satu minggu frekuensi 128x/menit saat tidur dan 163x/menit saat bangun. Pada usia 1 bulan, frekuensi 138x/menit saat tidur dan 167x/menit saat bangun. c. Pernapasan : 30-60x/menit dangkal dan ireguler, tidak ada retraksi atau bunyi mendengkur, disertai apnea singkat (kurang dari15 detik) d. Tekanan darah : 78/42 mmHg, tekanan darah sistolik bayi sering menurun (sekitar 15mmHg) selama satu jam pertama setelah lahir, menangis dan bergerakbiasanya menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik 6. Kebutuhan dasar : bertahan, aman dan nyaman,memiliki dan dimiliki,penghargaan diri dan aktualisasi diri.

B. Karakteristik khusus. 1. Kepala: pada presentasi vertex kepala biasanya mendatar pada dahi dengan puncak meninggi dan membentuk titik pada ujung tulang parietal dan oksiput menurun tajam. tulang saling tindih saat lahir dikarenakan tulang-tulang kranium tidak menyatu kemudian kembali ke posisi semula (Wong, 2009) 2. Mata: cenderung menutup mata dengan kuat, air mata mungkin keluar saat lahir namun cairan purulen yang keluar dari mata segera setelah lahir adalah abnormal (Wong, 2009) 3. Telinga: puncak pina biasanya terletak pada bidang horizontal segaris dengan kantus mata, pina sering kali menempel pada sisi kepala akibat tekanan dalam uterus 4. Hidung : hidung biasanya datar baru lahir dan memar sering terjadi 5. Mulut dan tenggorokan: defek eksterna mulut seperti celah bibir mudah dilihat, langit-langit normalnya melengkung tinggi dan agak sempit, temuan yang sering adalah mutiara epstein yang merupakan suatu kista epitel kecil

putihsepanjang kedua sisi garis tengah palatum durum (menghilang beberapa minggu) 6. Leher: leher bayi baru lahir pendek dan ditutpi oleh lipatan jaringan 7. Dada: bentuk dada BBL hampir selalu bulat karena diameter antero poterior dan lateralnya sama, tulang rusuk sangat lentur dan sedikit retraksi intercostalis. Prosesus xifoideus biasanya terlihat sebagai tonjolan kecil ujung sternum, sternum biasanya meninggi dan sedikit melengkung 8. Abdomen : Kontur abdomen normal adalah silindris dan biasanya menonjol dengan beberapa vena yang tampak. Bising usus terdengar dalam 15-20 menit setelah kelahiran.

Genetalia: a. Milia : bintik-bintik pada wajah. Bercak mongolian : area berpigmen .9. Wanita : normalnya labia mayora. Hemoglobin : tinggi saat lahir. dan menggantung 14. Laki-laki :prepusium ketat. Hampir seluruh bayi baru lahir perempuan memiliki himen. diberikan pada beberapa bayi. Sistem urinarius: berkemih pertama biasanya dalam 24jam Sistem pernapasan: atelektasis sampai bernafas berapa kali Sistem sirkulasi : struktur jalan pintas janin menutup segera setelah lahir 17. Lesi kecil. Tanda lahir: (nevi) . minora dan klitoris tampak edema. 16. g. Ereksi sering terjdi pada BBL. f. d. Skrotum besar.keras yang dinamakan mutiara epitel dapat ditemukan diujung preposium. 12. b. Ikterik : kekuningan disebabkan oleh hiperhiperbilirubinemia Rambut dan kuku : bervariasi Payudara : mungkin mengalami perbesaran karena pengaruh hormon dari ibu 13. Verniks kaseosa : pasta seperti keju. smegma merupakan suatu zat seperti keju sering ditemukan disekitar gland penis. Darah: a. e. 10. Deskuaminasi : pengelupasan kulit.putih. Lanugo : rambut halus diseluruh tubuh. Eritema toksikum : alergi kemerahan. . 15. b. kemudian menurun Vitamin K: penting untuk pembekuan. bengkak. Kulit: a. 11. c. Cairan vagina mungkin ditemukan selama minggu pertama kehidupan b.

obat-obatan yang dikonsumsi). tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir adalah untuk menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi. Definisi Merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan. tanggal lahir. riwayat ginekologi dan riwayatmedis/bedah. A. Identifikasi data : Nama. pendidikan. 1. penyakit infeksi. 24 jam setelah lahir. kelaianan kardiopulmonal.Dalam melakukan pemeriksaan fisik ini. atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru lahir. polihidramnion atau oligohidramnion.II. perawat. preeklamsia. 4. komplikasi kehamilan sebelumnya. perdarahan selama kehamilan. Riwayat ibu Graviditas. Riwayat keluarga : Diabetes. infeksi atau penyakit lain. Data demografik orang tua : Usia. lama dan lokasi perawatan prenatal. jenis kelamin. 2. riwayat antepartum (khususnya penyalahgunaan zat. paritas. B. pengkajian kesejahteraan janin. nenek moyang atau orang tua. kelainan kongenital. 3. sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang dibawah lampu terang. sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan Secara umum. nomor pasien sakit. dan pada waktu pulang dari Rumah Sakit. . saudara kandung dan anggota keluarga lain : kondisi medis atau sifat yang “diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga”. taksiran partus (TP). C. latar belakang etnik dan ras. kesehatan ayah. Riwayat bayi baru lahir. diabetes gestasional. jenis pemberian makanan. hari pertama haid hari terakhir haid (HPHT). Pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir. pekerjaan.

pernapasan Pemeriksaan ini dikatakan normal pada bayi baru lahir apabila frekuensinya antara 30-60 x/menit. Hitung frekuensi nafas Pemeriksaan menghitung frekuensi rata-rata nafas ini dilakukan dalam 1 dengan menit. presentasi . inersi tali pusat . Hasil tes laboratorium Kadar glukosa. keterjagaan . serologi. cara melahirkan . gawat janin atau asidosis . golongan darah. suhu. nilai Hb dan Ht. warna dan bau . panel hepatitis. titer rubella. tanpa adanya retraksi dada dan suara merintih saat ekspirasi. dan penampilan tali pusat termasuk jumlah pembuluh darah dan ukurannya (Kotor? Berbau?Kelainan?) 6.5. lama kala satu dan dua persalinan . apakah bayi melonjak-lonjak . komplikasi . 1. Pemeriksaan fisik. penggunaan alat bantu . Persalinan dan pelahiran Tanggal dan waktu melahirkan . kemampuan mengisap. 8. penapisan antibody. apakah sudah mengeluarkan air kemih atau mekonium . mengeluarkan tangisan yang tidak lazim. pemeriksaan Tuberculosis (TB). analgesia dan waktu . resusitasi. tanda-tanda vital. demam pada ibu . status vitamin K . 7. Periode segera setelah lahir Nilai Apgar. ukuran plasenta. lama ketuban pecah . Hct . menyusu . D. factor Rh. usia gestasi saat melahirkan dengan menggunakan penanggalan dan pemeriksaan USG. tetapi apabila bayi dalam keadaan lahir kurang dari 2500 gram adanya retraksi dada ringan. ada meconium . tes Coomb. Jika pernapasan berhenti . anastesi dan komplikasinya . Hasil tes laboratorium ibu Golongan darah dan faktor Rh.

seperti suhu tubuh yang tidak normal. Kaji postur dan gerakan a. serta tremor. adanya kejang / spasme.5˚C – 37˚ C. 2. Ukur suhu aksila Lakukan pemeriksaan suhu melalui aksila untuk menentukan apakah bayi dalam keadaan hipo atau hipertermi. Pemeriksaan denyut jantung ini dikatakan normal apabila frekuensinya antara 100-160x/menit. . 4. b. maka masih dikatakan dalam batas normal. Dalam kondisi normal. Pemeriksaan postur dalam keadaan normal apabila dalam keadaan istirahat kepalan tangan longgar dengan lengan panggul dan lutut semifleksi. tubuh melengkung kedepan. Pemeriksaan ini untuk menilai ada atau tidaknya epistotonus/ hiperekstensi tubuh yang berlebihan dengan kepala dan tumit belakang. 5. Pemeriksaan denyut jantung untuk menilai apakah bayi mengalami gangguan yang menyebabkan jantung dalam keadaan tidak normal. Lakukan inspeksi pada warna bayi Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui apakah ada warna pucat. Hitung denyut jantung bayi dengan menggunakan stetoskop. mengingat kondisi kulitnya lebih tebal. ikterus. atau gangguan nafas. perdarahan.Bayi dalam keadaan aterm umumnya lebih pucat dibandingkan bayi dalam keadaan praterm. 3.beberapa detik secara periodik. sianosis sentral atau tanda lainnya. suhu bayi antara 36.

luka atau trauma. bercak atau tanda abnormal pada kulit. c. aktivitas berkurang. yang tebal. mudah terangsang. ada tidaknya tonus otot yang lemah. Pemeriksaan ini normal apabila tanda seperti eritema toksikum ( titik merah dan pusat putih kecil pada muka. 7. rapuh. Apabila bayi tidak sungsang. Periksa tonus atau kesadaran bayi Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat adanya letargi. Bayi postmatur memiliki kulit yang lebih pusat. Berfungsi untuk melihat ada atau tidaknya kemerahan pada kulit atau pembengkakan. Kondisi kulit dapat mengindikasikan beberapa kondisi. kulit tubuh yang terkelupas pada hari pertama. serta ada tidaknya ruam popok b. Pemeriksaan kulit a. lebih tebal. elastisitas kulit. dan sadar. yaitu penurunan kesadaran dimana bayi dapat bangun lagi dengan sedikit kesulitan.dalam keadaan sedikit ekstensi. yang dapat mengelupas. Bayi prematur memiliki kulit tipis. sehingga kaki bisa mencapai mulut. yang cenderung berwarna merah gelap yang mudah berdarah serta mudah memar. dan punggung) pada hari kedua atau selanjutnya. postula (kulit melepuh). Selanjutnya gerakan ekstremitas bayi harusnya terjadi secara spontan dan simetris disertai dengan gerakan sendi penuh dan pada bayi normal dapat sedikit gemetar. . 6. di dalam kandungan bayi akan mengalami fleksi penuh pada sendi panggul atau lutut/sendi lutut ekstensi penuh. mengantuk. tubuh.

catat kadarnya. 5) Pletora. bagian tubuh lainnya pucat atau sianosis. 3) Ikterik. dapat menunjukkan polisitemia. 2) Sianosis. Dikaji dengan cara menekan-nekan kulit sesaat. 6) Bintik-bintik. jika duktus belum menutup. Kepala bayi. 7) Terkena meconium. dan dada kanan berwarna merah muda. Dapat mengindikasikan edema. asfiksia. atau shock. dapat dimunculkan dengan menekan-nekan kulit bayi seperti saat memeriksa adanya ikterik. Dimulai dari kepala kemudian kebawah -. Verniks yang terkena meconium terjadi dalam 15 jam setelah . Garis demarkasi menghilang jika duktus membuka dan tahanan pembuluh darah perifer menurun. terjadi akibat system organ yang tidak matur. tetapi bisa juga karena penyakit yang serius dan bayi memiliki kulit berbintik-bintik yang harus diobservasi dengan cermat. Kadang-kadang sulit dievaluasi karena polistemia pada bayi baru lahir.1) Akrosianosis (sianosis pada ekstremitas) adalah kondisi yang normal selama satu hari. Bintik-bintik seperti lobster dapat merupakan kondisi normal. 4) Palor. Diakibatkan perubahan suhu kulit sementara. lengan kanan. memudar pada telapak kaki dan telapak tangan. Area merah terlihat pada membran mukosa.

lambdoidalis. A 8. lanugo merupakan bukti trauma lahir. Kepala 1) 2) 3) Bentuk dan kesimetrisan Proporsi terhadap tubuh dan wajah Lingkar kepala (diukur di titik di atas telinga). Area-area lunak pada tulang parietal di sepanjang sutura sagitalis disebut kraniotabes dan terlihat pada bayi premature dan mereka yang mengalami biasanya kompresi tidak uterus. Lingkar ini akan berubah jika molase hilang. Pemeriksaan leher dan kepala.terpajan meconium kuku-kuku jari terkena dalam 6 jam. Edema dapat dibedakan dari status nutrisi cukup dengan keberadaan keriput halus dipergelangan tangan dan pergelangan kaki. bermakna. pigmentasi. Area- . Pemeriksaan bagian kepala yang dapat diperiksa antara lain: a. dan koronalis. Lingkar kepala normal adalah 32-38 cm pada rata-rata bayi cukup bulan. Lingkar kepala melebihi lingkar abdomen sampai usia kehamilan 32-36 minggu. Penutupan garis sutura prematur disebut sinostosis kranial: sutura tidak menyatu jika sisi lain tertekan. 9) Lesi. kemudian akan menjadi lebih kecil. Kraniotabes tetapi harus diselidiki jika menetap. kelembapan. Kepala yang berukuran sangat besar dapat mengindikasikan hidrosefalus. 8) Terkstur dan edema. 4) Sutura sagitalis.

9. Aplasia kutis kongenita merupakan suatu kelainan kulit kepala. Kaput dapat menindih garis sutura. . osteogenesis imperfekta. Fontanel posterior. sindrom Down. parietal. jika ada. yang terlihat melalui serviks. 7) Kaput suksedaneum adalah pembengkakan kulit kepala. Lesi kulit kepala. dapat menutup pada saat bayi lahir atau pada sekitar usia 4 bulan. c. Tekstur. biasanya menindih tulang sutura. Ukuran rataratanya adalah 1x1 cm. b. Distribusi. dan kondisi-kondisi lain harus disingkirkan. dan tidak ini Sefalohematoma berlangsung sekitar 8 minggu. Memar dapat terlihat. kretinisme. Fontanel harus datar: penonjolan tekanan mengindikasikan intrakranial dan peningkatan depresi mengindikasikan dehidrasi. yang berbentuk segi tiga. Rambut di bawah lipatan leher mengesankan sindrom-sindrom yang berhubungan dengan leher pendek dan/atau webbed neck. tetapi ada banyak variasi dan ukuran fontanel tidak signifikan. perdarahan subperiosteum ini terbatas pada satu tulang. arah pertumbuhan. Fontanel menutup pada usia 9-16 bulan. 5) Fontanel anterior berbentuk wajik memiliki ukuran 20 ±10 mm.area lunak pada oksiput signifikan dan. Rambut a. 6) Terdapat molase (tumpang tindih tulang oksipital dan pelahiran.

10. dihubungkan dengan Lipatan ke atas atau ke bawah mengindikasikan sindrom kengenital. d. Pada saat ini. Wajah a. Bentuk dan ekspresi Bulu mata dan alis mata Simetris pada saat istirahat dan selama menangis dan mengisap. Perhatikan keserasian dengan ras. Mata Pemeriksaan mata untuk menilai adanya strabismus atau tidak. Ketidaksimetrisan dapat terjadi akibat hypoplasia atau palsi pada saraf ketujuh. misalnya. mata berukuran besar disebut hipertelorisme. Posisi. dapat dihubungkan dengan ketulian dan retardasi mental. 11. Rambut merah pada bayi kulit hitam. bayi akan secara spontas dan reflex membuka matanya. Mata yang terpisah jauh dapat dihubungkan dengan sindrom kongenital.Mata paling mudah diperiksa dengan mengangkat bayi dan perlahan menggerakkannya ke depan dan ke belakang.5 cm. Perhatikan keseragaman. a. c. Warna iris. Letak dan kesimetrisan. sindrom Keduanya kengenital. Ukuran yang normal adalah 2. Ukuran dan kejernihan kornea.d. b. c. yaitu koordinasi gerakan mata yang belum sempurna. . Sejumput rambut putih tepat di atas kening. Pigmentasi penuh terjadi pada usia 1012 bulan. Ukuran. Warna. b. sedangkan mata berukuran kecil disebut hipotelorisme. e. misalnya dapat menunjukkan albinisme.

Perhatikan edema atau ptosis (jatuh). kornea buram. k. Harus paten. Pada kondisi normal jernih. hemoragik akibat trauma lahir. Dibuktikan oleh fotofobia. Strabismus sementara (mata juling). Pupil. Kelopak mata. Peradangan eritromisin. Harus jernih pada pemeriksaan bisa muncul akibat profilaksis oftalmoskopik. Glaucoma kongenital.8-5. j. dinyatakan normal selama 10 hari. Refleks merah. l. q. Dapat dihubungkan dengan defek kongenital. mata bergerak dari garis tengah lalu melihat ke atas. Penglihatan bayi baru lahir diperkirakan sekitar 20/600. tetapi bisa berwarna kuning disertai ikterik. Sama dan reaktif setelah usia 2-3 minggu. Retina. Tidak ada pada katarak. i. h. Cahaya terang menyebabkan kedua mata mengedip dan kepala dorsifleksi. m. g. Pupil berukuran 1. Tes refleks ini lebih sering dilakukan disbanding tes ketajaman penglihatan.f. Korneamenunjukkan reaksi terhadap cahaya dan mengikuti jejak cahaya. Ketika kepala berpaling. r. . Sklera. p. Perdarahan kecil sering terjadi. Refleks mengedipoptikal yang simetris. atau berwarna biru diserta osteogenesis imperfekta.4 mm. Konjungtiva. n. Mata boneka. Ada lipatan epikantus. air mata berlebihan. Duktus lakrimalis. o. atau mata terlihat lebar.

Hidung a. asfiksia berat. kesimetrisan. Pembentukan kartilago mengindikasikan maturitas. Dikaji untuk melihat bentuk. Khususnya pada kasus kelainan kepala dan leher. Satu lubang hidung tersumbat pada satu waktu dan pernapasan terlihat melalui lubang hidung yang terbuka sehingga menyingkirkan kemungkinan atresia koanal --penyumbatan nares posterior --. Lubang hidung. a. apabila tidak terjadi refleks. dan sindrom lain yang terkait dengan tuli. b. e. Bentuk. Pendengaran. infeksi janin. c. maka kemungkinan akan terjadi gangguan pendengaran. Posisi menyimpang dari garis tengah atau tulang hidung yang mendatar atau bengkok dapat mengindikasikan sindrom kongenital. terlihat terkejut sebagai respons terhadap suara keras. Otoskopi dilakukan dengan menarik daun telinga ke bawah. dan kepatenan. riwayat tuli pada keluarga. Simetris dan sejajar Lipatan kulit atau lubang berlebih. Lipatan kulit pedunkulat dapat diikat kuat pada bagian dasar dengan jahitan. Bayi menengok kea rah bisikan. Telinga Pemeriksaan telinga dapat dilakukan untuk menilai adanya gangguan pendengaran.yang menyebabkan . b. d.12. Verniks kaseosa terlihat di dalam saluran luar atau cairan amnion terlihat di belakang membrane timpani berwarna abu-abu kusam. 13. Posisi dan bentuk. Dilakukan dengan membunyikan bel atau suara jika terjadi refleks terkejut. berat lahir sangat rendah.

Pemeriksaan hidung dapat dilakukan dengan cara melihat pola pernapasan. Lubang hidung yang besar. Pada fungsi neurologis yang normal. Uvula yang bifid (terbelah dua) dapat dihubungkan dengan sumbing palatum submukosa. mikrostomia. mulut kecil.gawat napas berat pada bayi. Refleks mengisap terlihat sejak usia kehamilan 32 minggu hingga 3-4 bulan. Bibir. perlu dipikirkan adanya penyakit sifilis kongenital dan kemungkinan lain. Apabila secret makropurulen dan berdarah. Mulut seperti burung terlihat pada sindrom alcohol. Palatum melengkung utuh. Menyeringai simetris. lubang hidung kadang-kadang banyak mukosa. . e. Mulut a. Refleks. Refleks gag harus ada. Ukuran dan bentuk. uvula akan naik ketika bayi menangis. dan mulut yang lebar. c. Filtrum yang memanjang (alur dari hidung hingga bibir atas) dapat mengindikasikan sindrom kongenital. b. maka kemungkinan bayi mengalami obstruksi jalan napas karena adanya atresia koana bilateral atau fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring. Refleks rooting terlihat sejak usia kehamilan 34 minggu hingga 3-4 bulan. Harus terbentuk penuh. makrostomia. Sedangkan pernapasan cuping hidung akan menunjukkan gangguan pada paru. d. atau ketiadaan lubang hidung dapat terjadi pada kelainan kongenital. f. terlihat pada gangguan metabolik. 14. menonjol. Ukuran dan fungsi uvula. terlihat pada sindrom down. apakah bayi bernapas melalui mulut.

Lidah Perhatikan ukuran. gigi juga dapat muncul pada beberapa sindrom kengenital. Rentang pergerakan harus memungkinkan bayi memutar dagu ke tiap-tiap bahu. Ukuran lidah. saliva Perhatikan yang kelembapan.g. nodus limfoideus. 15. dapat dilihat adanya kemumgkinan kecacatan kongenital. Pemeriksaan mulut dapat dilakukan dengan melihat adanya kista yang ada pada mukosa mulut. Makroglosia dihubungkan dengan hipotiroidisme. Dagu. keberadaan massa Gerakan. i. Gusi. 16. Tortikolis kongenital (kepala menekuk ke salah satu bahu sementara dagu mengarah ke bahu lain) ditemukan . Leher a. b.Apabila ditemukan lidah yang menjulur keluar. lapisan pelindung. dan pipi biasanya disebut sebagai monilia albicans. Sariawan diidentifikasi dengan adanya bercak putih dan abu-abu. Membrane Pengeluaran mukosa. gerakan. Proporsinya harus tepat. tonus. berlebihan mengindikasikan fistula trakeoesofagus atau atresia esophagus.Pemeriksaan lidah dapat dinilai melalui warna dan kemampuan refleks mengisap. palatum. Bentuk. h.Adanya bercak pada mukosa mulut. Gusi juga perlu diperiksa untuk menilai adanya pigmen pada gigi. panjang frenulum. j. apakah terjadi penumpukan pigmenyang tidak sempurna. Gusi yang tumbuh sebelum waktunya jarang ditemui pada mulut bayi baru lahir normal dan akan tanggal sebelum gigi susu muncul. Mikrognatia mengesankan sindrom Pierre-Robin. proporsi warna.

asimetris. d. 17. hemangioma.9% bayi cukup bulan. Penurunan gerakan pada tangan yang terkena atau menolak disusui ketika bayi berbaring di sisi yang terkena dapat mengindikasikan ketidaknyamanan. yaitu jumlahnya berlebih atau saling melekat. leher dapat dilakukan dengan melihat dalam apabila terjadi keterbatasan pergerakannya. Pemeriksaan pergerakan. pembengkakan. misalnya kelainan tiroid.7 – 2. Penyelaputan terjadi pada sindrom turner dan sindrom kongenital lain. c. serta menilai kondisi jari kaki. 18. Letak putting susu. Fraktur klavikula terjadi pada 1. b. Lipatan atau penyelaputan kulit. Fraktur biasanya terjadi pada 2/3 bagian luar tulang dan dapat dipalpasi dengan bunyi krepitasi. Bentuk dan kesimetrisan Lingkar dada pada putting susu. nyeri tekan di sepanjang badan tulang. Tiroid. Biasanya ditemukan di garis tengah tanpa nodul e. maka kemungkinan terjadi kelainan pada tulang leher. Klavikula. Letak putting yang berjauhan terlihat pada sindrom . dll. Pemeriksaan ekstremitas Pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai ada tidaknya gerakan ekstremitas abnormal. Pemeriksaan dada a.jika ada hematoma pada otot sternokleidomastoideus akibat cedera lahir. posisi dan gerakan yang abnormal (menghadap ke dalam atau ke luar garis tangan). walaupun banyak fraktur tidak terdeteksi sampai kalus terbentuk di atas fraktur pada usia 2-3 minggu.

c. 60 % bayi baru lahir mengalami murmur. Sebagian besar murmur yang terdengar pada harihari pertama kehidupan mencerminkan perubahan neonatal. Sinus aritmia (varian teratur yang menyertai pernapasan) adalah temuan normal. pneumotoraks. dan maturitas. h. jantung. frekuensi normalnya adalah 30-60 x/menit. Pada bayi keturunan Kaukasia biasanya berhubungan dengan kelainan ginjal. dihitung selama 1 menit penuh. Nada terdengar lebih tinggi daripada yang terdengar pada orang dewasa. Kesimetrisan pengembangan. Murmur yang terdengar pada saat lahir memiliki resiko 1 : 12 karena penyakit jantung kongenital. Dalam kondisi normal terdapat di garis midklavikula kiri pada ruang interkosta keempat. Pada bayi premature. Pernapasan. Frekuensi penyakit. Dipengaruhi oleh status nutrisi. denyut jantung rata-rata 140-150 x/menit pada saat istirahat. e.Turner. Biasaya pernapasan abdomen pada bayi baru lahir . Murmur. simpanan lemak. Denyut jantung rata-rata adalah 110160 x/menit pada bayi cukup bulan yang sehat. Dada yang tidak mengembang simetris. f. g. Titik impuls maksimum (PMI). Produksi susu (“witches milk”) yang disebabkan oleh estrogen ibu berhenti setelah 1-2 minggu. Keberadaan jaringan payudara. atau kerusakan nervus frenikus. variasi Getaran dapat yang mengesankan kelainan . Bunyi jantung. menandakan hernia diafragmatik. d.

atau lainnya pada tali pusat. Bagi bayi baru lahir sampai usia 7 signifikan hipertensi berat. apabila didapatkan abdomen membuncit. Nadi. denyut yang melonjak dapat mengindikasikan PDA. j. PDA.terpalpasi pada lengkung suprasternal menunjukkan stenosis aorta. Dikaji dengan menggunakan 1 jari. atau koarktasio aorta. Nadi sempit dan halus mengindikasikan gagal jantung kongenital atau stenosis aorta berat . bengkak. berbau. 19. bernanah. k. paru bayi baru lahir pada kondisi normal hiperresonan di seluruh bidang paru suara redup dapat mengindikasikan ada efusi atau konsolidasi.Pemeriksaan ini normal apabila warna tali pusat putih kebiruan pada hari pertama dan mulai mongering atau mengecil dan lepas pada hari ke-7 hingga ke-10. i. stenosis paru valvular. Pemeriksaan pada abdomen ini meliputi pemeriksaan secara inspeksi untuk melihat bentuk dari abdomen. Pemeriksaan abdomen dan punggung a. TD hipertensi berat. 20. Pemeriksaan tali pusat Pemeriksaan ini untuk melihat apakah ada kemerahan. Untuk bayi usia 8-30 hari. . Perkusi. dapat diduga kemungkinan disebabkan karena hepatosplenomegali atau cairan dalam rongga perut. Tekanan darah.

atau thrombosis vena renalis. Pada bayi baru lahir perlu dilakukan pengukuran antopometri seperti berat badan. d. c. apabila ditemukan bayi dimasukkan dalam kelompok makrosomia. batas bawah ginjal dapat diraba setinggi umbilicus diantara garis tengah dan tepi perut. apabila dikatakan bayi memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). dimana berat badan yang normal adalah sekitar 2500-3500 gram. hati biasanya teraba 2-3 cm di bawah arkus kosta kanan.b. sehingga medulla spinalis dan selaput otak menonjol). Pada palpasi ginjal dapat dilakukan dengan pengaturan posisi telentang dan tungkai bayi dilipat agar otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi. 21. kelainan bawaan. Pengukuran antopometri a. b. Untuk menilai daerah punggung atau tulang belakang. adanya pembesaran pada ginjal dapat disebabkan oleh neoplasma. . Raba sepanjang tulang belakang untuk mencari ada atau tidaknya kelainan seperti spina bifida atau mielomeningeal (defek tulang punggung. Pengukuran antropometri lainnya adalah pengukuran panjang badan secara normal : 1) Panjang badan bayi baru lahir adalah 45-50 cm. cara pemeriksaannya adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. limfa teraba 1 cm dibawah arkus kosta kiri. Akan tetapi. Pada perabaan. Bagian-bagian ginjal dapat diraba sekitar 2-3 cm.

kelainan yang terdapat pada bayi adalah adanya hipospadiayang merupakan defek di bagian ventral ujung penis atau defek sepanjang penisnya. namun apabila ditemukan satu lubang maka didapatkan terjadinya kelainan dan apabila ada sekret pada lubang vagina. Epispadia merupakan kelainan defek pada dorsum penis. hal tersebut karena pengaruh hormon. b. secara normal panjang penis pada bayi adalah 3-4 cm dan 1-1. dapat dicurigai apabila frekuensi meningkat serta adanya lendir atau darah. maka bayi mengalami hidrosefalus dan apabila diameter kepala lebih kecil 3 cm dari lingkar dada. maka bayi tersebut mengalami mikrosefalus.3 cm untuk lebarnya. Pada bayi laki-laki sering didapatkan fimosis. 22. 23. Pemeriksaan urine dan tinja Pemeriksaan urine dan tinja bermanfaat untuk menilai ada atua tidaknya diare serta kelainan pada daerah anus. Pemeriksaan genitalia a.Pemeriksaan ini normal apabila bayi mengeluarkan feses cair antara 6-8 kali per menit.Adanya perdarahan pervaginam pada bayi baru lahir dapat terjadi . 3) Pengukuran lingkar dada normalnya adalah 30-33 cm. Pemeriksaan genitalia ini berfungsi untuk mengetahui keadaan labium minor yang tertutup oleh labia mayor. lubang uretra dan lubang vagina seharusnya terpisah.2) Pengukuran lingkar kepala normalnya adalah 33-35 cm. Apabila ditemukan diameter kepala lebih besar 3 cm dari lingkar dada.

Activity (tonus otot) and Respiration (Pernapasan). A. Suatu alat bantu yang berguna untuk mengevaluasi perlu tidaknya bayi mendapat resusitasi. 1 menit kelahiran Skor Apgar 1 menit yaitu digunakan untuk mengidentifikasi perlu tidaknya resusitasi segera. . Perangkat yang digunakan untuk menilai dinamakan skor apgar. dan terutama perubahan pada skor 1 dan 5 menit merupakan indeks yang bermanfaat untuk menilai efektifitas upaya resusitasi. warna. 2.Usia gestasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi skor Apgar. 2002). Cara menilai APGAR score Pertumbuhan dan perkembangan bayi di luar kandungan dapat dinilai dengan apgar. Pada masing-masing komponen diberi skor 0. Kata apgar diambil dari nama belakang penemunya yaitu Dr. Pada tahun 1962. tonus otot & iritabilitas reflek.selama beberapa hari pada minggu pertama kehidupan (MNH-JHPEGO. Definisi 1. 1 atau 2. frek. Grimace (Respon Refleks).Sebagian besar bayi saat lahir berada dalam kondisi sempurna. 2. Pulse (denyut jantung). Vol. Menit ke-5 Skor Apgar 5 menit. B.1) III. Virginia Apgar. seorang ahli anak bernama Dr Joseph Butterfield membuat akronim dari APGAR yaitu Appearance (Warna kulit). penolong persalinan biasanya langsung melakukan penilaian terhadap bayi tresebut. Waktu pelaksanaan 1. jantung. skor ini dipublikasikan pada tahun 1952. (sumber : Wong Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. yang diterapkan pada 1 menit dan pada 5 menit setelah lahir yang terdiri dari 5 komponen yaitu pernafasan. Sesaat setelah bayi lahir.

2. fleksiditas. Prosedur penilaian APGAR 1.muka C. termasuk ventilasi buatan. Nilai 4 –6 pada 1 menit memperlhatkan depresi pernapasan. dan warna pucat hingga biru. harus segera dimulai. 1 dan 2 Nilai tertinggi adalah 10 1. Lakukan tindakan dengan cepat & tepat sesuai dengan hasilnya 4. 3. C. keadaan . Nilai 0 – yang lambat dan lemah serta depresi atau tidak adanya respon refleks. Penilaian Setiap variabel dinilai : 0. 5. Namun denyut jantung dan iritabilitas refles baik. Ulangi pada menit kelima Ulangi pada menit kesepuluh Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yang sesuai D. 6. Pastikan pencahayaan baik Catat waktu kelahiran. Bayi ini sering mudah diidentifikasi dan resusitasi. Jumlahkan hasilnya 3. nilai APGAR pada 1 menit pertama dengan cepat & simultan. Nilai 7 – baik 2.

Perhatian : SKOR APGAR TIDAK DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MEMPERKIRAKAN PROGNOSIS NEUROLOGIS JANGKA PANJANG. edisi 21) . (Sumber :Williams Manual of Obstetrics.

persis mary. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong alih bahasa Agus Suratna dkk. Leveno. Buku Ajar Keperawatan Maternitas E/4. 2008. 2004. Lowdermilk. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan. Kenneth J. Jensen. Jakarta : EGC . 1995. Cunningham. Jakarta : EGC Hidayat. Aziz Alimul. Obstetri William : Panduan Ringkas. 2008. Gant. 2009. A. Jakarta : EGC. Wong. Edisi 21. Norman F. Dasar Dasar Keperawatan Maternitas Ed 6. SKp.DAFTAR PUSTAKA Bobak. et al. F Garry. Dona L et al.. Alih bahasa :Ni Luh Gede Yasmin Asih. Jakarta : Salemba Medika.Alih bahasa: Hamilton..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful